• Tidak ada hasil yang ditemukan

LBMBARAN DABRAH. ., Kepala Daerah Tingkat I Bali tanggal 8 Juni 1987 No- I Bali dibidang Pertanian Tanaman Pangan kepada Daerah Tingkat II se-bali ;

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LBMBARAN DABRAH. ., Kepala Daerah Tingkat I Bali tanggal 8 Juni 1987 No- I Bali dibidang Pertanian Tanaman Pangan kepada Daerah Tingkat II se-bali ;"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

LBMBARAN DABRAH

PROPINSI DAERAH TINGKAT I BALI

NOMOR

: 123 TAHUN : 1987

SERI : D NO. 122

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT

I BALI

KEPUTUSAI{ GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT

I BALI

NOMOR

482

TAHUN 1987

TENTANG

PEDOMAN PEMBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI DAN

TATA

KERJA DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAERAH

TINGKAT

II

SE

BALI

GUBERNUR KEPAI,A DAERAH

TINGKAT I BALI,

Menimbang :

a.

bahwa untuk lebih

mengintensifkan usaha dibidang Pertanian Tanaman Pangan

di

Daerah Bali dalam rangka menjamin Perkembangan dan Pertumbuhan Pembangun-

an

serta mendorong terlaksananya

Otonomi di

Kabu- paten Daerah

Tingkat II

se-Bali, maka telah dikeluag-

kan

Keputusan Gubernur Kepalia Daerah Tingkat

I

Bali tanggal

8 Juni

1987

Nomor 2I3

Tahun 1987 tentang Penyerahan sebagian Urusan Pemerintah Daerah

fing- kat I Bali

dibidang Pertanian Tanaman Pangan kepada Daerah Tingkat

II

se-Bali ;

b. bahwa dalam rangka pelaksanaan Keputusan Gubernur

.,

Kepala Daerah Tingkat

I

Bali tanggal

8

Juni 1987 No-

:691

(2)

Mengingat

mor 213

Tahun 1987 tersebut

di

atas maka dipandang

perlu

mengeluarkan Keputusan Gubemur Kepala Da-

erah Tingkat I Bali

sebagai Pedoman Pembentukan, Susunan Organisasi

dan Tata Kerja Dinas

Pertanian Tanaman Pangan Daerah Tingkat

II

se-Bali.

1. Undang-Undang

Nomor 64

Tahun 1958 tentang Pem-

bentukan Daerah-Daerah Tingkat

I

Bali, Nusa Tenggara

Barat dan Nusa

Tenggara

Timur

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 115; Tambah- an Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

7649);

2. Undang-Undang

Nomor 69

Tahun 1958 tentang Pem-

bentukan

Daerah-Daerah

Tingkat II dalam

Wilayah Daerah-Daerah

Tingkat I Bdi,

Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara

Timur

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor L22; Tambahan Lembar- an Negara Republik Indonesia Nomor 1655) ;

3. Undang-Undang

Nomor 5

Tahun L97

4

tentang Pokok-

Pokok

Pemerintahan

di Daerah (Lembaran

Negara

Republik

Indonesia

Tahun

1974

Nomor 38;

Tambah' ap Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3037) ;

4.Peratwan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 1976

tentang Tata Cara

Pelaksanaan Penyerahan Urusan- Urusan dari Daerah Tlngkat

I

kepada Daerah Tingkat

II

;

5. Keputusan

Menteri

Dalam Negeri

Nomor 363

Tahun

1977

tentang Pedoman Pembentukan, Susunan Orga- nisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah ;

6. Instruksi Menteri Dalam Negeri

Nomor 3

Tahun 1980 tentang Petunjuk Pelaksanaan mengenai Pembentukan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pertanian Ta- naman Pangan ;

7. Keputusan

Menteri

Pertanian tanggal

23 Juni

1980

Nomor

453/Kpts/Org/6/1980 tentang Susunan Organi- sasi dan Tata Kerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan ;

8.

Surat Menteri Dalam

Negeri

Nomor

061.1/7110/SJ' tarrygal17

Juli

1987 tentang Penataan Organisasi Dinas Pertanian Tanaman Pangan Tingkat Kecamatan.

(3)

MEMUTUSKAN

:

Menetapkan

:

KEPUTUSAN GUBERNUR

KEPALA DAERAH

TING-

KAT I BALI TENTANG

PEDOMAN PEMBENTUKAN, SUSUNAN

ORGANISASI DAN TATA KERJA

DINAS

PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAERAH

TING-

KAT II

SE

BALI

BAB I

KETENTUAN

UMUM Pasal 1

Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan :

a. Gubernur Kepala Daerah adalah Gubernur Kepala Da- erah Tingkat

I

BaIi ;

b.

Bupati

Kepala Daerah adalah

Bupati

Kepala Daerah Tingkat

II

yang bersangkutan ;

c. Pemerintah Daerah

adalah

Pemerintah Daerah Ting- kat

II

yang bersangkutan ;

d. Dinas Daerah adalah Dinas Pertanian Tanaman Pangan Daerah Tingkat

II

;

e. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Daerah Tingkat

II

;

f.

Cabang Dinas adalah Cabang Dinas Pertanian Tanaman Pangan Daerah Tingkat

II;

g. Kepala Cabang Dinas adalah Kepala Cabang Dinas Per- tanian Tanaman Pangan Daerah Tingkat

II.

BAB II

KEDUDUKAN, TUGAS POKOK DAN FT]NGSI Pasal 2

(1)

Dinas Daerah adalah Unsur Pelaksana Pemerintah Da- erah Tingkat

II.

(2) Dinas

Daerah

dipimpin oleh

seorang Kepala Dinas yang berada

di

bawah dan berbanggungiawab kepada Bupati Kepala Daerah.

693

(4)

Pasal 3 Dinas Daerah mempunyai tugas :

a. melaksanakan sebagian Urusan Rumah "langga Daerah dalam bidang yang menjadi tanggung jawabnya ;

b. melaksanakan tugas pembantuan yang diserahkan oleh Bupati Kepala Daerah kepadanya.

Pasal 4

Untuk

menyelenggarakan tugas

tersebut

pasal

3,

Dinas Daerah mempunyai fungsi :

a. perumusan Ketentuan teknis, pemberian bimbingan dan pembinaan pemberian perizinan sesuai dengan kebijak-

. sanaan yang ditetapkan

oleh Bupati

Kepala Daerah se-

suai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang ber-

laku;

b. pelaksanaan sesuai dengan tugas pokoknya dan sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku ;

c. pengamanan dan pengendalian teknis atas pelaksanaan tugas

pokoknya

sesuai dengan kebijaksanaan yang di- tetapkan

oleh Bupati

Kepala Daerah berdasarkan Pera- turan Perundang-Undangan yang berlaku

BAB III ORGANISASI

Pasal 5

Susunan Organisasi Dinas Daerah

terdiri

dari : a. Kepala Dinas ;

b. Sub Bagran Tata Usaha ; c. Seksi - Seksi ;

d. Cabang Dinas.

Pasal 6

Sub Bagian Tata Usaha dimaksud pasal

5 huruf

b,

terdiri

dari :

a. Urusan Umum ;

(5)

b. Urusan Kepegawaian ;

c- Urusan Keuangan ; ' d. Urusan Perlengkapan.

Pasal 7

Seksi-Seksi dimaksud pasal 5

huruf

c, terdiri dari : a. Seksi Bina Program ;

b. Seksi Bina Produksi Tanaman Pangan ;

c

Seksi Perlindungan Tanaman Pangan ;

d. Seksi Penyuluhan ;

e. Seksi Bina Usaha Tani dan Pengolahan Hasil Tanaman Pangan.

Pasal 8

(1)

Seksi Bina Program

terdiri

dari :

a. Sub Seksi Data dan Statistik Pertanian ;

b. Sub Seksi ldentif,ikasi, Perumusan Program

&

Pe' nganggziran ;

c. Sub Seksi Pengendalian & Evaluasi.

(2)

Seksi Bina Produksi Tanaman Pangan terdiri dari : a. Sub Seksi Pengujian dan Pengembangan Produksi ;

b. Sub Seksi Pembinaan Produksi Benih dan

Bibit

;

c. Sub Seksi Pengembangan

Alat

dan Mesin Pertani- an.

(3)

Seksi Perlindungan Tanaman Pangan

terdiri

dari : a. Sub Seksi Konservasi Tanah dan

Air

;

b.

Sub

Seksi Pengendalian

Ham

Penyakit dan Gul-

ma;

c. Sub

Seksi Pengamatan

dan

Peramalan Hama Pe-

nyakit.

(4)

Seksi Penyuluhan

tediri

dari :

a.

Sub

Seksi Bimbingan/Pengembangan Tenaga Pe- nyuluh dan Program PenYuluh ;

695

(6)

b. Sub Seksi Bimbingan/Pengembangan Kelembagaan Tani ;

c.

Sub Seksi

Bimbingan/Pengembangan Teknologi dan Sarana Penyuluhan.

Pasal 9

(1)

Pada Dinas Daerah, dapat

dibentuk

Cabang Dinas- Cabang Dinas sebagai Unsur Pelaksana Tugas Dinas yang meliputi Wilayah Kerja satu Kecamatan.

(2)

Susunan Organisasi Cabang Dinas

terdiri

dari : a. Kepala Cabang Dinas ;

b. Urusan Tata Usaha ;

c. Petugas Teknis Pertanian Tanaman Pangan.

Pasal 10

Bagan Susunan Organisasi Dinas Daerah sebagaimana ter- cantum dalam lampiran Keputusan ini.

BAB IV

KETENTUAN LAIN

Pasal 11

Dinas Daerah

daliat dibentuk

dengan persyaratan sebagai berikut :

a. urusan yang menjadi tugasnya adalah Urusan Rumah Tangga Daerah yang berdasarkan kewenangan pangkal

dan

kewenangan yang berasal

dari

Penyerahan Urusan dari Pemerintah Atasan ;

b.'merupakan Perangkat Daerah yang bersifat Organik ; c.

merupakan Perangkat yang

langsung melaksanakan

pelayanan terhadap masYarakat ;

d. merupakan Perangkat Daerah yang tidak bertujuan men- cari keuntungan ;

e. sesuai dengan kemampuan Daerah,

baik ditinjau

dari

segi kepegawaian, keuangan maupun peralatan'

(7)

(1)

(2)

Pasal 12

Kepala

Dinas

dan Kepala Seksi (Kepala Sub Bagian)

diangkat dan

diberhentikan

oleh

Gubernur Kepala Daerah atas usul Bupati Kepala Daerah,

Kepala Urusan, Kepala Sub Seksi dan Kepala Cabang

diangkat dan diberhentikan oleh Bupati

Kepala Daerah atas usul Kepala Dinas Daerah.

Pasal 13

Pembentukan, Susunan Organisasi

dan

Tata Kerja Dinas Daerah ditetapkan dengan Peraturan Daerah dan berlaku setelah mendapat pengesahan Gubernur Kepal4 Daerah'

BAB V TATA

KERJA

Pasal 14

Tata Kerja Dinas Daerah adalah sebagai berikut :

a.

dalam

melaksanakan tugasnya

antara Dinas

Daerah dengan Instansi

Vertikal

yang urusannya sejenis wajib diselenggarakan atas dasar hubungan fungsional dengan cara yang sebaik-baiknya ;

b. dalam melaksanakan tugasnya antara Dinas Daerah dan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Daerah Ting-

kat I Bali wajib

diselenggarakan atas dasar hubungan fungsional dengan czua yang sebaik-baiknya.

Pasal 15

Kepala Dinas

dalam

melaksanakan tugasnya wajib menerapkan prinsip koordinasi baik dalam lingkung- an Dinasnya, maupun dalam hubungan antar Dinas/

Instansi lainnya.

Kepala Dinas melaksanakan tugasnya berdasarkan ke- bijaksanaan yang ditetapkan oleh Bupati Kepala Da- erah.

(1)

(2)

691

(8)

(3)

(4)

Kepala Dinas berkewajiban memberi petunjuk, mem- bimbing dan mengawasi pekerjaan Unsur-Unsur pem-

bantu

dan pelaksana yang berada dalam lingkungan Dinasnya.

Bilamana Kepala Dinas memandang perlu

untuk

me- ngaclakan perubahan kebijaksanaan yang

telah dite taitran oleh Bupati

Kepala Daelah, maka

hal

ter- sebut harus

diajukan

kepada

Bupati

Kepala Daerah untuk mendaPatkan KePutusan.

BAB VI

PENUTUP

Pasal 16

Hal-hal yang belum

diatur

dalam Keputusan

ini

akan di- atur lebih Ianjut oleh Gubernur Kepala Daerah.

Pasal 17

Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkandi : Den Pasar'

Pada

tanggal :

3 Desember 1987'

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT

I

BALI,

ttd.

MANTRA.

NIP. 130095383.

Keputusa4 ini disampaikan kepada :

1.

Menteri Dalam Negeri di Jakarta.

2.

Menteri Pertanian

di

Jakarta.

3.

Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri

di

Jakarta.

4.

Direktorat Jenderal PUOD. di Jakarta.

(9)

' 5.

Inspektur Jenderal Departemen Dalam Negeri di Jakarba.

6.

Ketua DPRD. Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali di Denpasar.

7.

Bupati Kepala Daerah Tingkat

II

Se-Bali.

8.

Kepala Inspektorat Wilayah Propinsi Daerah

Tingkat I

Bali

di

Den- pasar.

9.

Staf Lengkap Sekretariat Wilayah/Daerah Tingkat

I

Bali di Denpasar.

10.

Kepala-Kepala Dinas Daerah Propinsi Daerah Tingkat

I Bali di

Den-

paszrr.

Diundangkan

dalam

Lembaran Daerah Pro- pinsi Daerah Tingkat

I

Bali

Nomor

: 123

tanggal

; 22

Desember 1987

Seri : D Nomor:

L22

Sekretaris WilayahiDaerah,

ttd.

Drs. 'SEMBAH

SUBHAKTI.

NIP.

010023939.

699

(10)

E-

$Ea

i5a

tir

s3'?niE l(h

.5

8E 4S

!fr

ag d'

oEaE

E"

1A ,gE 'E!

a_l!F o

.:?e

E Ss

E 6:

t r.?

5Ei

!E 6

H{r

gEF dE g a qE

a"

fled€

AE

EEi'e dE Ea eE

<le clEto zlPFl8

<ld

>lz

;l E Fg zF E3

Hs

J aH M

Ez fr't

n o

*e

!t.!l

EEAE .-a

iE

Ec

EG

E{

E

E!d=

Br*

E!

E€u .9-

FEuo

od

qE

3T

E!E

5F E d!

$lo c: c 60? Ei:5

?eEs?

A H U.- : '

gil.EHE ia5'E

e

EoF !PE

eE ?,E

tfi

E _a.E

E.e

E'-fi I

f:qE?r

.ETF8A;

5F!EgH

Referensi

Dokumen terkait

Diyakini dalam komunitas pengelasan (penelitian dan industri) bahwa lebih sedikit energi yang dikonsumsi selama FSW dibandingkan dengan metode pengelasan lain Hal

Kepala Biro BKLH Setwilda Tingkat I Bali di Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (1 expl) ;. Kepala Biro Keuangan Setwilda Tingkat I

Harun Nasution adalah sosok ilmuan muslim yang amat berwibawa dan disegani oleh intelektual muslim baik luar maupun dalam negeri, sekaligus menjadi sumber masalah yang

Secara garis besar, ancaman tersebut dapat kita bagi menjadi dua bagian yaitu malpractice (salah mengobati) yang terkait dengan penguasaan ilmu kedokteran seorang dokter

Program Pembinaan Sekolah Menengah Pertama mulai bergeser ke arah penuntasan daerah-daerah (provinsi, kabupaten dan kota) yang belum mencapai tuntas paripurna, lebih

Namun , skala besar , acak, percobaan terkontrol plasebo TNF - α antagonis untuk pengobatan gagal jantung dihentikan lebih awal karena mereka gagal untuk menunjukkan perbaikan dalam

Demikian pula dalam memutuskan untuk berwirausaha, tentunya bukan saja hanya sekedar memiliki modal usaha, akan tetapi juga berkaitan dengan kemampuan dalam bidang

Guru mengecek kehadiran peserta didik dan meminta peserta didik untuk mempersiapkan perlengkapan dan peralatan yang diperlukanPeserta didik menerima informasi tentang pembelajaran