• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Redundant Link Untuk Mengat (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Implementasi Redundant Link Untuk Mengat (1)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Implementasi Redundant Link Untuk Mengatasi Kegagalan Link Pada Jaringan

M. Janio Nugraha Tuungan1, Helmi Kurniawan2, Edy Victor Haryanto Sianturi3 Universitas Potensi Utama

Jl. K. L. Yos Sudarso Km. 6,5 No. 3A, Tanjung Mulia - Medan, Indonesia Email : [email protected]

AbstractNetwork failure doesn’t only affect the telecommunication performance, but it can also affect individual/industry productivity which can lead to a loss. Network failure can occur due to many possible reasons, the most common reasons are cable damage and network configuration errors. Hence, this condition requires more reliable network which is not vulnerable to network failure. One of the most important aspects in ensuring network high availability is alternative network path or also known as redundancy. The approach that is usually used to get high availability is to build a backup system that will still work when there is a failure in the primary system. Redundancy with failover can be implemented as a solution if there is a failure on a node in the network. Failover is a process of switching connection to a redundant or a standby link upon the failure system, hardware or network abnormality. Redundant link is an alternative network path that is prepared as a backup link which will be used to connect to the network when the primary link is down. This redundant link implementation is needed to maintain the availability of the network so it is no longer vulnerable to a single network failure.

Keywords : Network failure, network high availability, redundancy, redundant link, failover.

Abstrak Kegagalan jaringan tidak hanya mempengaruhi kinerja telekomunikasi, namun juga dapat mempengaruhi produktivitas individu maupun industri yang kemudian dapat menyebabkan kerugian. Kegagalan jaringan dapat terjadi dikarenakan banyak sebab, penyebab yang paling umum adalah kerusakan kabel dan kesalahan konfigurasi jaringan. Kondisi ini kemudian membutuhkan jaringan yang lebih handal yang tidak rentan terhadap gangguan jaringan. Salah satu aspek yang terpenting untuk menjamin ketersediaan jaringan adalah redundancy. Pendekatan yang biasanya dilakukan untuk mendapatkan ketersediaan yang tinggi adalah membangun sistem backup yang tetap akan berfungsi bila terjadi kegagalan pada sistem utama. Redundancy dengan failover dapat menjadi solusi bila terjadi kegagalan pada suatu node di jaringan. Failover adalah suatu proses

pengalihan koneksi ke suatu jalur alternatif yang disebabkan oleh terjadinya gangguan atau ketidak-normalan sistem, hardware atau jaringan. Redundant Link adalah sebuah link yang dipersiapkan sebagai jalur alternatif (backup link) yang akan digunakan untuk bertukar informasi apabila jalur utama (primary link) mengalami gangguan. Implementasi redundant link ini sangat perlu dilakukan untuk menjaga ketersediaan jaringan agar tidak rentan terhadap gangguan.

Kata kunci : Kegagalan jaringan, jaringan dengan ketersediaan tinggi, redundancy, redundant link, failover.

1. PENDAHULUAN

Kini, ketersediaan jaringan yang terjamin sangat dibutuhkan dalam jaringan telekomunikasi. Tidak hanya pada level perangkat, namun juga jaringan telekomunikasi secara keseluruhan. Provider jaringan modern, operator jaringan dan produsen perangkat jaringan menargetkan ketersediaan jaringan mereka hingga 99,999% (“5 nine” availability), ini berarti sebuah jaringan hanya diperkenankan mengalami gangguan selama 5 menit dalam kurun waktu satu tahun. [1]

Salah satu aspek terpenting dalam menjamin ketersediaan jaringan adalah redundancy. Pendekatan yang biasanya dilakukan untuk mendapatkan ketersediaan jaringan adalah membangun sistem backup yang tetap akan berfungsi bila terjadi kegagalan pada sistem utama. [2]

Redundant link adalah link cadangan yang membuat sebuah jaringan memiliki fitur failover. Failover itu sendiri adalah teknik yang memungkinkan sebuah link untuk menggantikan tugas link yang lain jika terjadi kegagalan. [3]

(2)

pemecahan masalah dan perbaikan jaringan memiliki biaya yang mahal dan berpotensi membebani keuangan perusahaan. Redundancy dengan failover dapat menjadi solusi bila terjadi kegagalan pada suatu simpuldi jaringan. [4]

Pada penelitian ini, redundant link akan diimplementasikan dengan dua buah link menggunakan metode failover untuk menjamin ketersediaan koneksi,sehingga apabila link utama mengalami gangguan, pertukaran informasi tetap dapat dilakukan dengan link cadangan.

Berdasarkan latar belakang di atas maka penulis tertarik untuk mengangkat judul penelitian “Implementasi Redundant Link Untuk Mengatasi Kegagalan Link Pada Jaringan”. 2. METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian merupakan suatu langkah ilmiah yang dilakukan untuk menemukan fakta dan/atau hal-hal yang dianggap membantu peneliti dalam menganalisa atau membuat suatu karya.

Prosedur Perancangan

Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengimplementasian redundant link dengan metode failover untuk mengatasi kegagalan link pada jaringan dimulai dengan mendesain topologi jaringan yang dilengkapi dengan dua buah link agar dapat mendukung implementasi metode failover, kemudian mempersiapkan semua perangkat yang dibutuhkan, dilanjutkan dengan instalasi komponen-komponen jaringan, kemudian melakukan konfigurasi pada router untuk mengimplementasikan metode failover dan uji coba ketersediaan link dari sisi client dengan cara memutuskan link utama.

Analisis Kebutuhan

Dalam penelitian ini dibutuhkan beberapa perlengkapan yaitu kabel UTP sebagai media pengantar data, router sebagai perangkat yang mengatur jalur koneksi dan menghubungkan satu jaringan dengan jaringan yang lain, dan laptop yang berfungsi sebagai perangkat client untuk melakukan uji coba.

Langkah-langkah Implementasi

Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengimplementasian redundant link dengan metode failover untuk mengatasi kegagalan link pada jaringan dimulai dengan mendesain topologi jaringan yang dilengkapi dengan dua buah jalur, kemudian mempersiapkan semua perangkat yang dibutuhkan, dilanjutkan dengan

instalasi/pemasangan perangkat-perangkat jaringan, kemudian melakukan konfigurasi routing pada router untuk mengklasifikasikan jalur jaringan yang dapat digunakan untuk menuju jaringan tujuan dan mengklasifikasikan administrative distance sebagai parameter untuk menentukan jalur mana yang diprioritaskan sebagai primary link dan jalur mana yang dipersiapkan sebagai backup link untuk dapat mengimplementasikan metode failover.

Desain Topologi

Desain topologi yang dibangun dapat dilihat pada gambar dibawah ini :

Gambar 1. Desain Topologi Point-to-Point Untuk Implementasi Redundant Link

Skenario Pengalamatan

Skenario dari pengalamatan yang diterapkan pada jaringan di atas dapat dilihat pada tabel -tabel dibawah ini :

Tabel 1. Tabel Skenario Pengalamatan Router 1

No. Nama Interface IP Address

1. Ether 1 192.168.1.1

2. Ether 2 192.168.2.1

3. Ether 3 192.168.3.254

Tabel 2. Tabel Skenario Pengalamatan Router 2

No. Nama Interface IP Address

1. Ether 1 192.168.1.2

2. Ether 2 192.168.2.2

3. Ether 3 192.168.4.254

Tabel 3. Tabel Skenario Pengalamatan Client 1

(3)

1. LAN 192.168.3.1

Tabel 4. Tabel Skenario Pengalamatan Client 2

No. Nama Interface IP Address

1. LAN 192.168.4.1

Semua segmen IP Address yang digunakan pada skenario pengalamatan jaringan di atas adalah IP Address kelas C.

Skenario Routing

Berikut adalah skenario routing yang dilakukan dengan teknik static routing untuk mengimplementasikan redundant link dengan metode failover pada masing-masing router :

Tabel 6. Tabel Skenario Routing Pada Router1 Jaringan

Tujuan Via

Administrativ

e Distance Keterangan

192.168.4. 0

192.168.1.

2(Ether1) 1

Primary Link

192.168.2.

2(Ether2) 2 BackupLink

Tabel 7. Tabel Skenario Routing Pada Router2 Jaringan

Tujuan Via

Administrativ

e Distance Keterangan

192.168.3. 0

192.168.1.

1(Ether1) 1 Primary Link

192.168.2.

1(Ether2) 2

Backup Link

Administrative Distance (distance) merupakan parameter yang menentukan link mana yang akan lebih diutamakan untuk digunakan bila ada beberapa link yang tersedia untuk menuju suatu jaringan. Link yang memiliki nilai distance terkecil akan lebih diutamakan dibandingkan link lainnya.

Pada kedua tabel di atas jalur yang memiliki nilai distance = 1 berfungsi sebagai primary link dan jalur yang memiliki nilai distance = 2 akan berfungsi sebagai backup link.

Diagram Blok

Diagram blok dari implementasi redundant link dengan metode failover untuk mengatasi kegagalan link pada jaringan dapat dilihat pada gambar 2 berikut :

Gambar 2. Diagram Blok Perangkat

Penjelasan dari diagram blok diatas adalah sebagai berikut :

1. Laptop 1 sebagai client 1 merupakan media yang akan digunakan untuk melakukan uji coba jalur menggunakan aplikasi monitoring jalur sederhana.

2. Ethernet adalah interface yang digunakan untuk menghubungkan laptop ke router maupun router ke router menggunakan kabel jaringan berjenis UTP dengan port RJ-45. 3. Router merupakan perangkat jaringan yang

berfungsi untuk menghubungkan jaringan yang berbeda.

4. CPU pada router berfungsi untuk mempertimbangkan dan membuat keputusan jalur mana yang akan digunakan untuk menuju ke suatu jaringan berdasarkan skenario routing. 5. Laptop 2 sebagai client 2 merupakan media yang digunakan sebagai alat bantu simulasi perangkat tujuan.

Perancangan Aplikasi Monitoring Sederhana Untuk mempermudah proses uji coba redundant link maka penulis membuat sebuah aplikasi monitoring jalur sederhana yang akan digunakan untuk mengamati keadaan jalur. Tampilan aplikasi monitoring jalur sederhana tersebut dapat dilihat pada gambar 3 berikut.

Gambar 3. Rancangan Tampilan Aplikasi Monitoring Jalur Sederhana

(4)

tersebut terdapat desain topologi jaringan yang digunakan, kemudian terdapat empat buah textbox yang berfungsi untuk menampilkan secara otomatis status dari masing-masing jalur atau perangkat serta dua buah button yang berfungsi untuk memulai dan mengakhiri sesi monitoring.

Flowchart

Berikut adalah flowchart dari pengimplementasian redundant link dengan metode failover untuk mengatasi kegagalan link pada jaringan:

Gambar 4. Flowchart Implementasi Redundant Link Dengan Metode Failover Untuk Mengatasi Kegagalan Link Pada Jaringan

Penjelasan dari flowchart di atas adalah sebagai berikut :

1. Mulai menghidupkan semua perangkat.

2. Melakukan instalasi pengkabelan antar perangkat.

3. Melakukan konfigurasi IP Address yang sesuai dengan skenario pengalamatan jaringan pada router 1.

4. Mengklasifikasikan jalur-jalur yang dapat digunakan oleh router 1 dengan teknik static routing dan metode failover.

5. Melakukan konfigurasi IP Address yang sesuai dengan skenario pengalamatan jaringan pada router 2.

6. Mengklasifikasikan jalur-jalur yang dapat digunakan oleh router 2 dengan teknik static routing dan metode failover.

7. Melakukan monitoring keadaan jalur menggunakan aplikasi monitoring jalur sederhana.

8. Melakukan pemutusan jalur utama (primary link) untuk mengetahui apakah redundant link aktif dan berhasil menggantikan fungsi primary link atau tidak.

9. Jika redundant link tidak aktif dan tidak berhasil menggantikan fungsi primary link maka ulangi dari tahap konfigurasi IP Address pada router 1. Jika berhasil maka kegagalan link pada jaringan telah dapat ditanggulangi dan jaringan kembali terhubung. Uji coba dinyatakan berhasil.

10. Selesai.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Aplikasi monitoring jaringan yang telah dirancang sebelumnya digunakan untuk mengamati keadaan jalur pada jaringan, bila jalur dalam keadaan berfungsi/terhubung maka status yang ditampilkan adalah connected namun bila mengalami gangguan/tidak terhubung maka status yang ditampilkan adalah disconnected. Berikut adalah hasil perancangan aplikasi tersebut.

Gambar 5. Tampilan Aplikasi Monitoring Jaringan Sederhana

Skenario Uji Coba

Berikut adalah tahapan dari skenario uji coba implementasi redundant link untuk mengatasi kegagalan link pada jaringan :

1. Uji coba dimulai dengan menghidupkan semua perangkat.

2. Menginstalasi kabel UTP pada port 1ethernet Router 1 dan port 1 ethernet Router 2, sebagai primary link.

3. Menginstalasi kabel UTP pada port 2ethernet Router 1 dan port 2 ethernet Router 2, sebagai backup link.

4. Menginstalasi kabel UTP pada port ethernet Client 1 dan port 3 ethernet Router 1.

(5)

6. Membuka dan menjalankan aplikasi monitoring jalur sederhana.

7. Memutuskan koneksi primary link, yaitu kabel UTP yang terinstalasi pada port 1 Router 1 menuju port 1 Router 2.

8. Melakukan pengamatan dari sisi Client 1 menggunakan aplikasi monitoring jalur apakah Client 2 tetap dapat diakses oleh Client 1 melalui backup link atau tidak.

9. Bila backup link berhasil menggantikan fungsi primary link dan Client 2 tetap dapat diakses oleh Client 1 sesegera mungkin setelah primary link mengalami gangguan, maka uji coba dinyatakan berhasil.

10. Aplikasi monitoring akan mencatat keadaan jalur beserta rincian waktu pada file Log.txt yang berlokasi di drive D:\.

Uji Coba

Aplikasi monitoring jalur sederhana digunakan untuk mengamati apakah implementasi redundant link berhasil atau tidak. Berikut adalah tampilan monitoring saat semua jalur dalam keadaan berfungsi dengan baik.

Gambar 6. Tampilan Monitoring Saat Semua Jalur Berfungsi dengan baik

Uji Coba Jaringan Saat Backup Link Terputus Pada gambar 7 dapat dilihat melalui aplikasi monitoring bahwa perangkat Client 2 tetap berstatus Connected yang berarti tetap dapat dijangkau oleh Client 1 saat backup link sedang mengalami gangguan yang ditandai dengan status Disconnected, hal ini terjadi karena konfigurasi tingkat prioritas jalur yang telah penulis paparkan pada skenario routing. Router hanya akan menggunakan primary link untuk aktivitas telekomunikasi selama primary link berfungsi dengan baik.

Gambar 7. Uji Coba Pemutusan Backup Link

Uji Coba Jaringan Saat Primary Link Terputus Pada gambar 8 dapat dilihat melalui aplikasi monitoring bahwa perangkat Client 2 tetap berstatus Connected yang berarti tetap dapat dijangkau oleh perangkat Client 1 saat primary link sedang mengalami gangguan yang ditandai dengan status Disconnected. Pada kondisi ini router secara otomatis mengaktifkan dan menggunakan backup link untuk menghubungkan Client 1 dan Client 2, hal ini disebabkan oleh metode failover yang telah diimplementasikan pada router, failover secara otomatis akan mengaktifkan jalur alternatif lain untuk menggantikan fungsi jalur yang mengalami gangguan. Ini adalah keuntungan dari implementasi redundant link.

Gambar 8. Uji Coba Pemutusan Primary Link

Hasil Logging Dari Aktivitas Monitoring

(6)

Gambar 9. Tampilan Hasil Logging Dari Aktivitas Monitoring Jaringan Pada File Log.txt

Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa implementasi redundant link dengan metode failover untuk mengatasi kegagalan link pada jaringan dinyatakan berhasil.

Pembahasan

Penerapan metode redundant link pada sebuah jaringan dapat meningkatkan ketersediaan dan keandalan jaringan tersebut. Sebagai contoh yang dapat dilihat pada kasus yang penulis bahas, redundant link diterapkan dengan cara melengkapi sebuah jaringan dengan dua buah jalur antar jaringan dimana salah satu jalur berfungsi sebagai jalur utama (primary link) dan jalur kedua berfungsi sebagai jalur cadangan (backup link). Kedua link tersebut diadministrasi menggunakan metode failover yang diterapkan pada kedua buah router dengan menggunakan teknik static routing dimana tingkat prioritas kedua link tersebut diklasifikasikan agar jaringan tidak mengalami gangguan yang signifikan ketika salah satu dari kedua link tersebut mengalami gangguan/ kerusakan. Bila sewaktu-waktu terjadi gangguan/kerusakan pada primary link maka router secara otomatis akan mengaktifkan backup link untuk menggantikan fungsi primary link dalam melakukan aktivitas telekomunikasi sehingga kegagalan jaringan dapat ditanggulangi sesegera mungkin, dengan demikian diharapkan jaringan tidak mengalami down dalam waktu yang lama.

Kelebihan Penerapan Redundant Link Dengan Metode Failover

Terdapat beberapa kelebihan dalam penerapan metode failover pada router di sebuah jaringan, yaitu :

1. Ketersediaan jaringan lebih terjamin karena menggunakan lebih dari satu jalur koneksi. 2. Jaringan memiliki jalur cadangan sehingga bila

primary link mengalami kerusakan, router secara otomatis akan menggunakan backup link untuk melakukan aktivitas telekomunikasi. 3. Proses penggantian jalur dilakukan oleh router secara otomatis ketika jalur utama mengalami kerusakan tanpa campur tangan network administrator.

Kekurangan Penerapan Redundant Link Dengan Metode Failover

Terdapat beberapa kekurangan atau keterbatasan dari penerapan metode failover yang dibahas pada penelitian ini, yaitu :

1. Hanya satu jalur koneksi yang digunakan oleh router untuk melakukan proses telekomunikasi pada satu waktu.

2. Jalur cadangan hanya akan digunakan oleh router apabila jalur utama mengalami gangguan, jika jalur utama berfungsi dengan baik maka jalur cadangan hanya akan disiagakan (standby).

3. Metode failover hanya dapat menanggulangi kegagalan koneksi hanya bila terjadi kerusakan pada salah satu jalur, tidak keduanya.

4. Konfigurasi routing yang tidak tepat dapat menyebabkan gangguan jaringan total.

4. KESIMPULAN

Pada penelitian ini penulis telah mengimplementasi redundant link dengan metode failover untuk mengatasi kegagalan link pada jaringan, maka dari itu dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Redundant link dapat diterapkan pada sebuah jaringan untuk membantu menanggulangi kegagalan link pada jaringan dan meningkatkan keandalan serta ketersediaan jaringan tersebut.

2. Redundant link diterapkan dengan cara melengkapi sebuah jaringan dengan paling sedikit dua buah jalur (link), dimana link pertama akan berfungsi sebagai primary link dan link kedua sebagai backup link.

3. Jalur-jalur tersebut diadministrasi dengan metode failover menggunakan teknik static routing pada router dengan cara mengklasifikasikan tingkat prioritas dari masing-masing jalur.

(7)

mengaktifkan backup link untuk melakukan aktivitas telekomunikasi.

5. Bila primary link dan backup link berfungsi dengan baik, router hanya akan menggunakan primary link untuk melakukan telekomunikasi. Backup link hanya akan digunakan bila primary link mengalami gangguan.

6. Penerapan redundant link yang dibahas pada penelitian ini hanya dapat menanggulangi kegagalan salah satu link pada jaringan, tidak keduanya.

Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan di atas maka penulis dapat menyarankan sebagai berikut :

1. Agar implementasi redundant link dapat berjalan lancar, proses pembuatan desain jaringan harus dilakukan dengan teliti, pastikan desain jaringan memiliki link lebih dari satu. 2. Pastikan pemberian informasi pengalamatan

pada tahap static routing telah sesuai dengan desain. Kesalahan pada proses ini dapat menyebabkan client tidak terhubung ke jaringan atau bahkan menyebabkan jaringan berhenti beroperasi secara keseluruhan.

3. Router adalah salah satu perangkat jaringan yang harus selalu beroperasi, maka dari itu sumber listrik alternatif sangat diperlukan untuk mengantisipasi pemadaman listrik. 4. Agar network administrator tetap dapat

mengetahui keadaan jaringan hendaknya dilakukan monitoring selama 24 jam penuh sehingga bila sewaktu-waktu terjadi gangguan/kegagalan link proses troubleshooting dapat segera dilakukan.

Daftar Pustaka

[1] Cabarkapa, M., Djordje Mijatovic, & Nenad Krajnovic, 2011, Network Topology Availability Analysis, Telfor Journal, Vol. 3, No. 1, page 23.

[2] Moniruzzaman, A. B. M., Md. Waliullah, & Md. Sadekur Rahman, 2015, A High Availability Clusters Model Combined with Load Balancing and Shared Storage Technologies for Web Servers, International Journal of Grid and Distributed Computing, Vol. 8, No. 1, Daffodil International University, Bangladesh, page 110.

[3] Towidjojo, R., 2013, Mikrotik Kung Fu, Jilid 2, Jasakom, Jakarta.

[4] Cisco Systems Inc., 2010a. CCNA

Exploration Booklet: Network Fundamentals, Version 4.0., Cisco Press, Indianapolis.

[5] Batumalai, S. K., et al., 2015, IP

Redundancy and Load Balancing With Gateway Load Balancing Protocol, International Journal of Scientific Engineering and Technology, Vol. 4, No. 3, SEGi University, Malaysia, page 218 – 219.

[6] Berndtsson, M., et al., 2008. Thesis

Projects – A Guide for Students in Computer Science and Information System, 2nd Ed., Springer-Verlag London Ltd., London.

[7] Cisco Systems Inc., 2010b. CCNA

Exploration Booklet: Routing Protocols and Concepts, Version 4.0., Cisco Press, Indianapolis.

[8] Kambourakis, G., et al., 2010, High Availability for SIP: Solutions and Real-Time Measurement Performance Evaluation, International Journal of Disaster Recovery and Business Continuity, Vol. 1, No. 1, University of the Aegean, Greece, page 13.

[9] Moniruzzaman, A. B. M. & Syaed A. H., 2014, A Low Cost Two-Tier Architecture Model for High Availability Clusters

Application Load Balancing,

International Journal of Grid and Distributed Computing, Vol. 7, No. 1, Daffodil International University, Bangladesh, page 89.

Gambar

Gambar 1. Desain Topologi Point-to-Point Untuk Implementasi Redundant Link
Gambar 3. Rancangan Tampilan Aplikasi Monitoring Jalur Sederhana
Gambar 4. Flowchart Implementasi Redundant Link Dengan Metode Failover Untuk Mengatasi Kegagalan Link Pada Jaringan
Gambar 6. Tampilan Monitoring Saat Semua Jalur Berfungsi dengan baik
+2

Referensi

Dokumen terkait

Tegangan balik maksimum (maximum reverse voltage) sebesar 50V atau lebih adalah nilai maksimum tegangan (dengan arah arus berlawanan) yang masih dapat ditahan oleh dioda..

Kerja praktek hari ini, dikarenakan instalan sudah selesai pembimbing meminta penulis untuk mencari artikel tentang WPF. Untuk projek berbasis desktop biasanya tidak lagi

Perekonomian Kalimantan Timur sangat didominasi oleh sektor-sektor berbasis sumber daya alam. Oleh karena itu, Provinsi Kalimantan Timur mengalami pertumbuhan yang pesat dan

Bisa berbahasa roh, silakan, asal benar-benar dari Tuhan dan tidak mengganggu yang lain, tetapi harus dilanjutkan dengan taat pada firman pengajaran yang mendorong kita untuk

Keberhasilan pencapaian indikator kinerja sasaran ini atas dukungan dari kegiatan APBD Kabupaten dimana alokasi sumber dana DAK pada tahun 2016 untuk pengadaan sarana

Rapat Umum Anggota dimaksud dalam Ayat 4 adalah sah jika dalam rapat hadir atau diwakili sekurangnya 3/4 (tiga per empat) dari jumlah anggota perkumpulan dengan hak suara; - Semua

8 Sebagai gembala rohani, rasul Paulus menulis kepada saudara-saudaranya di Kolose, ”Berhati-hatilah: mungkin ada orang yang akan membawa kamu pergi sebagai mang- sanya melalui

Pemeliharaan/servis pada komponen transmisi dilaksanakan dengan menggunakan metode dan perlengkapan yang tepat sesuai dengan spesifikasi terhadap kendaraan/alat industri/pabrik.