• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL KABUPATEN / KOTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROFIL KABUPATEN / KOTA"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PROFIL KABUPATEN / KOTA

KOTA SUBANG

JAWA BARAT

(2)

KOTA SUBANG

ADMINISTRASI

Profil Wilayah

Kota Subang merupakan ibukota Kecamatan Subang yang terletak di kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat.

Batas-batas administrasi dari kota Subang ini adalah:

ƒ Sebelah utara : Kecamatan Kalijati

ƒ Sebelah selatan : Sungai Ci Lamaran

ƒ Sebelah Timur : Sungai Ci Lamaran

ƒ Sebelah Barat : Kabupaten Kalijati

Secara topografi, sebagian besar wilayah kota Subang memiliki kemiringan 0º - 17º.

Dan secara umum beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata per tahun 2.117 mm.

Untuk daerah dataran pada kota ini tersusun oleh batuan pasir taufan mempunyai daya dukung untuk fondasi cukup baik.

PENDUDUK

Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk

Penduduk merupakan aset daerah, karena merupakan subyek sekaligus obyek dari pembangunan. Oleh karenanya faktor penduduk berkompetensi untuk ditinjau sehubungan dengan pembangunan suatu daerah, demi terwujudnya pembangunannya.

Jumlah penduduk Kota Subang pada tahun 2003 adalah sebesar 115.316 jiwa.

Dengan luas wilayah 3.045 Ha maka kepadatan penduduknya 38 jiwa/Ha. Dari data kependudukan di atas maka Kota Subang dapat digolongkan kepada Kelas Kota Sedang, dimana berdasar kriteria BPS mengenai kelas kota, Kota Sedang adalah Kota dengan jumlah penduduk antara 100.000 sampai 500.000 jiwa.

(3)

EKONOMI

Kondisi Perekonomian Daerah

Karakteristik perekonomian kota subang bercorak pertanian, hal ini karena sektor pertanian merupakan sektor dominan dalam perekonomian di kota ini. Sektor perekonomian lainnya adalah :

• Sektor Perdagangan, Hotel dan restoran

• Sektor Listrik, gas dan air bersih

• Sektor pengangkutan dan telekomunikasi

• Sektor Jasa, dan

• Sektor Pariwisata

FASILITAS UMUM DAN SOSIAL

Fasilitas Pendidikan

Kualitas sumberdaya manusia (SDM) adalah salah satu faktor yang sangat menentukan dalam pembangunan. Efektifitas, efisiensi dan produktifitas kinerja pembangunan diharapkan menjadi optimal jika dilaksanakan oleh kumpulan SDM berkualitas. Indikator kualitas SDM yang paling umum digunakan karena lebih mudah untuk mendapatkan informasi atau datanya adalah pendidikan formal.

Fasilitas pendidikan di kota Kebumen terdiri dari 11 unit Taman Kanak-Kanak, 84 unit SD/MI, 7 unit SMP/MTS dan 5 unit SMTA/MAN.

Fasilitas Kesehatan

Pembangunan fasilitas kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia serta kualitas kehidupan dan harapan hidup. Ketersediaan sarana kesehatan berupa rumah sakit merupakan faktor utama dalam menunjang perbaikan kualitas hidup. Sementara sarana kesehatan di Kota Subang ini terdapat 2 Rumah Sakit, 2 Puskesmas, 4 Puskesmas Pembantu, 9 Balai Pengobatan.

SARANA DAN PRASARANA PERMUKIMAN

Komponen Air Bersih

Sistem penyediaan air bersih yang ada di Kota Subang, meliputi sistem perpipaan yang dikelola oleh PDAM Kabupaten Subang Cabang Subang dengan menggunakan sistem BNA.

Sumber air baku bagi sistem penyediaan air bersih Kota Subang terdiri atas air mata air dan sumur dalam. Terjadi konflik interest antara masyarakat dan PDAM terhadap penggunaan mata air. Debit minimum lebih kecil dari kebutuhan.

(4)

Tabel 1. DATA PENGELOLAAN AIR BERSIH DI KOTA SUBANG

NO. URAIAN SATUAN BESARAN

I. Pelayanan Penduduk

1. Jumlah penduduk Jiwa 115.316 2. Jumlah pelanggan Jiwa - 3. Penduduk terlayani % - II. Data Sumber

1. Nama pengelola : PDAM Kab. Subang Cabang Subang 2. Sistem : interkoneksi

3. Sistem sumber : sumber air permukaan

4. Kapasitas sumber Lt/dt - III. Data Produksi

1. Kapasitas produksi Lt/dt 52,92 2. Kapasitas desain Lt/dt 66,15 3. Kapasitas pasang Lt/dt 55,00 4. Produksi aktual m3/th 2.169.033 IV. Data Distribusi

1. Sistem distribusi : gravitasi dan perpompaan

2. Kapasitas distribusi Lt/dt -

Lt/hr - 3. Asumsi kebutuhan air

Lt/dt -

4. Ratio kebutuhan % -

5. Air terjual m3/th 1.030.553 6. Air terdistribusi m3/th 1.615.300 7. Total penjualan air Rp - 8. Cakupan pelayanan air % - 9. Cakupan penduduk Jiwa - 10. Jumlah mobil tangki Unit - V. Data Kebocoran

1. Kebocoran administrasi % - 2. Kebocoran teknis % 36,20

Sumber : data

Dengan asumsi kebocoran yang diperbolehkan untuk Kota Sedang sebesar 15%, dan kebutuhan ideal adalah 100 liter/orang/hari, maka kebutuhan air bersih untuk Kota Subang disajikan dalam tabel berikut ini :

Tabel 2. DATA KEBUTUHAN AIR BERSIH DI KOTA SUBANG Kapasitas Produksi

Eksisting Jumlah Penduduk

(jiwa)

Lt/dt Lt/hr

Kebutuhan Ideal Kota Sedang

(lt/org/hr)

Kebutuhan

Total (lt/hr) Selisih (lt/hr)

115.316 52,92 4.572.288 100 11.531.600 6.959.312

Sumber : analisis

Dari tabel tersebut diatas, maka Kota Subang dengan jumlah penduduk 115.316 jiwa, membutuhkan air bersih sebesar 11.531.600 liter/hari. Jumlah ini didapatkan dari jumlah penduduk dikalikan dengan jumlah/kebutuhan dasar penduduk untuk klasifikasi kota sedang (100 liter/orang/hari). Namun PDAM Kota Subang baru dapat memproduksi sebanyak 4.572.288 liter/hari. Sehingga masih dibutuhkan peningkatan kapasitas produksi sebanyak 6.959.312 liter/hari, atau 80,55 liter/detik.

(5)

Tabel 3. DATA PELAYANAN AIR BERSIH DI KOTA SUBANG

NO. URAIAN SATUAN BESARAN

I. Pelayanan Penduduk

1. Jumlah penduduk Jiwa 115.316 2. Jumlah pelanggan Jiwa -

3. Penduduk terlayani % -

II. Data Tarif

1. Rumah tangga Rp 735

2. Niaga Rp 1.835

3. Industri Rp 2.205

4. Instansi Rp 735

5. Sosial Rp 588

Tarif Rp 1.220

III. Data Konsumen

1. Jumlah sambungan rumah Unit 5.240 2. Jumlah sambungan rumah tangga Unit 5.020 3. Jumlah sambungan niaga Unit 59 4. Jumlah sambungan industri Unit - 5. Jumlah sambungan sosial Unit 72 6. Jumlah sambungan instansi Unit 77

7. Terminal air Unit -

8. Hidran umum Unit -

9. Kran umum Unit 12

10. Konsumsi rumah tangga m3/th - 11. Konsumsi non rumah tangga m3/th - 12. Jumlah jiwa/sambungan rumah Jiwa/SR -

13. Jumlah jiwa/hidran umum Jiwa/unit - 14. Tingkat pelayanan umum % - IV. Data Administrasi

1. Keuangan Rp -

2. Efisiensi penagihan % -

3. Jumlah pegawai Orang -

4. SLA Rp -

5. RPD Rp -

6. Jangka waktu pinjaman SLA Tahun - 7. Jangka waktu pinjaman RPD Tahun -

Sumber : data

Komponen Persampahan

Penanganan sampah di kota Subang menjadi tanggung jawab Dinas Kebersihan kota Subang. Di kota ini juga banyak terdapat ilegal dumping dimana penduduk kota ini sendiri kurang menyadari kebersihan.

(6)

Tabel 4. DATA PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SUBANG

NO. URAIAN SATUAN BESARAN

I. Data Pengumpulan Sampah 1. Nama pengelola : - 2. Sistem : integrated system

3. Jumlah penduduk Jiwa 115.316 Lt/hr 345.948 4. Asumsi produksi sampah

m3/hr 345,99 5. Jumlah sampah m3/hr 173,9 6. Jumlah pelayanan m3/hr 158,50 7. Cakupan layanan geografis Ha - 8. Cakupan layanan penduduk Jiwa - 9. Ilegal dumping : banyak

II. Data TPA

1. Jumlah pelayanan TPA m3/hr 158,5 2. Nama TPA : TPA Cimanggu

3. Status TPA : -

4. Luas TPA Ha -

5. Kapasitas m3 -

6. Umur Tahun -

7. Sistem : open dumping

8. Jarak ke permukiman Km 0,2

9. Incenerator Unit -

10. Nama pengelola : - III. Data Peralatan TPA

1. Bulldozer Unit -

2. Back hoe Unit -

3. Loader Unit -

4. Shovel Unit -

5. Water tank Unit -

Sumber : kompilasi data

Dengan asumsi timbulan sampah untuk kota sedang sebesar 3 liter/orang/hari, maka kebutuhan komponen persampahan Kota Subang disajikan dalam tabel berikut.

Tabel 5. KEBUTUHAN KOMPONEN SAMPAH KOTA SUBANG Jumlah

Penduduk (jiwa)

Timbulan Sampah Kota Sedang

(lt/org/hr)

Perkiraan Timbulan Sampah Total (m3//hr)

Sampah yang Terangkut

(m3/hr)

Selisih (m3/hr)

115.316 3 345,99 158,5 187,45

Sumber: Analisis

Sesuai dengan standar kota sedang, yaitu tingkat timbulan sampah sebanyak 3 liter/orang/hari, Kota Subang dengan jumlah penduduk 115.316 jiwa, menghasilkan 345,99 m3/hr timbulan sampah. Jumlah ini didapatkan dari jumlah penduduk dikalikan 3/1000 (m3/hr). Namun Kota Subang baru dapat mengelola sebanyak 158,5 m3/hr. Sehingga banyaknya sampah yang belum terlayani adalah 187,45 m3/hr.

(7)

Komponen Sanitasi dan Limbah Cair

Karena keterbatasan data, maka kami tidak bisa menyajikan komponen sanitasi dan limbah cair di kota Subang. Namun demikian yang dapat dianalisis hanya berupa asumsi produksi limbah cair di Kota Subang.

Untuk produksi limbah, setiap manusia diasumsikan memproduksi limbah cair sejumlah 0,2 lt/org/hr. Angka ini merupakan kebutuhan ideal dari setiap penduduk pada kelas kota sedang. Sehingga didapatkan asumsi produksi limbah di Kota Subang ini sejumlah 23.063 lt/hr dari hasil perhitungan kebutuhan ideal produksi limbah setiap manusia dikalikan dengan jumlah penduduk Kota Subang.

Komponen Drainase

Karena keterbatasan data, maka kami tidak bisa menyajikan komponen drainase di kota Subang.

Komponen Jaringan Jalan

Sarana transportasi merupakan sarana penghubung ke seluruh zone kegiatan kota.

Selain itu dengan adanya sistem transportasi yang baik akan sangat menunjang peningkatan pengembangan kota. Fasilitas transportasi yang ada di kota Subang adalah 1 terminal regional, 1 terminal lokal dan 1 stasiun kereta api.

Gambar

Tabel 1. DATA PENGELOLAAN AIR BERSIH DI KOTA SUBANG
Tabel 3. DATA PELAYANAN AIR BERSIH DI KOTA SUBANG
Tabel 4. DATA PENGELOLAAN SAMPAH DI KOTA SUBANG

Referensi

Dokumen terkait

Data yang diambil adalah data primer yang didapat dari presentase hitung jenis leukosit darah tepi tiap kelompok perlakuan dengan dosis pemberian ekstrak daun sirih merah yang

Pada saat suatu variabel di deklarasikan tanpa menggunakan kata kunci var, atau bisa kita sebut dengan cara implisit , maka variabel itu bisa di akses dari seluruh

Selain sudah terbukti dapat menyampaikan informasi berita lebih cepat ke para Netizen, media website ini juga sangat efektif untuk dijadikan sebagai media promosi produk atau

Hal tersebut dikarenakan pada produk yang belum dicuci masih terdapat senyawa-senyawa bukan ester seperti sabun, asam, kelompok hidroksil dan senyawa lainnya sehingga

 Guru menugaskan siswa untuk mengidentifikasi masalah utama pada sistim rem mobil dan pentingnya servis berkala melalui studi literatur..  Siswa mendiskusikan tentang

Analisa Teoritis tentang gambaran Pendidikan Pra Nikah Pada BP4 Kementerian Agama Kabupaten Maros adalah bahwa Pendidikan Pranikah diselengarakan oleh Badan Penasehatan, Pembinaan,

Keterlibatan tahan lama berlangsung lebih lama dan bersifat permanen. Seorang konsumen membeli barang dengan keterlibatan yang lebih permanen karena menganggap bahwa jika

Hasil dari perhitungan estimasi produksi padi diatas merupakan jumlah produksi disetiap kelas kesesuaian lahan sehingga untuk mengetahui produksi padi di Kabupaten