• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN. A. Persiapan Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV PEMBAHASAN. A. Persiapan Penelitian"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV PEMBAHASAN A. Persiapan Penelitian

1. Orientasi Kancah Penelitian

Penelitian tentang hubungan hardiness dan efikasi diri dengan stres akademik pada mahasiswa tahun pertama prodi kedokteran dilaksanakan di Program Studi S1-Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret yang beralamatkan di Jalan Ir. Sutami No. 36 A, Surakarta, Jawa Tengah. Program Studi S1-Kedokteran merupakan program studi dengan akreditasi A (sangat baik) yang turut memberikann kontribusinya bagi Indonesia dengan menciptakan lulusan yang kompeten pada bidang ilmu kesehatan dengan berdasar pada paradigma evidence-based medicine, patient-oriented medicine dan pandangan manusia sebagai kesatuan bio-psiko-sosio-kultural. Program studi S1- Kedokteran saat ini menerapkan kurikulum yang menerapkan pendekatan SPICES (student- centered,problem-based, integrated, community-based, elective/early clinical exposure, systematic).

Berdasarkan Surat Edaran Rektor No 13/UN27/SE/2020 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Aktivitas di Kampus Universitas Sebelas Maret, Program Studi S1-Kedokteran FK UNS mengeluarkan kebijakan pembelajaran daring yang ditulis dalam Surat Edaran Nomor 1112/UN27.06/PP/2020 dan Surat Edaran Nomor : 762/

UN27.06.6.1/PP/2020. Mayoritas kegiatan perkuliahan mahasiswa baik kuliah, skills lab, tutorial, small group discussion, responsi, bimbingan field

(2)

lab, dan praktikum dilakukan dengan pembelajaran daring baik melalui media zoom meeting, WhatsApp Group serta media lain yang disediakan oleh pengelola program studi.

2. Persiapan Alat Ukur

Penelitian ini menggunakan tiga skala psikologis yakni skala stres akademik, hardiness dan efikasi diri.

a. Stres Akademik

Pengukuran stres akademik pada mahasiswa tahun pertama Program Studi S1-Kedokteran Fakultas Kedokteran UNS pada masa pandemi covid-19 menggunakan skala stres akademik yang dimodifikasi dari Margatino (2020) berdasarkan aspek-aspek stres akademik yang disusun oleh Sarafino dan Smith (2012) yang terdiri dari : (a) aspek biologis, (b) aspek psikososial. Skala stres akademik ini tersusun dari 42 aitem yang dibagi menjadi 26 aitem favorable dan 16 aitem unfavorable. Jenis skala yang akan digunakan dalam penelitian ini yakni Skala Likert. Apabila skor yang diperoleh tinggi maka menandakan tingkat stres akademik pada mahasiswa tahun pertama Program Studi S1-Kedokteran Fakultas Kedokteran UNS Pada Masa Pandemi Covid-19 semakin tinggi pula. Sedangkan apabila skor yang diperoleh semakin rendah maka tingkat stres akademik mahasiswa tahun pertama Program Studi S1-Kedokteran

(3)

Fakultas Kedokteran UNS Pada Masa Pandemi Covid-19 semakin rendah pula.

b. Hardiness

Pengukuran hardiness mahasiswa tahun pertama Program Studi S1-Kedokteran Fakultas Kedokteran UNS Pada Masa Pandemi Covid 19 diukur menggunakan skala hardiness yang dimodifikasi dari Larasati (2020) sesuai dengan aspek-aspek hardiness yang dikemukakan oleh Kobasa (1979) yakni : (a) Challenge, (b) Commitment, (c) Control. Skala hardiness ini terdiri dari 28 aitem yang tersusun atas 15 aitem favorable dan 13 aitem unfavorable. Jenis skala yang akan digunakan dalam penelitian yakni menggunakan skala likert dimana semakin tinggi skor yang diperoleh menandakan semakin tinggi pula hardiness yang dimiliki oleh mahasiswa tahun pertama Program Studi S1-Kedokteran Fakultas Kedokteran UNS Pada Masa Pandemi Covid 19.

Sebaliknya, jika skor yang diperoleh semakin rendah, dapat diartikan bahwa hardiness yang dimiliki oleh mahasiswa tahun pertama Program Studi S1-Kedokteran Fakultas Kedokteran UNS Pada Masa Pandemi Covid 19 semakin rendah.

c. Efikasi Diri

(4)

Skala efikasi diri pada penelitian ini dimodifikasi dari Mahmudah (2018) berlandaskan aspek-aspek yang dikemukakan oleh Bandura (1997) seperti berikut : (a) generality, (b) level, (c) strength. Skala efikasi diri ini terdiri dari 33 aitem yang terdiri dari 17 aitem favorable dan 16 aitem unfavorable. Skala yang akan digunakan dalam penelitian ini yakni skala likert. Apabila skor yang diperoleh tinggi menandakan semakin tinggi pula efikasi diri mahasiswa tahun pertama Program Studi S1-Kedokteran Fakultas Kedokteran UNS Pada Masa Pandemi Covid 19. Sebaliknya semakin rendah skor yang diperoleh menandakan efikasi diri mahasiswa tahun pertama Program Studi S1-Kedokteran Fakultas Kedokteran UNS Pada Masa Pandemi Covid 19 semakin rendah pula

B. Pelaksanaan Penelitian

1. Pemilihan Sampel Penelitian

Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini yakni menggunakan metode simple random sampling. Pengambilan sampel ini dilakukan secara acak dan sederhana tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi tersebut (Sugiyono, 2013). Populasi pada penelitian ini yakni mahasiswa tahun pertama Program Studi S1-Kedokteran Fakultas Kedokteran UNS Angkatan 2020 yang berjumlah 247 mahasiswa (Bagian

(5)

Akademik FK UNS, 2021). Dari populasi tersebut peneliti menggunakan 71 responden untuk uji coba dan 72 responden untuk penelitian.

2. Pengumpulan data penelitian

Proses pengambilan data penelitian dimulai dengan pengajuan surat izin penelitian yang ditujukan kepada Kepala Program Studi S1- Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret pada 24 Juni 2021 dengan nomor surat 442/UN 27.06.3.2/PT.00/2021. Selanjutnya, proses pengambilan data untuk uji coba skala dilaksanakan selama 5 hari dimulai dari tanggal 3 Agustus 2021 hingga 7 Agustus 2021. Skala yang digunakan yakni stres akademik dengan 42 aitem, skala hardiness dengan 28 aitem, dan skala efikasi diri dengan 33 aitem.

Pelaksanaan pengambilan data untuk penelitian dilakukan dimulai dari tanggal 7 Agustus 2021 sampai dengan 15 September 2021. Proses pengambilan data ini menggunakan google form dan penyebaran skalanya menggunakan media sosial line

3. Pelaksanaan skoring

Skala stres akademik, hardiness dan efikasi diri tersusun dari aitem favorable dan aitem unfavorable yang memiliki alternatif jawaban Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak Sesuai (TS), Sangat Tidak Sesuai (STS).

Skoring dilakukan dengan memberi nilai pada setiap jawaban yang masuk dari responden. Total skor dari jawaban responden yang masuk akan

(6)

digunakan dalam analisis data. Berikut tabel distribusi penilaian dari skala modifikasi likert :

Tabel 5

Penilaian Pernyataan Favorable dan Unfavorable

Pilihan Jawaban Favorable Unfavorable

Sangat Sesuai (SS) 4 1

Sesuai (S) 3 2

Tidak Sesuai (TS) 2 3

Sangat Tidak Sesuai (STS) 1 4

4. Analisis validitas dan reliabilitas

Uji validitas pada penelitian ini menggunakan pengujian validitas isi tes dengan analisis rasional menggunakan professional judgement review dalam hal ini dilakukan oleh ahli di bidang psikologi dan pendidikan.

Professional judgment review dilakukan dengan memberikann penilaian secara kualitatif terhadap butir-butir aitem. Berdasarkan proses professional judgement yang telah dilakukan didapatkan hasil berupa adanya perbaikan kesesuaian antara indikator skala dengan pernyataan aitem, adanya perbaikan susunan bahasa dari pernyataan aitem skala.

Analisis aitem dilakukan dengan uji korelasi pearson product moment.

Uji pearson product moment dilakukan dengan meninjau besar r hitung dengan syarat r hitung > r tabel (Azwar, 2015). Sedangkan untuk uji

(7)

reliabilitas, penelitian ini menggunakan alpha cronbach dengan kriteria skala dikatakan reliabel jika koefisien alpha cronbach > 0,60.

a. Stres Akademik

Total aitem pada skala stres akademik yang digunakan untuk uji coba yakni 42 aitem terdiri dari 26 aitem favorable dan 16 aitem unfavorable. Setelah dilakukan uji validitas pada skala stres akademik terdapat 37 aitem valid dan 5 aitem gugur yakni aitem nomor 10, 19, 29, 40, 42. Uji korelasi pearson product moment menunjukkan koefisien berkisar antara 0,271 hingga 0,699. Hasil analisis korelasi pearson product moment terlampir. Distribusi butir aitem valid dan gugur pada skala stres akademik dapat dilihat melalui tabel berikut :

Tabel 6

Distribusi Butir Aitem Valid dan Gugur Skala Stres Akademik

No

. Aspek Indikator

No. Aitem

Jumlah

F UF

valid gugur valid gugur 1 Biologis Munculnya reaksi

fisik pada individu

1, 7, 14, 27,31,

41

- 5, 13, 22

- 9

2 Psikososial Reaksi kognitif individu

3, 8, 12, 15, 32,

33

- 2, 11, 18, 26

10

(8)

Reaksi emosional individu

9, 6, 16, 20, 28, 34, 35,

38

23, 30, 36

19, 42 11

Terdapat perubahan perilaku individu

4,17, 21, 37

10,40 24, 25, 39,

29 7

Jumlah 24 13 37

Uji reliabilitas dari 37 aitem yang valid menunjukan koefisien alpha cronbach sebesar 0,903. Hal tersebut menandakan bahwa tingkat reliabilitas skala stres akademik tergolong tinggi sehingga skala dapat digunakan sebagai alat penelitian yang handal, baik dan reliabel. Berikut tabel koefisien reliabilitas skala stres akademik

Tabel 7

Reliabilitas Skala Stres Akademik

Aitem skala stres akademik yang gugur akan dihapus dan skala stres akademik akan disusun ulang berdasarkan butir aitem yang valid. Aitem skala yang valid ini kemudian akan digunakan pada penelitian. Berikut distribusi skala akademik yang valid.

Tabel 8

Distribusi Aitem Skala Stres Akademik Setelah Uji Coba dengan Penomoran Baru

(9)

No. Aspek Indikator

No. Aitem

Jumlah

F UF

1 Biologis Munculnya reaksi fisik pada individu

1, 7, 13, 25,28, 37

5, 12, 20 9 2 Psikososial Reaksi kognitif individu 3, 8, 11,

14, 29, 30

2, 10, 17, 24

10 Reaksi emosional

individu

9, 6, 15, 18, 26, 31, 32, 35

21, 27, 33 11

Terdapat perubahan perilaku individu

4,16, 19, 34

22, 23, 36,

7

Jumlah 24 13 37

a. Hardiness

Total aitem pada skala hardiness yang digunakan untuk uji coba yakni 28 aitem tersusun atas 15 aitem favorable dan 13 aitem unfavorable. Setelah dilakukan uji validitas pada skala stres akademik terdapat 26 aitem valid dan 2 aitem gugur yakni aitem nomor 4,11. Uji korelasi pearson product moment menunjukkan koefisien berkisar antara 0,243 hingga 0,688. Hasil analisis korelasi pearson product moment terlampir. Distribusi butir aitem valid dan gugur pada skala hardiness dapat dilihat melalui tabel berikut :

Tabel 9

Distribusi Butir Aitem Valid dan Gugur Skala Hardiness

No Aspek Indikator No Aitem

Jumlah

F UF

(10)

valid gugur valid gugur 1

Komitmen (commitment)

Mampu untuk terus terlibat dalam setiap aktivitas yang dilakukan

6,

8,13,9 - 1,15,

18 - 8

Menganggap hal yang tidak menyenangka n menjadi suatu yang bermakna dan menarik

20, 22 - 23 - 3

2

Kontrol (control)

Mampu mengendalika n diri pada saat menghadapi situasi tertentu

21, 24 - 25 - 3

Mampu

mencapai hasil yang

diinginkan melalui tindakannya sendiri

2, 5 - 7, 12,

17 - 5

3

Tantangan (challenge)

Memandang setiap

perubahan dan situasi yang sulit sebagai tantangan dibandingkan ancaman

10 4, 11

16, 19, 14

4

Memiliki keinginan untuk maju

26, 28 - 27 - 3

Total 13 13 26

(11)

Uji reliabilitas dari 26 aitem yang valid menunjukan koefisien alpha cronbach sebesar 0,874. Hal tersebut menandakan bahwa tingkat reliabilitas skala hardiness tergolong tinggi sehingga skala dapat dijadikan sebagai skala penelitian yang handal serta reliabel, Berikut tabel koefisien reliabilitas skala hardiness.

Tabel 10

Reliabilitas Skala Hardiness

Aitem skala hardiness yang gugur akan dihapus dan skala hardiness akan disusun ulang berdasarkan butir aitem yang valid.

Aitem skala yang valid ini kemudian akan digunakan dalam penelitian. Berikut distribusi skala hardiness yang valid.

Tabel 11

Distribusi Aitem Skala Hardiness Setelah Uji Coba dengan Penomoran Baru

No Aspek Indikator

No Aitem

Jumlah

F UF

1

Komitmen (commitment)

Mampu untuk terus terlibat dalam setiap aktivitas yang dilakukan

5, 7,11,8 1,13, 16 8

Menganggap hal

yang tidak

menyenangkan

18, 20 21 3

(12)

menjadi suatu yang bermakna dan menarik

2

Kontrol (control)

Mampu

mengendalikan diri

pada saat

menghadapi situasi tertentu

19, 22 23 3

Mampu mencapai

hasil yang

diinginkan melalui tindakannya sendiri

2, 4 6, 10, 15 5

3

Tantangan (challenge)

Memandang setiap perubahan dan situasi yang sulit sebagai tantangan dibandingkan

ancaman

9 14, 17, 12 4

Memiliki keinginan

untuk maju 24, 26 25 3

Total 13 13 26

b. Efikasi Diri

Total aitem pada skala efikasi diri yang digunakan untuk uji coba yakni 33 aitem tersusun atas 17 aitem favorable dan 16 aitem unfavorable. Setelah dilakukan uji validitas pada skala efikasi diri terdapat 32 aitem valid dan 1 aitem gugur yakni aitem nomor 5. Uji korelasi pearson product moment menunjukkan koefisien berkisar antara 0,256 hingga 0,769. Hasil analisis korelasi pearson product moment terlampir.. Distribusi butir aitem valid dan gugur pada skala efikasi diri dapat dilihat melalui tabel berikut :

(13)

Tabel 12

Distribusi Aitem Valid dan Gugur Skala Efikasi Diri No Aspek Indikator

Aitem

Jumlah

F UF

valid gugur valid gugur

1 Level

Mengerjakan tugas yang diberikan sesuai dengan

kemampuan

1,21 -

8, 15,

17

5

Mampu

menyelesaikan tugas dari yang mudah hingga yang sulit

3, 18,

28 - 16,

26 - 5

2 Strength

Yakin untuk mendapatkan hasil yang optimal dari tugas yang dikerjakan

7, 13,

32 -

9, 12,

29

- 6

Memiliki

keyakinan untuk berhasil meraih tujuan

2, 14,

27 -

10, 19, 25

- 6

3 Generality

Mampu

menyelesaikan tugas di berbagai mata kuliah

4, 11,

22 - 30 5 4

Mampu menguasai beberapa bidang

20, 33, 31

6, 23,

24

- 6

(14)

mata kuliah

Jumlah 17 15 32

Uji reliabilitas dari 32 aitem yang valid menunjukan koefisien alpha cronbach sebesar 0,923. Hal tersebut menandakan bahwa tingkat reliabilitas skala efikasi diri tergolong tinggi sehingga skala dapat digunakan sebagai alat penelitian yang handal, baik dan reliabel. Berikut tabel koefisien reliabilitas skala efikasi diri.

Tabel 13

Reliabilitas Skala Efikasi Diri

Aitem skala efikasi diri yang gugur akan dihapus, kemudian skala efikasi diri akan disusun ulang berdasarkan butir aitem yang valid. Aitem skala yang valid ini kemudian akan digunakan dalam penelitian. Berikut distribusi skala efikasi diri yang valid.

Tabel 14

Distribusi Aitem Valid Skala Efikasi Diri Setelah Uji Coba dengan Penomoran Baru

No Aspek Indikator Aitem

Jumlah

F UF

1 Level Mengerjakan tugas yang

diberikan sesuai dengan 1,20 7, 14, 16 5

(15)

kemampuan

Mampu menyelesaikan tugas dari yang mudah hingga yang sulit

3, 17, 27 15, 25 5

2 Strength

Yakin untuk mendapatkan hasil yang optimal dari tugas yang dikerjakan

6, 12, 31 8, 11, 28 6 Memiliki keyakinan untuk

berhasil meraih tujuan 2, 13, 26 9, 18, 24 6

3 Generality

Mampu menyelesaikan tugas di berbagai mata kuliah

4, 10, 21 29 4

Mampu menguasai beberapa bidang mata kuliah

19, 32,

30 5, 22, 23 6

Jumlah 17 15 32

C. Hasil Analisis Data dan Interpretasi

Penelitian ini menggunakan uji hipotesis regresi linear berganda yang mana terdapat pra-syarat perhitungan analisis yakni uji asumsi dasar dan uji asumsi klasik. Perhitungan analisis data pada penelitian ini menggunakan aplikasi Statistical Product and Service Solution (SPSS) for windows versi 25.0

1. Uji Asumsi Dasar a. Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mendeteksi normalitas distribusi populasi data dengan meninjau nilai Kolmogorov- Smirnov. Data dikatakan terdistribusi dengan normal jika

(16)

signifikansinya > 0,05. Normalitas distribusi populasi data penelitian dapat dilihat melalui tabel dibawah ini :

Tabel 15 Hasil Uji Normalitas

Berlandaskan tabel uji normalitas tersebut, dapat diketahui bahwa nilai Asymp. Sig (2-tailed) ketiga variabel secara residual sebesar 0,200 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data penelitian terdistribusi normal..

b. Uji Linearitas

Uji linearitas berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya hubungan linear yang signifikan antara dua variabel. Hubungan dua variabel ini dikatakan linear jika sig. Test for Linearity < 0,05.

(17)

Tabel 16

Hasil Uji Linearitas antara Stres Akademik dengan Hardiness

Tabel 17

Hasil Uji Linearitas antara Stres Akademik dengan Efikasi Diri

Berlandaskan tabel uji linearitas dapat diketahui bahwa nilai sig. Linearity antara stres akademik dengan hardiness sebesar 0,00

< 0,05 dengan nilai sig. Deviation from linearity sebesar 0,783 >

0,05. Sedangkan nilai sig. Linearity antara stres akademik dengan efikasi diri sebesar 0,00 < 0,05 dengan nilai sig. Deviation from linearity sebesar 0,561. Hal ini menandakan bahwa terdapat

(18)

hubungan linear antara variabel hardiness dengan stres akademik juga terdapat hubungan yang linear antara variabel efikasi diri dengan stres akademik.

2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas dilakukan guna mengetahui ada atau tidaknya hubungan yang linear antara variabel prediktor dalam model regresi. Uji regresi dapat dilakukan apabila tidak terjadi multikolinearitas. Syarat tidak terjadi multikolinearitas dalam analisis data dapat diketahui dari nilai Tolerance > 0,1 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) < 10,0. Berikut hasil dari uji multikolinearitas yang dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 18

Hasil Uji Multikolinearitas

Mengacu pada tabel tersebut dapat diketahui bahwa nilai Tolerance sebesar 0,236>0,1 dan nilai VIF sebesar 4,245 < 10,00. Hal tersebut menandakan bahwa tidak terjadi multikolinearitas.

b. Uji Heteroskedastisitas

(19)

Uji heteroskedastisitas dilakukan guna mengetahui terjadi atau tidaknya ketidaksamaan variansi dari residual dalam model regresi. Uji regresi dapat dilakukan apabila tidak terjadi heteroskedastisitas. Pada penelitian ini, analisis uji heteroskedastisitas dilakukan dengan metode uji scatter plots.

Heteroskedastisitas dinyatakan tidak menjadi masalah jika :

a) titik-titik data penyebar di atas dan di bawah atau di sekitar angka 0 b) titik-titik tidak berkumpul hanya di atas atau di bawah saja.

c) Pola penyebaran titik-titik tidak bergelombang dari melebar, menyempit, melebar kembali.

d) Penyebaran titik-titik data tidak berpola.

Tabel 19 Hasil Uji Scatterplots

Berdasarkan grafik scatterplots diatas dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas.

c. Uji Autokorelasi

(20)

Uji autokorelasi berfungsi guna mengetahui keberadaan korelasi antara residual pada suatu pengamatan dengan pengamatan lainnya pada model regresi. Prasyarat yang harus dipenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya autokorelasi. Ada tidaknya autokorelasi dalam analisis data akan diuji menggunakan uji Durbin Watson dengan kriteria dU < DW < (4-dU).

Berikut hasil Uji Autokorelasi : Tabel 20 Hasil Uji Autokorelasi

Mengacu pada tabel tersebut dapat diketahui bahwa nilai Durbin Watson sebesar 2,070. Metode mencari dL dan dU berdasarkan tabel distribusi tabel durbin watson (k = 2; N = 72). Nilai yang mendekati adalah dL = 1,571 dan dU = 1,680. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dU < DW < (4-dU) = 1,680 < 2,070 < 2,320 atau tidak terjadi autokorelasi dalam model penelitian ini.

3. Uji Hipotesis

Berdasarkan uji asumsi dasar dan uji asumsi klasik dapat diambil simpulan bahwa prasyarat uji regresi linear berganda diterima sehingga dapat dilanjutkan untuk uji hipotesis.

(21)

a. Uji Simultan (Uji F)

Uji simultan (Uji F) berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya hubungan 2 atau lebih variabel prediktor secara simultan terhadap variabel kriterium. Jika nilai sig. < 0,05 atau nilai F hitung > F tabel dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan. Hasil uji F dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 21

Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Mengacu pada tabel tersebut dapat diketahui bahwa diketahui nilai sig.

Adalah 0,000 < 0,05. Dapat diketahui pula bahwa F hitung adalah sebesar 13,450 sedangkan untuk F Tabel (2, 70) yakni 3,13. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa F Hitung > F Tabel dengan nilai 13,450 >

3,13. Maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji F dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima atau dengan kata lain bahwa hardiness (X1) dan efikasi diri (X2) secara simultan berpengaruh terhadap stres akademik (Y). Besar persentase sumbangan dua variabel prediktor terhadap variabel kriterium secara simultan dapat

(22)

dilihat dari nilai koefisien determinasi (R2). Berikut tabel hasil analisis regresi berganda :

Tabel 22

Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Sesuai dengan tabel hasil uji regresi berganda, dapat diketahui bahwa hasil analisis regresi berganda antara hardiness dan efikasi diri terhadap stres akademik diperoleh nilai R sebesar 0,530 yang yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan yang tergolong kuat antara hardiness dan efikasi diri dengan stres akademik. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,281 menunjukkan bahwa sumbangan pengaruh variabel hardiness dan efikasi diri secara simultan terhadap stres akademik sebesar 28,1 %. Hal tersebut dapat diartikan bahwa hardiness dan efikasi diri memiliki peran terhadap stres akademik. Sehingga dapat dinyatakan bahwa hipotesis (H1) yang diajukan dalam riset ini diterima yakni terdapat hubungan antara hardiness dan efikasi diri dengan stres akademik pada mahasiswa Program Studi S1-Kedokteran Fakultas Kedokteran UNS tahun 2020 pada masa pandemi covid-19.

b. Uji t dan Uji Korelasi Parsial

(23)

Uji t dilakukan guna mengetahui pengaruh variabel prediktor yakni hardiness dan efikasi diri terhadap variabel kriterium yakni stres akademik secara partial. Dalam uji t parsial menunjukkan pengaruh yang signifikan antara variabel prediktor terhadap variabel kriterium jika nilai signifikansinya < 0,05. Berikut hasil uji t parsial antara variabel prediktor terhadap variabel kriterium secara parsial :

Tabel 23

Uji t antara Hardiness dan Efikasi Diri Terhadap Stres Akademik

Tabel 24

Uji Korelasi Parsial Hardiness dengan Stres Akademik

(24)

Tabel 25

Uji Korelasi Parsial Efikasi Diri dengan Stres Akademik

Mengacu pada tabel tersebut dapat diketahui bahwa nilai koefisien regresi variabel hardiness terhadap stres akademik sebesar -0,557 dan nilai korelasi parsial sebesar -0,247 yang bernilai negatif (-) sehingga dapat diartikan bahwa hardiness berpengaruh negatif terhadap stres akademik.

Pengaruh negatif diartikan bahwa semakin tinggi tingkat hardiness, maka stres akademik semakin berkurang. Nilai hasil analisis regresi dengan jumlah sampel 72 responden dan nilai signifikansi 0,05 tersebut juga menunjukkan bahwa nilai t hitung variabel hardiness terhadap stres akademik sebesar -2, 121 yang mana lebih besar dari t tabel yakni 1,99495.

Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara hardiness terhadap stres akademik (p 0,037 < 0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis (H2) diterima yakni terdapat hubungan antara

(25)

hardiness dengan stres akademik pada mahasiswa Program Studi S1- Kedokteran Fakultas Kedokteran UNS tahun 2020 pada masa pandemi covid-19.

Nilai koefisien regresi antara variabel efikasi diri terhadap stres akademik sebesar -0,089, nilai koefisien korelasi parsial sebesar -0,053 dengan nilai signifikansi 0,660 (p > 0,05). Hal tersebut menjelaskan bahwa efikasi diri berpengaruh negatif terhadap stres akademik. Pengaruh negatif diartikan bahwa kenaikan taraf efikasi diri tidak menyebabkan kenaikan tingkat pada stres akademik. Namun, berdasarkan nilai t hitung yakni sebesar - 0,442, koefisien korelasi parsial sebesar -0,053 dan taraf signifikansi 0,660 (p > 0.05) hal ini dapat diartikan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara efikasi diri terhadap stres akademik pada mahasiswa Program Studi S1-Kedokteran Fakultas Kedokteran UNS tahun 2020 pada masa pandemi covid-19.

4. Analisis Deskriptif

Analisis deskriptif dilakukan dengan tujuan memberikann gambaran status stres akademik, hardiness dan efikasi diri responden secara umum.

Analisis deskriptif tersebut dapat dilihat melalui tabel sebagai dibawah ini : Tabel 26

Hasil Uji Deskriptif

(26)

Tabel 27

Deskripsi Data Penelitian

Skala

Jumlah Responden

Data Hipotetik

MH SD

Data Empirik

ME SD

Skor min

Skor maks

Skor Min

Skor Maks Stres

Akademik

72 37 148 92,5 9,25 72 130 97.06 12.146

Hardiness 72 26 104 65 6,5 56 99 77.51 9.737

Efikasi Diri

72 32 128 80 8,0 67 126 94.72 12.666

Sesuai dengan tabel di atas dapat dilakukan kategorisasi skor skala responden secara normatif guna memberikann interpretasi terhadap skor skala tersebut. Kategorisasi dilakukan untuk menggolongkan responden berdasarkan kelompok terpisah berjenjang menurut kontinum berdasarkan variabel yang diukur. Kontinum jenjang digolongkan menjadi tiga golongan yakni rendah, sedang dan tinggi. Berikut tabel kategori responden penelitian ini :

Tabel 28

Kategori Skor Skala Responden

(27)

No Variabel Golongan Rumus Standar 1. Stres

Akademik

Rendah X < M-1SD X < 85 Sedang M-1SD ≤ X <

M+1SD

85 ≤ X <109

Tinggi M+1SD ≤ X 109 ≤ X

2. Hardiness Rendah X < M-1SD X < 68 Sedang M-1SD ≤ X <

M+1SD

68 ≤ X < 87

Tinggi M+1SD ≤ X 87 ≤ X

3. Efikasi Diri

Rendah X < M-1SD X < 82 Sedang M-1SD ≤ X <

M+1SD

82 ≤ X < 107

Tinggi M+1SD ≤ X 107 ≤ X

Tabel 29

Kategorisasi Responden Berdasarkan Skor Skala Penelitian No Variabel Golongan Rentang

Skor

Jumlah Responde

Persentae

1. Stres Akademik

Rendah X < 85 12 16,7 %

Sedang 85 ≤ X <109 48 66,7 %

Tinggi 109 ≤ X 12 16,7 %

2. Hardiness Rendah X < 68 13 18,1 %

Sedang 68 ≤ X < 87 48 66,7 %

Tinggi 87 ≤ X 11 15,3 %

3. Efikasi Diri

Rendah X < 82 9 12,5 %

Sedang 82 ≤ X < 107 51 70,8 %

(28)

Tinggi 107 ≤ X 12 16,7 %

a. Stres Akademik

Hasil analisis kategori variabel stres akademik menunjukkan bahwa responden yang memiliki tingkat stres akademik rendah sebesar 16,7 %, tingkat stres akademik sedang sebesar 66,7 % dan sedangkan yang memiliki tingkat stres akademik tinggi sebesar 16,7%. Berdasarkan sebaran data tersebut dapat ditarik simpulan yakni tingkat stres akademik mahasiswa Program Studi S1-Kedokteran Fakultas Kedokteran UNS di masa pandemi covid-19 berada di tingkat sedang.

b. Hardiness

Hasil analisis kategori variabel hardiness memberikann informasi bahwa responden yang memiliki tingkat hardiness rendah sebesar 18,1 %, tingkat hardiness sedang sebesar 66,7 % dan yang memiliki tingkat hardiness tinggi sebesar 15,3 %. Berdasarkan data tersebut dapat ditarik simpulan tingkat hardiness mahasiswa, program, studi, Kedokteran, Fakultas, Kedokteran, UNS di, masa, pandemic, covid-19, berada di tingkat sedang.

c. Efikasi Diri

Hasil. analisis. kategori variabel. efikasi, diri, diketahui responden yang memiliki tingkat efikasi diri rendah sebesar 12, 5 %, sedangkan yang memiliki tingkat efikasi diri sedang sebesar 70,8% dan tingkat efikasi diri

(29)

tinggi sebesar 16,7%. Hal ini dapat ditarik simpulan yakni tingkat efikasi dirimpadaImahasiswaBprogramvstudivKedokteran. Fakultas. Kedokteran.

UNS di masa pandemi covid-19 secara umum berada di tingkat sedang.

5. Analisis Tambahan

Analisis tambahan pada penelitian ini dilakukan dengan tujuan guna memberikann gambaran perbedaan tingkat stres akademik responden.

Analisis tambahan yang dilakukan dalam penelitian ini yakni analisis perbedaan tingkat stres akademik berdasarkan jenis kelamin responden.

Analisis ini dilakukan karena stres akademik dapat dipersepsikan dan direspon secara berbeda oleh mahasiswa tahun pertama yang berjenis kelamin laki-laki maupun berbeda (Busari, 2012). Berikut karakteristik stres akademik berdasarkan jenis kelamin responden :`

Tabel 30

Karakteristik Stres Akademik Berdasarkan Jenis Kelamin

N Mean Std.

Deviation

Std. Eror Mean Stres

Akademik

1. Laki-laki 20 95,20 12,681 2,835

2. Perempuan 52 97,77 11,983 1,662

Tabel di atas memberikann informasi bahwa secara umum tingkat stress responden perempuan lebih tinggi jika dibandingkan dengan tingkat stress responden laki-laki. Uji independent t-test dilakukan guan menunjukkan perbedaan tingkat stres akademik responden perempuan dan laki-laki

(30)

Tabel 31

Tingkat Stres Akademik Berdasarkan Jenis Kelamin

Berdasarkan uji independent t-test, .nilai signifikansi yang diperoleh yakni 0,982 (p > 0,05). Hal ini memberikann informasi bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat stres akademik yang dialami oleh responden laki-laki dan perempuan.

6. Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif a. Sumbangan relatif

Sumbangan relatif memberikann informasi terkait besaran sumbangan variabel prediktor terhadap jumlah kuadrat regresi. Jumlah sumbangan relatif variabel prediktor berjumlah 100%. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dapat diketahui sumbangan relatif variabel hardiness terhadap stres akademik sebesar 83,8 %. Sedangkan, sumbangan relatif efikasi diri terhadap stres akademik yakni sebesar 15,98 %.

1. Sumbangan Relatif Hardiness terhadap jumlah kuadrat regresi SR (X1)% = SE (X1) % / R2

SR (X1)% = 23, 548 % / 0,281 SR (X1)% = 83, 8 %

(31)

2. Sumbangan Relatif Efikasi Diri terhadap jumlah kuadrat regresi SR (X2)% = SE (X2) % / R2

SR (X2)% = 4,491 % / 0,281 SR (X2)% = 15, 98 % 3. Sumbangan Relatif Total

SR Total = SR (X1)% + SR (X2)%

SR Total = 100 % b. Sumbangan efektif

Sumbangan efektif menjelaskan besaran sumbangan dari variabel prediktor terhadap keseluruhan efektivitas garis regresi yang digunakan sebagai dasar prediksi. Berdasarkan perhitungan dalam penelitian ini, sumbangan efektif variabel hardiness terhadap stres akademik sebesar 23,548 % dan sumbangan efektif efikasi diri terhadap stres akademik 4,491

%. Kedua variabel predictor memberikan sumbangan efektif sebesar 28,1 % terhadap variabel kriterium. Sedangkan, variabel lain memberikann pengaruh sebesar 71,9% terhadap stres akademik

Tabel 32

Koefisien Regresi Linear Berganda

(32)

Tabel 33

R Square Model Linear Regresi Berganda

Tabel 34

Koefisien Korelasi Stres Akademik, Hardiness, dan Efikasi Diri

1. Sumbangan Efektif Hardiness terhadap Stres Akademik SE (X1) = BetaX1 x rX1Y x 100%

SE (X1) = -0, 446 x -0,528 x 100%

SE (X1) = 23, 548 %

2. Sumbangan Efektif Efikasi Diri terhadap Stres Akademik SE (X2) = BetaX2 x rX2Y x 100%

SE (X2) = -0,093 x -0,483 x 100%

(33)

SE (X2) = 4,491 % 3. Sumbangan efektif total

SE Total = SE (X1) + SE (X2) SE Total = 28, 1 %

7. Persamaan Regresi

Dari analisis perhitungan data di atas, persamaan regresi linear berganda pada penelitian ini sebagai berikut :

Y = a+b1x1+b2x2 atau Y = 148,662 - 0,557 – 0,089

D. Pembahasan

Hasil analisis data pada penelitian menjelaskan bahwa hipotesis pertama diterima, yakni terdapat hubungan antara hardiness, efikasi diri terhadap stres akademik pada mahasiswa Program Studi S1-Kedokteran Fakultas Kedokteran UNS tahun 2020 pada masa pandemi covid-19. Pernyataan tersebut ditinjau dari nilai signifikansi yakni sebesar 0,00 (p < 0,05) serta dapat dilihat dari nilai Fhitung >

Ftabel dengan taraf signifikansi 0,05 yaknisebesar 13,450 > 3,13. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan dan pengaruh yang signifikan antara hardiness dan efikasi diri secara simultan terhadap stres akademik. Semakin tinggi hardiness dan efikasi mahasiswa Program Studi S1-Kedokteran Fakultas Kedokteran UNS tahun 2020 pada masa pandemi covid-19, stres akademik yang dialami semakin berkurang. Sebaliknya, jika hardiness dan efikasi diri mahasiswa Kedokteran semakin berkurang, maka stress akademik mahasiswa Kedokteran dapat

(34)

meningkat. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda pada penelitian ini, dapat memberikann informasi pula bahwa pengaruh yang diberikan oleh hardiness dan efikasi diri terhadap stres akademik tergolong cukup kuat. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai koefisien regresi berganda yakni sebesar 0, 530 dengan besar pengaruh sebesar 28,1 %. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh hardiness dan efikasi diri secara simultan terhadap stres akademik sebesar 28,1 %. Sedangkan, variabel lain yang tidak diteliti memberikann pengaruh sebesar 71,9%.

Mahasiswa dapat mengalami stres akademik yang dipengaruhi oleh faktor dari dalam dan luar diri mahasiswa. Faktor internal seperti kepribadian, keyakinan, dan pola pikir. Sedangkan faktor yang berasal dari luar individu dapat berupa tekanan untuk berprestasi, pelajaran yang lebih padat, tua yang saling berlomba , dorongan status sosial, orang (Alvin, 2007). Faktor internal ini lah yang bisa dikendalikan oleh mahasiswa karena berasal dari dalam diri individu. Kepribadian yang dimaksud adalah kepribadian mahasiswa yang tahan banting, berusaha bertahan dalam situasi sulit yang dihadapinya atau disebut dengan hardiness. Sedangkan keyakinan yang dimaksud adalah keyakinan seseorang terhadap kemampuan yang dimilikinya.

Hardiness yang dimiliki oleh mahasiswa akan mempengaruhi cara mahasiswa dalam memaknai stressor ataupun permasalahan hidup yang dialaminya.

Sedangkan efikasi diri mahasiswa dapat mempengaruhi keyakinan mahasiswa atas kemampuannya dalam menyelesaikan stressor ataupun permasalahan hidup yang dialaminya. Hal ini selaras dengan penelitian Isthofaiyah (2018) menunjukkan bahwa terdapat pengaruh hardiness dan efikasi diri terhadap stres akademik santri

(35)

kelas VII dan VIII Tsanawiyah Pondok Pesantren Nurul Ulum Putri Malang.

Hardiness dan efikasi diri berhubungan negatif secara signifikan terhadap stres akademik. Pernyataan tersebut dapat diartikan apabila hardiness dan efikasi diri mahasiswa Kedokteran meningkat maka dapat berdampak pada menurunnya stres akademik mahasiswa Kedokteran. Sebaliknya, jika hardiness dan efikasi diri mahasiswa Kedokteran semakin berkurang maka dapat berdampak pada meningkatnya stres akademik.

Berdasarkan hasil uji t dan uji korelasi parsial antara hardiness dan stres akademik menunjukkan bahwa thitung > ttabel yakni sebesar sebesar -2,121 yang mana lebih besar dari t tabel yakni 1,99495. Sedangkan untuk nilai signifikansi korelasi parsial antara variabel hardiness dan stres akademik sebesar 0,037 (p < 0,05) dan nilai korelasi sebesar -0,247. Hasil analisis data tersebut dapat diartikan bahwa hardiness berhubungan negatif dengan signifikan terhadap stres akademik. Hal tersebut juga bisa ditafsirkan bahwa mahasiswa yang memiliki hardiness yang tinggi mampu memberikann pengaruh pada penurunan stres akademik mahasiswa.

Hasil uji korelasi parsial ini sesuai dengan penelitian Rosiana (2018) yang menjelaskan adanya hubungan negatif yang signifikan antara hardiness dan stres akademik. Hal ini menjelaskan bahwa individu yang memiliki hardiness yang tinggi mampu memiliki kemampuan, ketahanan dan kestabilan dalam menghadapi stres dan mengurangi efek dari stres yang dialaminya (Kobasa, 1979). Hardiness yang dimiliki seseorang akan membantunya dalam menghadapi stressor yang berasal dari kehidupan akademiknya. Kondisi ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Aulia (2019), Putri & Sawitri (2017) yang membuktikan bahwa

(36)

terdapat hubungan negatif yang signifikan antara hardiness terhadap stres akademik.

Kobasa (1979) menjelaskan aspek control dari hardiness akan membuat individu mampu dalam mengontrol keputusan untuk memilih tindakan coping untuk menangani stres. Mereka juga memiliki kontrol kognitif dalam menginterpretasi, menilai, dan menggabungkan berbagai macam peristiwa stres yang sedang terjadi pada hidupnya. Aspek commitment dari hardiness akan membuat seseorang yang berkomitmen memiliki suatu sistem kepercayaan yang mana akan meminimalkan ancaman-ancaman yang diterimanya dari peristiwa yang menyebabkan stres. Hal ini juga akan mencegah seseorang untuk menyerah pada situasi yang menekan di berbagai aspek hidup. Aspek challenge dari hardiness akan menjadikan seseorang menerima dengan positif perubahan yang ada pada hidupnya. Hal tersebut akan menjadi katalisator pada lingkungan mereka dan mereka dapat merespon kejadian tidak terduga dengan baik. Hal tersebut dikarenakan mereka menilai kehidupan dipenuhi dengan pengalaman-pengalaman yang menarik, mereka adalah pencari perubahan yang mengeksplorasi lingkungan serta mengetahui dimana harus mencari sumber daya untuk membantu mereka mengatasi stres.

Berdasarkan hasil uji t antara efikasi diri dengan stres akademik pada mahasiswa Program Studi S1-Kedokteran tahun 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret menunjukkan bahwa nilai thitung < ttabel yakni sebesar - 0,442 < 1,99495. Hasil uji korelasi parsial antara efikasi diri dengan stres akademik juga menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,660 (p > 0,05) dengan nilai koefisien

(37)

sebesar -0,053. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel efikasi diri terhadap stres akademik pada mahasiswa Program Studi S1-Kedokteran tahun 2020 Fakultas Kedokteran UNS di masa pandemi. Koefisien korelasi parsial yang bertanda negatif dengan nilai -0,053 menunjukkan bahwa hubungan negatif antara efikasi diri dan stres akademik tergolong sangat lemah.

Hasil analisis uji t dan uji korelasi parsial antara efikasi diri dengan stres akademik pada penelitian ini berbeda dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Siregar & Putri (2019) yang menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dan stres akademik pada mahasiswa. Namun, hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Morton, Mergler, dan Boman (2014) yang menjelaskan bahwa efikasi diri yang dimiliki oleh mahasiswa tahun pertama tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuannya dalam mengelola stressor yang dihadapi pada masa transisinya di universitas. Hal ini berkaitan dengan bagaimana kemampuan yang dimiliki oleh mahasiswa dalam menyelesaikan sumber stres yang dialami secara aktif. Menurut Morton, Mergler dan Boman (2014), efikasi diri lebih merujuk pada keyakinan yang dimiliki mahasiswa terhadap kemampuannya. Sedangkan, kemampuan yang lebih berpengaruh terhadap stres kehidupan universitas adalah kemampuan penyelesaian stres secara aktif atau active coping stress style dibandingkan hanya memiliki keyakinan diri terhadap kemampuannya.

Pendapat Morton, Mergler dan Boman (2014) juga sejalan dengan hasil analisis uji regresi pada penelitian ini. Hasil analisis data menunjukkan bahwa efikasi diri lebih berpengaruh secara signifikan terhadap stres akademik jika dimiliki secara

(38)

bersamaan dengan hardiness oleh mahasiswa Program Studi S1-Kedokteran tahun 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Hardiness dan efikasi diri yang dimiliki oleh mahasiswa akan menjadikan mahasiswa tersebut tidak hanya yakin akan kemampuannya, namun juga secara aktif berkomitmen untuk menyelesaikan permasalahan, mengontrol permasalahan dan kehidupannya serta menjadikan permasalahan tersebut menjadi tantangan untuk lebih berkembang di kemudian hari. Hal ini akan lebih berpengaruh secara signifikan terhadap stres akademik yang dialami oleh mahasiswa.

Sumbangan efektif yang diberikan variabel hardiness terhadap stres akademik yakni sebesar 23,548 %. Sedangkan, sumbangan efektif yang diberikan oleh efikasi diri terhadap stres akademik yakni sebesar 4,491%. Hasil analisis sumbangan efektif kedua variabel prediktor terhadap variabel kriterium menunjukkan bahwa hardiness memiliki sumbangan efektif yang lebih besar dibandingkan variabel efikasi diri terhadap stres akademik. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam berkomitmen atas permasalahan yang dihadapi, mengontrol serta menjadikan permasalahan yang dihadapi sebagai tantangan lebih memberikann pengaruh yang lebih besar dibandingkan keyakinan yang dimiliki atas kemampuannya.

Sumbangan efektif hardiness dan efikasi diri terhadap stres akademik pada mahasiswa Program Studi S1-Kedokteran tahun 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret pada masa pandemi sebesar 28,1%. Sedangkan, variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini memberikann pengaruh sebesar 71,9%.

Menurut Alvin (2007), selain faktor dari dalam individu yakni kepribadian dan

(39)

keyakinan, terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi stres akademik. Terdapat faktor dari luar diri mahasiswa yang dapat mempengaruhi stres akademik yakni pelajaran yang lebih padat, tekanan untuk berprestasi, dorongan status sosial, orang tua yang berlomba.

Hasil analisis kategori variabel stres akademik menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat stres akademik pada kategori sedang yakni sebesar 66,7%. Kondisi stres akademik mahasiswa Kedokteran dengan taraf sedang ini juga selaras dengan penelitian Wistarini & Marheni (2018). Hal ini menandakan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami stres akademik yang dimanifestasikan dalam bentuk terganggunya kondisi biologis, kemampuan berpikir, kondisi emosi serta sosialnya dalam taraf sedang. Stres akademik pada mahasiswa kedokteran dapat bersumber dari tuntutan akademik yang tinggi, mahasiswa dihadapkan dengan materi perkuliahan yang kompleks serta dituntut untuk memiliki mempunyai kemampuan kognitif dan kemampuan praktik yang baik pula (Maulina & Sari, 2018).

Kondisi stres akademik responden dengan taraf sedang ini didukung pula dengan kondisi tingkat hardiness dan efikasi diri responden yang secara umum tergolong sedang. Hasil analisis kategori variabel hardiness menunjukkan bahwa responden yang memiliki tingkat hardiness rendah sebesar 18,1 %, tingkat hardiness sedang sebesar 66,7 % dan yang memiliki tingkat hardiness tinggi sebesar 15,3 %. Sedangkan, hasil analisis kategori variabel efikasi diri diketahui responden yang memiliki tingkat efikasi diri rendah sebesar 12, 5 %, sedangkan

(40)

yang memiliki tingkat efikasi diri sedang sebesar 70,8% dan tingkat efikasi diri tinggi sebesar 16,7%.

Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa responden laki-laki dan perempuan memiliki rata-rata stres akademik yang tergolong sedang. Responden laki-laki memiliki rata-rata stres akademik sebesar 95,20 dan responden perempuan memiliki rata-rata stres akademik sebesar 97,77. Hal ini menunjukkan responden perempuan memiliki nilai rata-rata stres akademik yang lebih tinggi dibandingkan responden laki-laki.

Perbedaan tingkat stres akademik pada mahasiswa Kedokteran tahun 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret berdasarkan jenis kelamin tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan meskipun responden perempuan memiliki nilai rata-rata stres akademik yang lebih tinggi dibandingkan responden laki-laki.

Berdasarkan uji independent t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,982 (p>0,05). Data tersebut menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat stres akademik yang dihadapi oleh responden laki-laki dan perempuan. Hasil ini sejalan dengan penelitian Hafifah, Widiani, dan Rahayu (2017) yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat stres akademik mahasiswa berdasarkan jenis kelamin pada program studi ilmu keperawatan. Tidak adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat stres akademik berdasarkan jenis kelamin pada mahasiswa Kedokteran dikarenakan adanya kesamaan stressor ataupun tekanan akademik yang dirasakan oleh mahasiswa Kedokteran tahun 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret. Kesamaan karakteristik stressor akademik (jumlah, pola, dan intensitas) serta tidak adanya perbedaan kewajiban

(41)

akademis yang harus dipenuhi mahasiswa laki-laki dan perempuan kemungkinan berkorelasi dengan hasil penelitian ini (Hafifah, Widiani, Rahayu, 2017). Hal ini yang berakibat pada kesamaan pengalaman stres akademik yang dialami oleh mahasiswa. Oleh karena itu, menurut analisis yang telah dilakukan, disimpulkan tidak ditemukan adanya perbedaan yang signifikan tingkat stres akademik berdasarkan jenis kelamin pada mahasiswa Program Studi S1-Kedokteran tahun 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret di masa pandemi covid-19.

Berlandaskan hasil analisis data diatas, riset ini secara umum telah menjawab ketiga hipotesis yang telah diajukan. Penelitian ini juga telah menunjukkan tingkat stres akademik yang dialami oleh mahasiswa Kedokteran tahun 2020 Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret di masa pandemi covid-19. Namun, penelitian ini juga tidak terlepas dari adanya keterbatasan. Penelitian ini dilaksanakan pada perkuliahan semester genap atau mahasiswa tahun pertama berada pada semester dua. Waktu pengambilan data pada semester genap ini, diprediksi dapat memengaruhi hasil penelitian. Hal ini dikarenakan mahasiswa tahun pertama pada semester dua dianggap sudah mengalami proses adaptasi yang lebih baik dibandingkan pada masa awal-awal perkuliahan. Proses adaptasi mahasiswa tahun pertama terhadap kondisi perkuliahan dapat memengaruhi stres akademik yang dialaminya. Sehingga pada penelitian selanjutnya, peneliti diharapkan memperhatikan pengaruh waktu pengambilan data terhadap kondisi variabel yang diteliti.

Penelitian ini hanya dapat digeneralisir secara terbatas pada populasi penelitian saja. Perluasan jumlah sampel dan populasi serta penambahan karakteristik perlu

(42)

dilakukan pada penelitian yang lebih lanjut. Selain itu, perlu adanya perluasan penelitian pada variabel-variabel lain yang berhubungan dengan stres akademik.

Hal ini perlu dilakukan pada penelitian selanjutnya dengan harapan dapat menemukan hasil yang lebih baik dan dapat memberikann kebermanfaatan bagi populasi yang diteliti dan pihak terkait. Keterbatasan penelitian ini diharapkan dapat memberikann masukan untuk penelitian serupa di masa mendatang.

(43)

Gambar

Tabel 15  Hasil Uji Normalitas
Tabel 19  Hasil Uji Scatterplots

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal ini pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis Kendal Tau dan telah dikemukakan bahwa hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat

Hasil yang diperoleh dari pengujian hipotesis dengan teknik analisis regresi berganda menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara 6 dimensi

Analisis uji hipotesis asosiatif pertama ini digunakan untuk menguji hipotesis yang berbunyi “Terdapat korelasi yang positif dan signifikan antara Teknik pogil (Proses

Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil penelitian ini telah berhasil menjawab hipotesis yang diajukan yaitu terdapat hubungan antara servant leadership dengan work

Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial orangtua dengan efikasi diri pengambilan keputusan karir

Tabel 21.. Berdasarkan hasil tersebut, maka hipotesis ketiga dalam penelitian ini diterima. Hasil analisis regresi ini dapat diketahui terdapat hubungan yang positif

Dengan hasil yang demikian, berarti hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima dengan hasil yang didapatkan karena terdapat hubungan positif antara tingkat

Maka dari pengolahan data di atas dapat diambil kesimpulan bahwa hipotesis diterima yang berarti adanya hubungan positif yang signifikan antara bersyukur dengan