• Tidak ada hasil yang ditemukan

laporan acara mineralogi acara mineral 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "laporan acara mineralogi acara mineral 2"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

PRAKTIKUM MINERALOGI DAN KRISTALOGRAFI

Hari/Tgl : Sabtu, 18 April 2015 Nama:

(2)

Komposisi kimia : C

Golongan mineral : Native Element

Nama mineral : Grafit

Keterangan :

Mineral Pertama dengan nomor peraga 8. Mineral ini memiliki warna segar

Hitam dan warna lapuk Coklat. Warna merupakan warna yang di tangkap oleh

mata ketika mineral tersebut terkena sinar. Cerat berwarna hitam dimana cerat

merupakan warna yang didapatkan bilamana mineral dalam bentuk bubuk. Kilap

mineral ini ialah kilap Logam, dimana kilap ialah Kesan ketika mineral ini terkena

cahaya. Mineral ini memiliki belahan sempurna, dimana belahan ialah

kecenderungan mineral untuk terbelah melalui bidang belahnya. Pecahan dari

mineral ini ialah pecahan Even, dimana pecahan ialah suatu permukaan yang

terbentuk akibat pecahnya suatu mineral. Kekerasan ialah suatu sifat yang

ditentukan dari susunan dalam atom-atom dan menurut percobaan, kekerasan dari

mineral ini 2,5 SM karena dapat tergores oleh Kaca dan menurut buku rocks and

mineral karangan Annibelle Mottana kekerasannya sebesar 2,5 SM.

Berat jenis yang dimiliki oleh mineral ini ialah sebesar 2.23 g/cm3 dimana berat

jenis merupakan perbandingan antara berat mineral diudara terhadap volume. Sifat

kemagnetan dari mineral ini ialah diamagnetik atau mineral tidak dapat tertarik

oleh gaya magnet dimana sifat kemagnetan sendiri merupakan sifat mineral

terhadap daya tarik magnet. Derajat kejernihan dari mineral ini ialah Opaq atau

mineral tidak dapat mentransmisikan atau menyalurkan cahaya yang masuk dalam

(3)

mentransmisikan atau menyalurkan cahaya yang masuk ke dalam mineral. Mineral

ini memiliki tenacity Rapuh, dimana tenacity ialah sifat mineral itu bilamana kita

berusaha untuk mematahkannya, memotongnya, menghancurkannya,

membengkokkannya, ataupun mengirisnya. Mineral ini memiliki sistem kristal

Hexagonal dengan komposisi kimia C. Mineral ini tergolong dalam golongan

mineral Native Element. Berdasarkan deskripsi ciri fisik di atas, nama mineral ini

adalah Grafit.

Terbentuk pada lingkungan batuan metamorf, baik pada metamorfisme

regional, atau kontak. Metamorfisme Regional adalah metamorfisme yang terjadi

pada volume batuan yang relative besar (ribuan kilometer kubik) dan

Metamorfisme Kontak adalah metamorfisme dengan agen utamanya adalah

temperature yang terjadi karena intrusi batuan beku terhadap batuan dangkal yang

lebih dingin, biasa terjadi pada skala lokal. Dapat dijumpai pada batugamping

kristalin, geneis, sekis, kuarsit, dan lapisan batubara termetamorf. Berasosiasi

dengan mineral Kuarsa, Kalsit, Mika, dan Tourmaline.

Grafit sebagian besar digunakan untuk refraktori, pembuatan baja, grafit

diperluas, pelapis rem, facings pengecoran dan pelumas. Grafena , yang terjadi

secara alami dalam grafit, memiliki sifat fisik yang unik dan mungkin salah satu

zat terkuat yang dikenal, namun, proses pemisahan dari grafit akan membutuhkan

beberapa perkembangan teknologi sebelum ekonomis layak untuk

menggunakannya dalam proses industri.

REFERENSI :

(4)

 Mottana, Annibelle. 1975. Rocks and Minerals. New York: Simon and Schuster Inc.

 Ria, Ulva. 2015. Penuntun Praktikum Mineralogi dan Kristalografi.

Makassar: Laboratorium Petrografi

Asisten Praktikan

(5)

PRAKTIKUM MINERALOGI DAN KRISTALOGRAFI

Hari/Tgl : Sabtu, 18 April 2015 Nama:

(6)

Sistem kristal : Orthorombik

Komposisi kimia : KMgCl3.6H2O

Golongan mineral : Halida

Nama mineral : Carnalite

Keterangan :

Mineral kedua dengan nomor peraga 2. Mineral ini memiliki warna segar

Merah muda dan warna lapuk Putih. Warna merupakan warna yang di tangkap oleh

mata ketika mineral tersebut terkena sinar. Cerat berwarna putih dimana cerat

merupakan warna yang didapatkan bilamana mineral dalam bentuk bubuk. Kilap

mineral ini ialah kilap Kaca, dimana kilap ialah Kesan ketika mineral ini terkena

cahaya. Mineral ini tidak memiliki belahan, dimana belahan ialah kecenderungan

mineral untuk terbelah melalui bidang belahnya. Pecahan dari mineral ini berupa

even, dimana pecahan ialah suatu permukaan yang terbentuk akibat pecahnya

suatu mineral. Kekerasan ialah suatu sifat yang ditentukan dari susunan dalam

atom-atom dan menurut percobaan, kekerasan dari mineral ini 2,5 SM karena

dapat tergores oleh kuku dan menurut buku rocks and mineral karangan

Annibelle Mottana kekerasannya sebesar 2,5 SM. Berat jenis yang dimiliki oleh mineral ini ialah sebesar 2,23 g/cm3 dimana berat jenis merupakan

perbandingan antara berat mineral diudara terhadap volume. Sifat kemagnetan dari

mineral ini ialah diamagnetik atau mineral tidak dapat tertarik oleh gaya magnet

dimana sifat kemagnetan sendiri merupakan sifat mineral terhadap daya tarik

magnet. Derajat kejernihan dari mineral ini ialah Translucent atau mineral hanya

(7)

kejernihan ialah kemampuan mineral untuk mentransmisikan atau menyalurkan

cahaya yang masuk ke dalam mineral. Mineral ini memiliki tenacity Rapuh,

dimana tenacity ialah sifat mineral itu bilamana kita berusaha untuk

mematahkannya, memotongnya, menghancurkannya, membengkokkannya,

ataupun mengirisnya. Mineral ini memiliki sistem kristal Orthorombik dengan

komposisi kimia KMgCl3.6H2O. Mineral ini tergolong dalam golongan mineral

Halida. Berdasarkan deskripsi ciri fisik di atas, nama mineral ini adalah Carnalite.

Carnalite ditemukan dalam deposito laut garam. mineral karnalit adalah

sedimen mineral yang dikenal sebagai evaporites. Evaporites terkonsentrasi oleh

penguapan air laut. Masuknya air harus di bawah penguapan atau penggunaan

tingkat. Hal ini menciptakan masa penguapan berkepanjangan. Dalam percobaan

lingkungan yang terkendali, halida terbentuk ketika 10% -20% dari sampel asli

dari air tetap. Mendekati 10 persen silvit diikuti oleh bentuk karnalit.Carnalite

terdapat pada batuan sedimen seperti Batugamping dan Tufa. Berasosiasi dengan

mineral Anhidrit, Dolomit, Gipsum, Kainit, Kieserite, Polyhalite, Dan Silvit.

Mineral ini banyak digunakan dalam industri seperti, pembuatan pupuk dan

produksi kalium.

REFERENSI :

 Graha, Doddy Setia. 1987 . Batuan dan Mineral. Bandung : NOVA

 Mottana, Annibelle. 1975. Rocks and Minerals. New York: Simon and Schuster Inc.

 Ria, Ulva. 2015. Penuntun Praktikum Mineralogi dan Kristalografi.

(8)

Asisten Praktikan

(9)

PRAKTIKUM MINERALOGI DAN KRISTALOGRAFI

Hari/Tgl : Sabtu, 18 April 2015 Nama:

(10)

Tenacity : Rapuh

Sistem kristal : Hexagonal

Komposisi kimia :Ca5(PO4)5 (F, Cl, OH)

Golongan mineral : Phospat

Nama mineral : Apatit

Keterangan :

Mineral ketiga dengan nomor peraga 8. Mineral ini memiliki warna segar

Putih-transparant dan warna lapuk Putih Kehitaman. Warna merupakan warna

yang di tangkap oleh mata ketika mineral tersebut terkena sinar. Cerat berwarna

putih dimana cerat merupakan warna yang didapatkan bilamana mineral dalam

bentuk bubuk. Kilap mineral ini ialah kilap Kaca, dimana kilap ialah Kesan ketika

mineral ini terkena cahaya. Mineral ini tidak memiliki belahan, dimana belahan

ialah kecenderungan mineral untuk terbelah melalui bidang belahnya. Pecahan

dari mineral ini ialah pecahan Concoidal (Kulit Bawang), dimana pecahan ialah

suatu permukaan yang terbentuk akibat pecahnya suatu mineral. Kekerasan ialah

suatu sifat yang ditentukan dari susunan dalam atom-atom dan menurut percobaan,

kekerasan dari mineral ini 5,5 - 6 SM karena dapat tergores oleh Kaca dan menurut

buku rocks and mineral karangan Annibelle Mottana kekerasannya

sebesar 5 SM. Berat jenis yang dimiliki oleh mineral ini ialah sebesar 3.1 – 3.22 g/cm3 dimana berat jenis merupakan perbandingan antara berat mineral

diudara terhadap volume. Sifat kemagnetan dari mineral ini ialah diamagnetik atau

mineral tidak dapat tertarik oleh gaya magnet dimana sifat kemagnetan sendiri

(11)

mineral ini ialah Translucent atau mineral hanya dapat mentransmisikan cahaya

dalam jumlah yang terbatas, dimana derajat kejernihan ialah kemampuan mineral

untuk mentransmisikan atau menyalurkan cahaya yang masuk ke dalam mineral.

Mineral ini memiliki tenacity Rapuh, dimana tenacity ialah sifat mineral itu

bilamana kita berusaha untuk mematahkannya, memotongnya, menghancurkannya,

membengkokkannya, ataupun mengirisnya. Mineral ini memiliki sistem kristal

Hexagonal dengan komposisi kimia Ca5(PO4)5 (F, Cl, OH). Mineral ini tergolong

dalam golongan mineral Phospat. Berdasarkan deskripsi ciri fisik di atas, nama

mineral ini adalah Apatit.

Terbentuk pada urat Hydrotermal pada suhu sedang sampai suhu tinggi

Pada fase Hypotermal pada suhu 300o-500o C.Terdapat pada batuan Phosphorite,

Granite, Pegmatite, Microgranite dan Carbonatite. Berasosiasi dengan mineral

Barite, Kuarsa, Zinc, Timbal, Topas, Tourmalin, Cassiterit, dan Fluorite.

Dimanfaatkan sebagai bahan dalam indusitri kimia, peleburan baja,

pembuatan gelas, pembuatan Fiber glass dan tembikar.

REFERENSI :

 Graha, Doddy Setia. 1987 . Batuan dan Mineral. Bandung : NOVA

 Mottana, Annibelle. 1975. Rocks and Minerals. New York: Simon and Schuster Inc.

 Ria, Ulva. 2015. Penuntun Praktikum Mineralogi dan Kristalografi.

(12)

Asisten Praktikan

(SURYADI) (ANUGRAH SYAFI’I)

PRAKTIKUM MINERALOGI DAN KRISTALOGRAFI

Hari/Tgl : Sabtu, 18 April 2015 Nama:

(13)

Berat jenis : 2.31 – 2.33 gr/cm3

Mineral keempat dengan nomor peraga 12. Mineral ini memiliki warna

segar Putih-transparant dan warna lapuk Putih. Warna merupakan warna yang di

tangkap oleh mata ketika mineral tersebut terkena sinar. Cerat berwarna putih

dimana cerat merupakan warna yang didapatkan bilamana mineral dalam bentuk

bubuk. Kilap mineral ini ialah kilap Kaca, dimana kilap ialah Kesan ketika mineral

ini terkena cahaya. Mineral ini memiliki belahan sempurna, dimana belahan ialah

kecenderungan mineral untuk terbelah melalui bidang belahnya. Pecahan dari

mineral ini ialah pecahan Concoidal (Kulit Bawang), dimana pecahan ialah suatu

permukaan yang terbentuk akibat pecahnya suatu mineral. Kekerasan ialah suatu

sifat yang ditentukan dari susunan dalam atom-atom dan menurut percobaan,

kekerasan dari mineral ini 2,5 SM karena dapat tergores oleh Kuku dan menurut

buku rocks and mineral karangan Annibelle Mottana kekerasannya

(14)

diudara terhadap volume. Sifat kemagnetan dari mineral ini ialah diamagnetik atau

mineral tidak dapat tertarik oleh gaya magnet dimana sifat kemagnetan sendiri

merupakan sifat mineral terhadap daya tarik magnet. Derajat kejernihan dari

mineral ini ialah Transparan atau mineral dapat dengan mudah mentransmisikan

atau menyalurkan cahaya yang masuk dalam mineral, dimana derajat kejernihan

ialah kemampuan mineral untuk mentransmisikan atau menyalurkan cahaya yang

masuk ke dalam mineral. Mineral ini memiliki tenacity Rapuh, dimana tenacity

ialah sifat mineral itu bilamana kita berusaha untuk mematahkannya,

memotongnya, menghancurkannya, membengkokkannya, ataupun mengirisnya.

Mineral ini memiliki sistem kristal Monoklin dengan komposisi kimia CaSO4.

Mineral ini tergolong dalam golongan mineral Sulfida. Berdasarkan deskripsi ciri

fisik di atas, nama mineral ini adalah Gypsum.

Mineral ini terbentuk karena hasil evaporasi air laut, yang dapat ditemukan

pada endapan luas yang meliputi seluruh dunia. Ditemukan pada batuan

Lempung/tanah liat dan Batugamping, Larut dalam asam sulfat, tidak larut dalam

HCl. Berasosiasi dengan mineral Sulfur, Halite, Anhydrite, dan Fluorite.

Kegunaannya sebagai Bahan bangunan seperti gips dan hiasan bangunan.

REFERENSI :

 Graha, Doddy Setia. 1987 . Batuan dan Mineral. Bandung : NOVA

 Mottana, Annibelle. 1975. Rocks and Minerals. New York: Simon and Schuster Inc.

 Ria, Ulva. 2015. Penuntun Praktikum Mineralogi dan Kristalografi.

(15)

Asisten Praktikan

(SURYADI) (ANUGRAH SYAFI’I)

PRAKTIKUM MINERALOGI DAN KRISTALOGRAFI

Hari/Tgl : Sabtu, 18 April 2015 Nama:

Anugrah Syafi’i

Acara : NIM :

D61114308

No. Urut : 05

No. Peraga : 3

Warna

- Segar : Coklat

- Lapuk : Coklat - Kehitaman

Cerat : Putih

Kilap : Tanah

Belahan : Sempurna

Pecahan : Uneven

Kekerasan : 5,5 – 6 SM (Kaca)

Kuku

(16)

- -   

Mineral kelima dengan nomor peraga 3. Mineral ini memiliki warna segar

Coklat dan warna lapuk Coklat kehitaman. Warna merupakan warna yang di

tangkap oleh mata ketika mineral tersebut terkena sinar. Cerat berwarna putih

dimana cerat merupakan warna yang didapatkan bilamana mineral dalam bentuk

bubuk. Kilap mineral ini ialah kilap Tanah, dimana kilap ialah Kesan ketika

mineral ini terkena cahaya. Mineral ini memiliki belahan sempurna, dimana

belahan ialah kecenderungan mineral untuk terbelah melalui bidang belahnya.

Pecahan dari mineral ini ialah pecahan Uneven (Tidak Rata), dimana pecahan

ialah suatu permukaan yang terbentuk akibat pecahnya suatu mineral. Kekerasan

ialah suatu sifat yang ditentukan dari susunan dalam atom-atom dan menurut

percobaan, kekerasan dari mineral ini 5,5 - 6 SM karena dapat tergores oleh Kaca

(17)

kekerasannya sebesar 4 SM. Berat jenis yang dimiliki oleh mineral ini ialah sebesar 3.1 – 3.3 g/cm3 dimana berat jenis merupakan perbandingan antara berat

mineral diudara terhadap volume. Sifat kemagnetan dari mineral ini ialah

diamagnetik atau mineral tidak dapat tertarik oleh gaya magnet dimana sifat

kemagnetan sendiri merupakan sifat mineral terhadap daya tarik magnet. Derajat

kejernihan dari mineral ini ialah Opaq atau mineral tidak dapat mentransmisikan

atau menyalurkan cahaya yang masuk dalam mineral, dimana derajat kejernihan

ialah kemampuan mineral untuk mentransmisikan atau menyalurkan cahaya yang

masuk ke dalam mineral. Mineral ini memiliki tenacity Britel, dimana tenacity

ialah sifat mineral itu bilamana kita berusaha untuk mematahkannya,

memotongnya, menghancurkannya, membengkokkannya, ataupun mengirisnya.

Mineral ini memiliki sistem kristal Isometrik dengan komposisi kimia CaF2.

Mineral ini tergolong dalam golongan mineral Halida. Berdasarkan deskripsi ciri

fisik di atas, nama mineral ini adalah Fluorite.

Terbentuk pada urat Hydrotermal pada suhu sedang sampai suhu tinggi

Pada fase Hypotermal pada suhu 300o-500o C. Terdapat pada batuan beku seperti

Pegmatit. Berasosiasi dengan mineral Barite, Kuarsa, Zinc, Timbal, Topas,

Tourmalin, Cassiterit, dan Apatit.

Kegunaannya sebagai pembuatan asah Hydrofluoric, industri plastik dan

Alat Optik, dan pada Metalurgi pembuatan Bauksit.

REFERENSI :

(18)

 Mottana, Annibelle. 1975. Rocks and Minerals. New York: Simon and Schuster Inc.

 Ria, Ulva. 2015. Penuntun Praktikum Mineralogi dan Kristalografi.

Makassar: Laboratorium Petrografi

Asisten Praktikan

(SURYADI) (ANUGRAH SYAFI’I)

PRAKTIKUM MINERALOGI DAN KRISTALOGRAFI

Hari/Tgl : Sabtu, 18 April 2015 Nama:

Anugrah Syafi’i

Acara : NIM :

D61114308

No. Urut : 06

No. Peraga : 7

Warna

- Segar : Ungu

- Lapuk : Putih - Kehitaman

Cerat : Merah

(19)

Belahan : Sempurna

Komposisi kimia :CO3 (ASO4)2 . 8H2O

Golongan mineral : Phospat

Nama mineral : Erythrite

Keterangan :

Mineral keenam dengan nomor peraga 7. Mineral ini memiliki warna segar

Ungu dan warna lapuk Putih kehitaman. Warna merupakan warna yang di tangkap

oleh mata ketika mineral tersebut terkena sinar. Cerat berwarna Merah dimana

cerat merupakan warna yang didapatkan bilamana mineral dalam bentuk bubuk.

Kilap mineral ini ialah kilap Kaca, dimana kilap ialah Kesan ketika mineral ini

terkena cahaya. Mineral ini memiliki belahan sempurna, dimana belahan ialah

kecenderungan mineral untuk terbelah melalui bidang belahnya. Pecahan dari

(20)

permukaan yang terbentuk akibat pecahnya suatu mineral. Kekerasan ialah suatu

sifat yang ditentukan dari susunan dalam atom-atom dan menurut percobaan,

kekerasan dari mineral ini 2,5 SM karena dapat tergores oleh Kuku dan menurut

buku rocks and mineral karangan Annibelle Mottana kekerasannya

sebesar 1,5 – 2,5 SM. Berat jenis yang dimiliki oleh mineral ini ialah sebesar 3.1 – 3.2 g/cm3 dimana berat jenis merupakan perbandingan antara berat mineral

diudara terhadap volume. Sifat kemagnetan dari mineral ini ialah diamagnetik atau

mineral tidak dapat tertarik oleh gaya magnet dimana sifat kemagnetan sendiri

merupakan sifat mineral terhadap daya tarik magnet. Derajat kejernihan dari

mineral ini ialah Opaq atau mineral tidak dapat mentransmisikan atau

menyalurkan cahaya yang masuk dalam mineral, dimana derajat kejernihan ialah

kemampuan mineral untuk mentransmisikan atau menyalurkan cahaya yang masuk

ke dalam mineral. Mineral ini memiliki tenacity Rapuh, dimana tenacity ialah sifat

mineral itu bilamana kita berusaha untuk mematahkannya, memotongnya,

menghancurkannya, membengkokkannya, ataupun mengirisnya. Mineral ini

memiliki sistem kristal Isometrik dengan komposisi kimia CO3(ASO4)2.8H2O.

Mineral ini tergolong dalam golongan mineral Phospat. Berdasarkan deskripsi ciri

fisik di atas, nama mineral ini adalah Erythrite.

Erythrite terbentuk sebagai mineral sekunder di zona oksida dari

Co-Ni-Sebagai deposit mineral bantalan. Terdapat pada batuan metamorf seperti Skarn

(21)

Roselite, Scorodite, Pharmacosiderite, Adamite, Morenosite , Retgersite, Dan

Perunggu.

Mineral ini digunakan sebagai panduan untuk berhubungan dengan kobalt

dan perak.

REFERENSI :

 Graha, Doddy Setia. 1987 . Batuan dan Mineral. Bandung : NOVA

 Mottana, Annibelle. 1975. Rocks and Minerals. New York: Simon and Schuster Inc.

 Ria, Ulva. 2015. Penuntun Praktikum Mineralogi dan Kristalografi.

Makassar: Laboratorium Petrografi

Asisten Praktikan

(SURYADI) (ANUGRAH SYAFI’I)

PRAKTIKUM MINERALOGI DAN KRISTALOGRAFI

Hari/Tgl : Sabtu, 18 April 2015 Nama:

Anugrah Syafi’i

Acara : NIM :

D61114308

(22)
(23)

tangkap oleh mata ketika mineral tersebut terkena sinar. Cerat berwarna kuning

dimana cerat merupakan warna yang didapatkan bilamana mineral dalam bentuk

bubuk. Kilap mineral ini ialah kilap Kaca, dimana kilap ialah Kesan ketika mineral

ini terkena cahaya. Mineral ini tidak memiliki belahan, dimana belahan ialah

kecenderungan mineral untuk terbelah melalui bidang belahnya. Pecahan dari

mineral ini ialah pecahan Even, dimana pecahan ialah suatu permukaan yang

terbentuk akibat pecahnya suatu mineral. Kekerasan ialah suatu sifat yang

ditentukan dari susunan dalam atom-atom dan menurut percobaan, kekerasan dari

mineral ini 3 SM karena dapat tergores oleh Kawat tembaga dan menurut buku

rocks and mineral karangan Annibelle Mottana kekerasannya sebesar

1,5 – 2,5 SM. Berat jenis yang dimiliki oleh mineral ini ialah sebesar 2.0 – 2.1 g/cm3 dimana berat jenis merupakan perbandingan antara berat mineral diudara

terhadap volume. Sifat kemagnetan dari mineral ini ialah diamagnetik atau mineral

tidak dapat tertarik oleh gaya magnet dimana sifat kemagnetan sendiri merupakan

sifat mineral terhadap daya tarik magnet. Derajat kejernihan dari mineral ini ialah

Translucent atau mineral dapat mentransmisikan cahaya dalam jumlah yang

terbatas, dimana derajat kejernihan ialah kemampuan mineral untuk

mentransmisikan atau menyalurkan cahaya yang masuk ke dalam mineral. Mineral

ini memiliki tenacity Rapuh, dimana tenacity ialah sifat mineral itu bilamana kita

berusaha untuk mematahkannya, memotongnya, menghancurkannya,

membengkokkannya, ataupun mengirisnya. Mineral ini memiliki sistem kristal

(24)

mineral Native Element. Berdasarkan deskripsi ciri fisik di atas, nama mineral ini

adalah Sulfur.

Endapan Sulfur mempunyai hubungan erat dengan kegiatan gunung berapi. Endapan tersebut dapat merupakan endapan sedimen, kerak belerang, atau endapan hidrothermal-metasomatik. Keterdapatan pada batuan sedimen seperti Lempung/tanah liat dan Batugamping. Berasosiasi dengan Gypsum, Halite, Dan Fluorite.

Sulfur umumnya banyak digunakan dalam industri kimia, yaitu pembuatan

asam sulfat (H2SO4) yang diperlukan dalam pembuatan pupuk, penghalusan

minyak, bahan-bahan kimia berat dan keperluan metalurgi.

REFERENSI :

 Graha, Doddy Setia. 1987 . Batuan dan Mineral. Bandung : NOVA

 Mottana, Annibelle. 1975. Rocks and Minerals. New York: Simon and Schuster Inc.

 Ria, Ulva. 2015. Penuntun Praktikum Mineralogi dan Kristalografi.

Makassar: Laboratorium Petrografi

Asisten Praktikan

(SURYADI) (ANUGRAH SYAFI’I)

(25)
(26)

Nama mineral : Halite

Keterangan :

Mineral kedelapan dengan nomor peraga 8. Mineral ini memiliki warna

segar Putih bening dan warna Putih kehitaman. Warna merupakan warna yang di

tangkap oleh mata ketika mineral tersebut terkena sinar. Cerat berwarna putih

dimana cerat merupakan warna yang didapatkan bilamana mineral dalam bentuk

bubuk. Kilap mineral ini ialah kilap Kaca, dimana kilap ialah Kesan ketika mineral

ini terkena cahaya. Mineral ini memiliki belahan Sempuna, dimana belahan ialah

kecenderungan mineral untuk terbelah melalui bidang belahnya. Pecahan dari

mineral ini ialah pecahan Uneven, dimana pecahan ialah suatu permukaan yang

terbentuk akibat pecahnya suatu mineral. Kekerasan ialah suatu sifat yang

ditentukan dari susunan dalam atom-atom dan menurut percobaan, kekerasan dari

mineral ini 2,5 SM karena dapat tergores oleh Kuku dan menurut buku rocks and

mineral karangan Annibelle Mottana kekerasannya sebesar 2 – 2,5

SM. Berat jenis yang dimiliki oleh mineral ini ialah sebesar 2.1 – 2.2 g/cm3 dimana berat jenis merupakan perbandingan antara berat mineral diudara terhadap

volume. Sifat kemagnetan dari mineral ini ialah diamagnetik atau mineral tidak

dapat tertarik oleh gaya magnet dimana sifat kemagnetan sendiri merupakan sifat

mineral terhadap daya tarik magnet. Derajat kejernihan dari mineral ini ialah

Translucent atau mineral dapat mentransmisikan cahaya dalam jumlah yang

terbatas, dimana derajat kejernihan ialah kemampuan mineral untuk

mentransmisikan atau menyalurkan cahaya yang masuk ke dalam mineral. Mineral

(27)

berusaha untuk mematahkannya, memotongnya, menghancurkannya,

membengkokkannya, ataupun mengirisnya. Mineral ini memiliki sistem kristal

Isometrik dengan komposisi kimia NaCl. Mineral ini tergolong dalam golongan

mineral Halida. Berdasarkan deskripsi ciri fisik di atas, nama mineral ini adalah

Halite.

Terbentuk karena proses eksogen melalui pengeringan danau yang

mengandung garam atau tempat lain yang mengandung air garam atau terbentuk

dari hasil presipitasi air laut secara primer/langsung dangan temperatur sekitar

1000C, mineral ini juga merupakan hasil presipitasi pada endapan sedimen seperti

lempung. Terdapat pada batuan sedimen seperti Batugamping dan Lempung.

Berasosiasi dengan mineral Anhydrit, Sylvenit, Carnalite, dan Gypsum.

Kegunaannya sebagai pembuatan asam Hydrofluoric, Ramuan obat diet,

bahan Optik.

REFERENSI :

 Graha, Doddy Setia. 1987 . Batuan dan Mineral. Bandung : NOVA

 Mottana, Annibelle. 1975. Rocks and Minerals. New York: Simon and Schuster Inc.

 Ria, Ulva. 2015. Penuntun Praktikum Mineralogi dan Kristalografi.

Makassar: Laboratorium Petrografi

(28)

Referensi

Dokumen terkait

Program praktik mengajar dilaksanakan dari awal siswa baru masuk sekolah. Hal itu dimaksudkan agar siswa tidak kaget jika orang asing atau baru mengajar di kelas

Daerah peresapan air adalah tempat dimana air hujan dapat masuk ke dalam tanah dan selanjutnya mengisi atau menambah cadangan air tanah. Tidak semua lokasi mempunyai kemampuan

Salah satu keunggulan SEM ialah kemampuan untuk membuat model konstruk- konstruk sebagai variabel laten atau variabel – variabel yang tidak diukur secara

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

dfLAPORAN PELAKSANAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PKM) Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PDGK 4209) S1 PGSD Universitas Terbuka DISUSUN OLEH : NAMA : .....................NIM : .....................SEMESTER: IV (EMPAT) UPBJJ : UT PANGKAL PINANG POKJAR : MUNTOK MASA REGISTRASI : 2015.1 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH UNIVERSITAS TERBUKA PANGKAL PINANG TAHUN 2015 2 / 9 ii LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PELAKSNAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PDGK 4209) Oleh ..................... telah diketahui dan disahkan oleh Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok sebagai salah satu tugas akhir semester IV (Empat). Tempat : Muntok Hari : Minggu Tanggal : Mei 2015 Pembimbing Mahasiswa Sarbudiono, S.Pd ..................... NIP. 19680528 199103 1 005 NIM. ..................... 3 / 9 iii KATA PENGANTAR Alhamdullilah, segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT dan atas berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini dengan baik. Melalui mata kuliah ini, penulis berlatih untuk menerapkan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah dipelajari dalam kegiatan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran, sehingga penulis dapat mengoreksi diri agar menjadi seorang guru yang profesional. Penyusunan laporan tugas akhir semester IV ini tentu tidak lepas dari bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini, diantaranya : 1.Bapak Drs. Syarif Fadillah, M.Si, selaku kepala UPBJJ UT Pangkal Pinang; 2.Bapak Hermansyah selaku pengelolah UT pangkal Pinang Pokjar Muntok; 3.Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok; 4.Bapak Mulkan selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 4 Jebus; 5.Bapak Sarmin selaku Kepala sekolah Dasar Negeri 5 Simpang Teritip; 6.Bapak Jhoni Darma Putra, S.Pd.SD selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 6 Parittiga; 7.Bapak Parjana, S.Pd.SD selaku Supervisor 2 yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar; 8.Kedua orang tua dan teman Mahasiswa yang telah memberi bantuan baik moral, maupun materi dan juga semua pihak yang telah banyak membantu dalam pembuatan laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan walaupun penulis telah bekerja dengan maksimal. Maka dari itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak guna perbaikan, selanjutnya penulis berharap Laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini akan memberi manfaat bagi pembaca, dan semua pihak yang berkepentingan. Muntok, Mei 2015 Penulis, 4 / 9 iv DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... ii KATA PENGANTAR ................................................................................. iii DAFTAR ISI ........................................................................................ iv BAB I. PENDAHULUAN......................................................................1 A.Latar Belakang ...........................................................................1 B.Deskripsi Profil Mahasiswa .............................................................2 BAB II. PELAKSANAAN PKM.......................................................................... 3 A.Manfaat Mengikuti PKM ...............................................................3 B.Tempat Pelaksanaan PKM ..............................................................3 C.Waktu Pelaksanaan PKM ...............................................................3 BAB III. ULASAN PROSES SELAMA PELAKSANAAN PKM .....................5 A.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Eksakta ........................5 B.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Non Eksakta ..................5 BAB IV. PENUTUP.............................................................................6 A.Kesimpulan ................................................................................. 6 B.Saran ......................................................................................... LAMPIRAN ............................................................................................. oLembar Kelengkapan Berkas Laporan Praktek PKM ...............................oSurat Rekomendasi Kepaka Sekolah ...................................................oSurat Kesediaan Teman Sejawat .......................................................o10 (Sepuluh) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...................................... o3 (Tiga) APKG 1 dan APKG 2 .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Refleksi .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Observasi .......................................................oJurnal Pembimbingan .................................................................... 5 / 9 1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Mengajar pada hakekatnya ialah membelajarkan siswa, dalam arti mendorong dan membimbing siswa belajar. Membelajarkan siswa mengandung maksud agar guru berupaya mengaktifkan siswa belajar. Dengan demikian, di dalam proses pembelajaran guru menggunakan berbagai strategi dan media semata-mata supaya siswa belajar (Sri Anitah W, dkk, 2009:1.3). Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama adalah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Ketegasan di atas menjelaskan bahwa guru harus memiliki sikap keprofesionalisme yang harus dimiliki. Profesional sendiri adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) yang telah dilaksanakan, diharapkan memperoleh pengetahuan dan pengalaman dan untuk mengetahui hasil pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemammpuan Mengajar (PKM) maka perlu disusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan tersebut guna dijadikan acuan untuk pelaksanaan pembelajaran lebih baik. Kegiatan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar dilaksanakan di SD Negeri 4 Jebus yang beralamat di Desa Limbung, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. SD Negeri 4 Jebus dikepalai oleh bapak Mulkan memiliki 7 tenaga pendidik dan 2 tenaga kependidikan. Sekolah ini memiliki 6 rombel dengan jumlah siswa 108 orang yang kebanyakan merupakan penduduk setempat.