• Tidak ada hasil yang ditemukan

Berpikir Kritis dan berpikir kreatif (4)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Berpikir Kritis dan berpikir kreatif (4)"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Berpikir Kritis

(2)

Mahasiswa takut pada Dosen…

Dosen takut pada Dekan…

Dekan takut pada Rektor…

Rektor takut pada Menteri…

Mentri Takut pada Presiden…

Presiden Takut pada Mahasiswa…

(3)
(4)
(5)
(6)

Berpikir Kritis

1. Bukan merupakan bakat

2. Perlu upaya terus-menerus

3. Bisa dipelajari

(7)

INGAT !!!!!

BERPIKIR KRITIS

(8)

DEFINISI CRITICAL THINKING

Berfikir kritis adalah cara berfikir yang reflektif, beralasan yang

difokuskan pada keputusan apa yang dilakukan atau diyakini

(Jennicek,2006)

Berpikir kritis adalah proses untuk mengaplikasikan,

menghubungkan, menciptakan, atau mengevaluasi informasi

yang dikumpulkan secara aktif dan trampil (Abraham,2004)

Berpikir kritis merupakan proses yang penuh makna untuk

mengarahkan dirinya sendiri dalam membuat suatu

(9)

Inti Berpikir KRitis…..

“Tidak begitu saja menerima atau menolak

sesuatu”

“Tidak begitu saja menerima apa adanya”

(10)

Pengunaan berpikir kritis

Mempertahankan suatu keyakinan

berpikir

kritis dalam arti lemah

Mengevaluasi dan merevisi suatu keyakinan

(11)
(12)

Beberapa Komponen Dalam Berpikir Kritis

1. Analysis

2.

Synthesis

3. Evaluation

4. truth seeking

5. open-mindne

ss

6. analyticity

7. systematicity

8. self-confidence

(13)

Analysis

Kemampuan untuk menguraikan suatu materi menjadi komponen-komponennya sehingga struktur organisasinya mudah untuk dipahami. Ketrampilan ini antara lain

mengidentifikasi bagian-bagian suatu informasi, menganalisis hubungan antar bagian, dan mengenali prinsip organisasi yang ada di dalamnya.

Synthesis

Kemampuan untuk mengintegrasikan beberapa informasi sehingga membentuk sesuatu yang baru.

Evaluation

Kemampuan untuk memberikan penilaian terhadap suatu materi sesuai tujuan yang telah ditentukan. Penilaian

(14)

truth seeking

Selalu ingin menemukan kebenaran dari masalah

yang sedang dihadapi, berani mengajukan pertanyaan, jujur dan memberikan pandangan secara objektif

meskipun penemuan tersebut tidak mendukung kepentingan atau pendapatnya.

open-mindne

ss

Bertenggang rasa terhadap perbedaan pandangan dan bisa menerima jika dirinya mengetahui adanya

penyimpangan dari pandangannya.

(15)

systematicity

Teratur, terorganisir, memusatkan perhatian, dan rajin meninjau ulang.

self-confidence

Percaya diri terhadap keputusannya secara positif dan mempengaruhi orang lain untuk memecahkan masalah secara rasional.

inquisitiveness/Sc

eptical

Tidak mudah percaya secara intelektual dan mempunyai kemauan untuk belajar.

maturity

Melihat masalah, mengkaji, dan mengambil keputusan dengan pemahaman yang mendalam bahwa suatu masalah memungkinkan untuk dapat ditangani dengan lebih dari 1 solusi yang rasional, dan berkali-kali melakukan

(16)

Yang diharapkan dari berpikir kritis

Mhs berpikir secara jernih (clear), mendalam

dan tuntas

Mhs mampu menemukan masalah yang ada

disekitar

Mhs Mampu menemukan alternatif solusi bagi

masalah

(17)

Pendidikan dengan Berpikir Kritis

Mengajar untuk tidak begitu saja menerima

atau menolak sesuatu

Mengajarkan untuk menemukan hal-hal yang

belum “ideal”; menemukan masalah

(18)

Apa saja yang perlu dikritisi..?

Kritis thd kemampuan akal budi (pikiran)

sendiri

Kritis thd masyarakat dan objek lain

disekitarnya

(19)

How

meningkatkan berpikir Kritis?

Komunikasi: Proses penyampaian Ide, pikiran,

dan keahlian seseorang thd pihak lain

Refleksi Diri: usaha untuk melihat kondisi diri

kita, apa yang telah/akan kita lakukan, apa

saja yg ada dalam diri kita

Penghayatan Proses: kegiatan menelusuri

(20)

Referensi

Dokumen terkait

Berfikir kritis merupakan suatu bentuk pemikiran yang berusaha memahami masalah secara mendalam, memiliki pemikiran terbuka terhadap keputusan dan pendapat orang lain,

Hasil survey IMSTEP-JICA (dalam Sumarni, 2006) di Kota Bandung melaporkan bahwa salah satu penyebab rendahnya kualitas pemahaman matematika siswa SMA adalah karena

kompleks; 3) mahasiswa belum dikondisikan pada situasi yang menantang atau masalah yang melibatkan solusi, pengambilan keputusan, refleksi, dan pengambilan inisiatif

1) Memilih masalah penelitian melalui studi pustaka atau kajian literature seperti jurnal, skripsi, buku dan sebagainya. 2) Mengkaji secara mendalam mengenai permasalahan

Penelitian ini bertujuan memberikan solusi dalam meningkatkan kemampuan berpikir siswa dengan media berupa e-book yang dikombinasikan dengan strategi Problem Based Learning

Kreativitas atau berpikir kreatif sebagai kemampuan untuk melihat bermacam- macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah merupakan bentuk pemikiran yang

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa rincian dari tujuan Ilmu Pendidikan Sosial diharapkan peduli terhadap lingkungan melalui pemahaman terhadap

Setelah peneliti melaksanakan studi pendahuluan di salah satu SMAT di Cibeureum Kota Tasikmalaya yang merupakan sekolah SMA terpadu sehingga lebih memungkinkan peserta didik untuk