EKUITAS PEMEGANG SAHAM MODAL PERSEROAN

17  10  Download (0)

Teks penuh

(1)

EKUITAS PEMEGANG SAHAM

MODAL PERSEROAN

Makalah ini dibuat guna memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Keuangan Menengah II

Disusun Oleh:

Citra Anugrah Lifany

(15110021)

Irfan Afandi

(15110022)

Dosen:

Asriani Natong SE, M.Ak

Program Studi Ekonomi Akuntansi Perpajakan

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI

PERTIWI

(2)

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami ucapkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul EKUITAS PEMEGANG SAHAM MODAL PERSEROANguna memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Keuangan Menangah II.

Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu saya menyampaikan banyak terima kasih kepada ibu Asriani Natong SE, M.Ak selaku Pembimbing dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.

Demikian penyusun mengharapkan semoga dari makalah ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inspirasi terhadap pembaca.

Bekasi, November 2017

(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

……….

Daftar Isi

……….

BAB I Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

……….

1.2 Rumusan Masalah

……….

1.3 Tujuan Penulis

……….

BAB II Pembahasan

2.1. Penger

tian & Karakteristik Perseroan Terbatas ……….

2.2. Sumbe

r Modal Perseroan ..………..…...

2.3. Kompo

nen Utama dari Ekuitas Pemegang Saham …..………

2.4.

(4)

2.5. Kewa jiban-kewajiban Pemegang Saham ……...……….……….…….

2.6. Penggo

longan Saham dalam Perseroan Terbatas ...……..….…………..

2.7. Prosed

ur Akuntansi dalam Penerbitan Saham …..……….…………

2.8. Saham

Tresuri ………..

2.9. Pencat

atan Penarikan Kembali Saham ………

BAB III Penutup

3.1. Kesimp

ulan ……….

Daftar Pustaka

(5)

BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Perseroan adalah badan hukum yang dapat memiliki harta kekayaan, menandatangani perjanjian, mengadakan utang piutang, dan hak serta kewajiban seperti orang – orang pribadi. Perseroan mempunyai dua macam perseroan terbuka dan tertutup. Dalam pendirian perseroan haruslah memiliki modal dan saham, agar memperoleh keuntungan bersama (dividen) antar pemegang saham.

Dalam makalah yang kami susun, disini kami menjelaskan tentang pengertian perseroan, ekuitas pemegang saham dan akuntansi untuk deviden.

2. Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas rumusan masalah dari tema yang kami ambil adalah bagaimana cara pendirian perseroan dengan baik dan sesuai dengan prosedur yang ada.

3. Tujuan Penulis

(6)

BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian dan Karakteristik Perseroan Terbatas

Perseroan Terbatas merupakan suatu badan usaha yang berbentuk badan hukum yang modalnya terbagi atas saham-saham dimana setiap pemegang saham/pemilik (Persero) hanya bertanggung jawab kepada perusahaan secara terbatas sebanyak nilai saham yang dikuasainya.

Perseroan adalah sebuah badan hukum, yang dibedakan dan perpisahan dari individu– individu yang mendirikan dan menjalankan organisasi tersebut. Sebagai badan hukum, perseroan harus tunduk terhadap ketentuan-ketentuan yang berlaku dimana perusahaan tersebut didirikan, termasuk ketentuan untuk membayar pajak atas laba yang dihasilkan organisasi.

2. Sumber Modal Perseroan Terbatas

Modal pemilik dalam perseroan dinamakan modal pemegang saham (stockholder’s equity). Dalam neraca perseroan, bagian modal pemegang saham akan dilaporkan secara terperinci jumlah dari masing-masing dua sumber utama modal. Berikut ini merupakan dua sumber modal perseroan :

1) Modal disetor (paid-in capital)

Modal disetor atau disebut juga modal dikontribusi adalah keseluruhan jumlah kas dan aktiva lainnya yang disetorkan oleh pemegang saham ke dalam perseroan untuk dipertukarkan dengan saham. Jadi, pemegang saham dapat menyetor dalam bentuk uang tunai maupun dalam bentuk harta non kas ke dalam perusahaan dan saham yang diterbitkan oleh perusahaan dapat berupa saham biasa (common stock) dan saham istimewa (Preffered stock).

2) Laba ditahan

(7)

ditahan yang akan ditinggalkan dari laba perseroan akan ditentukan dalam rapat umum pemegang saham.

3. Komponen Utama dari Ekuitas Pemegang Saham

Neraca suatu perseroan akan melaporkan aktiva dan kewajiban dengan cara yang sama dengan perusahaan perseorangan dan persekutuan. Namun demikian bagian modal dalam perseroan, yang disebut dengan ekuitas pemegang saham, dilaporkan dengan cara yang berbeda.

1) Modal Disetor (paid in capital)

Modal disetor berisi jumlah setoran modal oleh pemegang saham yang dinyatakan dalam nilai nominal saham yang ditertibkan, termasuk deviden saham yang akan dibagikan (stock dividen distributable) dan pesanan saham yang dipesan (stock subcribed). Saham yang ditertibkan dapat berupa saham yang ditertibkan dapat berupa saham biasa (common stock) maupun saham prioritas ( preferen stock).

2) Tambahan Modal Disetor

Tambahan modal (PIC) disetor dapat berasal dari agio/disagio penjualan saham (PIC in excess of par), penjualan saham tresuri (PIC from treasury stock), maupun transaksi lain terkait saham seperti dari hak konversi. Agio adalah kelebihan nilai jual bersih (proceeds) dari pada nilai nominal (par value), sedangkan disagio adalah sebaliknya namun for your information, tidak semua saham memiliki nilai nominal. Pada kondisi ini nilai nominal digantikan dengan nilai yang ditetapkan (stated value). Apabila tidak ditetapkan nilai, saham tanpa nilai yang dijual dicatat sebesar nilai proceeds.

3) Saldo Laba (Retained Earnings (R/S))

Saldo Laba adalah akumulasi laba yang masih belum dibagikan kepada pemegang saham dari periode ke periode. Laba bersih perusahaan periode berjalan langsung menambahkan saldo laba periode sebelumnya dan berkurangnya apabila ada deviden. Atau kita rumukan sebagai berikut:

Ending R/E = beginning R/E + net income – devidende

(8)

defisit namun memiliki aktiva yang dapat direvaluasi dengan niali pasar saat ini, akan melakukan tersebut sehingga defisitnya menjadi nol. Kebijakan ini disebut kuasi reorganisasi (quasi reorganization).

4. Hak-hak Pemegang Saham

Saham merupakan tanda ikutnya seseorang atau perusahaan dalam ikut memiliki kekuasaan atas perseroan terbatas. Sebagai pemilik atau pemegang saham atau persero mempunyai hak-hak sebagai berikut :

1) Hak suara

Hak untuk berpartisipasi dalam pengelolaan melalui pemberian suara atas perkara yang diajukan pada pemegang saham. Hak ini merupakan satu-satunya hak pemegang saham untuk “bersuara” dalam pengelolaan perseroan. Setiap saham yang dikeluarkan mempunyai satu hak suara.

2) Dividen

Hak untuk menerima bagian yang layak dari dividen yang dibagikan. Tiap saham dalam kategori tertentu akan menerima jumlah dividen yang sama.

3) Likuidasi

Hak untuk menerima bagian yang sesuai (berdasarkan jumlah saham yang dimiliki) atas aktiva yang tersisa, setelah perseroan membayar semua hutangnya pada saat likuidasi.

4) Prioritas

(9)

5. Kewajiban-kewajiban Pemegang Saham

Berdasarkan UU No. 40 tahun 2007, tanggung jawab pemegang saham yang terbatas sebesar nilai nominal saham akan berlaku efektif pada saat perseroan terbatas efektif menjadi suatu badan hukum. Prosesnya adalah :

1) Pembuatan akta pendirian (pasal 7 ayat 1) 2) Pengesahan oleh menteri (pasal 10 ayat 6) 3) Status badan hukum efektif (pasal 7 ayat 2)

4) Pendaftaran dalam daftar perusahaan (pasal 29); dan 5) Pengumuman pada tambahan berita negara (pasal 30)

Oleh karena badan hukum perseroan terpisah dari pemilik, pemasok (supplier) hanya berhak menuntut aset perusahaan sebagai pelunasan hutang dagang perusahaan. Pemasok tidak berhak menuntut harta pribadi pemegang saham, begitupula kreditor lain, kecuali yang bersangkutan menyertakan jaminan pribadi atau kecurangan atau pelanggaran hukum dalam kontrak perjanjian pinjaman uang. Kewajiban (tanggung jawab) pemegang saham hanya terbatas atas investasi mereka pada peseroan. Inilah yang menjadi perbedaan yang paling dasar antara Perseroan Terbatas dengan Firma dan Perseorangan. Dalam kaitannya dengan kebangkrutan atau likuidasi, kerugian pemegang saham sebatas kerugian investasi mereka pada perusahaan.

6. Penggolongan Saham dalam Perseroan Terbatas

Saham yang diterbitkan oleh perseroan akan mempunyai nilai nominal yang tercantum dalam lembar saham (shares of stock) yang akan ditempatkan atau dijual kepada calon pemegang saham. Saham tersebut ada dua jenis yaitu :

1) Saham Biasa (common stock)

(10)

satu jenis saham biasa saja, maka hak para persero untuk setiap lembar mendapatkan hak yang sama.

Investor yang membeli saham biasa akan mengambil risiko yang paling besar dalam perseroan. Perseroan tidak pernah berjanji untuk membayar mereka. Jika perseroan tersebut berhasil maka perseroan tersebut akan membayar deviden pada pemegang saham, tapi bila laba bersih dan kas yang dimiliki perseroan terlalu rendah, maka pemegang saham dapat saja tidak memperoleh deviden.

2) Saham Preferen

Saham preferen merupakan salah satu jenis saham yang dikeluarkan oleh perusahaan selain dari saham biasa. Pada saham preferen, perusahaan memberikan hak prioritas untuk mendapatkan deviden terlebih dahulu daripada saham biasa kepada para pemegangnya. Jadi, apabila perusahaan mendapatkan laba atau deviden pada periode tertentu, maka pemegang saham preferen akan diberikan deviden terlebih dahulu daripada saham biasa. Berikut karakteristik dari saham preferen :

1) Memiliki prioritas untuk mendapatkan terlebih dahulu dalam pembagian deviden 2) Jumlah Deviden yang diterima selalu sama

3) Mendapatkan risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan pemegang saham biasa 4) Saham preferen memiliki sifat campuran antara saham biasa dan hutang jangka panjang 5) Deviden yang diberikan biasanya dinyatakan dalam satuan unit moneter atau sebesar

prosentasi tertentu dari nilai pari

7. Prosedur Akuntansi dalam Penerbitan Saham

Perusahaan-perusahaan besar memerlukan jumlah uang yang sangat besar untuk melakukan kegiatan operasi perusahaan. Mereka tidak dapat berharap untuk membiayai seluruh operasi mereka dari hasil pinjaman. Mereka memerlukan modal yang akan di dapatkan dengan cara mengeluarkan saham atau menerbitkan saham. Anggaran dasar yang terdapat dalam akte pendirian perseroan menyebutkan jumlah saham yang dapat dikeluarkan perseroan tersebut.

(11)

1) Dijual atau ditempatkan sama dengan nilai nominal. Penjualan saham dengan harga ini sering disebut dengan penempatan dengan harga pari.

2) Dijual diatas harga nominal. Penempatan saham dengan harga ini akan menimbulkan keuntungan kepada perusahaan dalam bentuk Agio saham atau Premium.

3) Dijual dengan harga dibawah nilai nominal. Penempatan saham dengan harga ini akan menimbulkan kerugian kepada perusahaan yang disebut dengan Disagio saham atau Discount.

8. Saham Tresuri

Saham treasuri atau saham yang diperoleh kembali adalah saham perusahaan yang sudah diterbitkan dan beredar, kemudian dibeli kembali oleh perusahaan. Perusahaan dapat membeli saham dengan berbagai alasan, diantaranya :

1) Diberikan sebagai bonus kepada pejabat dan karyawan perusahaan

2) Meningkatkan volume perdagangan saham dibursa efek dengan harapan dapat mendongkrak harga pasar

3) Memperoleh tambahan saham yang akan dipergunakan dalam rangka akuisisi perusahaan lain

4) Mengurangi jumlah lembar saham yang beredar, yang pada akhirnya akan memperbesar laba per lembar saham.

9. Pencatatan Penarikan Kembali Saham

(12)

1) Contoh penempatan/penjualan saham biasa milik sendiri sebesar sama dengan nilai nominal

Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar saham biasa dengan harga per lembar atau Nilai nominal sebesar Rp10.000. Pada tanggal 25 Juni 2011 dijual tunai 20.000 lembar saham biasa kepada Bp. Falian dengan harga seluruhnya Rp200.000.000

Jurnal :

25 Juni 2011 Cash Rp 200.000.000

Common Stock Rp 200.000.000

Perhitungan:

Nilai Nominal 20.000 lb x Rp10.000 = Rp 200.000.000

2) Contoh penempatan/penjualan saham biasa milik sendiri sebesar dibawah nilai nominal

Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar saham biasa dengan harga per lembar atau nilai nominal sebesar Rp10.000. Pada tanggal 26 Juni 2011 dijual tunai 10.000 lembar saham biasa kepada Bp. Adit dengan harga seluruhnya Rp90.000.000

Jurnal :

26 Juni 2011 Cash Rp 90.000.000 Discount on common Stock Rp 10.000.000

Common Stock Rp 100.000.000

Perhitungan :

Nilai Nominal sebenarnya 10.000 lb x Rp10.000 = Rp 100.000.000 Harga jual... = Rp 90.000.000 Rugi... = Rp 10.000.000

3) Contoh Penempatan/penjualan saham biasa milik sendiri sebesar diatas nilai nominal

Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar saham biasa dengan harga per lembar atau nilai nominal sebesar Rp10.000. Pada tanggal 27 Juni 2011 dijual tunai 40.000 lembar saham biasa dengan harga perlembarnya Rp12.000 jadi seluruhnya Rp480.000.000

Jurnal :

25 Juni 2011 Cash Rp 480.000.000

(13)

Common Stock Rp 400.000.000

Perhitungan :

Nilai Nominal sebenarnya 40.000 lb x Rp10.000 = Rp 400.000.000 Harga jual... = Rp 480.000.000 Laba... = Rp 80.000.000

4) Contoh Penempatan/penjualan saham preferen sebesar dibawah nilai nominal

Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar saham preferen dengan harga per lembar atau nilai nominal sebesar Rp20.000. Pada tanggal 28 Juni 2011 dijual tunai 10.000 lembar saham preferen dengan harga perlembar Rp18.000.

Jurnal :

28 Juni 2011 Cash Rp 180.000.000 Discount on common Stock Rp 20.000.000

Common Stock Rp 200.000.000

Perhitungan :

Nilai Nominal sebenarnya 10.000 lb x Rp20.000 = Rp 200.000.000 Harga jual... = Rp 120.000.000 Rugi... = Rp 80.000.000

5) Contoh Penempatan/penjualan saham preferen sebesar diatas nilai nominal

Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar saham preferen dengan harga per lembar atau nilai nominal sebesar Rp20.000. Pada tanggal 29 Juni 2011 dijual tunai 20.000 lembar saham preferen dengan harga perlembarnya Rp22.000.

Jurnal :

29 Juni 2011 Cash Rp 440.000.000

Premium on common Stock Rp 40.000.000 Common Stock Rp 400.000.000

Perhitungan :

(14)

6) Contoh mengeluarkan saham biasa untuk Aktiva selain kas

Misal PT Hasbi Kencana menerbitkan 100.000 lembar saham biasa dengan harga per lembar atau nilai nominal sebesar Rp10.000. pada tanggal 30 Juni 2011 Bp. Doni menukarkan 10.000 lembar saham biasa dengan peralatan senilai Rp5.000.000 dan tanah senilai Rp120.000.000, maka jurnal yang dicatat oleh perusahaan sebagai berikut :

30 Juni 2011 Peralatan Rp 5.000.000 Tanah Rp 120.000.000

Agio saham biasa Rp 25.000.000 Saham biasa Rp 100.000.000

Perhitungan :

Saham biasa yang seharusnya 10.000lb x Rp10.000 = Rp 100.000.000 Peralatan... = Rp 5.000.000 Tanah... = Rp 120.000.000 Laba... = Rp 25.000.000

7) Contoh penempatan/penjualan saham biasa tanpa nilai nominal

Misal PT Kesempurnaan pada tanggal 16 Juli 2011 dijual tunai 20.000 lembar saham biasa tidak bernilai nominal dengan harga seluruhnya Rp220.000.000

Pencatatan yang dilakukan oleh PT Kesempurnaan :

16 Juli 2011 Cash Rp220.000.000

Common stock Rp220.000.000

8) Contoh penempatan/penjualan saham melalui pemesanan

Perseroan juga dapat menjual langsung kepada investor atau pihak lain sesuai dengan rencana penerbitan saham, dan penerbitan saham yang dilakukan oleh perusahaan dapat juga diterbitkan melalui sistem pemesanan.

Misal PT Kesempurnaan melakukan penerbitan saham melalui sistem pemesanan. Transaksi yang terjadi atas pemesanan tersebut antara lain;

(15)

Jurnal :

1 Maret 2011 Piutang pesanan saham Rp 210.000

Saham biasa yang dipesan Rp 200.000 Agio saham biasA Rp 10.000

Perhitungan :

Piutang pesanan saham………....10.000 lb x Rp 21,- = Rp 210.000 Saham biasa yang dipesan (sebenarnya) 10.000 lb x Rp 20,- = Rp 200.000 Agio saham……… Rp210.000-Rp200.000 = Rp 10.000

Pada saat membayar 40% dimuka

1 Maret 2011 Kas Rp 84.000

Piutang pesanan saham Rp 84.000

Perhitungan :

Kas = 40% x Rp 210.000 = Rp 84.000

Pada tanggal 1 Juli 2011 diterima pembayaran terakhir 60% dari harga pesanan dan menerbitkan sertifikat saham biasa, maka jurnalnya

1 Juli 2011 Kas Rp126.000

Piutang pesanan saham Rp 126.000

Perhitungan :

Kas = 60% x Rp 210.000 = Rp 126.000

Pada saat diterbitkan sertifikat saham

1 Juli 2011 Saham biasa yang dipesan Rp 200.000

(16)

BAB III

PENUTUP

1. Kesimpulan

Perseroan adalah badan hukum yang dapat memiliki harta kekayaan, menandatangani perjanjian, mengadakan utang piutang, dan hak serta kewajiban seperti orang – orang pribadi. Perseroan mempunyai dua macam perseroan terbuka dan tertutup. Dalam pendirian perseroan haruslah memiliki modal dan saham, agar memperoleh keuntungan bersama (dividen) antar pemegang saham. Modal pemilik dalam perseroan dinamakan modal pemegang saham (stockholder’s equity). Saham merupakan tanda ikutnya seseorang atau perusahaan dalam ikut memiliki kekuasaan atas perseroan terbatas.

(17)

Daftar Pustaka

http://virasyafirahmah.blogspot.co.id/2016/04/ekuitas-pemegang-saham-modal-perseroan.html

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...