PENGANTAR MAKRO EKONOMI ISLAM
Dadang Mulyana AMd., SH., ME.
Makro Ekonomi
Pengantar
Perbedaan mikro dengan makro ekonomi
Asal usul ilmu ekonomi makro
Perhatian ilmu ekonomi makro
Peran Pemerintah dalam bidang ekonomi
Menghitung pendapatan nasional
Perekonomian pasar uang
Perekonomian pasar barang (2 sektor; 3 sektor; 4 sektor)
Menghitung pendapatan nasional perekonomian pasar barang
Masalah-masalah ekonomi makro
Keseimbangan pasar uang dengan pasar barang
Pengertian, Permasalahan, Tujuan dan Variabel Ekonomi Makro
Pengertian
Ilmu yang mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan (agregat).
Yang dimaksud variabel keseluruhan adalah variabel tingkat pendapatan nasional, konsumsi rumah tangga, investasi
nasional, tingkat tabungan, belanja pemerintah, tingkat harga umum, jumlah uang beredar (inflasi), kesempatan kerja, neraca pembayaran
Permasalahan
Inflasi
Pengangguran
Neraca pembayaran yang timpang
Pertumbuhan penduduk yang tinggi
Peningkatan kapasitas produksi
PERBEDAAN MIKRO DGN MAKRO EKONOMI
Mikro mempelajari fungsi masing-masing industri dan perilaku masing-masing unit pengambilan keputusan, khususnya perusahaan bisnis dan rumah tangga
Makro mempelajari atau memusatkan perhatian pada faktor-faktor yang mempengaruhi produksi produk-2 tertentu dan perilaku masing2 industri, tetapi pada penentu jumlah keluaran nasional total
Mikro keputusan ekonomi individual
Makro keputusan ekonomi agregatif
Prinsip ekonomi mikro melandasi analisis ekonomi
makro
Perbedaan Mikro Ekonomi dgn Makro Ekonomi
Konsumsi Produksi Harga Ketenaga- kerjaan Mikro Konsumsi
Individu
Jumlah produksi suatu
perusahaan
Harga setiap barang/ jasa
Kebutuhan tenaga kerja satu
perusahaan Makro Konsumsi
Negara
Jumlah produksi nasional
Harga
barang/ jasa secara
keseluruhan
Kebutuhan tenaga kerja secara
keseluruhan
AKAR ILMU EKONOMI MAKRO
DEPRESI BESAR
◦ Model Klasik
Ahli ekonomi menerapkan model ekonomi mikro (model Klasik) pada masala perekonomian yang luas, contoh:
◦
Analisis penawaran dan permintaan klasik mengasumsikan bahwa penawaran tenaga kerja yang berlebih akan
menyebabkan turunnya upah ke tingkat keseimbangan baru;
akibatnya, pengangguran tidak bertahan lama.
◦ Revolusi Keynesian
John Meynard Keynes (The General Theory of Employment, Interest dan Money, 1936)
◦
Bukan harga dan upah yang menentukan tingkat peluang kerja, melainkan tingkat permintaan agregat akan barang dan jasa. Campur tangan pemerinta perlu disertakan dalam perekonomian untuk mempengaruhi tingkat keluaran dan peluang kerja. Caranya: pemerintah merangsang
permintaan agregat untuk mengangkat ekonomi keluar dari
resesi
AKAR ILMU EKONOMI MAKRO
EKONOMI MAKRO BARU
◦ Penyesuaian perekonomian secara tepat pada tahun 1960-an
Ungkapan Walter Heller penasihat ekonomi Presiden Kennedy dan johnson: penyesuaian perekonomian secara tepat sebagai peran pemerintah dalam mengatur inflasi dan pengangguran
◦ Ketidaksesuaian dengan kenyataan sejak tahun 1970-an
Sejak tahun 1970-an perekonomian AS mengalami serangkaian fluktuasi besar dalam tingkat peluang kerja, keluaran, dan inflasi.
Tahun 1974-75 dan 1980-82→ AS mengalami resesi hebat, akibatnya jutaan orang kehilangan pekerjaan dan mengakibatkan kerugian besar karena kehilangan keluaran dan pendapatan
Terjadi Stagflasi (Stagnasi + Inflasi) → bila tingkat harga
keseluruhan naik cepat (inflasi) selama periode resesi
atau tingkat pengangguran tinggi dan lama (stagnasi)
PERHATIAN ILMU EKONOMI MAKRO
Perhatian utama:
◦ Inflasi
◦ Pertumbuhan keluaran (output) atau konjungtur bisnis
◦ Pengangguran
Kebijakan Pemerintah:
◦ Kebijakan fiskal → kebijakan menyangkut pajak dan keluaran
◦ Kebijakan moneter → alat yang digunakan oleh bank sentral untuk mengendalikan pasokan (penawaran) uang
◦ Kebijakan pertumbuhan (sisi penawaran) → kebijakan pemerintah yang berfokus pada penawaran agregat dan kenaikan produksi dan bukannya merangsang permintaan agregat
KOMPONEN EKONOMI MAKRO
Fokus komponen ekonomi makro:
◦ Rumah tangga (sektor rumah tangga/ek. satu sektor)
◦ Perusahaan (sektor swasta/ek. dua sektor)
◦ Pemerintah (sektor publik/ek. tiga sektor)
◦ Luar negeri (sektor internasional/ek. Empat sektor)
Hubungan empat komponen tergambar dalam diagram arus melingkar, yang menunjukkan pendapatan yang diterima dan pembayaran yang dilakukan oleh masing-masing sektor
perekonomian
Diagram Arus Melingkar
Pemerintah Perusahaan
Rumah Tangga Luar Negeri
Pembelian barang & jasa
Pajak
Pajak
Pembayaran gaji, bunga,
transfer
Gaji, bunga, dividen, laba dan
sewa
Pembelian barang
& jasa buatan luar negeri (Import) Pembelian barang
& jasa buatan dalam negeri oleh orang asing
(eksport)
Pembelian barang
& jasa
Tiga Pasar Dasar
Pemerintah
Perusahaan Rumah Tangga Luar Negeri
PASAR BARANG DAN JASA
PASAR TENAGA
KERJA
PASAR UANG/
MODAL (FINANSIAL
MARKET)
METODOLOGI ILMU EKONOMI MAKRO
AS
AD P
0 Y P*
Y*
TREND DAN SIKLUS PEREKONOMIAN SUATU NEGARA
GDP
0 t
Pertumbuhan
Lembah
A
Puncak
Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara
Mazhab Klasik
Pelopornya : Adam Smith (An Inquiry into The Nature and Causes of The Wealth of Nations)
Berpandangan fenomena ekonomi sebagai fenomena alam yang selalu bersifat eksak dengan ketentuan hukum alam
Asusmsinya : perfect competition = perilaku ekonomi sama dengan keteraturan alam seiring dengan adanya pengatur yang tidak kentara invinsible hand.
Dasar Filsafatnya :
Laisses faire = setiap individu bebas dalam melakukan kegiatan ekonomi apapun
Perekonomian tidak akan terjadi kekurangan permintaan, sehingga pada akhirnya penggunaan tenaga kerja
penuh akan selalu tercapai (tidak ada pengangguran)
Hukum Say (Jean Batiste Say) = supply creates its own
demand)
Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara
Corak Kegiatan Ekonomi
◦
Corak perekonomian berbentuk : Perekonomian bersifat subsisten dan bersifat modern
◦
Ekonomi Subsisten = di dalamnya terdapat dua pelaku
ekonomi (produsen dan rumah tangga) → Y = C (pendapatan upah untuk beli barang produksi)
Produsen Konsumen/
RM Tangga
Tenaga kerja/jasa tenaga kerja Upah/gaji
Pembayaran
Produk/Barang
Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara
Corak Kegiatan Ekonomi Modern
◦
Ekonomi Modern = di dalamnya terdapat lebih dua pelaku ekonomi (produsen dan rumah tangga, lembaga keuangan dan investor) → Y = C + S + I
Produsen Konsumen/
RM Tangga
Pengeluaran Konsumsi Produk/Barang
Tenaga Kerja Upah/Gaji
Investor Bank
Tabungan Investasi
Pinjaman
Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara
Penentu Tingkat Kegiatan Perekonomian
Faktor harus dipenuhi agar kondisi full-employment, yaitu sebagai berikut :
Jumlah barang modal yang dipergunakan dalam perekonomian
Jumlah dan kualitas tenaga kerja yang bersedia
Jumlah dan jenis kekayaan alam yang digunakan
Tingkat teknologi yang dipergunakan
Notasi ekonominya :
Y = f [M, TK, Q, T]
Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara
Keynesian
◦ Tokoh John Maynard Keynes → pelopor teori dan kebijakan ekonomi modern.
◦ Buku terkenalnya = The General Theory of Employment, Interest and Money
◦ Campur tangan pemerintah bukan hanya sekedar Night Guard, melainkan juga ikut langsung menentukan dan mengarahkan perekonomian ke arah yang lebih baik melalui kebijakan ekonomi
Dasar Filsafat :
◦ Dalam perekonomian, pihak swasta tidak sepenuhnya diberikan kekuasaan untuk mengelola perekonomian, karena pada kondisi tertentu sebagaimana pandangan kaum sosialis menyatakan bahwa pihak swasta selalu mementingkan dirinya sendiri yaitu untuk mendapatkan keuntungan
◦ Keynes tidak percaya dengan kekuatan dari laissez faire yang dapat mengoreksi diri sendiri untuk mencapai
kondisi full employment.
Teori Klasik dan Keynes mengenai Penentuan Tingkat Kegiatan Ekonomi Negara
Pandangan Keynes : kegiatan perekonomian
◦
Fleksibilitas tingkat bunga terhadap tabungan dan investasi
Keynes tidak sependapat dengan kaum klasik → besar kecilnya tingkat tabungan juga ditentukan oleh besar kecilnya tingkat pendapatan dan kecenderungan mengkonsumsi.
◦
Tingkat upah dan pengangguran
Tingkat upah sehubungan dengan penawaran tenaga kerja yang melebihi permintaannya yang berdasarkan analisis klasik jumlah yang dibutuhkan
Manakala tingkat upah turun, maka tingkat pendapatan pun akan
turun, dan selanjutnya daya beli akan turun dan tentu saja pengeluaran masyarakat akan semakin berkurang → kelebihan kapasitas produksi.
◦
Faktor Penentu Kegiatan Ekonomi Negara
Kegiatan perekonomian suatu negara adalah tingkat permintaan efektif, yaitu permintaan yang disertai oleh kemampuan untuk
membayar barang dan jasa yang diminta → permintaan agregatif (C, I, G, X – M).
◦
Notasi ekonomi Keynsian =
Y = AE = C + I + G + (X – M) → AE = Agregat Expenditure
MENGUKUR OUTPUT &
PENDAPATAN NASIONAL
Ekonomi makro mengandalkan data
Data diperoleh dari sumber data, yaitu: laporan pendapatan nasional dan neraca produk
Fungsi Laporan Pendapatan Nasional dan Neraca Produk:
◦ Untuk menyampaikan data tentang kinerja ekonomi
◦ Untuk pembandingan produk dari satu waktu ke waktu lain
Macam Pendapatan Nasional
Gross National Product/GNP
◦ Nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam suatu periode tertentu (satu tahun) yang diukur dengan satuan uang
◦ GNP dihitung dengan menjumlahkan semua nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara tersebut
ditambah dengan penduduk negara tersebut yang ada di luar negeri
Gross Domestic Product/GDP
◦ Nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara dalam suatu periode tertentu yang menjumlahkan semua hasil dari warga negara yang bersangkutan ditambah warga negara asing yang bekerja di negara yang bersangkutan
Metode Menghitung Pendapatan Nasional
Metode Produksi
◦ Didasarkan pada penjumlahan nilai produksi yang dihasilkan oleh sektor produksi {Y= P
qn
xQin
} atau dengan menghitung nilai tambah Y= NTB = NTM1
+ NTM2
+…+ NTM9
◦ Menurut BPS sektor tersebut meliputi:
Pertanian; Pertambahan & Penggalian; Industri pengolahan; Listrik, gas dan air bersih; Bangunan; Perdagangan, restoran, dan hotel;
Pengangkutan dan komunikasi; Keuangan, persewaan bangunan dan jasa perusahaan; Jasa-jasa
◦ Contoh: Biji gandum/kg dijual Rp. 1500; Gandum → terigu= 2000;
Terigu → roti = 3000; Roti → roti bakar = 3500
Metode Menghitung Pendapatan Nasional
Metode Pendapatan
Metode ini menjumlahkan semua pendapatan dari faktor produksi dalam perekonomian:
Tenaga kerja (W)
Modal (i)
Tanah (R)
Skill/entrepreneurship (P)
Rumus = Y = YW + Yi + YR + YP
Hasil perhitungan ini sering disebut dengan pendapatan nasional (National Income=NI)
Metode Menghitung Pendapatan Nasional
Metode Pengeluaran/Penggunaan
◦ Metode ini menghitung pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan semua pengeluaran, baik yang dilakukan:
Rumah tangga konsumen (C)
Rumah tangga swasta/produsen (I)
Rumah tangga pemerintah (G)
Export netto (X – M)
◦ Secara matematik dirumuskan
Y = AE = C + I + G + (X – M) → AE = Agregate Expenditure
◦ Hasil perhitungan dengan metode ini sering disebut dengan Produksi Nasional Brutto (GNP)
Produk Domestik Bruto
Produk domestik Bruto = Gross Domestic Product merupakan konsep kunci dalam laporan pendapatan dan neraca produk nasional
GDP = nilai pasar keluaran total sebuah negara, yaitu nilai pasar semua barang jadi dan jasa akhir yang diproduksi selama periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi di dalam suatu negara
Barang jadi dan jasa akhir = barang dan jasa yang diproduksi untuk penggunaan akhir
Barang intermediate = barang yang diproduksi oleh perusahaan untuk diolah lebih lanjut oleh perusahaan lain.
Nilai tambah = perbedaan antara nilai barang
ketika meninggalkan tahap produksi dan biaya
barang ketika memasuki tahap produksi
Hubungan PNB, PN, Pendapatan Pribadi dan Pendapatan Disposible
Pendapatan nasional sebenarnya dihitung dari:
◦ GNP – (Penyusutan + Pajak Tidak Langsung + Transfer Payment Perusahaa + Kesalahan Statistik) + Subsidi kepada Perusahaan Pemerintah
Pendapatan pribadi = semua jenis pendapatan (termasuk pdptan yang diperoleh tanpa memberikan sesuatu
kegiatan apa pun yang diterima oleh penduduk suatu negara)
Pendapatan disposible = pendapatan yang menjadi hak penduduk yang dapat dibelanjakan tanpa tanggungan yang menjadi kewajibannya
Dalam perhitungan pendapatan nasional, digunakan dua macam harga, yaitu:
Harga Konstan (Hk)
Harga Yang Berlaku (Hb)