Proposal Penelitian Ilmu Pengetahuan Sek

13 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1

ILMU SEKULER BERTEMU TEORI SYED NAQUIB

AL-ATTAS DAN KUNTOWIJOYO

A. Latar Belakang Masalah

Masa ini masa dimana ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat.

Kemajuan zaman juga pesat. Perkembangan ilmu pengetahuan berpusat di Barat dimana mereka berpaham “sekuler”1. Sedang di Timur yang dimana

kebudayaannya kental dengan agama tentu berbeda dengan Barat yang sekuler. Akan tetapi Timur juga tidak boleh ketinggalan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di Timur saat ini juga berkembang dan

banyaknya orang Islam yang tersebar di banyak wilayah. Tentu orang Islam menolak paham sekuler karena Islam mengatur dari bangun tidur sampai tidur

lagi yang berarti Islam mengatur semua aktivitas kehidupan manusia (pemeluknya).

Seorang tokoh muslim terkemuka semacam M. Amien Rais, dalam

suatu wacana yang dilakukan salah satu bahan buku Budhy ini, menyatakan bisa menerima liberalisme dan pluralisme, tetapi masih bersikap kritis

(2)

2

terhadap sekularisme. Apakah seorang cedikiawan seperti Amien Rais masih mengalami kesalahpahaman mengenai sekulerisme ? Apakah ia masih tetap

berpegangh pada pandangan mengenai kesatuan agama dan negara? Agaknya tidak. Ia sendiri pernah menulis artikel yang disambut secara diplomatis oleh cendikiawan Muslim senior Muhammad Roem, mengenai tiadanya konsep

Negara Islam itu.2

Bahkan bukan hanya muslim yang menolak sekulerisme tetapi pemuka

atau ulama dari agama lain seperti Protestan juga menolaknya. Tapi penolakan terhadap sekulerisme itu tidak hanya dilakukan oleh kalangan cendikiawan Muslim, tetapi juga kalangan elit Kristen. Pendeta Protestan terkemuka pernah

mengmukakan persepsinya mengnai sekulerisme, bahwa sekulerisme adalah suatu paham yang ingin menjatuhkan masyarakat dan negara dari Tuhan dan

agama. Paling tidak memang ada bukti sejarah, bahwa melalui sekulerisme, negara menjadi curiga bahwa anti agama.3

Saat ini sebagai umat Islam tentu umat Islam tidak ingin meninggalkan agama dan Allah sebagai Tuhan. Akan tetapi umat Islam juga tidak bisa meninggal ilmu pengetahuan dan perkembangannya meskipun

dikembang oleh Barat yang terkenal dengan paham sekulerismenya. Disini umat Islam menghadapi sedikit permasalah umat Islam menyinggu ilmu

pengetahuan yang sekuler.

2 Budhy Munawar Rachman, Sekulerisme, Liberalisme, dan Pluralisme, Jakarta : PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2010, hlm. XXVI-XXVII (Online) https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=_QrNfeNkF_EC&oi=fnd&pg=PR2&dq=sekulari sme&ots=_bfGBxv_nK&sig=mnjuAoRi7_KPtQD3C3ywAh9bDrw&redir_esc=y#v=onepage&q= sekularisme&f=false

(3)

3

Tatkala berbicara tentang Islam dan Ilmu maka tak jauh berbicara pula mengenai dua tokoh ini yaitu Syed Naquib Al-Attas dan Kuntowijoyo, kedua

tokoh tersebut mempunyai konsep tentang intragasi antara Islam dan Ilmu. Terdapat permasalahan tentang Islam dan Ilmu yang tidak bisa berjalan beriringan karena pemisahan yang disebut dengan sekulerisme, buda

sekulerisme inilah yang yang mencoba memisahkan antar islam dan Ilmu sehingga Ilmu hanya berjalan sendiri tanpa adanya agama atau Islam,

Disinilah letak permasalahan yang dihadapi oleh umat muslim sehingga Syed Naquib Al-Attas dan Kuntowijoyo mencoba menyelesaikan permasalahan ini dengan konsep mereka masing-masing, AL-Attas dengan konsep Islamisasi

pengetahuannya dan Kuntowijoyo dengan pengilmuan Islamnya.4

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang sebelumnya, perlu dirumuskan

permasalahan pokok pada penelitian ini. Diharapkan rumusan masalah berikut dapat memberikan arah yang jelas.

1. Bagaimana sejarah munculnya sekularisme ? 2. Apa dampak sekulerisme ?

3. Bagaimana konsep islamisasi Sains (Ilmu Pengetahuan) Syed

Naquib Al-Attas dan konsep pengilmuan Islam Kuntowijoyo ?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk menerangkan bagaiamana sejarah munculnya sekulerisme.

2. Menjelaskan dampak sekulerisme.

4 Muhammad Zainul Badar, Skripsi, Konsep Integrasi Antara Islam dan Ilmu, (Yogyakarta : Uin Sunan Kali Jaga Yogyakarta, 2014), hlm. XIX (Online)

(4)

4

3. Menjelaskan konsep Islamisasi Sains Syed Naquib Al-Attas dan konsep pengIlmuan Islam Kuntowijoyo.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dalam penelitian ini sebagai berikut : 1. Manfaat Akademik

a. Melengkapi tulisan-tulisan yang pernah hadir meramaikan pustaka tentang Intrgritas Islam dan Sains.

b. Tulisan ini diharapkan menunjukkan keterkaitan antara

Islam dengan Sains.

c. Memperluas wawasan pengetahuan tentang khazanah

keilmuan Islam. 2. Manfaat Pragmatis

a. Penelitian ini akan memberikan motivasi untuk terus

mengkaji dan menelaah tantang Islam dan Sains yang jarang dibahas dalam masyarakat umum.

b. Menambah pemahaman tentang intragsi Islam dengan Sains.

E. Tinjauan Pustaka

Dalam melakukan penelitian terhadap keilmuan Islam yang mengkaji intregasi Islam dan Sains, maka sekiranya perlu dilakukan telaah terhadap

studi-studi yang sudah dilakukan sebelumnya. Hal ini dimaksudkan untuk melihat keterkaitan antara sumber-sumber yang akan dikaji sebagai referensi

(5)

5

Sabagaimana hasil penelusuran diantaranya, penelitian Muhammad Zainul Badar (Yogyakarta, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 2014)

dengan judul Konsep Integrasi Antara Islam dan Ilmu ( Studi Komparatif

Pemikiran Syed Muhammad Al-Naquib Al-Attas Dan Kintowijoyo dengan hasil penelitian ini adalah berdasarkan analisis komprehensif yaitu

membandingkan dua konsep integrasi antara Islam dan ilmu yaitu Islamisasi ilmu pengetahuan Syed Naquib Al-Attas dan pengilmuan Islam Kuntowijoyo

dapat disimpulkan bahwa pengilmuan Islam yang dimaksud Kuntowijoyo

adalah upaya “demitifikasi Islam”, dan ini adalah gerakan dari teks ke

konteks; Islamisasi adalah sebaliknya, dari konteks ke teks. Objektivitas ilmu

yang dituntut oleh Kuntowijoyo lewat pengilmuan Islamnya membuat atribut dan baju Islam yang sistem melekat pada objek dan lain harus dilepaskan. *|

Nilai Islam menjadi baik bukan karena atribut Islamnya, tetapi karena kebaikan nilai itu sendiri. Ilmupun dilepaskan dari label Islam, namun

Islamlah yang ditarik dalam lingkaran keilmuan,|* sehingga kebaikan yang ditimbulkan ilmu bukan karena label Islamnya, namun karena Ilmu disesuaikannya dengan nilai-nilai keIslaman. Kedua kjonsep tersebut

mempunyai metodologinya masing-masing yaitu Islamisasi ilmu pengetahuan terdiri dari proses yaitu pertama proses verifikasi, dan yang kedua yaitu

memasukan elemen-lemen Islam dan konsep kunci kesetiap cabang ilmu

pengetahuan kontemporer yang relevan. Sedangkan pengilmuan Islam

mempunyai dua metodologi yaitu integralisasi dan Objektifikasi. Di antara

(6)

6

dan ilmu yaitu islamisasi ilmu pengetahuan dan pengilmuan Islam adalah sama-sama mencoba mengakrabkan antara Islam dan ilmu untuk mencegah

ilmu sekuler masuk dan menyebar di tengah masyarakat muslim.5

Penelitian selanjutnya, yakni jurnal Kontekstualita, Vol. 29, No. 1,

2014 yang ditulis oleh M. Syukri Ismail dosen STAI YASNI Muara Bungo dengan judul Kritik terhadap Sekulerisme: Pandangan Yusuf Qardhawi6 dengan hail penelitiannya adalah gagsan sekulerisasi yang pada akhirnya akan

berujung kepada sekulerisme, dan telah berkembang di Barat bahkan telah menjadi ideologi bagi beberpa negara maju, gagsan sekulerisasi muncul karena Yahudi-Kristen adalah agama sejarah yang terbentuknya dari budaya.

Sekulerisasi akan menggiring kepada sekulerisme, sebuah ideologi yang mengesampingkan pena Tuhan dalam kehidupan manusia. Sekulerisasi

memang sesuai dengan pandangan alam Yahudi-Kristen yang terbaratkan. Namun tidak sekulerisasi tidaklah sesuai dengan agama Islam yang final dan

otentik. Tusuf Qardhawi, mengatakan sekulkerisme bukan tradisi Islam, tetapi tradisi Barat yang dicoba diterapkan ke dalam Islam. Namun hal tersebut sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Sekulerisme menginginkan

pemisahan antara gereja dan negara, sementara di dalam Islam tidak ada pemisahan tersebut. Sekulerisme muncul di Barat karena Barat (Kristen) tidak mempunyai hukum syari’at, sementara Islam mempunyai hukum syari’at yang

telah ditetapkan. Sekulerisme muncul karena di Barat ada intitusi agama,

5 http://digilib.uin-suka.ac.id/15793/1/10510060_bab-i_iv-atau-v_daftar-pustaka.pdf

6 M. Syukri Ismail, Kritik terhadap Sekulerisme: Pandangan Yusuf Qardhawi, Kontekstualita, Vol. 29, No. 1, 2014 (Online)

(7)

7

sedang Islam tidak memiliki intitusi agama. Sekulerisme muncul akibat taruma sejarah, sedangkan Islam tidak mempunyai trauma sejarah. Syyed

Hossein Nasr menambahkan bahwa tradisi Islam tidak dapat menerima system pemikiran menolak Tuhan dan mengganti tempat Tuhan dengan inspirasi manusia saja, jelaslah sudah bahwa Islam sangat tidak menerima sekuler dan

Islam tidak dapat berdialog dengan Sekuler, dan tidka ada konep yang profan atau sekuler dalam Islam.

Penelitian dala jurnal Jurnal Muddarrisuna, Vol. 3 No. 2 Juli-Desember

2013 sssyang ditulis oleh Jamaluddin dengan judul Sekulerisme; Ajaran dan Pengaruhnya Dalam Dunia Pendidikan dengan hasil penelitian sekulerisme

adalah sebuah konsep yang memisahkan antara negara dan agama (state and religion). Yaitu, bahwa negara merupakan lembaga yang mengurusi tatan

hisup bersifat duniawi dan tidak hubungannya dengan yang berbau akhirat. Sementara sejaraha munculnya sekulerisme sebenarnya merupakan bentik

kekecewaan (mosi tidak percaya0 masyarakat Eropa kepada gereja seumat Islam r adbad 15, karena dominasi sosi-ekonomi dan kultural dan tindakan refresi terhadap penggunaan sain dan ilmu pengetahuan di luar gereja.

Sedangkan inti ajaran dari sekulerisme mencakup penidak-keramatan alam, desakralisasi politik dan dekonsekrasi nilai.7

F. Landasan Teori

Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan hal yang akan terus berkembang. Dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga

7 Jamaluddin, Sekulerisme; Ajaran dan Pengaruhnya Dalam Dunia Pendidikan, Jurnal Muddarrisuna, Vol. 3 No. 2 Juli-Desember 2013 , (Online)

(8)

8

tergantung siapa yang mengembangkannya. Saat ini pengembang ilmu pengetahuan dan teknologi terbesar adalah orang Barat. Kebanyakan

merupakan orang Barat yang memiliki ideologi yang sekuler. Sebagai contoh bayi tabung, bayi tabung merupakan hasil perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembang oleh orang Barat dengan ideology sekuler

sehingga bayi tabung bisa di pakai siapa saja yang ingin punya anak tapi tidak bisa atau belum menikah. Akan tetapi bayi tabung haramkan MUI dan ulama

Indonesia apabila antara sperma dan rahim untuk pembuahan bukan milik sepasang suami istri.

Dua tahun sejak penemuan teknologi ini hingga sekarang, para ulama di

Indonesia tak mempersoalkan keberadaan bayi tabung, sepanjang sperma dan ovum berasal dari pasangan suami-istri yang sah.8 Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah juga telah menetapkan fatwa terkait boleh tidak nya menitipkan sperma suami-istri di rahim istri kedua. Dalam fatwanya, Majelis Tarjih dan Tajdid mengungkapkan, berdasarkan ijitihad jama’i yang dilakukan

para ahli fikih dari berbagai pelosok dunia Islam, termasuk dari Indonesia yang diwakili Muhammadiyah, hukum inseminasi buatan seperti itu termasuk yang dilarang. “Hal itu disebut dalam ketetapan yang keempat dari sidang periode ke

tiga dari Majmaul Fiqhil Islamy dengan judul Athfaalul Anaabib (Bayi

Tabung),” papar fatwa Majelis Tarjih PP Muhammadiyah. Rumusannya, “cara kelima inseminasi itu dilakukan di luar kandungan antara dua biji suami-istri,

8

(9)

9

kemudian ditanamkan pada rahim istri yang lain (dari suami itu) … hal itu

dilarang menurut hukum Syara’.9

Di sinilah letak contoh Islamisasi ilmu pengetahuan. Yaitu menyesuaikan konteks (bayi tabung) kepada teks (Al Qur’an dan al Hadits)

karena ketika seseorang di buahi atau membuahi selain pasangannya meskipun

tidak dan hubungan badan itu di qiyaskan dengan berzinah. Hal ini merupakan salah satu cara menanggulangi persebaran paham sekulerisme pada masyarakat

beragama khusunya umat islam.

G. Metode Penelitian

Disiplin ilmu filsafat juga mempunyai metode khusus dalam

mengadakan penelitian. Oleh karena itu pendekatan filosofis diharapkan menjadi corak yang kental dari kajian tentang Integrasi Islam dan Ilmu, adapun cara pendekatan filosofis ini diawali dengan mengumpulkan kepustakaan,

dalam penelitian ini digunakan beberapa metode sebagai berikut : 1. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan dalam jenis penelitian kepustakaan (library

research) yaitu suatu penelitian yang menelusuri literatur-literatur yang ada relevansinya dengan masalah yang sedang dibahas. Merupakan jenis penelitian

kualitatif yang bersifat induktif, yaitu penelitian yang berangkat dari kenyataan-kenyataan khusus, kemudian di abstraksikan dalam bentuk

kesimpulan umum. Jenis data ini merupakan literer, maka penelitian ini mengkaji pustaka yakni dengan cara menuliskan, mengedit, mengklarifikasi,

9

(10)

10

mereduksi, dan menyajikan data. Adapun tehnik pengumpulan datanya, diambil dari berbagai sumber tertulis yang sudah diterbitkan diantaranya

berbagai buku-buku rujukan, bahan-bahan dokumentasi, skripsi, tesis, jurnal, dan sebagainya.

2. Sumber Data

Dalam penulisan ini menggunakan dua jenis sumber data, yakni sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer adalah yang

berhubungan langsung dengan konsep yang sedang dikaji terutama tentang Integrasi Islam dan Ilmu yaitu:

Muhammad Zainul Badar. Konsep Integrasi Antara Islam dan Ilmu.

2014.

Sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari literatur-literatur lain

yang relevan dengan topik kajian ini baik buku, artikel, majalah, maupun sumber-sumber terkait lainnya. Serta melakukan observasi terjun langsung

kelapangan untuk meneliti obyek. 3. Metode Pengumpulan Data

a. Pertama, diadakan pencarian literatur yang membahas tentang

Integrasi Islam dan Ilmu, Islamisasi Sains, Pengilmuan Islam, dan Sekulerisme, baik dari buku, artikel, dan tulisan-tulisan lainnya,

yang akan dijadikan buku primer dan sekunder.

(11)

11

c. Pemilahan dilakukan atas pokok-pokok permasalahan yang sesuai dengan obyek kajian, sehingga pemikiran yang dibahas tersusun

sistematis dan ilmiah.

d. Tahap pengumpulan data yang terakhir yaitu diadakan pengolahan data sesuai dengan kajian materi.

4. Metode Analisis Data

Setelah semua data terkumpulkan, maka yang dilakuakan penulis

adalah menganalisis data. Adapun tehnik pengolahan data dalam skripsi ini penulis menggunakan metode sabagai berikut:

a. Metode Deskriptif-Analisis

Digunakan dalam memaparkan secara umum tentang sejuk sekulerisme Islamisai ilmu pengetahuan dan pengilmuan Islam. Kemudian

mendalami, menganalisis, dan memberikan keterangan dan gambaran jelas, sistematis, obyektif dan reflektif atas sekulerisme serta Islamisasi

ilmu pengetahuan Al-Atttas dan pengilmuan Islam Kuntowijoyo. b. Metode Kesinambungan Historis

Metode ini digunakan untuk mengetahui perkembangan

Sekulerisme, Islamisasi ilmu pengetahuan, dan pengilmuan Islam dari awal kemunculan hingga sampai saat ini. Menggali data mengenai

perkembangan sekulerisme, Islamisasi ilmu pengetahuan, dan pengilmuan Islam.

H. Sistematika Pembahasa

Kajian ini terdiri dari lima bab, yang didalam setiap babnya terdiri dari

(12)

12

1. Bab I, Pendahuluan yang berisi pijajakan bagi penelitian yang terbagi dalam beberapa sub. Bab pertama ini, meliputi penjelasan singkat dan

gambaran umum meliputi: latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, tinjauan pustaka, landasan teori, metode penelitian, dan sistematika pembahasan.

2. Bab II, berisi tentang penjabaran yang berkaitan dengan Sekulerisme. 3. Bab III, berisi tentang penajanaran Integrasi Islam dan Ilmu terutama

membahas Islamisasi ilmu pengetahuan dan Pengilmuan Islam.

4. Bab IV, berisi tentang analisis tentang Sekulerisme dalam Integrasi Islam dan Ilmu .

5. Bab V, bab terakhir atau penutup. Dalam bab terakhir ini akan diuraikan secara singkat, kesimpulan yang merupakan jawaban dari rumusan

(13)

13

DAFTAR PUSTAKA

Jamaluddin. Sekulerisme; Ajaran dan Pengaruhnya Dalam Dunia Pendidikan. Jurnal Muddarrisuna, Vol. 3 No. 2 Juli-Desember 2013. (Online)

http://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/mudarrisuna/article/view/273/250

Badar, Muhammad Zainul. Skripsi, Konsep Integrasi Antara Islam dan Ilmu.

Yogyakarta : Uin Sunan Kali Jaga Yogyakarta. 2014. (Online)

http://digilib.uin-suka.ac.id/15793/1/10510060_bab-i_iv-atau-v_daftar-pustaka.pdf

Ismail, M. Syukri. Kritik terhadap Sekulerisme: Pandangan Yusuf Qardhawi. Kontekstualita, Vol. 29, No. 1, 2014. (Online) http://e-journal.iainjambi.ac.id/index.php/kontekstualita/article/view/615/575

http://historia.id/persona/robert-g-edwards-bapak-bayi-tabung

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...