• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Program Linier

Para ahli mendefinisikan program linier sebagai sebuah teknik analisa yang digunakan untuk memecahkan segala persoalan atau masalah-masalah keputusan yang ada sehingga didapatkan hasil yang optimal dengan memperhatikan batasan-batasan yang ada (M. Iqbal Hasan, 2002). Dalam pelaksanaannya program linier menggunakan model matematis untuk menjalankan persoalan yang dihadapinya. Menurut penggalan katanya sendiri adalah linier berarti model matematisnya merupakan fungsi yang linier ( lurus ) sedangkan program disini bukanlah sebuah program komputer melainkan lebih mengarah kepada sebuah perencanaan. Oleh karena itu maka program linier banyak digunakan untuk masalah meminimasikan atau memaksimalkan sebuah perencanaan. Nantinya hal-hal yang dihasilkan dari program linier berbentuk beberapa pertimbangan atau alternative penyelesaian masalah yang optimal yang dapat ditangani oleh teknik ini. Optimal disini berarti mencapai tujuan yang terbaik diantara seluruh alternative yang ada. Dari uraian diatas dapat disimpulkan program linier adalah merencanakan beberapa aktifitas secara tepat untuk memperoleh hasil yang optimum.

Menurut J. Supranto (1983) suatu persoalan disebut persoalan Linier Programming apabila memenuhi hal-hal atau syarat sebagai berikut :

1. Tujuan yang akan dicapai harus dapat dinyatakan dalam bentuk fungsi linier. Fungsi ini disebut fungsi tujuan (fungsi obyektif). Misalnya jumlah hasil penjualan harus maksimal, jumlah biaya transportasi harus minimal.

2. Harus ada alternative pemecahan untuk dipilih salah satu yang terbaik. Pemecahan yang membuat nilai

(2)

fungsi tujuan optimum (laba yang maksimum, biaya yang minimum, dan lain sebagainya).

3. Sumber-sumber tersedia dalam jumlah yang terbatas (bahan mentah terbatas, modal terbatas, ruang untuk menyimpan barang terbatas, dan lain sebagainya). 4. Pembatas-pembatas harus dinyatakan didalam bentuk

pertidaksamaan yang linier.

Dari syarat-syarat sebuah persoalan Linier Programming diatas maka dalam membuat permodelan linier programming harus melalui beberapa langkah yaitu :

1. menentukan variabel keputusan (masalah yang akan diselesaikan).

2. membuat rumusan tujuan.

3. merumuskan pembatas-pembatas yang menjadi kendala. Pada dasarnya bentuk umum persoalan linier programming dapat dirumuskan sebagai berikut :

Fungsi tujuan : Z = C1x1+C2x2+...+Cnxn (minimum

atau maksimum).

Dimana : x1, x2, . . . , xn adalah nilai yang dicari

(variabel keputusan) Pembatas-pembatas : a11x1+a12x2+...+a1nxn <=> b1 a21x1+a22x2+...+ a2nxn <=> b2 . . . am1x1+am2x2+...+amnxn <=> bm xj <=> 0

Ada beberapa metode atau cara yang dapat dipergunakan dalam memecahkan persoalan program linier. Beberapa cara tersebut antara lain :

1. Metode Aljabar 2. Metode Grafik 3. Metode Simplex 4. Alogaritma Simplex 5. Metode M Besar

(3)

6. Dan beberapa metode lain seperti Dual Programming, Integer Programming.

2.2. Beberapa cara penyelesaian program linier.

Program linier dapat diselesaikan dengan beberapa cara antara lain adalah

2.2.1. Penyelesaian Program Linier Metode Aljabar

Metode Aljabar berarti dalam menyelesaikan permasalahan digunakan perhitungan matematika untuk mendapatkan nilai yang diinginkan (nilai yang memaksimumkan atau nilai yang meminimumkan). Biasanya model matematika yang dipecahkan adalah model pertidaksamaan.

Sebagai contoh pemecahan persoalan linier programming dengan cara aljabar perhatikan persoalan yang telah dirumuskan sebagai berikut.

Cari : x1, x2

Fungsi : Z = 5x1 + 3x2 , minimumkan

Pembatas : 2x1 + x2 ≥ 2

x1 + x2 ≥ 0

x1 ≥ 0, x2 ≥ 0

persamaan tersebut harus dirubah dulu menjadi persamaan standar dengan memasukkan variabel yang harus dikurangkan di dalam suatu ketidaksamaan agar supaya menjadi persamaan. Persamaan kemudian menjadi sebagai berikut

Cari : x1, x2, x3, x4 Fungsi : Z = 5x1 + 3x2 + 0x3 + 0x4, minimumkan Pembatas : 2x1 + x2 - x3 = 3 x1 + x2 - x4 = 2 x1 ≥ 0, x2 ≥ 0, x3 ≥ 0, x4 ≥ 0 Jawaban :

(4)

1. x1 = x2 = 0

3x1 + 5x2 – x3 = 3 -x3 = 3 x3 = -3

5x1 + 2x2 – x4 = 2 -x4 = 2 x4 = -2

Z1 tidak perlu dihitung karena pemecahan ini

tidak fisibel, x3 dan x4 tidak memenuhi syarat

(negatif). 2. x1 = x3 = 0 2x1 + x2 – x3 x2 = 3 x1 + x2 – x4 x2 – x4 = 2 3(1) – x4 = 2 -x4 = 2 – 3 = -1 x4 = 1 Z2 = 5x1 + 3x2 + 0x3 + 0x4 = 9 3. x1 = x4 = 0 2x1 + x2 – x3 = 3 x2 – x3 = 5 x1 + x2 – x4 = 2 x2 = 2 x2 – x3 = 5 2 – x3 = 5 -x3 = 5 – 2 = 3 x3 = -3(tidak fisibel) 4. x2 = x3 = 0 2x1 + x2 – x3 = 3 2x1 = 3 x1 = 3/2 x1 + x2 – x4 = 2 x1 – x4 = 2 3/2 – x4 = 2 x4 = -1/2 5. x2 = x4 = 0 2x1 + x2 – x3 = 3 2x1-x3 = 3 x1 + x2 – x4 = 2 x1 = 2 2x1 – x3 = 3 x3 = 1 Z5 = 5x1 + 3x2 + 0x3 + 0x4 = 10 6. x3 = x4 = 0 2x1 + x2 – x3 = 3 2x1+x2 = 3 x1 + x2 – x4 = 2 x1+x2 = 2 x1 = 1 x2 = 1 Z6 = 5x1 + 3x2 + 0x3 + 0x4 = 8

(5)

Z6 = Zmin karena merupakan nilai tujuan

yang terkecil apabila dibandingkan dengan nilai tujuan lainnya. Pemecahan optimal memberikan nilai Z = 8 dengan x1 = x2 = 1. 2.2.2. `Penyelesaian Program Linier dengan Metode

grafik

Metode Grafik dipergunakan dalam penyelesaian apabila program linier tersebut mempunyai dua variable saja. Bila program linier terdiri dari tiga variabel maka akan sangat susah dan rumit untuk digambarkan Prosedur pemecahan dengan metode grafik adalah sebagai berikut :

a. Setiap pertidaksamaan harus digambarkan grafiknya sehingga secara keseluruhan bisa diperoleh daerah dimana variabel yang dicari boleh mengambil nilai ( harus lebih bersar dari nol).

b. Fungsi obyektif juga harus digambarkan grafiknya dengan jalan menentukan nilai z semaunya saja, kemudian dibuat garis yang menunjukkan garis fungsi z tersebut. Kemudian tarik garis yang sejajar atau parallel dengan garis ini. Garis itu ditarik kearah yang memberikan nilai semakin besar atau semakin kecil sampai dicapai titik yang memberikan nilai fungsi obyektif z maksimum atau minimum (tergantung pada persoalan yang akan dipecahkan).

2.2.3. Penyelesaian program linier dengan metode simplex.

Penyelesaian program linier dengan metode simplex adalah metode yang paling efisien dalam memecahkan persoalan program linier. Walaupun

(6)

cara aljabar dapat dipergunakan untuk jumlah variabel lebih dari dua akan tetapi cara ini tidak efisien untuk variable yang terlalu banyak. Misalkan kalau ada 10 variabel dengan 5 persamaan, maka akan diperoleh lebih dari 200 persamaan dasar. Sedangkan cara grafik hanya cocok untuk dua variable saja. Untuk variabel lebih dari tiga akan susah dalam penggambarannya. Oleh karena itu cara simplex adalah metode yang paling efisien untuk dipakai.

Metode simplex adalah suatu metode yang memerlukan perhitungan yang berulang-ulang atau bersifat iterative yang bergerak selangkah demi selangkah menuju titik ekstrim yang optimum. Pemecahanya adalah dengan mengadakan pengubahan pertidaksamaan menjadi persamaan dengan cara menambahkan slack variabel untuk pertidaksamaan yang mengandung tanda ≤ dan mengurangkan variabel surplus untuk pertidaksamaan yang mengandung tanda ≥. Beberapa langkah pemecahan dengan metode simplex seperti berikut ini.

Langkah 1.

Mengubah fungsi tujuan menjadi fungsi implicit, artinya cijxij dipindahkan ke sebelah kiri sehingga

sama dengan nol. Kemudian mengubah fungsi pembatas dari pertidaksamaan menjadi persamaan dengan menambahkan slack variabel.

Langkah 2.

Data disusun kedalam bentuk tabel, dimana :

- Kolom variabel dasar (basis) memuat variabel

Z dan variabel slack.

- Kolom Z memuat data koefisien Z dan

(7)

- Kolom x1, x2, … memuat data koefisien yang bersesuaian dengan variabel.

- Kolom solusi memuat data sebelah kanan persamaan dari fungsi pembatas.

Langkah 3.

Menentukan kolom kunci. Kolom kunci adalah kolom yang memiliki nilai pada baris funsi tujuan yang bertanda negative dan harga mutlak terbesar. Jika seandainya pada suatu table tidak terdapat lagi nilai yang bertanda negative pada baris fungsi tujuannya, maka jawaban sudah optimal.

Langkah 4.

Menentukan baris kunci. Baris kunci didapat dengan melihat kolom rasio. Kolom rasio adalah kolom hasil bagi antara nilai pada kolom solusi dengan nilai pada kolom kunci. Baris kunci merupakan baris yang pada kolom rasio nilainya positif terkecil. Langkah 5.

Menentukan kolom pengali. Kolom pengali adalah kolom hasil bagi antara nilai pada kolom kunci dengan nilai perpotongan baris kunci dengan kolom kunci. Tiap nilai hasil kemudian dikalikan -1 kecuali nilai pada baris kunci.

Langkah 6.

Mengubah elemen pada baris kunci dangan cara semua elemen pada baris kunci dibagi dengan elemen perpotongan baris dan kolom kunci.

Langkah 7.

Mengubah elemen pada baris yang lain dengan rumus :

EBB = EBL + (EKP x EBK)

(8)

EBL = elemen baris lama EKP = elemen kolom pengali BK = elemen baris kunci Langkah 8

Apabila pada koefisien z masih terdapat nilai negative maka ulangi langkah 3 sampai langkah 7 hingga didapatkan hasil yang optimum.

Langkah-langkah diatas adalah penyelesaian untuk persoalan maksimasi, sedangkan bila yang timbul adalah persoalan minimasi maka caranya adalah pada langkah 1 ubah persamaan fungsi tujuan dengan cara mengalikan dengan -1, kolom kunci merupakan kolom paling positif, kemudian selesaikan sebagai persoalan maksimasi. Persamaan yang minimum bila dikalikan -1 akan menjadi maksimum. Oleh sebab itu bila hasil perhitungannya sudah didapat, maka harus dikalikan -1 kembali untuk mendapatkan nilai minimum.

Contoh, fungsi Z = 5x1 + 3x2 (minimumkan)

Pembatas 2x1 + x2 ≥ 3 x1 + x2 ≥ 2 x1, x2 ≥ 0 Langkah 1 Ubah fungsi, -Z = -5x1 - 3x2 → -Z = Z* Z* = -5x1 - 3x2 (maks) 2x1 + x2 - s1 = 3 x1 + x2 - s2 = 2 Langkah 2

Tabel 2.1 Tabel Simpleks Bentuk table data

(9)

Iterasi Basis Z X1 X2 S1 S2 Solusi Rasio Pengali Z 1 5 3 0 0 0 - S1 0 2 1 -1 0 3 0 S2 0 1 1 0 -1 2 Langkah 3

Menentukan kolom kunci

Iterasi Basis Z X

1

X2 S1 S

2 Solusi Rasio Pengali

Z 1 5 3 0 0 0 - S1 0 2 1 -1 0 3 0 S 2 0 1 1 0 -1 2 Kolom kunci Langkah 4 k ba k ci Menentu an ris un Iterasi Z X 1 X2 S 1 S 2

Basis Solusi Rasio Pen ali g

Z 1 5 3 0 0 0 - S1 0 2 1 -1 0 3

2

3

0 S 0 1 1 0 -1 2 2 2

Kolom kunci Baris kunci

k pengali Langkah 5 Menentu an kolom Iterasi Basis Z X 1 X 2 S S Rasio Solusi Pengali 1 2 Z 1 5 3 0 0 0 -

2

5

S1 0 2 1 -1 0 3 3/2 1/2 0 -1 2 2

2

1

S2 0 1 1 0

(10)

k 6

ng h ci

Lang ah Me uba elemen baris kun

Iterasi Basis Z S1 X

2

S

1 S

2 Solusi Rasio Pengali

Z 1 -400 -300 0 0 0 - X1 0 1 1/2 1/2 0 3/2 -0 S2 0 2 2 0 1 300 Langk 7

ng h emen baris ang lainnya

ah

Me uba el y

Iterasi Basis Z S1 X2 S1 S2 Solusi Rasio Pengali

Z 1 0

2

1

2

5

0

2

1

5

- X1 0 1

2

1

2

1

0

2

3

0 S2 0 0

1

2

2

1

-1

2

1

n pa k isie m t n n ing d p abe Langkah 8

Kare a da oef n z asih erdapat ilai ya g

positif maka langkah 3 sam seh

pai langkah 7 diulang ga i da at t l

Iterasi Basis Z X1 X2 S1 S2 Solusi rasio Pengali

Z 1 0 0 2 1 -8 -

X1 0 1 0 -1 1 1

0

X2 0 0 1 1 -2 1

Dengan demikian didapatkan :

(11)

X2 = 1

2.3. S

ktu pelaksanaan erection

r didefinisikan sebagai Truss tiap-tiap komponen hanya menerima

Struktur tower terdiri :

ketiga

kumpulan dari beberapa sub-struktur membentuk r itu s Berikut fu struktur: - leg tower : - bracing tower : kebawah. truktur tower

Tower telekomunikasi biasanya menggunakan besi profil siku sebagai struktur utamanya. Beberapa alasan mengapa profil ini digunakan sebagai struktur adalah karena profil tidak terlalu besar, dan tidak terlalu berat serta yang paling penting adalah kemudahannya sewa

. Dengan menggunakan profil siku pemasangan tower (pembautan) akan lebih mudah apabila dibandingkan dengan menggunakan profil yang lainnya.

Struktur utama towe yang mana pada

tegangan tarik dan tegangan tekan saja. dari tiga buah bagian yaitu

- leg tower

- bracing tower

- redundant tower

bagian tersebut membentuk sebuah sub-struktur, sedangkan

struktur towe endiri.

ngsi utama komponen-komponen leg tower berfungsi sebagai penyokong utama berdirinya struktur utama. Salah satu tujuannya adalah untuk menahan beban gravitasi yang terjadi dan sebagian beban horizontal yang terjadi. bracing tower mempunyai fungsi sebagai pemikul utama beban horizontal yang terjadi pada tower dan kemudian menyalurkannya

(12)

- redundant tower : redundant tower berfungsi untuk

2.3.1. F

ng untuk tempat baut. Setelah semuany

Untuk erection harus mengacu pada telah dibuat. Apabila tidak mengacu sesuai k

2.4. P

Excel untuk ng meliputi

analisis sensit eberapa rumus implementasi yang

(a1:b2,c1:d2) artinya perkalian dari (a1 x c1)+(b2 x d2).

menjaga stabilitas leg tower ketika memikul beban gravitasi.

abrikasi dan Erection Tower

Sebelum erection tower tentunya diawali dengan fabrikasi. Fabrikasi material tower diawali dengan memotong lonjoran-lonjoran besi profil sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Potongan tersebut kemudian ditandai dan diberi kode berdasarkan urutan dan pasangan pada saat erection. Pemberian tanda dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dan kesulitan pada erection, dengan kata lain mempermudah pelaksanaan erection. Selanjutnya besi profil diberi luba

a selesai besi profil diberi lapisan anti karat. Biasanya lapisan anti karat untuk tower adalah galvanis maka dari itu semua besi profil yang sudah dipotong, ditandai dan dilubangi dikirim ke perusahaan galvanis.

kode yang

ode dapat dipastikan pelaksanaan erection akan kacau karena ukuran besi profil yang ada hamper sama antara satu dengan yang lain.

rogram Solver

Solver adalah suatu program penyelesaian pada menyelesaikan masalah-masalah ya

jawaban fungsi tujuan dan jawaban kendala serta jawaban ivitas. Ada b

perlu dimengerti dalam Excel :

(13)

b. SUM (c1:c3) artinya penjumlahan dari (c1+...+c3).

c. SUM (a1,b2,d10,f9) artinya penjumlahan dari

(a1+b2+d10+f9)

Ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum memasuki

ya.

Banyak masalah-masalah yang bisa diselesaikan oleh program ini diantaranya adalah masalah pembelian, masalah produksi, masalah sisa potongan, masalah distribusi, masalah keuangan, serta masalah penjadwalan

.

solver diantaranya adalah mendefinisikan dan memilih variabel keputusan, kendala dan fungsi tujuan dari suatu masalah. Setelah itu masukkan data fungsi tujuan, kendala dan variabel keputusan dalam solver parametern

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Prayitno layanan penempatan adalah suatu kegiatan bimbingan yang dilakukan untuk membantu individu atau kelompok yang mengalami mismatch (ketidaksesuaian antara

Penerapan sistem pengelolaan kehadiran berbasis sidik jari (Finger Print Time Attendance) yang telah dilakukan di lokasi mitra pengabdian dapat menyelesaikan

Pada pertemuan ini materi yang diberikan yaitu peristiwa penting dalam keluarga dalam mata pelajaran IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Media yang digunakan yaitu media

Penempatan kerja Penempatan kerja, konseling kerja, pengembangan tawaran kerja Tunjangan asuransi ketenagakerjaan - Pembayaran tunjangan asuransi ketenagakerjaan - Pengajaran

Almady’s List |Kata-Kata Bijak Richard Denny dalam Buku Succeed for Yourself 11 Ingatlah untuk memusatkan pikiran pada apa yang Anda inginkan, lebih daripada yang tidak.

adalah karya tulis ilmiah berupa paparan hasil penelitian yang membahas suatu masalah dalam bidang ilmu hukum untuk mencari pemecahan masalahnya dengan menggunakan teori-teori,

Produk yang diharapkan akan dihasilkan melalui penelitian pengembangan berupa model sarana pembelajaran atletik alat lempar cakram melalui modifikasi ukuran berat,

Dari hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa religiusitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit artinya bahwa auditor yang