• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DEBIT SUNGAI AKIBAT ALIH GUNA LAHAN DAN APLIKASI MODEL GENRIVER PADA DAS WAY BESAI, SUMBERJAYA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS DEBIT SUNGAI AKIBAT ALIH GUNA LAHAN DAN APLIKASI MODEL GENRIVER PADA DAS WAY BESAI, SUMBERJAYA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Kriteria dan indikator kuantitatif fungsi hidrologi DAS.
Gambar 1 .Diagram alur proses hidrologi pada GenRiver. Komponen utama pembentuk aliran sungai meliputialiran permukaan (surface flow), air tanah (ground water), aliran dasar (base flow) dan aliran airdalam tanah  yang terjadi  setelah kejadian hujan (soil quick flow).
Gambar 2. Curah hujan (a) dan debit sungai (b) Way Besai 1975 -1998. Rata – rata curah hujan  dan debit  harian sebesar 7 mm dan 22 m3/detik (garis putih pada grafik).
Gambar 3 . Hubungan antara curah hujan dengan distribusi debit sungai dalam tiga periode pengukuran 1975 –1998
+3

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ketersediaan lahan Daerah Aliran Sungai Belawan, mengetahui perencanaan tata ruang wilayah Daerah Aliran Sungai

Pengumpulan data meliputi proses pengumpulan data yang terkait dengan data penelitian yaitu peta DEM SRTM tahun 2011 resolusi 30 x 30, peta jaringan aliran sungai, peta tata

Analisis Kinerja Daerah Aliran Sungai Berdasarkan Indikator Penggunaan Lahan dan Debit Air pada DAS Unda.. Dibimbing

Berdasarkan uraian di atas penulis tertarik meneliti hubungan perubahan alih fungsi lahan terhadap debit aliran permukaan dan tingkat sedimentasi pada Daerah Aliran Sungai

Hasil penelitian menunjukan bahwa telah terjadi penurunan kapasitas lahan akibat alih guna lahan hutan menjadi lahan perkebunan kakao, dimana lahan hutan

Perubahan penggunaan lahan berdampak pada rusaknya keseimbangan tata air Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Besai. DAS Way Besai seluas 44.720 ha mempunyai peranan penting dalam

Mengetahui kemampuan ketersediaan debit aliran sungai dan airtanah terhadap perubahan tata guna lahan DAS Prumpung terhadap kondisi eksisting (skenario 1) dan kondisi

Mengetahui kemampuan ketersediaan debit aliran sungai dan airtanah terhadap perubahan tata guna lahan DAS Prumpung terhadap kondisi eksisting (skenario 1) dan kondisi