Masyarakat Sipil
Masyarakat Sipil dan Kontestasinya dalam Blok Politik
A Naufal Azizi 15/384251/SP/269631
Sebuah Review2
Dalam review singkat ini, penulis akan memaparkan bagaimana konstestasi masyarakat sipil dalam membentuk blok politik guna melembagakan eksistensi masyarakat sipil itu sendiri hingga mencari dan menemukan ruang sosial-politik yang netral dan bebas dari intrik politik dari dalam maupun luar. Ruang sosial-politik alternatif ini disebut sebagai Blok Politik. Sebelum menyelami lebih jauh bagaimana konstestasi masyarakat sipil, terlebih dahulu mari menemukenali apa yang dimaksud dengan blok politik itu sendiri.
Blok Politik, Apa itu?
Sebagaimana gambar yang ada disamping, blok politik adalah sebuah ruang sosial-politik dimana masyrakat sipil, organisasi kerakyatan, dan organisasi politik saling terlibat memanfaatkan demokrasi agar menjadi lebih bermakna. Institusi alternatif yang disebut
sebagai blok politik ini memungkinkan organisasi-organisasi masyarakat sipil untuk menyuarakan aspirasi-aspirasi mereka. Sementara itu, organisasi politik dapat juga memanfaatkan blok politik untuk menyerap berbagai ragam pandangan, aspirasi, kepentingan dan kebutuhan masyarakat untuk program dan agenda politik mereka.
Pada intinya, blok politik dibuat untuk memfasilitasi kelompok-kelompok pro demokrasi yang sebelumnya mengambang atau tidak terlembaga menjadi terhubung dengan masyarakat dengan melabuh (memasukan) mereka ke dalam blok politik. Blok ini membuka akses masyarakat untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam
1 Mahasiswa Politik dan Pemerintahan UGM angkatan 2015 2 Bahan bacaan review bisa dilihat di sumber referensi
Masyarakat Sipil
menyalurkan isu-isu mereka dan juga untuk memperluas jaringan dan organisasi, serta untuk mentransformasi konflik-konflik sektarian, yang pada umumnya ditemukan dalam masyarakat sipil yang terpecah-belah, ke dalam berbagai bentuk aksi yang lebih politis. Lalu, pertanyaannya sejauh mana blok politik ini relevan dalam konstek masyarakt sipil?
Blok Politik Dalam Gerakan Masyarakat Sipil, Relevankah?
Ide dan gagasan dalam blok politik adalah untuk melakukan kontrol masyarakat yang lebih baik atas kebijakan yang dibuat pemerintah, menyatu-suarakan gerakan masyarakt sipil dari berbagai isu sehingga kehadirannya tidak hanya berbasis pada ada atau tidaknya isu, dan sebagai ruang alternatif bagi para pendukung demokrasi. sejauh yang penulis pahami hingga kini, tidak ada pernyataan yang secara jelas mengatakan bahwa adanya blok politik dapat mengganggu kinerja atau program dari masyarakat sipil itu sendiri. Namun, kekhawatiran tetap saja timbul atas setiap pilihan yang diambil.
Adanya ide blok politik ini juga berdampak pada dasar konstituen pembentukan masyarakat sipil itu sendiri. Secara sederhana, masyarakat sipil digambarkan sebagai masyarakt yang mandiri, lepas dari kepentingan politik (yang berusaha menduduki jabatan pemerintah secara langsung), dan bukan hadir sebagai media penyalur kepentingan perusahaan. Masyarakat sipil murni lahir dari keresahan masyarakat akan kebutuhan komunitas yang bisa melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat. Oleh karena itu, jika di kontestasikan ke dalam ide blok politik –yang memang tidak secara langsung dijelaskan untuk kepentingan politik, namun secara ekplisit memiliki tujuan politis, maka hal ini dirasa kurang relevan. Hal ini juga akan berdampak pada konsekuensi yang dihadapi masyarakat sipil jika blok politik terbentuk.
Apa Konsekuensinya Jika Blok Politik Terbentuk
Masyarakat Sipil
tergantung pada kesepakaatan bersama antara organisasi rakyat dan organisasi politik yang dalam hal ini parpol –walau secara jelas blok politik memberi syarat tidak boleh ditukangi oleh kepentingan parpol, namun tetap saja anggota parpol bisa bergabung dengan ‘melepas’ jaket parpol yang mereka tempati. Hal ini menimbulkan ironi sendiri, bahwa dengan adanya blok politik hanya akan menjadi ‘alatnya’ kepentingan politik tertentu. Alhasil, dasar kemandirian masyarakat sipil tidak terbentuk. Lalu, bagaimana hamabatan masyarakat sipil dalam membentuk blok politik?
Hambatan Masyarakat Sipil Dalam Membentuk Blok Politik
Enggannya masyarakat sipil dalam membentuk satu ruang komunitas bersama yang terlembaga secara institusional menjadi salah satu faktor penghambat sulitnya masyarakat sipil dalam membentuk blok politik. Selain itu, banyaknya masyarakat sipil yang ingin lepas dari kepentingan politik juga menjadi salah satu faktor penghambat blok politik terbentuk.
Terimakasih
Referensi
Aris Arif Mundayat & AE Priyono. (2012). Rekomendasi: Blok Politik Demokratis. Dalam Willy Purna Samadhi & Nicolaas Warouw(Eds). 20012. Demokrasi Di Atas
Pasir, Kemajuan dan Kemunduran Demokratisasi di Indonesia. Yogyakarta: PSSAT
UGM dan Demos.
Dave McRae. (2009). Seeking Representation. Inside Indonesia 97, July-September.
Gerakan Masyarakat Sipil: Tantangan Konsolidasi Demokrasi.