LEMBARANDAERAH
PROPINSI DAERAH TINGI{AT I BALI
NOMOR :
181TAHIIN :
1995SERI:
D NO. 179 GUBERNURKEPAI,A
DAERATITINGKAT I BALI
KEPUTUS$I
GUBERNURKEPAI,A DAERAII TINGKAT I BALI
NOMOR 351TAIIUN
1995TENTANG
PENGE
SAIIAN
PERATURAN DAER.&[I KOTAMADYADAERAH TINGKAT II
DENPASARNOMOR 27 TAIII.JN
1994 TENTANGPEMBENTUKAN,
SUSUN,AN ORGANISASIDAN TATA KERJA DINAS I,ALU LINTAS
DANANGKUTAN JAI,AN KOTAMADYA
DAERATI
TINGKAT II
DENPASARGUBERNUR
KEPAI,A DAERAII TINGKAT I BALI,
Menimbang bahwa daftar pengantar Walikotamadya Kepala Daerah
Tingkat II
Denpasar tanggal 13 Maret1995 Nomot 045.2/1588/Hk perihal
mohon pengesahan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah TingkatII
Denpasar;bahwa tidak keberatan
untuk
mengesahkan Pe- raturan Daerah dimaksud dengan perubahan;bahwa pengesahan Peraturan Daerah dimaksud
huruf b, perlu ditetapkan
dengan Keputusan Gubernur Kepala Daerah TingkatI
Bal.Undang-undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang b.
c.
Mengingat :
1.203
2
.).
4
5
6.
7.
8
Pembentukan Daerah-daerah Tingkat I B ali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur (Lem- baran Negara Republik Indonesia
Tahun
1958 Nomor 115; Tambahan Lembaran NegaraRepubiik Indonesia Nomor 1649);Undang-undang Nomor
5 Tahun
1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor38; Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesiq Nomor 3037);Undang-undang Nomor 13 Tahun 1980 tentang
Jalan
(Lembaran NegaraRepublik
IndonesiaTahun
1980 Nomor83;
Tambahan Lembaran Negara ReptLblik Indonesia Nomor 3186);Undang-undang Nomor
1 Tahun
1992 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Den-pasar
(Lemlraran NegaraRepublik
Indonesia Tahun 1992 }tromor 9; Tambahan Lembaran Negara Republik In<lone,sia Nomor 3465);Undang-undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang
Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
(LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor
75; Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3486);Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 1985 tentang Jalan (Lembaran Negara
Repubiik Indonesia Tahun
1985Nomor
37;Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor SZ93);
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
6 Tahun
1988tentang Koordinasi
Kegiatan InstansiVertikal di
Daerah (Lembaran Negara Republik Inclonesia Tahun 1988 Nomor 10; Tam-bahan
Lembaran NegaraRepublik
Indonesia Nomor 3373);Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor
22 Ta}run
1990tentang
Penyerahan -sebagian204
9.
10.
11.
\2.
13.
IJrusan Pemerintah Dalam Bidang
Lalu
Lintas dan AngkutarrJalan
Kepada DaerahTingkat I
dan Daerah Tingkat II (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun
1990Nomor 26;
Tambahan Lembaran NegaraRepublik
Indonesia Nomor s410);Peraturan Penoerintah Republik Indonesia Nomor
45 Tahun 1992i tentang Penyelenggaraan Otonomi Daerah dengaLn
Titik
Berat pada Daerah Ting-kat II
(Lembaran NegaraRepublik
IndonesiaTahun
1992 Nomor77;
Tarnbahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5487);Peraturan Pernerintah Republik Indonesia Nomor 41
Tahun
1993 tentang AngkutanJalan
(Lem- baran Negara Republik IndonesiaTahun
1993 Nomor 59; Tannbahan LembaranNegara Republik Indonesia Nornor 3527);Peraturan Penoerintah Republin< Indonesia Nomor 42 Tahun 199ts tentarrg Pemeriksaan Kendaraan Bermgtor
di
J'alan (Lembaran Negara Republik IndondsiaTahun
1993Nomor 60;
Tambahan Lembaran NegaraRepublik
Indonesia Nomor s528);Peraturan Pennerintah RepubliX< Indonesia Nomor
43 Tahun
1993tentang
Prasaranadan
LaluLintas Jalan (Lembaran Negara Republik
IndonesiaTahun
1993Nomor 63;
Tambahan Lembaran NelgaraRepublik
Indonesia Nomor e529);Peraturan PernerintahBepublik Indonesia Nomor 44 Tahun 19513 tentang Kendaraan dan Penge-
mudi
(LembaLranNegara Republik
IndonesiaTahun
1993 Nomor64;
Tambahan Lembaran Negara Reputrlik Indonesia Nomor 3530);Keputusan Bersama
Menteri
Perhubungan dan KM 109 Tahun 1990 95 Tahun 1990\4.
Menteri Dalarn Negeri Nomor
205
tentang
PelaksanaanPeraturan
PemerintahNomor 22
Ta}nun 1990tentang
Penyerahan Sebagian lJrusan Pemerintahan Dalam Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kepada Daerah TingkatI
dan Daerah TingkatII;
Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Ta-
hun
1992tentang
Pedoman Organisasi Dinas Daerah;Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 1 Tahun 1993 tentangPedoman Organisasi dan Tata Kerja Dinas
Lalu
Lintas dan Angkutan Jalan Daerah TingkatI
dan Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Daerah TingkatII;
Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 84 Ta- hun 1993 tentang Bentuk Peraturan Daerah dan Peraturan D aerah Perubahan;
Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 1993 tentang Petunjuk Pelaksanaan Organisasi dan Tata Kerja Dinas paerah Tingkat I dan Dinas Daerah Tingkat
II;
Keputrisan Gubernur Kepala Daerah
Tingkat I Bali
Nomor 597 Tahun 1993 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten/Kotamadya Daerah TingkatII
se-Bali.MEMUTUSKAN:
Menetapkan : KEPUTUSAN
GUBERNURKEPALA
DAERAHTINGKAT I BALI TENTANG
PENGESAHANPERATURAN DAERAH KOTAMADYA DAERAH TINGKAT
II
DENPASAR NOMOR 27 TAHUN 1994TENTANG PEMBENTUKAN,
SUSUNANORGANISASI
DAN TATA KEzuA DINAS
LALU LINTAS DAN ANGKLTTANJAIAN
KOTAMADYA DAREA}I TINGKATII
DENPASAR15.
16.
t7
18.
19.
206
Pasal I
Peraturan Daerah Kotamadya Daerah
Tingkat II
Denpasar,
Nomor 27 Tahun
1994tentang
Pem- bentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kotamadya DaerahTingkat II
Denpasar disahkan dengan perubahan sebagai berikut :a.
Pembukaan, konsiderans mengingat.a.1. Setelah angka 3 ditambah angka 4 baru dan dibaca sebagai berikut :
"4.
Undang-undang Nomor 13 Tahun 1980tentang
Jalan
(Lembaran Negara Re-publik Indonesia Tahun 1980 Nomor 83;
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3 186);"
a.2. Angka 4 diubah menjadi angka 5 dan antara kata "Pemerintah" dan kata "Nomor" disisip- kan kata"Repulilik Indonesia".
a.3. Setelah angka 5 ditambah angka 6 baru dan dibaca sebagai berikut :
"6.
Peratural Pemerintah Republik Indone- sia Nomor 6 Tahun 1988 tentang Koor-dinasi Kegiatan Instansi Vertikal
diDaerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1988 Nomor 10; Tam-bahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor e373);a.4. Angka 5 diubah menjadi angka 7 d.an antara kata "Pemerintah" dan kata "Nomor" disisip- kan kata "Republik Indonesia".
a.5, Setelah angka 7 ditambah angka8 dan 9 baru dan dibaca sebagai berikut :
"8.
Peraturan Pemerintah Republik Indo- nesia Nomor45 Tahun
1992 tentangPenyelenggaraan Otonomi
Daerah207
Derrgan
Titik
Berat Pada Daerah Ting-kat II (Lembaran Negara
RePublik Indonesia Tahun 1992 Nomor77;Tam'
bahranLembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3487);9.
Peraturan Pemerintah Republik Indo- nesia Nomor41 Tahun
1993 tentangAngkutan Jalan (Lembaran
Negara Reprublik Indonesia Tahun 1993 Nomor59; Tambahan Lembaran
NegaraRepublik Indonesia Nomor 3527);"
a.6. Anka 6,7 , 8 dan 9 diubah menjadi angka 10, 7L, 12 dan 13 beserta kalimat berikutnya.
a.7. Setelah angka 13 ditambah angka 14 baru dan dibrrca sebagai berikut :
"14.
Keputusan
Bersama Menteri bunigandan Menteri
Dalam NornorKM
109 Tahun 1990Perhu- Negeri tentang
Nornor 95
Tahun 1990,
PelaksanaanPeraturan
PemerintahNomor 22 Tahun 1990 tentang Penyerah-
an
SebagianlJrusan
Pemerintahan Dalam Bidang Lalu Lintas dan AngkutanJalan
Kepada DaerahTingkat I
dan Daerah TingkatII;
a.8. Angka lLO, 11, 12,13,14 dan 15 diubah men-
jadi
ang;ka 15, 16, 17, L8,19 dan 20 beserta kalimat berikutnya.b.
BatangTubuh.b.1.
Pasal 1.b.1.1.
IIuruf
d dihapus beserta kaiimat be-rikutnya.
b.1.2.
Iluruf
e diubah menjadihuruf
d dan kata "Daerah" antarakata "Jalan" dan kata "adaLah" diubahdan dibaca "fang selanjutnya disebut Dinas LLAJ".208
b. 1.3. Huruffdiubahmenjadihurup e beserta kalimat berikutnya.
b.1.4.
Huruf
g diubah menjadihuruf f
dankata
"UPTD" pada awalkalimat
di-ubah dan dibaca "IJnit
Pelaksana Teknis Dinas".b.1.5.
Huruf h dihapus beserta kalimat
be:rikutnya.
b.2.
Pasal2 diubah,dan dibaca sebagai berikut :Pasal 2
Dengan
Peraturan Daerah ini
dibentukOrganisasi dan Tata Kerja Dinas LLAJ
Kotamadya Daerah TingkatII
Denpasar".b.3. Pasal
3
dan4
diubah dan dibaca sebagai berikut :Pasal 3
(1) Dinas LLAJ
adalahunsur
pelaksana Pemerintah Daerah di bidang LaIu Lintas dan Angkutan Jalan.(2) Dinas LLAJ dipimpin oleh
seorangKepaLla Dinas berada di bawah dan ber-
tanggung jawab langsung
kepadaWali kotamadya Kepala Daerah.
Pasal 4
Dinas
LLAJ
mempunyai tugas pokok me- nyelenggarakan sebagianurusan
rumah tangga Daerah dibidangLalu Lintas
dan angkutanjalan dan
melaksanakan tugas pemb antrLran yang diberikan oleh pemerintah atasan".b.4. Pasai 5
hata
"DinasLalu Lintas
dan Ang- kutan Jalan Daerah" antara angka "4" dan kata "me:mpunyai" diubah dan dibaca "Dinas LLAJ''.209
b.4.
1.
Hurufkapital padaawalkalirnathuruf a, b, c, d,
danf
seharusnyaditulis
dengan
hurufkecil.
b.4.2.
Huruf
akata
"teknis Dinas" antarakata
"perencanaan" dankata
"yang"dihapus dan kata kata "sesuai dengan
Peraturan Perundang-undangan yang berlaku" pada akhir kalimat
diubah dan dibaca"Untuk
melaksa- nakan tugas pokok".b.4.3. Huruf ekata "Pengkoordinasian" pada
awal kalimat diubah dan
dibaca"koordinasi".
b.5. Pasal U
Ut"O*,:"n
dibaca sebagai berikut : Pasal 6Susunan Organisasi
Dinas LLAJ terdiri dari:
a.
Kepala Dinas;b.
Sub Bagian Tata Usaha;c.
Seksi Lalu Lintas;d.
SeksiAngkutan;e.
Seksi Teknik Sarana dan Prasarana;f.
SeksiPengendalian Operasional;g. Unit
Pelaksana Teknis Dinas;h.
Kelompok Jabatan Fungsional.b.6.
Pasal 8 dihapus beserta kalimat berikutnya.b.7. Pasal 9 diubah menjadi Pasal8
b.7.1. Ayat (1) kata "8
huruf
a" diubah dan, dibaca "6 hurufc".
L'b.7.1.1.
Huruf
a kata "Management"antara kata "Seksi" dan LaIu
Lintas seharusnya ditulis
"manajemen".
b.7.1.2. Huruf c diubah dan dibaca :
"c Sub Seksi Bimbingan
|G-
selamatan den Ketertibair".2t0
b.8
b9
b.7
.2.
Ayat (2)kata
"8huruf
b" diubah dan dibaca "6huruf
d".b.7.3.
Ayat
(3)kata
"Prasiara" antara kata"dan" dan kata "dimaksud" diubah dan dibaca "Prasarana" dan kata "8
huruf
c" cliubah dan dibaca "6 huruf e", serta kat;a "Perpakiran" pada akhir
kalimat huruf
"c" seharusnyaditulis
"Perpar- kiran".b.7
.4.
Ayat (4)kata
"8 hunuf d" diubah dan dibaca "6 huruff'.
Bab
V,
setelahkata
"Bagian Pertama" di- tambah kata "Kepala Dinas".Pasal 10 diubah menjadi pasal 9.
b.9.1. Ayat (1) diubah dan dibaca :
(1)
Kepala Dinas mempunyai tugas :a.
menJrusun rencana kebijak- sanaandi
bidanglalu
lintasdan angkutan jalan
dalamrangka penetapan kebijaksa-
naan oleh Walikotamadya
Kepala Daerah;b.
merumuskan kebijaksanaan operasional dalam bidanglalu
Iintas dan arrgkutan jalan ber-dasarkan peraturan
perun- dang-undangan yang berlaku;c. memberikan tugas
kepada para Kepala Seksi, Kepala SubBagian Tata Usaha
sesuaibidangnya agar
tugas-tugas berjalan lancar;d.
memimpin para Kepala Seksi, Kepala Sub B agian Tata Us ahadan
bawahan dalam menye-zLL
lenggarakan urusan ldlu lintas dan angkutan j alan Yang men-
jadi urusan rumah
tangga daerahnya agar Pelaksanaan tugas berjalan sesuai denganrencana kerja Yang telah
ditetaPkan;
e.
mengkoordinirPara Seksi, Sub Bagian Tata Usaha dan Para bawahan dalam Pelaksanaantugasnya agar terjalin
hubungan kerja Yang
har- monis;f. memberikan Petunjuk
danbimbingan teknis
kePadabawahan agar
Pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan yang diharaPkan;g.
menilai prestasi kerja bawah- an sebagai bahan Pertimbang- an dalam Peningkatan karier;h.
membuat laPoran Pelaksana-an kegiatan dibidang lalu lintas
dan
angkutanjalan
sebagai bahan informasi dan Pertang- gungjawaban kePada Wali- kotamadya KePala Daerah;i.
melaksanakantugaslainYang diberikan olehatasan. ti
b.9.2.
Ayat (2)
antara kata'"bertanggung jawab" dan kata "kepada" disisipkan kata "langsung"'b.10. Pasal 11 diubah menjadi Pasal 10 b.10.1. Ayat (1)
2r2
b.10.1.1.
Huruf a kata
"ketentyan"antara kata "berdasarkan"
dankata "yang" diubah dan dibaca "Peraturan Perun- dang-undangan".
U.10.1.2. Huruf c antara kata "agar"
dan
kata
"Sub" disisiPkan kata "tugas".b.10.1.3, Kata
"Dinaslalulintas
danAngkutan Jalan
Daerah"padahurufe, fdan I diubah dan dibaca "Dinas LLAJ"' b.10.2.
Ayat (2)
antarakata
"bertanggungjawab" dan kata "kepada" disisipkan kata "langsung".
b.11. Pasal 12 diubah menjadi Pasal 11
b.11.1. Ayat (2) hurufb kata "khusus" antara
kata
"tugas" dankata
"keuangan' diubah dan dibaca "urusan"'b. 1 1.2 . Ayat (4) huruf a antara kata "kegiatan"
dan kata
"daPat"disisiPkan
kata"Dinas agar rencana kerja"'
b.12.
Kata
"Seksi-seksi"antara kata
"Bagian Ketiga" dankata "seksi Lalu Lintas" dihapus' b.13. Pasal 13 diubah menjadi Pasal 12b.13.1. Huruf a, antarakata "men5rusun" dan
kata "kegiatan" disisipkan kata
"rencana".
b.13.2.
Huruf
e, kata "management" antara kata pembinaanrr dan kata "dan" se- harusnYa ditulis "manajemen"' b.14. Pasal 14 diubah menjadi Pasal 13b.14.1.
Ayat
(1)kata
"Management" antara' kata
"Seksi" dankata
"Lalu Lintas"s eharusnya ditulis "Manaj emen"'
2r3
b. 14. 1. 1. Huruf akata "Management"
antara kata "Seksi"
dan kata "Lalu Lintas" seharus- nyaditulis
"Manajemen".b.74.I.2. Huruf c antara kata "bahan"
dan
kata
"pengembangan"disisipkan kata
"pertim- bangan dalam".b.14.1.3.
Huruf f kata
"lahan-1ahan"antara tanda "koma (,)" dan
kata "rawan"
diubah dan dibaca "Lokasi-lokasi".b.I4.2.
Ayat (2)huruf d,
antarakata
"me- n5rusun" dan kata "kegiatan" disisip-kan kata
"langkah"dan kata
"ke- butuhan" antarakata
"dengan" dan kata "yang" padahurufd
diubah dandibaca "Peraturan Perundang-
undangan".b.15. Pasal 15 diubah menjadi pasal 14
b.15.1.
Ayat
(1)huruf d, kata
"bimbingan management" antara kata "menyiap-kan"
dankata
"Angkutan". diubah dan dibaca "pembinaan managemen".dan kata "menyangkut" antara kata
"pembatasan" dan kata "orang" pada huruf e diubah dan dibaca "mengang- kut".
b.16. Pasal 16 diubah menjadi Pasal 15
b.16.1.
Ayat
(1)huruf
a, antarakata
"me- n5rusun" dan kata "kegiatan" disisip-kan kata langkah", serta kata
"pengawas"
antara kata
"dan" dankata
"penyelenggaraan" padahuruf
"e" sehafusnya ditulis "pengawasan".
b.I6.2.
Ayat (2)huruf d kata
"ketentJan"antara kata "sesuai" dan kata "yang"
2t4
diubah dan
dibaca"peraturan
pe- rulrdang-undangan".b.16.3. Ayat (3).
16
3.1.
Hurufdantarakata"Khusus"dan
kata
"berdasarkan" di- sisipkan kata "yang berada di Wilayah Kotamadya Daerah,
TingkatII
Denpasar".L6"3.2.
Huruf
e antarakata
"orang"dan kata "atau"
disisipkankata
"dan" dankata
"keten-tuan"
antarakata
"dengan"dan
kata
"yang" diubah dandibaca "peraturan
perun- dang-undangan".16.3.3.
Huruf f
antarakata
"orang"dan kata "atau"
disisipkan kg.ta "dan".b.17. Pasal 17 diubah menjadi Pasal 16 beserta kalimat br:rikutnya.
b.18. Pasal 18 diubah menjadi Pasal 17.
b.18.1. Ayat (1)
kata
"Prbengkelan" antarakata
"dan" dankata
"mempunyai"seharusnya
ditulis
"Perbengkelan"dan kata
"ketentuan"pada akhir kalimat huruf "d" dan huruf
"e"diubah dan dibaca "peraturan
perundang-undangan".
b.18.2. Ayat (2)kata "ketentuan" padahuruf
"d" dan "e" diubah dan
dibaca"peraturan perundang-undangan".
b.18.3. Ayat (3).
b.18.3.1.
Huruf b kata
"rnemberu"antara tanda "koma
( ,
)"dan kata "petunjuk"
se-harusnya ditulis
"mem- beri".275
b.18.3.2. Huruf e kata "memdjukan"
pada awal kalimat diubah
dan dibaca "menunjuk-
kan".b.19. Pasal 19 diubah menjadi Pasal 18, dan pada ayat (1) hurup c antara kata "Seksi" dan kata
"Pengendalian" disisipkan kata "agar tugas
Seksi" dan pada hurup "i" antara kata
"bawahan" dan
kata
"dan" disisipkan kata" dan temuan
dilapangan sebagai bahan inpormasi".b.20.
iasal
20 diubah menjadi Pasal 19 beserta kalimat berikutnya.b.21. Bagian ketujuh diubah dan dibaca :
"Bagian Ketujuh
Unit
Felaksana Teknis Dinas LLAJ"b.22. Pasal2l diubah menjadi Pasal 20 dan dibaca sebagai berikut :
"Pasal 20
t: Unit
Pelaksana Teknis Dinas LLAJ ada-lah
unsur pelaksana teknis yang mem-punyai tugas
melaksanakan sebagiantugas Dinas di bidang terminal
dan peparkiraan.2. Unit Pelaksana Teknis Dinas LLAJ dipimpin
oleh seorang KepalaUnit
Pe- Iaks ana Teknis Dinas berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas.b.23. Pasal22 diubah menjadi Pasal 21 dan dibaca sebagai berikut :
" Pasal 21
Kelompok Jabatan Fungsional mernpunyai
tugas
melaksanakan kegiatanteknis
lalulintas dan
angkutanjalan
sesuai bidaqg keahlianmasing-masing".
)2L6
b.24. Pasal 23 diubah menjadi Pasal22 dan dibaca sebagai berikut :
" Pasal 22
1.
Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan fungsional yangdipimpin
oleh seorang tenaga fungsional senior selaku Ketuakelompok yang berada dibawah
dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas atau Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas yang bersangkutan.2 Kelompok Jabatan Fungsional
dapat dibagi atas kelompok dan Sub Kelompoksesuai
denganperaturan
perundang- undangan yang berlaku.3.
Jumlah Jabatan Fungsional ditentukan berdasarkan sipat, jenis dan beban kerja.4.
Pembinaan terhadap tenaga fungsional dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku".b.25. Pasal24 diubah menjadi Pasal23.
b.25.1. Ayat (1) kata "Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Daerah" antara kata
"antara" dan
kata
"dengan" diubah dan dibaca "DinasLLAJ"
dan kata"terkait"
antarakata
"instansi" dan' kata "ang" diubah dan
dibaca"vertikal",
b.25.2. Ayat (2) kata "Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Daerah "antara kata
"antara" dan
kata
"dengan" diubah dan dibaca "Dinas LLAJ", serta kata"Dinas
Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan" antara kata "dengan" dan kata"Propinsi" diubah dan dibaca "Dinas LI,AJ'',
2\7
b.26. Pasal 215 diubah menjadi Pasal 24 beserta kalimatb berikutnya.
b.27. Pasal 26 diubah menjadi Pasal 25 dan kata
"Dinas Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan Daerah "pada ayat (1) dan (2) diubah dan dibaca "Dinas LLAJ", serta ayat (3) dihapus beserta kalimat berikutnya.b.28. Pasal2T diubah menjadi Pasal 26 dan dibaca sebagai berikut :
"Pasal 26
(1) Kepala Dinas diangkat dan diberhenti- kan oleh Walikotamadya Kepala Daerah,
setr:Iah mendapat persetujuan dari
Gubernur Kepala Daerah, dengan men- dapratpertimbangan Kepala Kantor
wilayah Departemen Perhubungan.(2) Kepala Sub Bagian/Seksi, KepalaUrusan/
Sutr Seksi diangkat dan diberhentikan oleh Walikotamadya Kepala Daerah atas
.
usul Kepala Dinas.(3) Kepala
Unit
PelaksanaTeknis
Dinas diangkat dan diberhentikan oleh Wali\o- tamadya KepalaDaerah atas usul Kepala Dinas.(4) Jabatan Fungsional dilingkungan Dinas
LL,AJ diangkat dan diberhentikan menurut ketentuan peraturan
perun- dang-undangan yang berlaku.b.29. Pasal 28 diubah menjadi Pasal27 dan kata
"Dinas Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan DaerahJ' antarakata
"kegiatan" dan'kgta"disedizrkan" diubah dan dibaca "Dinas LLAJ".
b.30. Bab IX diubah dan dibaca sebagai berikut :
2\8
''BAB D(
KETENTUAN I,AIN.I,AIN Pasal
28(1)
Apabila perkembangan
penyerahan urusan mengakibatkan perubahan ter- hadappola
susunan organisasi DinasLLAJ akan diatur lebih lanjut
sesuai dengan beban tugas DinasLLAJ
yang bersanlgkutan.(2) Pejabat yang memimpin satuan organi- sasi ketatausahaan pada
Dinas
LLAJ sehari-hari disebut Sekretaris.Pasal29
Bagan
Susunan OrganisasiDinas LLAJ
adalah sebagaimana tercantum pada lam- piran Peraturan Daerahini
dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah "ini.b.31. Bab X diubah
.ilffT"
I{ET.ENTUAN PENUTUPI' b.32.Pasal30
rliubah dan dibaca:
"
Pasal
3O(1)
Hal-hal yang belum diatur
dalam Peraturan Daerah ini sepanj ang mengenai pelaksanaannya akan diatur lebih I anjutdengan Keputusan Walikotamadya
Kepala Daerah".(2) Dengan berlakunya Peraturan Daerah
ini, maka
Keputusan WalikotamadyaKepala Daerah Tingkat II
DenpasarNomor 7 Tahun
1992tentang
Pem- bentukan, Susunan Organisasi dan TataKerja
DinasLLAJ
Kotamadya DaerahTingkat II
Denpasar dinyatakan tidak berlaku.2L9
b.33. Bab
XI
dihapus beserta kalimat berlkutnya.c.
Penjelasanc.1.
Antara kata "NOMOR" dankata
"TAHUN"disisipkan angka"27"
c.2.
PASALDEMI
PASAL, Setelah "Pasal 30 :cukup jelas "ditambah Pasal 31 " cukup jelas"
d.
Lampiran.d.1.
Kata "SUB SEKSI
MANAGEMENLALU
LINTAS" seharusnyadi tulis
"SUB SEKSI MANAJEMEN LALU LINTAS".d..2. Kata "KETIJA" pada awal
kalimat
"KETUA DEWAN ... dan seterusnya" dihapus.Pasal
2Keputusan
ini
mulai berlaku pada tanggal ditetap- kan.Ditetapkan
di :
DenPasarPada
tanggal :
11Juli
1995GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT
I
BALI,,l
ttd.
IDA BAGUS
OKAKeputusan
ini
disampaikan kePada :1.
Menteri Dalam Negeri Cq. Dir. Jen. PUOD, Jalan Merdeka Utara Nomor 7 di Jakarta, disertai dengan Risalah sidang dan Peraturan Daerah yang telah disahkan (3expl); '
l)2.
KeLuaDPRD Propinsi Daerah TingkatI
Bali di Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (3 expl);3.
Inspekturwilayah
Propinsi Daerah TingkatI BaIi di
Denpasar,disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (1 e*pl);
220
6.
7.
8.
9
10
11
4.
KepalaDinas
LLAJ Propinsi Daerah TingkatI
Bali di Denpasar disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (3 expl);5.
)'KepalaBiro Organisasi
SetwildaTingkat I Bali di
Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (1 expl);Kepala Biro Tata Pemerintahan Setwilda Tingkat
I Bali di
Den- ,pasar,disertai
dengan Peraturan Daerah yangtelah
disahkan(1 expl);
Kepala Biro Keuangan Setwilda Tingkat I Bali di Denpasar, diser-
tai
dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan ( 1 expl);Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Setwilda Ting-
kat I Bali di
Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan ( 1 expl);Kepala Biro Hukum Setwilda Tingkat
I
Bali di Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (11 expl);Watikotamadya Kepala Daerah Tingkat
II
Denpasar di Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (1 expl);Ketua DPRD Kotamadya Daerah Tingliat
II
Denpasar di Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (1 expl);Diundangkan dalam Lembaran Daerah Propinsi Daerah Tingkat
I
BaliNomor :
181Tanggal :
23 Agustus 1995Seri :D Nomor :I79.
Sekretaris Wilayah/Daerah Tingkat
I
Bali, ttd.DEWA
BERA,THA.Pembina Utama NIP. 010049857.
227