• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengenalan Bahan Pakan Secara Makroskopi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengenalan Bahan Pakan Secara Makroskopi"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat diberikan kepada ternak

(baik berupa bahan organik maupun anorganik) yang sebagian dapat dicerna tanpa

mengganggu kesehatan ternak.syarat bahan dikatakan bahan pakan karena bahan

tersebut mengandung kalori, karbihidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Bahan pakan terdiri dari bahan organik dan anorganik. Bahan organik yang

terkandung dalam bahan pakan, protein, lemak, serat kasar, bahan ekstrak tanpa

nitrogen, sedang bahan anorganik seperti kalsium, fosfor, magnesium, kalium,

natrium. Kandungan bahan organik ini dapat diketahui dengan melakukan analisis

proximat dan analisis terhadap vitamin dan mineral untuk masing - masing

komponen vitamin dan mineral yang terkandung didalam bahan yang dilakukan di

laboratorium dengan teknik dan alat yang spesifik.

Keterbatasan pakan dan ketidakpastian tatalaksana pakan merupakan salah

satu faktor kelemahan sistem produksi peternakan, hal ini dapat diatasi bila

potensi pertanian maupun limbahnya ikut dipertimbangkan dalam usaha

peternakan.Asalkan kita tahu secara tepat nilai guna, daya guna, teknologi

pengolahan dan sistem pengolahan yang tepat agar lebih bermanfaat.

Secara garis besar bahan pakan dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu

bahan pakan asal tumbuhan (nabati) dan bahan pakan asal hewan (hewani).Bahan

pakan nabati adalah bahan pakan yang berasal dari tanaman. Bahan pakan hewani

(2)

ini memiliki karakteristik yang berbeda sehingga memerlukan penanganan dan

pengolahan yang berbeda pula.

I.2 Tujuan dan Kegunaan

Tujuan dari praktikum ilmu bahan pakan mengenai pengenalan bahan

pakan secara makroskopis adalah untuk memberikan gambaran dan pemahaman

mengenai jenis - jenis bahan pakan secara makroskopis yang dapat diberikan

kepada ternak.

Kegunaan dari praktikum ilmu bahan pakan mengenai pengenalan bahan

pakan secara makroskopis adalah agar praktikan dapat mengetahui jenis - jenis

bahan pakan secara makroskopis dan dapat mengelompokkannya berdasarkan

(3)

BAB II

TINJAUAN UMUM

2.1. Bahan Pakan Secara Umum

Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan dan dapat dicerna

sebagian atau seluruhnya tanpa mengganggu kesehatan ternak yang memakannya.

Agar ternak peliharaan tumbuh sehat dan kuat, sangat diperlukan pemberian

pakan. Pakan memiliki peranan penting bagi ternak, baik untuk pertumbuhan

ternak muda maupun untuk mempertahankan hidup dan menghasilkan produk

(susu, anak, daging) serta tenaga bagi ternak dewasa. Fungsi lain dari pakan

adalah untuk memelihara daya tahan tubuh dan kesehatan. Agar ternak tumbuh

sesuai dengan yang diharapkan, jenis pakan yang diberikan pada ternak harus

bermutu baik dan dalam jumlah cukup (Hadi, 2002).

Menurut Dwi Ningrum(2007), ada beberapa jenis-jenis makanan ternak

yang ada diantaranya:

1. Hijauan Segar

Hijauan segar adalah semua bahan pakan yang diberikan kepada ternak

dalam bentuk segar, baik yang dipotong terlebih dahulu (oleh manusia) maupun

yang tidak (disengut langsung oleh ternak). Hijauan segar umumnya terdiri atas

daun-daunan yang berasal dari rumput-rumputan, tanaman biji-bijian/ jenis

kacang-kacangan. Rumput-rumputan merupakan hijauan segar yang sangat

disukai ternak, mudah diperoleh karena memiliki kemampuan tumbuh tinggi,

terutama di daerah tropis meskipun sering dipotong/disengut langsung oleh ternak

(4)

mengandung karbohidrat dalam bentuk gula sederhana yang sangat berperan

dalam menghasilkan energi.

2. Konsentrat (pakan penguat)

Contoh: dedak padi, jagung giling, bungkil kelapa, garam dan mineral.

Dari beberapa jenis makanan ternak diatas dapat diperoleh nutrisi dan

manfaatnya bagi ternak itu sendiri.

- Sumber Energi

Termasuk dalam golongan ini adalah semua bahan pakan ternak yang

kandungan protein kasarnya yang kurang dari dengan konsentrasi serat kasar di

yang rendah. Berdasarkan jenisnya, bahan pakan sumber energi dibedakan

menjadi empat kelompok, yaitu:

1. Kelompok biji-bijian (jagung, tepung kedelai, dedak kasar, separator, tepung

jagung);

2. Kelompok hasil sampingan serealia (ampas air tebu, minyak ikan lemuruh);

3. Kelompok umbi (ketela rambat, ketela pohon dan hasil sampingannya);

4. Kelompok hijauan yang terdiri dari beberapa macam rumput (rumput gajah,

rumput benggala dan rumput setaria).

- Sumber Protein

Golongan bahan pakan ini meliputi semua bahan pakan ternak yang

mempunyai kandungan protein minimal 20% (berasal dari hewan/tanaman).

Golongan ini dibedakan menjadi 3 kelompok:

1. Kelompok hijauan sebagai sisa hasil pertanian yang terdiri atas jenis

daun-daunan sebagai hasil sampingan (daun nangka, daun pisang, daun ketela

(5)

2. Kelompok hijauan yang sengaja ditanam, misalnya lamtoro, turi kaliandra,

gamal dan sentero;

3. Kelompok bahan yang dihasilkan dari hewan (tepung ikan, tepung tulang

dan sebagainya).

- Sumber Vitamin dan Mineral

Hampir semua bahan pakan ternak, baik yang berasal dari tanaman

maupun hewan, mengandung beberapa vitamin dan mineral dengan konsentrasi

sangat bervariasi tergantung pada tingkat pemanenan, umur, pengolahan,

penyimpanan, jenis dan bagian-bagiannya (biji, daun dan batang). Disamping itu

beberapa perlakuan seperti pemanasan, oksidasi dan penyimpanan terhadap bahan

pakan akan mempengaruhi konsentrasi kandungan vitamin dan mineralnya.

misalnya Tepung batu (lime stone), kapur, UREA dan beberapa mineral lainnya.

2.2. Kandungan nutrisi bahan pakan

Zat nutrisi adalah zat-zat gizi di dalam bahan pakan yang sangat

diperlukan untuk hidup ternak meliputi protein, karbohidrat, lemak, mineral,

(6)

Bahan pakan adalah segala sesuatu yang dapat dimakan dan dapat dicerna

sebagian atau seluruhnya tanpa mengganggu kesehatan ternak yang

memakannya.Bahan pakan terdiri dari 2 kelompok, yaitu bahan pakan asal

tanaman dan asal non tanaman (ternak atau ikan). Berdasarkan sifat fisik dan

kimianya dibedakan menjadi : Hijauan kering, jerami, tanaman padangan rumput,

silage dan haylage; hijauan segar; sumber energi; sumber protein; suplemen

vitamin, mineral; aditif dan non aditif. Kualitas suatu bahan pakan ditentukan oleh

kandungan zat nutrien atau komposisi kimianya, serta tinggi rendahnya zat

anti-nutrisi yang terkandung di dalam bahan pakan (Hadi, 2002).

2.3. Penggolongan Bahan Pakan Berdasarkan Spesifikasinya

Pakan adalah suatu bahan pakan atau campuran bahan pakan yang

dimakan hewan atau ternak serta mengandung energi, protein, dan nutrien lainnya

yang dibutuhkan oleh hewan atau ternak lainnya.Spesifikasi bahan pakan terdiri

dari beberapa yaitu bahan pakan khusus misalnya molasses dan ragi yang berguna

sebagai perekat.Bahan pakan leguminosa seperti centro dan calopo.Bahan pakan

hewani seperti tepung ikan, bahan pakan biji-bijian seperti jagung, bahan pakan

hasil sampingan biji-bijian seperti bungkil dan bahan pakan dari hasil sampingan

biji-bijan berupa minyak seperti minyak kedelai (Puslitbangnak, 2011).

2.4. Klasifikasi Berdasarkan Nomenklatur Internasional

Nomenklatur internasional merupakan pemberian nama pada tumbuhan.

Nomenklatur internasional membagi bahan pakan menjadi 8 kelas, yaitu:

(7)

Kelas bahan pakan ini yaitu semua jenis hay, jerami kering, dry fodder, dry

stover, dan semua jenis bahan makanan kering yang berisi 18% atau lebih

serat.

b. Hijauan Segar (green forager, pasture)

Bahan pakan yang termasuk dalam kelas ini yaitu semua tanaman yang di

berikan secara segar sebagai hijauan. Contoh, rumput/hijauan segar lainnya

yang baru di potong, padang rumput, dan sebagainya.

c. Silase ( silage)

Bahan pakan pada kelas ini yaitu semua bahan pakan yang dipotong dan

dicacah dan difermentasikan.

d. Sumber energi

Bahan pakan pada kelas ini yaitu semua biji bijian hasil ikutannya, buah

-buahan dan umbi - umbian. Contoh, Butiran (jagung, sorgum,, kedele dan

kacang), umbi - umbian (ketela pohon, ketela rambat).

e. Sumber protein

Bahan pakan yang mengandung protein 20% atau lebih dan dapat berasal dari

tanaman, hewan, ikan dan susu. Contoh, tepung ikan, tepung daging, susu,

kacang tanah, kedelai, bungkil kelapa, dan sebagainnya.

f. Sumber mineral

Contoh, tepung tulang, kerang, kapur, dan dicalsium phosphate.

g. Sumber vitamin

Contoh, buah - buahan, tauge, hijauan kacang - kacangan.

(8)

Bahan yang perlu di tambahkan dalam jumlah relatif sedikit yang kadangkala

diperlukan untuk melengkapi rangsum yang disusun. Contoh, penambahan

antibiotika, aroma, asam amino, zat warna, asam organic dan vit-mineral.

2.5. Penggolongan Bahan Pakan Berdasarkan Asalnya

Menurut asalnya, bahan pakan asal nabati misalnya hijauan pakan

(Forages) hijauan pakan ini dikenal pula dengan istilah hijauan makanan ternak

(HMT) Contohnya: Rumput Rumput-rumputan :rumput gajah,teki, ilalang dll),

leguminosa contoh kalopo, centro, serta hijauan lain selain rumput dan legume

nangka, ketelapohon) Jerami atau sisa tanaman pertanian. Bebijian (Co: Jagung,

shorgum, gandum,padi) Umbi (ketela pohon, rambat, kentang)Hasil sisa ato hasil

sampingan industri pertanian(bungil, bekatul, onggok, tetes). Bahan pakan asal

Hewan : Tepung daging, tepung tulang, tepung darah, tepung susu, tepung telur

Bahan Pakan asal ikan : Tepung ikan, tepung kepala udang dan lain-lain (Priyono,

2008).

membagi bahan pakan berdasarkan asalnya menjadi dua golongan yaitu

bahan pakan asal hewan contoh tepung limbah katak, tepung bekicot, tepung

jangkrik, tepung bulu, tepung ikan dan lain-lain. Dan bahan pakan asal nabati

misalnya bungkil kelapa, rumput-rumputan, kacang-kacangan dan lain

(Budiman,1994).

Selain bahan pakan yang berasal dari hewani dan bahan pakan dari asal

nabati masih terdapat bahan pakan yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit.Bahan

(9)

adalah urea dan sulfur. Bahan pakan ini dibutuhkan oleh ternak sebagai feed aditif

dan ada juga sebagai sumber mineral (Anggorodi, 1995).

2.6. Penggolongan Bahan Pakan Berdasarkan Bentuknya

Egarusiani (2009) membagi bahan pakan menurut bentuk fisiknya

dibedakan menjadi 3 juga yaitu:

1. Bentuk butiran(Co: jagung ,shorgum.

2. Bentuk Tepung(co: dedak, bekatu, tepung ikan,dll),

3. Bentuk cair(Co: minyak ikan dan minyak kedelai).

Menurut bentuk fisiknya dibedakan menjadi tiga yaitu bentuk butiran

contoh jagung dan shorgum, bentuk tepung misalnya dedak, bekatul, tepung ikan

dan lain, serta bentuk cair yakni minyak ikan, minyak kedelai dan

lain-lainBudiman (1994).

2.7. Penggolongan Bahan Pakan Berdasarkan Sumbernya

Ada beberapa bahan pakan berdasarkan sumbernya dan ini berkaitan

dengan kandungan gizinya apakah termasuk sumber energi seperti dedak dan ubi

kayu, sumber protein ada dua yaitu dari tanaman seperti bungkil kelapa dan

kedelai dan dari hewani seperti tepung darah dan tepung bulu. Selanjutnya sumber

mineral seperti tepung tulang, kapur dan garam, sumber vitamin seperti minyak

ikan dan juga sebagai imbuhan pakan seperti antibiotika, hormon dan enzim

(10)

2.8. Teknologi Pengolahan Bahan Pakan

Pakan yang dihasilkan merupakan pakan berkualitas yang tidak sekaligus

digunakan oleh peternak.Untuk itu perlu disediakan tempat penyimpanan agar

pakan tersebut tidak terkontaminasi yang dapat menurunkan tingkat kandungan

gizinya. Penyimpanan adalah salah satu bentuk tindakan pengamanan yang selalu

terkait dengan waktu yang bertujuan untuk mempertahankan dan menjaga

komoditi yang disimpan dengan cara menghindari dan menghilangkan berbagai

faktor yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas komoditi tersebut.

Penyimpanan pakan sebaiknya tidak dicampur dengan barang lainnya untuk

menghindari pencemaran pakan.Pengeluaran pakan dari tempat penyimpanan

pakan agar diatur sedemikian rupa sehingga pakan tidak terlalu lama di

penyimpanan. Penyimpanan pakan yang terlalu lama akan menurunkan kualitas

dari pakan tersebut. Sistem penyimpanan pakan menggunakan sistem FIFO (First

in first out) artinya pakan yang pertama masuk adalah yang pertama keluar

(Rahmitadewi, 2012).

Menurut Dwi Ningrum (2007), faktor -faktor yang mempengaruhi

penyimpanan pakan adalah tipe atau jenis pakan, periode atau lama penyimpanan,

metode penyimpanan, temperatur, kandungan air, kelembaban udara dan

komposisi zat-zat makanan.Ada empat tipe kerusakan bahan pakan/pakan yang

disimpan pada kondisi yang buruk, yaitu :

1. Kerusakan fisik dan mekanik, yaitu kerusakan yang terjadi jika bahan tidak

ditangani secara hati-hati waktu kegiatan panen, transportasi, pengolahan dan

(11)

2. Kerusakan kimiawi, yaitu meliputi kerusakan bahan akibat reaksi kimia atau

reaksi pencoklatan non enzimatik yang merusak partikel karbohidrat,

penurunan kandungan vitamin dan asam nukleat.

3. Kerusakan enzimatik, yaitu terjadi akibat kerja beberapa enzim seperti

protease, amilase dan lipase, misalnya : pemecahan molekul lemak menjadi

asam lemak bebas dan glyserol oleh enzim lipolitik dan aktivitas enzim

proteolitik memecah protein menjadi polipeptida dan asam amino.

4. Kerusakan biologis, terjadi akibat serangan serangga, binatang pengerat,

burung, mikroorganisme selama penyimpanan. Kerusakan bahan pakan/pakan

dalam penyimpanan ditentukan oleh interaksi yang kompleks antara kondisi

bahan pakan/pakan, kondisi lingkungan dan organisme (mikroorganisme,

serangga dan rodentia) perusak kualitas bahan pakan/pakan. Kerugian yang

ditimbulkan selama penyimpanan adalah kehilangan berat, penurunan kualitas,

(12)

BAB III

MATERI DAN METODE PENELITIAN

3.1. Materi Praktikum

Alat yang digunakan pada praktikum Bahan Pakan mengenai pengenalan

bahan pakan secara makroskopis yaitu kamera.

Bahan yang digunakan pada praktikum Bahan Pakan mengenai

Pengenalan Bahan Pakan Secara Makroskopis yaitu tepung tapioka, premix,

ampas tahu, jagung giling, jerami padi, turi, daun papaya, dan alang-alang.

3.2. Metode Praktikum

Metode praktikum ilmu bahan pakan mengenai pengenalan bahan pakan

secara makroskopis yaitu tiap-tiap bahan pakan diletakkan diatas meja, kemudian

praktikan melakukan pengamatan secara makroskopis serta mengamati dan

mencatat ciri - ciri dari masing - masing baahan pakan, mengamati, bau, warna,

dan mengambil gambarnya lalu mengelompokkan bahan pakan tersebut

(13)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Bahan Pakan Berdasarkan Warna dan Bau

Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil sebagai

berikut :

Tabel 1. Hasil Pengamatan Bahan Pakan Berdasarkan Warna dan Bau

NO. Bahan Pakan Warna Bau

8. Alang – alang Hijau Khas

Sumber : Data Hasil Praktikum Pengenalan Bahan Pakan Secara Makroskopis, 2014

Berdasarkan Tabel 1. Bahan pakan berdasarkan warnadan baunya. Bahan

pakan menurut bau yaitu bau khas dan bau tengik, yang termasuk bau khas yaitu

tepung tapioka, premix, jagung giling, jerami padi, turi, daun papaya dan alang

-alangsedangkan bau tengik yaitu ampas tahu. Hal ini sesuai dengan pendapat

Murtidjo (1987), yang menyatakan bahwa bahan pakan menurut baunya khas dan

tengik. Dimana pakan yang teksturnya kasar biasanya diberikan kepada ternak

unggas seperti jagung sedangkan yang teksturnya halus biasanya digunakan untuk

(14)

4.2. Bahan pakan berdasarkan bentuknya

Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan, diperoleh hasil sebagai

berikut :

Tabel 2. Hasil Pengamatan Bahan Pakan Berdasarkan Bentuknya. No

8. Alang – alang Panjang/ daun

Sumber : Data Hasil Praktikum Pengenalan Bahan Pakan Secara Makroskopis, 2014

Berdasarkan Tabel 2. Bahan pakan berdasarkan bentuknya terdiri atas

beberapa kategori yakni butiran termasuk biji batu, jagung, tepung tulang, cair.

Bahan pakan tepung terdiri atas tepung tapioka, dan premix. Bentuk cair yaitu

ampas tahu. Bentuk butiran yaitu jagung giling. Hal ini sesuai dengan pendapat

Murtidjo (1987), yang menyatakan bahwa bahan pakan berdasarkan bentuknya

terbagi atas beberapa bagian yakni butiran, tepungdan cair.. Alasan dibentuknya

ransum adalah wujud butiran tersebut dimana dilihat dari kegemaran ayam pada

tepung komplit pasti ada bagian yang tertumpah. Bagian yang tertumpah adalah

pemborosan dalam usaha peternakan. Ransum yang berbentuk pellet ini juga

berasal dari tepung komplit, asal mulanya juga sama yaitu tepung komplit.

(15)

untuk ayam ayam broiler dan untuk semua umur. Bentuk butiran pecah

menghasilkan ayam dengan berat badan lebih besar.

4.3. Bahan Pakan Berdasarkan Asalnya

Berdasarkan hasil praktikum mengenai Pengenalan Bahan Pakan Secara

Makroskopis, maka diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 3. Hasil Pengamatan Bahan Pakan Berdasarkan Asalnya

NO. Bahan Pakan Asalnya

asalnya dibagi atas tiga kelompok, yakni bahan pakan yang berasal dari tanaman

atau nabati antara lain :ampas tahu, jagung giling, jerami padi, turi, daun pepaya,

dan alang-alang dan tepung tapioka. Hal ini sesuai dengan pendapat Murtidjo

(1987), yang menyatakan bahwa bahan baku pakan ternak berdasarkan asalnya

terdiri dari tiga bagian yakni bahan baku asal tumbuh-tumbuhan sebagai sumber

karbohidrat, bahan pakan asal hewan yang mengandung protein dan asam amino

(16)

pertanian yang dibagi atas bahan makanan biji-bijian atau bahan makanan yang

berasal dari limbah pertanian, atau industri makanan dan bahan makanan.Semua

bahan makanan asal nabati umumnya mempunyai kandungan serat kasar yang

tinggi.

4.4. Bahan Pakan Berdasarkan Sumbernya

Berdasarkan hasil praktikum mengenai Pengenalan Bahan Pakan Secara

Makroskopis, maka diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 4.Hasil Pengamatan Bahan Pakan Berdasarkan Sumber dan nomenklaturnya

NO. Bahan Pakan Sumber Nomenklatur (NI)

1. Tepung tapioca Energi 4

2. Premix Energi 4

3. Ampas tahu Protein 5

4. Jagung giling Energi 4

5. Jerami padi hijauan kering 1

6. Turi hijauan segar 2

7. Daun papaya hijauan segar 2

8. Alang – alang hijauan kering 1

Sumber : Data Hasil Praktikum Pengenalan Bahan Pakan Secara Makroskopis, 2014

Berdasarkan hasil yang diperoleh pada Tabel 4. Maka bahan pakan

berdasarkan sumbernya terdiri atas sumber energi yaitu teping tapioka, premix

dan jagung giling. Sumber protein terdiri atas ampas tahu. Hal ini sesuai dengan

pendapat Anggorodi (1984), yang menyatakan bahwa bahan pakan yang berasal

dari tumbuhan mempunyai energi metabolisme yang lebih tinggi dibandingkan

(17)

Bahan pakan sumber protein antara lain ampas tahu. Hal ini sesuai dengan

pendapat Anggorodi (1984), yang menyatakan bahwa tumbuh-tumbuhan

mempunyai kesanggupan untuk membentuk asam amino dari nitrogen, suilfur,

fosfor dan air yang berasal dari tanah dan karbondioksida dari proses fotosintesis.

Sesuai dengan hasil praktikum maka bahan pakan sumber mineral sangat

dibutuhkan oleh Ternak untuk pertumbuhannya.

Menurut nomenklaturnya kelas IV yaitu Makanan sumber energi

contohnya pakan yang berasal dari biji-bijian, akar-akaran, umbi-umbian dan

buah-buahan.Pakan yang termasuk dalam kelas ini adalah semua biji-bijian, hasil

ikutannya, buah-buahan, dan umbi-umbian. Sedangkan kelas V yaitu makanan

sumber protein adalah semua makanan yang mempunyai kandungan protein 20%

atau lebih dan dapat berasal dari tanaman, hewan, ikan dan milk.Kebutuhannya

sangat sedikit, tetapi sangat vital, terutama pada ayam yang sedang tumbuh dan

berproduksi karena kerangka tubuh dan kerabang telur tersusun terutamadari

mineral, yaitu kalsium dan fosfor.

4.5. Bahan Pakan Berdasarkan Spesifikasinya

Berdasarkan hasil praktikum mengenai Pengenalan Bahan Pakan Secara

(18)

Tabel 5. Hasil Pengamatan Bahan Pakan Berdasarkan Spesifikasinya

Sumber : Data Hasil Praktikum Pengenalan Bahan Pakan Secara Makroskopis, 2014.

Berdasarkan hasil praktikum pada Tabel 5. Maka bahan pakan berdasarkan

spesifikasinya dibagi atas beberapa bagian yakni 1). kelompok agro industry

misalnya tepung tapioka dan ampas tau, 2). Kelompok industri yaitu premix , 3).

Kelompok biji-bijian yaitu jagung giling, 4). Kelompok graminae yaitu jerami

padi dan alang-alang, 5). Kelompok hijauan yaitu daun pepaya. Hal ini sesuai

dengan pendapat Kartadisastra (1994), yang menyatakan bahwa bahan pakan

berdasarkan spesifikasinya dibedakan menjadi beberapa bagian yakni 1).

Kelompok biji-bijian, mengandung karbohidrat dengan konsentrasi yang tinggi,

misalnya jagung, 2). Kelompok industri yaitu premix yang mengandung tepung,

3). Kelompok biji-bijian yaitu jagung giling, 4). Kelompok graminae yaitu jerami

padi dan alang-alang yang mengandung hijauan yang baik, 5). Kelompok hijauan

yaitu daun pepaya mengandung hijauan . Kelompok khusus ini berfungsi sebagai

(19)

molases, kapur, dan premix. Kelompok hasil hewan ini sebagai sumber protein

hewani, sumber energi, dan sumber lemak, tetapi penggunaannya sangat terbatas.

Beberapa bahan pakan yang sering digunakan adalah tepung ikan, tepung tulang,

(20)

BAB V PENUTUP

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan mengenai Pengenalan

Bahan Pakan Secara Makroskopis maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan

bentuknya bahan pakan dapat dibedakan menjadi bentuk butiran yaitu jagung

giling bentuk cair yaitu ampas tahu, dan bentuk tepung tepung tapioka dan

premix, bentuk daun jerami padi, daun papaya, turi dan alang-alang.

Berdasarkan warnanya bahan pakan dapat dibedakan warna coklat (ampas

tahu, (jerami padi), warna putih (tepung tapioka), warna kuning (jagung giling),

warna hijau (turi, daun pepaya, alang-alang), warna kream (premix).Bahan pakan

dari asalnya terbagi atas tiga yaitu nabati, hewani dan alami.

Berdasarkan sumber maka dapat dibedakan sebagai sumber protein (ampas

tahu).Sumber energi (tepung tapioka, premix dan jagung giling), hijauan kering

(jerami padi dan alang-alang), serta hijauan segar (turi dan daun papaya).

5.2. Saran

Untuk asisten, sebaiknya lebih memberikan arahan kepada praktikan

tentang pengenalan bahan pakan pada ternak ini secara optimal agar praktikan

dapat lebih memahami praktikum tersebut.

Untuk laboratorium, agar sebaiknya sarana dan prasarana dalam

(21)

DAFTAR PUSTAKA

Anggorodi. 1995. Nutrisi Aneka Ternak Unggas. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Budiman, H., S. Djamal . 1994 . Hijauan Pakan Ternak . Pusat Perpustakaan Pertanian dan Komunikasi Penelitian. Bogor.

Egarusiani. 2009. Bahan Kuliah Bahan Pakan. Wordpress.com. Diakses Pada tanggal 30 Oktober 2014.

Hadi.R, 2002.Nutrisi Aneka Ternak Unggas. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Kartadisastra, H.R. 1994. Pengolahan Pakan Ayam. Kanisius. Yogyakarta.

Lestari, D.N. 2007. Pakan ternak, ,http://fpk.unair.ac.id/webo/kuliahpdf Asal-Hewan-5BCompatibility-Mode5D.pdf. Diakses pada tanggal 30 Oktober 2014.

Murtidjo, A.G. 2003. Pedoman Meramu Pakan Unggas. Kanisius. Yogyakarta.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Ternak. 2011. Sumber Bahan Pakan Lokal Ternak Ruminansia. Jawa Barat.

Priyono. 2008. Konsentrat. Ilmu Peternakan. http://herbal-solo.com/. Diakses pada tanggal 30 Oktober 2014

(22)
(23)
(24)

PENGENALAN BAHAN PAKAN SECARA MAKROSKOPIS

Oleh

KELOMPOK IV

Muh. Syafii Yusuf (I111 13 523)

A.Irma Eka Lestari (I111 13 071)

Ashari Aswan (I111 13 517)

Marjono (I111 13 336)

FAKULTAS PETERNAKAN UNIVERSITAS HASANUDDIN

Gambar

Tabel 2. Hasil Pengamatan Bahan Pakan Berdasarkan Bentuknya.No
Tabel 3.  Hasil Pengamatan Bahan Pakan Berdasarkan Asalnya
Tabel 4.Hasil Pengamatan Bahan Pakan Berdasarkan Sumber dan nomenklaturnya
Tabel 5.  Hasil Pengamatan Bahan Pakan Berdasarkan SpesifikasinyaNO

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini telah dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi pakan alami sel fitoplankton dan bahan organik (bekatul, ampas tahu, tepung

Oleh karena itu dalam skripsi ini akan dilakukan uji organoleptik nugget ampas tahu dengan beberapa perlakuan (manipulasi perbandingan ampas tahu dan tepung terigu) agar

ampas tahu, pakan ternak, dan diolah menjadi tepung ampas tahu yang digunakan dalam pembuatan roti kering dan cake. Dari hasil observasi secara langsung didapatkan

Pemberian ampas tahu dan tepung tomat tidak berpengaruh terhadap konsumsi pakan, bobot telur, konversi pakan, deplesi, dan produksi telur puyuh periode

Berbagai bahan pakan yang potensial yang dapat digunakan untuk ayam buras diantaranya adalah dedak, singkong dan hasil ikutannya, bungkil kelapa, ampas tahu, limbah industri

Kesimpulan hasil penelitian ini adalah formulasi pakan komplit yang menggunakan bahan pakan lokal sebagai sumber protein (ampas tahu, bungkil kelapa, dan ampas kecap)

Setelah dilakukan penelitian selama 35 hari, maka didapatkan data hasil penelitian dengan penambahan pakan menggunakan tepung kacang hijau dan ampas tahu, untuk melihat pengaruh yang

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian pakan tepung ampas tahu dengan frekuensi yang berbeda terhadap Spesific Growth Rate SGR, Rasio Efisiensi Protein REP dan Efisiesi