PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHAN TERJADINYA kebakaran

18 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PENANGGULANGAN DAN PENCEGAHAN TERJADINYA PENCEMARAN UDARA

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi tugas Matakuliah Pengetahuan Lingkungan yang dibina oleh Bapak Istamar Syamsuri

Oleh Offering A S1 Pendidikan Biologi

Kelompok 13:

Evi Roudhotul Janah (130341614797) Hanif Achmadi (130341603380)

The Learning University

JURUSAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

(2)

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah ………...1

1.2 Rumusan Masalah ………...1

1.3 Tujuan Penulisan ………...1

BAB II PEMBAHASAN

2.1Pengertian pencemaran udara...4 2.2Penyebab yang ditimbulkan oleh pencemaran udara...………...

2.3Dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran udara pada lingkungan dan kesehatan manusia………...5

2.4Penanggulangan dan pencegahan pencemaran udara...11 BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan……….14

(3)

KATA PENGANTAR

Assalamua'laikum Wr, Wb.

Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, karena dengan karunia dan rahmat nya kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat waktu. Dan berkat rahmatnya juga yang telah memberikan ilmu pengetahuannya, kita menjadi tahu tentang Pencemaran Udara. Berbicara tentang udara sangat erat kaitannya dengan kehidupan manusia. Udara dan Manusia bagaikan dua sisi mata uang tidak bisa dipisahkan. Dimana udara yang baik selalu mempengaruhi kesehatan manusia, kemudian udara buruk selalu mempengaruhi kesehatan yang buruk juga.

Makalah ini menyajikan tentang peran udara dalam kehidupan manusia dan dunia. Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju dan usia bumi sudah semakin tua dan arus modernisasi, globalisasi. Sehingga dari akibat tersebut dapat mempengaruhi perubahan iklim di muka bumi. Makalah ini mempunyai tujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi pembacanya maupun pihak yang terkait didalamnya serta dapat memberikan motivasi atau dorongan agar memiliki rasa cinta yang besar terhadap lingkungan sekitarnya.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan baik dari segi tulisan ataupun materi. Untuk itu saran dan kritik yang bersifat membangun senantiasa kami terima dengan tangan terbuka. Semoga makalah ini dapat memberikan informasi kepada saudara-saudara, bermanfaat untuk pembacanya dan dapat memberikan semangat untuk membawa sesuatu ke arah yang positif.

Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT meridhoi segala usaha dan langkah kita. Amien.

Malang, 27 Agustus 2014

(4)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Manusia merupakan komponen lingkungan alam yang bersama-sama dengan komponen alam lainnya, hidup bersama dan mengelola lingkungan dunia. Karena manusia adalah makhluk yang memiliki akal dan pikiran, peranannya dalam mengelola lingkungan sangat besar. Manusia dapat dengan mudah mengatur alam dan lingkungannya sesuai dengan yang diinginkan melalui pemanfaatan ilmu dan teknologi yang dikembangkannya. Akibat perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat pesat, kebudayaan manusia pun berubah dimulai dari budaya hidup berpindah-pindah, kemudian hidup menetap dan mulai mengembangkan buah pikirannya yang terus berkembang sampai sekarang ini. Hasilnya berupa teknologi yang dapat membuat manusia lupa akan tugasnya dalam mengelola bumi. Sifat dan perilakunya semakin berubah dari zaman ke zaman. Sekarang ini manusia mulai bersifat boros, konsumtif dan cenderung merusak lingkungannya.

Populasi manusia yang terus bertambah mengakibatkan kebutuhan manusia semakin bertambah pula, terutama kebutuhan dasar manusia seperti makanan, sandang dan perumahan. Bahan-bahan untuk kebutuhan itu semakin banyak yang diambil dari lingkungan. Disamping itu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) memacu proses industrialisasi, baik di negara maju ataupun negara berkembang. Untuk memenuhi kebutahan populasi yang terus meningkatkan, harus diproduksi bahan-bahan kebutuhan dalam jumlah yang besar melalui industri. Kian hari kebutuhan-kebutuhan itu harus dipenuhi. Karena itu mendorong semakin berkembangnya industri, hal ini akan menimbulkan akibat antara lain:

(5)

2. Industri mengeluarkan limbah yang mencemari lingkungan. Populasi manusia mengeluarkan limbah juga, seperti limbah rumah tangga yang dapat mencemari lingkungan.

3. Muncul bahan-bahan sintetik yang tidak alami (insektisida, obat-obatan, dan sebagainya) yang dapat meracuni lingkungan.

Akibat selanjutnya lingkungan semakin rusak dan mengalami pencemaran. Pencemaran lingkungan terbagi atas tiga jenis, berdasarkan tempat terjadinya, yaitu pencemaran udara, pencemaran air dan pencemaran tanah. Di Indonesia, kerusakan lingkungan akibat pencemaran udara, air dan tanah sudah sangat kritis. Pernah terjadi bencana lingkungan seperti sampah, banjir dan masih banyak lagi. Dalam makalah ini akan dibahas lebih dalam mengenai pencemaran udara dan penyebabnya serta cara penanggulangannya.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan pencemaran udara?

2. Apa saja penyebab dari pencemaran udara ?

3. Bagaimana dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran udara pada lingkungan dan kesehatan manusia?

4. Adakah cara untuk mencegah dan menaggulangi terjadinya pencemaran udara?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui pencemaran udara.

2. Untuk mengetahui penyebab yang ditimbulkan oleh pencemaran udara

3. Untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran udara pada lingkungan dan kesehatan manusia.

(6)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian pencemaran udara

Menurut UU No. 32 tahun 2009, pencemaran lingkungan hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.

Menurut Salim yang dikutip oleh Utami (2005) pencemaran udara diartikan sebagai keadaan atmosfir, dimana satu atau lebih bahan-bahan polusi yang jumlah dan konsentrasinya dapat membahayakan kesehatan mahluk hidup, merusak properti, mengurangi kenyamanan di udara. Berdasarkan definisi ini maka segala bahan padat, gas dan cair yang ada di udara yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman disebut polutan udara.

Sedangkan menurut Mukono (2006), yang dimaksud pencemaran udara adalah bertambahnya bahan atau substrat fisik atau kimia ke dalam lingkungan udara normal yang mencapai sejumlah tertentu, sehingga dapat dideteksi oleh manusia (atau yang dapat dihitung dan diukur) serta dapat memberikan efek pada manusia, binatang, vegetasi dan material karena ulah manusia (man made).

(7)

Jadi, Pencemaran udara adalah masuknya, atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan.

Umumnya, polutan yang mencemari udara berupa gas dan asap. Gas dan asap tersebut berasal dari hasil proses pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna, yang dihasilkan oleh mesin-mesin pabrik, pembangkit listrik dan kendaraan bermotor. Selain itu, gas dan asap tersebut merupakan hasil oksidasi dari berbagai unsur penyusun bahan bakar, yaitu: CO2 (karbondioksida), CO (karbonmonoksida), SOx (belerang oksida) dan NOx (nitrogen oksida).

2.2 Penyebab yang ditimbulkan oleh pencemaran udara

Menurut (Sugiarti, 2009) secara umum penyebab pencemaran udara ada dua macam, yaitu :

a. Karena faktor internal (secara alamiah), contoh: 1. Debu yang beterbangan akibat tiupan angin

2. Abu (debu) yang dikeluarkan dari letusan gunung berapi berikut gas-gas vulkanik 3. Proses pembusukan sampah organik, dll

b. Karena faktor eksternal (karena ulah manusia), contoh: 1. Hasil pembakar bahan bakar fosil

2. Debu/serbuk dari kegiatan industry

3. Pemakaian zat-zat kimia yang disemprotkan ke udara C. Klasifikasi Bahan Pencemar Udara

Banyak faktor yang dapat menyebabkan pencemaran udara, diantaranya pencemaran yang ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia atau kombinasi keduanya. Pencemaran udara dapat mengakibatkan dampak pencemaran udara bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global atau tidak langsung dalam kurun waktu lama.

Pencemar udara dibedakan menjadi pencemar primer dan pencemar sekunder : 1. Polutan primer

(8)

2. Polutan Sekunder

Polutan sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfersekunder biasanya terjadi karena reaksi dari dua atau lebih bahan kimia di udara, misalnya reaksi foto kimia. Sebagai contoh adalah disosiasi NO2 yang menghasilkan NO dan O radikal.

2.3 Dampak yang ditimbulkan oleh pencemaran udara pada lingkungan dan kesehatan manusia

 Terhadap Lingkungan Alam

Menurut (Kartono, 2000), pencemaran udara dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan alam, antara lain:

1. Hujan Asam

Istilah hujan asam pertama kali diperkenalkan oleh Angus Smith ketika ia menulis tentang polusi industri di Inggris. Hujan asam adalah hujan yang memiliki kandungan pH (derajat keasaman) kurang dari 5,6. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain:

 Mempengaruhi kualitas air permukaan

 Merusak tanaman

 Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan

 Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan

2. Penipisan Lapisan Ozon

(9)

bumi dari radiasi sinar ultraviolet yang dipancarkan sinar matahari dan berbahaya bagi kehidupan.

Namun, zat kimia buatan manusia yang disebut sebagai ODS (Ozone Depleting Substances) atau BPO (Bahan Perusak Ozon) ternyata mampu merusak lapisan ozon sehingga akhirnya lapisan ozon menipis. Hal ini dapat terjadi karena zat kimia buatan tersebut dapat membebaskan atom klorida (Cl) yang akan mempercepat lepasnya ikatan O3 menjadi O2. Lapisan ozon yang berkurang disebut sebagai lubang ozon (Kartono, 2000).

3. Pemanasan Global

Kadar CO2 yang tinggi di lapisan atmosfer dapat menghalangi pantulan panas dari bumi ke atmosfer sehingga permukaan bumi menjadi lebih panas. Peristiwa ini disebut dengan efek rumah kaca (green house effect). Efek rumah kaca ini mempengaruhi terjadinya kenaikan suhu udara di bumi (pemanasan global). Pemanasan global adalah kenaikan suhu rata-rata di seluruh dunia dan menimbulkan dampak berupa berubahnya pola iklim.

Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global (Aripambudi, 2004).

Dampak dari pemanasan global adalah:

 Pencairan es di kutub

 Perubahan iklim regional dan global

 Perubahan siklus hidup flora dan fauna

 Dampak Pencemaran Udara Terhadap Manusia

(10)

Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan akut), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya.

Partikel yang mencemari udara dapat merusak lingkungan, manusia, tanaman, dan hewan. Udara yang telah tercemar oleh partikel dapat menimbulkan berbagai penyakit saluran pernapasan atau pneumokoniosis yang merupakan penyakit saluran pernapasan yang disebabkan oleh adanya partikel yang masuk atau mengendap di dalam paru-paru akan menentukan letak penempelan atau pengendapannya (Wardhana, Wisnu Arya, 1999).

 Menurut (Ahmad, 2004), dampak pencemaran udara bagi manusia, antara lain:

1. Karbon monoksida (CO)

Mampu mengikat Hb (hemoglobin) sehingga pasokan O2 ke jaringan tubuh terhambat. Hal tersebut menimbulkan gangguan kesehatan berupa; rasa sakit pada dada, nafas pendek, sakit kepala, mual, menurunnya pendengaran dan penglihatan menjadi kabur. Selain itu, fungsi dan koordinasi motorik menjadi lemah. Bila keracunan berat (70 – 80 % Hb dalam darah telah mengikat CO), dapat menyebabkan pingsan dan diikuti dengan kematian. 2. Nitrogen dioksida (SO2)

Dapat menyebabkan timbulnya serangan asma. 3. Hidrokarbon (HC)

Menyebabkan kerusakan otak, otot dan jantung. 4. Chlorofluorocarbon (CFC)

Menyebabkan melanoma (kanker kulit) khususnya bagi orang-orang berkulit terang, katarak dan melemahnya sistem daya tahan tubuh

5. Timbal (Pb)

Menyebabkan gangguan pada tahap awal pertumbuhan fisik dan mental serta mempengaruhi kecerdasan otak.

(11)

Menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan terasa terbakar dan memperkecil paru-paru.  Menurut (Ahmad, 2004), dampak pencemaran udara bagi kehidupan hewan, antara

lain:

1. Penipisan lapisan ozon

Menimbulkan kanker mata pada sapi, terganggunya atau bahkan putusnya rantai makanan pada tingkat konsumen di ekosistem perairan karena penurunan jumlah fitoplankton. 2. Hujan asam

Menyebabkan pH air turun di bawah normal sehingga ekosistem air terganggu. 3. Pemanasan global

Penurunan hasil panen perikanan. Selain membawa dampak negatif pada kehidupan hewan, pencemaran udara juga mampu merusakkan bangunan dan candi-candi. Iklim dunia yang berubah polanya mengakibatkan timbulnya kemarau panjang, bencana alam dan naiknya permukaan laut. Kemarau panjang memicu terjadinya kebakaran hutan dan menurunnya produksi panen, bencana alam (banjir, gempa, tsunami) banyak terjadi dan permukaan laut yang meninggi akan mengakibatkan tenggelamnya pulau-pulau kecil dan daerah-daerah pesisir pantai.

 Dampak Pencemaran Udara Bagi Tumbuhan

1. Hujan Asam

- Merusak kehidupan ekosistem perairan, menghancurkan jaringan tumbuhan (karena memindahkan zat hara di daun dan menghalangi pengambilan Nitrogen) dan

mengganggu pertumbuhan tanaman.

- Melarutkan kalsium, potasium dan nutrient lain yang berada dalam tanah sehingga tanah akan berkurang kesuburannya dan akibatnya pohon akan mati.

2. Penipisan Lapisan Ozon

(12)
(13)

(Sumber:http://smkpenghulusaad.wordpress.com)

Gambar 2. Kesan-kesan penipisan lapisan ozon (Sumber: http://smkpenghulusaad.wordpress.com)

3. Pemanasan global

Penurunan hasil panen pertanian dan perubahan keanekaragaman hayati.

Keanekaragaman hayati dapat berubah karena kemampuan setiap jenis tumbuhan untuk bertahan hidup berbeda-beda sesuai dengan kebutuhannya.

4. Gas CFC

Mengakibatkan tumbuhan menjadi kerdil, ganggang di laut punah, terjadi mutasi genetik (perubahan sifat organisme).

2.4 Penanggulangan dan pencegahan pencemaran udara

(14)

1. Mengganti penggunaan bahan mebel yang berbahan sterophom dan beralih pada bahan organic seperti serabut kelapa, bulu angsa, dll. Selain itu menggunakan alat elektonik pendingin yang tidak mengandung CFC (Lazuardi, 2003).

2. Setiap pabrik diwajibkan melakukan pengolahan terlebih dahulu terhadap asap pabriknya sebelum di buang ke udara bebas. Pengolahan yang dapat dilakukan adalah untuk udara yang mengandung gas atau uap. Dengan cara mencuci, yaitu udara dialirkan ke dalam air atau cairan yang mudah bereaksi dengan gas atau uap yang terdapat dalam udara kotor tersebut sehingga terikat. Dengan jalan membakar, yaitu udara yang kotor di lewatkan pada alat pembakar agar terbakar semua.

3. Untuk kendaraan bermotor, digunakan bahan bakar yang sedikitnya mencemari udara, seperti bahan bakar gas atau bahan bakar sinar matahari. Logam Pb yang mencemari udara terdapat dalam dua bentuk, yaitu dalam bentuk gas dan partikel-partikel. Saat ini pemerintah telah mengupayakan penghapusan Pb dalam bensin dan menggunakan bahan pengganti Tetra Etil Lead (TEL) guna menghilangkan efek buruk yang ditimbulkan oleh Pb terhadap kesehatan (Gusnita, 2012)

(15)

Beberapa program pemerintah yang ditujukan untuk menangani masalah pencemaran udara sektor transportasi dalam rangka pengendalian polusi udara di wilayah Indonesia antara lain:

 Car Free Day

Seperti kita tahu, untuk menambah gaung kampanye mengurangi emisi atau pencemaran udara, beberapa kota besar seperti Kota Malang telah menerapkan program “Car Free Day”. Memang, setidaknya ada dua hal yang bisa ditarik manfaatnya dari program ini. Pertama, sosialisasi perlunya lingkungan sehat. Dengan “Car Free Day’’ masyarakat dapat berolahraga dan berjalan kaki di kawasan bebas kendaraan bermotor itu sekaligus mengurangi tingkat polusi yang semakin parah sejalan dengan pertambahan jumlah kendaraan bermotor semakin signifikan setiap bulan. Meskipun tidak mudah menyukseskan program ini, namun “Car Free Day’’ sangat positif untuk ditindaklanjuti agar permasalahan polusi udara tidak semakin mengerikan sekaligus mengancam kesehatan masyarakat di Ibukota khususnya. Semakin banyak yang mendukung “Car Free Day’’ berarti jumlah kendaraan akan berkurang dan otomatis polusi udara juga ikut berkurang.

Kedua, lewat program “Car Free Day’’ bisa menyadarkan masyarakat untuk menggunakan alternatif baru dalam bidang transportasi, seperti menggunakan kendaraan bus umum atau dengan jarak dekat dengan berjalan kaki saja, begitu pula anak-anak sekolah. Dengan demikian jumlah kendaraan bermotor di jalan raya berkurang.

 Fun Bike

(16)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

(17)

mengurangi dan menanggulangi pencemaran antara lain, mengganti penggunaan bahann mebel yang berbahan sterophom dan beralih pada bahan organic seperti serabut kelapa, bulu angsa, setiap pabrik diwajibkan melakukan pengolahan terlebih dahulu terhadap asap pabriknya sebelum di buang ke udara bebas, untuk kendaraan bermotor, digunakan bahan bakar yang sedikitnya mencemari udara, seperti bahan bakar gas atau bahan bakar sinar matahari, serta melakukan penghijauan kota.

DAFTAR RUJUKAN

Achmad, Rukaesih. 2004. Kimia Lingkungan. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Aripambudi, A.A. 2014. Pengertian, Sebab, dan Akibat Penipisan Ozon. (Online). (http://smkpenghulusaad.wordpress.com).Diakses tanggal 31 Agustus 2014.

(18)

Kartono, Hari. 2000. Pencemaran Lingkungan. Makalah pada Pelatihan Dosen MBB Ilmu Kealaman Dasar. Universitas Jember.

Lazuardi, 2003, Penipisan Lapisan Ozon dan Penanggulangannya: Jurnal pendidikan Science Vol.27 No.3, Periode September 2003.

Murtiti. M.K.T, 2013, Peranan Tanaman terhadap Pencemaran Udara Di Jalan Protokol Kota Semarang: Biosantifika Vol.5 No.1, Periode Maret 2013.

Mukono, 2006. Prinsip dasar Kesehatan Lingkungan Edisi Kedua, Surabaya : Airlangga University Press.

Ruth, Safrina, 2009, Hubungan Antara Karakteristik Responden dan Kualitas Fisik terhadap Kejadian SBS pada Karyawan PT. Elnusa Tbk di Kantor Pusat Graha Elnua Tahun 2009: Skripsi, Universitas Indonesia

Sugiarti, 2009, Gas Pencemar udara Dan Pengaruhnya Bagi Kesehatan Manusia: Jurnal Chemica Vol.10 No.1, Periode Juni 2009.

Figur

Gambar 1. Faktor-faktor yang menyebabkan lapisan ozon terkikis
Gambar 1 Faktor faktor yang menyebabkan lapisan ozon terkikis. View in document p.12
Gambar 2. Kesan-kesan penipisan lapisan ozon
Gambar 2 Kesan kesan penipisan lapisan ozon. View in document p.13

Referensi

Memperbarui...