• Tidak ada hasil yang ditemukan

STUDI KASUS PUTUSAN ICJ TERTANGGAL 20 JULI 2012 TENTANG OBLIGATION TO PROSECUTE OR EXTRADITE (BELGIUM V. SENEGAL) DAN IMPLIKASINYA BAGI INDONESIA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STUDI KASUS PUTUSAN ICJ TERTANGGAL 20 JULI 2012 TENTANG OBLIGATION TO PROSECUTE OR EXTRADITE (BELGIUM V. SENEGAL) DAN IMPLIKASINYA BAGI INDONESIA."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Hissène Habré merupakan mantap presiden Chad yang berkuasa selama 1982-1990. Selama masa pemerintahannya diduga terjadi pelanggaran berat Hak Asasi Manusia. Segera setelah digulingkan dari kekuasaannya Habré mencari suaka ke Senegal untuk menghindari Pengadilan atas perbuatannya. Senegal sebagai negara peserta Convention Against Torture seharusnya melakukan langkah-langkah hukum sesuai yang tertuang dalam CAT namun pada kenyataannya Senegal terus menunda untuk melakukan kewajibannya. Belgia sebagai salah satu negara peserta CAT merasa berhak menagih kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh Senegal.

Penelitian ini bersifat deskriptif analitis untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai norma hukum, asas hukum, dan pengertian hukum yang yang terdapat dalam pengertian hukum yang berlaku, yang dapat digunakan untuk menganalisis apakah pertimbangan Hakim yang menyatakan bahwa Senegal telah melanggar ketentuan untuk segera melakukan Preliminary Inquiry dan untuk segera mendaftarkan tuntutan ke lembaga negara yang berwenang sesuai dengan hukum nasional Senegal telah tepat, dan juga dapat menganalisis implikasi hukum atas putusan kasus Hissène Habré terhadap Indonesia. Metode penelitian ini dilakukan dengan pendekatan yuridis normatif yaitu dengan melihat studi dokumen untuk mempelajari data sekunder yang terkumpul berupa bahan-bahan hukum yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.

Referensi

Dokumen terkait