49 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
A. Hasil Penelitian
1. Kondisi Umum Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin
a. Sejarah Singkat
Sejarah bank Bank Tabungan Negara Syariah berawal dari adanya perubahan peraturan perundang-undangan perbankan oleh pemerintah dari UU Perbankan No. 7 tahun 1992 menjadi Perbankan No. 10 tahun 1998, dunia perbankan nasional menjadi marak dengan boomingnya bank syariah. Persaingan dalam pasar perbankan pun kian ketat,ditambah lagi dengan dikeluarkannya PBI No. 4/1/PBI/2002 tentang perubahan kegiatan usaha bank umum konvensional menjadi bank umum berdasarkan prinsip syariah oleh bank umum konvensional, jumlah bank syariah pun brtambah dengan banyaknya UUS (Unit Usaha Syariah).
Mencermati perkembangan tersebut maka manajemen PT. Bank Tabungan Negara (Persero) melalui rapat komite pengarah tim implementasi restrukturasi bank BTN tanggal 12 Desember 2013, manajemen bank BTN menyusun rencana kerja dan perubahan
anggaran dasar untuk membuka UUS agar dapat bersaing dipasar perbankan syariah. Untuk mengantisipasi adanya kecenderungan tersebut, maka PT Bank Tabungan Negara (Persero) pada Rapat Umum Pemegang Saham tanggal 16 Januari 2004 dan perubahan Anggaran Dasar dengan akta No. 29 tanggal 27 Oktober 2004 oleh Emi Sulistyowati, SH Notaris di Jakarta yang ditandai dengan terbentuknya divisi syariah berdasarkan Ketetapan Direksi No. 14/DIR/DSYA/2004.
Pembentukan Unit Usaha Syariah ini juga untuk memperkokoh tekad ajaran bank Bank Tabungan Negara untuk menjadikan kerja sebagai bagian dari ibadah yang tidak terpisah dengan ibadah-ibadah lainnya. Selanjutnya Bank Tabungan Negara Unit Usaha Syariah disebut “Bank Tabungan Negara Syariah” dengan motto “Maju dan Sejahtera Bersama”. Dalam pelaksanaan kegiatannya, Unit Usaha Syariah didampingi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang bertindak sebagai pengawas, penasehat dan pemberi saran kepada Direksi, Pimpinan Divisi Syariah dan Pimpinan Kantor Cabang Syariah mengenai hal-hal terkait dengan prinsip syariah.
Pada bulan November 2004 dibentuklah struktur organisasi kantor cabang syariah PT. Bank Tabungan Negara. Dimana setiap kantor cabang syariah dipimpin oleh satu orang kepala cabang yang bertanggung jawab kepada kepala divisi syariah. Pada saat bersamaan Direktur utama Bank Tabungan Negara meminta rekomendasi
penunjukan Dewan Perwakilan Syariah dan pada tanggal 3 Desember 2004, direktur utama bank Bank Tabungan Negara menerima surat rekomendasi DSN/MUI tentang penunjukan DPS bagi Bank Tabungan Negara Syariah. Yang pada tanggal 18 Maret 2005 resmi ditunjuk oleh DSN/MUI sebagai DPS bagi Bank Tabungan Negara Syariah, yaitu Drs. H . Ahmad Nazri Adlani, Drs. H Mohammad Hidayat, MBA, MBL, dan Dr. H. Endy M. Astiwara, MA, AAIJ, FIIS, CPLHI, ACS.
Pada tanggal 15 Desember 2004, Bank BTN menerima surat persetujuan dari BI, Surat No. 6/1350/DPbs perihal persetujuan BI mengenai prinsip KCS (Kantor Cabang Syariah) bank BTN, maka tanggal inilah diperingati secara resmi sebagai hari lahir BTN Syariah, yang secara sinergi melalui persetujuan BI dan Direksi PT. BTN maka dibukalah KCS Jakarta pada tanggal 14 Februari 2005. Diikuti pada tanggal 25 Februari 2005 dengan dibukanya KCS Bandung kemudian pada tanggal 17 Maret 2005 dibuka KCS Surabaya yang secara berturut-turut tanggal 4 dan 11 April 2005 KCS Yogyakarta dan KCS Makassar dan pada bulan Desember 2005 dibukanya KCS Malang dan Solo. Pada tahun 2007, bank BTN setelah mengoperasikan 12 Kantor Cabang Syariah 40 Kantor Layanan Syariah (Office Chanelling) pada kantor-kantor cabang dan cabang pembantu konvensioanal dan kantor cabang syariah terbesar di lokasi Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Malang, Solo, Medan, Batam, Tanggerang,
Bogor, dan Bekasi. Seluruh kantor cabang syariah ini dapat beroperasi secara ontime-realtime berkat dukungan teknologi informasi yang cukup memadai.
b. Visi dan Misi
Visi: “Menjadi bank yang terdepan dalam pembiayaan perumahan”
Misi:
1) Memberikan pelayanan unggul dalam pembiayaan perumahan dan industri yang terkait, pembiayaan konsumsi dan usaha kecil menengah.
2) Meningkatkan keunggulan kompetitif melalui inovasi pengembangan produk, jasa dan jaringan strategis berbasis teknologi terkini.
3) Menyiapkan dan mengembangkan human capital yang berkualitas, profersional dan mempunyai integeritas tinggi.
4) Melaksanakan manajemen perbankan yang sesuai dengan prinsip kehati-hatian dan good corporate governance untuk meningkatkan shareholder value.
5) Memperdulikan kepentingan masyarakat dan lingkungannya.
c. Struktur Organisasi
Bagan 1 Struktur Organisasi BTN Kantor Cabang Syariah Banjarmasin dapat dilihat sebagai berikut:
d. Job Description
Berdasarkan struktur organisasi di atas dapat dijelaskan masing- masing tugas dan tanggung jawab atas deskripsi jabatan pada PT. Bank BTN (Persero) Tbk Kantor Cabang Syariah Banjarmasin sebagi berikut:
1) Branch Manager
a) Memimpin kantor cabang.
b) Melakukan pengawasan akan tugas-tugas yang diberikan kepada bawahan dan mengadakan evaluasi terhadap tugas-tugas tersebut.
c) Mengelola keuangan harta kekayaan bank dan seluruh kegiatan usaha kantor cabang.
d) Mendayagunakan tenaga kerja dengan peralatan guna peningkatan kemauan serta kempuan kerja dan pengetahuan serta hubungan kerjasama yang baik diantara pegawai untuk mencapai hasil yang maksimal.
e) Mengkoordinasikan pembuatan rencana kerja, anggaran cabang dan melakukan evaluasi serta memenuhi target yang telah ditentukan.
f) Menjamin kualitas pelayanan nasabah dan kualitas sumber daya manusia dicabang.
2) Deputi Branch Manager Business
a) Membina dan memberikan pengarahan kepada kepala teller service, kepala customer service dan kepala loan service.
b) Menjamin kecepatan dan pelayanan tinggi dalam bidang loan service, customer service, teller service, dan kantor kas.
c) Menciptakan suasana kerja yang ramah, bersahabat, dapat dipercaya, disiplin dan dinamis demi pelayanan yang baik.
d) Merencanakan, mengorganisasikan, mendelgasikan dan mengontrol semua aktifitas bidang retail demi tercapainya target bidang pelayanan retail yang efesien dan efektif sehingga terwujud pertumbuhan asset dan keuntungan yang tinggi.
3) Deputy Branch Manager Supporting
a) Mengelola operasional harian cabang untuk menjamin efektifitas dan efesiensi.
b) Menjamin standar kualitas dalam bidang pemprosesan transaksi, administrasi kredit dan administrasi umum cabang.
c) Menjamin produktifitas dan kapabilitas pegawai bidang operasional.
d) Mewakili bank dalam secara resmi bila Kepala Cabang tidak ada ditempat.
4) Secretary
a) Memperoses pembuatan dan pengaturan jadwal kegiatan division head/desk head/regional manager/branch manager dengan pihak intern atau ekstern.
b) Memproses administarsi notula rapat baik dengan pihak intern atau ekstern.
c) Memproses administrasi surat (registrasi, pengarsipan, pendistribusian, sesuai desposisi dan monitoring) untuk division head/desk head/regional manager/branch manager.
d) Memproses administrasi penyampaian semua surat (registrasi, pengarsipan) yang ditandatangani oleh division head/desk head/regional manager/branch manager.
e) Mengatur semua kegiatan protokoler Division head/desk head/regional manager/branch manager serta mengelola pengadministrasian perjalanan dinas bagi karyawan di division/desk/regional/branch manager sesuai dengan ketentuan yang berlaku (SPD, Tiket, Uang saku).
f) Memproses administrasi hal-hal yang berkaitan dengan kepegawaian seluruh pegawai di divisi bersangkutan (seperti:
cuti, dan hal lain).
g) Memproses pengelolaan dokumentasi peraturan-peraturan, baik dari pihak internal maupun eksternal bank.
5) Consumer Financing Analyst
a) Menghasilkan consumer financing yang berkualitas.
b) Melakukan verifikasi sesuai dengan kompetensi dan kewenangannya (via telepon dan lainnya) atau memberikan order verifikasi kepada unit lainnya yang berwenang (on the spot lainnya).
c) Memberikan rekomendasi pembiayaan berdasarkan hasil analisa dan prinsip kehati-hatian bank.
d) Melakukan analisa dan merekomendasikan dukungan consumer financing terhadap proyek, perusahaan atau obyek lainnya.
e) Menyelesaikan waktu proses yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan standar yang ditentukan.
6) Commercial Financing Analyst
a) Melakukan input data aplikasi permohonan pada sistem.
b) Memastikan input data benar dan lengkap.
c) Melakukan analisa commercial financing.
d) Melakukan order penilaian jaminan kepada pihak internal/eksternal.
e) Mengelola administrasi dan dokumentasi commercial financing.
f) Menyiapkan dan menatausaha dokumen perikatan pembiayaan dan dokumen pengikatan jaminan dengan pengelolaan commercial financing.
7) Consumer Funding Marketing
a) Melakukan kunjungan ke nasabah dan calon nasabah consumer funding dan services.
b) Monotoring hasil pencapaian/perolehan consumer funding services secara periodik dan disampaikan kepada atasan.
c) Melakukan aktivitas promosi sesuai dengan jadwal dan metode yang telah ditetapkan.
d) Membuat laporan kepada atasan atau hasil yang telah dicapai beserta kegiatan yang telah dilakukan.
e) Memastikan identitas nasabah, pekerjaan serta kegiatan transaksi yang dilakukan.
8) Customer services
a) Memberikan informasi kapada nasabah baik yang datang, melalui telepon atau melalui surat mengenai produkjasa dan layanan bank.
b) Memberikan informasi kapada nasabah baik yang datang, melalui telepon atau melalui surat mengenai informasi transaksi yang telah dilakukan nasabah.
c) Melakukan pemantauan rekening dan transaksi nasabah yang mencurigakan.
d) Melakukan pelayanan administrasi seluruh jenis giro, tabungan, deposito berjangka, sertifikat deposito, DOC, tabungan haji, CIF.
e) Mencetak laporan akhir harian.
9) Teller
a) Melakukan administrasi kas
b) Melayani tranksasi giro, tabungan, deposito, rupa-rupa kas, kiriman uang, collection, inkaso dan transaksi lainnya.
c) Menyampaikan laporan ke teller service sub unit head bila ada transaksi yang mencurigakan yang terkait sesuai ketentuan bank indonseia tentang anti pencurian uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT).
d) Menyampaikan laporan ke teller service sub unit head menemukan uang yang diindikasikan palsu saat menerima setoran secara tunai untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
10) Transaction Processing
a) Memproses pencairan pembiayaan dan lainnya.
b) Memproses pencetakan report cash in cash out.
c) Memproses pembayaran untuk kepegawaian.
d) Memproses transaksi deposito, tabungan, giro, RTGS, kiriman uang, inkaso, dan lainnya.
e) Melakukan proses blokir saldo rekening simpanan.
f) Melakukan proses transaksi pembayaran angsuran financing consumer dan commercial financing.
11) Clearing
a) Memproses penyerahan warkat ke Bank Indonesia atau bank yang ditunjuk sebagai tempat kliring.
b) Memproses penerimaan warkat ke Bank Indonesia atau bank yang ditunjuk sebagai tempat kliring.
c) Memproses penyerahan tolakan kliring keluar.
d) Memproses penerimaan tolakan kliring keluar.
e) Memproses permintaan buku cek/BG baik dari KC, KCP, dan Kantor kas.
12) Human Capital Support
a) Memperoleh penatausahaan kepegawaian di Kantor Cabang Syariah.
b) Memproses pelaksanaan pembayaran hak-hak pegawai serta menata usaha kartu pengawasan anggaran pegawaian.
c) Melakukan akurasi dan kelengkapan hasil entry data kepegawaian.
d) Melakukan penatausahaan surat menyurat di kantor cabang syariah seacara efektif dan efisien.
e) Memproses kelancaran aktivitas kesekretariatan kepala cabang syariah.
13) Logistic
a) Melakukan penatausahaan logistik di kantor cabang.
b) Melakukan akurasi dan kelengkapan data kartu pengawasan anggaran.
c) Melakukan pemantauan anggaran biaya dan belanja cabang syariah.
d) Melakukan administrasi inventaris.
e) Menyelenggarakan pemantaun dan penanganan semua masalah logistik.
14) Financing Administration.
a) Melakukan proses OTS atas permintaan unit terkait dengan baik dan benar.
b) Memproses permohonan LPA dan jasa penilai publik sesuai ketentuan bank.
c) Memproses memo pencairan pembiayaan untuk diteruskan dan ditindak lanjuti oleh unit kerja terkait.
d) Memproses pengelolaan pencairan dana jaminan.
e) Memproses pengelolaan pencairan dana notaris dan jasa penilai publik.
f) Melayani dan memproses pencairan bantuan Teparum untik PNS sesuai ketentuan.
g) Menyelesaikan klaim debitur di sistem.
h) Melakukan proses restrukturisasi pembiayaan kedalam sistem.
i) Melakukan pembentukan ID Developer baru.
15) Financing Document
a) Menyelesaikan dokumen pembiayaan yang belum diterima bank.
b) Penatausahaan, penyusunan dan penyimpanan dokumen pembiayaan.
c) Penatausahaan dokumen pembiayaan di sistem.
d) Pelayanan pengambilan, peminjaman dan pengembalian dokumen pembiayaan.
e) Melayani debitur dan unit kerja lain yang terkait dengan dokumen.
f) Melakukan pemeriksaan terhadap ruang dokumen secara menyeluruh baik kerapian maupun kebersihan ruang penyimpanan dokumen.
g) Membuat laporan LAT/DAT.
h) Melakukan pemisahan dossier debitur yang telah lunas untuk diserahkan ke unit kerja terkait dan kemudian disimpan diruang khusus.
16) Accounting dan Reporting
a) Melakukan monitoring administrasi transaksi seluruh rekening dan memastikan seluruh transaksi telah terbuku secara akurat dan tepat waktu.
b) Memproses penyelesaian suspense dan selisih akibat sistem.
c) Melakukan proses penyusunan laporan keuangan dan laporan manajemen yang andal, lengkap dan tepat waktu.
d) Melakukan proses pencetakan laporan keuangan harian di kantor cabang syariah.
e) Melakukan proses pencetakan laporan keuangan bulan di kantor cabang syariah.
f) Melakukan penyampaian laporan keuangan kepada pihak yang membutuhkan secara tepat waktu.
g) Melaksanakan penatausahaan maploeg di kantor cabang syariah.
17) Collection
a) Memastikan pencapaian target yang ditetapkan dan secara periodik mengevaluasinya.
b) Memastikan tersedia dan terlaksananya supervise atas pembinaan pembiayaan di kantor wilayah.
c) Mengelola anggaran pembianaan pembiayaan secara efektif dan efisien.
e. Produk dan Jasa Produk Dana:
1) Tabungan BTN Batara iB
Merupakan produk tabungan sebagai media penyimpanan dana dalam rupiah dengan menggunakan akad sesuai syariah yaitu
wadiah bank tidak menjanjikan bagi hasil tetapi memberikan bonus yang menguntungkan dan bersaing bagi nasabah.
a) Tabungan BTN Prima iB b) Tabungan Qurban BTN iB c) Tabungan iB
d) Tabungan Simpel BTN iB e) Giro BTN iB
f) Giro BTN Prima iB g) Deposito BTN iB
h) Deposito On Call BTN iB Produk Pembiayaan:
a) KPR BTN Subsidi iB b) KPR BTN Platinum iB
c) Pembiayaan Bangunan Rumah BTN iB d) KPR BTN Indent iB
e) Pembiayaan Kendaraan Bermotor BTN iB f) Pembiayaan Multijasa BTN iB
g) Pembiayaan Multimanfaat BTN iB h) Pembiayaan Tunai Emas BTN iB i) Pembiayaan Tabungan Haji BTN iB j) Pembiayaan Konstruksi BTN iB k) Pembiayaan KUR BTN iB
l) Pembiayaan Modal Kerja BTN iB
2. Penerapan Manajemen Risiko di Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin
a. Perencanaan (Planing)
Perencanaan yang digunakan Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin adalah dengan menggunkan strategi dan metode yang terorganisasi, komprehensif dan interaktif yaitu dengan memilih nasabah dengan selektif agar tidak terjadi pembiayaan macet yaitu dengan cara analisis. Analisis yang digunakan adalah penilaian 5C b. Pengorganisasian (Organization)
Pengorganisasi manajemen risiko pembiayaan untuk Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin terbagi atas 3 unit yaitu Unit Financing Service sebagai unit pemasaran pembiayaan KPR dan analisis awal pembiayaan, Unit Consumer sebagai unit analisis sesudah analisis awal dan sebagai unit yang menetapkan keputusan diterimanya atau ditolaknya suatu pembiayaan, Unit Collection sebagai unit penyelamatan pembiayaan atas pembiayaan yang bermasalah.
c. Penilaian yaitu:
1) Identifikasi (Identifying)
Pembiayaan KPR di Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin menggunakan 2 akad, yaitu:
a) Murabahah
Murabahah adalah transaksi penjualan barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli. (Nurhayati, 2017) Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin menyediakan pembiayaan dengan akad murabahah dalam 2 produk yaitu, KPR BTN Subsidi iB dan KPR BTN Platinum iB.
b) Istishna’
Istishna’ adalah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kreteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan (pembeli/mustashmi) dan penjual (pembuat/shani’). (Nurhayati, 2017) Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin menyediakan pembiayaan dengan akad istishna dalam produk KPR BTN Indeent iB.
Untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan KPR di Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin, nasabah harus
mengajukan permohonan untuk pembiayaan dengan melengkapi persyaratan (dokumen), dan melalui beberapa tahap penilaian kelayakan nasabah untuk proses pembiayaan KPR.
2) Analisis (Analyzing)
Dalam pemberian pembiayaan KPR, Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin menganalisis dengan menggunakan prinsip yang sesuai dengan aturan yang telah berlaku seperti pemberlakuan 5C yaitu Character, Capacity, Capital,Collateral, Condition of Economy. Dari hasil wawancara yang dilakukan kepada dua narasumber semua sepakat bahwa hal Character merupakan hal utama yang paling diperhitungkan saat penilaian nasabah sebelum diberikan pembiayaan KPR setelah itu baru kemudian dinilai 4C. Selengkapnya dijawabkan sebagai berikut :
a) Penilaian Character
Character adalah hal yang paling menentukan seseorang dalam melunasi hutangnya, walaupun nasabah memiliki kecukupan modal, kapasitas keuangan yang memenuhi syarat, jaminan yang memadai, kondisi perekonomian yang stabil, semua itu tidak akan ada hasilnya jika character nasabah
tersebut tidak jujur dan bertanggung jawab dalam melunasi pembiayaan yang telah didapatkannya.
Diakui bahwa character merupakan hal yang sulit sekali diukur dan dinilai pada saat penilian kelayakan nasabah, apalagi mayoritas nasabah yang mengajukan pembiayaan KPR terbilang belum dikenal secara dekat oleh pihak bank. Untuk mengantisipasi risiko kesalahan penilaian character nasabah tersebut maka Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin menggunakan cara-cara penilaian character nasabah dengan melalui beberapa cara diantaranya BI cheking dan penilaian pihak lain.
BI cheking merupakan penilaian nasabah yang dilakukan melalui chek langsung ke data-data nasabah yang ada di Bank Indonesia dengan menggunakan sistem komputer online yang terhubung langsung dengan Bank Indonesia, jika seseorang sudah pernah menjadi nasabah suatu bank baik itu konvensional maupun syariah data nasabah tersebut sudah terdaftar di database BI, dari BI Cheking itulah akan terlihat bagaimana riwayat seorang nasabah yang telah melakukan kerjasama dengan BI apakah kualitas pembiayaan yang telah dijalaninya berlangsung baik pada saat dia menjadi seorang debitur atau pernah mengalami masalah penunggakan pembayaran dan kemacetan
dalam transaksi yang pernah dilakukannya bersama bank-bank yang bersangkutan. Jika calon nasabah tersebut memiliki riwayat kualitas pembiayaan yang kurang baik atau masih memiliki masalah hutang piutang dengan pihak bank, maka nama nasabah tersebut di black list dan tidak diizinkan untuk diberikan pembiayaan oleh bank selama jangka waktu yang telah ditentukan dan/atau sampai masalah nasabah tersebut selesai.
Jika calon nasabah tersebut belum pernah mempunyai riwayat pembiayaan dengan bank maka cara kedua yang dapat dilakukan oleh pihak bank Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin adalah dengan informasi dari pihak lain yang mengenal dengan baik calon nasabah. Misalnya, mencari informasi tentang karakter calon nasabah melalui tetangga, teman kerja, atasan langsung, dan rekan usahanya.
Informasi dari pihak lain tentang calon nasabah, akan lebih meyakinkan bagi bank untuk mengetahui character calon nasabah. Character merupakan faktor yang sangat penting dalam evaluasi calon nasabah.
b) Penilaian Capacity
Analisis terhadap capacity ini ditujukan untuk mengetahui kemampuan keuangan calon nasabah dalam memenuhi kewajibannya sesuai jangka waktu pembiayaan. Cara yang
ditempuh oleh Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin yaitu melalui:
Melihat Laporan Keuangan
Dalam laporan keuangan calon nasabah, maka akan dapat diketahui sumber dananya, dengan melihat laporan arus kas.
Memeriksa Slip Gaji dan Rekening Tabungan Calon Nasabah
Nasabah yang merupakan pegawai, maka bank dapat meminta fotokopi slip gaji tiga bulan terakhir dan didukung oleh rekening tabungan sekurang-kurangnya untuk tiga bulan terakhir. Dari data-data slip gaji dan fotocopy rekening tabungan tiga bulan terakhir, maka akan dapat dianalisis tentang sumber dana dan penggunaan dana calon nasabah.
Data keuangan tersebut digunakan sebagai asumsi dasar tentang kondisi keuangan calon nasabah setelah mendapatkan pembiayaan dari bank syariah. Pendapatan yang menjadi acuan dalam hal ini adalah salary yang bersifat tetap bukan temporary seperti pendapatan bonus, uang makan dan sebagainya, namun lebih dilihat dari gaji pokok yang dibayarkan perusahaan kepada calon nasabah yang bersangkutan.
c) Penilaian Capital
Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin dalam melihat capital calon nasabah melalui laporan keuangan dari usaha yang dijalankan apabila pada calon nasabah yang tidak memilki laporan keuangan, capital dapat dilihat dari taksiran pendapatan setiap bulannya. Analisis ini sudah cukup baik karena dengan melihat hal tersebut sudah dapat dijadikan parameter kemampuan modal dari calon nasabah.
d) Penilaian Colleteral
Terkhusus untuk pembiayaan Pemilikan Rumah KPR murni, collateral atau agunan yang digunakan Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin adalah rumah yang dijadikan sebagai objek KPR itu sendiri dengan syarat jaminan tersebut memiliki sertifikat tanah, izin pendirian bangunan (IMB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terakhir. Sehingga jika terjadi pembiayaan macet maka yang dilakukan bank adalah dengan melelang rumah yang dibiayai tersebut.
e) Penilaian Condition of Economy
Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin selain mengoptimalkan prinsip 5C dapat juga menambahkan prinsip lain yaitu prinsip 7P (personality, party, purpose, prespect, payment, probitability, protection) yang
belum mencakup prinsip 5C contohnya purpose yaitu melihat tujuan dari calon nasabah dalam mengambil kredit, prospect yaitu menilai bagaimana usaha nasabah dalam masa akan datang, payment yaitu ukuran bagaimana nasabah mengembalikan kredit dan dari sumber mana saja dan protect yaitu bagaimana cara nasabah menjaga agar kredityang diberikan dapat terjamin.
Selain analisis 5C Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin juga menetapkan Kolektabilitas Pembiayaan Bermasalah.
Tabel 2
Kolektabilitas Pembiayaan Bermasalah Kolektabilitas Lama Tunggakan
Lancar 0 hari
Dalam Perhatian Khusus 2-91 hari
Kurang Lancar 92-120 hari
Diragukan 121-180 hari
Macet 181 hari
Sumber: Berdasarkan hasil wawancara diolah oleh penulis
Dari hasil wawancara yang mendalam yang telah dilakukan bahwa faktor penyebab pembiayaan bermasalah pada KPR di Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin dapat berupa:
1) Faktor Internal
a) Analisis nasabah yang kurang tepat
Tahapan analisis kelayakan calon debitur merupakan tahap awal dari bank dalam memutuskan nasabah layak atau tidak diberikan pembiayaan dimana pihak bank menganalisa dan meninjau berbagai aspek yang menjadi syarat untuk dipenuhi calon debitur sebelum diberikan pembiayaan.
Dalam tahapan ini terkadang pihak bank melakukan kesalahan analisis (human eror) yaitu tidak mendeteksi hal- hal yang menjadi hambatan pelunasan pembiayaan dari nasabah ke depannya, baik itu dari segi character, usaha atau pekerjaan nasabah, maupun dari berbagai dokumen yang dipersyaratkan bank.
2) Faktor Eksternal
a) Terjadinya hal-hal diluar dugaan terkait kondisi debitur KPR seperti ekonomi global dan nasabah dengan sengaja mangkir dari kewajiban
Pada beberapa kasus pembiayaan KPR Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin yang bermasalah adalah disebabkan oleh hal-hal diluar perkiraan kedua belah pihak, seperti misalnya nasabah terkena PHK, musibah seperti yang bersangkutan kebakaran, nasabah yang bersangkutan
meninggal dunia, usaha nasabah bangkrut, dan sebagainya yang menyebabkan gangguan atau bahkan berhentinya pembayaran cicilan dan/atau margin pembiayaan KPR yang sedang berjalan.
Dari beberapa faktor diatas menurut narasumber yang bersangkutan yang paling mendominasi terjadinya pembiayaan bermasalah KPR di Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin adalah disebabkan faktor eksternal nasabah yang sifatnya tidak dapat diduga seperti pendapatan debitur yang menurun, debitur terkena PHK, debitur mengalami masalah kesehatan dan debitur mengalami masalah keluaraga (perceraian) sehingga keluarga tidak dapat menyelesaikan cicilan.
3) Penanganan
Pembiayaan KPR di Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin terkategori bermasalah ketika telah memasuki kolektabilitas dua atau dalam perhatian khusus yaitu antara 2 hari sampai dengan 91 hari. Hal-hal yang dilakukan dalam menangani pembiayaan tersebut adalah yang pertama, Penagihan intensif melalui telepon. Setelah itu jika batas dua hari tidak menunjukan respon juga maka akan dikirimkan surat pemberitahuan terkait
tunggakan pembayaran nasabah dengan dikeluarkan Surat Peringatan (SP) 1, apabila sampai bulan depan bulan juga menunjukan respon maka dikeluarkan SP 2 dan apabila sampai bulan ketiga belum ada itikad baik maka selanjutnya SP 3.
Dalam fase diatas, pemeriksaan juga termasuk dengan menggali sumber-sumber informasi keuangan nasabah apakah mengalami kendala atau tidak, misalnya terjadinya penurunan pendapatan, atau nasabah terkena PHK dan sebagainya. Setelah dilakukan analisa tersebut dan didapat bahwa nasabah sudah tidak dapat lagi melakukan pembayaran pembiayaan KPR maka langkah yang dapat diambil oleh pihak bank dan nasabah adalah dengan jalan musyawarah setelah keluar SP 1- 3 dan dari musyawarah tersebut akan ada beberapa pilihan penyelesaian yaitu sebagai berikut :
a) Restrukturisasi b) Kecilkan angsuran c) Eksekusi angunan
4) Pemantauan/Monitoring Risiko
Pemantauan yang di lakukan di Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin dalam mengatasi pembiayaaan
bermasalah KPR adalah dengan pembina nasabah. Pembinaan yang dilakukan oleh bank Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin nasabah ingin pelunasan cepat penghapusan tunggakan (penghapusan denda) pembebasan biaya administrasi memberikan solusi dengan memberikan potongan margin, potongan denda dan potongan administrasi. Apabila sudah diberikan solusi itu tetapi masih menunggak juga maka pihak Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin memberikan pilihan apakah nasabah ingin melakukan restruk atau langsung eksekusi anggunan (lelang).
3. Kondisis Umum Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin
a. Sejarah Perusahaan
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (“Bank Muamalat Indonesia”) memulai perjalanan bisnisnya sebagai Bank Syariah pertama di Indonesia pada 1 November 1991 atau 24 Rabi’us Tsani 1412 H. Pendirian Bank Muamalat Indonesia digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan pengusaha muslim yang kemudian mendapat dukungan dari Pemerintah Republik Indonesia. Sejak resmi beroperasi pada 1 Mei 1992 atau 27 Syawal 1412 H, Bank Muamalat Indonesia terus berinovasi dan mengeluarkan produkproduk keuangan syariah seperti
Asuransi Syariah (Asuransi Takaful), Dana Pensiun Lembaga Keuangan Muamalat (DPLK Muamalat) dan multifinance syariah (Al-Ijarah Indonesia Finance) yang seluruhnya menjadi terobosan di Indonesia.
Selain itu produk Bank Muamalat yaitu Shar-e yang diluncurkan pada tahun 2004 juga merupakan tabungan instan pertama di Indonesia.
Produk Shar-e Gold Debit Visa yang diluncurkan pada tahun 2011 tersebut mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Kartu Debit Syariah dengan teknologi chip pertama di Indonesia serta layanan e-channel seperti internet banking, mobile banking, ATM, dan cash management. Seluruh produk-produk tersebut menjadi pionir produk syariah di Indonesia dan menjadi tonggak sejarah penting di industri perbankan syariah.
Pada 27 Oktober 1994, Bank Muamalat Indonesia mendapatkan izin sebagai Bank Devisa dan terdaftar sebagai perusahaan publik yang tidak listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada tahun 2003, Bank Muamalat dengan percaya diri melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 5 (lima) kali dan merupakan lembaga perbankan pertama di Indonesia yang mengeluarkan Sukuk Subordinasi Mudharabah. Aksi korporasi tersebut semakin menegaskan posisi Bank Muamalat Indonesia di peta industri perbankan Indonesia.
Seiring kapasitas Bank Muamalat yang semakin diakui, Bank Muamalat semakin melebarkan sayap dengan terus menambah jaringan kantor cabangnya di seluruh Indonesia. Pada tahun 2009, Bank Muamalat mendapatkan izin untuk membuka kantor cabang di Kuala Lumpur, Malaysia dan menjadi bank pertama di Indonesia serta satu- satunya yang mewujudkan ekspansi bisnis di Malaysia. Hingga saat ini, Bank Muamalat telah memiliki 325 kantor layanan termasuk 1 (satu) kantor cabang di Malaysia. Operasional Bank Muamalat juga didukung oleh jaringan layanan yang luas berupa 710 unit ATM Muamalat, 120.000 jaringan ATM Bersama dan ATM Prima, serta lebih dari 11.000 jaringan ATM di Malaysia melalui Malaysia Electronic Payment (MEPS).
Menginjak usianya yang ke-20 pada tahun 2012, Bank Muamalat Indonesia melakukan rebranding pada logo Bank Muamalat untuk semakin meningkatkan awareness terhadap image sebagai Bank syariah Islami, Modern dan Profesional. Bank Muamalat pun terus mewujudkan berbagai pencapaian serta prestasi yang diakui baik secara nasional maupun internasional. Hingga saat ini, Bank Muamalat beroperasi bersama beberapa entitas anaknya dalam memberikan layanan terbaik yaitu Al-Ijarah Indonesia Finance (ALIF) yang memberikan layanan pembiayaan syariah, (DPLK Muamalat) yang memberikan layanan dana pensiun melalui Dana Pensiun Lembaga Keuangan, dan Baitulmaal
Muamalat yang memberikan layanan untuk menyalurkan dana Zakat, Infakdan Sedekah (ZIS).
Sejak tahun 2015, Bank Muamalat Indonesia bermetamorfosa untuk menjadi entitas yang semakin baik dan meraih pertumbuhan jangka panjang. Dengan strategi bisnis yang terarah Bank Muamalat Indonesia akan terus melaju mewujudkan visi menjadi “Top 10 Bank in Indonesia with Strong Regional Presence”.
PT Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin sendiri berdiri pada 11 September 2003 yang diresmikan oleh gubernur Kal-Sel saat itu, yakkni H.M. Sjahriel Darham. Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin sendiri pada mulanya menaungi beberapa kantor diantaranya adalah Martapura, Barabai, Kayutangi, Batulicin, Banjarbaru, Kandangan, dan Harum Manis.
Untuk saat ini Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin dipimpin oleh Bapak Ribut Budi Putro Utomodengan menaungi 5 kantor yang terdiri dari Banjarmasin, Banjarbaru, Barabai, Kayutangi, dan Mobile Branch-1, dengan nomor cabang masing masing sebagai berikut: Banjarmasin-611, Banjarbaru-613, Barabai-620, Kayutangi- 638, dan MobileBranch1-627.
Selama berdiri dari tahun 2003 Bank Muamalat Indonesia Cabang Banjarmasin telah mendapatkan award dari MarkPlus yang merupakan korporasi konsultan, penelitian marketing, edukasi, dan
komunitas media untuk perusahaan atau individu, dimana pada tahun 2012, dan 2013 secara berturut-turut sebagai “Banjarmasin Service Excellence Champion” degan Kategori Sharia Banking. Tahun 2014 sebagai “The Champion Of MarkPlus WOW Service Excellence 2014”
dengan kategori Islamic Banking. Dan pada tahun 2017 “Bronze Champion of Banjarmasin WOW Service Excellence Award 1017”
dengan kategori Islamic Bank.
b. Visi dan Misi Visi:
“Menjadi bank syariah terbaik dan termasuk dalam 10 besar bank di Indonesia dengan eksistensi yang diakui tingkat regional”
Misi:
Membangun lembaga keuangan syariah yang unggul dan berkesinambungan dengan penekanan pada semangat kewirausahaan berdasarkan prinsip kehati-hatian, keunggulan sumber daya manusia yang islami dan professional serta orientasi investasi yang inovatif, untuk memaksimalkan nilai kepada seluruh pemangku kepentingan.
c. Struktur Organisasi
Related Unit
Retail Collection
Branch Control
Financing Operation Control
Region Operation Manager
Branch Operation Manager
Operation Ofiicer
Back Office
Teller
Region Head
Branch Manager
BDM Funding &
Wealth Management
BDM Financing
RM Funding
RM Hajj RM Consumer
RM SME Branch Sales Support Costumer
services
d. Job Description
Job Description adalah gambaran dari tugas dan wewenang pihak yang terkait dalam suatu jenis pekerjaan pada sebuah instansi/perusahaan. Adapun Job Description dari pihak yang ada di Bank Muamalat Indonesia adalah sebagai berikut:
1) Branch Manager
a) Bertindak sebagai pimpinan cabang dan bertanggung jawab pada direktur utama atas semua operasional cabang.
b) Memimpin kegiatan pemasaran dalam perbankan. Pemasaran perbankan ssangat penting dilakukan, hal ini untuk memaksimalkan pendapatan bank.
c) Memonitor kegiatan operasional perusahaan, monitoring kegiatan operasional perusahaan bisa dilakukan dengan menyusun rencana bisnis bank.
d) Observasi atas kinerja karyawan. Branch Manager bank bisa melakukan observasi langsung terhadap kinerja bawahannya.
Hal ini penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana karyawan melakukan pekerjaan yang ditugaskan oleh manager.
2) BDM Funding dan Wealth Management
a) Mengembangkan dan meningkatkan kinerja cabang.
b) Meningkatkan motivasi dan produktivitas karyawan dan memberikan pengarahan dan pengawasan.
c) Merencanakan, mengembangkan dan melakukan kegiatan pemasaran yang meliputi produk dan jasa bank.
d) Bersama-sama dengan Branch Manager menyusun rencana pengembangan cabang.
3) BDM Financing
a) Mengembangkan dan meningkatkan kinerja cabang.
b) Meningkatkan motivasi dan produktivitas karyawan dengan memberikan pengarahan dan pengawasan.
c) Merencanakan, mengembangkan dan melakukan kegiatan pemasaran yang meliputi produk financing dan jasa bank.
d) Bersama-sama dengan Branch Manager menyusun rencana pengembangan cabang.
4) Relationship Manager Funding
a) Melakukan inventaris dan solisitasi terhadap calon nasabah.
b) Memonitoring atas penghimpun DPK, sesuai strategi yang telah ditetapkan perusahaan.
c) Melakukan koordinasi denegan unit bisnis terkait dalam melakukan kunjungan nasabah.
5) Relationship Manager Financing Consumer
a) Mencapai target pembiayaan dan target DPK yang telah ditentukan oleh manajemen.
b) Melakukan pelayanan dan pendekatan kepada nasabah melalui telepon atau kunjungan langsung.
c) Membuat surat penawaran kepada calon nasabah baik perorangan maupun perusahaan.
d) Menawarkan cross selling kepada nasabah lending seperti penawaran produk bancasurance.
6) Relationship Manager Financing SME
a) Melakukan proses inisiasi, solisitasi, pengumpulan data, analisa atas pengajuan pembiayaan.
b) Mencapai perolehan DPK berupa tabungan, dan giro.
c) Memelihara jumlah DPK dengan memberikan layanan yang simultan kepada nasabah.
7) Branch Sales Support
a) Membuat surat dan memo serta mengirimkannya untuk kepentingan cabang.
b) Mengatur schedule Branch Manager dan mengingatkan schedule tersebut
c) Memfile surat keluar dan masuk serta memo keluar dan masuk.
d) Menerima tamu yang ingin bertemu dengan Branch Manager dan menyampaikannya kepada Branch Manager.
e) Menerima telepon masuk untuk Branch Manager dan melakukan penyaringan apabila diperlukan.
8) Branch Control (BC)
a) Menyampaikan laporan hasil pemeriksaan secara mingguan dan bulanan.
b) Melakukan proses monitoring c) Melakukan keabsahan tiket non GL.
d) Melakukan pemeriksaan stock opname persediaan dan inventaris cabang setiap bulan.
9) Financing Operation Control (FOC)
a) Melakukan pemeriksaan harian, mingguan, bulanan, atau tahunan atas dokumen pembiayaan.
b) Transaksi dimaksud point 1 diatas sesuai dengan Financing Control check list.
c) Pemeriksaan mencakup seluruh dokumen pembiayaan segmen corporate dan commercial.
d) Pemeriksaan dilakukan terhadap semua dokumen pembiayaan.
10) Branch Operation manager
a) Mensupervisi, mengkoordinir dan memonitor terhadap bidang operasional kantor cabang, KCP, KK dan Mobile branch.
b) Mensupervisi, mengkoordinir dan memonitor secara langsung terhadap Branch Appearance dan layanan.
c) Sebagai Customer identification Officer dengan tugas mengkoordinir dan memonitoring
d) Melakukan pengawasan dan pengendalian atas biaya-biaya operasional
11) Operation Officer (OO)
a) Mensupervisi, mengkoordinir dan memonitor terhadap bidang operasional kantor cabang, KCP,KK dan Mobile Branch.
b) Mensupervisi, mengkoordinir dan memonitor secara langsung terhadap Branch Appearance dan layanan
c) Melakukan pengawasan dan pengendalian atas biaya operasional.
d) Melakukan koordinasi bersama Branch Operation Manager 12) Branch Operation Manager
a) Bertanggung jawab atas semua pelaksanaan standar operasional, perusahaan berkordinasi kepada Branch Manager.
b) Mengawasi serta melakukan koordinasi kegiatan operasional,operation manager harus melakukan koordinasi untuk pengawasan semua aktivitas yang dilakukan oleh staf perbankan yang berkaitan dengan kegiatan operasional seperti yang tergambar.
c) Memantau prosedur operasional manajemen risiko. Sebagai seorang Branch Operation Manager, tugasnya bukan hnaya mengawasi kegiatan operasional perbankan, namun Branch Operation Manager juga harus memantau prosedur operasional dalam hal manajemen risiko.
13) Customer Service
a) Mengenalkan dan menawarkan produk-produk kepada nasabah dengan baik dan benar.
b) Memastikan seluruh hak dan kewajiban nasabah atas produk yang dipilih telah diketahui dan dipahami oleh nasabah dengan baik dan benar.
c) Mengelola dan mengadministrasikan seluruh aktivitas pembukaan rekening oleh nasabah secara efektif dan efesien.
14) Teller
a) Melayani nasabah dalam bertransaksi baik penarikan, setoran, pemindahbukuan, transfer antar bank baik secara tunai dan non tunai.
b) Melakukan cash management terhadap ketersediaan uang tunai di vault dan ATM.
c) Menerima setoran cek/bil yet giro, inkaso dan transfer 15) Back Office
a) Mengelola dan mengadministrasikan stok buku cek/BG.
b) Mengelola seluruh aktivitas transaski kliring yang meliputi pengeloaan transaksi dalam aplikasi SKN-BI, pembukuan transaksi dan untuk memastikan semua kegiatan tersebut dapat berjalan secara efektif dan efesien serta tepat waktu.
c) Mengelola dokumentasi transaski kliring termasuk didalamnya file-file (kliring, Sundries) dan tiket reversing secara benar dan rapi.
d) Mengupdate Virtual Account untuk kerjasama pembayaran.
e. Produk dan Jasa
Dalam melaksanakan kegiatan usaha untuk memenuhi kebutuhan nasabahnya Bank Muamalat menyajikan produk dan layanan, dengan keterangan sebagai berikut:
1) Produk
Produk yang diberikan Bank Muamalat terdiri dari:
a) Pendanaan
Pendanaan yang dijalankan Bank Muamalat dalam menyimpan dan mengelola dana milik nasabah yang terdiri dari:
(1) Giro,
(2) Tabungan, dan (3) Deposito.
b) Pembiayaan
Pembiayaan yang dijalankan Bank Muamalat dalam penyediaan dana dan tagihan terdiri dari:
(1) Pembiayaan konsumsi,
(2) Pembiayaan modal kerja , dan (3) Pembiayaan investasi.
2) Layanan
Layanan yang diberikan Bank Muamalat dalam menunjang kegiayan usahanya, terdiri dari:
a) Perbankan Internasional b) Transfer
c) Layanan 24 jam.
Berikut penjabaran lebih lanjut mengenai masing-masing produk dan layanan yang dijalankan oleh Bank Muamalat:
1) Produk a) Pendanaan
(1) Giro Muamalat (a) Giro Ultima (b) Giro Attijary (2) Tabungan
(a) Tabungan iB Muamalat (b) Tabungan iB Muamalat Dollar
(c) Tabungan Muamalat iB Haji dan Umrah (d) Tabungan iB Muamalat Rencana
(e) TabunganKu iB
(f) Tabungan iB Muamalat Prima
(3) Deposito
(a) Deposito Mudharabah (b) Dana Pensiun Muamalat b) Pembiayaan
(1) Konsumen
(a) KPR Muamalat iB (b) iB Muamalat Umroh
(c) iB Muamalat Koperasi Karyawan (d) iB Muamalat Multiguna
(e) iB Muamalat Pensiun
(f) Pembiayaan Autoloan (Via Multifinance) (2) Modal Kerja
(a) iB Modal Kerja SME
(b) iB Rekening Koran Muamalat (c) iB Muamalat Usaha Mikro (3) Investasi
(a) iB Investasi SME
(b) iB Properti Bisnis Muamalat 2) Layanan
a) Perbankan Internasional (1) Remittance
(a) Kas Kilat
(b) Remittance Bank Muamalat IndonesiaMaybank
(c) Remittance Bank Muamalat Indonesia-BMMB (d) Remittance Bank Muamalat Indonesia-NCB (e) Incoming Muamalat Remittance iB
(f) Outgoing Muamalat Remittance iB (g) Tabungan Nusantara
(2) Trade Finance (a) Ekspor (b) Impor
(c) Bank Garansi (d) Klaim Bank Garansi b) Transfer
(1) Transfer ke rekening Bank Muamalat Indonesia
(2) Transfer ke rekening 72 bank yang tergabung di ATM BERSAMA dan 37 bank yang tergabung di ATM BCA/PRIMA
c) Layanan 24 Jam (1) ATM Muamalat (2) Muamalat Mobile
(3) Internet Banking Muamalat (4) Cash Management System (5) SalaMuamalat
4. Penerapan Manajemen Risiko pembiayaan di Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin
a. Perencanaan (Planning)
Perencanaan yang digunakan Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin adalah dengan menggunkan strategi dan metode yang terorganisasi, komprehensif dan interaktif yaitu dengan memilih nasabah dengan selektif yaitu dengan cara penilaian-penilaian yang digunakan adalah penilain 5C dan 7P.
b. Pengorganisasian (Organization)
Organisasi manajemen risiko pembiayaan untuk Bank Muamalat Indonesia Cabag Banjarmasin terbagi atas 3 unit yaitu Unit Financing Service sebagai unit pemasaran pembiayaan KPR dan analisis awal pembiayaan, Unit Consumer sebagai unit analisis sesudah analisis awal dan sebagai unit yang menetapkan keputusan diterimanya atau ditolaknya suatu pembiayaan, Unit Collection sebagai unit penyelamatan pembiayaan atas pembiayaan yang bermasalah.
c. Penilaian yaitu:
1) Identifikasi (Identifying)
Pembiayaan KPR di Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin menggunakan 2 akad, yaitu:
a) Akad Murabahah
Murabahah adalah transaksi penjualan barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli.
(Nurhayati, 2017)
Di Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin menyediakan pembiayaan dengan akad murabahah dalam produk KPR iB Muamalat.
b) Akad Musyarakah mutanaqishah
Musyarakah mutanaqishah merupakan produk turunan dari akad musyarakah, yang merupakan bentuk akad kerjasama antara dua pihak atau lebih. Kata dasar dari musyarakah adalah syirkah yang berasal dari kata syaraka-yusyriku-syarkan-syarikan-syirkatan (syirkah), yang berarti kerjasama, perusahaan atau kelompok/kumpulan. Musyarakah atau syirkah adalah merupakan kerjasama antara modal dan keuntungan.
Sementara mutanaqishah berasal dari kata yatanaqishu- tanaqish-tanaqishan-mutanaqishun yang berarti mengurangi secara bertahap. (Dr. Ir. M. Nadratuzzaman Hosen, 2009)
Musyarakah mutanaqishah (diminishing partnership) adalah bentuk kerjasama antara dua pihak
atau lebih untuk kepemilikan suatu barang atau asset.
Dimana kerjasama ini akan mengurangi hak kepemilikan salah satu pihak sementara pihak yang lain bertambah hak kepemilikannya. Perpindahan kepemilikan ini melalui mekanisme pembayaran atas hak kepemilikan yang lain.
Bentuk kerjasama ini berakhir dengan pengalihan hak salah satu pihak kepada pihak lain. (Hosen, 2009)
Di Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin menyediakan pembiayaan dengan akad murabahah dalam produk KPR iB Muamalat.
2) Analisis (Analyzing)
Dalam pemberian pembiayaan KPR Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin menganalisis dengan menggunakan prinsip yang sesuai dengan aturan yang telah berlaku seperti pemberlakuan 5C yaitu Character, Capacity, Capital,Collatera, Condition of Economy, yaitu:
a) Penilaian Character
Character adalah hal yang paling menentukan seseorang dalam melunasi hutangnya, walaupun nasabah memiliki kecukupan modal, kapasitas keuangan yang memenuhi syarat, jaminan yang memadai, kondisi perekonomian yang stabil, semua itu tidak akan ada hasilnya jika character nasabah tersebut tidak jujur dan
bertanggung jawab dalam melunasi pembiayaan yang telah didapatkannya.
Diakui bahwa character merupakan hal yang sulit sekali diukur dan dinilai pada saat penilian kelayakan nasabah, apalagi mayoritas nasabah yang mengajukan pembiayaan KPR terbilang belum dikenal secara dekat oleh pihak bank. Untuk mengantisipasi risiko kesalahan penilaian character nasabah tersebut maka Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin menggunakan cara-cara penilaian character nasabah dengan melalui beberapa cara diantaranya BI cheking dan penilaian pihak lain.
Jika calon nasabah tersebut belum pernah mempunyai riwayat pembiayaan dengan bank maka cara kedua yang dapat dilakukan oleh pihak Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin adalah dengan informasi dari pihak lain yang mengenal dengan baik calon nasabah. Misalnya, mencari informasi tentang karakter calon nasabah melalui tetangga, teman kerja, atasan langsung, dan rekan usahanya. Informasi dari pihak lain tentang calon nasabah, akan lebih meyakinkan bagi bank untuk mengetahui character calon nasabah. Character
merupakan faktor yang sangat penting dalam evaluasi calon nasabah.
b) Penilaian Capacity
Analisis terhadap capacity ini ditujukan untuk mengetahui kemampuan keuangan calon nasabah dalam memenuhi kewajibannya sesuai jangka waktu pembiayaan. Cara yang ditempuh oleh Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin yaitu melalui:
Melihat Laporan Keuangan
Dalam laporan keuangan calon nasabah, maka akan dapat diketahui sumber dananya, dengan melihat laporan arus kas.
Memeriksa Slip Gaji dan Rekening Tabungan Calon
Nasabah
Nasabah yang merupakan pegawai, maka bank dapat meminta fotokopi slip gaji tiga bulan terakhir dan didukung oleh rekening tabungan sekurang- kurangnya untuk tiga bulan terakhir. Dari data-data slip gaji dan fotocopy rekening tabungan tiga bulan terakhir, maka akan dapat dianalisis tentang sumber dana dan penggunaan dana calon nasabah. Data keuangan tersebut digunakan sebagai asumsi dasar tentang kondisi keuangan calon nasabah setelah
mendapatkan pembiayaan dari bank syariah.
Pendapatan yang menjadi acuan dalam hal ini adalah salary yang bersifat tetap bukan temporary seperti pendapatan bonus, uang makan dan sebagainya, namun lebih dilihat dari gaji pokok yang dibayarkan perusahaan kepada calon nasabah yang bersangkutan.
c) Penilaian Capital
Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin dalam melihat capital calon nasabah melalui laporan keuangan dari usaha yang dijalankan apabila pada calon nasabah yang tidak memilki laporan keuangan, capital dapat dilihat dari taksiran pendapatan setiap bulannya. Analisis ini sudah cukup baik karena dengan melihat hal tersebut sudah dapat dijadikan parameter kemampuan modal dari calon nasabah.
d) Penilaian Colleteral
Terkhusus untuk pembiayaan Pemilikan Rumah KPR murni, collateral atau agunan yang digunakan Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin adalah rumah yang dijadikan sebagai objek KPR itu sendiri dengan syarat jaminan
tersebut memiliki sertifikat tanah, izin pendirian bangunan (IMB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terakhir. Sehingga jika terjadi pembiayaan macet maka yang dilakukan bank adalah dengan melelang rumah yang dibiayai tersebut.
e) Penilaian Condition of Economy
Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin selain mengoptimalkan prinsip 5C dapat juga menambahkan prinsip lain yaitu prinsip 7P (personality, party, purpose, prespect, payment, probitability, protection) yang belum mencakup prinsip 5C contohnya purpose yaitu melihat tujuan dari calon nasabah dalam mengambil kredit, prospect yaitu menilai bagaimana usaha nasabah dalam masa akan datang, payment yaitu ukuran bagaimana nasabah mengembalikan kredit dan dari sumber mana saja dan protect yaitu bagaimana cara nasabah menjaga agar kredit yang diberikan dapat terjamin.
Selain analisis 5C juga Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin menetapkan Kolektabilitas Pembiayaan Bermasalah.
Tabel 3
Kolektabilitas Pembiayaan Bermasalah
Kolektabilitas Lama Tunggakan
Lancar 0 hari
Dalam Perhatian Khusus 1-90 hari
Kurang Lancar 91-180 hari
Diragukan 181-270 hari
Macet 271 hari
Sumber: Berdasarkan hasil wawancara diolah oleh penulis
Dari hasil wawancara yang mendalam yang telah dilakukan bahwa faktor penyebab pembiayaan bermasalah pada KPR di Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin yaitu:
a) Faktor Internal
(1) Analisis nasabah yang kurang tepat
Tahapan analisis kelayakan calon debitur merupakan tahap awal dari bank dalam memutuskan nasabah layak atau tidak diberikan pembiayaan dimana pihak bank menganalisa dan meninjau berbagai aspek yang menjadi syarat untuk dipenuhi calon debitur sebelum diberikan pembiayaan.
Dalam tahapan ini terkadang pihak bank melakukan kesalahan analisis (human eror) yaitu tidak mendeteksi hal-hal yang menjadi hambatan pelunasan pembiayaan
dari nasabah kedepannya, baik itu dari segi character, usaha atau pekerjaan nasabah, maupun dari berbagai dokumen yang dipersyaratkan bank.
b) Faktor Eksternal
(1) Terjadinya hal-hal diluar dugaan terkait kondisi debitur KPR seperti ekonomi global dan nasabah dengan sengaja mangkir dari kewajiban
Pada beberapa kasus pembiayaan KPR di Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin yang bermasalah adalah disebabkan oleh hal-hal diluar perkiraan kedua belah pihak, seperti misalnya nasabah terkena PHK, musibah seperti yang bersangkutan kebakaran, nasabah yang bersangkutan meninggal dunia, usaha nasabah bangkrut, dan sebagainya yang menyebabkan gangguan atau bahkan berhentinya pembayaran cicilan dan/atau margin pembiayaan KPR yang sedang berjalan.
Dari beberapa faktor diatas menurut narasumber yang bersangkutan yang paling mendominasi terjadinya pembiayaan bermasalah KPR di Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin adalah disebabkan faktor internal nasabah yang sifatnya tidak dapat diduga seperti pendapatan debitur yang menurun, debitur terkena PHK, debitur mengalami masalah kesehatan dan debitur
mengalami masalah keluaraga (perceraian) sehingga keluarga tidak dapat menyelesaikan cicilan.
2) Penanganan
Pembiayaan KPR di Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin terkategori bermasalah ketika telah memasuki kolektabilitas dua atau dalam perhatian khusus yaitu antara 1 hari sampai dengan 90 hari. Hal-hal yang dilakukan dalam menangani pembiayaan tersebut adalah yang pertama, Penagihan intensif melalui telphone. Setelah itu jika batas dua hari tidak menunjukan respon juga maka akan dikirimkan surat pemberitahuan terkait tunggakan pembayaran nasabah dengan dikeluarkan Surat Peringatan (SP) 1, apabila sampai bulan depan bulan juga menunjukan respon maka dikeluarkan SP 2 dan apabila sampai bulan ketiga belum ada itikad baik maka selanjutnya SP 3.
Dalam fase diatas, pemeriksaan juga termasuk dengan menggali sumber-sumber informasi keuangan nasabah apakah mengalami kendala atau tidak, misalnya terjadinya penurunan pendapatan, atau nasabah terkena PHK dan sebagainya.
Setelah dilakukan analisa tersebut dan didapat bahwa nasabah sudah tidak dapat lagi melakukan pembayaran pembiayaan KPR maka langkah yang dapat diambil oleh pihak bank dan nasabah adalah dengan jalan musyawarah setelah keluar SP 1-
3 dan dari musyawarah tersebut akan ada beberapa pilihan penyelesaian yaitu Restrukrisasi, lelang atau jual suka rela.
3) Pemantauan/Monitoring Risiko
Pemantauan yang di lakukan di Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin dalam mengatasi pembiayaaan bermasalah KPR adalah dengan pembina nasabah. Pembinaan yang dilakukan oleh bank Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin yang pertama adalah dengan menagih kemudian apabila nasabah tidak bisa untuk membayar sesuai angsuran maka bank akan memberikan keringan dengan menurunkan pembayaran, dan apabila masih saja tidak bisa membayar maka bank akan melakukan pelelangan rumah tersebut atau dengan jual suka rela.
B. Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian ini, berikut dipaparkan hasil telusuran penulis mengenai tingkat risiko pada pembiayaan bermasalah KPR di Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin dan Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin. Hal ini dilakukan untuk mengetahui risiko mana yang lebih tinggi dari 2 (dua) akad yang dimiliki oleh pembiayaan KPR di Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin dan 2 (dua) akad yang dimilki oleh pembiayaan KPR di Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin.
Penulis mengambil referensi serta membandingkan perlakuan manajemen risiko yang ada di Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin dan Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin dengan regulasi yang relevan di Indonesia. Regulasi yang penulis gunakan sebegai referensi berdasarkan prinsip IFSB dan peraturan Otorisasi Jasa Keuangan Nomor 65/POJK.03/2016 dari 2 (dua) akad yang dimiliki oleh pembiayaan KPR di Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin dan 2 (dua) akad yang dimilki oleh pembiayaan KPR di Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin.
1. Pembiayaan bermasalah KPR yang ada di Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin dan Bank Muamalat Indoneisa Cabang Banjarmasin.
Pembiayaan bermasalah adalah pembiayaan yang kualitasnya berada dalam golongan kurang lancar, diragukan, dan macet.
Untuk mendapatkan fasilitas pembiayaan KPR di Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin sebelumnya nasabah harus mengajukan permohonan pembiayaan dengan melengkapi persyaratan (dokumen), dan melalui beberapa tahap penilaian kelayakan nasabah diantaranya bank melakukan analisis 5C yang sudah dijelaskan diatas pada bagian penilaian analisis. Dari penilaian kelayakan nasabah tersebut bank dapat memutuskan calon nasabah layak atau tidak untuk diberikan pembiayaan KPR.
Di Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin menggunakan 2 akad dalam pembiayaan KPR, yaitu :
a. Akad Murabahah
Murabahah adalah transaksi penjualan barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (margin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli. (Nurhayati, 2017)
Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin menyediakan pembiayaan dengan akad murabahah dalam 2 produk yaitu, KPR BTN Subsidi iB adalah kredit pemilikan rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dengan margin dan cicilan ringan dan tetap sepanjang jangka waktu dengan akad murabahah (jual beli) dalam rangka pemilikan rumah, rusun atau apartemen yang merupakan program pemerintah dan KPR BTN Platinum iB adalah pembiayaan kepada nasabah perorangan dengan akad murabahah (jual beli) dalam rangka pemilikan rumah, ruko, rukan, rusun, apartemen kondisi baru maupun second.
Di tahun 2016 Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin pembiayaan KPR dengan akad murabahah memilki pembiayaan bermasalah yaitu sebanyak 82,28% dari seluruh pembiayaan bermasalah.
b. Akad Istishna’
Istishna’ adalah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kreteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan (pembeli/mustashmi) dan penjual (pembuat/shani’). (Nurhayati, 2017) Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin menyediakan pembiayaan dengan akad istishna dalam produk KPR BTN Indent iB adalah pembiayaan kepada nasabah perorangan dalam rangka pemilikan rumah, ruko, rukan, rusun, apartemen dengan akad istishna’
(pesanan). Di tahun 2016 Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin pembiayaan KPR dengan akad istishna’
adalah sebanyak 17,72% dari seluruh pembiayaan bermasalah KPR.
Dari keseluruhan pembiayaan bermasalah yang ada di Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin di tahun 2016 menyatakan bahwa tingkat NPF adalah 1%. Sedangkan untuk pembiayaaan KPR yang menggunkan akad yang paling bermasalah adalah akad murabahah. Pembiayaan bermasalah KPR dengan akad murabahah paling banyak bermasalah disebabkan karena nasabah di Bank Tabungan Negara Kantor Cabang Syariah Banjarmasin banyak memilih pembiayaan KPR dengan akad murabahah dikarenakan harga rumah dapat subsidi dari pemerintah (KPR iB subsidi) dan juga disebabkan oleh faktor eksternal yaitu
nasabah yang sifatnya tidak dapat diduga seperti pendapatan debitur yang menurun, debitur terkena PHK, debitur mengalami masalah kesehatan dan debitur mengalami masalah keluaraga (perceraian) sehingga keluarga tidak dapat menyelesaikan cicilan.
Solusi untuk meminimalisir risiko akad pembiayaan murabahah yaitu menetapkan jangka waktu maksimal untuk pembiayaan murabahah dengan mempertimbangkan:
1) Tingkat (margin) keuntungan saat ini dan prediksi perubahannya pada masa mendatang yang berlaku di pasar perbankan syariah (DCMR). Semakin cepat perubahan DCMR semakin pendek jangka waktu maksimal pembiayaan.
2) Suku bunga kredit saat ini dan prediksi perubahannya pada masa mendatang yang berlaku di pasar perbankan konvensional.
3) Ekspektasi bagi hasil kepada dana pihak ketiga yang kompetitif di Pasar Perbankan Syariah (ECRI). Semakin besar perubahan ECRI, semakin pendek jangka waktu maksimal.
(LSPP, 2018)
Solusi untuk meminimalisir risiko akad pembiayaan murabahah dengan pembiayaan bermasalah KPR sebesar 82,28% dari seluruh pembiayaan bermaslah KPR yaitu dengan menganalisis nasabah lebih memaksimalkan prinsip 5C, pemantauan pembiayaan nasabah dengan mengecek
kelancaran angsuran si nasabah dan menetapkan jangka waktu pembiayaan dengan mempertimbangkan tingkat margin.
Di Bank Muamalaat Indonesia abang Banjarmasin menggunakan 2 akad dalam pembiayaan KPR, yaitu :
KPR Muamalat iB adalah produk pembiayaan yang akan membantu Nasabah untuk memiliki rumah tinggal, rumah susun, apartemen dan condetol termasuk renovasi dan pembangunan serta pengalihan (take-over) KPR dari bank lain dengan dua pilihan akad yaitu akad murabahah (jual-beli) atau musyarakah mutanaqishah (kerja sama).
a. Akad Murabahah
Murabahah adalah pembiayaan berupa transaksi jual beli barang sebesar harga perolehan barang ditambah margin keuntungan yang disepakati para pihak (penjual dan pembeli).
((LSPP), 2018)
Di Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin menyediakan pembiayaan dengan akad murabahah dalam produk KPR iB Muamalat.
b. Akad Musyarakah Mutanaqishah
Musyarakah mutanaqishah merupakan produk turunan dari akad musyarakah, yang merupakan bentuk akad kerjasama antara dua pihak atau lebih. Kata dasar dari musyarakah adalah syirkah
yang berasal dari kata syaraka-yusyriku-syarkan-syarikan- syirkatan (syirkah), yang berarti kerjasama, perusahaan atau kelompok/kumpulan. Musyarakah atau syirkah adalah merupakan kerjasama antara modal dan keuntungan. Sementara mutanaqishah berasal dari kata yatanaqishu-tanaqish-tanaqishan-mutanaqishun yang berarti mengurangi secara bertahap. (Dr. Ir. M.
Nadratuzzaman Hosen, 2009)
Musyarakah mutanaqishah (diminishing partnership) adalah bentuk kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk kepemilikan suatu barang atau asset. Dimana kerjasama ini akan mengurangi hak kepemilikan salah satu pihak sementara pihak yang lain bertambah hak kepemilikannya. Perpindahan kepemilikan ini melalui mekanisme pembayaran atas hak kepemilikan yang lain. Bentuk kerjasama ini berakhir dengan pengalihan hak salah satu pihak kepada pihak lain. (Hosen, 2009)
Di Bank Muamalat Indonesia cabang Banjarmasin menyediakan pembiayaan dengan akad murabahah dalam produk KPR iB Muamalat.
Risiko-risiko yang perlu diperhatikan oleh bank dalam penyaluran pembiayaan, yaitu:
1) Debitur, disebut juga sebagai couterparty risk, yaitu risiko yang disebabkan oleh debitur sehubungan dengan
ketidakmampuan atau ketidakmauan debitur dalam melaksanakan kewajibannya kepada bank. Couterparty risk terdiri atas:
a) Obligor risk, yaitu risiko yang berkaitan dengan kemauan dan kemampuan debitur dalam menyelesaikan kewajibannya kepada bank.
b) Collateral risk, yaitu risiko yang terkait dengan pemenuhan colleteral (jaminan) yang diberikan oleh debitur kepada bank untuk mengover pinjaman yang diterimanya.
c) Legal risk, yaitu risiko yang terkait dengan aspek dokumentasi dan administrasi pembiayaan, yang mempunyai implikasi hukum jika tidak dilaksanakan deengan tertib dan sesuai dengan peraturan undang- undang yang berlaku.
2) Bank. Risiko yang terjadi karena kesalahan bank dalam melakukan analisis terkait pemberian pembiayaan sehingga fasilitas yang diberikan tidak sesuai dengan peruntukannya, jangka waktu pembiayaan tidak sesuai, over atau under facility, atau fasilitas yang diberikan sebenarnya tidak layak untuk dibiayai.
3) Negara, disebut juga sebagai country risk, yaitu risiko yang terjadi akibat ketidakmampuan debitur dalam memenuhi