• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persaingan Amerika Serikat dengan Republik Rakyat China dalam Mendapatkan Minyak dan Gas di Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Persaingan Amerika Serikat dengan Republik Rakyat China dalam Mendapatkan Minyak dan Gas di Indonesia"

Copied!
122
0
0

Teks penuh

(1)

Persaingan Amerika Serikat dengan Republik Rakyat China dalam Mendapatkan Minyak dan Gas di Indonesia

Skripsi

Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Politik

Disusun Oleh:

Andri Prastio 130906006

Dosen Pembimbing: Heri Kusmanto MA., ph.D.

DEPARTEMEN ILMU POLITIK

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAR SUMATRA UTARA

2017

(2)

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK DEPARTEMEN ILMU POLITIK

Andri Prastio (130906006)

persaingan Amerika Serikat dengan Repblik Rakyat China dalam mendapatkan Minyak dan Gas di indonesia.

Rincian isi skripsi, 116 halaman, 15 buku, 3 jurnal, 5 pdf, dan 39 situs internet.

ABSTRAK

Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui persaingan Amerika Serikat dengan Repblik Rakyat China dalam mendapatkan Minyak dan Gas di indonesia.

Penelitian ini dilakukan dengan mengacu pada dua pokok permasalahan, yaitu:

(1). kepentingan ekonomi antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat China, serta upaya yang telah dilakukan oleh kedua negara di Indonesia untuk mendapatkan Minyak dan Gas, (2). Bentuk persaingan Amerika Serikat dan Republik Rakyat China dalam mendapatkan Minyak dan Gas di Indonesia.

Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah deskriptif.

Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa data sekunder dimana penelitian menggunakan bahan-bahan yang didapat dari buku, jurnal, website, artikel, ataupun sumber-sumber lain yang berhubungan dengan penelitian ini.

Teknik analisis data yang akan penulis gunakan, yaitu teknik analisis data kualitatif, yaitu permasalahan yang diangkat akan digambarkan berdasarkan fakta- fakta yang ada dan kemudian akan diselaraskan antara fakta yang satu dengan fakta yang lainnya sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebangkitan ekonomi Republik Rakyat China membuat China semakin agresif dalam mencari minyak dan gas. Hal ini membuat terjadinya persaingan dengan Amerika Serikat yang merupakan negara yang telah menjadi aktor lama di Indonesia dalam hal energi. Kepentingan ekonomi yang besar membuat kedua negara ini merasa perlu untuk bekerjasama dengan Indonesia khususnya terhadap sumber energi minyak dan gas yang dimiliki. Pemerintah kedua negara juga cukup gencar menjalin kerjasama dengan Indonesia melalui beberapa perundingan ataupun kegiatan untuk meningkatkan kerjasama bilateral dalam bidang energi.

(3)

UNIVERSITY OF NORTHERN SUMATRA

FACULTY OF SOCIAL SCIENCE AND POLITICAL SCIENCE DEPARTMENT OF POLITICAL SCIENCE

Andri Prastio (130906006)

The US competition with the People's Republic of China in obtaining Oil and Gas in Indonesia.

Details of thesis content, 116 pages, 15 books, 3 journals, 5 pdfs, and 39 internet sites.

ABSTRACT

Writing this thesis aims to know the competition of the United States with the People's Republic of China in getting Oil and Gas in Indonesia. This research is conducted with reference to two main issues, namely: (1). Economic interests between the United States and the People's Republic of China, as well as efforts that have been made by the two countries in Indonesia to obtain Oil and Gas, (2).

Forms the competition of the United States and the People's Republic of China in obtaining Oil and Gas in Indonesia. The research method used in writing this thesis is descriptive. This method aims to describe in general the economic interests of the United States and the People's Republic of China in Indonesia, as well as the competition form of the United States and the People's Republic of China in obtaining oil and gas in Indonesia. Data collection techniques used in the form of secondary data where research using materials obtained from books, journals, websites, articles, or other sources related to this research. Technique of data analysis that will writer use, that is qualitative data analysis technique, that is raised problem will be depicted based on facts that exist and then will be harmonized between fact one with other fact so that can be drawn a conclusion.

The results show that the economic revival of the People's Republic of China makes China more aggressive in searching for oil and gas. This makes the competition with the United States which is a country that has become a long time actor in Indonesia in terms of energy. The great economic interests make these two countries feel the need to cooperate with Indonesia especially on the oil and gas energy sources they have. The governments of both countries are also keen to establish cooperation with Indonesia through several negotiations or activities to enhance bilateral cooperation in the energy field.

(4)

PERNYATAAN

Saya yang bertandatangan dibawah ini, menyatakan sesungguhnya:

1. Karya tulis ilmiah saya dalam bentuk Skripsi dengan Judul “Persaingan Amerika Serikat dengan Republik Rakyat China dalam Mendapatkan Minyak dan Gas di Indonesia” adalah asli dan belum pernah diajukan untuk mendapat gelar akademik, baik di Universitas Sumatera Utara maupun di perguruan tinggi lain.

2. Skripsi ini murni gagasan, rumusan, dan penelitian saya sendiri tanpa bantuan dari pihak lain, kecuali arahan dari tim pembimbing dan penguji.

3. Di dalam skripsi ini, tidak terdapat karya atau pendapat yang telah ditulis atau dipublikasikan orang lain, kecuali ditulis dengan cara menyebutkan pengarang dan mencantumkannya pada daftar pustaka.

4. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila di kemudian hari terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran di dalam pernyataan ini, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar yang telah diperoleh karena skripsi ini, serta sanksi lainnya sesuai dengan norma dan ketentuan hukum yang berlaku.

Medan, 13 Juli 2017

Yang Menyatakan

ANDRI PRASTIO NIM 130906006

(5)

DAFTAR ISI

ABSTRAK... i

ABSTRACT... ii

PERNYATAAN... iii

DAFTAR ISI………...…... iv

BAB I : PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang... 1

B. Perumusan Masalah... 16

C. Batasan Masalah... 17

D. Tujuan Penenilian... 17

E. Manfaat Penelitian... 17

F. Kerangka Teori... 18

1. Teori Hubungan Internasional... 18

a. Konsep Kepentingan Nasional... 22

b. Konsep Ekonomi Politik Internasional... 26

c. Konsep Persaingan... 30

G. Metodologi Penelitian... 34

1. Jenis Penelitian... 35

2. Teknik Pengumpulan Data... 35

3. Teknik Analisis Data... 35

H. Sistematika Penulisan... 36

BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI KONDISI PENGUASAAN MINYAK DAN GAS DI INDONESIA... 38

A. Bentuk Sumber Daya Energi di Indonesia... 38

B. Penguasaan Minyak dan Gas Amerika Serikat dan Republik Rakyat China di Indonesia... 48

1. Amerika Serikat (AS)... 48

(6)

a. Perusahaan minyak dan Gas Amerika Serikat yang

berada di Indonesia... 50

b. 11 Kesepakatan Kerja Sama Indonesia-Amerika Serikat Lebih dari Rp133 Triliun... 56

2. Republik Rakyat China (RRC)... 61

a. Jumlah perjanjian bersama kedua negara (MOU) dan persetujuan lain yang ditandatangani oleh Indonesia dan RRC sejak tahun 1999-2002 menurut data dari KBRI di Beijing... 63

b. Perusahaan Minyak dan Gas Republik Rakyat China di Indonesia... 65

BAB III ANALISIS KEPENTINGAN EKONOMI AMERIKA SERIKAT DAN REPUBLIK RAKYAT CHINA DI INDONESIA... 71

A. Kepentingan Ekonomi Amerika Serikat dan Republik Rakyat China di Indonesia... 71

1. Bentuk-Bentuk Kepentingan Ekonomi Amerika Serikat di Indonesia... 71

2. Bentuk-BentukKepentinganEkonomiRepublikRakyat Chinadi Indonesia... 77

B. Bentuk Persaingan Amerika Serikat dengan Republik Rakyat China dalam Mendapatkan Minyak dan Gas di Indonesia... 77

a. CNPC (PetroCHina) di Indonesia... 83

b. Sinopec Indonesia... 87

c. CNOOC di Indonesia... 89

KESIMPULAN DAN SARAN... 103

DAFTAR PUSTAKA... 108

(7)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

A. Latar Belakang

Persaingan Amerika Serikat (AS) dan Republik Rakyat China (RRC) dalam rangka memperebutkan hegemoni pengaruhnya di beberapa kawasan terjadi di setiap lini persaingan yang memperebutkan kepentingan strategis bagi kedua negara. Cina saat ini menandingi Amerika Serikat dalam hal ekonomi yang menyebabkan timbulnya pertengkaran dalam hal perebutan energi misalnya minyak dan gas. Beberapa strategi Amerika Serikat terhadap persaingan China yaitu telah menetapkan batasan terhadap impor Cina dan kini Cina berada dalam posisi sebagai obyek dari kasus WTO (World Trade Organisation) dari praktik anti kompetisi. Bagi Amerika Serikat Cina merupakan ancaman, Oleh karena itu Amerika Serikat ingin membatasi ambisi politik Cina1.

Sejak awal abad ke 21 para analis memandang bangkitnya Cina sebagai tantangan terbesar terhadap Amerika Serikat dan banyak anggapan bahwa Cina akan berkembang menjadi negara adidaya. Cepatnya Cina menjadi negara yang

1 Strategi Cina Hadapi Krisis Energi. Diakses melalui: http://www.kompas.com/kompas- cetak/0508/fokus/1984892.htm . Pada tangal 6 april 2017 Pukul 13.15 wib.

(8)

diperhitungkan dalam peta politik dunia membuat banyak kalangan terkesima dan memprediksi adanya pergeseran kekuatan global dari Barat ke Timur2.

Selagi Amerika Serikat berupaya sekuat tenaga untuk mencegah pengaruh blok komunis yang berperan di Timur Tengah, terdapat suatu kajian dari suatu lembaga di Amerika Serikat yang melakukan penilaian bahwa China akan menjadi negara pengimpor minyak. Penilaian ini akan berdampak pada meningkatnya permintaan suplai minyak dari kawasan negara-negara di Asia Timur yang sebelumnya sudah didominasi oleh Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, China yang telah mengklaim dirinya sebagai leader of the third world menjadi negara pengimpor minyak pada tahun 1993. Berbagai kebijakan strategi jangka panjang pun dipertimbangkan.

Kebutuhan atas minyak yang diimpor sebesar 1,1 juta BPH (Barrels per Hour) sebagian besar didatangkan dari Iran. China yang statusnya sebagai pendatang baru di kawasan Timur Tengah dan dianggap tidak mempunyai suatu keunggulan teknologi dibandingkan dengan Amerika Serikat, Rusia, Jepang dan negara-negara Eropa, mengalami kesulitan untuk dapat bermitra dengan negara-negara penghasil minyak, terkecuali Iran3.

Data dari para geologis terkemuka, Irak mempunyai potensi kandungan minyak sebesar 112 milyar barel yang berarti menempatkannya sebagai negara kedua penghasil minyak terbesar setelah Arab Saudi. Dengan adanya potensi ini,

2 ibid

3 Endi Haryono. “India dan China Segera Menjadi Pusat Dunia Baru Pasca Amerika”. Diakses melalui: http://endiharyono.wordpress.com/2008/12/01/india-dan-China-segera-menjadi-pusat- dunia-baru-pasca-amerika-part-2/. Pada tanggal 9 April 2017 Pukul 23.28 wib.

(9)

membuat negara-negara konsumen berlomba-lomba untuk melakukan kerjasama ekonomi dengan Irak. China pun melakukan penjualan peralatan militer terhadap Irak dan dikompensasikan dengan jaminan suplai minyaknya4.

Di lain pihak, sudah menjadi rahasia umum bahwa intervensi Amerika Serikat ke Irak tahun 1991 dan 2003 dan juga ke Afghanistan tahun 2001 juga memiliki agenda terselubung (hidden agenda) yaitu mengamankan kebutuhan energi minyak bumi. Tindakan Amerika Serikat yang dengan cepat merespons aksi intervensi Irak ke Kuwait pada Agustus 1990 dengan membentuk pasukan multinasional dengan segera dapat dilihat sebagai upaya untuk mengamankan sumber daya minyak bumi di Kuwait menjadi andalan utama pasokan energi ke negara-negara Barat5.

Berdasarkan realita, fenomena yang tampak adalah munculnya persaingan energi antara Amerika Serikat dan China di Asia Tengah atau lebih tepatnya di Laut Kaspia. Kedua negara ini saling berlomba dalam memiliki hubungan yang sangat dekat dengan negara-negara yang menguasai Laut Kaspia yaitu Azerbaijan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Turkmenistan, dan Uzbekistan.

4 EastWest Institute. “Energy Interest and Alliances-China, America, and Africa”, Policy Paper 2008. New York. Hal 100-101.

5 Nurani Chandrawati, "Krisis Energi dan Keamanan Pasokan Energi", Analisis CSIS:Indonesia dan Isu-Isu Global, Vol.36 No.1. Hal 79. Diakses melalui:

http://library.unej.ac.id/client/en_US/default/search/results;jsessionid=96F1FD82F35D 13910A34D4E737AFDF3C?qu=CSIS&qf=LIBRARY%09Library%091%3AJIUNJE M%09UPT+Perpustakaan+Universitas+Jember&d=ent%3A%2F%2FSD_ILS%2F217

%2FSD_ILS%3A217219%7EILS%7E73%7E600&ps=300. Pada Tanggal 11 juni 2017 pukul 11.49 wib.

(10)

Amerika Serikat lebih dulu merumuskan kebijakan luar negeri dalam membangun hubungan diplomatik dengan negara-negara penguasa Laut Kaspia untuk menciptakan stabilitas politik, keamanan regional, dan situasi pasar ekonomi yang kondusif di Asia Tengah. Begitu pula dengan China, yang beberapa tahun kemudian juga merumuskan kebijakan energinya terhadap Asia Tengah6.

Keunikan yang terjadi adalah dengan data yang menunjukkan perkiraan cadangan energi minyak bumi di seluruh dunia bahwa kawasan Timur Tengah, Amerika Latin, dan Afrika masih memimpin sebagai kawasan dengan cadangan energi minyak bumi yang melimpah, Ketersediaan suplai energi menjadi masalah yang cukup signifikan dalam hal ini. Pertama, jika suplai energi menurun, maka akan menimbulkan kenaikan harga energi yang berakibat pada turunnya daya beli energi. Hal ini akan berimbas pada kolapsnya kegiatan ekonomi dan bersifat destruktif terhadap kegiatan produksi dan konsumsi energi masyarakat. Kedua, dengan ditemukannya sumber suplai energi baru, maka hal ini dapat menunda kelangkaan energi yang mungkin terjadi dan mengamankan cadangan energi dalam kurun waktu tertentu. Suplai memegang peranan yang sangat penting, karena permintaan akan energi sebagai komoditas primer cenderung selalu tetap dan bersifat inelastis7.

6 Dianne L. Smith, Central Asia: A New Great Game, Asian Affairs Vol 23, No. 3 (1996).

Hal 162.

7 Kerjasama cina-kazakhstan dalam memenuhi kenutuhan energi minyak cina. Diakses melalui: http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:-

cnsLlY9VQIJ:ejournal.hi.fisip-unmul.ac.id/site/wp-

(11)

Pemenuhan kebutuhan minyak menjadi satu bagian penting dari kebutuhan energi nasional yang tidak bisa diadakan dari dalam negeri. Sehingga besar atau kecilnya perubahan ekonomi dan politik nasional akan menimbulkan akibat atas kebijaksanaan impor energi yang sudah diberlakukan. China merupakan negara yang paling maju dalam bidang perekonomian diantara negara- negara lainnya di kawasan Asia Timur. Ekonomi China diwujudkan dengan bentuk industrialisasi untuk memakmurkan rakyatnya dan menyaingi negara- negara industri lainnya seperti Amerika Serikat8.

Seperempat abad yang lalu, pertumbuhan ekonomi dunia dianggap dapat terus berlangsung tanpa batas. Hampir tidak ada pemimpin dunia yang memperkirakan habisnya kekayaan alam. Guna melanggengkan kekuasaannya, mereka bahkan lebih memikirkan aspek geopolitik lokasi sumber-sumber alam daripada kemungkinan habisnya sumber-sumber tersebut. Tetapi embargo minyak di tahun 1973-1974 yang diikuti politik minyak dunia telah mengubah pikiran semacam itu untuk selamanya9

Tidak mengherankan jika Amerika Serikat dan China melakukan impor energi demi pemenuhan konsumsi energi domestik. Faktor ekonomi yang mempengaruhi kebijaksanaan impor minyak suatu negara adalah pertumbuhan ekonomi, produksi energi dalam negeri, dan koefisien energi (hubungan antara content/uploads/2014/02/jurnal%2520nurul%2520hafiah%2520(02-27-14-02-15-

13).doc+&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id. Pada tanggal 8 April 2017 Pukul 14.15 wib.

8 ibid

9 Walter S. Jones. 1993. Logia Hubungan Internasional. Jakarta : PT Gramedia pustaka Utama.

Hal 484.

(12)

pertumbuhan ekonomi dengan tingkat pertumbuhan konsumsi energi). Dalam konteks analisa ekonomi, besarnya kebutuhan kuota impor minyak merupakan kekurangan kebutuhan energi yang tidak bisa diproduksi di dalam negeri atau jumlah kebutuhan dikurangi ouput nasional. Sedangkan peranan faktor politik yang mempengaruhi kebijaksanaan impor minyak negara konsumen adalah tujuan-tujuan ekonomi nasional, kebijaksanaan energi serta pengaruh kekuatan sektor dunia usaha dan kelompok kepentingan dalam masyarakat atas keputusan politik pemerintah. Impor minyak juga dapat dikatakan sebagai suatu keharusan atas ketidakmampuan negara dalam memenuhi kebutuhan energinya secara utuh, yang merupakan salah satu elemen penting dari keseimbangan ekonomi nasional dan kebutuhan energi.

Bisa dikatakan saat ini Amerika Serikat maupun China berlomba-lomba untuk mendapatkan cadangan sumber energi sebanyak mungkin untuk menjalankan roda ekonomi di negara mereka. Untuk menjalankan roda ekonomi Amerika Serikat dan China, mereka membutuhkan sumber energi misalnya seperti minyak dan gas. Dan persaingan untuk memperebutkan minyak dan gas antara kedua negara ini sudah dimulai dari Asia Timur, Timur Tengah, Asia tengah, dan sampai ke Asia Tenggara.

Dari semua negara yang berada di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menjadi salah satu negara di dunia dengan sumber daya alam yang melimpah bahkan Indonesia adalah negara dengan cadangan minyak dan gas bumi terbesar

(13)

di Asia Tenggara10. Rata-rata tanah Indonesia bergunung api (vulkanik) yang membuat pulau-pulau seperti Sumatera, Jawa, dan Sulawesi sangat subur untuk pertanian tropis. Potensi sumber daya lain yang dimiliki Indonesia yakni energi.

Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai negara adidaya, merupakan sebuah republik federal dengan luas wilayah 9,833,517 km2 dan penduduk sebesar 321.368.864 jiwa (desember 2016). Ekonomi AS merupakan ekonomi yang terbesar di dunia, dengan produk domestik bruto (PDB) terbesar dunia, yakni US$ 19 triliun pada tahun 201611.

Amerika Serikat juga sangat dikenal dengan kekuatan militernya yang besar, dengan anggaran yang sangat besar bahkan negara ini juga mendapat julukan sebagai polisi dunia yang dilihat dari kebijakan-kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang selalu berdasar untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Amerika Serikat juga sangat mempengaruhi dunia sampai gaya hidup Amerika Serikat hampir telah menjadi panutan orang-orang di seluruh dunia. Negeri Paman Sam ini terus maju menjadi negara yang juga menguasai perindustrian dan memiliki pengaruh yang sangat luas. Amerika Serikat terus berinovasi pada bidang teknologi, seperti komputer, internet, senjata nuklir, kapal terbang, dan semacamnya.

10 Kholid Syeirazi. 2009. Di Bawah Bendera Asing: Liberalisasi Industri Migas di Indonesia. Jakarta: Pustaka LP3ES. hal. 51.

11 Daftar 10 Negara dengan Ekonomi Terbesar di Dunia. Diakses melalui:

http://ilmupengetahuanumum.com/10-negara-dengan-ekonomi-terbesar-di-dunia/. pada tanggal 3 maret 2017 pukul 09.00 wib.

(14)

Namun beberapa tahun belakangan ini kondisi ekonomi Amerika Serikat dikabarkan tidak lagi sehebat dulu. Kondisi ekonomi yang tengah ambruk kini perlu untuk melakukan pemulihan ekonomi secepatnya kembali guna memperbaiki kondisi perekonomiannya. Hal ini ditandai bahwa ditahun 2016 terjadi krisis keuangan besar sedunia yang akan dimulai dari Amerika Serikat, karena hutang Amerika Serikat tahun 2015 mencapai US$ 62 triliun atau sekitar Rp 855.000 triliun dalam bentuk surat hutang negara dan banyak surat hutang negara Amerika Serikat yang akan jatuh tempo pada tahun 2016. 80% utang Amerika Serikat tersebut diberikan oleh China yang juga mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi di tahun 2015, mengingat perekonomian China tersebut keropos di dalam, dimana ekspor negara China tinggi, namun ekonomi dalam negeri China hancur, sehingga China akan menarik pinjamannya dari Amerika Serikat di tahun 201612. Hal ini semakin memperkuat bahwa ekonomi Amerika Serikat tengah berada dalam kondisi yang sangat serius dan mulai menimbulkan kegelisahan bagi sejumlah kawasan. Dengan kondisi yang ada saat ini bukan tidak mungkin Amerika Serikat tengah gencar-gencarnya memperluas dan meningkatkan kembali kegiatan ekonominya hampir di semua kawasan.

Di sisi lain Republik Rakyat China (RRC) adalah sebuah negara komunis dengan penduduk terbanyak di dunia, dengan populasi melebihi 1,367,485,388 jiwa (desember 2016). Pada tahun 2016 PDB RRC mencapai US$ 12 triliun atau

12 Tahun 2016 Krisis Keuangan Besar Sedunia. Diakses melalui:

http://www.indonesiahebat.asia/2015/12/tahun-2016-krisis-keuangan-besar- sedunia.html#.WMen3-OZTIU. Pada tanggal 3 maret 2017 pukul 21.00 wib.

(15)

terbesar kedua di dunia13. Perkembangan ekonomi, perdagangan, dan industri China mengalami peningkatan yang pesat sejak tahun 2005. Peningkatan ini merupakan dampak positif yang diperoleh China dari tindakan bergabungnya China ke dalam World Trade Organization (WTO) pada Desember 2001. Langkah yang diambil China ini menyebabkan terjadinya ekspansi besar-besaran pada industri manufaktur China. Ekspansi besar-besaran tidak hanya terjadi di dalam negeri, namun ekspansi terjadi juga ke seluruh dunia14.

Kondisi politik, ekonomi, sosial dan pertahanan China sekarang ini telah jauh berbeda dengan China dahulu. Kemajuan yang dicapai China adalah kenyataan yang harus diperhitungkan dewasa ini. Hal ini telah menjadikan China mendapat perhatian di seluruh dunia dan dianggap menjadi kekuatan besar di masa mendatang. China bahkan dianggap sebagai masa depan Asia dan dunia dimana dapat dilihat dari tingginya angka-angka pertumbuhan ekonomi yang semakin tajam, dengan penguasaan teknologi yang semakin canggih serta kapabilitas diplomasi yang bertambah baik. Dengan pengaruh politik yang cukup besar dan cukup mendominasi perekonomian dunia saat ini, serta semua peningkatan keunggulan yang ada bukan tidak mungkin keeksistensian China saat ini patut untuk diperhitungkan15.

13 Daftar 10 Negara op.cit.

14 Kebangkitan Cina – santosoeko95. Diakses melalui:

https://ekos95.wordpress.com/2015/04/01/kebangkitancina/Kebangkitan Cina – santosoeko95.

Pada tanggal 25 maret 2017 pukul 13.51 wib.

15 Mencermati Perkembangan Kekuatan Ekonomi China - belajar ekonomi. Diakses melalui:

http://www.ajarekonomi.com/2016/02/mencermati-perkembangan-kekuatan.html. Pada tanggal 25 maret 2017 Pukul 15.00 wib.

(16)

Gambar 1. 10 Negara Investasi Terbesar ke Indonesia 2016

Sumber : http://databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/01/26/

10-negara-terbesar-investasi-ke-indonesia-2016

Singapura merupakan negara asal investasi terbesar di Indonesia sepanjang 2016. Nilai investasi dari Negeri Singapura mencapai US$ 9,18 miliar, mengalahkan negara lainnya seperti Jepang Cina, maupun Amerika Serikat.

Adapun jumlah proyek dari investasi Singapura mencapai 5.874 unit16.

Menurut Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral Direktorat Jenderal Minyak & Gas Bumi Indonesia memiliki 3,3 milyar barrel cadangan minyak bumi yang terbukti, dan yang masih potensial sebanyak 3,9 milyar barel cadangan minyak bumi pada tahun 201617. Bahkan produksinya diperkirakan akan meningkat lagi. Selain itu Indonesia tidak hanya sebagai penghasil minyak bumi

16 10 Negara Investasi Terbesar ke Indonesia 2016. Diakses melalui :

http://databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/01/26/10-negara-terbesar-investasi-ke-indonesia- 2016. pada tanggal 24 maret 2017 Pukul 0.20 wib.

17 Statistik Migas - Cadangan Minyak Bumi. Diakses melalui:

http://statistik.migas.esdm.go.id/index.php?r=cadanganMinyakBumi/index. pada tanggal 16 maret 2017. Pukul 23.30 wib.

(17)

indonesia juga penghasil gas alam. Cadangan gas alam indonesia terhitung 1 januari 2016 mengalami peningkatan, Menurut Kementerian Energi & Sumber Daya Mineral Direktorat Jenderal Minyak & Gas Bumi Indonesia memiliki 151,33 trilyun cubic feet (Tcf) cadangan gas yang terbukti per Januari 2015 dan menempatkan Indonesia di posisi ke-14 negara paling banyak memiliki cadangan gas alam di dunia dan posisi ke-3 terbesar di kawasan Asia Pasifik18.

Minyak dan gas bumi terutama dari Kalimantan Timur dan pesisir timur Sumatera, menyediakan modal yang cukup untuk mendanai pembangunan.

Minyak bumi merupakan komoditas ekspor terpenting sejak tahun 1970-an.

Mineral juga merupakan salah satu kebutuhan untuk menunjang industri. Bahan baku yang berasal dari sumberdaya alam lainnya tidak kalah penting. Industri besi baja menentukan kemajuan suatu bangsa. Karena itu, mineral merupakan tulang punggung kemajuan bangsa dan mampu menjamin kelangsungan hidup bangsa19.

Dengan sumber daya alam yang melimpah ini, tidak heran jika semakin maraknya perusahaan minyak internasional yang berinvestasi, ditambah juga dengan masih tersedianya cadangan energi di Indonesia. Seperti perusahaan milik Amerika Serikat, Chevron, perusahaan minyak asing yang menempati peringkat pertama di Indonesia. Namun, dengan berkembangnya industri yang dimiliki oleh China, kebutuhan akan sumber daya energinya juga akan semakin besar. Maka

18 cadangan gas bumi indonesia. Di akses melalui:

http://www.migas.esdm.go.id/post/read/cadangan-gas-bumi-indonesia-2015-meningkat.

Pada tanggal 16 maret 2017 Pukul 10.00 wib.

19 Adjat sudradjat.Op.cit., Hal 150.

(18)

tidak heran perusahaan-perusahaan minyak China juga terus berkembang hampir di semua negara yang memiliki minyak termasuk Indonesia.

Harga minyak yang kini juga melambung tinggi membuat semakin meningkatnya permintaan minyak dunia karena pertumbuhan ekonomi, Minyak mentah masih menjadi sumber utama pemasok energi dunia. Data Organisasi Negara-Negara Penghasil Minyak (OPEC) menyebutkan, konsumsi dunia pada 2015 mencapai 92,8 juta barel per hari (bph) naik 0,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Ada 15 negara dengan besar konsumsi melebihi1,5 juta bph.

Amerika Serikat di peringkat pertama dengan 19 juta bph, diikuti Cina (11,1) dan Jepang (4,3). Indonesia berada di peringkat 13 dengan konsumsi 1,6 juta bph.

Pada 2016, permintaan minyak diperkirakan terus tumbuh meski dengan persentase lebih kecil20.

Beberapa perusahaan minyak China di Indonesia seperti PetroChina terus berupaya untuk berinvestasi di Indonesia. Namun Petro China juga mendapat saingan ketat dari perusahaan Amerika Serikat yang telah lama berada di Indonesia. Persaingan yang terjadi antara dua negara besar ini akan mendorong kedua negara untuk meningkatkan strategi dalam mendapatkan energi yang ada di Indonesia.

Adapun strategi China dan Amerika Serikat untuk menguasai pasar Indonesia yaitu bermulaberlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean

2015 Konsumen Minyak Terbesar Dunia - Katadata News. Diakses melalui:

http://katadata.co.id/grafik/2016/01/06/15-konsumen-minyak-dunia. pada tanggal 16 maret 2017 Pukul 12.00 wib.

(19)

ke-19 di Nusa Dua Bali,Yakni, ikutnya AS dan Cina dalam hajatan besar 11 negara anggota Asean21. Cina, misalnya. Negeri Tirai Bambu ini merangkul negara-negara anggota Asean untuk meresmikan Asean-Cina Centre (ACC).

Untuk mendirikan ACC, Cina rela menjadi penyumbang terbesar hingga 90%, sementara sisanya dibagi rata 11 negara anggota Asean. Tujuan utama ACC adalah memperkuat perdagangan dua arah antara negara-negara Asean dan Cina22.

Bila Cina merangkul Asean lewat jalinan ACC, Amerika Serikat datang dengan konsep Trans Pacifik Partnership (TPP) yang digagasnya. Inti dari konsep tersebut adalah menjadikan pasar Asean sebagai pasar baru bagi tujuan ekspor Amerika Serikat. Posisi Asean memang sangat penting bagi ekonomi dunia.

Dengan jumlah penduduk 558 juta jiwa dan sumber daya alam yang sangat berlimpah, Asean bakal menjadi penentu bagi masa depan Asia Timur dalam menggeser hegemoni ekonomi dunia. Asean juga akan menjadi pendukung ekonomi negara-negara industri Asia, seperti Cina, India, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru. Amerika Serikat juga memiliki antara 8.000 sampai dengan 12.000 kepala nuklir strategi di beberapa lapangan. Oleh karena itu, sebenarnya prinsip yang diterapkan Amerika Serikat sekarang ini adalah kesiapan

21 China atau Amerika Serikat yang akan Menghegemoni Dunia. Diakses melalui:

http://www.theglobalreview.com/content_detail.php?lang=id&id=9521&type=4#.WPMv FuOZTIU. Pada tanggal 17 April pukul 15.42 wib.

22 ibid

(20)

Amerika Serikat menghadapi perang sama baiknya dengan memenangkan perang (USA have a strategic “preventing the war as equal as winning the war”)23.

Sejak perjanjian Perdagangan Bebas China-Asean (Asean-Cina Free Trade Agreement/ACFTA) diberlakukan 1 Januari 2010, barang-barang China mulai dari peniti hingga mesin modal membanjiri pasar Indonesia. Maklum, dengan bea masuk 0%, barang-barang China leluasa masuk ke Indonesia.

Sebelumnya, barang China sudah membanjiri pasar Indonesia dengan harga yang sangat murah. ACFTA memang membuat China makin bergairah menyerbu pasar Indonesia. Bahkan, beberapa perusahaan raksasa China terus hadir dalam berbagai pameran teknologi dan produk China. Hingga saat ini lebih 1.000 perusahaan China beroperasi di Indonesia, baik bidang infrastruktur, kelistrikan, energi, komunikasi, agrikultural, manufaktur dan sektor lainnya24.

China juga dikabarkan sedang mengincar pertambangan di pegunungan Grasberg dan Ertsberg di Mimika, Timika, Papua, yang belum semuanya dieksploitasi oleh PT Freeport Indonesia. Di pegunungan ini masih terkadung biji tembaga, uranium, dan emas. Inilah salah satu alasan yang dikabarkan kenapa Amerika Serikat mendirikan pangkalan militer di Darwin. Dalam beberapa tahun terakhir, boleh dibilang China merupakan investor paling agresif di sektor migas Indonesia. CNOOC mengakuisi seluruh operasi migas Repsol-YPF senilai US$

23 ibid

24 ibid

(21)

585 juta, sehingga menjadikannya produsen minyak lepas pantai terbesar di Indonesia dengan output 125.000 barel per hari25.

Selanjutnya CNOOC juga menandatangani kontrak US$ 500 juta untuk membeli 2,6 juta ton per tahun gas alam dari Tangguh, Papua. Pada saat hampir bersamaan dengan akuisisi CNOOC atas Repsol-FPF, PetroCina juga berhasil membeli seluruh aset Devon Energy (Amerika Serikat) di Indonesia seharga US$

262 juta. Beberapa saat kemudian, PetroChina sudah mendapatkan kontrak kerja sama migas dengan Pertamina di Sukowati dan Tuban, lapangan migas yang bertetangga dengan Blok Cepu26.

Adapun strategi China untuk menguasai pasar indonesia yaitu melakukan perang Asimetris. Dimana perang asimetris merupakan metode peperangan gaya baru secara non militer, tetapi memiliki daya hancur, tidak kalah hebat bahkan dampaknya lebih dahsyat dari perang militer. Sasaran Perang Asimetris ada tiga yaitu 27:

1) Membelokkan sistem sebuah negara sesuai arah kepentingan kolonialisme/kapitaLisme.

2) Melemahkan ideologi serta mengubah pola pikir Rakyat.

3). Menghancurkan "Food Security" (ketahanan pangan) dan "Energy security" (Jaminan pasokan dan ketahanan Energi) Sebuah bangsa, selanjutnya

25 ibid

26 ibid

27 Konspirasi China dan Amerika terhadap Indonesia. Diakses melalui:

http://www.kumpulankonsultasi.com/2016/10/buka-mata-konspirasi-china-dan-amerika- terhadap-indonesia.html. pada tangal 17 April 2017 Pukul 15.50 wib.

(22)

menciptakan ketergantungan negara, target terhadap negara lain dalam hal "Food and energy security".

Selain itu strategi China yang dilakukan yaitu dengan cara menebar investasi atau "bantuan dan hibah" dalam wujud pembangunan gedung- gedung, infrastruktur dan Lainnya, sudah barang tentu degan persyaratan

"Tersirat" nya yg mengikat.

Disini kemudian penulis akan meneliti apa saja kepentingan-kepentingan dari Amerika Serikat dan China secara khusus yang terjadi di Indonesia. Peran Amerika Serikat yang saat ini juga diprediksi semakin maraknya mengembangkan pasar ekspornya ke negara-negara di Asia Tenggara seperti Indonesia yang kini tengah dibanjiri oleh produk-produk China. Selain itu bagaimana peluang kedua negara yang saling bersaing untuk mendapatkan Minyak dan Gas di Indonesia.

Hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul:

Persaingan Amerika Serikat dengan Republik Rakyat China dalam Mendapatkan Minyak dan Gas di Indonesia

B.Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dijelskan sebelumnya, maka muncul pertanyaan utama dalam penelitian ini, yaitu: bagaimana Persaingan

(23)

Amerika Serikat dengan Republik Rakyat China dalam Mendapatkan Minyak dan Gas di Indonesia?

C. Batasan Masalah

Dari latar belakang dan rumusan masalah yang diuraikan diatas, maka terdapat pertanyaan penelitian yang akan dibahas dalam penelitian ini, yaitu:

1. Apa bentuk persaingan Amerika Serikat dan Republik Rakyat China dalam mendapatkan Minyak dan Gas di Indonesia?

D.Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain adalah sebagai berikut:

a. Menjelaskan bentuk-bentuk kepentingan ekonomi antara Amerika Serikat dan Republik Rakyat China, serta upaya yang telah dilakukan oleh kedua negara di Indonesia untuk mendapatkan Minyak dan Gas.

b. Menjelaskan persaingan Amerika Serikat dan Republik Rakyat China dalam mendapatkan Minyak dan Gas di Indonesia.

E. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari dilakukannya penelitian ini adalah :

1. Diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai informasi penguasaan minyak dan Gas di Indonesia kepada Pemerintah dan

(24)

instansi-instansi yang terlibat, dan bahan pertimbangan dalam hubungan perekonomian Amerika Serikat dan China serta Indonesia umumnya.

F. Kerangka Teori

1. Teori hubungan internasional

Sebagai suatu disiplin, studi hubungan internasional sudah mulai di kembangkan dalam bentuk buku-buku teks dan dalam kurikulum-kurikulum akademis perguruan tinggi. Namun, yang jelas sebagai titik awal perkembangan sebagai suatu disiplin ilmu dalam bidang hubungan internasional, tampak dalam penelusurannya sejak perang dunia ke satu yakni pada saat adanya upaya-upaya untuk mengorganisasikan dunia kedalam suatu wadah yang bersekala internasional yakni dengan didirikannya liga bangsa-bangsa (LBB). Dengan didirikannya Liga Bangsa-bangsa (LBB) tersebut sebagai organisasi internasional maka sekaligus dengan itu membuka babak baru tentang kajian bidang hukum internasional, politik internasional, ekonomi internasional, dan organisasi internsional28.

Permasalahan yang pertama-tama muncul dalam luas lingkup studi hubungan internasional adalah bahwa terminologi (istilah) tersebut sering digunakan dan disamakan dengan politik internasional. Kendati demikian, akhirnya inti hubungan internasional itu adalah politik internasional. Akan tetapi hubungan internasional tidak selalu hanya mencakup politik internasional.

28 P.Antonius Sitepu. 2001. Studi Hubungan Internasional. Yogyakarta : Graha Ilmu. Hal 9.

(25)

Artinya, ada hubungan-hubungan yang berskala internasional memiliki dimensi ekonomi, miiter, budaya dan sebagainya. Sehingga banyak orang yang beranggapan bahwa istilah hubungan internasional, politik internasional dan politik luar negeri tercakup di dalamnya29.

Hubungan Internasional (international realtions) yang secara harfiah, dapat kita terjemahkan sebagai suatu hubungan antarbangsa (politik, ekonomi, diplomasi) namun aspek politik dan hukum merupakan dua aspek yang dominan.

(Budiono Kusumohamidjojo, 1987,7). Aspek politik, sebagai aspek material ( kepentingan militer, ekonomi dan kebudayaan) sedangkan aspek hukumnya menjadikannya sebagai aspek formal dalam artian merupakan bentuk atas penyelesaian prosedural dari berbagai kepentingan (interest). Sehingga pada akhirnya, kepentingan tersebut dapat dan harus di simpulkan sebagai kepentingan politik juga30.

Pengertian hubungan internasional secara definisional, dapat diartikan sebagai hubungan antarbangsa, atau sebagai hubungan global yang meliputi semua hubungan yang terjadi dengan melampaui batas-batas ketatanegaraan. Hubungan internasional juga sering diistilahkan hubungan antarnegara untuk mendanai semua hubungan itu. Hal ini disebabkan dengan kenyataan, pada akhir-akhir ini kita juga mengenal hubungan-hubungan yang melintasi kedaulatan negara yakni dengan lahirnya Multi National Corporations (MNC’S)31.

29 Ibid hal 18.

30 Ibid. Hal 20.

31 Ibid. Hal 32.

(26)

Hubungan luar negeri yang mencakup keseluruhan hubungan yang dijalankan oleh suatu negara dengan semua pihak yang tidak tunduk pada kedaulatannya. Dengan demikian, yang tampak dalam kaitan ini tidak hanya negara-negara lain, tetapi juga adalah termasuk partai-partai, kelompok-kelompok negara asing. Sedangkan yang diartikan dengan istilah politik luar negeri adalah keseluruhan perjalanan keputusan pemerintah untuk mengatur semua hubungannya dengan negara lain. Politik luar negeri merupakan pola perilaku yang diwujudkan oleh suatu negara sewaktu memperjuangkan kepentingannya dalam hubungannya dengan negara-negara lain. Politik luar negeri juga dapat diartikan sebagai bentuk kebijaksanaan atau tindakan yang diambil dalam hubungannya dengan situasi/aktor yang ada di luar batas-batas wilayah negara.

Politik luar negeri merupakan manifestasi utama dari perilaku negara dalam hubungannya dengan negara lain, sehingga yang terjadi adalah adanya interaksi antar negara32.

Studi hubungan internasional sebagai salah satu wacana penelitian (a field of inquiry) dalam kaitannya dengan distribusi kekuasaan (distribution of powers) kedalam suatu skala global serta dengan interaksinya dalam suasana saling pengaruh mempengaruhi suatu sama lainnya antara pusat-pusat kekuasaan.

Maka dalam hal penggunaan konsep power disini diartikan kedalam suatu wawasan yang luas yang mencakup “means influence and control over this fellow man”. Ini termasuk kemampuan seseorang untuk menggunakannya supaya dapat

32 Ibid. Hal 33.

(27)

di manfaatkan untuk mengontrol orang baik secara pikiran maupun dengan aksi terhadap orang lain. Dalam dataran yang lebih luas, orang akan dapat menggunakannya sebagai unsur kekuatan masyarakat ( social power) yang tersusun kedalam dua aspek utama yakni fisik dan psiko-kultural yang selanjutnya didistribusikan kepada orang lain sementara yang lainnya memiliki tingkat-tingkat kemampuan yang berbeda-beda untuk mempengaruhi orang lain. Negara dalam hal ini merupakan organisasi yang memiliki kekuasaan (power) sebagai aktor di dalam konstelasi internasional senantiasa mencandera kedalam situasi yang bersifat “(power relationships)” yang diartikulasikan oleh pemerintah-pemerintah berdaulat33.

Oleh karena itu arti yang subtansial terhadap hubungan internasional terletak di dalam berbagai pola atau bentuk yang kesemuanya concern dengan hubungan internasional. Di antara berbagai bentuk atau pola yang dimaksudkan adalah pola interaksi yang di anggap paling pokok sebagaimana halnya dalam praktik-praktik diplomasi, militer, dan maupun bidang ekonomi34.

Politik luar negeri merupakan output dari suatu negara ke dalam sistem politik global. Sehingga dengan pengertian seperti ini terkandung makna bahwa dalam cara mendekati persoalannya ditempatkan ke dalam konsep-konsep politik luar negeri yakni dengan melihatnya dari beberapa komponen yang melekat dalam terminologi “poreign” dan “policy”. Kita akan mengatakan bahwa yang diartikan dengan policy adalah sebagai suatu keputusan (decision) atau serangkaian

33 Ibid. Hal 34.

34 Ibid. Hal 35.

(28)

keputusan-keputusan atau program-program bergerak sebagai pemandunya. Policy sebagai pemandunya untuk bergerak atau serangkaian aksi untuk mencapai tujuan organisasi. Policy itu sendiri pada akhirnya merupakan akar di dalam konsep

“choice”. Posisi politik luar negeri justru merupakan serangkaian acuan- acuan/haluan-haluan lingkungan darai suatu negara tertentu. (Bruce Russet &

Harvey Starr 1985,190-191)35

a. Konsep Kepentingan Nasional

Kepentingan nasional merupakan salah satu konsep yang paling dikenal luas oleh kalangan penstudi Hubungan Internasional karena konsep inilah tujuan mendasar serta faktor paling menentukan yang memandu dan para pembuat keputusan dalam merumuskan politik luar negeri sebuah negara. Selain itu konsep ini juga sering dipakai sebagai pengukur keberhasilan suatu politik luar negeri atau evaluasi36.

Menurut H.J.Morgenthau kepentingan nasional sama dengan usaha negara untuk mengejar power, dimana power adalah segala sesuatu yang bisa mengembangkan dan memelihara kontrol suatu negara terhadap negara lain.

Morgenthau juga mengatakan bahwa konsep kepentingan nasional serupa dengan

‘konsep umum’ konstitusi Amerika Serikat dalam dua hal yaitu kesejahteraan umum (general welfare) dan hak perlindungan hukum. Konsep tersebut memuat

35 Ibid. Hal 68.

36 Umar Suryadi Bakry. 1999. Pengantar Hubungan Internasional. Jakarta : Jayabaya University Press. Hal 60.

(29)

arti minimum yang inheren di dalam konsep itu sendiri, Arti minimum yang inheren di dalam konsep kepentingan nasional sebuah negara adalah melindungi identitas fisik, politik, dan kulturalnya dari gangguan negara-bangsa lain. Dengan kata lain hakekat kepentingan nasional menurut Morgenthau adalah power (pengaruh, kekuasaan, dan kekuatan)37.

Namun menurut Joseph Frankel (1970) kepentingan nasional tidak bisa didefinisikan secara sempit dengan cara mengabaikan kepentingan-kepentingan moral, religi, dan kepentingan kemanusiaan yang lain seperti yang dibuat oleh Morgenthau. Hal ini senada dengan apa yang dikatakan oleh Nicholas Spykman bahwa kepentingan nasional juga mencakup kepentingan moral, religi, kebudayaan, dan sebagainya. Tetapi dia menambahkan bahwa untuk mengejar kepentingan-kepentingan itu tetap diperlukan power yang mencukupi38.

Paul Seabury mendefenisikan “kepentingan nasional secara normatif dan deskriptif: secara deskriptif kepentingan nasional adalah tujuan yang harus dicapai oleh suatu bangsa secara tetap melalui kepemimpinan pemerintah. Sedang secara normatif kepentingan nasional adalah kumpulan cita-cita suatu bangsa yang berusaha dicapainya dengan berhubungan dengan Negara lain”39. Oleh karena itu

37 Konsep Kepentingan Nasional dalam Hubungan Internasional. Diakses melalui:

http://stephanie-andriani-fisip13.web.unair.ac.id/artikel_detail-84954 SOH101Konsep%20Kepentingan%20Nasional%20 dalam%20

Hubungan%20Internasional%20%20.html. Pada tanggal 22 April Pukul 13.27 wib.

38 Ibid. Hal 61.

39 Ibid. Hal 61-62.

(30)

kepentingan nasional dianggap sebagai sarana dan sekaligus tujuan dari tindakan suatu negara untuk bertahan hidup dalam politik internasional40.

Kepentingan nasional merupakan dasar bagi suatu negara untuk menjelaskan perilaku luar negeri serta sebagai alat ukur untuk menentukan keberhasilan politik luar negeri suatu negara. Konsep kepentingan ini sekaligus menjadi dasar evaluasi kebijakan luar negeri. Kepentingan nasional sangat penting bagi suatu negara karena hal ini merupakan kontrol suatu negara terhadap negara lain. Bahkan kepentingan nasional dapat diartikan sebagai tujuan fundamental dan faktor penentu akhir yang mengarahkan para pembuat keputusan dari suatu negara dalam merumuskan kebijakan luar negerinya. Kepentingan nasional pada umumnya merupakan unsur-unsur yang vital dari kebutuhan negara seperti pertahanan, keamanan, militer dan kesejahteraan ekonomi. Begitu halnya dengan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan juga China. Tindakan ekonomi yang dilakukan kedua negara tersebut yang melintasi antarnegara ataupun antarkawasan tentu saja karena adanya kepentingan nasional dari masing-masing negara yang diharapkan akan membawa kesejahteraan ataupun kemakmuran bagi tiap negara41. Dalam mewujudkan kepentingan nasionalnya suatu negara kemudian berusaha melindungi dan mempertahankannya dari pihak lain yang dapat mengancam kelangsungan dan pemenuhan kebutuhan negaranya. Mengenai hal ini Mochtar Mas’oed berpendapat bahwa “Kepentingan nasional merupakan

40 Ibid

41 Banyu Perwita. 2005. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Hal 35.

(31)

kemampuan minimum negara-negara untuk melindungi dan mempertahankan identitas fisik, politik dan kulturnya dari gangguan-gangguan negara lain”42.

Miroslav Nincic juga menyebutkan tiga kriteria atau yang disebutnya asumsi dasar yang harus dipenuhi dalam mendefinisikan kepentingan nasional.

Pertama, kepentingan itu harus bersifat vital sehingga pencapaiannya menjadi prioritas utama pemerintah dan masyarakat. Kedua kepentingan tersebut harus berkaitan dengan lingkungan internasional. Artinya pencapaian kepentingan nasional dipengaruhi oleh lingkungan internasional. Ketiga kepentingan nasional harus melampaui kepentingan yang bersifat partikularistik dari individu, kelompok atau lembaga pemerintahan sehingga menjadi kepedulian masyarakat secara keseluruhan43.

Kepentingan nasional didefinisikan sebagai konsep abstrak yang meliputi berbagai kategori/keinginan dari suatu negara yang berdaulat. Kepentingan nasional terbagi ke dalam beberapa jenis44:

1. Core/basic/vital interest; kepentingan yang sangat tinggi nilainya sehingga suatu negara bersedia untuk berperang dalam mencapainya.

Melindungi daerah-daerah wilayahnya, menjaga dan melestarikan nilai-

42 Mochtar Mas’oed. 1990. Ilmu Hubungan Internasional: Disiplin Ilmu dan Metodologi.

Jakarta: LP3ES. Hal 141.

43 Aleksius Jemadu. 2008. Politik Global dalam Teori dan Praktik. Yogyakarta: Graha Ilmu. Hal 67.

44 Anak Agung Banyu Perwita dan Yanyan M. Yani. 2005. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya. Hal 52.

(32)

nilai hidup yang dianut suatu negara merupakan contoh dari core/basic/vital interest ini.

2. Secondary interest, meliputi segala macam keinginan yang hendak dicapai masing-masing negara, namun mereka tidak bersedia berperang dimana masih terdapat kemungkinan lain untuk mencapainya melalui jalan perundingan misalnya.

Kepentingan nasional yang bersifat vital umumnya berkaitan dengan kelangsungan hidup negara tersebut serta nilai-nilai inti (core values) yang menjadi identitas kebijakan luar negerinya. Ketika kepentingan vital atau strategis suatu negara menjadi taruhan dalam interaksinya dengan aktor lain, maka negara tersebut akan menggunakan segala instrumen yang dimilikinya termasuk kekuatan militer untuk mempertahankannya. Sedangkan kepentingan yang non-vital atau sekunder tidak berhubungan secara langsung dengan eksistensi negara itu tetapi tetap diperjuangkan melalui kebijakan luar negeri45.

b. Konsep Ekonomi Politik Internasional

Studi tentang ekonomi politik internasional merupakan studi yang termasuk baru muncul. Krisis oil schock tahun 1970an telah memunculkan kesadaran bahwa politik dan ekonomi saling mempengaruhi (Dugis, 2013).

Sebelum itu para akademisi ekonomi dan politik seringkali memisahkan

45 Aleksius Jemadu. Op.Cit. hal 68.

(33)

keduanya. Para penstudi ekonomi percaya bahwa pasar terisolasi dari isu politik (Gilipin,2001; 77). Ekonomi politik internasional sendiri berusaha untuk mengemukakan bahwa sebenarnya ekonomi mempunyai keterikatan dengan power atau politik46.

Negara dalam hubungannya dengan negara lain pasti berkeinginan untuk memenuhi kepentingannya. Untuk mencapai hal tersebut negara dapat memanipulasi kekuatan pasar untuk meningkatkan power dan pengaruh (Gilpin, 2001;78). Terbentuknya rezim sebagai alat untuk mengatur pasar turut menciptakan terpenuhinya kebutuhan politik suatu negara. Ketika rezim dapat mempengaruhi distribusi pendapatan maka negara berusaha untuk mempengaruhi desain dan fungsi dari institusi, hal ini untuk memenuhi kebutuhan politik, ekonomi, dan kepentingan lain. Maka studi ekonomi politik internasional mengasumsikan bahwa negara, MNC, dan aktor lainnya menggunakan power yang dimiliki untuk mempengaruhi nature dari rezim internasional. (Gilpin, 2001;78)47.

Setelah negara menggunakan powernya untuk mempengaruhi rezim internasional seperti WTO dan GATT maka telah terjadi pula kepentingan politik yang berhubungan dengan ekonomi. Gilpin (2001) dalam bukunya Global

46 Konsep dan Pengertian Ekonomi Politik Internasional. Diakses melalui:

http://rizkaperdana-fisip11.web.unair.ac.id/artikel_detail-73820- Ekonomi%20Politik%20Internasional-

Konsep%20dan%20Pengertian%20Ekonomi%20Politik%20Internasional.html. Pada tanggal 22 April 2017 Pukul 12.00 wib.

47 Ibid

(34)

Political Economy mengungkapkan bahwa ekonomi politik internasional merupakan dinamika interaksi global antara pengejaran kekuasaan (politik) dan pengejaran kekayaan (ekonomi), yang terdapat hubungan timbal balik diantara keduanya. Pengertian lain mengenai ekonomi politik internasional diungkapkan oleh John Ravenhill yang mendefinsikan ekonomi politik internasional sebagai

“field of enquiry”, yaitu sebagai suatu subjek permasalahan yang fokus utamanya adalah hubungan (interrelationship) antara kekuasaan publik dan pribadi dalam persoalan pengalokasian sumberdaya yang terbatas atau langka (Ravenhill,2008;21). Ekonomi politik internasional sendiri secara sederhana dapat diartikan menjadi dua kata yaitu state (negara) dan market (pasar). Ketika terjadi hubungan timbal balik diantara keduanya maka ekonomi dan politik keduanya saling mempengaruhi. Namun pada perkembangannya politik mempengaruhi ekonomi lebih dominan (Dugis, 2013)48.

Studi ekonomi politik internasional akan sangat bermanfaat bagi kita untuk mempelajari interaksi aktor-aktor negara dan bahwa pada kenyataannya politik dan ekonomi saling bersinggungan. Sebagai contoh adalah ketika Indonesia diminta IMF untuk memberikan pinjaman dana. Dihitung secara ekonomis maka hal tersebut tidak masuk akal. Bagaimana bisa negara Indonesia yang notabene masih negara berkembang dan banyak berhutang malah diminta untuk memberi pinjaman dana kepada IMF. Ternyata dibalik itu terdapat motif politik yang mempengaruhi. Indonesia yang tergabung sebagai negara G-20 ternyata

48 Ibid

(35)

diharuskan untuk memberi pinjaman dana karena dianggap sebagai 20 negara yang paling besar ekonominya di dunia. Dari contoh tersebut maka sedikit menjelaskan bagaimana politik dan ekonomi saling bersinggungan. Bahwa motif ekonomi saja ternyata tidak cukup untuk memahami interaksi antara negara- negara di dunia dibaliknya terkadang banyak sekali motif politik yang mempengaruhi49.

Ekonomi Politik Internasional menurut Mohtar Mas’oed, didefinisikan sebagai studi tentang saling hubungan antara ekonomi dan politik dalam arena internasional, yaitu bagaimana soal-soal ekonomi seperti inflasi, defisit neraca perdagangan atau pembayaran, penanaman modal asing, efisiensi produksi, dsb.

berkaitan dengan urusan politik internasional dan politik domestik50.

Mohtar Mas’oed juga menyebutkan hubungan antara ekonomi dan politk dapat diterjemahkan ke dalam isu tentang hubungan antara kekayaan dan kekuasaan. Ekonomi terkait dengan penciptaan dan pendistibusian kekayaan, sedangkan politik terkait dengan penciptaan dan pendistibusian kekuasaan.

Kekayaan terdiri dari aset fisik (kapital, tanah) dan aset nonfisik (sumber daya manusia). Sedangkan kekuasaan bisa muncul dalam bentuk militer, ekonomi, maupun psikologis51.

Mohtar Mas’oed menambahkan lagi bahwa dalam pengertian yang lebih spesifik bisa disebutkan bahwa fokus perhatian ekonomi politik internasional adalah hubungan antara dinamika pasar dengan domestik keputusan-keputusan

49 Ibid

50 Mohtar Mas’oed. 1995. Ekonomi Politik Internasional. Yogyakarta: PT Tiara Wacana. Hal 5.

51 Deliarnov. 2006. Ekonomi Politik. Jakarta: Erlangga. Hal 7.

(36)

yang berkaitan dengan pasar itu di tingkat domestik maupun internasional. Ini berarti bahwa studi ekonomi politik internasional adalah studi tentang hubungan antara politik domestik di berbagai negara dengan ekonomi internasional; atau sebaliknya, ini adalah studi tentang dampak kekuatan pasar yang beroperasi dalam ekonomi internasional terhadap politik domestik negara-negara tertentu. Selain itu energi juga memiliki keterkaitan erat dengan perekonomian suatu negara yang secara umum dapat dilihat dari komponen ekonomi makro. Dan keterkaitan ekonomi energi dengan politik suatu negara secara eksplisit, terutama dalam lingkup teori ekonomi lebih menekankan hubungan sebab akibat antara politik yang dijalankan satu negara dengan masalah yang terjadi dalam ekonomi energi.

Perkembangan ekonomi suatu negara membuktikan adanya hubungan yang signifikan dengan politik52.

c. Konsep Persaingan

Secara umum persaingan ( competition ) merupakan suatu proses sosial ketika ada dua pihak atau lebih saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu. Persaingan ini dapat terjadi bila terdapat beberapa pihak menginginkan sesuatu yang jumlahnya terbatas atau menjadi pusat perhatian umum. Seperti ribuan remaja yang bersaing agar masuk jajaran dua belas besar penyanyi idola. Persaingan mengacu pada norma dan nilai yang diakui bersama dan berlaku pada masyarakat tersebut. Kecil dari kemungkinan pada

52 Mohtar Mas’oed. 1995. Op.cit. Hal 6.

(37)

persaingan menggunakan kekerasa atau ancaman. Sehingga dapat dikatakan bahwa persaingan dilakukan secara sehat atau sportif53.

Persaingan yang disertai dari kekerasan, ancaman dan juga dari keinginan untuk merugikan pihak lain dinamakan persaingan tidak sehat. Dalam hal ini tindakan itu tidak lagi dinamakan persaingan, melainkan kepada permusuhan atau persengketaan. Apa pun hasil suatu persaingan hendaknya diterima dengan kepala dingin, tanpa rasa dendam sedikit pun. Sejak awal tiap pihak yang bersaing menyadari akan adan yang menang dan kalah54.

Persaingan adalah istilah yang sering muncul dalam berbagai literatur yang menuliskan perihal aspek hukum persaingan bisnis. Persaingan berasal dari bahasa Inggris yaitu competition yang artinya persaingan itu sendiri atau kegiatan bersaing, pertandingan, dan kompetisi. Persaingan adalah ketika organisasi atau perorangan berlomba untuk mencapai tujuan yang diinginkan seperti konsumen, pangsa pasar, peringkat survei, atau sumber daya yang dibutuhkan. Persaingan juga proses sosial yang melibatkan individu atau kelompok yang saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu55.

53 Penjelasan Persaingan ( Competition ) Beserta Macam, Fungsi Dan Contohnya. Diakses melalui:

http://www.gurupendidikan.com/penjelasan-persaingan-competition-beserta-macam-fungsi-dan- contohnya/. Pada Tanggal 29 mei 2017 pukul 13.48 wib.

54 Ibid

55Pengertian persaingan (Competition) dan fungsinya dalam Sosiologi. Diakses melalui:

http://hariannetral.com/2015/06/pengertian-persaingan-competition-dan-fungsinya-dalam- sosiologi.html. pada tanggal 22 April 2017 Pukul 12.43 wib.

(38)

Persaingan dapat terjadi apabila beberapa pihak menginginkan sesuatu yang terbatas atau sesuatu yang menajadi pusat perhatian umum. Persaingan berlangsung tanpa ancaman atau kekerasan.Persaingan yang wajar dengan mematuhi aturan main tertentu disebut persaingan sehat dan memberi dampak positif bagi pihak-pihak yang bersaing, yaitu adanya motivasi untuk lebih baik.

Namun jika persaingan sudah tidak sehat , maka persaingan akan memberi dampak buruk bagi kedua belah pihak56.

1. Secara umum, persaingan bisnis adalah perseteruan antara pelaku bisnis yang secara independen berusaha mendapatkan konsumen dengan menawarkan harga yang baik dengan kualitas barang atau jasa yang baik pula. Dalam kamus manajemen persaingan bisnis terdiri dari 57:

a. Persaingan sehat ( healthy competition ) adalah persaingan antara perusahaan - perusahaan atau pelaku bisnis yang diyakini tidak akan menuruti atau melakukan tindakan yang tidak layak dan cenderung mengedepankan etika - etika bisnis.

b. Persaingan gorok leher ( cut throat competition ). Persaingan ini merupakan bentuk persaingan yang tidak sehat, dimana terjadi perebutan pasar antara beberapa pihak yang melakukan usaha yang mengarah pada menghalalkan segala

56Pengertian persaingan. Diakses

melalui:http://www.temukanpengertian.com/2013/09/pengertian-persaingan.html. Pada tanggal 22 April 2017 Pukul 12.46 wib.

57 Pengertian persaingan (Competition) dan fungsinya dalam Sosiologi. Op.cit.

(39)

cara untuk menjatuhkan lawan, sehingga salah satu tersingkir dari pasar dan salah satunya menjual barang di bawah harga yang berlaku di pasar.

 Berikut beberapa faktor yang menyebabkan tumbuhnya persaingan 58: 1. Adanya persamaan kepentingan dalam hal yang sama.

2. Adanya perbedaan pendapat mengenai sesuatu hal yang bersifat prinsip.

3. Adanya perbedaan sistem nilai dan norma dari kelompok masyarakat.

4. Adanya perbedaan kepentingan politik.

 Macam-Macam Persaingan59: 1. Persaingan Bersifat Pribadi

Persaingan ini terjadi ketika individu bersaing dengan satu orang atau lebih yang merupakan perorangan bersaing merebutkan sesuatu atau tujuan mereka.

2. Persaingan Bersifat Kelompok

Persaingan ini ketika dua kelompok atau lebih bersaing secara bebas tetapi sportif dalam memperebutkan tujuan mereka.

3. Persaingan Bidang Kehidupan

Persaingan bisa terjadi di hampir setiap bidang kehidupan kita seperti ekonomi, pendidikan, politik, kebudayaan. Namun persaingan harus dilakukan dengan secara jujur, sportif atau fair play. Persaingan yang demikian dapat meningkatkan prestasi seseorang atau kelompok di masyarakat.

58 Ibid

59 Penjelasan Persaingan ( Competition ) Beserta Macam, Fungsi Dan Contohnya. Op.cit

(40)

 Fungsi-Fungsi Persaingan

Sebagai suatu proses dan membentuk interaksi dalam masyarakat, menyusun suatu cara pembagian atau distribusi komoditi yang terbatas dalam masyarakat.

Dalam persaingan tertentu bisa menuntun pengaturan tingkah laku individu agar lebih baik, melakukan persaingan yang sehat. Persaingan dapat mendorong dan merangsang individu dan grub untuk lebih baik lagi. Bisa mendorong semangat persaingan dalam meningkatkan produksi dan efisiensi kerjanya60.

G. Metodologi Penelitian

Berangkat dari uraian diatas serta penjelasan tujuan penelitian maupun kerangka pemikiran diatas, penelitian ini akan menggunakan metode penelitian deskriptif. Metode penelitian deskriptif merupakan suatu cara yang digunakan untuk memecahkan masalah pada masa sekarang berdasarkan fakta data-data yang ada. Penelitian deskriptif dapat pula diartikan sebagai penelitian yang dimaksudkan untuk menggambarkan suatu fenomena individual, situasi, atau kelompok tertentu yang terjadi secara kekinian. Tujuan dasar penelitian deskriptif adalah mendeskripsikan seperangkat peristiwa atau kondisi populasi saat ini61.

60 Penjelasan Persaingan ( Competition ) Beserta Macam, Fungsi Dan Contohnya. Op.cit

61 Sudarwan Danim. 2002. Menjadi peneliti kualitatif: Ancangan Metodologi, presentasi dan Publiksi Hasil Penelitian Untuk Mahasiswa dan Peneliti pemula Bidang Ilmu-ilmu Sosial, pendidikan, dan Humaniora. Bandung : Pustaka Setia. Hal 41.

(41)

1. jenis Penelitian

Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penyelesain penulisan penelitian adalah jenis penelitian kualitatif. yaitu permasalahan yang diangkat akan digambarkan berdasarkan fakta-fakta yang ada dan kemudian akan diselaraskan antara fakta yang satu dengan fakta yang lainnya sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan.

2. Teknik Pengumpulan Data

Untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam mendukung penelitian ini, maka peneliti melakukan teknik pengumpulan data sebagai berikut :

 Data Sekunder

yaitu penelitian menggunakan bahan-bahan yang didapat dari buku, jurnal, website, artikel, ataupun sumber-sumber lain yang berhubungan dengan penelitian ini. Pengumpulan data dengan cara membaca, menganalisis, dan dikutip dari sumber-sumber yang ada62.

3. teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang akan penulis gunakan, yaitu teknik analisis data kualitatif, yaitu permasalahan yang diangkat akan digambarkan berdasarkan

62 Sugiyo. 2009. Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alpabeta. Hal 137.

(42)

fakta-fakta yang ada dan kemudian akan diselaraskan antara fakta yang satu dengan fakta yang lainnya sehingga dapat ditarik sebuah kesimpulan.

H. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan merupakan pejabaran rencana penelitian untuk menjadikan penyusutan skripsi ini lebih terarah. Agar mendapatkan gambaran yang jelas dan terperinci, peneliti membagi penyusunan skripsi ini ke dalam empat bab. Adapun sistematika penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab satu terdiri dari latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kerangka pemikiran, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN UMUM MENGENAI KONDISI PENGUASAAN MINYAK DAN GAS DI INDONESIA

Bab dua terdiri dari penjelasan mengenai Bentuk Sumber Daya Energi di Indonesia dan Penguasaan Minyak dan Gas Amerika Serikat dan Republik Rakyat China di Indonesia.

BAB III ANALISIS KEPENTINGAN EKONOMI AMERIKA SERIKAT DAN REPUBLIK RAKYAT CHINA DI INDONESIA

Bab tiga akan menguraikan Bentuk-Bentuk Kepentingan Ekonomi Amerika Serikat di Indonesia, Bentuk-Bentuk Kepentingan Ekonomi Republik Rakyat

(43)

China di Indonesia, dan Bentuk Persaingan Amerika Serikat dan Republik Rakyat China dalam Mendapatkan Minyak dan Gas di Indonesia

BAB IV PENUTUP

Bab ini akan berisi penarikan kesimpulan dan saran-saran yang diperoleh dari penelitian yang telah dilalakukan.

Gambar

Gambar 1. 10 Negara Investasi Terbesar ke Indonesia 2016
Gambar 1 : Wilayah Kandungan Migas Indonesia
TABEL 1. LANGKAH CHINA DI INDONESIA TAHUN 1993-2008

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa benar dengan demikian Terdakwa telah bertindak seolah-olah sebagai pemilik dengan menggadaikan 1 (satu) unit mobil Toyota Kijang LGX wama biru metalik Nopol B

dilakukan adalah melaksanakan tindakan sesuai dengan rencana yang telah disusun, terdiri dari: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan yang terakhir

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan terhadap beberapa media daring nasional, dite- mukan bahwa reproduksi politik identitas yang mempengaruhi kecenderungan afiliasi

Salah satu penyebabnya adalah buangan limbah cair yang berasal dari sisa-sisa limbah cair domestik (domestic wastewater) dan leachate (air lindi) dari penumpukan

yang lain dan menyusunnya sedemikian rupa sehingga data tersebut terletak disebelah kiri dan data lain yang lebih besar dari data pivot terletak di

(“Perseroan”/”Company”) langsung. 3) Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan, anggota Dewan Komisaris, anggota Direksi, atau Pemegang Saham Utama Perseroan.

Hasil kajian bagi tahap kepuasan responden terhadap etika kerja Islam yang diamalkan oleh wartawan dalam menyampaikan sesuatu berita menunjukkan kebanyakan responden lebih

(6) Biaya-biaya yang dihitung dalam evaluasi, kecuali harga penawaran yang terkoreksi, tidak dimasukkan dalam harga yang tercantum dalam kontrak (hanya berfungsi