D
ra
ft
O
nl
y
D
ra
ft
O
D
ra
ft
O
nl
y
•
Saat ini masalah yang dihadapi oleh industri
perkebunan tebu adalah masih kurangnya
areal perkebunan dalam rangka mendukung
program swasembada gula nasional yang
ditargetkan pada 2014
•
Untuk
mencapai
swasembada
gula
diperlukan dukungan
lahan
perkebunan
tebu seluas 600 ribu
hektar.
D
ra
ft
O
nl
y
•
Dengan
diperluasnya
areal
perkebunan
tebu,
maka
produksi
tebu
diharapkan
bisa
bertambah, sehingga bisa
memenuhi
kebutuhan
gula nasional, baik untuk
konsumsi maupun untuk
kebutuhan industri.
D
ra
ft
O
nl
y
•
Untuk
mendukung
rencana
perluasan
tanaman
tebu
dalam
rangka
mencapai
swasembada
gula,
diperlukan
bibit
tebu
dengan jumlah yang cukup besar. Bila bibit
tebu dipenuhi dari bibit bagal 2-3 mata
tunas (konvensional) maka akan diperlukan
bahan tanam yang sangat besar.
D
ra
ft
O
nl
y
•
Single Bud Chips
merupakan salah satu cara
perbanyakan
bibit
tebu
dengan
menggunakan 1 (satu) mata tunas, dengan
gambaran umum sebagai berikut
1 2
3
4 5
D
ra
ft
O
nl
y
KELEBIHAN KEKURANGAN
Areal lahan untuk perbanyakan tebu lebih sedikit (efeisiensi lahan)
Memerlukan tenaga kerja yang terampil
Umur bibit siap tanaman lebih pendek (sekitar 3 bulan)
Diperlukan alat untuk mengambil mata tunas (bor budchip)
Kualitas bibit lebih tinggi (kemurnian, keseragaman, dan vigornya)
Diperlukan penyesuaian bibit dari persemaian/pembibitan sebelum ditanaman di lapangan
Persentase bibit tumbuh di lapangan lebih tinggi
Penggunaan bibit lebih efisien (karena menggunakan 1 mata tunas)
Jumlah anakan tebu lebih banyak dibanding metode konvensional Ketersediaan bibit lebih terjamin,
D
ra
ft
O
nl
y
D
ra
ft
O
nl
y
b) Persiapan Bahan dan Alat
Batang bibit tebu telah bersih (klentek)
Pot Tray tempat persemaian bibit
Drum untuk perlakuan perendaman air panas
Drum plastik untuk perlakuan pestisida
Alat bor pembuat single bud chip (1)
Alat pembuat single bud chip (2)
Alat pembuat single bud chip (3)
D
ra
ft
O
nl
y
c) Persemaian Single Bud Chips
• Single bud chips direndam
dalam air panas (Hot Water
Treatment-HWT) ± 51o C
selama 30 menit
• Selanjutnya rendam dalam
larutan insektisida selama ± 10 menit
• Diteruskan perendaman dalam
larutan ZPT selama ± 10 menit
• Single bud chips siap ditanam
D
ra
ft
O
nl
y
• Persemaian bud chips dapat dilakukan dengan
2 (dua) cara, yaitu (1) persemaian dengan
bedengan kemudian bila telah bertunas
dipindah ke pot tray, (2) persemaian langsung dalam pot tray
• Bedengan dibuat dengan
ukuran lebar 1 meter dan
panjang sesuai kebutuhan
• Bedengan diisi dengan media
tanah yang telah disterilisasi setebal ± 10 cm (± 4 cm tanah biasa yg gembur, ± 5 cm diatasnya campuran tanah atas dan kompos dan ± 1 cm
tanah penutup setelah bud
D
ra
ft
O
nl
y
• Bud chips ditanam dengan
jarak tanam 2 x 2 cm atau 3 x 3 cm dengan mata bud
chips berada di atas,
kemudian tutup dengan
tanah setebal ± 1 cm
• Lakukan penyiraman 2 kali
sehari (pagi-sore) dengan
menggunakan gembor
(pancaran air penyiraman
harus kecil/halus)
• Setelah berumur 10-15 HST
(hari setelah tanam), umunya sudah keluar tunas dengan 2 daun dan siap dipindah ke
tahap persemaian lanjutan
D
ra
ft
O
nl
y
• Isi pot tray ukuran lubang
atas 4 x 4 cm, lubang bawah 2,5 x 2,5 cm dengan tinggi 9 cm (dimensi pot tray 27,5 x 36,6 x 9 cm dengan isi 63
lubang) dengan media
campuran tanah atas,
kompos dan pasir halus
dengan perbandingan 1:1:1 atau campuran tanah atas
dan kompos dengan
perbandingan 1:1
• Masukkan bud chips yang
diambil dari bedengan
kedalam lubang pot tray,
kemudian tambahkan media
tanam sampai ke pangkal
D
ra
ft
O
nl
y
• Lakukan pemeliharaan
seperti penyiraman,
penyiangan dan pemupukan sesuai ketentuan
• Setelah bibit berumur ±
75-90 HST, dapat di pindah
atau ditanam ke lapangan dengan jarak tanam 165 x
67 cm (atau tergantung
varietas)
D
ra
ft
O
nl
y
• Isi pot tray ukuran lubang atas 4 x 4 cm,
lubang bawah 2,5 x 2,5 cm dengan tinggi 9 cm (dimensi pot tray 27,5 x 36,6 x 9 cm isi 63 lubang) dengan media campuran tanah
atas, kompos dan pasir halus dengan
perbandingan 1:1:1 atau campuran tanah atas dan kompos dengan perbandingan 1:1
• Masukkan bud chips yang diambil dari
bedengan kedalam lubang pot tray,
kemudian tambahkan media tanam sampai ke pangkal tunas
• Lakukan pemeliharaan & bibit dapat di
D
ra
ft
O
nl
y
• Isi pot tray ukuran lubang atas 4 x 4 cm,
lubang bawah 2,5 x 2,5 cm dengan tinggi 9 cm (dimensi pot tray 27,5 x 36,6 x 9 cm isi 63 lubang) dengan media campuran tanah
atas, kompos dan pasir halus dengan
perbandingan 1:1:1 atau campuran tanah atas dan kompos dengan perbandingan 1:1
• Masukkan bud chips yang diambil dari
bedengan kedalam lubang pot tray,
kemudian tambahkan media tanam sampai ke pangkal tunas
• Lakukan pemeliharaan & bibit dapat di
D
ra
ft
O
nl
y
d) Penanaman Bibit Bud Chips di Lapangan
• Bibit siap tanam (umur
± 75-90 HST dengan
tinggi ± 20-30 cm),
ujung daun dipotong
(dikupir)
• Keluarkan secara bibit
dari pot tray (tanah
jangan pecah),
kemudian tanam pada
lubang yang telah
disiapkan
• Tambahkan bahan
organik dan tutup
dengan tanah gembur
• Lakukan pemeliharaan
seperti menanam tebu pada umumnya
25 HST
1 HST
D
ra
ft
O
nl
y
Hasil Penelitian
• Tingkat perkecambahan bud chips sampai dengan 10
hari setelah saat dikecambahkan lebih tinggi bila ditempatkan pada temperatur yang rendah
• Perendaman potongan bud chips dalam larutan ZPT
dapat meningkatkan daya kecambah bud chips
• Pemakaian bibit dari bud chips dapat menekan
kematian bibit di lapangan
• Pemakaian bibit dari bud chips dapat meningkatkan