4 BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Umum
Semenjak ditemukannya kabel fiber optic sebagai media transmisi yang handal dibandingkan dengan media transmisi yang lain, maka seiring dengan itu pula perkembangan teknologi transmisi yang mampu mengakomodasi kemampuan dari kabel fiber optic juga dikembangkan. Plesiochronous Digital Hirachy atau PDH merupakan system transmisi komunikasi pertama kali yang dikembangkan sebagai system transmisi untuk mengkomodasi kemampuan kabel fiber optic. Dalam perkembangannya sistem PDH tidak begitu sesuai untuk diaplikasikan sebagai sistem transmisi fiber optic. Kemudian dikembangkan teknik Synchronous Digital Hierarchy (SDH) yang mempunyai banyak kelebihan dibanding dengan sistem PDH sebagai pendahulunya.
Perkembangan teknologi telekomunikasi yang berkembang cepat menghasilkan suatu teknologi yang membutuhkan kapasitas transmisi yang besar dan reliabilitas yang handal, sehingga mendorong dikembangkan teknik transmisi yang lain seperti Next Generation SDH dan WDM yang sampai saat ini telah diimplementasikan oleh provider telekomunikasi sebagai suatu teknik media transmisi untuk melayani para konsumennya.
2.2 Synchronous Digital Hierarchy (SDH)
Synchronous Digital Hierarchy (SDH) adalah sebuah sistem Hierarki
pemultipleks’an dengan menggunakan teknologi pengiriman / transport digital
yang berbasis transmisi sinkron. SDH merupakan sebuah standard internasional
sistim transmisi data yang dikeluarkan oleh ITU-T dan didokumentasikan dalam
standard ITU-T G.707, G708 dan G.709, merupakan sebuah sistem yang
dikembangkan untuk menyempurnakan kekurangan dari sistem PDH
(Plesiochronous Digital Hierarchy) yang sudah dikembangkan terlebih dahulu
sebagai sistem transmisi data. Pada saat ini sistem SDH adalah sistem yang
banyak di pakai oleh operator / network provider telekomunikasi di Indonesia
sebagai sistem transmisi fiber optic untuk long haul maupun short haul.
5
Secara umum system SDH menawarkan beberapa feature antara lain:
Self-healing; yakni pengarahan ulang (rerouting) lalu lintas komunikasi secara otomatis tanpa interupsi layanan.
Service on demand; provisi yang cepat end-to-end customer services on demand.
Akses yang fleksibel; manajemen yang fleksibel dari berbagai lebarpita tetap ke tempat-tempat pelanggan.
Beberapa keuntungan dari system SDH adalah:
1. Cost-effective, flexible telecommunications networking:
Standard SDH merupakan prinsip dasar dari multiplexing sinyal sinkron secara langsung yang akan membawa pada cost effective and flexible telecommunications networking.misal seperti sinyal sinyal tributary bisa langsung dimultiplex kedalam sinyal SDH dengan rate yang lebih tinggi tanpa memerlukan tambahan tahap multiplexing. SDH network elements bisa di hubungkan secara langsung tanpa ada tambahan biaya dan peralatan yang akan menghemat biaya.
2. Advanced Network management and maintenance:
Lebih dari 5% struktur sinyal SDH dialokasikan untuk mendukung management network dan prosedur pemeliharaan sehingga jaringan SDH menjadi efektif dan flexible.
3. Flexible signal transportation capabilities
Pada saat ini hampir semua bentuk protocol sinyal telekomunikasi bisa dilewatksan dengan sinyal SDH, secara tidak langsung penggunaan sistem SDH akan menghasilkan sebuah system yang flexible yang tetap mampu melayani jaringan yang sudah ada terlebih dahulu.
4. Allows a single Telecommunication network infrastructure:
Jaringan SDH mampu digunakan untuk long haul, interchange, metro atau
jaringan local sehingga bisa menghasilkan sebuah jaringan yang hanya
berbasis SDH yang saling terkait.
6
2.2.1 Synchronous transport Module – N (STM-N)
Synchronous Transport Module level N (STM-N) adalah merupakan struktur modul transport sinkron level N pada hirarki SDH, STM-1 merupakan merupakan struktur frame terendah dengan rate terkecil yang mampu ditransmisikan oleh sistem SDH.
Frame STM-1 terdiri 2430 byte yang secara umum bila di gambarkan secara 2 dimensi berisi 9 baris dan 270 kolom byte, setiap byte dalam satu frame mempunyai rate sebesar 64 Kbps dan dikirimkan dalam periode 125 µs.
PAYLOAD RSOH
POINTER
MSOH
261 3
1 5
9
270
125 µs