• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE ANALISIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE ANALISIS"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

Ya

Syarat

Syarat

Mulai

Pengumpulan Data

Analisis

Simulasi Link Optik dengan Software

Input Spesifikasi Data Tiap Perangkat

Analisis Simulasi dengan Software Optisystem

1. Analisis OPM di ONT

2. Analisis BER Analyzer Running System Optisystem Perhitungan

Matematis Link Power

Budget

Rise Time Budget

tsys ≤ tr Prx ≥ minimum daya

sensitifitas detektor

Ya Tidak

Prx ≥ minimum daya

sensitifitas detektor Nilai BER < 10-9

Syarat Syarat

Desain Ulang Jaringan

Pengukuran nilai Prx di Lapangan

OPM

Alat

METODE ANALISIS

3.1 Metodologi Analisis yang digunakan

Pada penganalisisan ini menggunakan metodologi analisis Ex Post Facto dimana memiliki pengertian yaitu melakukan analisis peristiwa yang telah terjadi dan mencari faktor-faktor apa yang dapat menyebabkan peristiwa tersebut.[16]

Menurut jenis data yang digunakan, metode analisis ini adalah analisis kualitatif karena berbentuk data, skema, gambar, dan juga kalimat. Pengambilan cuplikan data dilakukan secara gabungan, hasil analisis lebih merupakan interpretasi dari data yang didapatkan di lapangan. Sifat dari analisis data kualitatif yaitu induktif.

3.2 Flow Chart Analisis

Flow chart dibutuhkan dalam pengerjaan analisis ini agar mempermudah penulis dalam melakukan proses analisis dan juga sebagai pedoman atau panduan agar sesuai dengan yang direncanakan.

(2)

Gambar 3.1 menjelaskan alur pengerjaan analisis ini yang dimulai dengan pengumpulan data. Pengumpulan data ini berupa data perangkat yang digunakan di lapangan, topologi jaringan yang digunakan, serta pengukuran Prx jaringan komunikasi fiber optik triple-stage splitter langsung di lapangan dengan menggunakan OPM di sisi perangkat ONT user sehingga data yang didapatkan sesuai dengan yang diimplementasikan. Setelah semua data terkumpul maka analisis dapat dilaksanakan. Untuk perhitungan dilakukan dengan menggunakan standard ITU-T. Perhitungan yang dilakukan adalah link power budget dan rise time budget. Persyaratan yang harus dilalui untuk link power budget adalah nilai Prx ≥ minimum daya sensitifitas detektor ONT sedangkan persyaratan yang harus dilalui untuk rise time budget adalah tsys ≤ tr agar sistem dapat melewatkan bit rate yang ditransmisikan.

Apabila semua persyaratan telah tercapai maka langkah selanjutnya adalah melakukan simulasi jaringan link fiber optik dengan menggunakan software Optisystem. Hal yang harus dilakukan untuk simulasi pada software adalah input data spesifikasi perangkat sesuai dengan yang digunakan. Kemudian apabila data perangkat sudah diinput pada Optisystem maka langkah selanjutnya adalah dilakukan running sistem simulasi Optisystem. Berikutnya dilakukan analisis simulasi dengan melakukan pengujian nilai Prx di sisi ONT user dengan menggunakan OPM pada Optisystem dan analisis nilai BER dengan menggunakan BER Analyzer pada Optisystem. Persyaratan untuk nilai Analisis OPM adalah nilai Prx ≥ minimum daya sensitifitas detektor ONT sedangkan persyaratan untuk analisis BER adalah nilai BER harus lebih kecil dari 10-9.

3.3 Lokasi Studi Kasus

Studi kasus tugas akhir ini dilakukan di Apartemen Paddington Heights South Section yang letaknya di Alam Sutera Tangerang. Apartemen ini merupakan salah satu apartemen yang telah diimplementasikan dengan jaringan Fiber to the Building.

(3)

Gambar 3.2 Peta Lokasi Apartemen Paddington Heights

Pada Gambar 3.2 dapat dilihat letak Apartemen Paddington Heights dan CO PT.Netciti Persada yang terletak di Synergy Building Alam Sutera Tangerang.

Jarak antara ke dua tempat ini tidak berjauhan.

3.4 Arsitektur Jaringan Existing

Jaringan yang ada di Apartemen Paddington Heights merupakan jaringan milik PT. Netciti Persada yang merupakan perusahaan penyedia layanan internet berbasis community service yang ada di Alam Sutera. Sebelum terimplementasi jaringan FTTB pada Apartemen Paddington Heights, telah diimplementasikan koneksi jaringan fiber optik OLT yang ada di Central Office (CO) PT. Netciti Persada yang terletak di Synergy Building Alam Sutera Lantai 16 dimana lokasi tersebut tidak jauh dari Apartemen Paddington Height. Kondisi semula jaringan fiber optik yang menghubungkan dari CO menuju Apartemen Paddington menggunakan kabel tanam fiber optik G.652 sebanyak 12 Core sebagai kabel dan diterminasi dengan passive splitter combiner (PSC) dengan rasio

(4)

Gambar 3.3 Konfigurasi Umum OLT - ONT

1:4 di ODC Silkwood yang sudah ada sebelumnya dan keluaran PSC sebanyak 1 core diteruskan menuju ODC yang ada di dalam kawasan Apartemen Paddington Height.

Pada Gambar 3.3 menunjukan gambar konfigurasi umum jaringan FTTB yang digunakan pada Apartemen Paddington Height. Pada CO terdapat OLT yang berfungsi mengeluarkan sinyal cahaya yang akan diterminasikan pada OTB yang ada pada CO, kemudian keluaran dari OTB CO dilanjutkan ke ODC Silkwood.

Pada ODC Silkwood kabel fiber optik sebanyak 1 core yang diperuntukan untuk Apartement Paddington Heights diterminasikan dengan PSC 1:4 dengan maksud dapat menghemat penggunaan port pada ODC Silkwood, kemudian keluaran PSC 1:4 diteruskan ke ODC Paddington South Section dengan total panjang kabel adalah 789 meter. Kabel fiber optik diterminasi di ODC Paddington South Section kemudian output dari ODC Paddington South Section diteruskan ke ODP yang memiliki splitter rasio 1:16 dan dilanjut dengan splitter 1:4, jenis passive splitter

(5)

Gambar 3.4 Diagram Cabling System Apartemen Paddington Heights Tampak Umum

ini disebut triple-stage. Dari splitter 1:4 diteruskan ke unit pelanggan (ONT) dengan total akhir pelanggan sebanyak 380 pelanggan.

Diagram cabling system Apartemen Paddington Heights Tampak Umum ditunjukkan pada Gambar 3.4.

(6)

Pada Gambar 3.5 dapat dilihat Koneksi jaringan fiber optik dari Central Office Synergy Building menuju ODC Silkwood. Kabel fiber optik yang digunakan sebagai backbone dari CO Synergy Building menuju Apartemen Paddington Heights adalah berjenis kabel tanam single-mode G.652 dengan 12 core fiber optik.

Gambar 3.5 Instalasi Backbone Dari Central Office ke Paddington Heights diterminasi dengan SP 1:4 di ODC Silkwood

(7)

Pada Gambar 3.6 menunjukan kondisi jaringan fiber optik dari CO PT.Netciti Persada melewati ODC Silkwood. Sebelum menuju ke Apartemen Paddington Heights kabel backbone fiber optik dari CO PT. Netciti Persada terlebih dahulu diterminasi dengan splitter 1:4 di dalam ODC Silkwood, output splitter 1:4 tersebut sebanyak 1 core dilanjutkan untuk ke Apartemen Paddington Heights.

Gambar 3.6 Kondisi Fiber Optik Dari Central Office via Splitter 1:4 di ODC Silkwood ke Apartemen Paddington Heights

(8)

Gambar 3.7 Kondisi Fiber Optik di Area Basement Apartemen Paddington Heights Alam Sutera Tangerang

Pada Gambar 3.7 menunjukan kondisi jaringan fiber optik di dalam area basement Apartemen Paddington Heights Alam Sutera. Terdapat dua tower apartemen pada Apartemen Paddington Heights Alam Sutera yaitu south section dan north section. Pada penganalisisan ini hanya akan dibahas south section karena pada tower south section jumlah lantai lebih banyak dibandingkan dengan north section sehingga jarak untuk south section lebih jauh dibandingkan dengan tower north section.

(9)

Gambar 3.8 Diagram Cabling System Apartemen Paddington Heights – Potongan A

Detail diagram cabling system Apartemen Paddington Heights potongan A dapat dilihat pada Gambar 3.8. Gambar 3.8 menjelaskan bagaimana koneksi jaringan fiber optik terhubung dimulai dari CO PT. Netciti Persada di Synergy Building kemudian melewati ODC Silkwood dan masuk ke OTB South Section.

Tower di sebelah kanan pada gambar adalah north section yang hanya sampai lantai 12 saja.

(10)

Gambar 3.9 Diagram Cabling System Apartemen Paddington Heights – Potongan B

Gambar 3.9 menunjukan lanjutan potongan dari Gambar 3.8 untuk tower south section. Instalasi jaringan komunikasi fiber optik di tower south section sampai dengan lantai 41. Pada jaringan di tower south section ini digunakan passive splitter 1:16 sebanyak 7 buah di dalam ODP di lantai 2, 7, 17, 21, 27, 32, 38. Pada keluaran splitter 1:16 ODP tersebut diterminasikan lagi splitter 1:4 pada setiap lantainya. Pada apartemen Paddington Heights ini, satu ODP melayani 48 unit user.

(11)

Tabel 3.1 Jarak ODC - ODP

Tabel 3.2 Jarak ODP 7 – User

Jarak dari ODC South Section ke tiap-tiap ODP dapat dilihat pada Tabel 3.1 dimana tentunya semakin tinggi lantai maka jarak akan semakin jauh.

Nama ODP Lt.

ODP Splitter Posisi Lt.

Splitter

Nomor

Unit Jarak (m)

ODP 7 38 2 x sp 1:4 41

4101 30

4102 22

4103 26

4105 14

4106 34

4107 34

4108 28

4109 24

Jarak dari ODP ke pelanggan dapat dilihat pada Tabel 3.2. Pada Tabel 3.2 diketahui bahwa jarak terjauh adalah pada unit nomor 4106 dan 4107 dengan jarak 34 meter.

POSISI AWAL TUJUAN LANTAI ODP JARAK (m)

ODC South ODP 1 2 17,71

ODC South ODP 2 7 33,11

ODC South ODP 3 17 63,91

ODC South ODP 4 21 79,31

ODC South ODP 5 27 94,71

ODC South ODP 6 32 110,11

ODC South ODP 7 38 129,36

(12)

Gambar 3.10 Skenario Pengukuran Jaringan Akses dengan Alat Ukur OPM

3.5 Skenario Pengukuran Jaringan Fiber Optik dengan Alat Ukur OPM

Skenario pengukuran untuk kualitas jaringan fiber optik yang telah terimplementasi menggunakan alat ukur OPM. Untuk mengetahui kualitas jaringan akses fiber optik yang diimplementasikan maka harus dilakukan pengukuran, pengukuran kualitas jaringan akses fiber optik tersebut menggunakan alat ukur OPM (Optical Power Meter). Metode yang digunakan yaitu end-to-end. OPM akan menerima power yang telah dipancarkan oleh OLT, satuan yang digunakan yaitu dBm. Ada pun skenario pengukuran ini divisualisasikan pada Gambar 3.10.

Dengan menggunakan skenario pengukuran seperti pada Gambar 3.10 didapatkan hasil pengukuran nilai Prx di lapangan untuk jaringan komunikasi fiber optik triple-stage splitter adalah sebesar -34,83 dBm. Nilai tersebut lebih kecil dari nilai minimum daya sensitifitas detektor ONT yaitu sebesar -28 dBm, sehingga desain jaringan komunikasi fiber optik triple-stage splitter tidak layak untuk beroperasi.

= SC Connector

= Sambungan / Splicing

(13)

Tabel 3.3 Teknikal Spesifikasi OLT ZXA10 C300

3.6 Teknikal Spesifikasi Perangkat Jaringan FTTB

Pada implementasi jaringan komunikasi fiber optik ini terdiri dari beberapa elemen jaringan komunikasi fiber optik. Untuk perangkat aktif hanya terdapat OLT di sisi CO dan ONT di sisi user, selain daripada itu merupakan perangkat pasif. Setiap perangkat atau elemen pada jaringan FTTB ini memiliki teknikal spesifikasi.

3.6.1 Optical Line Termination (OLT)

Perangkat OLT yang digunakan oleh PT. Netciti Persada pada jaringan FTTB Apartemen Paddington Heights Alam Sutera yaitu OLT ZXA10 C300 dengan spesifikasi perangkat yang digunakan pada jaringan Apartemen Paddington Heights ini dapat dilihat pada Tabel 3.3.

Parameter Spesifikasi Satuan

Optical Transmit Power 3,2 dBm

Downstream Wavelength 1490 nm

Upstream Wavelength 1310 nm

Video Wavelength 1550 nm

Spectrum Width 1 nm

Downstream Rate 2,5 Gbps

Upstream Rate 1,25 Gbps

Optical Rise Time 180 Ps

Optical Fall Time 180 Ps

Max. Operating Temp. 55 °C

Min. Operating Temp. -25 °C

Working Voltage 40-60 Volt

(14)

Tabel 3.4 Teknikal Spesifikasi Fiber Optik G.652

3.6.2 Fiber Optik

Fiber optik yang digunakan dalam jaringan ini terbagi menjadi beberapa bagian. Bagian pertama yaitu, dari Central Office menuju ODC Paddington Heights South Section menggunakan kabel fiber optik single- mode G.652. Bagian kedua yaitu, dari ODC menuju ODP, dan dari ODP menuju splitter serta dari splitter menuju roset menggunakan drop fiber single-mode G.657.

Berdasarkan ITU-Recommendation G.652 spesifikasi untuk fiber optic single-mode G.652 adalah sebagai berikut.

Tabel 3.4 menjelaskan teknikal spesifikasi dari kabel fiber optik single-mode G.652 berdasarkan ITU-T Rec. G.652 dimana memiliki nilai attenuation yang berbeda-beda pada setiap panjang gelombang.[11]

Parameter Nilai Satuan

Attenuation loss di 1310 nm 0,35 dB/Km

Attenuation loss di 1383 nm 0,35 dB/Km

Attenuation loss di 1490 nm 0,28 dB/Km

Attenuation loss di 1550 nm 0,22 dB/Km

Attenuation loss di 1625 nm 0,24 dB/Km

Chromatic Dispersion untuk panjang

gelombang 1285 nm – 1330 nm 3,56 ps/(nm.km)

Chromatic Dispersion di 1550 nm 13,64 ps/(nm.km)

(15)

Tabel 3.5 Teknikal Spesifikasi Fiber Optik G.657

Tabel 3.6 Teknikal Spesifikasi Attenuation Loss Passive Splitter

Tabel 3.5 menjelaskan mengenai teknikal spesifikasi fiber optik untuk kabel jenis single-mode G.657.[12] Untuk sambungan fiber optik memiliki redaman 0,05 dB setiap sambungannya dengan jenis kabel apapun.[13]

3.6.3 Passive Splitter

Seperti yang dapat dilihat pada Gambar 3.3, passive splitter yang digunakan yaitu 1:16 dan 1:4 disebut sebagai triple-stage. Spesifikasi passive splitter dapat dilihat pada Tabel 3.6.[14]

Parameter Nilai Satuan

Attenuation loss 1310 nm 0,35 dB/Km

Attenuation loss 1383 nm 0,31 dB/Km

Attenuation loss 1550 nm 0,21 dB/Km

Attenuation loss 1490 nm 0,23 dB/Km

Parameter Nilai Satuan Rata-rata Attenuation loss PS 1:16 13,95 dB

Rata-rata Attenuation loss PS 1:4 7,22 dB

(16)

Tabel 3.7 Teknikal Spesifikasi Redaman Konektor SC

3.6.4 Konektor

Konektor yang digunakan pada jaringan ini berjenis Subscriber Connector (SC) dengan memiliki ferule. Konektor digunakan untuk memungkinkan sumber cahaya yang melalui fiber optik dapat melaju pada perangkat konektor yang sama. Spesifikasi redaman / attenuation loss dapat dilihat pada Tabel 3.7.[15]

Pada jaringan ini konektor terdapat di OLT yaitu antara penghubung input/output OLT dengan input/output OTB di Central Office. Kemudian konektor berada pada bagian input/output ODC Silkwood, pada bagian input ODC Apartemen Paddington Heights, bagian input/output ODP, bagian input/output splitter, bagian input roset dan juga bagian input pada ONT.

Parameter Nilai Satuan Attenuation Grade min. 0,25 dB Attenuation Grade max. 0,5 dB

(17)

Tabel 3.8 Teknikal Spesifikasi ONT ZXHN F609

3.6.5 Optical Network Termination (ONT)

Pada jaringan ini digunakan ONT dengan tipe ZXHN F609. ONT ini mampu mendukung jaringan FTTB. Spesifikasi ONT ZXHN F609 dapat dilihat pada Tabel 3.8.

Parameter Spesifikasi Unit

Optical Port 1 x GPON Interface -

Jarak Transmisi 0 ~ 20 Km

Transmit Rate Downstream : 2,5 Gbps

Upstream : 1,25 Gbps

Optical Power Transmit 0,5 ~ 5 dBm

Uplink Wavelength 1310 nm

Downlink Wavelength 1490 nm

Video Wavelength 1550 nm

Spectrum Width 1 nm

Optical Rise Time 200 ps

Optical Fall Time 200 ps

Receiving Sensitivity -28 dBm

Power Consumption <10 Watt

Power Supply 12 V DC

ONT ZXHN F609 adalah sebuah perangkat GPON jaringan optik yang didisain untuk mendukung skenario FTTB. Memiliki 4 port untuk internet berbasis kabel UTP, memilki 2 port untuk digunakan sebagai telepon (POTS), dan sebagai wifi yang dapat dimuat oleh 32 pelanggan dengan menggunakan standard Wifi IEEE 802.11b/g/n pada frekuensi 2,4G Hz.

Perangkat ini mendukung layanan triple play yaitu untuk suara, video (IPTV),

Gambar

Gambar 3.2 Peta Lokasi Apartemen Paddington Heights
Gambar 3.3 Konfigurasi Umum  OLT - ONT
Gambar 3.4  Diagram Cabling System Apartemen Paddington Heights Tampak Umum
Gambar 3.5 Instalasi Backbone Dari Central Office ke Paddington Heights diterminasi dengan  SP 1:4 di ODC Silkwood
+7

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Cahyaningsih (2006), pakan alami dari jenis zooplankton yang diberikan pada larva udang windu antara lain dapat berupa Artemia dengan cara dilakukan

Pada kriteria ini empat (4) validator memberi nilai 4 dan satu (1) validator memberi nilai 3, sehingga diperoleh nilai CVR sebesar 1,00 atau valid, dengan kata lain

Komitmen dari seluruh komponen organisasi berpengaruh terhadap ketepatwaktuan penyusunan APBDdengan nilai signifikansi sebesar 0,033 &lt; 0,05.Kondisi ini menunjukkan

Kalau bisa pihak Dragon 85 menyediakan panggung yang sederhana saja jadi biayanya terjangkau, tetapi panggungnya kuat, tidak bocor, yang penting lagi harus fleksibel

Sesuai dengan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan aktivitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran dengan

Perawatan merupakan suatu fungsi dalam suatu aktivitas produksi dalam suatu industri, hal ini karena dalam suatu industri mempunyai peralatan atau fasilitas yang

Pemberdayaan pengelolaan usaha bisnis pendukung bidang pariwisata ini sangat diperlukan, salah satunya di bidang pelaporan keuangan usaha, yang dilakukan sesuai dengan

Materi perkuliahan ini meliputi analisis masalah keterbelakangan, sub ordinat dan ketidak berdayaan kaum perempuan, isu gender serta program pendidikan pemberdayaan perempuan