PENGARUH CITRA SEKOLAH, LATAR BELAKANG EKONOMI ORANG TUA DAN LOKASI TERHADAP KEPUTUSAN PESERTA DIDIK
MELANJUTKAN SEKOLAH KE SMA PERTIWI 2 PADANG
JURNAL
Oleh:
Putri Zawita 12090243
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
(STKIP) PGRI SUMATERA BARAT PADANG
2017
PENGARUH CITRA SEKOLAH, LATAR BELAKANG EKONOMI ORANG TUA DAN LOKASI TERHADAP KEPUTUSAN
SISWA MELANJUTKAN SEKOLAH KE SMA PERTIWI 2PADANG
Oleh :
, 1) Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi
STKIP-PGRI Sumatera barat
2) Dosen Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP-PGRI Sumatera barat
e-mail : [email protected] ABSTRACT
This research find that is : First [of] Image School have an effect on positive and signifikan to decision of educative participant chosen school of SMA Nation 2 Field. This Matter [is] proved with result of research expressing that value of thitung equal to 2,718 > ttabel equal to 1,99, its meaning [of] H01 refused and Ha1 accepted. coefficient of Regresi menunjukan that decision of educative participant chosen SMA Nation 2 Field mount equal to 0,212 set of if school image mount equal to one set of while other free variable remain to. Both economic Background [of] old fellow have an effect on positive and signifikan to decision of educative participant chosen SMA Nation 2 Field. This Matter [is] proved with result of research expressing that value of thitung equal to 7,157 > ttabel equal to its 1,99 meaning [of] H02 refused and Ha2 accepted.
coefficient of Regresi menunjukan that decision of educative participant chosen SMA Nation 2 Field mount equal to 0,658 set of if economic background [of] old fellow mount equal to one set of while other free variable remain to. Third Location school have an effect on positive and signifikan to decision of educative participant chosen SMA Nation 2 Field. This Matter [is] proved with result of research expressing that value of thitung equal to 3,717 > ttabel equal to 1,99, its meaning [of] H03 refused and Ha3 accepted. coefficient of Regresi menunjukan that decision of educative participant chosen SMA Nation 2 Field mount equal to 0,219 set of if school location mount equal to one set of while other free variable [of] Image school tetap.Keempat, economic background [of] old fellow and location go to school by together have an effect on positive and signifikan to decision of educative participant chosen SMA Nation 2 Field.
ABSTRAK
Putri Zawita (12090243), Pengaruh Citra Sekolah, Latar Belakang Ekonomi Orang Tua, Dan Lokasi Terhadap Keputusan Peserta Didik Melanjutkan Sekolah Ke SMA Pertiwi 2 Padang, 2016 di bawah bimbingan Ibu Yola Malinda SE, M.Si dan ibu Yulna Dewita Hia SE, MM.
Penelitian ini menemukan bahwa : Pertama Citra sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan peserta didik memilih sekolah SMA Pertiwi 2 Padang. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa nilai thitung sebesar 2,718 > ttabel sebesar 1,99, artinya H01 ditolak dan Ha1 diterima. Koefisien regresi menunjukan bahwa keputusan peserta didik memilih SMA Pertiwi 2 Padang meningkat sebesar 0,212 satuan jika citra sekolah meningkat sebesar satu satuan sedangkan variabel bebas lain tetap. Kedua Latar belakang ekonomi orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan peserta didik memilih SMA Pertiwi 2 Padang. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa nilai thitung sebesar 7,157 > ttabel sebesar 1,99 artinya H02 ditolak dan Ha2 diterima. Koefisien regresi menunjukan bahwa keputusan peserta didik memilih SMA Pertiwi 2 Padang meningkat sebesar 0,658 satuan jika latar belakang ekonomi orang tua meningkat sebesar satu satuan sedangkan variabel bebas lain tetap.
Ketiga Lokasi sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan peserta didik memilih SMA Pertiwi 2 Padang. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa nilai thitung sebesar 3,717 > ttabel sebesar 1,99, artinya H03 ditolak dan Ha3 diterima. Koefisien regresi menunjukan bahwa keputusan peserta didik memilih SMA Pertiwi 2 Padang meningkat sebesar 0,219 satuan jika lokasi sekolah meningkat sebesar satu satuan sedangkan variabel bebas lain tetap.Keempat Citra sekolah, latar belakang ekonomi orang tua dan lokasi sekolah secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan peserta didik memilih SMA Pertiwi 2 Padang. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa nilai Fhitung sebesar 93,909 > Ftabel sebesar 2,72, artinya H04 ditolak dan Ha4 diterima. Dari hasil analisa koefisien determinasi yang dilakukan diperoleh nilai Rsquare sebesar 0,781.
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan bentuk dari investasi jangka panjang (long-term investment) artinya bahwa investasi di bidang sumber daya manusia memang tidak segera bisa dinikmati hasilnya. Namun pada jangka panjang diyakini manfaatnya akan dirasakan yaitu dengan mempersiapkan SDM berkualitas melalui saluran pendidikan.
Citra terbentuk dari bagaimana sekolah melaksanakan kegiatan operasionalnya, yang mempunyali landasan utama pada segi layanan. Latar belakang orang tua yang selalu muncul pada awal tahun ajaran baru adalah dimana orang tua siswa di hadapkan pada permasalahan yang menyangkut dengan kondisi orang tua yang akan di gunakan untuk
menompang kelangsungan pendidikan anak.
Selain itu pemilihan lokasi juga sangat penting dilakukan, yaitu dengan mempertimbangkan beberapa indikator berkaitan dengan kemudahan akses, tempat parkir yang luas dan aman, serta lingkungan yang mendukung.
SMA Pertiwi 2 Padang merupakan salah satu sekolah swasta yang paling banyak dikeputusani oleh calon peserta didik yang ada di Padang maupun diluar Padang, seperti Pasaman, Dharmasraya dan daerah lainnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa yang berasal diluar kota Padang, calon peserta didik banyak memilih SMA Pertiwi 2 Padang karena lulusannya sudah banyak yang melanjutkan ke PTN/PTS yang ada di Indonesia. Berdasarkan Data yang penulis peroleh data jumlah siswa yang bersekolah di SMA Pertiwi 2 Padang yaitu :
Tabel 1. Data Peserta Didik SMA Pertiwi 2 Padang Tahun Ajaran 2014-2016
Tahun Ajar Mendaftar Diterima
2014 140 135
2015 125 120
2016 108 105
Total 373 360
Sumber: Tata Usaha SMA Pertiwi 2 Padang 2016 Berdasarkan Tabel di atas dapat
disimpulkan bahwa Keputusan peserta didik untuk melanjutkan bersekolah ke SMA Pertiwi 2 Padang dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Kemungkinan Keputusan peserta didik untuk melanjutkan sekolah ke SMA Pertiwi 2 Padang berkurang.
Dilihat dari mata pencaharian masyarakat kota Padang secara umum adalah wiraswasta, karyawan swasta, dan PNS, yang penghasilan mereka tiap bulannya pasti besar.
Tidak bisa dipungkiri bahwa lokasi juga sangat menentukan peserta didik untuk melanjutkan ke sekolah mana dia akan bersekolah, Secara geografi SMA Pertiwi 2 Padang beralamatkan di Jl.Bandar Belakang Tansi No.14 Padang Belakang Tangsi Padang Barat yang berlokasi dekat dari jalan raya (strategis) dan tidak jauh dari pusat kota sehingga peserta didik tidak susah untuk mencari transportasi untuk pergi maupun pulang kerumah masing-masing, tetapi suasana dalam belajar kurang menyenangkan bagi siswa karena mereka merasa kurang nyaman dengan bunyi kendaraan yang selalu bising dijalan raya.
Oleh karena itu, berdasarkan permasalahan di atas dimana SMA Pertiwi 2 Padang merupakan sekolah swasta favorit bagi calon peserta didik, tentu menjadi sangat menarik untuk menjadi bahan kajian penelitian untuk mengetahui hal-hal yang menjadi pertimbangan bagi peserta didik dalam memutuskan bersekolah di sekolah tertentu.
TINJAUAN PUSTAKA Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan dapat berkaitan dengan suatu tindakan spesifik atau proses umum.
Menurut Griffin (2003:258) pengambilan keputusan (decision making) adalah tindakan memilih satu alternatif dari serangkaian alternatif. Orang yang membuat keputusan harus menyadari bahwa suatu keputusan memang diperlukan dan suatu keputusan mengidentifikasikan serangkaian alternatif yang memungkinkan sebelum akhirnya memilih salah satu.
Menurut Walgito Bimo (2010: 199) tujuan umum pendidikan di SMA ialah untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan nasional.
Menurut Dermawan, Rizky (2009:26) masalah adalah suatu yang harus diselesaikan, maka disisni peserta didik berperan penting dalam mengambil keputusan.
Jadi menurut penjelasan para ahli diatas dapat dusimpulkan bahwa pengambilan keputusan berkaitan dengan suatu tindakan spesifik atau proses umum dimana peserta didik berperan penting dalam mengambil keputusan untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan.
Citra
Menurut Triton (2008 : 203) citra adalah tujuan utama, dan sekaligus merupakan reputasi dan prestasi yang hendak dicapai instansi dalam hubungan masyarakat (kehumasan). John Christie (2002:41) menyatakan bahwa “ corporate image as what the organization transmits to its receivers about itself and how these projections are received”.
Dari definisi-definisi tersebut, maka dapat diambil pengertian umum dari citra itu sendiri yaitu:
Citra merupakan hasil evaluasi dalam diri seseorang berdasarkan persepsi dan pemahaman terhadap gambaran yang telah diolah, diorganisasikan, dan disimpan dalam benak seseorang. Citra dapat diukur melalui pendapat, kesan atau respon seseorang dengan tujuan untuk mengetahui secara pasti apa yang ada dalam pikiran setiap individu mengenai suatu objek, bagaimana mereka memahaminya dan apa yang mereka sukai atau yang tidak disukai dari objek tersebut.
Latar Belakang Ekonomi Orang Tua
Menurut Adam Smith (Dalam Rudianto, Alam :2014) mengatakan bahwa ekonomi ialah penyelidikan tentang keadaaan dan sebab adanya kekayaan negara. Menurut J. B. Say (Dalam Rudianto, Alam :2014) menyatakan bahwa ekonomi adalah sebagai suatu kajian tentang peraturan yang bisa menentukan kekayaan. Sedangkan menurut Robert B. Ekelund Jr. dan Robert D. Tollison (Dalam Rudianto, Alam :2014) mengatakan bahwa ekonomi adalah cara individu dan masyarakat yang mempunyai keinginan yang tidak terbatas memilih untuk mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk memuaskan keinginan mereka.
Menurut Rudianto, Alam (2014) Latar belakang adalah hal-hal yang mempengaruhi diri seseorang dari dalam ataupun dari luar baik yang
bersifat positif maupun bersifat negatif. Latar belakang kemampuan adalah hal yang mempengaruhi kecakapan atau potensi menguasai sesuatu keahlian yang merupakan bawaan sejak lahir dan didapat dari latihan, dikerjakan ataupun digunakan untuk mengerjakan sesuatu yang diwujudkan melalui tindakannya.
Lokasi
Menurut Swastha (2002), lokasi adalah tempat dimana suatu usaha atau aktivitas usaha dilakukan. Faktor penting dalam pengembangan suatu usaha adalah letak lokasi terhadap daerah perkotaan, cara pencapaian dan waktu tempuh lokasi tujuan. Faktor lokasi yang baik adalah relatif untuk setiap jenis usaha yang berbeda. Sedangkan menurut Lupiyoadi dan Hamdani (2011:92), lokasi adalah keputusan yang dibuat perusahaan atau instansi pendidikan berkaitan dengan di mana operasi dan stafnya akan ditempatkan.
Hipotesis
Berdasarkan kajian teori kerangka konseptual diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut :
1) Citra sekolah berpengaruh signifikan terhadap keputusan peserta didik dalam memilih melanjutkan sekolah ke SMA Pertiwi 2 Padang.
2) Latar belakang ekonomi orang tua berpengaruh signifikan terhadap keputusan peserta didik dalam memilih melanjutkan sekolah ke SMA Pertiwi 2 Padang.
3) Lokasi berpengaruh signifikan terhadap keputusan peserta didik dalam memilih melanjutkan sekolah ke SMA Pertiwi 2 Padang.
4) Citra sekolah, latar belakang ekonomi orang tua dan lokasi secara simultan berpengaruh signifikan dan positif terhadap keputusan peserta didik memilih melanjutkan sekolah ke SMA Pertiwi 2 Padang.
METODELOGI PENELITIAN
penelitian ini tergolong penelitian deskriptif dan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X (Sepuluh) yang berjumlah 105 orang siswa yang sudah bersekolah di SMA Pertiwi 2 Padang dan jumlah sampel yaitu hanya sebanyak 83 orang siswa kelas X . Adapun variabel dalam penelitian ini adalah variabel keputusan melanjutkan sebagai variabel terikat (Y), citra (X1) latar belakang ekonomi orang tua (X2) lokasi (X3) sebagai variabel bebasnya.
Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis regresi linear berganda.
HASIL PENELITIAN Deskripsi Variabel
Keputusan Melanjutkan (Y)
Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui pengaruh citra sekolah, latar belakang ekonomi orang tua dan lokasi sekolah secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan peserta didik memilih SMA Pertiwi 2 Padang. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa nilai Fhitung sebesar 93,909
> Ftabel sebesar 2,72, artinya H04 ditolak dan Ha4 diterima. Dari hasil analisa koefisien determinasi yang dilakukan diperoleh nilai Rsquare sebesar 0,781. Hal ini berarti 78,10% keputusan peserta didik memilih SMA Pertiwi 2 Padang dipengaruhi oleh Citra Sekolah, Latar Belakang Ekonomi Orang Tua dan Lokasi Sekolah sedangkan sisanya sebesar 21,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Deskripsi Variabel Citra Sekolah (X1)
Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa secara parsial citra sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan peserta didik memilih sekolah SMA Pertiwi 2 Padang. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa nilai thitung sebesar 2,718 > ttabel sebesar 1,99, artinya H01 ditolak dan Ha1 diterima.
Koefisien regresi menunjukan bahwa keputusan peserta didik memilih SMA Pertiwi 2 Padang meningkat sebesar 0,212 satuan jika citra sekolah meningkat sebesar satu satuan sedangkan variabel bebas lain tetap.
Secara keseluruhan citra sekolah berada pada kategori sedang atau cukup baik yakni memiliki rata-rata TCR sebesar 71,3%. Hal ini membuktikan citra sekolah sudah baik dan dapat mempengaruhi keputusan melanjutkan sekolah.
Dari masing-masing indikator yang terdapat dalam variabel citra sekolah rata-rata TCR tertinggi sebesar 75,7% terdapat pada indikator dapat dipercaya (diandalkan), hal ini terlihat bahwa 74,7% siswa setuju bahwa prestasi yang dicapai sekolah sangat baik, dan 76,7% siswa mengatakan bahwa alumni SMA Pertiwi 2 Padang banyak diterima di PTN/PTS favorit di Indonesia.
Deskripsi Variabel
Latar Belakang Ekonomi Orang Tua (X2) Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa secara parsial latar belakang ekonomi orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan peserta didik memilih SMA Pertiwi 2 Padang. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa nilai thitung sebesar 7,157 >
ttabel sebesar 1,99 artinya H02 ditolak dan Ha2 diterima. Koefisien regresi menunjukan bahwa keputusan peserta didik memilih SMA Pertiwi 2 Padang meningkat sebesar 0,658 satuan jika latar belakang ekonomi orang tua meningkat sebesar satu satuan sedangkan variabel bebas lain tetap.
Secara keseluruhan latar belakang ekonomi keluarga berada pada kategori cukup baik yakni memiliki rata-rata TCR sebesar 70,8%. Dari masing-masing indikator yang terdapat dalam variabel latar belakang ekonomi keluarga rata-rata TCR tertinggi sebesar 76,4% terdapat pada indikator kaya sekali dalam kategori sedang atau cukup baik, hal ini terlihat bahwa 80,5% siswa menyatakan baha pendapatan orang tuanya lebih memadai untuk membiayai pendidikan nya dan 78,1% siswa menyatakan bahwa pendapatan orang tuanya selalu tinggi setiap bulannya dan 70,6%
siswa menyatakan tingginya kemampuan ekonomi orang tua mempengaruhi kelanjutan pendidikannya.
Indikator latar belakang ekonomi keluarga yang memiliki rata-rata TCR terendah sebesar 66,3%
yaitu berada di tengah, hal ini terlihat bahwa hanya 72,5% menyatakan orang tuanya memiliki pendapatan yang pas-pasan dan 66,3% sisa merasa fasilitas yang diberikan orang tua mereka sudah cukup memadai untuk melanjutkan kependidikan yang lebih tinggi.
Deskripsi Variabel Lokasi (X3)
Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa secara parsial lokasi sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan peserta didik memilih SMA Pertiwi 2 Padang. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang menyatakan bahwa nilai thitung sebesar 3,717 > ttabel sebesar 1,99, artinya H03 ditolak dan Ha3 diterima.
Koefisien regresi menunjukan bahwa keputusan peserta didik memilih SMA Pertiwi 2 Padang meningkat sebesar 0,219 satuan jika lokasi sekolah meningkat sebesar satu satuan sedangkan variabel bebas lain tetap.
Secara keseluruhan lokasi berada pada kategori cukup baik yakni memiliki rata-rata TCR sebesar 73,8%. Dari masing-masing indikator yang terdapat dalam variabel lokasi, rata-rata TCR
tertinggi sebesar 77,8% terdapat pada indikator jarak dengan pusat kota, hal ini terlihat bahwa 81,0% siswa berpendapat baha lokasi sekolah dekat dengan pusat kota, 75,2% siswa menyatakan bahwa sekolah dekat dengan pusat perbelanjaan dan 77,1%
berpendapat jarak sekolah terlalu jauh sehingga sering terlambat datang ke sekolah. Indikator variabel lokasi yang memiliki rata-rata TCR terendah sebesar 71,6% yaitu indikator lingkungan belajar yang kondusif, hal ini terlihat bahwa 70,1%
menyatakan bahwa ruangan sekolah terasa nyaman, 73,0% siswa merasa bising dan terganggu dengan kendaraan di luar sekolah yang lalu lalang. 65,1%
sisa merasa tempat parkir sekolah yang luas dan aman, 58,6% siswa menyatakan toilet sekolah bersih, 64,1% siswa menyatakan bahwa sekolah tidak memiliki taman yang luas dan 65,8% siswa menyatakan taman yang ada selalu teraat sehingga pandangan mata selalu segar.
Tabel 2. Hasil Pembentukan Model Regresi Linear Berganda Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 8.143 2.369 3.437 .001
x1 .212 .078 .192 2.718 .008
x2 .658 .092 .555 7.157 .000
x3 .219 .059 .257 3.717 .000
a. Dependent Variable: y
Sumber : Olahan Data Primer, 2016
Nilai konstanta sebesar 8,143 berarti tanpa adanya pengaruh dari variabel bebas maka nilai variabel terikat nilainya hanya sebesar 8,143 satuan. Hal ini berarti bahwa apabila variabel bebas nilainya nol (citra sekolah, latar belakang ekonomi orang tua, dan lokasi) maka nilai variabel keputusan peserta didik memilih sekolah SMA Pertiwi 2 Padang hanya sebesar 8,143.
Berdasarkan hasil pada Tabel 2 diatas hasil pengolahan data yang dapat dilihat pada tabel model summary diperoleh hasil nilai Rsquaresebesar 0,781 yang artinya 78,10% perubahan pada variabel dependen (keputusan peserta didik memilih sekolah SMA Pertiwi 2 Padang) dapat dijelaskan oleh variabel independen (citra sekolah, latar belakang ekonomi orang tua, dan lokasi) sedangkan sisanya sebesar 21,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Uji Hipotesis
Berdasarkan tabel hasil analisa uji t dapat ditarik kesimpulan tentang pengaruh masing- masing variabel bebas secara individu terhadap variabel terikat.
a) Untuk variabel citra sekolah diperoleh nilai thitung sebesar 2,718 > ttabel sebesar 1,99 dengan nilai signifikan 0,008 < = 0,05, berarti Ha
diterima dan H0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara citra sekolah terhadap keputusan peserta didik memilih sekolah SMA Pertiwi 2 Padang. Hal ini berarti semakin baik citra sekolah, maka akan semakin baik pula keputusan peserta didik memilih sekolah SMA Pertiwi 2 Padang.
b) Untuk variabel latar belakang ekonomi orang tua diperoleh nilai thitung sebesar 7,157 ttabel >
sebesar 1,99 dengan nilai signifikan 0,000 < = 0,05, berarti Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara latar belakang ekonomi orang tua terhadap keputusan peserta didik memilih sekolah SMA Pertiwi 2 Padang. Hal ini berarti semakin baik latar beakang ekonomi orang tua maka akan semakin keputusan peserta didik memilih sekolah SMA Pertiwi 2 Padang.
c) Untuk variabel lokasi diperoleh nilai thitung sebesar 3,717 > ttabel sebesar 1,99 dengan nilai signifikan 0,000 < = 0,05 berarti Ha diterima dan H0 ditolak dengan demikian dapat
dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara lokasi sekolah terhadap keputusan peserta didik memilih sekolah SMA Pertiwi 2 Padang. Hal ini berarti semakin baik lokasi belajar maka akan semakin meningkat keputusan peserta didik memilih sekolah SMA Pertiwi 2 Padang.
Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS versi 16.0, dapat dilihat pada tabel 2 di atas menunjukkan bahwa nilai Fhitung 93,909 > Ftabel 2,72 dan nilai signifikan 0,000 < α = 0,05. Hal ini berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa citra sekolah, latar belakang ekonomi orang tua, dan lokasi sekolah berpengaruh signifikan terhadap keputusan peserta didik memilih sekolah SMA Pertiwi 2 Padang, artinya semakin baik citra sekolah, latar belakang ekonomi orang tua dan lokasi sekolah, maka keputusan peserta didik memilih sekolah SMA Pertiwi 2 Padang juga akan semakin baik.
PENUTUP Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulkan sebagai berikut:
1. Citra sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan melanjutkan sekolah ke SMA Pertiwi 2 Padang. Dimana ditunjukkan oleh nilai koefisien sebesar 0,212. Nilai koefisien ini signifikan karena nilai thitung 2,718 > ttabel sebesar 1,99. Artinya apabila citra sekolah meningkat sebesar 1%, maka keputusan melanjutkan sekolah akan meningkat sebesar 0,212 dalam setiap satuannya.
2. Latar belakang ekonomi keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan melanjutkan sekolah ke SMA Pertiwi 2 Padang. Dimana ditunjukkan oleh nilai koefisien sebesar 0,658. Nilai koefisien ini signifikan karena nilai thitung 7,157 > ttabel 1,99. Artinya, apabila Latar belakang ekonomi keluarga meningkat sebesar 1%, maka keputusan melanjutkan sekolah akan meningkat sebesar 0,658 dalam setiap satuannya.
3. Lokasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan melanjutkan sekolah ke SMA Pertiwi 2 Padang. Dimana ditunjukkan oleh nilai koefisien sebesar 0,219. Nilai koefisien ini signifikan karena nilai thitung, 3,717 > ttabel sebesar 1,99. Artinya, apabila
lokasi sekolah menjadi lebih baik dan layak atau dikatakan meningkat sebesar 1%, maka keputusan melanjutkan sekolah akan meningkat sebesar 0,219 dalam setiap satuannya.
4. Citra sekolah, latar belakang ekonomi keluarga, dan lokasi secarabersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan melanjutkan sekolah ke SMA Pertiwi 2 Padang. Dimana diperoleh nilai Fhitun 93,909 > Ftabel 2,72 dengan taraf signifikan sebesar 0,000 < α = 0,05. Hal ini berarti Ha di terima dan H0 ditolak.
Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas maka penulis dapat memberikan saran atau masukan sebagai berikut:
1. Siswa kelas X SMA Pertiwi 2 Padang agar bisa meningkatkan citra sekolah berupa peningkatan rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah yang mana hendaknya guru-guru disekolah baiknya lebih hangat dan bersahabat dengan siswa. Serta sekolah hendaknya berbenah diri agar status sosial yang dimili sekolah sama dengan sekolah sekolah lainnya. Dan selain itu sekolah hendaknya meningkatkan kredibelitasnya.
2. Sekolah hendaknya tidak mematok anggaran yang cukup besar untuk biaya sekolah sehingga semua orangtua sanggup membiayai pendidikan anaknya.
3. Pihak sekolah juga harus memperhatikan lokasi lokasi di sekolah yang rasanya perlu dibenahi seperti toilet yang perlu di bersihkan agar sisa merasa nyaman, sekolah harusnya juga menyediakan taman agar suasana bejar terasa nyaman dan menyegarkan pandangan mata, dan selanjutnya sekolah meningkatkan keamanan ditempat parkir kendaraan serta memperluas area parkir tersebut agar siswa tidak lagi parkir disembarang tempat.
4. Bagi peneliti selanjutnya dapat dijadikan rujukan dalam melakukan penelitian yang sejenis yang lebih mendalam di masa yang akan datang.
Daftar Pustaka
Akdon dan Riduwan. 2010. Rumus dan Data dalam Analisis Statistik. Alfabeta: Bandung.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta: Jakarta.
Dermwan, Rizky. 2009. Model Kuantitatatif Pengambilan Keputusan & Perencanaan Strategis.
Alfabeta: Bandung.
Ghozali, Imam. 2012. Aplikasi Analisis Multivariat dengan Program SPSS. Badan Penerbitan
Universitas Diponegoro: Semarang.
Irianto, Agus. 2010. Statistik Konsep Dasar, Aplikasinya dan Pengembangannya. Prenada Media Group : Jakarta.
Lupiyoadi, dan A. Hamdani. 2011. Manajemen Pemasaran Jasa, Edisi 2. Salemba Empat: Jakarta.
Margono, 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan.
Rineka Cipta : Jakarta.
Shiffman, Leon G and Kanuk, Leslie, Laser. 2007.
Perilaku Konsumen, Edisi ke-7. Indeks: Jakarta.
Soemirat dalam Paramita Meliza Surya, 2015.
Sugiyono. 2012. MetodePenelitian Kuantitatif Kualitatif dan R dan D. Alfabeta: Bandung.
Supranto.2011. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan Untuk Menaikkan Pangsa Pasar. Rineka Cipta: Jakarta.
Tjipton, 2007. Pemasaran Jasa. Bayumedia Publishing : Malang.
Walgito, Bimo.2010. Bimbingan+Konseling (Studi Kasus), CV. ANDI :
Yusuf, A Muri, 2005. Metodologi Penelitian (Dasar-dasar Penyelidikan Ilmiah). UNP Press : Padang.