• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rawan Jadi Korban Terpapar, Dewan Jatim Ingatkan Kepala Daerah Jaga Diri Dari Covid 19

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Rawan Jadi Korban Terpapar, Dewan Jatim Ingatkan Kepala Daerah Jaga Diri Dari Covid 19"

Copied!
184
0
0

Teks penuh

(1)

Title Rawan Jadi Korban Terpapar, Dewan Jatim Ingatkan Kepala Daerah Jaga Diri Dari Covid–19

Media Nusantara News Reporter

Date Jumat, 1 Januari 2021 Tone Netral

Link https://nusantaranews.co/rawan-jadi-korban-terpapar-dewan-jatim-ingatkan-kepala-daerah- jaga-diri-dari-covid-19/

Resume Mantan birokrat ini mengungkapkan pihaknya selama ini prihatin banyaknya jumlah kepala daerah ataupun perangkat OPD di Jatim juga ikut terpapar Covid–19.

“Banyak bupati maupun wakilnya serta sejumlah kepala dinas tingkat propinsi maupun kabupaten/kota terpapar Covid–19. Kami mengingatkan agar ikut serta menjaga diri ditengah turun ke masyarakat dalam penegakan prokes di masyarakat,” jelas politisi asal Partai Demokrat ini saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (1/1).

Diungkapkan oleh pria kelahiran Sumenep ini, Covid–19 ini menyerang semua lapisan masyarakat termasuk para pejabat publik di Jatim. Apalagi dalam beberapa kurun waktu terakhir terlebih jelang akhir tahun 2020 jumlah daerah di Jatim bertambah yang terpapar Covid–19.

“Menjelang pergantian tahun 2021, daerah zona merah Covid–19 di Jatim kini kembali bertambah. Ada 8 kabupaten/kota yang kini ditetapkan sebagai daerah zona merah Covid–

19,” jelas Zaenal.

Mantan birokrat ini mengungkapkan pihaknya selama ini prihatin banyaknya jumlah kepala daerah ataupun perangkat OPD di Jatim juga ikut terpapar Covid–19.

“Banyak bupati maupun wakilnya serta sejumlah kepala dinas tingkat propinsi maupun kabupaten/kota terpapar Covid–19. Kami mengingatkan agar ikut serta menjaga diri ditengah turun ke masyarakat dalam penegakan prokes di masyarakat,” jelas politisi asal Partai Demokrat ini saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (1/1).

Diungkapkan oleh pria kelahiran Sumenep ini, Covid–19 ini menyerang semua lapisan masyarakat termasuk para pejabat publik di Jatim. Apalagi dalam beberapa kurun waktu terakhir terlebih jelang akhir tahun 2020 jumlah daerah di Jatim bertambah yang terpapar Covid–19.

“Menjelang pergantian tahun 2021, daerah zona merah Covid–19 di Jatim kini kembali bertambah. Ada 8 kabupaten/kota yang kini ditetapkan sebagai daerah zona merah Covid–19,” jelas Zaenal.

Zaenal Abidin lalu membeberkan 8 daerah tersebut yang berstatus zona merah yakni Tulungagung, Bojonegoro, Tuban, Kota Malang, Lumajang, Kota Blitar, Kabupaten Mojokerto dan Kota Madiun.

Sedangkan untuk daerah masuk zona kuning berjumlah 30 daerah diantaranya Kota Surabaya, Kota Batu, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, Kabupaten Kediri, Jember, Bondowoso, Situbondo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Sidoarjo, Kota Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Kota Kediri, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, Banyuwangi. Sekedar diketahui, meninggalnya wabup Pamekasan Raja’e menambah jumlah kepala daerah di Jatim yang meninggal dunia karena Covid–19. Ironisnya lagi, selain Raja’e, istrinya Yuni Lailatul Fitriyah yang sedang mengandung anak 7 bulan juga ikut terpapar Covid–19. (setya)

(2)

Title Forkopimda Kota Probolinggo Gelar Operasi Skala Besar Jelang Pergantian Tahun Baru

Media Sekilas Media Reporter

Date Jumat, 1 Januari 2021 Tone Positive

Link https://sekilasmedia.com/2021/01/01/forkopimda-kota-probolinggo-gelar-operasi-skala- besar-jelang-pergantian-tahun-baru/

Resume Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin memimpin operasi gabungan skala besar guna menindak lanjuti himbauan pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran COVID–19 yang berada di Kota Probolinggo.

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin memimpin operasi gabungan skala besar guna menindak lanjuti himbauan pemerintah guna memutus mata rantai penyebaran COVID–19 yang berada di Kota Probolinggo.

Kegiatan tersebut juga diikuti oleh Kapolresta Probolinggo AKBP Raden Muhammad Jauhari dan Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Imam Wibowo dengan menyisir jalan yang kerap dijadikan tempat berkerumun oleh masyarakat.

Sekitar pukul 20.00 forkopimda dan tim gabungan dari TNI–Polri–Satpol PP–BPBD berangkat dari Rumah Dinas Wali Kota, sesaat setelah apel. Sasarannya ada toko atau tempat usaha yang masih buka dan kerumunan masyarakat.

Jalur yang dilintasi malam itu antara lain Jalan Panglima Sudirman, Jalan Suroyo, Alun–alun, Jalan Patimura, Jalan Ahmad Yani, Jalan Gatot Subroto, Jalan Pahlawan, Jalan Cokroaminoto, Gladak Serang, Jalan TGP, Taman Maramis, Asabri, Jalan Supriyadi, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Panjaitan, Jalan Ahmad Yani, Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, pos Alun–alun berakhir kembali di rumah dinas.

Di sepanjang jalan yang dilewati operasi, baik kapolresta, wali kota dan dandim tak segan menegur apabila ada toko atau tempat makan yang belum menutup usahanya. Di Jalan Dr Soetomo misalnya, ada kerumunan karyawan sebuah toko yang sudah tutup tapi masih duduk–duduk di tempat parkir pun dibubarkan. “Ayo pulang, pulang jangan berkerumun,” tegas Wali Kota Habib Hadi. Mereka pun bergegas mengambil motor kemudian pergi.

Wali Kota Habib Hadi, Kapolresta AKBP RM Jauhari dan Dandim Letkol Inf Imam mengaku bahwa masyarakat sudah disiplin mematuhi imbauan dari pemerintah. “Kami melihat di lapangan tentang aturan di malam pergantian tahun baru untuk tidak keluar rumah, cukup di rumah saja karena pandemi.

Masyarakat sudah disiplin mentaati imbauan, mudah–mudahan bisa menurunkan COVID 19 di area Kota Probolinggo,” kata wali kota.

Di malam jelang pergantian tahun, operasi yustisi berhasil mengamankan 6 orang masyarakat yang melanggar protokol kesehatan (prokes). Mereka langsung di rapid antigen dan hasilnya non reaktif.

“Kami memantau di sejumlah titik–titik, termasuk di kelurahan dan kecamatan untuk mengantisipasi aktivitas masyarakat yang keluar rumah. Kami juga menyediakan rapid tes antigen hingga pukul 01.00, Jumat (01/01/2021). Untuk sementara (hingga pukul 22.00, Kamis (31/12/2020) di Wonoasih ada 2 orang yang di tes, di Kanigaran ada sekitar 7 dan semua hasilnya non reaktif. Tentunya, kami akan menunggu info terus,” jelas Habib Hadi.

AKBP RM Jauhari menambahkan, pihaknya bersama dandim dan wali kota sudah menyiapkan pos pelayanan dan keamanan, penyekatan masuk Kota Probolinggo, pos keramaian, patroli berskala besar, penyemprotan disinfektan, imbauan keputusan bersama dari Provinsi Jawa Timur atau wali kota hingga operasi di sejumlah titik.

“Patroli dilakukan terus menerus sampai pergantian tahun. untuk operasi tadi, hasilnya masyarakat sudah mentaati aturan, wilayah sudah mulai sepi, warung toko jam 8 malam sudah tutup. Kami berharap sampai seterusnya masyarakat patuh prokes di masa pandemi ini,” ujar kapolresta.

Sementara itu, Dandim Letkol Inf Imam Wibowo menyatakan, penegakan disiplin melalui patroli pengamanan tahun baru yang dilakukan agar masyarakat tertib dan paham.

(3)

“Bahwa kami (Kodim) bersama Pak Wali dan melaksanakan tugas demi keselamatan masyarakat Kota Probolinggo. Semoga masyarakat sadar dan ambil esensi penting yaitu prokes,” tegas dandim.

“Alhamdulillah sepertinya masyarakat sudah memahami dan mematuhi imbauan dari pemerintah. Karena beberapa titik kerumunan yang kita datangi, semuanya sepi. Tidak ada masyarakat yang keluar rumah.

Jam segini (22.00) lihat saja sepi sekali,” terangnya.

(4)

Title Pergantian Tahun, Walikota Probolinggo Himbau Warga Patuhi Prokes

Media News Satu Reporter

Date Jumat, 1 Januari 2021 Tone Positive

Link https://newssatu.com/probolinggo/pergantian-tahun-walikota-probolinggo-himbau- warga-patuhi-prokes/

Resume Sejak pukul 19.30.wib semua toko, warung, Cafe, Swalayan di Kota Probolinggo, Jawa Timur, semuanya tutup tidak ada warga yang keluar rumah.

Sejak pukul 19.30.wib semua toko, warung, Cafe, Swalayan di Kota Probolinggo, Jawa Timur, semuanya tutup tidak ada warga yang keluar rumah.

Dari pantauan dilapangan, semua ruas jalan di Kota Probolinggo sepi, hanya petugas gabungan operasi yustisi yakni TNI, POLRI, dan Satpol PP yang melakukan patroli.

Seperti di wilayah Kelurahan Kebonsari Wetan Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, semua ruas jalan dan gang kampung ditutup warga dengan tangga bambu dan pagar bambu.

Walikota probolinggo Hadi Zainal Abidin, mengatakan, Kegiatan ini dilakukan pemerintah kota bersama forkopimda untuk antisipasi melonjaknya virus corona.

“Antisipasi penyebaran Covid–19, Pemkot melarang warga untuk merayakan pergantian tahun,” katanya, Jumat (1/1/2021).

Ia menghimbau agar warga untuk selalu mematuhi peraturan kesehatan (Prokes).

“Patuhi Prokes dan selalu memakai masker,” pungkasnya.

(5)

Title Penghujung 2020, Jatim Pecahkan Rekor Kasus Baru Terkonfirmasi Positif Covid–

19

Media Sabda News Reporter

Date Jumat, 1 Januari 2021 Tone Netral

Link https://sabdanews.com/2021/01/01/penghujung-2020-jatim-pecahkan-rekor-kasus-baru- terkonfirmasi-positif-covid-19/

Resume Penghujung tahun 2020, Provinsi Jawa Timur memecahkan rekor baru untuk untuk kasus baru terkonfirmasi Covid–19 yakni sebanyak 935 kasus pada Kamis 31 Desember 2020.

Penghujung tahun 2020, Provinsi Jawa Timur memecahkan rekor baru untuk untuk kasus baru terkonfirmasi Covid–19 yakni sebanyak 935 kasus pada Kamis 31 Desember 2020. Sejak pandemi Covid–19 masuk ke Jawa Timur pada Maret silam, jumlah ini tercatat tertinggi untuk penambahan kasus baru terkonfirmasi positif Covid–19 update harian.

Kendati belum mampu mengukir rekor nasional. Namun Jawa Timur patut waspada sebab tiga hari terakhir jelang pergantian tahun, kasus baru terkonfirmasi positif Covid–19 grafiknya terus naik yakni 789 kasus (29/12), 896 kasus (30/12) dan 935 kasus (31/12). Bahkan sebanyak 8 kabupaten/kota kembali berstatus Zona Merah.

Menanggapi perkembangan sebaran Covid–19, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga mewanti–

wanti seluruh masyarakat Jatim supaya tetap waspada dan jangan sampai lengah serta senantiasa

mematuhi protokol kesehatan khusunya 3 M yaitu Mencuci tangan, Memakai masker dan Menjaga Jarak.

“Hari ini, sejauh yang saya update tiap hari sejak bulan Maret, hari ini kasus konfirmasi positif covid–19 tertinggi yang terjadi di Jawa Timur. Meskipun kalau dilihat se– Indonesia ini nomor 4 di bawah DKI Jakarta (2022 kasus), Jawa Barat (1024 kasus), Jawa Tengah (939 kasus), Jawa Timur (935 kasus). Tapi khusus Jawa Timur angka tertinggi itu hari ini,” kata Khofifah di gedung negara Grahadi Surabaya, Kamis (31/12/2020) malam.

Orang nomor satu di Jawa Timur ini mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersabar dan

menunda acara perayaan pergantian tahun karena suasana pandemi Covid–19 masih cukup membutuhkan kewaspadaan kita semua.

“Tembus 935 kasus baru itu sesuatu yang harus membutuhkan kewaspadaan sangat ketat,” tegas mantan Menteri Sosial RI ini.

Ia mengakui koordinasi dengan seluruh forkompimda dan bupati/wali kota di Jatim terus dilakukan, khususnya daerah–daerah yang memiliki basis wisata yang menjadi jujukan masyarakat yang hendak merayakan tahun baru supaya ditutup sementara untuk menghindari adanya kerumunan masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pengelola wisata dan PHRI yang sudah bisa memaklumi. Ini adalah sesuatu yang membutuhkan pengorbanan bersama dan saya rasa pasti sudah menyiapkan segala sesuatunya, termasuk para seniman yang sudah siap manggung, batal karena kondisi kita sedang pada posisi membutuhkan kewaspadaan yang sangat tinggi,” jelas gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Khofifah juga mengabarkan bahwa ASN di lingkungan Pemprov Jatim yang meninggal dunia akibat Covid–19 hingga Desember 2020 tercatat sebanyak 65 orang. Kemudian 61 orang tenaga kesehatan juga meninggal akibat Covid–19.

“Ini adalah fenomena dimana tingkat kewaspadaan itu menjadi sangat penting kalau kita ingin mendukung para dokter, perawat, bidang, analis supaya rumah sakit tidak overload, maka cara kita mendukung antara lain dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

Dari total penambahan 935 kasus baru, Kabupaten Blitar tercatat sebagai daerah dengan tambahan terbanyak yakni 144 kasus, lalu Jember 84 kasus, Banyuwangi 54 kasus, Kota Probolinggo 43 kasus, Kota Surabaya 42 kasus, Kab Tuban 40 kasus, Kab Ponorogo dan Kab Jombang 34 kasus, Kota Malang 32 kasus, Kab Tulungagung 31 kasus.

“Secara kumulatif jumlah kasus terkonfirmasi positif di Jatim sebanyak 84.152 kasus, masih dirawat

(6)

6.190 orang, sudah sembuh 72.135 orang dan meninggal dunia sebanyak 5.827 orang,” kata Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid–19 Jatim dr Joni Wahyuhadi.

Sementara kabupaten/kota di Jatim yang masuk Zona Merah ada delapan, yakni Kab Tulungagung, Kab Bojonegoro, Kab Tuban, Kab Lumajang, Kab Mojokerto, Kota Malang, Kota Blitar dan kota Madiun.

Sedangkan 30 kabupaten/kota sisanya berstatus Zona Orange. Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya ini menjelaskan bahwa melonjaknya kembali kasus terkonfirmasi Covid–19 di Jatim akibat masyarakat lengah dalam mematuhi protokol kesehatan.

“Sekarang mau menyebut klaster apa, sudah sulit. Karena nyari yang pertama sulit. Misalnya di kantor, terus ke rumah muncul klaster. Intinya adalah pakai masker menjadi kuncinya,” tegas dr Joni secara terpisah.

Ia mengatakan, dari penelitian yang paling berbahaya adalah ketika makan bersama dengan banyak orang yang tidak diketahui positifnya. Sehingga, ketika tidak memakai masker, virus dengan mudah menular.

“Maka berpikirlah positif. Artinya, setiap orang dihadapan kita positif sehingga jangan pernah membuka masker,” pungkasnya.

(7)

Title Kasus COVID–19 di Jatim Tambah 887 pada Hari Pertama 2021

Media Detik Reporter

Date Jumat, 1 Januari 2021 Tone Netral

Link https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5317980/kasus-covid-19-di-jatim-tambah- 887-pada-hari-pertama-2021?single=1

Resume Kasus positif COVID–19 di Jawa Timur bertambah 887 di hari pertama 2021. Sedangkan jumlah pasien yang sembuh bertambah 803 orang.

Kasus positif COVID–19 di Jawa Timur bertambah 887 di hari pertama 2021. Sedangkan jumlah pasien yang sembuh bertambah 803 orang.

Data yang diterima detikcom dari Satgas COVID–19 Jatim per Jumat (1/1/2021), tambahan 887 kasus itu berasal dari sejumlah daerah di Jatim. Ada 175 dari Kabupaten Blitar, 86 dari Jember, 62 dari Kota Probolinggo, 55 dari Tuban, 43 dari Bangkalan, 41 dari Surabaya, 34 dari Kota malang, 33 dari Kota Kediri, 32 dari Tulungagung dan 30 dari Jombang.

Selanjutnya 23 dari Lamongan, 21 dari Kabupaten Probolinggo, 20 dari Bondowoso, 17 dari Gresik, 16 Bojonegoro, 16 dari Kabupaten Malang, 15 dari Kabupaten Pasuruan, 15 dari Sidoarjo, 13 dari

Ponorogo, 13 dari Lumajang, 12 dari Pacitan dan 11 dari Kota Mojokerto.

Kemudian, 11 dari Pamekasan, 10 Banyuwangi, 10 dari Magetan, 10 dari Nganjuk, 9 dari Kota Kediri, 9 Kota Madiun, 9 dari Sampang, 8 dari Trenggalek, 6 dari Ngawi, 5 dari Madiun, 5 dari Kabupaten Mojokerto, 5 dari Kota Batu, 4 dari Kota Pasuruan dan 3 dari Situbondo.

Total kasus positif COVID–19 di Jatim mencapai 85.039 kasus. Di mana 6.201 kasus atau 7,29 persen persen di antaranya masih aktif atau dalam masa perawatan.

Jumlah pasien yang sembuh dari COVID–19 di Jatim bertambah 803 orang. Rinciannya, 127 dari Jember, 85 dari Kabupaten Blitar, 60 dari Kabupaten Kediri, 46 dari Tulungagung, 43 dari Surabaya, 37 dari Banyuwangi, 32 dari Bondowoso, 31 dari Bojonegoro, 28 dari Jombang, 26 dari Kota Malang, 20 dari Kota Blitar, 20 dari Sampang, 19 dari Trenggalek, 18 dari Sidoarjo dan 17 dari Kota Probolinggo.

Selanjutnya, 16 dari Kabupaten Pasuruan, 15 dari Pacitan, 15 dari Lumajang, 14 dari Lamongan, 14 dari Kabupaten Probolinggo, 13 dari Situbondo, 12 dari Ngawi, 12 dari Kabupaten Malang, 11 dari Nganjuk, 10 dari Tuban, 10 dari Gresik, 8 dari Kabupaten Mojokerto, 8 dari Pamekasan, 7 dari Kota Kediri, 6 dari Kota Mojokerto, 6 dari Magetan, 5 dari Kota Madiun, 5 dari Bangkalan, 5 dari Kota Batu dan 2 dari Kota Pasuruan.

(8)

Total pasien COVID–19 yang sembuh di Jatim mencapai 72.938. Atau 85,77 persen dari total kasus positif.

Namun ada 73 pasien yang meninggal hari ini. Rinciaannya, 3 dari Kota Kediri, 3 dari Kabupaten Kediri, 1 dari Jember, 1 dari Bojonegoro, 7 dari Banyuwangi, 5 dari Kota Malang, 14 dari Blitar, 1 dari

Situbondo, 8 dari Lamongan, 1 dari Kabupaten Malang, 3 dari Ponorogo dan 2 dari Kabupaten Madiun.

Lalu, 1 dari Surabaya, 1 dari Kabupaten Magetan, 6 dari Tuban, 3 dari Nganjuk, 1 dari Bangkalan, 2 dari Trenggalek, 2 dari Kabupaten Mojokerto, 1 dari Sidoarjo, 2 dari Kabupaten Probolinggo, 2 dari

Kabupaten Bondowoso, 1 dari Kota Pasuruan dan 2 dari Jombang.

Total pasien yang meninggal akibat COVID–19 di Jatim mencapai 5.900 orang. Atau 6,94 persen dari total kasus positif.

(9)

Title Hari Pertama di Tahun 2021, Ada Tambahan 62 Kasus COVID–19 di Kota Probolinggo

Media Nusa Daily Reporter

Date Sabtu, 2 Januari 2021 Tone Netral

Link https://nusadaily.com/politik/hari-pertama-di-tahun-2021-ada-tambahan-62-kasus-covid- 19-di-kota-probolinggo.html

Resume Tak hanya disambut dengan kesederhanaan dan operasi yustisi, Tahun Baru 2021 di Kota Probolinggo juga disambut dengan tambahan kasus sebanyak 62 orang positif COVID–19 dalam waktu satu hari.

Tak hanya disambut dengan kesederhanaan dan operasi yustisi, Tahun Baru 2021 di Kota Probolinggo juga disambut dengan tambahan kasus sebanyak 62 orang positif COVID–19 dalam waktu satu hari.

Berdasar laporan Satgas COVID–19 Kota Probolinggo, Jumat 1 Januari 2021 ada lonjakan kasus COVID–19 sebanyak 62 kasus. Dengan demikian, jumlah keseluruhan yang terpapar COVID–19 sebanyak 1524 orang.

Selain itu, yang masih dirawat sebanyak 325 orang. Sedangkan 1093 orang sembuh dan 106 orang meninggal dunia.

Dari jumlah 325 orang yang dirawat karena COVID–19, beberapa ada yang mengalami isolasi mandiri.

Karena beberapa jumlah itu, juga ada yang mengalami tanpa gejala atau OTG.

Jumlah tambahan dalam sehari sebanyak 62 kasus itu, menurut Plt kepala Dinas kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (DKP2KB) Kota Probolinggo dr NH Hidayati, terdiri dari berbagai upaya.

“Tambahan tersebut, ada yang melalui pemeriksaan atau screening pada masyakarat. Termasuk, juga ada yang kontak erat,”jelas Ida, apaan akrabnya pada NusaDaily.com.

Pihaknya pun, kembali mengingatkan pada masyakarat Kota Probolinggo khususnya. Agar, protokol kesehatan diperhatikan termasuk 4M. Yakni memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan air sabun dan menghindari kerumunan.

“Kembali mengingatkan agar protkes selalu diperhatikan, termasuk 4M. Tidak perlu keluar rumah ketika tidak ada kepentingan yang benar–benar darurat,” tandasnya.

(10)

Title Viral Video Gerombolan Pemuda Sebut Satgas COVID–19 Perkumpulan Orang Tolol

Media Detik Reporter

Date Sabtu, 2 Januari 2021 Tone Potensi Negative

Link https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5318069/viral-video-gerombolan-pemuda- sebut-satgas-covid-19-perkumpulan-orang-tolol?single=1

Resume Video gerombolan pemuda menyebut Satgas COVID–19 yang lewat sebagai perkumpulan orang tolol, viral di media sosial. Kejadian itu terjadi di Kota Probolinggo.

Video gerombolan pemuda menyebut Satgas COVID–19 yang lewat sebagai perkumpulan orang tolol, viral di media sosial. Kejadian itu terjadi di Kota Probolinggo.

"Perkumpulan orang tolol. Lewat orang tolol–tolol lewat," berikut sepenggal ucapan yang keluar dari mulut seorang pria dalam video yang viral, seperti yang dilihat detikcom, Sabtu (2/1/2021).

Video berdurasi 21 detik itu diunggah akun Instagram @kanjeng_mamiew sekitar 16 jam yang lalu.

Hingga saat ini, video tersebut sudah 20.440 kali tayang dan mendapat 59 komentar.

"Seseorang merekam rombongan polisi yang sedang melintas kata kotor, info diterima tkp di Mayangan

(11)

Probolinggo, pasti akan ada klarifikasi dan permohonan maaf plat nomer jelas," berikut caption unggahan video tersebut.

Video tersebut direkam di Jalan Kerapu, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Saat itu petugas gabungan dari Satgas COVID–19 setempat tengah menggelar patroli yustisi malam pergantian tahun, Kamis (31/12/2020).

"Lagi lihat video viral di media sosial Instagram, petugas Satgas COVID–19 Kota Probolinggo saat gelar patroli keliling operasi yustisi dan pengamanan malam pergantian tahun, dikatakan oleh gerombolan pemuda, dengan perkataan perkumpulan orang tolol lewat," ujar warga Probolinggo, Bintan saat dikonfirmasi detikcom Sabtu (2/1/2021).

"Merasa tidak pantas petugas Satgas COVID–19 bersusah payah melakukan giat patroli dan operasi yustisi untuk menekan angka penyebaran COVID–19, malah dikatakan kotor seperti itu. Kami berharap segera diamankan, untuk memberi efek jera," imbuh Algis, warga lainnya.

(12)

Title Hingga Desember 2020, Tim Satgas Penanganan Covid–19 Kota Probolinggo Menindak 2876 Pelanggar

Media Suaraindonesianews Reporter

Date Sabtu, 2 Januari 2021 Tone Netral

Link http://suaraindonesia-news.com/hingga-desember-2020-tim-satgas-penanganan-covid-19- kota-probolinggo-menindak-2876-pelanggar/

Resume Tim Satgas Penanganan Covid–19 Kota Probolinggo setelah diterbitkannya Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor:53 Tahun 2020 pada September 2020, yaitu tentang penerapan Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid–

19) telah menindak sejumlah 2876 (dua ribu delapan ratus tuju puluh enam) orang pelanggar.

Tim Satgas Penanganan Covid–19 Kota Probolinggo setelah diterbitkannya Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor:53 Tahun 2020 pada September 2020, yaitu tentang penerapan Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid–19) telah menindak sejumlah 2876 (dua ribu delapan ratus tuju puluh enam) orang pelanggar.

Hal itu disebutkan oleh Kepala Dinas Satpol PP Kota Probolinggo Agus Efendy, saat dikonfirmasi oleh wartawan suaraindonesia–news probolinggo raya melalui telephone selulernya, Sabtu (2/01/21).

Agus Efendy menyebut, dalam pelaksanaan Operasi Yustisi Protokol Kesehatan (Prokes) Dalam

Pencegahan Dan Pengendalian Corona Virus Disease (Covid–19) hingga akhir Desember 2020, pihaknya telah menindak sebanyak 2876 orang yang melanggar protokol kesehatan (Prokes).

Dari jumlah tersebut, lanjut Agus Efendy, pelanggar yang dikenakan sanksi sosial sebanyak 1336 orang.

“Sedang pelanggar yang dikenakan sidang yustisi sebanyak 180 orang,” sebutnya.

Kemudian pelanggar yang dikenakan sidang non Yustisi sebanyak 990 orang. Dan sejumlah pelanggar yang di Swab Rapid Antigen ada 5 orang yang hasilnya dinyatakan reaktif.

“Sementara denda Administrasi hingga Desember 2020 sebanyak Rp46.505.000,– (empat puluh enam juta, limaratus limaribu rupiah),” jelas Kepala Dinas Satpol PP Kota Probolinggo ini.

EEdito : Redaksi

(13)

Title Satgas Covid–19 Kota Probolinggo Raup Rp46 Juta Dari Pelanggar Prokes

Media Warta Bromo Reporter

Date Sabtu, 2 Januari 2021 Tone Netral

Link https://www.wartabromo.com/2021/01/02/satgas-covid-19-kota-probolinggo-raup-rp46- juta-dari-pelanggar-prokes/

Resume Pelanggar protokol kesehatan (prokes) di Kota Probolinggo cukup tinggi. Buktinya ada ribuan warga yang terjaring hingga terkumpul uang denda sebesar Rp46 juta.

Pelanggar protokol kesehatan (prokes) di Kota Probolinggo cukup tinggi. Buktinya ada ribuan warga yang terjaring hingga terkumpul uang denda sebesar Rp46 juta.

Hingga akhir Desember, Satgas Penanganan Covid–19 Kota Probolinggo telah menindak 2.876

pelanggar disiplin prokes. Dari jumlah tersebut, pelanggar yang dikenakan sanksi sosial sebanyak 1.336 orang. Kemudian pelanggar yang dikenakan sidang yustisi sebanyak 180 orang dan sidang non yustisi sebanyak 990 orang.

Sementara denda administrasi hingga Desember 2020 sebanyak Rp46.505.000. “Sanksi denda

administrasi sesuai keputusan hakim pengadilan yang bertugas. Jadi cukup variatif,” kata Kasatpol PP Kota Probolinggo, Agus Efendy pada Sabtu, 2 Januari 2020.

Dari 2 ribuan pelanggar prokes, ada 5 orang yang dinyatakan reaktif rapid tes antigen. “Razia yustisi bukan mencari siapa yang reaktif. Tapi bertujuan mengedukasi masyarakat untuk selalu patuh

menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas,” kata mantan kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Probolinggo itu.

Saat ini, ada 1.537 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid–19 di Kota Probolinggo.

DINKESP2KB setempat mengungkapkan, jika 291 orang masih menjalani perawatan. Sebanyak 1.140 orang dinyatakan sembuh dan 160 orang meninggal dunia.

(14)

Title VIDEO VIRAL Sekelompok Pemuda Hina Tim Satgas Covid–19 Probolinggo, Alasan Begini Saat Diamankan

Media Surya Reporter

Date Sabtu, 2 Januari 2021 Tone Potensi Negative

Link https://surabaya.tribunnews.com/2021/01/02/video-viral-sekelompok-pemuda-hina-tim- satgas-covid-19-probolinggo-alasan-begini-saat-diamankan

Resume Sebuah video menampilkan sekelompok pemuda menyebut Tim Satgas Covid–19 sebagai orang tolol, viral di media sosial.

Sebuah video menampilkan sekelompok pemuda menyebut Tim Satgas Covid–19 sebagai orang tolol, viral di media sosial.

Video berdurasi 21 detik itu diunggah oleh akun Instagram @kanjeng_mamiew. Hingga kini video tersebut sudah ditonton sebanyak 22.705 dan menuai banyak hujatan.

"Perkumpulan orang tolol lewat, orang tolol–tolol lewat," begitulah penggalan kalimat yang diucapan si pembuat video.

Setelah ditelusuri, ternyata kejadian itu berlangsung di sekitaran Jalan Kerapu, Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Tepatnya, saat itu Tim Satgas Covid–19 melakukan patroli yustisi malam tahun baru 2021.

Terkait hal ini, Kanit IV Satreskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Joko Murdiyanto mengatakan, bahwa para pembuat video sudah diamankan.

Para pembuat video adalah DK dan PT. Sementara IV adalah pengupload video di status Whatsapp.

"Sudah kami selidiki dan para yang bersangkutan sudah memberi klarifikasi," kata Joko, Sabtu (2/12/2020).

Dari keterangan para pembuat video, ungkap Joko, bahwa mereka tak ada maksud menghina petugas.

Hanya saja video yang awalnya untuk niatan gurauan, terlanjur terupload IV sehingga dapat diketahui banyak orang.

"Jadi awalnya cuma guyon dan para pembuat video sudah kooperatif meminta maaf kepada petugas,"

ujar.

Sementara usai memberikan klarifikasi, para pembuat video saat ini sudah meninggalkan Polres Probolinggo.

Joko pun berharap peristiwa tersebut tidak lagi terulang serta bisa dijadikan pelajaran oleh seluruh masyarakat.

"Jangan ada lagi kejadian seperti ini, petugas itu menjaga masyarakat dari penyebaran Covid–19. Ayo saling bantu tugas masyarakat patuhi protokol kesehatan dan semoga wabah ini segera usai,"

pungkasnya.

(15)

Title Baru Dibuka, Waterpark di Probolinggo Langsung Ditutup

Media Tada Todays Reporter

Date Minggu, 3 Januari 2021 Tone Neutral

Link https://tadatodays.com/detail/baru-dibuka-waterpark-di-probolinggo-langsung-ditutup Resume Waterpark Papua di Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo ditutup

sementara pada Minggu (3/01/2021) siang. Padahal, wahana kolam renang itu baru saja dibuka pada Minggu paginya.

Waterpark Papua di Kelurahan Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo ditutup sementara pada Minggu (3/01/2021) siang. Padahal, wahana kolam renang itu baru saja dibuka pada Minggu paginya.

Ditutupnya Waterpark Papua itu lantaran tidak mematuhi imbauan Pemerintah Kota Probolinggo melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota Probolinggo Nomor 556/5710/425, 112/2020 perihal Penutupan

slsementara Destinasi Pariwisata, pada 25, 26, 27 dan 31 Desember 2020, lalu tanggal 1 sampai 3 Januari 2021.

Dari pantauan tadatodays.com, kolam renang tersebut dibangun sejak tahun 2018 lalu, dan hingga saat ini pengerjaan masih belum rampung. Waterpark Papua itu diketahui milik Muhtadi, 53, warga Desa

Jorongan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Camat Wonoasih, Deus Nawandi mengatakan, penutupan itu sebenarnya untuk memastikan izin operasional usaha wahana tersebut. Selain itu, pihaknya juga menindaklanjuti laporan masyarakat akan adanya keramaian di masa pandemi Covid–19.

"Maka dari itu kita sarankan ke pengelola untuk menutup sementara, menyesuaikan kondisi Covid–19 dan mengkonsultasikan ke Dinas PMPTSP dan Tenaga Kerja atau ke Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata soal izin tersebut," ujarnya dihubungi via telepon.

Sementara itu, Kapolsek Wonoasih Kompol Kuzaini menyampaikan, bahwa penutupan itu guna

memutus mata rantai Covid–19. Hal itu sesuai dengan SE Wali Kota Probolinggo dan Maklumat Kapolri di hari libur Tahun Baru 2021.

"Semua kegiatan wisata untuk tidak dibuka, wajib ditutup, agar tidak terjadi lonjakan klaster baru,"

terangnya.

Sementara itu, Owner Papua Waterpark, Muhtadi mengatakan, pihaknya tidak mengetahui kalau ada SE dari Pemerintah Kota Probolinggo. Sehingga pihaknya memberanikan diri untuk membuka tempat hiburan dengan spot foto, food court dan kolam renang miliknya itu. "Terus terang saya memberanikan diri membuka, karena momentum hari libur di hari minggu," ungkapnya saat ditemui di lokasi.

Akan tetapi, Muhtadi menyadari dan merima penutupan tersebut. Meski, mulanya ia hanya menganggap adanya Surat Izin Mendirikan Bangunan saja untuk dapat beroperasinya waterpark miliknya. namun perlu memiliki izin operasional dari dinas terkait. "Inshallah saya urus secepatnya," ujarnya.

Karena itu, Muhtadi belum bisa memastikan kapan akan dibuka kembali wahana tersebut. Tapi jika merujuk pada SE Wali Kota Probolinggo, maka penutupan destinasi wisata di Kota Probolinggo sampai tanggal 3 Januari 2021. "Saya kira bisa ditolerir," imbuhnya.

Sementara itu, terkait izin operasional Papua Waterpark, Plt Kepala Dinas PMPTSP dan Tenaga Kerja, Aman Suryaman, mengatakan bahwa pengelola Papua Waterpark belum mengurus izin operasional.

"Untuk izin operasional masih proses. Kalau IMB sudah ada, tapi harus diikuti dengan izin operasional,"

paparnya.

(16)

Title Pemkot Probolinggo Bagikan Ribuan APD ke Pedagang

Media Harianbhirawa.co.id Reporter

Date Minggu, 3 Januari 2021 Tone Neutral

Link https://www.harianbhirawa.co.id/pemkot-probolinggo-bagikan-ribuan-apd-ke-pedagang/

Resume Kota Probolinggo, Bhirawa

Kota Probolinggo, Bhirawa Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Probolinggo Ninik Ira Wibawati didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Setiorini Sayekti dan Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Fitriawati menyerahkan bantuan berupa 5.672 buah masker, face shield 2.836, partisi 1.231, wastafel 6 unit dan 3 unit alat semprot, untuk 1.412 pedagang di 3 pasar tradisional di Kota Probolinggo. Ditemui di sela–sela giat tersebut, pemberian bantuan kepada pedagang itu menurut Sekda Ninik, Minggu (3/1) merupakan salah satu bentuk stimulus pemerintah dalam menjaga keberlangsungan usaha UMKM, memulihkan ekonomi nasional, mendorong program Bangga Buatan Indonesia dan mencegah penyebaran Covid 19.

Ninik menambahkan, bantuan yang diberikan, adalah bentuk kepedulian Kementerian Perdagangan kepada para pedagang kecil agar dapat menjaga kesehatan. Sehingga dapat terus berjualan seiring dengan upaya pemulihan ekonomi.

“Covid 19 ini benar–benar berbahaya. Jadi mohon tetap konsisten terapkan 4 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, red).

Tolong masyarakat benar–benar memperhatikan ini, jangan sepelekan Covid–19!,” tandasnya.

Di lokasi penyerahan Alat Pelindung Diri (APD) yang berlangsung hingga siang hari, terlihat ada beberapa bedak yang kosong ditinggalkan pemiliknya. Hal itu lantaran berkembangnya isu di kalangan pedagang bahwa akan ada pelaksanaan tes rapid antigen yang diberlakukan untuk pedagang pasar.

“Sebenarnya tidak masalah. Justru Pemkot itu memperhatikan kondisi sekaligus melindungi

masyarakatnya. Makanya Bapak Wali Kota mengeluarkan kebijakan untuk memeriksa kesehatan para pedagang. Karena di pasar ini ada pertemuan antara penjual dan pembeli, ada transaksi. Sehingga harapannya dari giat itu bisa meminimalisasi kejadian confirm positif Covid, ” serunya.

Setali dengan pernyataan Sekda Ninik, Asekbang Rini yang juga menjabat sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo itupun mengimbau masyarakat untuk tidak takut ketika akan diperiksa kesehatannya. Karena hal itu, lanjutnya, adalah untuk kebaikan diri dan lingkungan sekitarnya.

“Adanya rapid tes ini dilakukan untuk mendeteksi seawal mungkin, bila ada potensi tertularnya virus Covid 19. Karena begitu hasilnya reaktif, langsung ditangani sesuai dengan prosedur kesehatan. Kalau ada informasi seperti itu, saya mengimbau justru jangan takut atau menghindar, ikuti saja. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk screening, supaya kalau sudah masuk rumah sakit atau fasilitas kesehatan, tidak dalam kondisi parah,” pungkasnya.

Ia menyampaikan, bantuan yang diberikan menjadi pengingat untuk tetap menomorsatukan protokol kesehatan saat berada di pasar. Dimana, katanya, upaya menjaga kesehatan tidak boleh diabaikan, terutama saat pandemi seperti sekarang.

“Kami membagikan masker ini supaya para pedagang dan pengunjung aman saat berbelanja, sehingga bisa berbelanja dengan tenang. Di sini saya juga melihat langsung pedagang, dan pengunjung memakai masker. Mudah–mudahan semua pasar mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Asekbang Rini dan Kepala DKUPP Fitri beserta tim membagikan masker sekaligus melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat yang ditemui selama menyisir pasar yang dimulai dari Pasar Kronong kemudian Ke Pasar Baru dan Pasar Wonoasih. “Mudah–mudahan dengan sosialisasi ini masyarakat menjadi semakin sadar dan waspada. Maka kita mengajak semua pihak untuk sadar dan disiplin terapkan protokol kesehatan,” tambahnya.

(17)

Title Masuki Awal Tahun 2021, BPBD Lakukan Sterilisasi Pegawai Pemkot Probolinggo

Media Kraksaan Online Reporter

Date Senin, 4 Januari 2021 Tone Positive

Link https://kraksaan-online.id/masuki-awal-tahun-2021-bpbd-lakukan-sterilisasi-pegawai- pemkot-probolinggo/

Resume “Kami dari BPBD dibantu Pol PP dan Diskominfo mengawali tugas dinas di hari pertama tahun 2021, kami melakukan yang pertama adalah pengecekan suhu tubuh pada seluruh karyawan/karyawati yang masuk kantor pemkot,” kata Sugito Prasetyo Kalaksa BPBD, Senin (4/1) di pintu masuk sebelah timur kantor pemkot, Jalan Panglima Sudirman Nomor 19 itu.

“Kami dari BPBD dibantu Pol PP dan Diskominfo mengawali tugas dinas di hari pertama tahun 2021, kami melakukan yang pertama adalah pengecekan suhu tubuh pada seluruh karyawan/karyawati yang masuk kantor pemkot,” kata Sugito Prasetyo Kalaksa BPBD, Senin (4/1) di pintu masuk sebelah timur kantor pemkot, Jalan Panglima Sudirman Nomor 19 itu.

Ya, pagi itu suasana hujan gerimis mengguyur selama pelaksanaan berlangsung. Namun tim BPBD tetap melakukan tugas dengan sigap. Kali ini, petugas BPBD terbagi dalam tiga kelompok. Tim pertama dan kedua mereka bertugas di pintu masuk sebelah barat dan timur kantor pemkot. Tim ketiga, mereka bertugas di bilik disinfektan depan kantor ex Humas, belakang kantor pemkot. Ketiga tim BPBD ini melakukan cek suhu tubuh, penyemprotan pada bagian ban kendaraan dan meneteskan hand sanitizer di tangan kepada sejumlah pegawai yang masuk kantor pemkot.

Sejauh pantauan kami di lapangan, para pegawai pemkot memberikan respon bagus terutama dalam penerapan prokes, yakni memakai masker. Masih menurut Gito–sapaan akrabnya, giat itu dilakukan dalam upaya meminimialisir dan mencegah COVID 19, apalagi usai liburan.

Selain itu, BPBD juga melakukan penyemprotan pada titik–titik kantor yang lain. “Cuma hari ini kami awali di kantor pemkot (Bagian Pemerintahan dan Bagian Pembangunan). Setelah itu kami lakukan penyemprotan disinfektan di Kantor Pol PP dan Kantor Bakesbangpol,” jelas pria 43 tahun itu.

Tak hanya itu, lanjutnya, tugas BPBD adalah melakukan sterilisasi baik di area terpapar, perkantoran, fasum maupun fasilitas–fasilitas masyarakat lainnya, misalnya tempat peribadatan. Sehingga BPBD bekerja sama dengan tim penegakan disiplin prokes dari Satpol PP, Bakesbangpol dan instansi terkait.

Apabila BPBD menemukan pelanggar prokes, maka BPBD akan meneruskan ke Satpol PP agar dilakukan penindakan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Hal ini kami tunjukkan pada masyarakat, bahwa pada tahun 2021 ini kita masih dalam kondisi pandemi.

Dengan kami melakukan kegiatan ini, Pemkot khususnya BPBD tetap melaksanakan dan menunjukkan kepada masyarakat untuk terus mengedukasi pandemi masih ada dan kita semua tidak boleh lengah,”

terang Gito.

Kendati demikian, Gito berharap masyarakat tidak menganggap sudah melewati tahun 2020 dan memasuki tahun 2021 bebas dari pandemi. Giat pagi itu juga diisi dengan bagi–bagi masker sebanyak 400 buah, diberikan kepada masyarakat pengguna jalan yang melintas di depan kantor Wali Kota Probolinggo.

(18)

Title Daftar 12 Kepala Daerah di Jatim Positif COVID, Termasuk Gubernur Khofifah

Media Suara.com Reporter

Date Senin, 4 Januari 2021 Tone Neutral

Link https://jatim.suara.com/read/2021/01/04/065624/daftar-12-kepala-daerah-di-jatim-positif- covid-termasuk-gubernur-khofifah

Resume Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indarparawansa dinyatakan positif terpapar Covid–

19. Ini diungkapkan langsung oleh Khofifah lewat akun Instagramnya @khofifah.ip, Sabtu 2 Januari 2021.

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indarparawansa dinyatakan positif terpapar Covid–19. Ini diungkapkan langsung oleh Khofifah lewat akun Instagramnya @khofifah.ip, Sabtu 2 Januari 2021.

Kendati demikian, mantan Menteri Sosial (Mensos) ini mengaku masih bisa menjalankan tugas pemerintahan. Ia akan berkoordinasi dengan Wagub, Sekda, dan para OPD.

Khofifah juga meminta doa agar segera sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa. Ia mengimbau kepada seluruh warga Jatim untuk tetap mematuhi protokol kesehatan COVID–19.

"Jangan pernah menyepelekan virus ini. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dan bangsa Indonesia. Aamiin," kata Khofifah.

Sebelum Khofifah, Wakil Bupati Pamekasan Raja'e dinyatakan meninggal dunia setelah berjibaku melawan Covid–19 yang menginfeksi dirinya. Raja'e sempat dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya beberapa hari sebelum meninggal.

Di Jawa Timur, virus asal Wuhan China ini telah menginfeksi ribuan orang. Sementara sampai saat ini, virus telah menyerang 12 kepala daerah di seluruh Jatim sejak Agustus 2020 lalu.

Berikuti ini daftar lengkap kepala daerah di Jawa Timur yang meninggal, sembuh dan ada yang masih recovery setelah positif terpapar Virus Corona 2019 (COVID–19). Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa positif terpapar COVID pada 2 Januari 20221. Wakil Bupati Pamekasan Raja'e dinyatakan meninggal dunia pada 30 Desember 2020 setelah dirawat beberapa hari di RSUD dr Soetomo Surabaya karena terpapar COVID–19. Bupati Gresik Sambari Halim Radianto Positif COVID–19 mengumumkan ke publik terpapar virus pada 29 Desember 2020. Bupati Sambari kemudian menjalani isolasi mandiri sampai saat ini. Wali Kota Mojokerto Ika Puspita Sari juga mengabarkan dirinya positif terpapar COVID–19 tanpa gejala pada 28 Desember 2020. Bupati Sumenep Busyro Karim bersama istri dan anaknya mengabarkan positif COVID–19 pada 17 Desember 2020 Bupati Lumajang Thoriqul Haq, lewat akun Twitter dan Instagramnya menyatakan dirinya positif COVID–19 setelah menjalani Tes Swab kedua pada 11 Desember 2020. Wali Kota Malang Sutiaji juga mengumumkan positif COVID–19 lewat akun media sosialnya pada 1 Desember 2020. Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari mengaku sering merasa ngantuk saat terpapar COVID–19. Ia mengumumkan diri positif terpapar virus pada 23

November 2020. Bupati Jombang Mundjidah Wahab selama beberapa hari menjalani perawatan dan isolasi di RSUD dr Soetomo Surabaya setelah hasil Tes Swab dinyatakan positif terpapar COVID019 pada 23 November 2020. Wakil Wali Kota Probolinggo Subri meninggal pada 15 November 2020 juga setelah dirawat dan menjalani isolasi mandiri akibat positif terpapar virus. Bupati Situbondo Dadang Wigiarto meninggal pada 26 November 2020 setelah dinyatakan positif terpapar COVID–19. Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin meninggal pada 22 Agustus 2020. Kasus Cak Nur––sapaan akrab Nur Ahmad Syaifudin––ini menjadi kasus pertama kepala daerah terpapar dan meninggal di Jawa Timur.

(19)

Title Temukan Pasien Isoman Tak Patuh, Ini Langkah DKP2KB Probolinggo

Media Radar Bromo Reporter

Date Senin, 4 Januari 2021 Tone Neutral

Link https://radarbromo.jawapos.com/probolinggo/04/01/2021/temukan-pasien-isoman-tak- patuh-ini-langkah-dkp2kb-probolinggo/

Resume MAYANGAN,Radar Bromo – Selama Pandemi Covid–19, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo menemukan kasus pasien isolasi mandiri (isoman) tidak patuh. Ketidakpatuhan ini berupa mereka tetap beraktivitas normal meski seharusnya berada di rumah.

MAYANGAN,Radar Bromo – Selama Pandemi Covid–19, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo menemukan kasus pasien isolasi mandiri (isoman) tidak patuh. Ketidakpatuhan ini berupa mereka tetap beraktivitas normal meski seharusnya berada di rumah.

“Kami tidak mencatat secara khusus kasus pasien isoman yang tidak patuh, tapi memang ada seperti itu.

Langkah selanjutnya bila ada temuan kasus pasien isoman tidak patuh, kami melibatkan 3 pilar untuk memberi peringatan. Peringatan itu apabila tidak patuh, maka akan ditempatkan di tempat karantina,”

ujar Plt Kepala DKP2KB Kota Probolinggo Nurul Hasanah Hidayati.

Perempuan yang akrab disapa Ida itu mengatakan, bahwa untuk yang menjemput pasien isoman yang tidak patuh dilakukan oleh petugas medis dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

“Biasanya mendapat peringatan akan ditempatkan di rumah karantina, pasien isoman ini sudah patuh dan bersedia kembali melakukan isoman,” terangnya.

Isolasi mandiri merupakan salah satu solusi yang dilakukan dalam penanganan pasien pandemi Covid–

19. Isoman tidak bisa dilakukan kepada semua pasien Covid–19. “Dan yang melakukan isoman adalah mereka yang memenuhi syarat, baik dari syarat rumah, keluarga, maupun lingkungannya,” terangnya.

Beberbapa persyaratan yang harus dipenuhi adalah memiliki ruangan terpisah dari anggota keluarga lainnya. Serta, ruangan tersebut memiliki sirkulasi udara yang baik.

Sementara itu, jumlah pasien positif Covid–19 Kota Probolinggo terus bertambah. Per 3 Januari 2021,

(20)

mencapai 1.543 orang dengan penambahan hari ini sebanyak 6 orang. Sedangkan, yang menjalani perawatan ada 293 pasien dan pasien yang dinyatakan sembuh mencapai 1.144 orang. Serta, 106 pasien meninggal dunia.

(21)

Title Denda Pelanggar Prokes di Kota Probolinggo Capai Rp 46.505.000

Media Radar Bromo Reporter

Date Senin, 4 Januari 2021 Tone Neutral

Link https://radarbromo.jawapos.com/probolinggo/04/01/2021/denda-pelanggar-prokes-di-kota- probolinggo-capai-rp-46-505-000/

Resume MAYANGAN, Radar Bromo – Sejak digelar Operasi Yustisi mulai September–Desember 2020, penegak peraturan daerah (perda) Kota Probolinggo telah menindak 2.876 pelanggar protokol kesehatan. Serta, mengumpulkan denda Rp 46.505.000.

MAYANGAN, Radar Bromo – Sejak digelar Operasi Yustisi mulai September–Desember 2020, penegak peraturan daerah (perda) Kota Probolinggo telah menindak 2.876 pelanggar protokol kesehatan. Serta, mengumpulkan denda Rp 46.505.000.

Para pelanggar itu dinyatakan menyalahi Perda Nomor 2/2020 tentang Perubahan Perda Nomor 1/2019 tentang Trantibum.

Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Agus Efendi mengatakan, dari pelanggar protokol kesehatan itu, 180 di antaranya lebih memilih membayar denda daripada melaksanakan sanksi kerja sosial. Sementara, dari operasi itu juga didapatkan 5 orang dilakukan tes antigen dengan hasil reaktif.

“Dari total itu ada sebanyak 1.336 orang diberi sanksi kerja sosial membersihkan fasilitas umum, sementara 990 orang dikenai sidang nonyustisi dan sisanya 180 orang membayar denda dengan besaran nominal yang berbeda–beda,” kata Agus.

Ia mengatakan, operasi yang digelar dilakukan di beberapa titik, khususnya tempat–tempat yang menjadi pusat keramaian. Seperti, alun–alun, Taman Maramis, Gladak Serang, dan Jalan Suroyo. Pada

pelaksanaannya operasi yustisi dilaksanakan Satpol PP, TNI, dan Polri.

“Pelaksanaan operasi juga pernah dibantu langsung oleh tim yang terdiri atas Satpol PP, Polri, dan TNI,”

ujarnya.

Selama setahun, kata Agus, belum ada pelanggar yang dibawa ke meja hijau atau diberi sanksi tindak pidana ringan akibat 3 kali kedapatan melanggar. Petugas sangat mudah untuk mengidentifikasi

(22)

pelanggar yang telah pernah diberikan sanksi.

Selain itu, pihaknya juga telah memberikan sanksi administrasi kepada sembilan pelaku usaha saat operasi yustisi. “Mereka diberi sanksi denda administrasi karena tidak menyediakan sarana prokes, seperti tempat cuci tangan maupun pengunjungnya tidak menggunakan masker. Mereka sebelumnya telah mengikuti sidang yustisi dan didenda membayar uang administrasi Rp 250.000,” jelas Agus.

Ia mengatakan, ke depan razia protokol kesehatan yang dilakukan di Kota Probolinggo, akan menyisir beberapa lokasi usaha maupun aktivitas masyarakat yang menurut pantuan petugas, sering abai dengan protokol kesehatan.

(23)

Title 23 Hari Hidup Bersama Virus Korona; Panas Tinggi–Berhalusinasi

Media Radar Bromo Reporter

Date Senin, 4 Januari 2021 Tone Neutral

Link https://radarbromo.jawapos.com/features/04/01/2021/23-hari-hidup-bersama-virus- korona-panas-tinggi-berhalusinasi/

Resume Awalnya hanya greges (demam, Red.). Dibarengi sedikit pusing dan badan pegal linu.

Tidak terpikir akan terserang virus korona. Karena sakit seperti ini sudah biasa.

Awalnya hanya greges (demam, Red.). Dibarengi sedikit pusing dan badan pegal linu. Tidak terpikir akan terserang virus korona. Karena sakit seperti ini sudah biasa.

HA. Suyuti, Probolinggo

Pagi itu, Minggu (29/11), badan mulai sedikit greges. Saya anggap itu biasa. Karena sejak dulu, greges adalah sakit yang sering saya alami. Jadi, saya tetap beraktivitas. Tidak ke dokter atau minum obat.

Apalagi, siang harinya saya sudah telanjur berjanji ikut lamaran salah satu keluarga.

Ke acara lamaran saya dan istri berangkat pukul 13.00. Karena masih pandemi, saya memakai masker dan membawa hand sanitizer. Tapi yang lain tidak. Kalau pun pakai masker, masker ditaruh di dagunya atau hanya menutupi mulut, hidungnya tidak.

Di tempat acara, tuan rumah juga banyak tidak bermasker. Selain itu, duduknya berdempetan di ruang tamu dan teras. Sebab, di luar hujan deras. Kursi yang disiapkan tidak terpakai, basah terkena hujan.

Acara selesai, kami langsung pulang. Greges tidak mereda. Saya masih khusnudzon. Ini demam biasa.

Obatnya gampang: pijat, kerokan, dan minum obat penurun panas. Maka, saat itu saya langsung pijat dan kerokan. Kemudian, minum obat penurun panas. Demam mulai mereda. Malam itu saya bisa tidur. Meski tidak senyenyak hari–hari sebelumnya.

Pagi harinya, badan masih greges. Suhu badan naik, di atas 37 derajat. Badan mulai sakit semua. Apa karena bekas pijat atau akibat greges, saya tidak tahu. Akhirnya, saya minum obat penurun panas. Tapi kelihatannya tidak mempan. Pagi minum, siang panas lagi. Siang minum, malamnya panas lagi.

Keesokan harinya saya ke dokter. Kemudian diberi obat penurun panas dengan dosis lebih tinggi. “Kalau dua hari dari sekarang masih panas, sebaiknya Bapak rapid test saja,” pesan dr. NH Hidayati, yang sehari–hari menjabat Plt Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota

(24)

Probolinggo ini.

Ternyata benar, selama dua hari sejak periksa, panas tidak turun–turun. Bahkan, sampai 38 derajat. Saya pun mulai khawatir terserang virus korona. Untuk mengatisipasi hal tersebut, saya mulai isolasi mandiri.

Saya tidur di kamar tersendiri.

Untuk mengetahui apakah dugaan saya benar atau tidak, saya mengikuti anjuran dr. Ida – panggilan dr.

NH. Hidayati. Saya menghubungi Laboratorium Klinik Dharma Husada untuk rapid test antigen dan cek darah.

“Hasilnya reaktif, Pak. Untuk darah normal,” katanya lewat telepon. Saya tidak kaget, tapi entah kenapa saya keringatan luar biasa. Gobyos. Baju basah semua.

Saya lantas berkonsultasi dengan dr Rosid Achmad, Sp.PK., penanggung jawab Laboratorium Klinik Dharma Husada. “Apakah indra penciuman normal?” tanya dr Rosid. Saya jawab,”Masih normal”.

“Biasanya, nanti akan hilang (indra penciuman/anosmia),” terang dr Rosid.

Ternyata benar. Keesokan harinya, sudah tidak bisa mencium aroma parfum. Termasuk minyak kayu putih.

Saya langsung konsultasi ke dr. Intan Sudarmadi, Sp.S., ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Probolinggo. “Ya..itu (hilang indra penciuman) salah satu gejala (virus korona). Saya konsultasikan ke dokter di rumah sakit (RSUD Dr. Moh. Saleh) dulu, Pak,” katanya.

Akhirnya, saya disarankan untuk ke IGD RSUD Dr. Moh. Saleh untuk diterapi. Pagi itu, Jumat (4/12) saya langsung ke IGD. Saya langsung diperiksa tensi hingga saturasi oksigen. Kemudian difoto torax.

Untuk darah, tidak dicek karena sudah hasil dari lab.

“Untuk foto torax normal,” kata dr Adrian, dokter jaga di IGD RSUD Dr. Moh. Saleh. Saya kemudian diberi resep dan diminta istirahat di rumah.

Selama di rumah, panas tetap tidak stabil. Bahkan, muncul keluhan lain. Perut tidak enak. Mual. Tidak selera makan. Setelah itu, diare dan badan lemas.

Karena kondisi tidak ada perubahan, istri melapor ke surveilans Puskesmas Ketapang. Kemudian disarankan untuk swab PCR di Rusunawa Mayangan. Senin (7/12), saya ke Rusunawa Mayangan.

Setelah itu, langsung ke IGD untuk periksa kembali. Selain foto torax, saya juga dicek darah. “Semua normal. Saya beri obat saja. Tidak usah opname,” kata dr Arif, dokter jaga di IGD RSUD Dr. Moh. Saleh waktu itu.

Selama menunggu hasil swab PCR, saya isolasi mandiri di rumah. Tiap pagi berjemur dan melatih pernapasan. Terutama setelah salat Subuh, di saat udara masih segar. Obat dari rumah sakit, rutin saya minum. Termasuk beberapa obat herbal, seperti habbatussauda, probiotik, madu, lemon, dan propolis.

Tidak lupa selalu mengukur suhu tubuh dan saturasi oksigen.

Hasilnya, saturasi oksigen normal. Antara 95–97. Tapi suhu badan tidak stabil. Paling rendah 37,8 derajat. Pernah sampai 39 derajat. Hal tersebut sangat menyiksa. Apalagi, saat malam hari. Tidur tidak nyenyak. Tiba–tiba bangun tengah malam dalam kondisi panas tinggi. Bahkan, sampai berhalusinasi.

Rabu (9/12) malam, istri mendapat informasi dari dr. Ida, kalau hasil swab PCR saya positif. Tapi baru keesokan harinya, Kamis (10/12), istri menyampaikan ke saya. Setelah salat Subuh.

“Abi tenang ya. Hasil swab–nya positif. Sekarang Abi harus ke rumah sakit. Kalau terjadi apa–apa, Umi tidak bisa melakukan apa–apa. Kalau di rumah sakit ada dokter yang menangani. Pokoknya pagi ini harus ke rumah sakit,” tegas istri tanpa kompromi.

Di tengah gerimis pagi hari, saya diantar istri dan anak–anak ke pintu gerbang rumah. Tanpa jabat tangan dan pelukan. Kulihat lekat–lekat istri dan anak–anak, sebelum saya masuk ke ambulans. “Abi berangkat ya. Doakan Abi. Bismillah, Allah Akbar,” ucap saya pelan.

(25)

Sambil menenteng tas berisi baju dan kebutuhan lainnya, saya masuk ke ambulans. Dari dalam ambulans, saya melihat ke belakang. Kulihat lambaian tangan istri dan anak–anak mengiringi kepergian saya.

(bersambung)

(26)

Title Awali Tahun 2021, BPBD Lakukan Sterilisasi Pegawai Pemkot Probolinggo

Media Portal Probolinggo Kota Reporter

Date Senin, 4 Januari 2021 Tone Positive

Link https://portal.probolinggokota.go.id/index.php/k2/k2-category/1916-awali-tahun-2021- bpbd-lakukan-sterilisasi-pegawai-pemkot-probolinggo

Resume “Kami dari BPBD dibantu Pol PP dan Diskominfo mengawali tugas dinas di hari pertama tahun 2021, kami melakukan yang pertama adalah pengecekan suhu tubuh pada seluruh karyawan/karyawati yang masuk kantor pemkot,” kata Sugito Prasetyo Kalaksa BPBD, Senin (4/1) di pintu masuk sebelah timur kantor pemkot, Jalan Panglima Sudirman Nomor 19 itu.

“Kami dari BPBD dibantu Pol PP dan Diskominfo mengawali tugas dinas di hari pertama tahun 2021, kami melakukan yang pertama adalah pengecekan suhu tubuh pada seluruh karyawan/karyawati yang masuk kantor pemkot,” kata Sugito Prasetyo Kalaksa BPBD, Senin (4/1) di pintu masuk sebelah timur kantor pemkot, Jalan Panglima Sudirman Nomor 19 itu.

Ya, pagi itu suasana hujan gerimis mengguyur selama pelaksanaan berlangsung. Namun tim BPBD tetap melakukan tugas dengan sigap. Kali ini, petugas BPBD terbagi dalam tiga kelompok. Tim pertama dan kedua mereka bertugas di pintu masuk sebelah barat dan timur kantor pemkot. Tim ketiga, mereka bertugas di bilik disinfektan depan kantor ex Humas, belakang kantor pemkot. Ketiga tim BPBD ini melakukan cek suhu tubuh, penyemprotan pada bagian ban kendaraan dan meneteskan hand sanitizer di tangan kepada sejumlah pegawai yang masuk kantor pemkot.

Sejauh pantauan kami di lapangan, para pegawai pemkot memberikan respon bagus terutama dalam penerapan prokes, yakni memakai masker. Masih menurut Gito–sapaan akrabnya, giat itu dilakukan dalam upaya meminimialisir dan mencegah COVID 19, apalagi usai liburan.

Selain itu, BPBD juga melakukan penyemprotan pada titik–titik kantor yang lain. “Cuma hari ini kami awali di kantor pemkot (Bagian Pemerintahan dan Bagian Pembangunan). Setelah itu kami lakukan penyemprotan disinfektan di Kantor Pol PP dan Kantor Bakesbangpol,” jelas pria 43 tahun itu.

Tak hanya itu, lanjutnya, tugas BPBD adalah melakukan sterilisasi baik di area terpapar, perkantoran, fasum maupun fasilitas–fasilitas masyarakat lainnya, misalnya tempat peribadatan. Sehingga BPBD bekerja sama dengan tim penegakan disiplin prokes dari Satpol PP, Bakesbangpol dan instansi terkait.

Apabila BPBD menemukan pelanggar prokes, maka BPBD akan meneruskan ke Satpol PP agar dilakukan penindakan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Hal ini kami tunjukkan pada masyarakat, bahwa pada tahun 2021 ini kita masih dalam kondisi pandemi.

Dengan kami melakukan kegiatan ini, Pemkot khususnya BPBD tetap melaksanakan dan menunjukkan kepada masyarakat untuk terus mengedukasi pandemi masih ada dan kita semua tidak boleh lengah,”

terang Gito.

Kendati demikian, Gito berharap masyarakat tidak menganggap sudah melewati tahun 2020 dan memasuki tahun 2021 bebas dari pandemi. Giat pagi itu juga diisi dengan bagi–bagi masker sebanyak 400 buah, diberikan kepada masyarakat pengguna jalan yang melintas di depan kantor Wali Kota Probolinggo.

(27)

Title BPBD Kota Probolinggo Lakukan Sterilisasi Pegawa pasca liburan

Media Dorr Online News Reporter

Date Senin, 4 Januari 2021 Tone Positive

Link https://dorronlinenews.com/2021/01/bpbd-kota-probolinggo-lakukan-sterilisasi-pegawa- pasca-liburan/

Resume Teks foto : BPBD Probolinggo laksanakan sterilisasi pasca liburan

Teks foto : BPBD Probolinggo laksanakan sterilisasi pasca liburan PROBOLINGGO,

DORRONLINENEWS.COM – “Kami dari BPBD dibantu Pol PP dan Diskominfo mengawali tugas dinas di hari pertama tahun 2021, kami melakukan yang pertama adalah pengecekan suhu tubuh pada seluruh karyawan/karyawati yang masuk kantor pemkot,” kata Sugito Prasetyo Kalaksa BPBD, Senin (4/1) di pintu masuk sebelah timur kantor pemkot, Jalan Panglima Sudirman Nomor 19 itu.

Ya, pagi itu suasana hujan gerimis mengguyur selama pelaksanaan berlangsung. Namun tim BPBD tetap melakukan tugas dengan sigap. Kali ini, petugas BPBD terbagi dalam tiga kelompok. Tim pertama dan kedua mereka bertugas di pintu masuk sebelah barat dan timur kantor pemkot. Tim ketiga, mereka bertugas di bilik disinfektan depan kantor ex Humas, belakang kantor pemkot. Ketiga tim BPBD ini melakukan cek suhu tubuh, penyemprotan pada bagian ban kendaraan dan meneteskan hand sanitizer di tangan kepada sejumlah pegawai yang masuk kantor pemkot.

Sejauh pantauan kami di lapangan, para pegawai pemkot memberikan respon bagus terutama dalam penerapan prokes, yakni memakai masker.

Masih menurut Gito–sapaan akrabnya, giat itu dilakukan dalam upaya meminimialisir dan mencegah COVID 19, apalagi usai liburan.

Selain itu, BPBD juga melakukan penyemprotan pada titik–titik kantor yang lain. “Cuma hari ini kami awali di kantor pemkot (Bagian Pemerintahan dan Bagian Pembangunan). Setelah itu kami lakukan penyemprotan disinfektan di Kantor Pol PP dan Kantor Bakesbangpol,” jelas pria 43 tahun itu.

Tak hanya itu, lanjutnya, tugas BPBD adalah melakukan sterilisasi baik di area terpapar, perkantoran, fasum maupun fasilitas–fasilitas masyarakat lainnya, misalnya tempat peribadatan. Sehingga BPBD bekerja sama dengan tim penegakan disiplin prokes dari Satpol PP, Bakesbangpol dan instansi terkait.

Apabila BPBD menemukan pelanggar prokes, maka BPBD akan meneruskan ke Satpol PP agar

(28)

dilakukan penindakan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Hal ini kami tunjukkan pada masyarakat, bahwa pada tahun 2021 ini kita masih dalam kondisi pandemi.

Dengan kami melakukan kegiatan ini, Pemkot khususnya BPBD tetap melaksanakan dan menunjukkan kepada masyarakat untuk terus mengedukasi pandemi masih ada dan kita semua tidak boleh lengah,”

terang Gito.

Kendati demikian, Gito berharap masyarakat tidak menganggap sudah melewati tahun 2020 dan memasuki tahun 2021 bebas dari pandemi. Giat pagi itu juga diisi dengan bagi–bagi masker sebanyak 400 buah, diberikan kepada masyarakat pengguna jalan yang melintas di depan kantor Wali Kota Probolinggo.

(29)

Title TEGAKKAN SURAT EDARAN WALIKOTA PROBOLINGGO, TIM SATGAS GABUNGAN COVID 19 GELAR PATROLI YUSTISI

Media Cahaya Baru Reporter

Date Senin, 4 Januari 2021 Tone Positive

Link http://cahayabaru.id/2021/01/04/tegakkan-surat-edaran-walikota-probolinggo-tim-satgas- gabungan-covid-19-gelar-patroli-yustisi/

Resume Menindaklanjuti Surat Edaran Walikota Probolinggo, tim satgas gabungan covid 19 melaksanakan kegiatan Patroli yustisi pada Sabtu, (02/01/2021) malam. Kegiatan tersebut diawali dengan apel bersama di Mapolres dan dilanjutkan dengan patroli keliling kota Probolinggo.

Menindaklanjuti Surat Edaran Walikota Probolinggo, tim satgas gabungan covid 19 melaksanakan kegiatan Patroli yustisi pada Sabtu, (02/01/2021) malam. Kegiatan tersebut diawali dengan apel bersama di Mapolres dan dilanjutkan dengan patroli keliling kota Probolinggo.

Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Teguh Santoso mengatakan sesuai dengan isi edaran, bahwa Kota Probolinggo kembali menerapkan jam operasional buka pada pukul 07.00, tutup pukul 20.00 kecuali apotik dan pelayanan kesehatan tetap buka seperti biasa, maka hari ini bersama dengan jajaran TNI, Satpol PP dan instansi terkait, tim gabungan akan memberikan himbauan kepada para pemilik Toko yang masih buka, untuk segera tutup.

“Pemilik toko yag masih buka, akan kita arahkan untuk tutup. Sedangkan masyarakat yang masih berkerumun, akan kita bubarkan.” Terang Wakapolres.

Lebih lanjut, Wakapolres juga mengajak warga Kota Probolinggo untuk selalu mematuhi protokol kesehatan seperti yang sudah dianjurkan oleh Pemerintah. Protokol kesehatan, tambah Waka, merupakan cara yang efektif untuk menekan penyebaran virus covid 19 terutama di wilayah hukum Polres

Probolinggo Kota.

“Mudah–mudahan bisa dimengerti dan dipahami karena kebijakan ini semata–mata untuk mencegah penyebaran COVID 19 di wilayah Kota Probolinggo. Tentunya, ini membutuhkan komitmen bersama untuk saling menjaga satu sama lain. Mustahil hanya dari sisi jajaran kepolisian dan pemerintah saja untuk mengatasi dan mencegahnya, harus dihadapi bersama,” jelas Wakapolres Probolinggo Kota.

Dalam kegiatan patroli yustisi ini, tim satgas gabungan menyisir Kota Probolinggo mulai dari Alun–alun Kota Probolinggo hingga sepanjang jalan Tjokro dan bundaran Gladak Serang.

(30)

Title Awali Tahun 2021, BPBD Lakukan Sterilisasi Pegawai Pemkot Probolinggo

Media Suara Mandiri Reporter

Date Senin, 4 Januari 2021 Tone Positive

Link https://suaramandiri.com/awali-tahun-2021-bpbd-lakukan-sterilisasi-pegawai-pemkot- probolinggo/

Resume “Kami dari BPBD dibantu Pol PP dan Diskominfo mengawali tugas dinas di hari pertama tahun 2021, kami melakukan yang pertama adalah pengecekan suhu tubuh pada seluruh karyawan/karyawati yang masuk kantor pemkot,” kata Sugito Prasetyo Kalaksa BPBD, Senin (4/1) di pintu masuk sebelah timur kantor pemkot, Jalan Panglima Sudirman Nomor 19 itu.

“Kami dari BPBD dibantu Pol PP dan Diskominfo mengawali tugas dinas di hari pertama tahun 2021, kami melakukan yang pertama adalah pengecekan suhu tubuh pada seluruh karyawan/karyawati yang masuk kantor pemkot,” kata Sugito Prasetyo Kalaksa BPBD, Senin (4/1) di pintu masuk sebelah timur kantor pemkot, Jalan Panglima Sudirman Nomor 19 itu.

Ya, pagi itu suasana hujan gerimis mengguyur selama pelaksanaan berlangsung. Namun tim BPBD tetap melakukan tugas dengan sigap. Kali ini, petugas BPBD terbagi dalam tiga kelompok. Tim pertama dan kedua mereka bertugas di pintu masuk sebelah barat dan timur kantor pemkot. Tim ketiga, mereka bertugas di bilik disinfektan depan kantor ex Humas, belakang kantor pemkot. Ketiga tim BPBD ini melakukan cek suhu tubuh, penyemprotan pada bagian ban kendaraan dan meneteskan hand sanitizer di tangan kepada sejumlah pegawai yang masuk kantor pemkot.

Sejauh pantauan kami di lapangan, para pegawai pemkot memberikan respon bagus terutama dalam penerapan prokes, yakni memakai masker. Masih menurut Gito–sapaan akrabnya, giat itu dilakukan dalam upaya meminimialisir dan mencegah COVID 19, apalagi usai liburan.

Selain itu, BPBD juga melakukan penyemprotan pada titik–titik kantor yang lain. “Cuma hari ini kami awali di kantor pemkot (Bagian Pemerintahan dan Bagian Pembangunan). Setelah itu kami lakukan penyemprotan disinfektan di Kantor Pol PP dan Kantor Bakesbangpol,” jelas pria 43 tahun itu.

Tak hanya itu, lanjutnya, tugas BPBD adalah melakukan sterilisasi baik di area terpapar, perkantoran, fasum maupun fasilitas–fasilitas masyarakat lainnya, misalnya tempat peribadatan. Sehingga BPBD bekerja sama dengan tim penegakan disiplin prokes dari Satpol PP, Bakesbangpol dan instansi terkait.

Apabila BPBD menemukan pelanggar prokes, maka BPBD akan meneruskan ke Satpol PP agar dilakukan penindakan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Hal ini kami tunjukkan pada masyarakat, bahwa pada tahun 2021 ini kita masih dalam kondisi pandemi.

Dengan kami melakukan kegiatan ini, Pemkot khususnya BPBD tetap melaksanakan dan menunjukkan kepada masyarakat untuk terus mengedukasi pandemi masih ada dan kita semua tidak boleh lengah,”

terang Gito.

Kendati demikian, Gito berharap masyarakat tidak menganggap sudah melewati tahun 2020 dan memasuki tahun 2021 bebas dari pandemi. Giat pagi itu juga diisi dengan bagi–bagi masker sebanyak 400 buah, diberikan kepada masyarakat pengguna jalan yang melintas di depan kantor Wali Kota Probolinggo.

(31)

Title BPBD Kota Probolinggo Terapkan Prokes Ke Pegawai Pemkot Sebelum Memasuki Kantor

Media Sekilas Media Reporter

Date Senin, 4 Januari 2021 Tone Positive

Link https://sekilasmedia.com/2021/01/04/bpbd-kota-probolinggo-terapkan-prokes-ke-pegawai- pemkot-sebelum-memasuki-kantor/

Resume Mengawali tahun 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Diskominfo Kota Probolinggo mengimplementasikan pencegahan penyebaran Virus COVID–19 kepada seluruh pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo yang akan memasuki kantor.

Mengawali tahun 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Diskominfo Kota Probolinggo mengimplementasikan pencegahan penyebaran Virus COVID–19 kepada seluruh pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo yang akan memasuki kantor.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo, Sugito Prasetyo mengatakan di awal tahun 2021 ini, semua pegawai Pemerintah Kota Probolinggo yang memasuki kantor wali kota akan disterilisasi sesuai protokol kesehatan.

“Kami dari BPBD dibantu Pol PP dan Diskominfo mengawali tugas dinas di hari pertama tahun 2021, kami melakukan yang pertama adalah pengecekan suhu tubuh pada seluruh karyawan/karyawati yang masuk kantor pemkot,” terang Sugito, pada Senin (04/01) pagi.

Meskipun dalam suasana hujan gerimis mengguyur Kantor Wali Kota yang berada di Jl. Panglima Sudirman No. 19 itu, pelaksanaan tetap berlangsung. Namun tim BPBD tetap melakukan tugas dengan sigap.

Petugas BPBD terbagi dalam tiga kelompok. Yang terdiri dari tim pertama dan kedua mereka bertugas di pintu masuk sebelah barat dan timur kantor pemkot. Tim ketiga, mereka bertugas di bilik disinfektan depan kantor ex Humas, belakang kantor pemkot. Ketiga tim BPBD ini melakukan cek suhu tubuh, penyemprotan pada bagian ban kendaraan dan meneteskan hand sanitizer di tangan kepada sejumlah pegawai yang masuk kantor pemkot.

Para pegawai pemkot memberikan respon bagus terutama dalam penerapan prokes, yakni memakai masker. Masih menurut Gito–sapaan akrabnya, giat itu dilakukan dalam upaya meminimialisir dan mencegah COVID 19, apalagi usai liburan.

Selain itu, BPBD juga melakukan penyemprotan pada titik–titik kantor yang lain. “Cuma hari ini kami awali di kantor pemkot (Bagian Pemerintahan dan Bagian Pembangunan). Setelah itu kami lakukan penyemprotan disinfektan di Kantor Pol PP dan Kantor Bakesbangpol,” jelas pria 43 tahun itu.

Tak hanya itu, lanjutnya, tugas BPBD adalah melakukan sterilisasi baik di area terpapar, perkantoran, fasum maupun fasilitas–fasilitas masyarakat lainnya, misalnya tempat peribadatan. Sehingga BPBD bekerja sama dengan tim penegakan disiplin prokes dari Satpol PP, Bakesbangpol dan instansi terkait.

Apabila BPBD menemukan pelanggar prokes, maka BPBD akan meneruskan ke Satpol PP agar dilakukan penindakan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Hal ini kami tunjukkan pada masyarakat, bahwa pada tahun 2021 ini kita masih dalam kondisi pandemi.

Dengan kami melakukan kegiatan ini, Pemkot khususnya BPBD tetap melaksanakan dan menunjukkan kepada masyarakat untuk terus mengedukasi pandemi masih ada dan kita semua tidak boleh lengah,”

terang Gito.

Kendati demikian, Gito berharap masyarakat tidak menganggap sudah melewati tahun 2020 dan memasuki tahun 2021 bebas dari pandemi. Giat pagi itu juga diisi dengan bagi–bagi masker sebanyak 400 buah, diberikan kepada masyarakat pengguna jalan yang melintas di depan kantor Wali Kota Probolinggo.

(32)

Title Usai Liburan, Pemkot Probolinggo Cek Suhu Tubuh Seluruh Pegawai

Media bratapos.com Reporter

Date Senin, 4 Januari 2021 Tone Positive

Link https://bratapos.com/2021/01/04/usai-liburan-pemkot-probolinggo-cek-suhu-tubuh- seluruh-pegawai/

Resume PROBOLINGGO, Bratapos.

PROBOLINGGO, Bratapos.com– Tepatnya Senin, 04 Januari 2021 Anggota BPBD dan dibantu anggota Satpol PP dan juga dari Diskominfo, melaksanakan pengecekan terhadap suhu tubuh seluruh karyawan dan karyawati saat awal masuk kerja usai liburan, di Kantor Pemkot, Jalan Panglima Sudirman No.19 Probolinggo.

“Awal masuk kerja kami di bantu Pol PP dan Diskominfo melakukan pengecekan suhu tubuh karyawan setiap pintu masuk,” Ujar Sugio Prasetyo Kalaksa BPBD Probolinggo.

Dalam aksi tersebut BPBD bersama tim yang tergabung di bagi menjadi tiga group, dan masing–masing group memiliki tugas yang berbeda, yaitu melakukan cek suhu tubuh dan penyemprotan pada bagian ban kendaraan hingga ada yang meneteskan hand sanitizer pada tangan para pegawai yang masuk kantor pemkot.

Masih menurut Sugio, kegiatan tersebut dilakukan tak lain bentuk upaya dalam meminimialisir dan mencegah penularan Covid–19, apalagi usai liburan, dan BPBD juga melakukan penyemprotan pada titik–titik kantor yang lain.

“Untuk hari ini kami awali di kantor Pemkot dulu, kemudian penyemprotan disinfektan akan kami lakukan di Kantor Pol PP dan Kantor Bakesbangpol,”Tambahnya.

Selain itu BPBD juga melakukan sterilisasi baik di areal terpapar, perkantoran, fasum, maupun fasilitas–

fasilitas Masyarakat lain. Seperti tempat–tempat peribadatan, BPBD bekerja sama dengan tim penegak disiplin prokes dari Satpol PP, Bakesbangpol dan instansi terkait.

Jika BPBD menemukan pelanggar prokes, maka BPBD akan meneruskan ke Satpol PP untuk dilakukan penindakan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Hal ini kami tunjukkan pada Masyarakat, jika tahun 2021 ini masih dalam kondisi pandemi. Dengan demikian pihak Pemkot, khususnya BPBD tetap melaksanakan dan menunjukkan kepada Masyarakat, untuk terus mengedukasi pandemi masih ada dan kita semua tidak boleh lengah,”Terang Sugio lagi.

Pada kesempatan tersebut, BPBD juga membagi–bagikan 400 masker kepada Masyarakat pengguna jalan yang melintas depan kantor Wali Kota Probolinggo. Dan

Pihaknya berharap, dengan lewatnya tahun 2020 dan masuk tahun 2021, Masyarakat jangan beranggapan sudah terlepas dari covid–19,”Pungkasnya.

(33)

Title Delapan daerah di Jatim berstatus zona merah COVID–19

Media Antara Reporter

Date Senin, 4 Januari 2021 Tone Neutral

Link https://www.antaranews.com/berita/1927388/delapan-daerah-di-jatim-berstatus-zona- merah-covid-19

Resume Sebanyak delapan daerah di Provinsi Jawa Timur tercatat masuk zona merah atau berisiko tinggi terhadap penularan virus corona jenis baru.

Sebanyak delapan daerah di Provinsi Jawa Timur tercatat masuk zona merah atau berisiko tinggi terhadap penularan virus corona jenis baru.

"Rata–rata yang jadi zona merah karena kasus atau kematian mingguan naik mendadak atau paling tidak dua kali lipat," ujar Anggota Satgas Kuratif COVID–19 Jatim dr Makhyan Jibril ketika dikonfirmasi di Surabaya, Senin malam.

Berdasarkan data nasional yang diterima Satuan Tugas Penanganan COVID–19 Jawa Timur, hari ini pukul 16.00 WIB, delapan daerah berisiko tinggi penularan itu meliputi Kabupaten Tulungagung, Bojonegoro, Tuban, Lumajang, Mojokerto, Kota Malang, Kota Blitar, dan Kota Madiun.

Secara rinci, per hari ini tambahan kasus yang terjadi di daerah tersebut, yakni Kabupaten Tulungagung bertambah 31 kasus, Bojonegoro bertambah 18 kasus, Tuban bertambah 18 kasus, Lumajang bertambah 23 kasus, Mojokerto bertambah empat kasus, Kota Malang bertambah 49 kasus, Kota Blitar bertambah 36 kasus, dan Kota Madiun bertambah delapan kasus.

Selain itu, di Jatim saat ini tidak ada satu pun daerah berstatus zona kuning atau berisiko rendah, sebab 30 kabupaten/kota lainnya masuk zona oranye atau berisiko sedang.

Daerah zona oranye tersebut, yakni Kota Surabaya, Kota Batu, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Blitar, Kabupaten Malang, Kediri, Jember, Bondowoso, Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Kota

(34)

Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Madiun, dan Magetan.

Selain itu, Ngawi, Lamongan, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Kota Kediri, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan serta Banyuwangi.

Berdasarkan peta situasi COVID–19 dari data nasional, angka kumulatif konfirmasi 80.070 kasus, setelah hari ini mendapat tambahan 709 kasus baru.

Secara rinci, konfirmasi dirawat 6.038 kasus (6,93 persen), konfirmasi sembuh 74. 967 kasus (86,1 persen), serta konfirmasi meninggal dunia 6.065 kasus (6,97 persen).

Menurut dr Jibril, status zona merah akan menjadi alarm atau pengingat untuk segera melakukan tindakan.

Ia berharap seluruh masyarakat di Jatim tidak berhenti menerapkan protokol kesehatan ketat dan pandemi belum berakhir.

"Jangan lengah dan mengabaikan protokol kesehatan. Laksanakan 3M, yaitu menggunakan masker, menjaga jarak serta mencuci tangan memakai sabun dan air mengalir," ucap dokter muda lulusan S2 di Bidang Healthcare Enterpreneurship di University College London, Inggris tersebut.

Gambar

Ilustrasi donor plasma konvalesen. (Dok. Radar Bromo)

Referensi

Dokumen terkait

c. mendukung satuan tugas penanganan COVID-19 atau Puskesmas setempat dalam melakukan penelusuran kontak erat warga satuan pendidikan yang terkonfrrmasi COVID-19 dan test

• membantu menginformasikan kepada warga satuan pendidikan yang terdaftar dalam kontak erat COVID-19 untuk segera melaporkan diri kepada satuan tugas penanganan COVID-19

Sejak adanya (Orang Dalam Pengawasan) ODP dan warga yang terpapar virus Covid-19 di kampung tersebut mulai timbul Stigma dan diskriminasi dari warga setempat

Nilai-nilai pendidikan karakter bangsa yang terdapat dalam proses pembelajaran yaitu sikap jujur, sikap disiplin, sikap tanggung jawab, sikap santun, sikap peduli, dan sikap

Berkaitan dengan peramalan, yang mana datanya merupakan data time series maka metode dekomposisi dan metode triple exponential smoothing winter’s dapat diterapkan

diduga bahwa gen mtDNA COI pada karang relatif hanya dapat dipakai pada tingkatan genus atau tingkat yang lebih tinggi. Sedangkan gen rDNA yaitu daerah ITS

c. sasaran atau sejumlah tujuan yang ingin dicapai melalui pengkoordinasian komponen- komponen tersebut. Dari pengertian diatas diketahui bahwa sistem merupakan suatu entitas

Peralatan digunakan untuk memudahkan pengerjaan dalam membuat instrumen musik diperlukan alat-alat yang tepat sesuai dengan jenis bahan yang akan digunakan. Peralatan