• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGANTAR MAKRO EKONOMI ISLAM. Yuli Utami, M.Ec

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGANTAR MAKRO EKONOMI ISLAM. Yuli Utami, M.Ec"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

PENGANTAR MAKRO EKONOMI ISLAM

Yuli Utami, M.Ec

(2)

Makro Ekonomi

Materi Kuliah:

Pengantar

Perbedaan mikro dengan makro ekonomi

Asal usul ilmu ekonomi makro

Perhatian ilmu ekonomi makro

Peran Pemerintah dalam bidang ekonomi

Menghitung pendapatan nasional

Perekonomian pasar uang

Perekonomian pasar barang (2 sektor; 3 sektor; 4 sektor)

Menghitung pendapatan nasional perekonomian pasar barang

Masalah-masalah ekonomi makro

Keseimbangan pasar uang dengan pasar barang

Buku-buku referensi:

N. Gregory Mankiw, Pengantar Ekonomi Makro

Adiwarman A Karim, Ekonomi Islam: Suatu Kajian Ekonomi Makro

___________________, Makro Ekonomi Islam

Muhammad, Kebijakan Fiskal dan Moneter dalam Ekonomi Islam

(3)

Pengertian, Permasalahan, Tujuan dan Variabel Ekonomi Makro

Pengertian

◦ Ilmu yang mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan (agregat).

◦ Yang dimaksud variabel keseluruhan adalah variabel tingkat pendapatan nasional, konsumsi rumah tangga, investasi

nasional, tingkat tabungan, belanja pemerintah, tingkat harga umum, jumlah uang beredar (inflasi), kesempatan kerja, neraca pembayaran

Permasalahan

◦ Inflasi

◦ Pengangguran

◦ Neraca pembayaran yang timpang

◦ Pertumbuhan penduduk yang tinggi

◦ Peningkatan kapasitas produksi

(4)

PERBEDAAN MIKRO DGN MAKRO EKONOMI

Mikro mempelajari fungsi masing-masing industri dan perilaku masing-masing unit pengambilan

keputusan, khususnya perusahaan bisnis dan rumah tangga

Makro mempelajari atau memusatkan perhatian pada faktor-faktor yang mempengaruhi produksi produk-2 tertentu dan perilaku masing2 industri, tetapi pada penentu jumlah keluaran nasional total

Mikro keputusan ekonomi individual

Makro keputusan ekonomi agregatif

Prinsip ekonomi mikro melandasi analisis ekonomi

makro

(5)

Perbedaan Mikro Ekonomi dgn Makro Ekonomi

Konsumsi Produksi Harga Ketenaga- kerjaan Mikro Konsumsi

Individu

Jumlah

produksi suatu perusahaan

Harga setiap barang/ jasa

Kebutuhan tenaga kerja satu

perusahaan Makro Konsumsi

Negara

Jumlah produksi nasional

Harga barang/

jasa secara keseluruhan

Kebutuhan tenaga kerja secara

keseluruhan

(6)

AKAR ILMU EKONOMI MAKRO

 DEPRESI BESAR

◦ Model Klasik

 Ahli ekonomi menerapkan model ekonomi mikro (model Klasik) pada masala perekonomian yang luas, contoh:

Analisis penawaran dan permintaan klasik mengasumsikan bahwa penawaran tenaga kerja yang berlebih akan

menyebabkan turunnya upah ke tingkat keseimbangan baru;

akibatnya, pengangguran tidak bertahan lama.

◦ Revolusi Keynesian

John Meynard Keynes (The General Theory of Employment, Interest dan Money, 1936)

Bukan harga dan upah yang menentukan tingkat peluang kerja, melainkan tingkat permintaan agregat akan barang dan jasa.

Campur tangan pemerinta perlu disertakan dalam

perekonomian untuk mempengaruhi tingkat keluaran dan peluang kerja. Caranya: pemerintah merangsang permintaan agregat untuk mengangkat ekonomi keluar dari resesi

(7)

AKAR ILMU EKONOMI MAKRO

EKONOMI MAKRO BARU

Penyesuaian perekonomian secara tepat pada tahun 1960-an

Ungkapan Walter Heller penasihat ekonomi Presiden

Kennedy dan johnson: penyesuaian perekonomian secara tepat sebagai peran pemerintah dalam mengatur inflasi dan pengangguran

Ketidaksesuaian dengan kenyataan sejak tahun 1970- an

Sejak tahun 1970-an perekonomian AS mengalami

serangkaian fluktuasi besar dalam tingkat peluang kerja, keluaran, dan inflasi.

Tahun 1974-75 dan 1980-82 AS mengalami resesi hebat, akibatnya jutaan orang kehilangan pekerjaan dan

mengakibatkan kerugian besar karena kehilangan keluaran dan pendapatan

Terjadi Stagflasi (Stagnasi + Inflasi)  bila tingkat harga keseluruhan naik cepat (inflasi) selama periode resesi atau tingkat pengangguran tinggi dan lama (stagnasi)

(8)

PERHATIAN ILMU EKONOMI MAKRO

Perhatian utama:

Inflasi

Pertumbuhan keluaran (output) atau konjungtur bisnis

Pengangguran

Kebijakan Pemerintah:

Kebijakan fiskal  kebijakan menyangkut pajak dan keluaran

Kebijakan moneter  alat yang digunakan oleh bank sentral untuk mengendalikan pasokan (penawaran)

uang Kebijakan pertumbuhan (sisi penawaran)  kebijakan

pemerintah yang berfokus pada penawaran agregat

dan kenaikan produksi dan bukannya merangsang

permintaan agregat

(9)

KOMPONEN EKONOMI MAKRO

Fokus komponen ekonomi makro:

Rumah tangga (sektor rumah tangga/ek. satu sektor)

Perusahaan (sektor swasta/ek. dua sektor)

Pemerintah (sektor publik/ek. tiga sektor)

Luar negeri (sektor internasional/ek. Empat sektor)

Hubungan empat komponen tergambar dalam

diagram arus melingkar, yang menunjukkan

pendapatan yang diterima dan pembayaran

yang dilakukan oleh masing-masing sektor

perekonomian

(10)

Diagram Arus Melingkar

Pemerintah

Perusahaan Rumah

Tangga Luar Negeri

Pembelian barang & jasa

Pajak

Pajak

Pembayaran gaji, bunga,

transfer

Gaji, bunga, dividen, laba dan sewa

Pembelian barang &

jasa buatan luar negeri (Import) Pembelian barang &

jasa buatan dalam negeri oleh orang asing (eksport)

Pembelian barang &

jasa

(11)

Tiga Pasar Dasar

Pemerintah

Perusahaan Rumah Tangga Luar Negeri

PASAR BARANG DAN JASA

PASAR TENAGA

KERJA

PASAR UANG/

MODAL

(FINANSIAL MARKET)

(12)

METODOLOGI ILMU EKONOMI MAKRO

AS

AD P

0 Y P*

Y*

(13)

TREND DAN SIKLUS PEREKONOMIAN SUATU NEGARA

GDP

0 t

Pertumbuhan

Lembah

A

Puncak

(14)

Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara

Mazhab Klasik

Pelopornya : Adam Smith (An Inquiry into The Nature and Causes of The Wealth of Nations)

◦ Berpandangan fenomena ekonomi sebagai fenomena alam yang selalu bersifat eksak dengan ketentuan hukum alam

Asusmsinya : perfect competition = perilaku ekonomi sama dengan keteraturan alam seiring dengan adanya pengatur yang tidak kentara invinsible hand.

Dasar Filsafatnya :

Laisses faire = setiap individu bebas dalam melakukan kegiatan ekonomi apapun

◦ Perekonomian tidak akan terjadi kekurangan permintaan, sehingga pada akhirnya penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu tercapai (tidak ada pengangguran)

Hukum Say (Jean Batiste Say) = supply creates its own demand)

(15)

Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara

Corak Kegiatan Ekonomi

Corak perekonomian berbentuk : Perekonomian bersifat subsisten dan bersifat modern

Ekonomi Subsisten = di dalamnya terdapat dua pelaku ekonomi (produsen dan rumah tangga)  Y = C (pendapatan upah untuk beli barang produksi)

Produsen Konsumen/

RM Tangga

Tenaga kerja/jasa tenaga kerja Upah/gaji

Pembayaran Produk/Barang

(16)

Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara

Corak Kegiatan Ekonomi Modern

Ekonomi Modern = di dalamnya terdapat lebih dua pelaku ekonomi (produsen dan rumah tangga, lembaga keuangan dan investor)  Y = C + S + I

Produsen Konsumen/

RM Tangga

Pengeluaran Konsumsi Produk/Barang

Tenaga Kerja Upah/Gaji

Investor Bank

Tabungan Investasi

Pinjaman

(17)

Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara

Penentu Tingkat Kegiatan Perekonomian

Faktor harus dipenuhi agar kondisi full-employment, yaitu sebagai berikut :

 Jumlah barang modal yang dipergunakan dalam perekonomian

 Jumlah dan kualitas tenaga kerja yang bersedia

 Jumlah dan jenis kekayaan alam yang digunakan

 Tingkat teknologi yang dipergunakan

◦ Notasi ekonominya :

Y = f [M, TK, Q, T]

(18)

Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara

Keynesian

Tokoh John Maynard Keynes  pelopor teori dan kebijakan ekonomi modern.

Buku terkenalnya = The General Theory of Employment, Interest and Money

Campur tangan pemerintah bukan hanya sekedar Night Guard, melainkan juga ikut langsung menentukan dan mengarahkan perekonomian ke arah yang lebih baik melalui kebijakan

ekonomi

Dasar Filsafat :

Dalam perekonomian, pihak swasta tidak sepenuhnya diberikan kekuasaan untuk mengelola perekonomian, karena pada

kondisi tertentu sebagaimana pandangan kaum sosialis

menyatakan bahwa pihak swasta selalu mementingkan dirinya sendiri yaitu untuk mendapatkan keuntungan

Keynes tidak percaya dengan kekuatan dari laissez faire yang dapat mengoreksi diri sendiri untuk mencapai kondisi full

employment.

(19)

Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara

Pandangan Keynes : kegiatan perekonomian

Fleksibilitas tingkat bunga terhadap tabungan dan investasi

Keynes tidak sependapat dengan kaum klasik  besar kecilnya tingkat tabungan juga ditentukan oleh besar kecilnya tingkat pendapatan dan kecenderungan mengkonsumsi.

Tingkat upah dan pengangguran

Tingkat upah sehubungan dengan penawaran tenaga kerja yang melebihi permintaannya yang berdasarkan analisis klasik jumlah yang dibutuhkan

Manakala tingkat upah turun, maka tingkat pendapatan pun akan turun, dan selanjutnya daya beli akan turun dan tentu saja

pengeluaran masyarakat akan semakin berkurang  kelebihan kapasitas produksi.

Faktor Penentu Kegiatan Ekonomi Negara

Kegiatan perekonomian suatu negara adalah tingkat permintaan efektif, yaitu permintaan yang disertai oleh kemampuan untuk

membayar barang dan jasa yang diminta  permintaan agregatif (C, I, G, X – M).

Notasi ekonomi Keynsian =

Y = AE = C + I + G + (X – M)  AE = Agregat Expenditure

(20)

THE ROLE, FUNCTION AND

PARTICIPATION OF GOVERNMENT IN ECONOMIC(1)

 Role and Function of Government in Economy

◦ Poverty, Employment and Growth

◦ Establishment of Equitable Distribution of Income and Wealth

 Islam Urges Equality of Opportunity

 Islamic Mechanisms to Reduce Inequality in Income and Wealth

◦ Establishment of Socio-economic Justice

 Justice in Production

 Justice in Consumption

 Justice in Distribution

◦ Sustaining a Conducive Environment for

Economic Activities

(21)

THE ROLE, FUNCTION AND PARTICIPATION OF GOVERNMENT IN ECONOMIC (2)

Participation of Government in Economy

Conventional Perspective

Classic : Not any government interference in an economy. The market should be allowed to operate on its own, of course, the invisible hand of the nature will take care of it. The economy will always be at equilibrium without any government intervention, they determined by the demand and supply in market.

Keynes : Many particular cases for vital government participation in an economy. Government policy is needed to guide, correct and supplement its operation in certain aspects.

Islamic Perspective

Government to save the economic and other aspects of muslim life from all evils.

Government is entitled to interfere in the private right of ownership to preserve social interest

The economic rationale of government participation in an economy can also be established through the concept of Fard Kifayah.

Islamic government is responsible to guarantee the basic needs of all.

(22)

THE GOVERNMENT APPROACH TO ECONOMIC MANAGEMENT (1)

 Some Approachable Aspects for an Islamic Government

 Spiritual and Material

Functions of an Islamic

Governtmen

(23)

THE GOVERNMENT APPROACH TO ECONOMIC MANAGEMENT (2)

Some Approachable Aspects for an Islamic Government

Islamic Government has the responsibility to provide all necessities of life that would

enhance the standars of living as a whole:

QS 16: 97; 22: 77; 2: 286; 1 : 185.

Islamic government should create a brotherly environment within and outside the country conducive to economic activities

Islamic government to free the entire

economy and its affairs of moral corruption.

Islamic government should attempt to a goal of human welfare

What now

(24)

THE GOVERNMENT APPROACH TO ECONOMIC MANAGEMENT (3)

 Spiritual and Material Functions of an Islamic Governtmen,

◦ Spiritual Upliftment:

 Create to inculcating Islamic spiritual values

 Education system with Islamic principles

 Enforce the prescribed penalties for any violation of Islamic rules and values

◦ Material Development

 Has enunciated six basic need -->

maximise the material welfare

Education and training

Employment

Adequate food and clothing

Comfortable housing

Appropriate healthy environment

(25)

ECONOMIC FUNCTIONS ON

AN ISLAMIC GOVERNMENT (1)

These functions are essential in order for an economy to operate smoothly and

successfully

Poverty, Employment and Growth

Establishment of Equitable Distribution of Income and Wealth

Establishment of Socio-economic Justice

Sustaining a Conducive

Environment for Economic

Activities

(26)

ECONOMIC FUNCTIONS ON

AN ISLAMIC GOVERNMENT (2)

Poverty, Employment and Growth

The full and efficient employment of all human and natural resources;

The eradication of poverty and

fulfillment of basic human needs, and

The optimum rate of economic growth.

The role of government is of primary importance building

social infra-structure as well as the formation of economic

planning which have tremendous impact on the eradication of

poverty.

(27)

ECONOMIC FUNCTIONS ON

AN ISLAMIC GOVERNMENT (4)

 Equitable Distribution of Income and Wealth

◦ Islam urges Equality of Opportunity

 Islam advocate equality of opportunity among the people of the society as a whole

 Everyone would freely be able to earn wealth in accordance with their physical and mental abilities and efficiencies without having faced any legal or social restriction

◦ Islamic Mechanism to Reduce Inequality in Income and Wealth

 Islam strongly encourages the rice to spend for people in the lower income group over and above compulsory payments so that wealth would trickle-down among the various classes of society.

(28)

ECONOMIC FUNCTIONS ON

AN ISLAMIC GOVERNMENT (6)

 Establishment of Socio-economic Justice

◦ Justice in Production

Government should make sure of two things :

No exploitation is present in the production process

No illicit method is pursued to acquire wealth

◦ Justice in Consumption

Fulfillment of the basic needs of everyone in society

Supervision of observance of norms and values of consumption

◦ Justice in Distribution

Justice and benevolence are two main principles of distribution in Islam.

Supervision in the process distribution of income and wealth :

No concentration of wealth in hands of only a few members of society

Every factor of production gets its just share from the production process.

(29)

ECONOMIC FUNCTIONS ON

AN ISLAMIC GOVERNMENT (7)

 Sustaining a Conducive

Environment for Economic Activities :

◦ A peaceful social environment is one of the determinants of growth

◦ The Islamic government is to ensure the full observance of those divine principles to provide security to life and property in the economy

◦ Government role in an economy to

maintain law and order in society.

(30)

GOVERNMENT POLICY IN AN ISLAMIC ECONOMY (1)

 Islamic Economic --> human welfare

 Human welfare --> fiscal policy

 Fiscal policy --> ideological orientation

◦ Taxation in an Islamic Economy

◦ Justifying Necessities for Taxation in an Islamic Economy

◦ Determination of tax Payers,

Procedures of Tax Assessment and Collection in an Islamic Economy

◦ Other Means of Acquiring Resources for an Islamic Government

◦ Public Expenditure in an Islamic State

Policy

(31)

ECONOMIC FUNCTIONS ON

AN ISLAMIC GOVERNMENT (5)

Establishment of Socio-economic Justice

Government has a great responsibility rendering justice to its society, it

function of economics affair implies :

Levy an affordable rate of taxes

Justly allocate its resources among the sectors of the economy

Provide equal opportunity to all productive sector

Regulate the wages and prices in the economy

Prohibit those practices which entail injustice

Ensure a good balance between the

material and spiritual development of the people

(32)

MENGUKUR OUTPUT &

PENDAPATAN NASIONAL

 Ekonomi makro mengandalkan data

 Data diperoleh dari sumber data, yaitu:

laporan pendapatan nasional dan neraca produk

 Fungsi Laporan Pendapatan Nasional dan Neraca Produk:

◦ Untuk menyampaikan data tentang kinerja ekonomi

◦ Untuk pembandingan produk dari satu

waktu ke waktu lain

(33)

Macam Pendapatan Nasional

Gross National Product/GNP

Nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam suatu periode tertentu (satu tahun) yang diukur dengan satuan uang

GNP dihitung dengan menjumlahkan semua nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara tersebut ditambah dengan penduduk negara tersebut yang ada di luar negeri

Gross Domestic Product/GDP

Nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam suatu periode tertentu yang

menjumlahkan semua hasil dari warga negara yang

bersangkutan ditambah warga negara asing yang

bekerja di negara yang bersangkutan

(34)

Metode Menghitung Pendapatan Nasional

Metode Produksi

Didasarkan pada penjumlahan nilai produksi yang dihasilkan oleh sektor produksi {Y= P

qn

xQ

in

} atau dengan menghitung nilai tambah Y= NTB = NTM

1

+ NTM

2

+…+ NTM

9

Menurut BPS sektor tersebut meliputi:

 Pertanian; Pertambahan & Penggalian; Industri

pengolahan; Listrik, gas dan air bersih; Bangunan;

Perdagangan, restoran, dan hotel; Pengangkutan dan komunikasi; Keuangan, persewaan bangunan dan jasa perusahaan; Jasa-jasa

Contoh: Biji gandum/kg dijual Rp. 1500; Gandum  terigu= 2000; Terigu  roti = 3000; Roti  roti

bakar = 3500

(35)

Metode Menghitung Pendapatan Nasional

 Metode Pendapatan

◦ Metode ini menjumlahkan semua pendapatan dari faktor produksi dalam perekonomian:

Tenaga kerja (W)

Modal (i)

Tanah (R)

Skill/entrepreneurship (P)

◦ Rumus = Y = YW + Yi + YR + YP

◦ Hasil perhitungan ini sering disebut dengan

pendapatan nasional (National Income=NI)

(36)

Metode Menghitung Pendapatan Nasional

 Metode Pengeluaran/Penggunaan

◦ Metode ini menghitung pendapatan nasional

dengan cara menjumlahkan semua pengeluaran, baik yang dilakukan:

 Rumah tangga konsumen (C)

 Rumah tangga swasta/produsen (I)

 Rumah tangga pemerintah (G)

 Export netto (X – M)

◦ Secara matematik dirumuskan

 Y = AE = C + I + G + (X – M)  AE = Agregate Expenditure

◦ Hasil perhitungan dengan metode ini sering

disebut dengan Produksi Nasional Brutto (GNP)

(37)

Produk Domestik Bruto

Produk domestik Bruto = Gross Domestic Product merupakan konsep kunci dalam laporan pendapatan dan neraca produk nasional

GDP = nilai pasar keluaran total sebuah negara, yaitu nilai pasar semua barang jadi dan jasa akhir yang

diproduksi selama periode waktu tertentu oleh faktor- faktor produksi yang berlokasi di dalam suatu negara

Barang jadi dan jasa akhir = barang dan jasa yang diproduksi untuk penggunaan akhir

Barang intermediate = barang yang diproduksi oleh perusahaan untuk diolah lebih lanjut oleh perusahaan lain.

Nilai tambah = perbedaan antara nilai barang ketika

meninggalkan tahap produksi dan biaya barang ketika

memasuki tahap produksi

(38)

Hubungan PNB, PN, Pendapatan

Pribadi dan Pendapatan Disposible

Pendapatan nasional sebenarnya dihitung dari:

GNP – (Penyusutan + Pajak Tidak Langsung +

Transfer Payment Perusahaa + Kesalahan Statistik) + Subsidi kepada Perusahaan Pemerintah

Pendapatan pribadi = semua jenis pendapatan (termasuk pdptan yang diperoleh tanpa

memberikan sesuatu kegiatan apa pun yang diterima oleh penduduk suatu negara)

Pendapatan disposible = pendapatan yang menjadi hak penduduk yang dapat

dibelanjakan tanpa tanggungan yang menjadi

kewajibannya

(39)

Hubungan PNB, PN, Pendapatan

Pribadi dan Pendapatan Disposible

 Dalam perhitungan pendapatan nasional, digunakan dua macam harga, yaitu:

◦ Harga Konstan (Hk)

◦ Harga Yang Berlaku (Hb)

 Indeks harga = perbandingan antara

pendapatan nasional nominal dengan

pendapatan nasional riil

(40)

Produk Domestik Bruto Negara X

Tahun Produk Jumlah Harga NTBhb NTBhk 1990 1990

1991 1992

X X X

10 20 25

10 15 17

100 300 425

100=(10X10) 200=(10X20) 250=(10X25) 1990

1991 1992

Y Y Y

15 30 50

5 6 6,5

75 180 325

75=(5X15) 150=(5X30) 250=(5X50) 1990

1991 1992

Z Z Z

30 60 70

2 2,5

3

60 150 210

60=(2X30) 120=(2X60)

140=(2x70) PDBhb = tahun 1990 = 100+75+60 = 235

tahun 1991 = 300+180+150 = 630 tahun 1992 = 425+325+210 = 960 PDBhk90 tahun 1990 = 100+75+60 = 235

tahun 1991 = 200+150+120 = 470 tahun 1992 = 250+250+140 =640

Gambar

Diagram Arus Melingkar Pemerintah Perusahaan Rumah  TanggaLuar NegeriPembelian barang & jasa

Referensi

Dokumen terkait

Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun;

Gross National Product (GNP) merupakan nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun, termasuk hasil produksi barang

Jumlah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh warga negara termasuk warga negara yang tinggal di luar negeri, tapi tidak termasuk hasil-hasil warga negara asing yang

• SUATU PASAR YANG MENUNJUKKAN KEGIATAN SUATU NEGERA DALAM MENGEKSPOR BARANG DAN JASA KE LUAR NEGERI DAN MENGIMPOR BARANG DAN JASA DARI LUAR NEGERI.. ARTI &

produk nasional bruto atau Gross National Product (gnp) adalah seluruh produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara dalam kurun waktu satu tahun termasuk

Kuota adalah kebijakan pemerintah untuk membatasi barang-barang yang masuk dari luar negeri.Barang-barang yang boleh di impor tetapi terbatas seperti, barang yang dapat dihasilkan

PDB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang

Barang Jasa Menjadi Alat Pemuas Mempunyai Nilai Guna (Utility) Kebutuhan Manusia (human need) Muncul Masalah Ekonomi Distribusi Barang dan Jasa Peningkatan GDP dan