• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIB BANGKINANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROFIL LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIB BANGKINANG"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Visi:

Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor : 12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan yaitu pemulihan kesatuan hubungan hidup, kehidupan, dan penghidupan yang baik dan harmonis dengan menjunjung tinggi prinsip pengayoman kepada individu dan masyarakat.

Misi

: Mengidentifikasi Pelaksanaan dan Pembimbingan bagi Warga Bina- an Pemasyarakatan pada tahap lanjutan dalam rangka asimilasi dan integritasi sosial, penegakan hukum, pencegahan dan penanggulangan kejahatan serta perlindungan Hak Asasi Manusia.

Tujuan:

Membentuk warga binaan Pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki diri diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat berperan aktif dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab.

(3)

Sasaran :

Peningkatan kualitas warga binaan pemasyarakatan melalui Pembinaan sehingga lebih meningkatkan:

Kualitas Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Kualitas Intelektual / Kecerdasan.

Kualitas Kesadaran Berbangsa dan Bernegara.

Kualitas Kesadaran Hukum.

Kualitas Kemandirian / Keterampilan.

Kualitas Hubungan Sosial Kemasyarakatan.

Kualitas Kesehatan Jasmani dan Rohani.

(4)

PROFIL

LEMBAGA

PEMASYARAKATAN

KLAS IIB BANGKINANG

(5)

Pemasyarakatan sebagai pengganti sistem kepenjaraan merupakan produk peninggalan jaman kolonial Belanda bercirikan pembalasan ( retributive ) dan penjeraan ( detterence ). perlakuan dari rumah penjara yang mengabaikan norma-norma hak asasi manusia

sehingga mendapat kecaman dari dunia Internasional.

Dalam sistem pemasyarakatan pidana hilang kemerdekaan adalah satu-satunya derita yang diterima oleh pelaku tindak pidana,

selebihnya sebagai manusia dipandang masih memiliki potensi untuk digali dan dikembangkan dengan melakukan pembinaan terhadapnya.

fenomena yang berpengaruh terhadap pelaksanaan pembinaan terhadap warga binaan pemasyarakatan adalah yang bersifat

transnational crime, organized crime, whitecollar crime, economic crime maupun berbagai tindak pidana yang bersifat konvensional dan tradisional.

(6)

Tingkat kepadatan penghuni yang begitu tinggi disamping bangunan Lapas / Rutan yang tak layak huni, tidak adanya anggaran khusus pemindahan narapidana,terbatas sarana dan prasarana merupakan faktor dominan yang mengakibatkan

mekanisme pembinaan terhadap warga binaan pemasyarakatan kurang dapat berjalan sebagai mana mestinya, sehingga pada akhirnya menyebabkan sistem yang ada kurang dapat berjalan dengan mulus.

Permasalahan yang menonjol di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Bangkinang adalah over crowded (kepadatan penghuni)

narapidana dan tahanan. Sehingga masalah over kapasitas

penghuni sangat berpengaruh terhadap masalah keamanan dan pembinaan warga binaan pemasyarakatan

(7)

Perubahan mendasar sistem perlakuan terhadap pelanggaran hukum (treatment of offender) dari sistem kepenjaraan menjadi sitem

pemasyarakatan pada tahun 1964, turut berubah pula institusinya yang semula disebut Rumah Penjara berubah menjadi Lembaga Pemasyarakatan. Pergantian nama institusi dari Rumah Penjara menjadi Lembaga Pemasyarakatan didasarkan kepada instruksi Kepala Direktorat Pemasyarakatan Nomor : J.H.G.8/506 tanggal 17 Juni 1964.

Berdasarkan keputusan Menteri Kehakiman RI Nomor : M.01.PR.07.03 Tahun 1985 tentang Organisasi dan tata kerja Lembaga

Pemasyarakatan ditegaskan bahwa Lembaga Pemasyarakatan yang selanjutnya di sebut Lapas adalah Unit Pelaksanaan Teknis di bidang Pemasyarakatan yang berada dibawah dan bertanggung jawab

langsung kepada Kepala Kantor Wilayah.

Lapas Klas IIB Bangkinang merupakan institusi vertikal dibawah

kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Riau yang kewenangannya ada Pemerintah Pusat karena kewenangan tersebut tidak diserahkan kepada Pemerintah Daerah sesuai dengan Undang- Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah.

(8)

Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Bangkinang letaknya kurang

strategis berada jauh dari kota Bangkinang dan kantor-kantor lainnya dan sulitnya transportasi untuk menjangkau Lembaga Pemayarakatan Klas IIB Bangkinang

.

Bangunan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Bangkinang sendiri pertama kali dibangun pada tahun 1940 yang terletak di jalan Sultan Syarif Qasim Bangkinang ( sekarang lokasi Kantor Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Bangkinang ) yang ketika itu maih bernama Rumah Tahanan Negara Bangkinang.

Dengan adanya perkembangan Kota Bangkinang dan Abrasi Sungai Kampar keberadaan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Bangkinang pada tahun 1996 di pindah kelokasi pinggiran kota yang sekarang terletak di jalan Lembaga Bukit Cadika RT 06 / RW 12 Kelurahan Langgini Kec. Bangkinang. Bangunan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Bangkinang mulai aktif dioperasikan pada tahun 2002 sampai dengan sekarang.

(9)

Peningkatan layanan kunjungan (Pelayanan Prima) kepada penghuni Narapidana dan Tahanan yang biasa 5 (lima) kali dalam seminggu di tingkatkan menjadi 6 (enam) kali seminggu .

Kegiatan Bimbingan Kerja Bangkit

(10)

1. Kegiatan Kerja Pertanian/ Perkebunan

dilaksanakan dilahan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Bangkinang yang dikerjakan oleh 15 (lima belas) orang Narapidana yang merupakan lulusan dari Pelatihan

Pertanian yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Kampar. Lahan yang digarap adalah lahan kepunyaan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Bangkinang yang

dulunya merupakan lahan tidur seluas 4 Hektar, digarap dan diatur sesuai dengan jenis tanaman :

Area Palawijaya terdiri dari : sayur-sayuran, kacang- kacangan, jagung, mentimun.

Area Tanaman Muda terdiri dari : Pepaya dan Ruput Gajah untuk pakan ternak.

Area Tanaman Tua terdiri dari : Mangga, Durian, Kelapa Sawit, Jeruk.

(11)

Kegiatan Kerja Perikanan

Kegiatan Kerja Perikanan dilaksanakan di lahan Lembaga

Pemasyarakatan tepatnya di depan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Bangkinang. Pembuatan kolam dengan menggunakan Eksavator dan teknik konstruksi terpal/plastik dan air nya berasal dari sumur bor yang merupakan bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar.

Kegiatan Kerja Peternakan

berada di belakang Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Bangkinang yang dikerjakan oleh 2 (dua) orang Narapidana yang merupakan lulusan dari Pelatihan Pertanian Terpadu di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Kubang jaya.

Kegiatan Pelatihan Pertanian Terpadu

terlaksana atas kepedulian dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar terhadap Pembinaan warga binaan dengan

mengikutsertakan Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Bangkinang untuk mengikuti Pelatihan Pertanian Terpadu di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Program pelatihan ini tertuang dalam MOU atau Naskah Kesepakatan Pemerintah

Kabupaten Kampar dengan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB

Bangkinang dengan Nomor : 521/BPPKP/215 dan W4.Eb.UM.08.05- 662 tertanggal 20 September 2012 yang ditandatangani oleh Bupati Kampar dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Bangkinang

.

(12)

Kegiatan Pelatihan Keterampilan pembuatan sendal hotel

di laksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Bangkinang selama 8 (delapan) hari dengan instruktur dari LPK Antariksa Jakarta

sebanyak 4 (empat) orang dan dibantu Petugas Lembaga

Pemasyarakatan Klas IIB Bangkinang sebagai pengawas. yang di ikuti oleh 20 (dua puluh) orang warga binaan pada bulan juli 2012 Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Bangkinang mendapat pesanan sebanyak

5.000 pasang sendal Hotel dari Hotel Grand Central Pekanbaru Hotel berbintang 4 (empat) melalui LPK Antariksa.

Kegiatan Pelatihan Keterampilan yang dilaksanakan

dimaksudkan untuk memberikan Keterampilan dibidang

tertentu dari tidak bisa menjadi bisa, dari bisa menjadi lebih mahir dan kegiatan pelatihan ini dimaksudkan agar Warga Binaan dapat berbuat sesuatu yang produktif, kreatif dan

inovatif. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini agar Warga Binaan setelah selesai menjalani masa hukuman bisa mandiri

(13)

jumlah pegawai Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB

Bangkinang pada bulan Desember 2014 sebanyak 53 (lima puluh tiga) orang.

1. Keadaan Pegawai menurut klasifikasi Pangkat/Golongan

Gol IV : 1 orang Gol III : 15 orang Gol II : 37 orang

(14)

2

.

Keadaan Pegawai menurut klasifikasi pendidikan

3. Keadaan Pegawai menurut klasifikasi jenis kelamin Strata 2 (S2) : 3 orang

Sarjana (S1) : 10 orang Sarjana Muda (DIII) : 1 orang SLTA : 39 orang

Laki-laki 47 orang Perempuan 6 orang

(15)

4. Keadaan Pegawai menurut klasifikasi pembagian tugas

Kepala

Sub bag TU 9 orang

Seksi

pembinaan/andik 15 orang

Seksi Keamanan dan Tatib 4

orang

Kesatuan Pengamanan

25 orang

(16)

Jumlah Narapidana dan Tahanan Per 1 Desember 2014 = 597 Orang

• Pria Dewasa 198 Orang

• Pria Anak 4 orang

• Wanita Dewasa 13 orang

TAHANAN

• Pria Dewasa 371 orang

• Pria Anak 9 orang

• Wanita Dewasa 2 orang

NARAPIDANA

(17)

Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Bangkinang dibangun diatas areal tanah seluas 20.000 M2 dengan perincian sebagai berikut :

Panjang : 244 Meter

Lebar : 130 Meter

(18)

Laporan Komandan Jaga saat Kalapas masuk kantor

Finger Print Pegawai saat masuk dan Pulang kantor

(19)

Kegiatan Rutin Apel

masuk dan Pulang Kantor

(20)
(21)

Pemeriksaan Berkas Berita Acara Pegeluaran Tahanan oleh Kasi Binadik Giatja yang akan Mengikuti Sidang di Pengadilan Negeri Bangkinang

Pemeriksaan Berkas Berita Acara Pengeluaran Tahanan yang akan

Mengikuti Sidang di Pengadilan Negeri Bangkinang oleh Ka.Lapas

(22)

Pemeriksaan Nama-Nama Tahanan oleh Karupam yang akan Mengikuti Sidang di Pegadilan Negeri

Bangkinang

Petugas Pengawalan dari Polres Kampar bagi Tahanan yang akan

mengikuti Sidang di Pengadilan Negeri Bangkinang

(23)

Pengecekan Nama-Nama Tahanan oleh Petugas P2U yang akan Keluar dari Lapas untuk Mengikuti Sidang di Pengadilan Negeri Bangkinang

Para Tahanan yang Mengikuti Sidang di Pengadilan Negeri Bangkinang

Memasuki Mobil Tahanan Kejaksaan Negeri Bangkinang

(24)

Petugas BNN Kampar Sedang

Mempersiapkan Alat Test Urine Petugas Lapas Yang Telah Selesai Pemeriksaan Test Urine Narkoba

(25)
(26)

Ruang Tunggu kunjungan

Memberikan nomor antrian dan KTP SIM,KK atau lainnya sebagai tanda pengenal

Mengambil no antrian Pengunjung bersiap untuk difoto

difoto

(27)

Petugas memberikan kartu pendaftaran

Pengunjung masuk melalui pintu P2U

Petugas P2U mengecek kartu pendaftaran

Petugas P2U memeriksa barang bawaan yang dibawa pengunjung

(28)

Petugas P2U memeriksa Badan Menggunakan garett

Kemudian petugas P2U memberikan Pengunjung cap sebagai tanda

pengenal pengunjung

Pengunjung menitipkan

barangnya ditempat penitipan barang yg telah disediakan.

Kemudian pengunjung melapor kependaftaran di pusat

pelayanan informasi

Kemudian petugas P2U memberikan Kemudian pengunjung melapor

(29)

Pemeriksaan kembali barang- barang oleh Petugas piket

Petugas pelayanan informasi memanggil WBP yang akan dikunjungi

Pengunjung menunggu WBP yang dikunjungi

Pengunjung yg telah selesai berkunjung akan berikan

penilaian di kotak penilaian kepuasan

dikunjungi

kepuasan

(30)

Kemudian pengunjung mengambil Barang yang dititipkan ditempat Penitipan barang

Petugas memeriksa kartu

pendaftaran dan cap pengunjung

Setelah itu pengunjung pulang

(31)

Futsal Volly

(32)

1. Mesjid Lapas 2. Gereja Lapas

(33)
(34)

Pemotongan Sapi

(35)

Para Muspida Pemda Kabupaten Kampar Yang Akan Mengikuti I’Tikaf Di Lapas Bangkinang

Sholad Tahajud Berjamaah Seluruh Peserta I’Tikaf

Tauziah Bupati Kampar Pada Acara I’Tikaf

(36)
(37)
(38)

Bupati Kampar Meninjau Areal Lahan Lapas Bangkinang Pada Saat Pembukaan Lahan

Pertanian/Perkebunan

(39)
(40)

Kangkung

Kacang panjang

Terong

Mentimun

(41)

Gambas

Jagung

PANEN RAYA JAGUNG OLEH BUPATI KAMPAR,KA.KANWIL KEMENKUMHAM

RIAU,WALIKOTA PEKANBARU DAN PARA MUSPIDA

BANGKINANG

(42)

Laporan Ka.Lapas Bangkinang Pada Saat Acara Panen Perdana Jagung Hebrida

Sambutan Ka.Kanwil Kemenkumham Riau Pada Saat Acara Panen Perdana Jagung Hebrida Di Lapas Bangkinang

Sambutan Bupati Kampar Pada Saat Acara Panen

Perdana Jagung Hebrida Di Lapas Bangkinang

(43)

Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Bangkinang Yang Telah Mengikuti Pelatihan Pertanian Terpadu P4S Kubang Jaya Yang Bekerja Sama Dengan Pemda Kampar

Bupati Kampar Memetik Jagung Pada Saat Panen Perdana

Jagung Hebrida Di Areal Pertanian Lapas Bangkinang Seluas 1 Hektare

(44)

Ka.Kanwil Kemenkumham Riau Memetik Jagung Pada Saat Panen Perdana Jagung Hebrida Di Areal Pertanian Lapas Bangkinang Seluas 1 Hektare

Walikota Pekanbaru Memetik Jagung Pada Saat Panen Perdana Jagung Hebrida Di Areal Pertanian Lapas Bangkinang Seluas 1

Hektare

(45)

Ka.Lapas Dan Kapolres Kampar Memetik Jagung Pada Saat Panen Perdana Jagung Hebrida Di Areal Pertanian Lapas Bangkinang Seluas 1 Hektare

Konfersi Pers Riau TV Kepada Bupati Kampar Tentang

Pelaksanaan Panen Perdana

Jagung Hebrida Di Areal Pertanian Lapas Bangkinang

(46)

Panen Bawang Merah oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pemerintah Kabupaten Kampar dan Kalapas

(47)

Kolam Perikanan Bupati Kampar, Ka.Kanwil, Walikota Pekanbaru,

Kapolres,Danyon 131 dan Kalapas pada saat Memasukan Bibit Ikan Patin ke Kolam

(48)

Bupati Kampar,Ka.Kanwil,Walikota Pekanbaru,Kapolres,Danyon 131 dan Kalapas pada saat

Memberikan Pakan Ikan Lele ke Kolam

Kasubdit Penindakan dan Pencegahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Memberikan Pakan Ikan

Gurami pada saat Kunjungan Kerja Kelapas Bangkinang

(49)
(50)

Pembukaan Pelatihan Pertanian Terpadu Di Pusat Pelatihan

Pertanian Dan Pedesan Swadaya (P4S) Kubang Jaya Kab.Kampar Oleh Bupati Kampar Yang Diikuti Beberapa Warga Binaan Lapas Bangkinang

Pemberian Materi Oleh

Pengajar Dalam Kegiatan P4S Kubang Jaya

(51)

Warga Binaan Lapas Bangkinang Yang Mengikuti Pelatihan Di P4S Kubang Jaya

Kegiatan Pelatihan

Keterampilan Pembuatan Sandal Hotel

(52)
(53)

Kunjungan Direktur Jendral Pemasyarakatan

Kunjungan Kerja Bupati Kampar

(54)
(55)
(56)

Kepala Kantor Wilayah

Kemenkumham Riau, Kadiv Pemasyarakatan dan Kalapas

Bangkinang Berdialog Pada Waktu Kunjungan Kerja Ke Lapas

Bangkinang

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau

Memberikan Arahan Kepada Kalapas Dan Seluruh Pejabat Struktural Pada Saat Kunjungan Kerja Ke Lapas Bangkinang

.

(57)
(58)

Aula

Dapur Tower

Gereja

Mesjid

Blok A Blok B

Pos Pos

Atas

Sel A Sel B

Genset

U

Blok C

Kamar Wanita

Orientasi Km 1 Km 2 Km 3 Km 14

Km Km 4 5 Km

6 Km

7 Km

8 Km Mandi

Km 9 Km 10 Km 11 Km 12 Km 13

Km 2 Km 4 Km 5

Km 1 Km Mandi Km Mandi

Km 6 Km

7 Km

8 Km

9 Km

10

Km 3 Km 11

Km 12 Km 13 RMB

B I M K E R

Km 1 Km 2 Km 3 Km 4 Km Mandi

Poliklinik

K A N T O R

Pos Atas

Pos Atas

Lapangan Volley

Lapangan Tenis

Portir

DENAH LAPAS KLAS IIB BANGKINANG

Blok D

Ruang bezukan

(59)

KALAPAS

AGUS PRITIATNO, Bc.IP, SH,MH

KASI BINADIK & GIATJA A R P I N

KAUR KEPEGAWAIAN &

KEUANGAN T A N W I R

KASUBSI REGISTRASI K U A S O

KASUBSI PERAWATAN NURHADI, SH,MH

KASUBSI KEGIATAN KERJA HORAS SISWANDY SIMANJUNTAK, SH KEPALA KPLP

ABD RASYID MELIALA Amd.IP.SH,MH

REGU PENGAMANAN I, II, III, IV

KA.SUBBAG TATA USAHA BOY HENDRI,SH

KAUR UMUM FEBRIANITA, SH.

KASI ADMINISTRASI & KAMTIB JON KENEDI, S.Sos

KASUBSI KEAMANAN YASIR ARAPAT, S.Sos

KASUBSI PELAPORAN & TATIB GAZALI

STRUKTUR ORGANISASI

LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB BANGKINANG

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukan bahwa pembinaan perilaku Narapidana di lembaga Pemasyarakatan Klas IIA Pekalongan sudah berhasil karena berdasarkan data yang ada, menujukan

Dari hasil penelitian diketahui bahwa peran Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Jakarta dalam rehabilitasi terhadap narapidana adalah memberikan program terapi dan

PROFESIONALISME PETUGAS LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM PEMBINAAN NARAPIDANA DI LEMBAGA. PEMASYARAKATAN KLAS IIA

Menurut pengakuan beberapa napi yang pernah mengandung di Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Pekanbaru saat mengandung tidak ada perlakuan khusus terhadap narapidana

Dimana pemberian remisi terhadap narapidana di lembaga pemasyarakatan klas II B sungailiat harus melalui 2 (dua) proses dalam pemberian remisi kepada narapidana,

5 Adapun penanganan yang dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Klas IIA Jakarta bagi narapidana atau tahanan kasus narkoba khususnya pengguna

Dari penjabaran di atas diketahui bahwa kuantitas kerja pegawai di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIb Tenggarong Kabupeten Kutai Kartanegara masih kurang optimal, yang mana

pembinaan Narapidana wanita yang Hamil di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIB Yogyakarta dan mengapa lapas memberikan perlakuan khusus terhadap narapidana