• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN. Alur Proses Pada Perawatan Automatic Brake Handle

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN. Alur Proses Pada Perawatan Automatic Brake Handle"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

4.1 ALUR PROSES

Alur Proses Pada Perawatan Automatic Brake Handle

start

Indeks Kerusakan

Test Ulang Kebocoran Automatic Brakr Handle

Perbaikan Automatic Brake Handle

Pembongkaran Automatic Brake Pemeriksaan awal

per-periodik

Pengecheckan kebocoran Automatic Brake Haandle

Automatic Brake Dapat Digunakan

Pemasangan kembali Automatic Brake

Finish

Pemasangan Automastic Brake

Handle

(2)

4.2 ANALISA MASALAH

4.2.1 Pemeriksaan Awal Automatic Brake Handle

Lokomotif setiap harinya akan di gunakan. Maka setiap hari tentu akan di lakukan pengecheckan setiap harinya. Lokomotif setiap harinya akan di check setiap hari yang dinamakan Daily Check. Jika pada bagian Brake Handle mengalami kebocoran maka Automatic Brake Handle akan di lepas untuk pengecheckan komponen bagian dalam agar dapat mengetahui dimana kebocoran atau kerusakan pada Automatic Brake Handle. Jika di temukan kerusakan pada bagian ini maka akan di lakukan perawatan bulanan dimana yang dinamakan P1 atau perawatan perbulannya. Tetapi Automatic Brake Handle ini dapat mampu bertahan hingga perawatan bulan ke 6 atau di sebut P6.

4.2.2 Indikasi Kerusakan Pada Automatic Brake Handle

Biasanya indikasi yang di temukan jika Automatic Brake Handle yaitu di awali dengan indakator tekanan udara 0 (nol). Selain itu terdapat kerusakan yang lain yaitu adanya kebocoran atau angin yang keluar dari komponen yang rusak tersebut. Kerusakan ini biasanya di sebabkan karena kotoran yg masuk sehingga menjadi mampat dan seal seal karet yg mulai aus. Efek-efek yang di timbulkan jika terdapat komponen yang rusak adalah reaksi rem yang lambat, rem tidak dapat diatus secara gradual, dan tekanan udara tidak normal.

(3)

Material Lingkungan

Lifetime ruang udara Material asing

Salah prosedur kompetensi man Metode Pemasangan

Gambar 4.3 Diagram Fishbone

Tabel 4.1 Pembahasan Analisa Kerusakan Automatic Brake Handle

Faktor Pembahasan Aktual Catatan

Lifetime Usia

Automatic Brake mencapai 6 bulan yang selanjutnya dilakukan penggantian

Automatic Brake yang digunakan belum melewati batas pemakaian

Bukan faktor penyebab

Lingkungan Kotor

Masuknya kotoran ke bagian dalam Automatic Brake

Automatic Brake pada ruang yang dialiri udara sehingga kotoran dapat menempel pada komponen Automatic Brake

Faktor penyebab Kerusakan Pada Automatic

Brake

(4)

mekanik saat melakukan perawatan Automatic Brake

prosedur.

Salah Prosedur Pemasangan

Kesalahan pada saat pemasangan Automatic Brake

Pemasangan sudah dilakukan sesuai prosedur.

Bukan faktor penyebab

Material Asing

Masuknya material asing seperti debu pada Automatic Brake

Udara sudah difilter sebelum mengalir pada Automatic, akan tetapi udara dari filter belum sepenuhnya bersih masih ada debu yang tidak tersaring dengan baik sehingga menyebabkan keausan pada komponen Automatic dikarenakan pengendapan.

Faktor penyebab

(5)

Berdasarkan dari paparan fishbone diatas, dugaan penyebab terbesar dari kerusakan Komponen Automatic Brake adalah lingkungan yang kotor dan adanya material asing. Dikarenakan komponen yang dialiri udara yang telah disaring oleh filter, namun udara yg berasal dari filter belum sepenuhnya bersih yang memungkinkan menempel nya material asing pada bagian komponen Automatic Brake yang dapat menyebabkan keausan, mampet, dan bocor. Dan mengakibatkan pengeraman pada lokomotif tidak bisa berfungsi dengan baik.

Mengingat pentingnya peran dari Automatic Brake untuk sistem pengereman pada lokomotif. Maka perlu dilakukan perbaikan atau penggantian pada bagian Automatic Brake tersebut.

4.3 Perawatan Automatic Brake Handle

Proses pembongkaran Langkah Awal

 Sebelum melakukan pembongkaran katup dari kompresor pastikan menggunakan alat keselamatan, seperti wear park, safety helmet dan safety shoes

 Membuang seluruh tekanan udara pada tangki yang ada pada lokomotif dengan cara membuka kran ADV yang ada pada tangki

Menyiapkan alat-alat yang digunakan untuk membuka Automatic Brake.

Langkah Pembongkaran

1. Lepas mur Handel menggunakan kunci multi spline 7/16 in, kemudian lepas Handle dari Brake Valve.

2. Lepas Kedua Sekrup hex-head socker 5/16 in, kemudian lepas Brake Valve

(6)

5. Lepass Brass, Spill-Over Check-Valve Cap Nut dari Cam Housing dengan cara menyisipkan Rod 1/16 in pada lubang Check Valve Cap Nut kemudian tekan kedalam dan lepas Retaining Ring.

6. Lepas Cam Housing dari Brake Valve

7. Lepas Ring Gasket (5 buah) dari permukaan Cam Housing Mounting

8. Lepas Cylinder Spring Pin dari Cam Pin kemudian lepas Cam Pin dari Cam Dog.

9. Lepas mur 3/8 (5 buah) dan Back Cover dari Body 10. Lepas Regulating Valve Spring Housing

11. Pasangkan sekrup 10-24 pada Equalizing Reservoir Cut-Off-Valve Piston kemudian lepas CutOff Valve Piston dari Brake Valve Body dan Lepas O.D.

O-Ring 1-5/8 in dari Piston.

12. Lepas O.D. O-Ring 2-1/4 in (2buah) untuk membongkar Equalizing- Reservoir Cut-Off-Valve Seat, kemudian Lepas Check Valve dan Spring dari Body.

13. Lepas mur 5/16 in (6 buah) dan Relay Valve Cover

14. Lepas Retaining Ring Pada Supply Valve Assembly dan lepas Suply-Valve Assembly

Langkah Pemeriksaan dan Perawatan

1. Bersihkan dan periksa semua parts.

2. Semua part (kecuali Body dan Cam Housing) harus dicuci dengan pelarut untuk melarutkan Oil atau Grease. Bersihkan bagian luar Body dengan lap yang di Campur pelarut.

3. Rendam Gasket, Difragma dan Rubber Seated Valve dalam pelarut untuk membersihkan kotoran.

4. Gasket dan Diafragma yang rusak, retak, atau terpotong harus diganti.

5. Ganti O-ring dan Check Valve bila terjadi kerusakan.

6. Bila perlu, lakukan Lapping pada permukaan Rubber Check Valve

(7)

7. Bersihkan Gasket dan Difragma dengan cara disikat menggunakan Soft- Bristle Brush.

8. Bersihkan Choke Fitting dan pastikan benar- benar bersih.

9. Bongkar Choke, Bersihkan dan tukar dengan Choke yang lain agar tidak terjadi kesalahan pada saat pemasangan. Bersihkan Choke dengan bahan pelarut dan keringkan dengan udara kompresi. Jangan gunakan peralatan metalik untuk mencegah Choke tidak berubah ukuran.

10. Lapisi Choke Plug dengan Compound dengan Komposisi 1 bagian Graphit (AAR Spec.M-913) dan 2 bagian Oli (SAE-20) sebelum dipasang pada Brake Valve.

11. Bersihkan Spring menggunakan sikat dan bahan pelarut kemudian periksa adanya lkarat, atau distorsi bila perlu lepas Spring.

12. Ganti semua komponen yang retak, rusak, berlubang atau kondisinya tidak memungkinkan.

13. Ganti Retaining Ring bila rusak atau sudah tidak elastis.

Proses pemasangan

1. Sebelum Assembly, lumasi semua O-ring beserta alur dan Bushing menggunakan Silicone Grease No.2, WABCO Spec.M-7680-2, lapisi O-ring dan alur baut juga permukaan Bearing dari Bushing dengan Grease.

2. Lumasi Rubber Check Valve Dengan cara menempatkan dalam box dengan Dry Graphite (AAR Spec.M-913).

3. Lumasi Cam dan Cam Dog dengan Graphit Grease No.1 Wabco Spec.M- 7660-1.

4. Pasangkan Supply Valve Assembly pada Brake Valve Body, kencangkan menggunakan Retaining Ring.

(8)

6. Pasang Relay Valve Diafragma (bagian atas dan bawah adalah sama) dengan Hex Screw (3buah).

7. Pasang Relay Valve Diafragma Assembly pada Body, pastikan Ball Socket Joint pada Stem berada pada slot bagian atas Diafragma.

8. Pasang Ring Gasket Pada Alur Brake Valve Body yang terletak pada bagian muka Relay Valve Cover Mounting.

9. Kencangkan mur 5/16 Relay Valve Cover pada Brake Valve (6buah), pastikan Bead pada Diafragma berada dialur Brake Valve Body.

10. Pasang O.D. O-ring 2-1/4 in (2buah) pada alur di dalam dudukan Equalizing Reservoir Cut-Off Valve.

11. Pasang Equalizing Reservoir Cut-Off Valve Check Valve Spring pada Brake Valve Body.

12. Pasang Equalizing Reservoir Cut-Off Valve Check Valve pada dudukan Cut- Off Valve, Kemudian Pasang dudukan tersebut pada Brake Valve Body.

13. Pasang Retaining Ring pada Regulating Valve Bushing.

14. Letakan Lower Cam Dog dia atas Cam Pin Kemudian pasang Cam pin pada lubang Cam Pindan tekan Pin hingga terdorong ke lubang Pin. Pasang Upper Cam Dog kemudian tekan Pin berikut Cam Dog hingga lubang untuk Cylinder Spring Pin dapat di lalui Cam Dog. Selanjutnya Pasang Cylinder Spring Pin pada lubang Cam Pin.

15. Pemasangan Cam Housing

16. Pemasangan Regulating Valve Assembly

17. Pasang Brake Pipe Cut Off Valve Assembly pada Brake Valve Body 18. Pasang Vent Valve Assembly pada Brake Valve Body

19. Pasang O.D. O-ring ½ in (4 buah) pada alur emergency Valve, kemudian pasangkan Hardened Tip dari Emergency Valve pada Brake Valve Body dengan cara menekannya.

20. Pasang O.D. O-ring ½ in (5 buah) pada alur Supression Valve, kemudian pasang Hardened Tip pada Brake Valve Body dengan cara menekannya.

21. Pasangkan Back Cover Gasket pada Brake Valve Body

(9)

22. Passangkan Spring Pada Brake Pipe Cut-Off Valve Emergency Valve dan Supression Valve, Kemudian pasangkan Cover pada Brake Valve.

Gambar 4.4 Pembongkaran Automatic Brake Handle

Gambar

Gambar 4.3 Diagram Fishbone
Gambar 4.4 Pembongkaran Automatic Brake Handle

Referensi

Dokumen terkait

Kuisoner Nordic Body Map digunakan untuk mengetahui keluhan-keluhan pada bagian-baian tubuh operator/pekerja yang mengalami masalah selama melakukan aktivitas pekerjaannya