• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAMPIRAN. Materi tentang 9 Building Blocks

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAMPIRAN. Materi tentang 9 Building Blocks"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

LAMPIRAN

Lampiran 1. Transkrip Wawancara 1 Agustus 2014 Materi tentang 9 Building Blocks

 Produk dan pelayanan apa saja yang ditawarkan perusahaan kepada customer?

o Produk yang dijual perusahaan merupakan produk yang berkaitan dengan perawatan tubuh yang meliputi produk untuk wajah (bedak muka, foundation), kulit (sabun batang, body lotion), rambut (shampoo, hair spray), produk bayi ( baby shampoo, baby powder), parfumes &

deodorant dan sabun hijau. Untuk pelayanan, perusahaan selalu memberikan pelayanan yang terbaik dengan memastikan produk kami melewati proses kontrol yang meliputi pemilihan baku, produksi, penyimpanan hingga pengiriman ke customer. Perusahaan juga mau meretur barang jika barang sampai dalam keadaan yang tidak baik.

Untuk end user disediakan fasilitas online consultation dan catalog product serta newsletter yang dapat didownload secara gratis di website perusahaan.

Bagaimana proses segmentasi customer (end user) yang dilakukan perusahaan?

o Customer dalam negeri diwilayah Jawa-Bali, Sumatera dan Kalimantan.

Perusahaan memiliki setiap produk yang dibutuhkan oleh setiap segment customer. Proses segmentasi dilakukan berdasarkan penghasilan customer dan karakterisik produk. Segment A merupakan masyarakat yang berpenghasilan diatas 5 juta rupiah yang dimana masyarakat ini tidak mempermasalahkan membeli produk premium dan produk yang berbeda fungsi misal membeli body lotion dan parfum sekaligus.

Karakterisik produk menggunakan bahan baku impor dan tambahan bahan esensial seperti ekstrak papaya dan bengkuang. Segment B

(2)

merupakan masyarakat yang berpenghasilan 3 juta rupiah sampai 5 juta rupiah. Kecenderungan sama seperti segment A hanya karakteristik produk yang sedikit berbeda yaitu penggunaan tambahan bahan tidak menggunakan esensial tetapi menggunakan bahan aditif (buatan).

Segment C meruapakan masyarakat yang berpenghasilan dibawah 3 juta rupiah. Kecenderungan memilih produk yang multifungsi. Karakterisik produk pada segment ini adalah penggabungan 2 atau lebih produk menjadi satu produk dengan harga yang lebih mahal karena multifungsi.

Contohnya produk body lotion yang memiliki kadar parfum lebih tinggi dari body lotion lainnya karena berfungsi sebagai pelembab kulit sekaligus parfum.

 Bagiaman proses distribusi barang dan distribusi informasi yang dilakukan perusahaan?

o Distribusi bisa dilakukan langsung dengan truk milik perusahaan untuk area Jawa Timur saja. Diluar Jawa Timur menggunakan jasa ekspedisi baik darat maupun laut. Untuk distributor dibagi menjadi 4 kelas yaitu kelas A (pasar tradisional), kelas B (supermarket lokal), Kelas C (supermarket Nasional) dan Kelas D (distributor di Malaysia, Singapura dan Thailand). Untuk penyampaian informasi dilakukan via telepon ataupun kunjungan ke distributor atas instruksi dari manager. Untuk distributor diluar negeri dihubungi lewat email dan Skype.

 Hal-hal apa saja yang dilakukan perusahaan untuk menjaga relasi dengan customer maupun dengan end user?

o Untuk customer, perusahaan mengadakan program target pembelian barang minimal 50% diatas rata-rata pembelian sebelumnya. Program biasanya diadakan 3-4 bulan sekali dengan pemberian reward mulai dari cashback, barang dan tambahan diskon. Untuk end user diadakan install promo (undian berhadiah) dari setiap pembelian produk. Program berjalan selama 4 – 5 bulan dan rutin diadakan setiap tahunnya.

(3)

 Bagimana gambaran kegiatan bisnis yang dilakukan perusahaan untuk setiap divisinya?

o Marketing memastikan produk yang di order customer (distributor) sesuai dengan permintaan. Selain itu juga harus tercapainya kesepakatan biaya dan tanggal sampai barang ke customer (distributor) sehingga tidak merugikan customer (distributor). Selain itu marketing juga menjamin pelayanan aftersales ke customer (distributor) dengan melakukan retur barang jika barang yang diterima customer rusak.

o Gudang bahan jadi harus memastikan bahwa setiap produk harus berada diatas minimum stock untuk menjaga ketersediaan produk agar sewaktu- waktu jika ada order dari customer (distributor) bisa langsung dilayani.

Jika produk berada di bawah minimum stock, segera memberitahu pihak produksi untuk dilakukan proses produksi. Lalu, secara rutin dilakukan stock opname untuk memastikan produk fisik dan data tidak mengalami selisih.

o Produksi secara rutin melakukan penjadwalan produksi berdasarkan permintaan dari gudang akan posisi produk (minimum stock) ataupun karena ada orderan dari customer (produk PT. X maupun private label).

Dilakukan listing Bill of Material (BOM) untuk mengkalkulasi kebutuhan bahan baku dan bahan kemas yang diperlukan serta mesin yang digunakan berdasarkan jumlah produk yang diproduksi. Setelah itu produksi memberikan informasi kepada gudang bahan baku dan bahan kemas tentang bahan yang diperlukan. Saat proses produksi, pihak quality control akan melakukan inspeksi untuk memastikan produksi yang berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Inspeksi juga dilakukan untuk kemasan sebelum produk disimpan di gudang barang jadi.

o Gudang bahan baku dan gudang bahan kemas juga memastikan setiap bahan yang dimiliki berada diatas minimum stock. Supaya proses produksi tidak terganggu karena harus menunggu bahan datang dari supplier Jika bahan yang dibutuhkan kurang, segera memberitahu pihak Pembelian untuk mencatat bahan apa saja yang diperlukan beserta

(4)

jumlahnya. Saat bahan datang dari supplier, pihak quality control akan melakukan inspeksi untuk memastikan bahan yang diorder kualitasnya terjaga sesuai dengan service level agreement dari supplier. Setelah itu baru bahan disimpan di gudang bahan baku dan bahan kemas.

o Pembelian memastikan bahwa setiap bahan yang dibeli harus didapatkan dari supplier yang memiliki harga bersaing dengan pelayanan yang memuaskan. Hal ini penting karena ketepatan waktu pengiriman akan mempengaruhi proses produksi dan tentunya akan berdampak kepada customer.

o Finance dan accounting melakukan proses pencatatan setiap kegiatan transaksi yang dilakukan oleh PT. X. proses pembayaran ke supplier dan penerimaan cash ataupun pencarian dana bank juga dilakukan oleh pihak ini.

o Research & development melakukan research secara rutin untuk menghasilkan produk, varian, dan bahan substitusi yang baru sesuai dengan trend pasar

 Hal- hal apa saja yang dibutuhkan perusahaan untuk tetap bisa bersaing dengan perusahan lain dan apa key resources (physical, human, intellectual dan financial) yang dimiliki perusahaan?

o Yang paling penting adalah terus berinovasi didalam kemasan, varian, aroma, jenis produk yang mengikuti trend pasar. Inovasi yang paling diutamakan adalah kemasan dan varian. Hal ini penting karena dengan keberagaman kemasan dan varian, customer memiliki pilihan yang lebih banyak dan disesuaikan dengan kebutuhannya. Untuk resource physical perusahaan meliputi pabrik, gudang dan head office yang ada di Sidoarjo.

Perusahaan secara hukum bersifat legal dan memiliki truk-truk serta mesin-mesin produksi yang modern. Bahan baku yang digunakan adalah yang terbaik untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Dari segi human, staff yang direkrut berpendidikan minimal S1 dan berkualitas tinggi. Selain itu perusahaan merupakan yang pertama kali memproduksi sabun hijau di Indonesia dan dikenal dengan kualitasnya yang bening dan

(5)

lembut. Yang terakhir secara finansial perusahaan memiliki cash flow yang bagus dibuktikan dengan tetap berdiri selama lebih dari 25 tahun.

 Pihak mana saja yang terlibat dengan kegiatan bisnis perusahaan?

o distributor atau retailer yang ikut memasarkan produk, lalu perusahaan yang tergabung dengan partnership dengan PT.X melalui program OEM (private label) dan juga perusahaan ekspedisi yang ikut mendistribusikan produk ke customer baik ke dalam dan luar negeri.

 Bagaimana Penggambaran Pengeluaran dan Pendapatan perusahaan ? o Untuk pengeluaran perusahaan rata-rata meliputi pembelian bahan baku

yang meliputi bahan baku kimia dan bahan baku kemas sebesar 40%, beban operasional produksi sebesar 20%, upah pekerja sebesar 30% dan pengeluaran legal untuk perijinan produk dan sertifikasi produk sebesar 10%.

o Sedangkan untuk pendapata perusahaan rata-rata meliputi penjualan produk beauty care sebesar 10%, produk skin care sebesar 30%, produk hair care sebesar 10%, produk baby care sebesar 5%, produk parfumes sebesar 15%, produk toiletries sebesar 10% dan produk private label sebesar 20%.

(6)

Lampiran 2. Transkrip Wawancara 8 Agustus 2014 Materi tentang Target Bisinis

 Apa yang menjadi target bisnis perusahaan?

o Mencapai profit dan memuaskan customer dengan pelayanan yang baik meliputi proses order, produksi, distribusi, pembayaran hingga retur barang.

 Bagaimana strategi pencapaian sekarang dan strategi kompetitif untuk tetap berdaya saing tinggi ?

o Strategi pencapaian yang dipakai adalah terus menjaga kualitas produksi dan menghasilkan produk yang terbaik bagi customer. Tidak berhenti berinovasi dan terus melakukan ekspansi dengan membangun kantor perwakilan di kota-kota besar di Indonesia. Untuk strategi kompetitif salah satunya adalah efisiensi. Efisiensi dalam pemilihan bahan baku yang terbaik dengan mengurangi biaya beriklan. Selain itu juga efisiensi dalam sumber daya manusia untuk menekan biaya produksi seminimum mungkin.

 Apa saja permasalahan yang dihadapi sekarang dan yang akan dihadapi perusahaan dimasa datang?

o Masalah persaingan yang semakin ketat karena banyak perusahaan lain yang juga memiliki keunggulan masing-masing dan perusahaan ini dituntut memiliki keunikan agar tetap survive didalam persaingan.

Masalah perijinan yang semakin sulit sehingga pengembangan produk juga terhambat.. untuk permasalahan yang akan datang adalah AFTA yang membuka gerbang untuk perusahaan asing masuk dan bersaing di Indonesia. Persaingan akan semakin ketat dimana harga kebutuhan baku dan upah pekerja yang semakin terus meningkat.

(7)

Lampiran 3. Transkrip Wawancara 15 Agustus 2014 Materi tentang Proses Bisnis

 Proses Bisnis apa saja yang dijalankan di perusahaan?

o Secara umum perusahaan memiliki beberapa kegiatan bisnis diantaranya proses penjualan, retur penjualan, piutang, produksi, pembelian, keuangan, riset, pengadaan inventori dan personalia

 Bagaiamana alur penjualan di perusahaan?

o Customer melakukan pemesanan barang dengan memberikan purchase order ke marketing. dilakukan pengecekan barang di gudang jika tersedia memberitahu ekspedisi untuk proses pengiriman. Jika tidak tersedia segera memberitahu pihak produksi untuk dilakukan proses produksi.

Dilakukan pembuatan surat jalan oleh gudang barang jadi, pembuatan faktur penjualan oleh marketing dan barang dikirim ke customer.

Pembayaran bisa dilakukan secara tunai ataupun hutang. Jika berhutang customer menyerahkan 20% down payment sebagai jaminan untuk pelunasan hutang. Setelah itu dana pembayaran diterima oleh marketing dan dicatat oleh accounting dan dana diserahkan kepada finance.

Customer bisa melakukan retur barang jika barang tidak sesuai atau datang dalam kondisi yang tidak baik.

 Bagaimana alur retur penjualan di perusahaan?

o Customer mengajukan complain maksimal dua hari setelah pembelian.

Marketing menerima complain dan melakukan pengecekan barang complain dan tanggal penjualan dengan faktur penjualan yang dimiliki marketing. jika barang cocok dan memenuhi syarat maka marketing akan meminta gudang barang jadi untuk memproses dan mengirimkan barang retur ke customer. Setelah itu accounting melakukan pencatatan atas retur penjualan.

(8)

 Bagaimana alur piutang di perusahaan?

o Customer dapat melakukan hutang bila memiliki track record yang baik dengan perusahaan dengan cara selalu melunasi hutang sebelumnya.

Alurnya dimulai dengan memberikan pembayaran DP sebesar 20% ke marketing. dana pembayaran diserahkan ke finance dan dilakukan pencatatan pembayaran DP oleh accounting. Untuk pembayaran hutang selanjutnya akan diberitahu dari accounting kepada marketing untuk mengingatkan customer melakukan pembayaran. Customer bisa meminta waktu 3 hari jika sebelumnya selalu membayar tepat waktu. Jika customer tidak mampu membayar maka DP dianggap hangus dan customer harus membayar secara penuh. Customer juga di blacklist dan tidak bisa bertransaksi lagi sebelum hutang dilunasi. Untuk pencatatan pembayaran hutang dilakukan oleh accounting.

 Bagaimana alur produksi di perusahaan?

o Gudang barang jadi memberikan daftar barang yang harus diproduksi ataupun bisa mendapatkan daftar barang dari PO penjualan marketing.

PPIC akan membuat BOM dan jadwal produksi. BOM diserahkan ke gudang bahan baku untuk dikeluarkan dari gudang guna keperluan produksi. Bila bahan baku tidak mencukupi dilakukan pembelian terlebih dahulu dan produksi ditunda. Setelah itu proses produksi dilakukan dengan supervisi dari PPIC dan quality control untuk menjaga kualitas produksi dari awal sampai proses packing. Setelah produksi selesai, PPIC akan mencatat jumlah hasil produksi dan dilakukan loading barang ke gudang barang.

 Bagaimana alur pembelian di perusahaan?

o Gudang bahan baku memberikan list yang nantinya akan dibuatkan PO pembelian oleh pembelian. Setelah itu PO dikirimkan ke supplier dan pembelian akan menerima faktur pembelian. Dilakukan pencatatan atas pembelian tersebut dengan menyerahkan faktur pembelian ke accounting dan dana dicairkan dari finance ke pembelian untuk proses pembayaran

(9)

ke supplier. Dilakukan pemeriksaan bahan baku oleh quality control untuk memastikan bahan baku kualitasnya sesuai. Jika tidak sesuai dilakukan retur pembelian ke customer. Jika sesuai dilakukan loading bahan baku ke gudang bahan baku.

 Bagaimana alur keuangan di perusahaan?

o Dilakukan oleh pihak finance dan accounting. Untuk finance melakukan persiapan pembayaran bahan baku ke supplier dan penerimaan pembayaran dari marketing atas penjualan barang. Untuk accounting melakukan pencatatan untuk setiap kegiatan transaksi pembelian, penjualan, retur pembelian dan retur penjualan, piutang perusahaan, hutang perusahaan dan penggajian. Lalu laporan keuangan seperti cash flow, laporan jurnal dan posting ke buku besar.

 Bagaimana alur riset di perusahaan?

o Riset dilakukan oleh pihak research & development. Dimulai dengan pencarian data mengenai trend apa yang sedang berkembang di pasar.

Untuk pencarian data dari customer dibantu oleh marketing dengan cara bertanya ke customer langsung ataupun melakukan pembagian kuisioner.

Direktur utama yang akan memutuskan produk mana yang akan diteliti untuk dikembangkan menjadi produk baru perusahaan. Setelah disetujui oleh direktur utama, dilakukan pengujian produk dengan label trial BOM sampai BOM tersebut stable dan bisa dilakukan mass production.

 Bagaimana alur pengadaan inventori di perusahaan?

o Pengadaan dilakukan dengan pengisian form pengadaan inventori oleh pihak pembelian atas usulan dari pihak yang membutuhkan, lalu direktur utama akan memutuskan inventori tersebut bisa dibeli atau tidak. Jika disetujui, pihak pembelian akan menghubungi supplier untuk pembelian inventori tersebut. Setelah itu pihak pembelian juga melakukan maintain inventori dengan mendata inventori dan penggolongan inventori.

Sedangkan perawatan inventori dilakukan oleh pihak mekanik engineering.

(10)

 Bagaimana alur personalia di perusahaan?

o Untuk proses absensi dilakukan 2 kali sehari yang meliputi masuk kerja dan pulang kerja menggunakan fingerprint. Laporan absensi tiap bulannya dibuat oleh manager finance dan dipisahkan antara absensi staff dan absensi buruh. Absensi buruh dijadikan acuan untuk penambahan dan pengurangan gaji dan pembayaran dilakukan 2 minggu sekali. Untuk penggajian staff dilakukan perhitungan absensi oleh direktur utama dan ditransfer langsung ke rekening staff masing-masing.

Perhitungan PPh ditanggung perusahaan dengan pemberian tunjangan PPh tiap bulannya. Kegiatan training dilakukan rutin setahun sekali berupa workshop dan seminar untuk meningkatkan produktivitas dan moral kerja karyawan.

(11)

Lampiran 4. Transkrip Wawancara 22 Agustus 2014

Materi tentang Data, Aplikasi dan Teknologi serta Permasalahan IT

 Bagiamana kondisi IT perusahaan dalam hal penyimpanan data?

o Perusahaan tidak memiliki database server untuk penyimpanan data.

Data disimpan secara offline di komputer masing-masing dan ada data yang disimpan didalam flashdrive. Setiap divisi memiliki flashdrive untuk proses pertukaran data dengan flashdrive induk. Setiap minggunya dilakukan pertukaran data antaranya flashdrive divisi dengan flashdrive induk. Selain itu ada beberapa data yang dicatat secara manual dan ada beberapa data yang dicatat didalam Microsoft Excel karena belum memiliki aplikasi.

 Bagiamana kondisi IT perusahaan dalam hal penggunaan aplikasi?

o Perusahaan tidak memiliki banyak aplikasi. Sementara ini hanya divisi yang berkaitan dengan produksi yang memiliki aplikasi produksi.

Aplikasi ini membantu produksi didalam memenuhi kebutuhan barang, menghitung keperluan bahan baku dan stock bahan baku, menjadwal proses produksi, pencatatan BOM dan mutasi barang dan mutasi bahan baku. Untuk divisi lain masih melakukan proses secara manual dengan pencatatan form ataupun dengan Microsoft Excel. Aplikasi lain yang digunakan perusahaan adalah website perusahaan yang berfungsi sebagai company profile perusahaan. Diharapakan kedepan bisa dilakukan pengembangan aplikasi yang membantu divisi lain seperti aplikasi untuk keuangan dan penjualan.

 Bagiamana kondisi IT perusahaan dalam hal penggunaan teknologi?

o Setiap komputer tidak terhubung satu sama lain sehingga pertukaran data masih manual menggunakan flashdrive. Komputer yang dimiliki perusahaan tidak terlalu banyak sekitar 15 buah dengan spesifikasi yang beragam. Semua komputer sudah terkoneksi dengan internet. Diharapkan

(12)

kedepan perusahaan bisa memiliki jaringan yang saling terhubung dan terintegrasi sehingga memudahkan proses pertukaran data.

 Bagiamana permasalahan IT yang dihadapi perusahaan sekarang?

o Tidak memiliki database server sehingga sangat bergantung pada flashdrive yang tentunya sangat rawan untuk hilang. Backup hanya dilakukan pada komputer masing-masing saja. Untuk penggunaan aplikasi juga terbatas pada divisi produksi saja padahal divisi lain seharusnya juga membutuhkan aplikasi untuk mengotomasi kegiatan operasional. Untuk aplikasi produksi juga memiliki beberapa kelamahan yaitu tidak adanya fitur untuk menampilkan bahan baku yang sedang diproduksi. Karena tidak bisa berkomunikasi secara langsung maka bisa menimbulkan kebingungan karena bahan baku yang menghilang padahal sedang dalam proses produksi. Lalu pengembangan IT berjalan lambat karena tidak memiliki staff IT dan kebutuhan IT dikerjakan oleh direktur utama dengan usulan dari pihak outsourcing.

(13)

Lampiran 5. Transkrip Wawancara 7 November 2014 Materi tentang Analisis Balanced Scorecard

Apakah yang menjadi target dan ukuran pada perspektif finance?

Pertama tentunya target perusahaan adalah untuk meningkatkan keuntungan semaksimal mungkin. Peningkatan keuntungan bisa dilihat peningkatan kuantitas penjualan barang yang sudah dilakukan. Selain itu ketika perusahaan tidak mengalami macet dalam artian perputaran keuangan (cash flow) di perusahaan berjalan lancar. Pendapatan yang diterima bisa digunakan untuk pembayaran biaya operasional dan pembayaran hutang ke supplier. Dan sisanya bisa digunakan untuk tabungan perusahaan guna investasi yang mungkin akan dilakukan di masa yang akan datang.

Apakah yang menjadi target dan ukuran pada perspektif customer?

Yang diprioritaskan dari customer adalah kepuasan customer. Bila customer puas, customer tidak akan segan-segan untuk stay dan menjadi mitra bisnis perusahaan. Sekalipun kepuasan customer sendiri sudah cukup memberikan keuntungan finansial bagi perusahaan tetapi loyalitas customer adalah salah satu penyumbang finansial yang besar karena mereka melakukan order secara terus menerus. Hal diatas merupakan salah satu ukuran untuk mengukur loyalitas customer. Yang kedua adalah customer yang melakukan pembayaran tepat waktu sesuai waktu yang disepakati. Bila customer membayar tepat waktu tentu saja customer sudah nyaman dan mau menjadi customer tetap perusahaan. Dan yang terakhir adalah customer yang sudah bekerja sama dengan perusahaan lebih dari 2 tahun dianggap sebagai customer tetap. Target yang kedua adalah kepuasan customer yang diukur dari peningkatan jumlah customer dari waktu ke waktu, proses retur barang dengan cepat dan ketentuan yang jelas serta waktu memastikan barang sampai ke tangan customer sesuai dengan kesepakatan.

(14)

Apakah yang menjadi target dan ukuran pada perspektif internal process?

Untuk proses internal perusahaan yang menjadi target perusahaan ada 3 yaitu, senantiasa menjaga kualitas dan ketersediaan produk, efisiensi produksi dan selalu berinovasi dalam produk. Untuk menjaga kualitas dan ketersediaan produk, perusahaan menerapkan standard yang tinggi untuk menjaga kualitas produk konsisten dari waktu ke waktu. Selain itu memastikan inventory level untuk masing-masing barang digudang berada pada level yang sudah ditentukan. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada pembengkakan inventory digudang karena stock yang berlebih namun masih dapat memenuhi kebutuhan customer dan menghindari terjadinya out of stock atau penjualan yang tidak dapat ditangani.

Target yang kedua yaitu efisiensi produksi yang diukur oleh kesesuaian kegiatan produksi berdasarkan jadwal produksi yang sudah di planning sebelumnya.

Terkadang terjadi hal-hal yang diluar dugaan sehingga produksi bisa terlambat misalnya banyaknya produk yang mengalami cacat produksi sehingga memerlukan produksi ulang. Penanganan yang dilakukan bisa dengan menjadwalkan lembur produksi guna untuk memenuhi keterlambatan produksi.

Sedangkan untuk keterlambatan yang terjadi karena permintaan bahan baku yang tidak mencukupi untuk proses produksi diusahakan untuk tidak terjadi. Karena ini memerlukan proses yang panjang dan harus dilakukan proses pembelian terlebih dahulu. Perlu dilakukan monitoring untuk inventory level bahan baku supaya hal ini tidak terjadi dan produksi bisa berlangsung secara efisien. Target yang terakhir selalu berinovasi dalam produk diukur dari produk dan varian baru yang dihasilkan tiap tahunnya. Untuk dapat menghasilkan produk baru diperlukan riset terlebih dahulu yang membutuhkan informasi mengenai produk yang seperti apa yang sedang trend di pasar.

Apakah yang menjadi target dan ukuran pada perspektif learning &

growth?

Yang menjadi perhatian perusahaan pada perspektif ini adalah kepuasan karyawan dan produktivitas karyawan. Kedua hal ini merupakan hal yang berhubungan satu sama lain karena bila karyawan puas bekerja di perusahaan

(15)

maka produktivitasnya akan naik, bila produktivitas naik maka perusahaan akan memberikan reward bagi karyawan yang akan meningkatkan kepuasan karyawan.

Untuk kepuasan karyawan diukur dengan pemberian reward yang pantas sesuai prestasi karyawan. Selain itu pimpinan juga selalu memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan kerja karyawan seperti peralatan, dana dsb dan juga permasalahan idividu karyawan dalam lingkungan kerja. Untuk produktivitas karyawan perusahaan rutin memberikan pelatihan kerja guna meningkatkan kompetensi karyawan. Perusahaan juga memastikan terciptanya lingkungan kerja yang kondusif dan nyaman untuk bekerja sehingga karyawan dapat menyelesaikan setiap jobdesk dengan baik dan tepat waktu.

Referensi

Dokumen terkait

 Preliminary Scope Statement adalah scope statement awal yang dibangun selama inisiasi proyek agar seluruh tim proyek dapat segera memulai diskusi pekerjaan-pekerjaan yang

Catatan : Kita gabungkan beberapa bentuk sandi hingga jumlahnya sama dengan urutan huruf yang akan kita buat.. Sandi Buka

Namun, apabila terjadi pertemuan huruf Waw Sukun ( ْو ) yang tidak mengandung hukum Mad Thobi’i, bertemu dengan huruf Waw berharakat ( َو, ِو, ُو ), maka yang berlaku

menggunakan software pengelolaan daftar pustaka seperti Endnote atau Mendelay dalam bentuk IEEE style. Daftar pustaka disajikan diakhir naskah dan diberikan

Salah satu tesis yang dihasilkan Powers dari studinya mengatakan bahwa masyarakat muslim saat ini sebenarnya tidak memiliki pembacaan dan pemahaman yang tepat atas beberapa

Dengan demikian, mulai adanya berbagai kepentingan terhadap sumber daya perikanan perairan umum lebak lebung (PULL) (pemerintah, nelayan, pemilik modal) di wilayah

kelebihan. Pertama, dalam kumpulan cerita pendek tersebut banyak perempuan yang mengalami kekerasan baik secara fisik, psikologi, seksual dan ekonomi sehingga

Hasil evaluasi yang didapat dari Tn.E adalah data subyektif dan obyektif antara lain: pasien mengatakan mengamuk saat kesal karena selalu dimintai uang untuk