• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Rata rata Lama Sekolah Angka Ha

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh Rata rata Lama Sekolah Angka Ha"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Pengar uh R ata-r ata L ama S ek olah, A ngk a H ar apan H idup, J umlah

Penduduk M isk in, J umlah F asilitas K esehatan, dan K abupaten/K ota

ter hadap I ndek s Pembangunan M anusia di J awa T engah, D I Y , dan J awa

Pada penelitian ini penulis akan meneliti data panel mengenai lama sekolah, angka harapan

hidup, jumlah penduduk miskin, jumlah fasilitas kesehatan dan K abupaten/K ota serta

pengaruhnya terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi J awa T engah, J awa T imur, dan

D aerah Istimewa Y ogyakarta pada periode 2013 dan 2014. Penelitian ini menggunakan ti ga

metode dengan lima model yaitu E stimasi yang akan dilakukan menggunaka lima model estimasi

panel yang meliputi model Pooled L east Square (PL S), F ixed E ffect (F E ), serta Random E ffect

(RE ). D an pada uji hausman diperoleh bahwa model terbaik dalam penelitian ini adalah pada

F ixed E ffect Model yang secara serentak berpengaruh signifikan sedangkan secara parsial

variable lama sekolah, angka harapan hidup, dan K abupaten/K ota berpengaruh secara signifikan.

K ata K unci: F ixed E ffect Model, R andom E ffect Model , Uj i H ausman.

1. Pendahuluan

Pembangunan merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk

mewujudkan masyarakat yang makmur dan sejahtera. S alah satu indikator yang dapat

digunakan untuk mengukur hasil pembangunan adalah Indeks Pembangunan Manusia

( IPM). IPM merupakan indeks komposit yang dihitung dari indeks harapan hidup, indeks

pendidikan, dan indeks standar hidup layak. K arena dalam perhitungan indeks harapan

hidup, indeks pendidikan, dan indeks standar hidup layak melibatkan komponen ekonomi

maupun non ekonomi seperti kualitas pendidikan, kesehatan, dan kependudukan, maka

(2)

pembangunan. S ejauh mana variabel ekonomi maupun non ekonomi tersebut dapat

menunjang IPM menjadi fokus pada penelitian ini.

Menurut B PS (2013) Indeks Pembangunan M anusia ( IPM) merupakan suatu

ukuran yang digunakan untuk mengukur pencapaian pembangunan manusia di suatu

wilayah. Meskipun tidak mengukur semua dimensi dari pembangunan manusia, namun

IPM dinilai mampu mengukur dimensi pokok dari pembangunan manusia. S ebagai ukuran

kualitas hidup, IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar. D imensi tersebut

mencakup umur panjang dan sehat, pengetahuan, dan kehidupan yang layak.

Indeks Pembangunan Manusia pada beberapa provinsi di pulau jawa yaitu J awa

T engah, J awa T imur dan D aerah Istimewa Y ogyakarta pada tahun 2014 secara

berturut-turut adalah 68,78 persen, 68,14 persen, dan 76,81 persen (B PS , 2015). K eti ga provinsi ini

merupakan provinsi yang berada di bagian tengah dan timur pulau J awa yang memiliki

tingkat Indeks Pembagunan Manusia yang relative beragam untuk tiap kota dan

kabupatennya. Namun jika dilihat lebih lanjut terlihat bahwa Indeks Pembangunan

Manusia pada daerah perkotaan relatife lebih tinggi dari daerah kabupaten dalam kawasan

sekitarnya.

D ari uraian di atas maka penulis tertarik untuk meneliti pengaruh angka harapan

hidup yang mewakili dimensi kesehatan, rata-rata lama sekolah yang mewakili dimensi

pendidikan dan jumlah sarana kesehatan yang mewakili dimensi kehidupan layak dan

beberapa variable terkait seperti jumlah fasilitas kesehatan dan jenis wilayah kabupaten

atau kota terhadap Indeks Pembangunan Manusia di provinsi J awa T engah, J awa T imur

dan D aerah Istimewa Y ogyakarta.

2. T inj auan Pustak a

Menurut Masruroh (2016) bahwa dengan metode PL S (Partial L east S quare)

keempat faktor yaitu A HH ( A ngka Harapan Hidup), A MH (A ngka Melek Huruf) , MY S

(R ata-rata L ama S ekolah), dan PPP ( Indeks D aya B eli) berpengaruh positif terhadap

Indeks Pembangunan Manusia. D an menurut Melliana (2013) bahwa terdapat tujuh

variabel yang berpengaruh signifikan terhadap IPM antara lain vari abel rasio siswa

terhadap guru, angka partisipasi S MP/MT s, jumlah sarana kesehatan, persentase rumah

tangga dengan akases air bersih, kepadatan penduduk, tingkat partisipasi angkatan kerja

(3)

mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia kabupaten/kota di J awa T imur berdasarkan

model GW OL R (Geographically W eighted Ordinal L ogistic R egression) pada umumnya

adalah persentase penduduk yang tamat S MP/sederajat, banyaknya sarana kesehatan dan

kepadatan penduduk.

D engan hasil penelitian di atas maka penulis tertarik untuk meneliti tentang

Pengaruh L ama S ekolah, A ngka Harapan Hidup, J umlah Penduduk Miskin, J umlah

F asilitas K esehatan, dan K abupaten/K ota terhadap Indeks Pembangunan Manusia dan

dalam penelitian ini penulis akan membahasnya dalam dua periode yaitu tahun 2013 dan

2014 di K abupaten dan/atau K ota di Provinsi J awa T engah, J awa T imur, dan D earah

Istimewa Y ogyakarta.

3. M etodologi

3.1.S umber D ata dan V ar iabel Penelitian

Penelitian ini akan membahas faktor-faktor yang mempengaruhi IPM di

J awa T engah, J awa T imur dan D aerah Istimewa Y ogyakarta. D ata yang digunakan

dalam penelitian ini adalah data hasil S urvei S osial E konomi Nasional (S US E NA S)

oleh B adan Pusat S tatistik (B PS ). V ariabel yang digunakan pada penelitian ini

sebanyak 6 variabel. V ariabel tersebut terbagi atas satu variabel respon dan empat

variabel prediktor. V ariabel yang berperan sebagai variabel respon (Y ) adalah

Indeks Pembangunan Manusia ( IPM), sedangkan variabel prediktor yang dipakai

penelitian ini meliputi:

1. L ama S ekolah sebagai X1

2. A ngka Harapan Hidup sebagai X2

3. J umlah Penduduk Miskin sebagai X3

4. J umlah F asilitas K esehatan sebagai X4

5. K abupaten atau K ota sebagai X5

S edangkan ada lagi variable dummy tahun 2013 dan tahun 2014 dengan

tahun 2013 sebagai tahun dasar.

3.2.M odel E stimasi

E stimasi yang akan dilakukan menggunaka lima model estimasi panel yang

meliputi model Pooled L east Square (PL S), F ixed E ffect (F E ), serta Random E ffect

(4)

M odel Pooled L east S quare (PL S )

D alam model di atas y adalah variable terkait, x variable bebas, α koefisien

konstan, β koevisien variable, dan e adalah error term. S ubscript I menunjukkan

unit cross section sedangkan t mengacu pada waktu (R asyid, 2016).

3.3.Penguj ian

D alam penelitian ini software yang digunakan adalah S tata 13. Probabilitas

pada penelitan ini menggunakan probabilitas 0,05 atau 5%. A dapun langkah

analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

Y ang pertama adalah pengujian model estimasi dilakukan pada empat jenis

yaitu uji statistika deskriptif, uji estimator regresi serta pemilihan model terbaik,

dan uji asumsi klasik. D alam uji statistika diskriptif memuat informasi mengenai

data yang digunakan secara umum. A dapun informasi yng dijabarkan memuat

nama variable, jumlah observer, rata-rata, standar deviasi, batas maksimal dan batas

minimal data yang digunakan.

Uji estimator regresi memuat lima model yaitu, P ooled L east Square (PL S )

dengan dummy tahun, PL S dengan dummy tahun 2013, PL S dengan dummy tahun

2014, T ime F ixed E ffect Model, dan Random E ffect Model. A dapun tahap pengujian

yang pertama, dilakukan uji endogenitas peneliti mempertimbangkan penggunaan

estimator model yang cocok antara PL S , time fixed effect, atau random effect.

Pemilihan model terbaik ini hanya akan memilih antara T ime F ixed E ffect Model

(5)

A dapun, uji asumsi klasik dengan menggunakan uji normalitas, uji

heterokedastisitas, uji multikoliniearitas, serta uji autokolineritas. A sumsi

normalitas hanya berhubungan dengan unsur gangguan atau residual. Untuk

menguji data yang digunakan seberapa “mendekati” normal menggunakan uji

S kewness K urtosis. Uji Heterokedastisitas adalah pengujian yang digunakan untuk

mengetahui adanya ketidaksamaan varians dari residu satu ke semua pengamatan

pada model regresi, untuk uji ini akan menggunakan pengujian uji residual

diagnotis menggunakan ( xttest3). Uji Multikolinieritas adalah pengujian yang

digunakan untuk menguji korelasi yang terjadi pada beberapa atau semua antar

variable independen, pada uji asumsi klasik ini akan digunakan pengujian uji

V ariance Inflation F actor (V IF ), uncentered. D an yang terakhir adalah uji

A utokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi

antara kesalahan pengganggu pada periode t-1, pada pengujian ini akan dilakukan

uji F ixed and random effects linear models with an AR(1) disturbance.

4. Pembahasan

4.1.D esk r ipsi D ata

Penelitian ini menggunakan data IPM dan faktor-faktor yang

memengaruhinya yaitu rata-rata lama sekolah, angka harapan hidup, jumlah

penduduk miskin, jumlah fasilitas kesehatan dan jenis wilayah yaitu kabupaten atau

kota yang diambil dari tiga provinsi di pulau jawa yaitu J awa T engah, J awa T imur,

dan D aerah Istimewa Y ogyakarta pada periode 2013/2014. D eskripsi data yang

digunakan dapat dilihat pada table 1.

(6)

F asilitas K esehatan (Unit) 156 98.61 39.99 13 220

K abupaten/K ota, 1=K ota 156 0.19 0.39 0 1

D ummy T ahun 156 0.49 0.5 0 1

D ari data di atas dapat kita ketahui bahwa jumlah dari masing-masing

variable adalah 156 sampel yang menunjukkan bahwa dalam penelitian ini

menggunakan sampel besar. D ata sampel pada variable IPM dengan nilai rata-rata

71,47 persen dengan nilai minimal sebesar 56,44 persen dan maksimal 85 persen

serta standar deviasi 5,42. S edangkan untuk variable rata-rata lama sekolah dengan

nilai rata-rata 10,18 tahun dan nilai minimal 4,39 tahun serta maksimal 16,32 tahun

sedangkan untuk standar deviasinya adalah 2,72. K emudian variable angka harapan

hidup memiliki nilai rata-rata 71,54 tahun dan nilai minimal dan maksimal secara

berturut-turut adalah 61 tahun dan 77,45 tahun sedangkan standar deviasinya

adalah 3,8.

V ariable selanjutnya adalah jumlah penduduk miskin yang memiliki

rata-rata 129,74 ribu jiwa dan jumlah minimal dan maksimalnya adalah 7 ribu jiwa dan

355,1 ribu jiwa serta standar deviasinya 72,95. K emudian ada variable jumlah

fasilitas kesehatan yang terdiri dari jumlah rumah sakit dan puskesmas yang ada di

dalam daerah itu dengan rata-rata jumlah faslitas 98,61 unit dan jumlah maksimal

dan minimalnya adalah 220 unit dan 13 unit serta dengan standar deviasi 39,99.

D an yang terakhir adalah variable jenis wilayah yang dibedakan menjadi wilayah

kabupaten atau wilayah kota, dan ini adalah satu-satunya variable dummy yang

digunakan dalam penelitian ini, yaitu dengan nilai 1 untuk wilayah kota dan 0 untuk

wilayah kabupaten.

S emua data tersebut merupakan data gabungan antara tahun 2013 dan 2014.

4.2.T abel H asil R egr essi

T inggi rendahnya indikator yang mempengaruhi IPM tentu dapat dijadikan

acuan dalam usaha untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia dengan

parameter IPM tersebut. D alam penggunaan data panel, perlu dilakukan pengujian

beberapa metode untuk mendapatkan suatu model yang terbaik. A dapun pilihan

(7)

dengan dummy tahun, PL S dengan dummy tahun 2013, PL S dengan dummy tahun

2014, T ime F ixed E ffect Model, dan Random E ffect Model.

D ari hasil estimasi regresi yang telah dilakukan sebanyak lima kali telah

dihasilkan F -stat dan R -square secara berturut-turut adalah 19267,73 dengan

probabilitas 0,0000 dan 0,99 untuk model Pooled L east Square (PL S ), 11.000,86

dengan probabilitas 0,0000 dan 0,99 untuk model PL S dengan dummy tahun 2013,

11141,61 dengan probabilitas 0,0000 dan 0,99 untuk model PL S dengan dummy

tahun 2014.

S edangkan untuk hasil estimasi regressi menggunkan T ime F ixed E ffect

Model dihasilkan nilai F -stat 123,7 dengan probabilitas 0,000 serta untuk uji

regressi menggunakan Random E ffect Model dihasilkan nilai F -stat 169,24 dengan

probabilitas 0,000. S elanjutnya untuk uji parsial atau t-test dan probanilitasnya

(8)

d2013 17.37

Random E ffect Model yang akan dilakukan melalui uji hausman.

Uj i H ausman

Hasil uji hausman menunjukkan bahwa nilai chi-square dari pengujian 97,20.

S edangkan untuk probabilitasnya adalah 0,000. K arena 0,000 < 0,05 maka hipotesis

awal metode signifikan menggunakan T ime F ixed E ffect diterima. Model T ime F ixed

effect lebih baik dibaningkan model Random E ffect.

4.4.I ntepr etasi H asil R egr essi

K arena model terbaik dalam penelitian ini adalah T ime F ixed E ffect Model, maka

intepretasi model yang akan dilakukan hanya pada model tersebut yang juga akan kami

uji dengan uji asumsi klasik yang sesuai.

4.4.1. I ntepr etasi T ime F ixed E ffect Model

IPMit = 17,33it + 0,84 L ama Sekolahit + 0,62Angka Harapan Hidupit –

0,001Penduduk Miskinit + 0,007F asilitas K esehatanit + 3,95

K abupaten/K otait + eit

Hasil estimasi tersebut menghasilkan nilai F -stat 123,7 dengan

probabilitasnya sebesar 0,000. K arena 0,000>0,01>0,05>0,1 maka dapat

(9)

semua tingkat. K emudian untuk intepretasi parsialnya dapat dijelaskan

sebagai berikut.

D alam persamaan ini nilai intercept yang dihasilkan adalah 17,33

yang berarti jika semua nilai koefisien dalam variable ini 0 maka nilai IPM

hanya sebesar 17,31. V ariable lama sekolah memiliki koefisien sebesar 0,84

dengan probabilitas 0,000, yang berarti secara signifkan bahwa jika lama

sekolah meningkat satu tahun maka IPM akan meningkat sebesar 0,84

persen. S elanjutnya variable A ngka Harapan Hidup yang memiliki nilai

koefisien 0,62 dengan probabilitas 0,000 yang berarti jika A ngka H arapan

Hidup meningkat satu tahun maka IPM akan meningkat sebesar 0,62 persen

secara signifikan.

S elanjutnya adalah variable penduduk miskin yang memiliki nilai

koefisien sebesar -0,001 dengan probabilitas 0,694 yang berarti jika

penduduk miskin naik satu juta jiwa maka IPM akan turun sebesar 0,001

persen secara tidak signifikan. V ariabel fasilitas kesehatan memiliki nilai

koefisien sebesar 0,007 dengan probabilitas 0,282 yang berarti bahwa jika

fasilitas kesehatan meningkat satu unit maka IPM akan meningkat sebesar

0,007 secara tidak signifikan. D an yang terakhir adalah variable dummy

K abupaten/K ota dengan K abupaten sebagai acuan yang memiliki nilai

koefisien sebesar 3,95 dengan probabilitas 0,000 yang berarti bahwa jika ia

adalah daerah kota maka memiliki nilai IPM sebesar 3,95 persen lebih

tinggi secara signifikan dari pada daerah K abupaten.

D alam estimasi ini dapat disimpulkan bahwa secara serentak

berpengaruh secara signifikan sedangkan secara parsial yang berpengaruh

signifikan adalah variable lama sekolah, angka harapan hidup dan

K abupaten/K ota.

4.4.2. Uj i A sumsi K lasik

4.4.2.1. Uj i Nor malitas

Untuk menguji data yang digunakan seberapa “mendekati”

normal menggunakan uji S kewness K urtosis dengan parameter

(10)

A lpha (0,05). D alam pengujian ini diperoleh hasil nilai

probabilitas variable IPM, lama sekolah, angka harapan hidup,

jumlah penduduk miskin, fasilitas kesehatan, dan

K abupaten/K ota secara berturut-turut adalah 0,06, 0,00, 0,003,

0,06,0,55, dan 0,00. D engan demikian dapat disimpulkan bahwa

variable yang terdistribusi normal adalah variable lama sekolah,

angka harapan hidup, dan K abupaten/K ota.

4.4.2.2. Uj i H eter osk edastisitas

D alam pengujian ini akan menggunakan pengujian uji

residual diagnotis menggunakan (xttest3) dengan parameter

erjadi masalah heteroskedastisitas jika nilai probabilitas

squared < A lpha (0,05). D alam pengujian ini diperoleh hasil

chi-squared sebesar 0,00 dengan probabilitasnya 0,999. K arena 0,99

> 0,05, maka dapat disimpulkan model ini terkena

sekolah, angka harapan hidup, jumlah penduduk miskin, fasilitas

kesehatan, dan K abupaten/K ota secara berturut-turut adalah

33,67, 21,4, 13,15, 6,87, 2,1. D ari hasil tersebut dapat

disimpulkan bahwa pada model ini yang lolos uji

multikolinearitas adalah variable jumlah penduduk miskin dan

K abupaten/K ota.

4.4.2.4. Uj i A utok olinear itas

Pada pengujian ini akan dilakukan uji F ixed and random

effects linear models with an AR(1) disturbance dengan

parameter terjadi masalah heteroskedastisitas jika nilai

(11)

ini diperoleh hasil nilai probabilitas variable IPM, lama sekolah,

angka harapan hidup, jumlah penduduk miskin, fasilitas

kesehatan, dan K abupaten/K ota secara berturut-turut adalah 0,00,

0,00, 0,55, 0,69, 0,00 dengan koefisien autokorelasi sebesar

-2,22. D engan demikian dapat disimpulkan bahwa variable lama

sekolah, angka harapan hidup, fasilitas kesehatan dan

K abupaten/K ota lolos uji autokorelasi.

5. Penutup

5.1.K esimpulan

B eradasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model terbaik

yang dapat digunakan untuk mengestimasi pengaruh lama sekolah, angka harapan

hidup, jumlah penduduk miskin, fasilitas kesehatan, dan K abupaten/K ota di J awa

T engah, J awa T imur, dan D aerah Istimewa Y ogyakarta pada periode 2013 dan

2014 yang merupakan data panel adalah model estimasi T ime F ixed E ffect dengan

dummy tahun 2014 sebagai variable acuan.

D alam model tersebut mengahasilkan bahwa secara serentak estimasi dalam

model ini berpengaruh signifikan sedangkan secara parsial variable lama sekolah,

angka harapan hidup, dan K abupaten/K ota berpengaruh secara signifikan.

5.2.S ar an

A dapun saran yang dapat penulis berikan kepada pemerintah adalah untuk

dapat mempertimbangkan variable-variabel dalam penelitian ini, khususnya yang

dapat perpengaruh positif secara signifikan. A dapun bagi peneliti berikutnya

supaya dapat menambah variable-variabel terkait yang lainnya supaya hasilnya

(12)

D aftar Pustak a

Masruroh, Marwah dan R etno S ubekti. 2016. A plikasi R egresi Partial L east S quare untuk A nalisis

Hubungan F aktor-F aktor yang Mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusi a di K ota Y ogyakarta.

J urnal Media S tatiska V ol. 9, No. 2, 2477-0647.

Melliana, A yunanda dan Ismaini Z ain. 2013. A nnalisis S tatistika F aktor yang Mempengaruhi

Indeks Pembangunan Manusia di K abupaten/K ota Provinsi J awa T imur dengan R egresi Panel.

J urnal S ains dan S eni Pomits V ol. 2, No. 2, 2337-3520.

Pradita, R ahma Nurfiani, et. al. 2015. Pemodelan F aktor-F aktor yang Mempengaruhi Indeks

Pembangunan Manusia K abupaten/K ota di J awa T imur Menggunakan G eographicall y W eighted

Ordinal L ogistic R egressio. J urnal Gaussia V ol. 4, No. 3, 2339-2541.

R asyid, Mohtar. 2016. Pengantar Mikro E konometrika D engan Aplikasi Porgram Stata.

Y ogyakarta: T R E ND .

(13)

L A M PI R A N

E stimasi Pooled L east S quar e

(14)

E stimasi Pooled L east S quar e dummy 2014

(15)

E stimasi R andom E ffect

(16)

Uj i Nor malitas

Uj i H eter osk edastisitas

(17)

Gambar

Tabel 1.
Tabel 2. Hasil T-test dan Signifikansinya

Referensi

Dokumen terkait

Std. Test distribution is Normal. Calculated from data. Pengambilan keputusan berdasarkan probabilitas, jika nilai probabilitas, jika nilai probabilitas &gt; 0,05 maka � 0

Kontribusi yang dihasilkan dari distribusi mixture weibull dari angka lama sekolah penduduk usia 16 – 24 tahun di Provinsi Papua Barat yaitu sebesar 40,12 persen di daerah

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh rata-rata lama sekolah, upah minimum, dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat pengangguran terbuka di

Secara statistik, ini berarti jika terjadi peningkatan pada angka melek huruf sebesar 1 persen, rata-rata lama sekolah sebesar 1 tahun dan angka harapan hidup

Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan variabel rata-rata lama sekolah lansia dan kepemilikan jaminan pensiun dalam rumah tangga lansia berpengaruh

Model yang digunakan dalam analisis ini yaitu model persamaan linier berganda untuk mengetahui pengaruh antara pertumbuhan ekonomi, rata-rata lama sekolah, dan jumlah

Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor dalam mengimplementasikan Program Gerakan Desa Mengajar dalam Peningkatan Angka Melek Huruf dan Rata-rata Lama Sekolah diwujudkan melalui peraturan-

Laporan UAS mata kuliah Komputasi dan Simulasi dengan judul "Hierarki Cluster Rata Lama Sekolah Menurut Jenis Kelamin Tahun