• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I BALI TE NTAN G. Menimbang : a. bahwa surat pengantar Bupati Kepala Daerah BANGLI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBARAN DAERAH PROPINSI DAERAH TINGKAT I BALI TE NTAN G. Menimbang : a. bahwa surat pengantar Bupati Kepala Daerah BANGLI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

LEMBARAN DAERAH

PROPINSI DAERAH TINGKAT I BALI

NOMOR : 201 TAIIUN : 199O SERI :

D NO' 200

GIJBERNT]R

KEPAI.ADAERAI{ TINGKAT I BALI

KEPUTUSAN GTJBERNTJR

ICPAI"A

DAER"AII

TINGI{AT I BALI

NOMOR 423

TNII]N

1990

TE NTAN

G

BANGLI

GI]BERNT]R

IGPAI,ADAERAII TINGKAT I BALI,

Menimbang :

a. bahwa

surat

pengantar

Bupati

Kepala Daerah

Tingkat II

Bangli tanggal 16

Juli

1990 Nomor

188 342/2676/Hk perihal niohon p en gesahan Per-

aturan

Daerah Kabupaten Daerah

Tingkat II

Bangli;

bahwa tiada keberatan untuk mengesahkan Per- aturan Daerah dimaksud dengan perubahan ;

sud san

(2)

Mengingat

1.

Undang-undang Nomor

5 Tahun

1974 tentang Pokok-pokok Pemerintahan di Daerah (Lembar- an Negara Republik Indonesia Tahun 1974 No- mor 38; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3037) ;

2.

Undang-undang Nomor 64 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah

Tingkat I

Bali,

Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara

Timur

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nornor 115; Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1649) ;

3.

Undang-undang Nomor 69 Tahun 1958 tentang Pembentukan Daerah-daerah

Tingkat II

dalam

Wilayah

Daerah-daerah

Tingkat I Bali,

Nusa Tenggara Barat dan NusaTenggaraTimur (Lem- baran Negara Republik Indonesia

Tahun

1958 Nomor 122;Tambahan Lembaran Negara Repu-

blik

Indonesia Nomor 1655) ;

4.

Undang-undang Nomor

9 Tahun

1960 tentang Pokok-pokok Kesehatan (Lembaran Negara Re-

publik

Indonesia Tahun 1960 Nomor 131; Tam-

bahan

Lembaran Negara

Republik

Indonesia Nomor 2068) ;

5.

Undang-undang Nomor

3 Tahun

1965 tenthng Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

Rayi

(Lembar- an Negara Republik Indonesia Tahun 1965 No- rnor 251' Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2742);

6.

Undang-undang Nomor

4 Tahun

1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan Ling- kungan

Hidup

(Lembaran Negara Republik In- donesia Tahun 1982 Nomor 12; Tambahan Lem- baran Negara Republik Indonesia Nomor 32L5);

7. Instruksi

Menteri Dalam Negeri Nomor 30 Ta-

hun

1985 tentang Penegakan Hrrkum/Peraturan dalam rangka Pengelolaan Daerah Perkotaan.

156

(3)

ME MUTU SKAN

:

Menetapkan : KEPUTUSAN GUBERNUR KEPALA

DAERAH TINGKAT

I

BA],I TENTAI{G PENGESAIIA]..I PER-

ATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BANGLI

NOMOR 02

TAHUN

1990 TENTANG KEBERSIHAN LINGKUNGAN HIDUP

DAN

KETERTIBAN

UMUM DALAM

WILAYAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT

II

BANGLI

Pasal

1

Peraturan Daerah l(abupaten Daerah

Tingkat

Itr

Bangli Nomor 02 Tahun 1990 tentang Kebersihan Lingkungan

Hidup dan

Ketertiban

Umum

dalam Wilayah Kabupaten Daerah

Tingkat II

Bangli di.

sahkan dengan perubahan sebagai berikut :

a.

Pembukaan.

a.1.

Konsiderans mengingat.

a.1.1. Angka

3

beserta kalimat berikutnya diubah menjadi angka 4.

a.1.2. Angka

4

beserta kalimat berikutnya diubah menjadi angka 3.

a.2.

Konsiderans menetapkan, tanda

"titik

(.)"

pada

akhir kalimat

"PERATURAN DAE-

RAH.

. . . . dan seterusnya" dihapus.

b.

Batang tubuh.

b.1.

Pasal

t hurufgbesertakalimatberikutnya

diubah dan dibaca sebagai berikut :

g.

Taman adalah kebun yang ditanami de- ngan bunga-bungaan dan pepohonan se-

bagai tempatyangnyaman dan indah.

b.2.

Pasal

5 ayat

(1) antara

kata

"bangunan"

dan

kata

"wajib" disisipkan

kalimat

baru dan dibaca sebagai

berikut

:

"seperti Rumah, Kantor, Restoran, Beng- t57

(4)

kel, Pabrik, Hotel, Sekolah, Rumah-rumah Ibadah dan bangunan lainnya".

b.3.

Pasal.6.

b.3.1.

Ayat (1)

antara

kata

"pekarangan"

dan kata "disamping" disisipkan ka-

limat baru dan

dibaca sebagai be-

rikut

:

"yang cukup luas dan memungkin- kan".

b.3.2.

Ayat

(2) antara

kata

"sampah".dan

kata "ayat"

disisipkan

kata

"seba-

gaimana dimaksud" dan kalimat "di- maksud dalam pasal ini" antara ang- ka "(1)" dan kata "ditempatkan" di- hapus.

b.4.

Pasal 7 setelah ayat (3) ditambah ayat (4) baru dan dibaca sebagai berikut :

( )

Bagi kendaraan yang

ditarik

dengan hewan

harus

dilengkapi dengan goni penampung kotoran/tinja hewan, pena- rikannya dijaga agar selalu dalam ke- adaan baik.

b.5.

Pasal8 ayat(2) dan (3) semuakalimat "da- lam pasal

ini"

dihapus.

b.6

Pasal9 ayat(2) semuakalimat "dalam pa- sal

ini"

dihapus.

b.7.

Pasal10.

b.7.1.

ayat (1) tertulis

kata " truck-truck"

antara

kata

"oleh" dan

kata

"sam-

pah" seharusnya kata "truk-truk".

b.7.2. ayat (2)

kalimat

"dalam pasal

ini"

antara angka "(1)" dan kata "ditetap- kan" dihapus.

b.8.

BAB IVbesertakalimatberikutnya diubah dan dibaca sebagai

berikut:

158

(5)

BAB rv

PENGELOI.AAI{ SAMPAII OLEH

SWASTA

dan BAB fV lama diubah menjadi "BAB V"

beserta kalimat berikutnYa.

b.9.

Pasal 17 beserta

kalimat berikutnya di'

ubah dan dibaca sebagai berikut :

Pasal

17

Selain

Pemerintah Daerah,

Pengelolaan sampah dapat juga

dilakukan

oleh Badan Swasta

lainnya

dengan

terlebih

dahulu mengajukan permohonan

ijin

kepada Bu- pati Kepala Daerah'

b.10.

Pasal 18 beserta

kalimat berikutnya

di- ubah dan dibaca sebagai berikut :

Pasaff

(1)

Ijin

berisikan

hak

dan kewajiban pe- megang

ijin

dalam melaksanakan pe- ngelolaan samPah.

(2)

Ijin

sebagaimana dimaksud ayat (1) di-

tetapkan

dengan KePutusan BuPati Kepala Daerah.

b.11.

Pasal "1? lama" diubah menjadi "pasal 19"

beserta kalimat berikutnYa.

b.12.

Pasal "18lama" diubah menjadi "pasal20"

beserta kalimat berikutnYa.

b.13.

Pasal "19lama" diubah menjadi "pasal21"

beserta kalimat berikutnYa.

b.14.

Pasal "20lama" diubah menjadi "pasal22"

beserta kalimat berikutnYa.

b.15.

Pasal 23 beserta

kalimat berikutnya di'

ubah dan dibaca sebagai berikut :

159

(6)

Pasal

23

Dilarang

menebang/mem otong/mencabuU merusak pohon di jalur hijau, taman-taman dan tumbuh-tumbuhan

di

sepanjang jalan kecuali apabila

hal

tersebut dilaksanakan oleh petugas untuk kepentingan Dinas.

b.16.

"BAB V" diubah menjadi "BAB VI" beserta kalimat berikutnya.

b.17.

Pasal 21 lama diubah menjadi "pasal24"

beserta kalimat berikutnya.

b.18.

Pasal

22 lama

diubah menjadi "pasal2b"

beserta kalimat berikutnya.

b.19. -

Pasal 23 lama diubah menjadi "pasal 26"

beserta

kalimat

berikutnya, dan

ayat

(1) tertulis kata "alat-alat" antara kata "mem-

perlihatkan"

dan

kata "vital"

seharusnya kata "alat".

f

U.zo. "BAB

VI"

diubah menjadi "BAB

VII,,

be-

serta

kalimat berikutnya, dan

"pasal 24 lama" diubah menjadi "pasal 2?" beserta kalimat berikutnya.

b.21. Pasal

28

beserta

kalimat berikutnya

di- ubah dan dibaca sebagai berikut :

Pasal

28

(1)

Dilarang

membawa

atau

memperli-

hatkan

senjata

tajam,

senjata

api

di

jalan,

taman dan tempat umum lain-

nya dimana

sedang diselenggarakan perayaan atau keramaian.

(2)

Ketentuan sebagaimana

dimaksud ayat (1)

tidak

berlaku bagi para petu- gas.

b.22.

Pasal 25 lama diubah menjadi "pasal 29"

beserta kalimat berikutnya dan pada

akhir

kalimat ditambah kalimat

baru

dibaca se- 160

(7)

bagaiberikut

:

"kecuali tempat yang telah

diijinkan

oleh

Bupati

Kepala Daerah

atau

pejabat yang ditunjuk".

b.23. "BAB

VII"

diubah dan dibaca sebagai beri-

kut

:

BAB VIII

TERTIB PEMELIIIARAAN

HE\trAN DAT{

BINATANG PIARAAN

b.24. Pasal26lama diubah menjadi "pasal 30".

b.24.L. ayat

(1) pada

akhir kalimat

di-

tambahkalimat

baru dan dibaca seba-gai berikut :

"dan membahayakan

lalu

lintas umum"'

b.24.2. antara kata

"setiap" pada awal

kalimat

dan

kata

"yattg" disisip- kan kata "orang" dan kalimat "da- lam pasal

ini"

antara angka "(1)"

dan kata "wajib" dihaPus.

b.25. Pasal

2?lama

diubah menjadi "pasal31"

dan

antara "hewan" dan kata "harus" di- sisipkan

kata'binatang

piaraan" serta pa-

da akhir kalimat

ditambah

kalimat

baru dan dibaca sebagai berikut :

"dan dipadatkan dengan baik".

b.26. "BAB

VIII"

diubah menjadi "BAB

IX'

dan pasal

28lama

diubah menjadi "pasal 32"

beserta kalimat berikutnya.

b.27. Pasal

29

lama diubah menjadi "pasal 33"

beserta kalimat berikutnya.

b.28. "Pasal 30lama" diubah menjadi "pasal 34"

dan kalimat "Dilarangmenjajakan . . . . dan seterusnya" menjadi ayat (1) serta ditam-

bahayat(2),(3) baru dan

dibaca sebagai 161

(8)

berikut:

(2) Dilarang menjajakan barang dagangan seperti kosmetika, alat-alat dapur atau keperluan

lainnya

dengan masuk' ru- mah tangga kecuali sudah melapor dan mendapat rekomendasi

dari

Kepala lingkungan.

(3)

Dilarang melakukan

usaha/kegiatan

sebagai tukang pijit kecuali

telah mendapat

ijin dari

Pejabat yang ber- wenang.

b.29.

Pasal 35 diubah dan dibaca sebagai beri-

kut:

Pasal

35

Setiap bangunan fasilitas umum baik kan-

tor milik

Pemerintah maupun

milik

swa3-

ta wajib untuk menyiapkan dan menugas- kan satuan pengaman.

b.30.

"BAB

IX'diubah

menjadi "BAB X".

b.31.

Pasal 31 lama diubah menjadi "pasal 36"

dan

setelah

"huruf d"

ditambah

"huruf

e

dan

f'baru

dan dibaca sebagai berilcut :

e.

membuang benda yang berbau busuk dan membuangbagian pohon atau tum- buh-tumbghan yang dapat mengganggu lingkungan keselamatan

umum

atau dapat menimbulkan bahaya sekeliling-

nya

pada tempat yang

telah

ditentu- kan.

f.

memberi penerangan lampu pada peka- rangan untuk menerangi jalan.

serta setelah ayat (1) ditambah ayat (2) ba-

ru

dan dibaca sebagai

berikut:

(2)

Dilarang

membongkar

atau

merubah

konstruksi bangunan trotoar

untuk

t62

(9)

kepentingan

penghuni sebelum men- dapat

ijin dari BuPati

KePala Dae-

rah atau Pejabat Yang

ditunjuk'

b.32. "BAB

X'diubah

menjadi "BAB XI".

b.33.

Pasal 3? diubah dan dibaca sebagai beri-

kut:

Pasal

37

(1) Kepala Daerah serta pejabat yang di- tunjuk dapat memerintahkan menutup rumah/tempat yang menurut keyakin- an meruPakan temPat

untuk

rnenam- pung WTS dan melakukan Perbuatan asusila.

(2)

Untuk

melaksanakan ketentuan seba-

gaimana dimaksud aYat (1)

KePala baerah atau pejabat yang ditunjuk me- nugaskan petugas untuk menempelkan salinan surat perintah penutupan ter- sebut Pada

rumah atau

Pekarangan- nya sedemikian rupa sehingga

terlihat

jelas dari jalan.

(3) Dilarang mengunjungi rumah yang te-

lah ditutup

berdasarkan ketentuan pada ayat (2).

(4) Penghuni

rumah yang telah ditutup

berdasarkan ketentuan pada

ayat

(1) dilarang menerima Pengunjung.

(5)

Tidak

dianggap sebagai pengunjung sebagaimana dimaksud ayat (3) dan (4) adalah:

a.

mereka Yang

tinggal

dan menetaP bersama-sama

di

dalam rumah

itu

demikian juga keluarganya.

b.

mereka Yang berada

di

rumah

itu

untuk menj alankan PekerjaannYa'

(10)

c.

petugas yang berada di tempat ter- sebut untuk kepentingan Dinas.

b.34.

Pasal 32 lama diubah menjadi "pasal 88"

beserta kalimat berikutnya

b.35.

"BAB

XI"

diubah menjadi "BAB

XII"

dan

"pasal 33 lama" diubah menjadi "pasal 39"

beserta kalimat berikutnya.

b.36.

"BAB

XII"

diubah menjadi "BAB

XIII"

dan

"pasal 34lama" diubah menjadi "pasal 40"

serta

ayat (1)

setelah angka "38" antara tanda "koma (,)" dan kata "dalam" disisip-

kan

angka

"34, 35,

gG,

97,88, gg"

dan

angka

"6 (enam)" antara kata

"selama- lamanya" dan kata "bulan" diubah menjadi

"3 (tiga)".

b.37.

"BAB

XIII"

diubah dan dibaca sebagai be-

rikut

:

BAB

XTV

PE NYID IKAN

b.38.

"Pasal35 lama" diubah menjadi "pasal 41"

serta

pada

ayat (2)

huruf

"a,

b, c, d,

e,

f,

g,

h, i" kata di

depan

kalimat

dimulai dengan

hurufkecil.

b.39.

"BAB

XIV'diubah

menjadi "BAB XV" dan

"pasal 36 lama" diubah menjadi pasal 42't.

b.40.

"BAB

XV'

diubah dan dibaca sebagai be-

rikut

:

BAB XYI

IGTENTUAI{

PENUTT]P

b.41.

"Pasal37lama" diubah menjadi "pasal48"

beserta kalimat berikutnya.

Penjelasan.

c.1.

Tanda

"titik (.)"

pada akhir kata "UMUM"

dihapus.

164

c.

(11)

c.2.

Tanda

"titik (.)"

pada

akhir

kata "PASAL DEMI PASAL" dihapus.

c.3.

Setelah kalimat "Pasal 37 : cukup jelas" di- tambah

kalimat baru

dan dibaca sebagai

' berikut:

Pasal 38

Pasal 39

Pasal 40 Pasal 41 Pasal 42 Pasal 43

cukup jelas.

cukup jelas.

cukup jelas.

cukup jelas.

cukup jelas.

cukup jelas.

Pasal

2

Keputusan

ini

mulai berlaku pada tanggal ditetap- kan.

Ditetapkandi :

D

enp asar.

Pada

tanggal :

12 September 1990.

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT

I

BALI, nd.

IDA BAGUS

OKA.

NIP. 130222536.

Keputusan

ini

disampaikan kepada :

1. Menteri Dalam Negeri cq.

Dir.

Jen. PUOD, Jalan Merdeka Utara Nomor 7 di Jakarta, disertai dengan Risalah Sidang dan Peraturan Daerah yang telah disahkan (3 expl) ;

2.

Ketua DPRD Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali di Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (1 expl) ;

3.

Kepala Inspektorat

Wilayah

Propinsi Daerah

Tingkat I Bali

di Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan

.

(1expl);

(12)

4.

Kepala Biro

BKLH

Setwilda

Tingkat I Bali di

Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (1 expl) ;

5.

Kepala Biro Keuangan Setwilda Tingkat

I

Bali di Denpasar, diser-

tai

dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (1 expl) ;

6.

Kepala

Biro

Bina Pemerintahan Setwilda

Tingkat I Bali di

Den- pasar,

disertai

dengan

Peraturan

Daerah

yang telah

disahkan (1 expl) ;

7.

Kepala Biro Hukum Setwilda Tingkat

I

Bali

di

Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (1 expl) ;

8.

Bupati Kepala Daerah Tingkat

II

Bangli di Bangli, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (1 expl) ;

9.

Ketua DPRD Kabupaten Daerah Tingkat

II

Bangli di Bangli, diser-

tai

dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (1 expl).

Diundangkan dalam Lembaran Daerah Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali

Nomor : 20L tanggal :

26 September 1990

Seri:DNomor:200.

Sekretaris Wilayah/Daerah, nd.

Drs. DEWA II{ADE

BERATIIA-

NIP.010049857.

166

Referensi

Dokumen terkait

Kepala Daerah Pengadaan barang dan pemborongan pekerjaan yang dilakukan dalam lingkungan Pemerintah Propinsi Daerah Tingkat I Bali sebagaimana di- maksud pada diktum

bahwa untuk mencapai hasil yang optimal di bidang Ke- sehatan perlu penetapan dan penataan Struktur Organi- sasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Farmasi dan

Penjelasan atas Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Jembrana Nomor 17 Tahun 1985 tentang Perubahan Pertama Kali Peratr:ran Daerah Tingkat II Jembrana Nomor

Kepala Biro Bina Pembangunan Daerah Sekretariat Wilayah/Daerah Tingkat I Bali di Denpasal, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (1 expl). Kepala Biro

Nomor 239 Tahun 1987 tentang Pengesahan Ang- garan Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Karangasem Tahun Anggaran

Kepala Biro Bina Pemerintahan Setwilda Tingkat I Bali di Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (1 expl) ;. Kepala Biro Hubungan Masyarakat

Kepala Biro Humas Setwilda Tingkat I Bali di Denpasar, disertai de- ngan Peraturan Daerah yang telah disahkan ( 1 expl. Kepala Biro Bina Pengembangan

Kepala Biro Bina Pengembangan Sarana Perekonomian Daerah Setwilda Tingkat I Bali di Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (1 expl.)