• Tidak ada hasil yang ditemukan

LEMBARAN DAERAH TENTANG. I 22 Januari 19g6 Nomor 1^gg.B42l

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LEMBARAN DAERAH TENTANG. I 22 Januari 19g6 Nomor 1^gg.B42l"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PROPINSI

NOMOR

:

98

LEMBARAN DAERAH

SERI: DNO.98

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT

I BALI

KEPUTUSAN GUBERNUR, KEPALA DAERAH TINGKAT

I BALI

NOMOR 182 TAHUN 1986

TENTANG

PENGESAHAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN DAERAH TING-

KAT II

BULELENG NOMOR 10

TAHUN

1985 TENTANG RETRIBUSI

PEMBERIAN

IZIN

TEMPAT USAIIA

GUBERNUR KEPALA DAERAH TINGKAT

I BALI,

DAERAH TINGKAT I BALI

TAHUN :

1986

Menimbang ;

a. bahwa rdaftar pengantar

Bupati

Kepala Daerah

ringkat

I 22

Januari

19g6 Nomor

1^gg.B42l

al

mohon pengesahan peraturan Da_

aerah Tingkat

II

Buleleng ;

b. bahwa

tiada

keberatan

untuk

mengesahkan peraturan Daerah dimaksud dengan perubahan;

c. bahwa pengesahan peraturan Daerah dimaksud huruf b,

perlu

ditetapkan dengan Keputusan Gubemur Kepala Daerah Tingkat

I

Bali.

Mengingat :

1. Undang-undang Gangguan

Umum

(Hinder ordenantie)

Tahun 1926 stbld rg26

yang telah beberapa kari di-

(2)

ubah dan.ditambah, terakhir dengan Stbld Tahun 1940 Nomgr 14 dan Nomor 450 :

2. Undang-Undang

Nomor 72 Drt Tahun 1957

tentang Peraturan

Umum Retribusi

Daerah (Lembaran Negara

Republik

Indonesia

Tahun

1957

Nomor

57; Tambah- an Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1288) ;

3. Undang-Undang

Nomor 64

Tahun 1958 tentang Pem- bentukan Daerah-Daerah Tingkat

I

Bali, Nusa Tenggara

Barat dan Nusa

Tenggara

Timur

(Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun

1958 Nomor 115; Tambah- an Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1649) ;

4. Und,ang-Undang

Nomor 69

Tahun 1958 tentang Pem- bentukan Daerah-Daerah Tingkat

II

dalam Wilayah Da- erah-Daerah

Tingkat I Bali,

Nusa Tenggara Barat dan

Nusa

Tenggara

Timur (Lembaran

Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 722; Tambahan Lembar- an Negara Republik Indonesia Nomor 1655) ;

5. Undang-Undang

Nomor 5

Tahun 1974 tentang Pokok-

Pokok

Pemerintahan

di Daerah (Lembaran

Negara

Republik

Indonesia

Tahun

1974

Nomor

38; Tambah- an Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3037) ;

6.

Sirrat

Keputusan Bersama

Menteri

Dalam Negeri dan

Menteri

perdaganga"

" -I"-"'

Nomor

?9.Tili",.T11

103 K/KP lV

l7l

tentang

Ketentuan-Ketentuan Kewenangan dalam memberikan

Izin Tempat

Usaha

dan Izin

Usaha Perdagangan yang diubah dengan Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri

dan

Menteri Perdagangan dan Koperasi Nomor

92 Tahun

1979

409lKPBlV 179 tentang Perubahan dan Tambahan atas Pasal 3 ayat

(3)

dari Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perdagangan

Nomor 56/Tahun 1971

tanggal

19 Mei

1971 tentang L03 AIKPIV 177

Ketentuan-Ketentuan Kewenangan dalam memberikan Izin Tempat Usaha dan Izin Usaha Perdagangan

;

\J

7. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 1960 tentang Penertiban Pungutan Daerah.

(3)

MEMUTUSKAN:

Menetapkan :

KEPUTUSAN

GUBERNUR KEPALA DAERAH

TING-

KAT I BALI

TENTANG PENGESAHAN PERATURAN

DAERAH

KABUPATEN

DAERAH TINGKAT II

BULE.

LENG NOMOR 10 TAHUN 1985 TENTANG RETRIBUSI PEMBERIAN

IZIN

TEMPAT USAHA

Pasal 1

Peraturan Daerah Kabupaten Daerah

Tingkat II

Buleleng

Nomor 10

Tahun 1985 tentang Retribusi Pemberian Izin Tempat Usaha.

Disahkan dengan perubahan sebagai berikut :

a. Penamaafr

Kata-kata

"RETRIBUSI

PEMBERIAN

IZIN

TEMPAT

USAHA"

sehamsnya

"BIAYA ADMINISTRASI IZIN

TEMPAT USAHA KECUALI PERUSAHAAN PENGGI-

LINGAN PADI, HULLER DAN

PENYOSOHAN BE- RAS''.

b. Pembukaan

b.1.

Menimbang huruf c diubah dan dibaca ;

c. bahwa berhubung

hal

dimaksud

huruf

a dan b, dipandang

perlu untuk

mengatur dan menetap_

kan

Biaya Administrasi

Izin

Tempat Usaha de- ngan Peraturan Daerah.

b.2.

Mengingat

b.2.1.

Angka

7

pada akhir kalimat ditambah kata- kata "yang diubah dengan Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perdagangan dan Koperasi

Nomor 92 Tahun 1979

4O9|KPBlV 179

tentang

perubah- an dan Tambahan atas Pasal 3 ayat (3) dari

Surat

Keputusan Bersama

Menteri

Dalam

Negeri dan Menteri

Perdagangan Nomor

(4)

56/Tahun 1971

tanggal 19 Mei 1971 ten- 103A/KP/V/71

tang Ketentuan-Ketentuan

Kewenangan Dalam Memberikan Izin Tempat Usaha dan Izin Usaha Perdagangan

".

b.2.2. Angka 8

beserta

kalimat berikutnya

di- hapus, angka 9 beserta kalimat berikutnya menjadi angka

8

beserta kalimat berikut- nya'

b.3.

Kalimat "Menetapkan : PERATURAN

dan seterusnya" seharusnya "Menetapkan : PERA-

TURAN DAERAH KABUPATEN

DAERAH

' TINGKAT II

BULELENG TENTANG

BIAYA

AD.

MINISTRASI IZIN

TEMPAT

USAHA

KECUALI

PERUSAHAAN PENGGILINGAN PADI,

HUL- LER DAN PENYOSOHAN BERAS''.

c. BatangTubuh

c.1.

Pasal 1

c.1.1. Huruf

c

di

depan kata "Kepala Daerah"di- tambah kata "BuPati".

c.L"2. Huruf d diubah dan

dibaca sebagai beri-

kut

;

d.

Izin

Tempat Usaha adalah

Izin

Tempat Usaha yang diberikan oleh Bupati Kepala Daerah, kepada setiap orang perseorang- an atau perserikatan atau Badan Hukum

untuk mendirikan atau

menggunakan tempat-tempat bekerja berdasarkan Un- dang-Undang Gangguan

(Hinder

Ordo-

nantie) Tahun 1926

Staatsblads Tahun 1926

Nomot

226 yang telah diubah dan

ditambah terakhir

dengan Staatsblads 1940 Nomor 14 dan Nomor 450 ;

c.1.3.

Huruf e diubah dan dibaca sebagai

berikut

l

e. Pengusaha adalah setiap

orang

perseo- rangan atau perserikatan atau Badan,Hu-

(5)

kum

yang menjalankan sesuatu jenis Pe-

rusahaan ;

c.L.4. Huruf f, kata "Tim"

Seharusnya "Team"

dan kata "Kepala Daerah" Seharusnya "Bu- pati Kepala Daerah".

c.1.5. Huruf g, kata "Retribusi

Pemberian" di antara kata "memungut" dan

"Izin"

Seha-

rusnya "Biaya Administrasi".

c.2. BAB II,

Kata-kata "RETRIBUSI

IZIN"

pada kali- maT

"TATA

CARA

PEMBERIAN

. . . dan seterusnya" Seharusnya

"BIAYA

ADMINISTRA- SI''.

c.3.

Pasal 2

c.3.1. Ayat

(1), Kata "Kepala" dihapus, kata "se-

tiap" ditulis

"Setiap".

c.3.2. Ayat (2)

kata-kata "Permohonan Kepada Kepala Daerah" Seharusnya "Permohonan

Izin

Tempat Usaha kepada

Bupati

Kepala Daerah".

c.3.3. Ayat (3),

kata-kata "Pasal

ini" di

antara kata "ayat

(2)"

dan kata "harus" pada kali- mat "Surat Permohonan

. . .

dan se-

terusnya" dihapus.

c.3.4. Ayat (3) huruf

a diubah dan dibaca sebagai

berikut

:

a. Gambar situasi bangunan tempat usaha

dalam

radius

dua ratus meter dari

ba-

ngunan tempat usaha tersebut.

c.3.5. Ayat (3) huruf f

dihapus dan huruf g men-

.

jadi huruf f.

c.3.6. Bentuk

Surat permohonan dimaksud ayat

(2)

ditetapkan lebih

lanjut

oleh Bupati Ke- pala Daerah.

c.3.

Pasal

3

ayat (2) kata

"5

(lima) tahun"

di

antara ka-

(6)

ta

"Selama" dan

kata "terhitung"

Seharusnya

"3

(tiga) tahun".

c.4.

Setelah pasal

3

ayat

(2)

ditambah ayat

(3)

dan

di

baca sebagai

berikut

:

(3).

Sebelum

waktu tersebut ayat (2)

habis

ijin

harus diperbaharui apabila .

a. memperluas pendirian

(tempat

usaha) di- maksud atau merubah Sifat/Jenis Usaha ;

b.

tempat

usaha

tidak

digunakan selama 3

(tiga) tahun kemudian digunakan kembali ;

c.

memperbaiki tempat usaha yang

rusak

. (rusak berat)

sebagai bencana yang dise- babkan

oleh Sifat

atau cara memperguna- kan tempat usaha.

c.5.

Pasal 4

c.5.1. Ayat (1),

kata-kata "diharuskan membayar Retribusi" di gntara kata "usaha" dan kata

"yang"

Seharusnya "dikenakan biaya Ad- ministrasi".

c.5.2. Ayat (2),

kata-kata "Retribusi Pemberian"

Seharusnya

"Biaya Administrasi" dan

di antara

kata "oleh"

dan kata "Kepala Dae- rah" disisipkan kata

"Bupati".

c.6.

Pasal 5 diubah dan dibaca sebagai

berikut

: Pasal 5

(1)

Biaya Administrasi Izin Tempat Usaha dimak-

sud

pasal

4 ayat (1)

dipungut oleh petugas pungut dan disetor

ke

Kas Daerah sesuai ke-

-r

tentuan yang berlaku.

(2)

Petugas pungut dimaksud

ayat (1)

diberikan imbalan berupa uang perangsang sesuai keten- tuan yang berlaku.

c.7.

Pasal 6

c.7.L. Ayat (1), kata-kata

"Setinggi-tingginya

(7)

Rp. 1.000,00"

seharusnya "Sebanyak-ba- nyakny.a Rp. 25.000,00".

c.7.2. Ayat (2),

kata-kata "Pasal

ini" di

antara 'kata

"ayat (1)"

dan kata

"dapat"

dihapus.

c.7.3. Ayat (3) diubah dan

dibaca sebagai beri-

kut

:

(3)

Pelanggaran dimaksud

ayat (1)

dapat mengakibatkan, pencabutan

Izin

Tem- pat Usaha.

c.8.

Pasal

8, kata "ditetapkan" di

antara

kata "ini,' dan kata

"dengan" Seharusnya

"diatur lebih

lan-

jut"

dan di antara kata "Keputusan" dan kata "Ke- pala Daerah" disisipkan kata

"Bupati".

d.Penjelasan

d.1.

Kata-kata "RETRIBUSI PEMBERIAN

IZIN

TEM-

PAT USAHA"

Seharusnya

"BIAYA

ADMINIS-

TRASI IZIN

TEMPAT USAHA

KECUALI

PERU- SAHAAN PENGGILINGAN

PADI

HULLER DAN PENYOSOHAN BERAS''.

d.2. Pada kata-kata "Retribusi"

Seharusnya "Biaya Administrasi".

d.3.

Pada Penjelasan Pasal demi Pasal, angka 3 diubah dan dibaca :

3. Pasal

2

ayat

(3) huruf a :

Team dalam melaksa-

nakan

tugasnya memeriksa Surat permohonan

Izin

Tempat Usaha harus memperhatikan Pera-

turan

Daerah Kabupaten Daerah Tingkat

II

Bu- leleng Tentang Rencana

Induk

Kota, serta pera-

turan lainnya yang menyangkut

pengaturan Wilayah dan Tata Ruang untuk Pembangunan.

Mengingat

pada

saat ditetapkannya Peraturan Daerah

ini

Peraturan Daerah tentang Rencana

Induk Kota

Singaraja dan Seririt belum ditetap-

kan, maka

Selama Peraturan Daerah tentang Rencana

Induk Kota

dimaksud belum ditetap-

kan,

Konsep/Pra Rancangan Peraturan Daerah

(8)

tersebut

dapat dipergunakan sebagai pedoman

dan

selanjutnya

mengikuti

perkembangan dari Konsep/Pra Rancangan Peraturan Daerah di- maksud.

Pasal 2

Keputusan

ini

mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkandi : Denpasar.

Pada

tanggal : 28 Juni

1986.

GUBERNUR KEPALA DAERAH

TINGKAT I

BALI,

ttd.

MANTRA.

NIP. 130095383.

Keputusan ini disampaikan kepada :

1.

Menteri Dalam Negeri cq. Dirjen PUOD, Jalan Merdeka Utara Nomor

7 di

Jakarta, disertai dengan Risalah Sidang dan Peraturan Daerah yang telah disahkan ( 3 expl. ).

2.

Ketua DPRD. Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali di Denpasar, disertai de- ngan Peraturan Daerah yang telah disahkan ( 1 expl. ).

3.

Kepala Inspektorat Wilayah Propinsi Daerah

Tingkat I Bali di

Den- pasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan ( 1 expl.).

4.

Ketua Bappeda Propinsi Daerah

Tingkat I Bali di

Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan ( 1 expl. ).

6.

Kepala

Biro

Keuangan Setwilda

Tingkat I Bali di

Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan ( 1 expl. ).

6.

Kepala

Biro

Humas Setwilda

Tingkat I

Bali

di

Denpasar, disertai de- ngan Peraturan Daerah yang telah disahkan ( 1 expl. ).

7.

Kepala

Biro Bina

Pengembangan Sarana Perekonomian Daerah Set-

" wilda Tingkat I Bali di

Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan ( 1 expl. ).

(9)

8.

Kepala Dinas Pendapatan propinsi Daerah Tingkat

I

Bali di Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan ( 1 expl. ).

9.

Bupati Kepala Daerah

ringkat II

Buleleng

di

singaraja disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan ( 1 expl. ).

10'

Ketua DPRD. Kabupaten Daerah

ringkat II

Buleleng

di

singaraja, di- 1--sertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan ( 1 expl. ).

Diundangkan dalam Lembaran

Daerah Propinsi Daerah Tingkat

I

Bali

Nomor : 98

tanggal

:

21'O-ktober 19g6

Seri : D Nomor:98.

Sekretaris Wilayah/Daerah,

ttd.

Drs. SEMBAH SUBHAKTI.

NIP.010023939.

72

Referensi

Dokumen terkait

Secara garis besar, ancaman tersebut dapat kita bagi menjadi dua bagian yaitu malpractice (salah mengobati) yang terkait dengan penguasaan ilmu kedokteran seorang dokter

Kepala Biro BKLH Setwilda Tingkat I Bali di Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (1 expl) ;. Kepala Biro Keuangan Setwilda Tingkat I

bahwa untuk mencapai hasil yang optimal di bidang Ke- sehatan perlu penetapan dan penataan Struktur Organi- sasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Farmasi dan

Kepala Biro Bina Pembangunan Daerah Sekretariat Wilayah/Daerah Tingkat I Bali di Denpasal, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (1 expl). Kepala Biro

Kepala Biro Bina Pemerintahan Setwilda Tingkat I Bali di Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (1 expl) ;. Kepala Biro Hubungan Masyarakat

Kepala Biro Bina Pengembangan Sarana Perekonomian Daerah Setwilda Tingkat I Bali di Denpasar, disertai dengan Peraturan Daerah yang telah disahkan (1 expl.)

( Suroso) Berdasarkan beberapa pengertian diatas maka arti dari galeri seni rupa yaitu suatu tempat yang dapat menjadi wadah bagi kegiatan pameran dan workshop atau lainnya

Beberapa efek samping menjadi resiko potensial bagi pasien yang diterapi jangka panjang sehingga perlu dilakukan monitoring terhadap potensi interaksi dari obat