BABABB VV
PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN
A. Program/Kegiatan APBN Tugas Pembantuan
Provinsi Sumatera Selatan pada Tahun Anggaran 2013 mendapat alokasi dana APBN Tugas Pembantuan sebesar Rp.196.348.451.000,- dari 5 Kementerian/Lembaga, yaitu:
1. Kementerian Pertanian
2. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi 3. Kementerian Sosial
4. Kementerian Kelautan dan Perikanan 5. Kementerian Pekerjaan Umum
Secara umum pelaksanaan program/kegiatan APBN Tugas Pembantuan tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan target dan sasaran yang telah direncanakan, sehingga mempunyai nilai manfaat dan dampak yang luas terhadap kesejahteraan masyarakat Sumatera Selatan.
B. Pelaksanaan Program/Kegiatan APBN Tugas Pembantuan Provinsi Sumatera Selatan
1. Bidang Pertanian
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura
Kemajuan program/kegiatan lingkup Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tahun 2013 yang bersumber dari Dana APBN (Dana Tugas Pembantuan)
- Program Peningkatan Nilai Tambah, Daya Saing, Industri Hilir, Pemasaran & Ekspor Hasil Pertanian, terdiri dari Kegiatan : o Pengembangan Pemasaran Domestik
Hasil yang dicapai adalah Meningkatnya fungsi kelembagaan pemasaran, penyaluran bantuan Kendaraan Roda 3 sebanyak 2 (dua) unit di Kota Palembang, Kendaraan Roda 3 sebanyak 2 (dua) unit di Kota Pagar Alam, 1 (satu) unit di
Kabupaten Muara Enim, 2 (dua) unit di Kabupaten OKI, 1 (satu) unit di Kabupaten Lahat, 1 (satu) unit di Kabupaten OKU Selatan, 1 (satu) unit di Kabupaten OKU Timur, pembangunan gedung STA di Desa Pulau Gemantung, Kecamatan Tanjung Lubuk, Poktan Ramona, dikenalnya berbagai komoditas unggulan Sumatera Selatan, terbinanya sistem kemitraan antar pelaku usaha di bidang agribisnis, terwujudnya kerjasama dibidang pertanian, ekonomi, perdagangan serta investasi baik dalam maupun luar negeri.
o Pengembangan Pengolahan Hasil Pertanian
Hasil yang dicapai adalah revitalisasi Penggilingan Padi sebanyak 12 (dua belas) paket yang diberikan kepada 5 (lima) kabupaten pada 24 kelompok tani, yaitu dengan memberikan masing-masing 1 unit RMU double phase yang terdiri dari Pemecah Kulit, Penggerak, Pemutih Beras, Mesin Penggerak dan Elevator, pemberian bantuan sarana agroindustri cabe sebanyak 1 paket yang diberikan kepada 2 (dua) kelompok tani.
- Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian terdiri dari Kegiatan :
o Pengelolaan Air Irigasi Untuk Pertanian
Hasil yang dicapai adalah terealisasinya pengembangan jaringan irigasi air yang mendukung tanaman pangan dan hortikultura.
o Perluasan Areal dan Pengelolaan Lahan Pertanian
Hasil yang dicapai adalah cetak sawah, perluasan areal lahan kering, perluasan areal hortikultura.
o Pengelolaan Sistem Penyediaan dan Pengawasan Alat Mesin Pertanian
Hasil yang dicapai adalah adanya percepatan tambahan luas tanam, peningkatan produksi dan penekanan kehilangan hasil sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani.
o Fasilitas Pupuk dan Pestisida
Hasil yang dicapai adalah terkoordinirnya pembinaan pupuk dan pestisida di 15 kab/kota, tersedianya pupuk organic di kelompok tani, meningkatnya produktivitas dan produksi pada usaha tani, terpenuhinya kebutuhan pupuk di Lini IV pada saat musim tanam di 15 kab/kota.
o Pelayanan dan Pembiayaan Pertanian dan Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP)
Hasil yang dicapai adalah meningkatnya kemampuan GAPOKTAN dalam memfasilitasi dan mengelola bantuan modal usaha untuk petani anggota baik pemilik, petani penggarap, buruh tani mmaupun rumah tangga tani, meningkatnya jumlah petani, buruh tani dan rumah tangga tani yang mendapatkan bantuan modal usaha.
- Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Tanaman Hortikultura Berkelanjutan, terdiri dari Kegiatan :
o Pengembangan Kawasan Tanaman Buah
Hasil yang dicapai adalah meningkatnya produksi tanaman buah-buahan unggulan.
o Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Florikultura Berkelanjutan
Hasil yang dicapai adalah meningkatnya produksi tanaman hias.
o Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Produk Tanaman Sayuran.
Hasil yang dicapai adalah meningkatnya produksi tanaman sayur-sayuran unggulan.
o Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya pada Ditjen Hortikultura
Hasil yang dicapai adalah terpantaunya pelaksanaan kegiatan hortikultura dan terkoordinasinya evaluasi
pengembangan hortikultura, tertatanya pengolahan data hortikultura.
Dinas Perkebunan
Rincian kegiatan adalah sebagai berikut :
- Capaian hasil terlaksananya pengembangan sumber air 2 paket di Kabupaten Ogan Ilir.
- Capaian hasil tersedianya air irigasi pada lahan perkebunan.
- Capaian hasil terlaksananya pertemuan pelatihan penguatan kelembagaan, legalitas kelembagaan, pengelolaan irigasi partisipatif sebanyak 7 paket.
- Capaian hasil teroptimalisasinya lahan perkebunan di Kabupaten Muara Enim, Musi Rawas, OKI dan OKU seluas 560 ha.
- Capaian hasil tersosialisasinya proses (tata cara) sertifikasi lahan petani di Kabupaten Muara Enim, Banyuasin, Ogan Ilir, Lahat, Prabumulih, dan OKU Timur sebanyak 1.150 persil.
- Capaian hasil terlaksananya perluasan areal perkebunan di Kab.
Muara Enim, OKU, OKUT dan Ogan Ilir seluas 250 ha.
- Peningkatan mutu kopi, terlaksananya pengembangan mutu kopi di Kabupaten Empat Lawang dan Muara Enim sebanyak 3 kelompok usaha.
- Pengembangan akses pemasaran, capaian hasil terlaksananya pengembangan pasar lelang karet di Kabupaten Banyuasin.
- Pengembangan bokar bersih, capaian hasil terlaksananya pengembangan bokar bersih di Kabupaten Muara Enim, Lahat dan Ogan Ilir.
- Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman rempah dan penyegar capaian hasil terlaksananya pemeliharaan kebun entres tanaman kopi seluas 2 ha dan pengembangan kebun induk lada seluas 2 ha di Kabupaten OKU Selatan.
- Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman semusim, capaian hasil terlaksananya perluasan areal tanaman tebu seluas 150 ha di Kabupaten Ogan Ilir, dan OKU Timur
- Peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman tahunan, capaian hasil terlaksananya peremajaan karet seluas 220 ha di Kabupaten OKU dan Prabumulih, perluasan karet seluas 100 ha di Kabupaten Prabumulih, perluasan karet seluas 120 ha di Kabupaten OKU, pengembangan tanaman kelapa sawit seluas 20 ha, pengembangan sistem pertanian berbasis tanaman tahunan (integrasi tanaman tahunan ternak di OKU Timur).
- Pengembangan penanganan pasca panen komoditi perkebunan, capaian hasil terlaksananya penanganan gangguan usaha &
konflik perkebunan di 7 Kabupaten.
- Peralatan penanganan pasca panen tanaman perkebunan, capaian hasil terlaksananya pengadaan alat pasca panen tanaman karet di Kabupaten Ogan Ilir, Musi Banyuasin dan Prabumulih.
- Dukungan perlindungan perkebunan, capaian hasil terlaksananya SL-PHT di 2 kelompok tani, pertemuan koordinasi pencegahan kebakaran dan penanganan dampak perubahan iklim dan penanganan organisme penganggu tanaman perkebunan di OKUS, Lahat OI seluas 148 ha.
Dinas Peternakan
Ditjen Peternakan Tugas Pembantuan (TP), terdiri dari 1 Program, yaitu Pencapaian Swasembada Daging Sapi dan Peningkatan Penyediaan Pangan dengan kegiatan sebagai berikut :
- Peningkatan Produksi Ternak Dengan Pendayagunaan Sumber Daya Lokal :
o Pengembangan Kawasan sapi potong, sasaran terlaksananya pengembangan kawasan Sapi potong 14 kelompok yang tersebar di kabupaten Banyuasin, Lahat,
Muara Enim, Muba, OKI, OKU, Musi Rawas dan Empat Lawang.
o Pengembangan budidaya sapi perah, sasaran adanya penambahan kelompok pemelihara sapi perah 1 kelompok di Kota Pagaralam.
o Pengembangan Budidaya Kerbau, sasaran adanya pengembangan Budidaya kerbau 1 kelompok di Kabupaten Banyuasin.
o Penguatan Kelembagaan Pelayanan Inseminasi Buatan (IB), sasaran pengembangan Pos IB wilayah baru, adminitrasi kegiatan. Pos IB tahap introduksi & adm keg sebanyak 26 unit di kabupaten/Kota Banyuasin, lahat, Muara Enim, Musi Banyuasin, OKI, OKU, Musi Rawas dan Empat Lawang.
o Optimalisasi INKA, sasaran pengadaan penjantan pemacek untuk INKA sebanyak 72 ekor di Kabupaten/Kota Banyuasin, Lahat, Muara Enim, OKI, OKU dan Musi Rawas.
o Pengembangan Budidaya Kambing Perah, sasaran pengembangan budidaya kambing perah 1 kelompok di Kota Pagar Alam.
o Pengembangan Budidaya Unggas Lokal sasaran pemeliharaan unggas di pedesaan (VPF) 1 kelompok di kab/kota Muara Enim, Musi Rawas, Palembang dan Empat Lawang.
o Kendaraan Bermotor sasaran kendaraan roda 2 untuk petugas Inseminator sebanyak 14 unit di Kabupaten/Kota Banyuasin, Lahat, Muara Enim, OI, OKI, OKU dan Musi Rawas.
- Peningkatan Produksi Pakan Ternak dengan Pendayagunaan Sumber Daya Lokal :
o Pengembangan Integrasi Tanaman Ruminansia, sasaran Pengembangan Integrasi Tanaman Ruminansia dan Ternak
Rumansia 10 kelompok di Kabupaten/Kota Banyuasi, Lahat dan Muara Enim.
o Pengembangan Integrasi Ternak Unggas, sasaran pengembangan ternak unggas 1 kelompok di Kota Prabumulih.
o Optimalisasi sumber bibit/benih (HPT) di Kelompok, sasaran optimalisasi sumber bibit/benih (HPT) di 2 kelompok di Kabupaten/Kota OI dan Pagar Alam.
o Pengembangan Unit Pengolah Pakan (UPP) Ruminasia.
o Penguatan Sumber Bibit/Benih Hijauan Pakan Ternak di UPTD, sasaran penguatan sumber bibit/benih HPT di UPTD : Agroinput & adm keg sebanyak 1 unit.
o Penanaman dan Pengembangan Tanaman Pakan Ternak Berkualitas, sasaran penanaman dan pengembangan sumber bibit/benih dan pakan ternak sebanyak 60.000 stek.
Kegiatan ini tidak terealisasi karena tidak dilaksanakan.
- Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan Menular Strategis dan Penyakit Zoonosis, sasaran pembangunan dan peralatan keswan sebanyak 6 unit di Kabupaten/Kota Banyuasin, Lahat, Muara Enim, OI, Musi Rawas.
- Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Benih dan Bibit dengan Mengoptimalkan Sumber Daya Lokal :
o Pembibitan Sapi Potong.
o Pembibitan Sapi Perah sasaran pembibitan sapi perah 1 kelompok di Kota Pagar Alam.
o Pembibitan Kerbau, sasaran pembibitan kerbau 1 kelompok.
o Pengendalian Sapi/Kerbau Betina Bunting, sasaran Penguatan sapi/kerbau betina bunting 30 kelompok di Kab/Kota Banyuasin, Lahat, Muara Enim, Musi Banyuasin, OI, OKI, OKU, Lubuk Linggau, Musi Rawas, Pagar Alam dan Empat Lawang.
- Penjaminan Pangan Asal Hewan yang Aman dan Halal serta Pemenuhan Persyaratan Produk Hewan Non Pangan :
o Fasilitasi Peralatan Laboratorium Kesmavet sasaran Fasilitas sarana lab sebanyak 1 paket di Provinsi.
o Fasilitasi Penataan Kios Daging.
Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Selatan
Kegiatan yang dilaksanakan dengan sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kabupaten
Capaian hasil, sasaran dan realisasi kegiatan yang dilaksanakan dengan sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tugas Pembantuan (TP) Kabupaten sebagai berikut :
- Kabupaten OKI
Pelaksanaan Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat, Pelaksanaan kegiatan ini berupa terselenggaranya Pengembangan Sistem Distribusi dan Stabilitas Harga Pangan, Pengembangan Ketersediaan dan Penanganan Rawan Pangan, Pendampingan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan serta Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya.
- Kabupaten Banyuasin
Pelaksanaan Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat, Pelaksanaan kegiatan ini berupa terselenggaranya Pengembangan Sistem Distribusi dan Stabilitas Harga Pangan, Pengembangan Ketersediaan dan Penanganan Rawan Pangan, Pendampingan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan serta Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya.
- Kabupaten MUBA
Pelaksanaan Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat, Pelaksanaan kegiatan ini berupa terselenggaranya Pengembangan Sistem Distribusi dan Stabilitas
Harga Pangan, Pengembangan Ketersediaan dan Penanganan Rawan Pangan, Pendampingan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan serta Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya.
- Kabupaten MURA
Pelaksanaan Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat, Pelaksanaan kegiatan ini berupa terselenggaranya Pengembangan Sistem Distribusi dan Stabilitas Harga Pangan, Pengembangan Ketersediaan dan Penanganan Rawan Pangan, Pendampingan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan serta Dukungan Manajemen dan Teknis Lainnya.
2. Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Bidang ketransmigrasian pada tahun 2013 mendapat alokasi dana Tugas Pembantuan yang dipergunakan untuk pembangunan program Kota Terpadu Mandiri (KTM), rehab sarana dan prasarana, pembinaan bidang sosial budaya dan ekonomi, dan bantuan sarana produksi pertanian, dengan rincian Program dan Kegiatan sebagai berikut :
Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2013 mendapat Dana Tugas Pembantuan dari Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (Dirjend P2KT) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
- Fasilitasi penempatan transmigrasi (2185), hasil yang dicapai Transmigrasi Penduduk Asal (TPA) dan Transmigrasi Penduduk Setempat (TPS) sebanyak 410 KK dipindahkan / ditempatkan di Kawasan Transmigrasi.
- Pembangunan Permukiman dan Infrastruktur Kawasan Transmigrasi (2186). Hasil yang dicapai, sarana dan prasarana
yang dibangun dilokasi transmigrasi sebanyak 8 unit dapat menunjang kesejahteraan transmigrasi.
- Penyediaan Tanah Transmigrasi (2187). Hasil yang dicapai tercapainya pembukaan lahan bagi transmigrasi seluas 6000 Ha dan memliki sertifikat.
- Pasrtisipasi Masyarakat (2189), capaian fisik 85,96%. Hasil yang dicapai, lembaga pemerintahan (3 lembaga) dan non pemerintah (1 lembaga) berpartisipasi dalam pembangunan kawasan transmigrasi.
- Dukungan Teknis dan Manajemen Ditjend P2KTrans (2190), Hasil yang dicapai Terlaksananya Pelayanan teknis administrasi program P2KTrans sebanyak 1 satker.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Selatan pada tahun 2013 melaksanakan Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh yang mana dananya dari Direktorat Jenderal Pembinaan dan Pengembangan Masyarakat Kawasan Transmigrasi (Dirjend P2MKT) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia :
- Pengembangan Sarana dan Prasarana Kawasan (2191), Hasil yang dicapai, tercapainya pembangunan Jalan sepanjang 3 km, pengembangan drainase sepanjang 2,3 km, jembatan 6 unit, drainase 109.273m3 dan pengembangan bangunan sarana air bersih 1 unit.
- Pengembangan Usaha di Kawasan Transmigrasi (2192). Hasil yang dicapai, tyercapainya bantuan lahan usaha produktif di permukiman/kawasan transmigrasi sebanyak 410 paket Sarana Produksi Pertanian.
- Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia dan Masyarakat di Kawasan Transmigrasi (2193), Hasil yang telah dicapai adalah terbantunya pelayanan pendidikan, kesehatan, sosial budaya dan mental spiritual.
- Perencanaan Teknis pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi (2195), Hasil yang dicapai, tersedianya Rencana Teknis Pengembangan Permukiman Transmigrasi (1 dokumen) - Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis (2196). Hasil yang
dicapai, terlayani adminsitrasi perkantoran selama 12 bulan, tersedia dokumen perencanaan dan pengelolaan anggaran sebanyak 20 dokumen dan tersedianya laporan kegiatan &
pembinaan untuk 12 bulan laporan.
3. Bidang Sosial
Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan
Dinas Sosial Provinsi Sumatera Selatan dalam melaksanakan kegiatan pembangunan bidang kesejahteraan sosial tahun anggaran 2013 tersedia Dana APBN tugas pembantuan dengan program/kegiatan :
Program Pemberdayaan Fakir miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT)) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial :
- Pelestarian Nilai Kepahlawanan, Keperintisan dan Kesetia kawanan Sosial
- Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT)
Program Perlindungan dan Jaminan Kesejahteraan Sosial dimanfaatkan untuk Program Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam
4. Bidang Kelautan dan Perikanan.
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan
Di Tahun Anggaran 2013 Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumsel melaksanakan 2 (dua) program dan 4 (empat) kegiatan APBN Tugas Pembantuan
Program Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya.
- Pengembangan Sistem Pembenihan Ikan.
- Pengembangan Sistem Sarana dan Prasarana Pembudidayaan.
Program Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan.
- Fasilitasi Penguatan dan Pengembangan Pemasaran Dalam Negeri Hasil Perikanan.
- Fasilitasi Pengembangan Industri Pengolahan Hasil Perikanan.
5. Bidang Pekerjaan Umum.
Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga
Dana Perbantuan yang memperbaiki jalan status nasional, tetapi Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan tidak melakukan pengelolaan secara fisik ataupun secara keuangan, hanyalah menerima realisasi keuangan dan realisasi fisik.
- Satker perangkat daerah Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumatera Selatan
- Pelaksanaan preservasi dan peningkatan kapasitas jalan nasional
- Pelaksanaan preservasi dan peningkatan kapasitas jalan nasional
Dinas Pekerjaan Umum Pengairan
Melaksanakan kegiatan pembangunan bersumber dari biaya APBN Tugas Pembantuan
- Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi - Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Rawa Uraian kegiatan yang dilaksanakan :
- Adminstrasi Kegiatan - Operasi Rutin
- Pemeliharaan Rutin - Pemeliharaan Berkala - Survey Aknop
- Pengadaan sarana dan prasarana OP