• Tidak ada hasil yang ditemukan

Apakah sekolah sudah siap menerapkan kur (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Apakah sekolah sudah siap menerapkan kur (1)"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

BIO DATA PENULIS

Kemunculan kurikulum 2013 menurut Kemendikbud didasarkan adanya upaya untuk menyederhanakan kurikulum yang telah ada dalam bentuk pembelajaran tematik integrative yaitu penyampaian pelajaran berdasarkan tema-tema yang sudah terintegrasi pada seluruh mata pelajaran. Konsep Kurikulum 2013 dibuat setelah melakukan evaluasi ulang ruang lingkup materi. Di antaranya meniadakan materi yang tidak esensial atau tidak relevan lagi dengan siswa, serta menambahkan materi yang dianggap penting dalam perbandingan internasional. Sehingga evaluasi ulang dalam kedalaman materi disesuaikan dengan tuntutan perbandingan internasional. Salah satunya adalah dengan mengutamakan proses pembelajaran yg mendukung kreativitas. Demikian menurut Mendikbud dalam sebuah acara sosialisasi kurikulum 2013.

▸ Baca selengkapnya: apakah guru tersebut sudah tepat dalam mengelompokan? mengapa?

(2)

kurang menggreget dalam penerapannya. Padahal pendidikan karakter sendiri telah lama digaungkan supaya terintegrasi dalam setiap mata pelajaran.

Mengutip pernyataan Mendikbud bahwa “Kurikulum 2013 disiapkan karena masih lemahnya pendidikan karakter sehingga terlihat gersang secara sosial akibat adanya lemah etika dalam interaksi sosial. "Kalau secara sosial gersang, maka nilai-nilai kemanusiaan akan sulit tumbuh. Yang ada hanyalah kekerasan," tuturnya.

Dalam waktu yang singkat Kemendikbud menyiapkan kurikulum 2013 melalui beberapa tahap yaitu penyusunan dilingkungan internal Kemendikbud, pemaparan didepan Wakil Presiden dan Komisi X DPR RI, uji public melalui media online dan media cetak, dan penyempurnaan sekaligus penetapan kurikulum 2013

Gong penetapan kurikulum 2013 tahun ajaran 2013-2014 dilaksanakan untuk kelas I sampai dengan IV Sekolah Dasar, kelas VII SMP, dan kelas X SMA. Untuk melaksanakan kurikulum 2013 maka harus disiapkan buku kurikulum 2013 serta pelatihan terhadap Kepala Sekolah dan guru serta tenaga administrasi sekolah. Pertanyaannya sudahkan hal ini disiapkan oleh pemerintah, mengingat semakin dekatnya tahun ajaran baru 2013-2014!!!!!!!

Buku teks pada kurikulum 2013 merupakan komponen penting yang harus ada sebab ketersediaan buku sebagai bahan ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pembentuk kurikulum.

Kepala Sekolah, Guru, dan tenaga administrasi sekolah harus memiliki kesesuaian kompetensi dengan kurikulum sebagai tenaga pendidik dan tenaga Kependidikan. Dalam kurikulum 2013 minimal ada empat aspek pada guru sebagai ujung tombak pelaksanaan kuirkulum 2013 yang harus diberi perhatian khusus, yaitu kompetensi pedagogi, kompetensi akademik (keilmuan), kompetensi social, dan kompetensi manajerial atau kepemimpinan.

Guru berperan sangat penting karena guru dituntut untuk dapat mendorong peserta didik agar mampu melakukaan observasi yang lebih kritis, bertanya, bernalar, dan mampu mempresentasikan pengetahuan yang telah diterima. Berbagai karakter siswa dalam pembelajaran akan diintegrasikan misalnya: keberanian, rasa percaya diri, rasa ingin tahu, bertanggung jawab, demokratis, tekun, teliti,

disiplin, cinta tanah air, dan lain sebagainya. Dengan demikian peserta didik akan menjadi lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif. Maka tidaklah salah jika kesiapan guru untuk mengimplementasikan kurikulum 2013 sangatlah penting dan sebagai penentu keberhasilan

kurikulum 2013 ini. Guru tidak lagi sekedar cerdas dan pintar tapi juga harus peka dengan perubahan sehingga mampu menyesuaikan diri untuk semakin professional.

(3)

pelajaran baru buku sudah diterima murid, sedangkan pelatihan guru, akan dimulai pada Juni 2013, bersamaan dengan jadwal libur sekolah.

Anggaran Kurikulum 2013 adalah sebesar Rp 2,491 triliun, terdiri atas anggaran melekat sebesar Rp 1,740 triliun (69,9 persen) dan anggaran tambahan sebanyak Rp 751,4 miliar (30,1 persen). Anggaran tersebut sudah mendapat persetujuan dari Komisi X DPR RI dalam rapat kerja Komisi X DPR RI dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pada Jumat 8 Maret 2013. Anggaran melekat, bersumber dari APBN sebesar Rp 991,8 miliar dan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 748,5 miliar. Anggaran ini digunakan untuk pelatihan guru dan pengadaan buku bagi siswa dan guru. Adapun anggaran tambahan digunakan untuk penyiapan dokumen kurikulum, penulisan buku, penggandaan buku, pelatihan guru, dan monitoring dan evaluasi.

Dalam persiapan implementasi kurikulkum 2013 banyak mendapat sorotan dari pengamat dan pakar pendidikan. Persiapan kurikulum 2013 dianggap terlalu tergesa-gesa, masih mentah sehingga tidak tepat jika harus diterapkan pada tahun ajaran 2013-2014 ini. Berikut adalah salah satu kritikan tentang persiapan kurikulum 2013: "Yang terutama itu tergesa-gesa, karena proses dan hasilnya belum matang sudah harus diberlakukan, itu tergesa-gesa," kata Dekan Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Komarudin dalam Seminar Nasional dan Temu Forum Komunikasi Program Studi Pendidika Sosiologi-Antropologi Indonesia di UNJ, Rawamangun, Jakarta, Rabu (15/5/2013).

Seperti yang sudah diuraikan diatas, guru adalah ujung tombak penentu keberhasilaan pelaksanaan kurikulum 2013, tetapi sampai saat ini sebagian besar guru masih bertanya-tanya tentang kurikulum 2013. Persiapan guru merupakan hal yang sangat penting! Pengamat pendidikan dan kebudayaan Universitas Indonesia (UI), Bambang Wibawarta mengatakan, Kesuksesan untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013 tergantung pada keterampilan guru. Pasalnya, mereka mempunyai andil besar dalam menerapkan kurikulum tersebut. Mengutip hasil wawancara beliau dengan Koran sindo tentang kurikulum 2013 berikut ini "apakah kurikulum itu semuanya harus diganti, tentu harus dilihat kembali. Jangan hanya membuat, mengejar proyek baru dan jangan terlalu terburu-buru dalam mengganti kurikulum," (Sindonews Selasa 14 Mei 2013).

Sementara itu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) melalui PB PGRI Pusat Drs.Sugito,MSi menyatakan bahwa mekanisme kurikulum 2013 tidak jelas, sehingga tidak dapat

(4)

kurikulum saja belum dilaksanakan hingga saat ini meski tahun ajaran baru sebentar lagi akan dimulai.

Melihat berbagai masalah dalam menyosong kurikulum 2013, sekolah-sekolah disetiap tingkat, para guru, perserta didik, dan masyarakat umum hingga saat ini masih bertanya-tanya tentang kurikulum 2013. Sebagian kecil telah mendapatkan sosialisasi tapi sebagian besar lagi masih menunggu penjelasan apa dan bagaimana kurikulum 2013 yang sebenarnya.

Referensi

Dokumen terkait

Metode snowball-throwing merupakan salah satu modifikasi dari teknik bertanya yang menitikberatkan pada kemampuan merumuskan pertanyaan yang dikemas dalam sebuah permainan

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kelima remaja yang memiliki kakak usia dewasa awal memiliki pola sibling relationship warmth dengan hampir semua kakaknya.. Satu

UJI AKTIVITAS ANTIRADIKAL EKSTRAK ETANOL DAUN Elephantopus schaber L., Ocimum basilicum L.forma citratum Back., Graptophylum pictum Griff, dan Gynura procumbens Merr.. DENGAN

Berdasarkan hasil pengamatan pada hari ke- 1, jumlah rerata pembuluh darah yang terbentuk belum banyak, hal tersebut karena proses pembentukan pembuluh darah yang baru

Sementara itu hambatan yang datang dari luar diri kita, juga mempengaruhi keefektifan mendengar kita. Siswa akan sulit menerima pelajaran jika di luar kelas

Buah naga merah memiliki kandungan senyawa bioaktif yang beragam dan bermanfaat bagi tubuh, komponen bioaktif tersebut diantaranya adalah asam askorbat,

Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Gunungsitoli terletak di Desa Simanaere Kecamatan Gunungsitoli Idanoi merupakan terminal bahan bakar yang melayani seluruh wilayah

Responden 2 : “Saya mengajarkan sopan santun kepada anak saya dengan cara apabila saya pergi dan lewat depan orang, saya selalu permisi agar anak saya bisa mencontoh,