SAMBUTAN DIREKSI
PT PELABUHAN INDONESIA I, II, III DAN IV (PERSERO)
Perkembangan pelabuhan di Indonesia terlebih di dunia semakin pesat dan komplek. Era kontainerisasi mengubah fasilitas dan peralatan pelabuhan, pola distribusi serta diperlukan sistem informasi yang canggih seiring dengan era globalisasi. Peraturan kepelabuhanan pun harus disesuaikan dengan perkembangan pasca ditetapkannya Undang-undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran yang mengarah ke liberalisasi yang memberikan kesempatan kepada pihak swasta Indonesia untuk berperan serta dalam mengelola pelabuhan khususnya sebagai terminal operator dengan harapan menumbuhkan kompetisi yang menghasilkan efisiensi dan efektifitas di pelabuhan.
Untuk mengelola pelabuhan di samping tersedianya fasilitas dan peralatan yang canggih, harus dikelola oleh sumber daya manusia (SDM) pelabuhan yang profesional, yang mempunyai dedikasi dan disiplin tinggi, berkualitas serta berpengetahuan kepelabuhanan yang memadai.
Untuk melahirkan SDM tersebut dapat melalui berbagai jalan, salah satunya adalah melalui knowledge management, yaitu sebuah proses dalam mentrasformasikan kompetensi yang melekat pada individu menjadi kompetensi yang melekat pada perusahaan dan mengelolanya untuk ditransfer kepada anggota perusahaan lainnya. Penyusunan buku referensi kepelabuhanan merupakan salah satu tujuan untuk menambah pengetahuan para pengelola pelabuhan khususnya dan masyarakat pada umumnya di bidang kepelabuhanan.
Di tengah langkanya penerbitan buku-buku yang mengupas tentang kepelabuhanan, maka dengan diterbitkan Edisi II Buku Referensi Kepelabuhanan ini merupakan produk olah pikir insan- insan pegawai PT Pelabuhan Indonesia (Persero) I, II, III dan IV untuk memberikan sumbangsih kepada masyarakat di dalam mengenalkan hal-hal kepelabuhanan di Indonesia khususnya dan dunia kepelabuhanan pada umumnya.
Buku Referensi Kepelabuhanan Edisi II merupakan pemutakhiran dan penyempurnaan dari Buku Referensi Kepelabuhanan Edisi I yang telah diterbitkan pada tahun 2000 yang disusun atas prakarsa para Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia I, II, III dan IV (Persero), yaitu Bapak (Alm) S.F. Makalew, Ir. A. Harbani, Frans R. Masengi dan Ir. Sumardi dan dilaksanakan oleh Tim Penyusun yang diketuai oleh Bapak Ir. Sumardi, yang saat itu menjabat sebagai Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero).
Buku Referensi Kepelabuhanan Edisi II merupakan cerminan penyesuaian situasi dan perkembangan, dinamika internal dan eksternal perusahaan, serta pengelolaan, pengembangan dan pentransferan berbagai wawasan, pengetahuan dan kompetensi bidang kepelabuhanan.
Apa yang tertuang dalam 13 (tiga belas) Buku Referensi Kepelabuhanan Edisi II, yang meliputi:
Manajemen Kepelabuhanan, Pelayaran dan Perkapalan, Perencanaan, Perancangan dan
Pembangunan Pelabuhan, Bangunan Fasilitas Pelabuhan, Peralatan Pelabuhan, Pengoperasian Pelabuhan, Alat Bantu Navigasi Kepelabuhanan, Manajemen Sumber Daya Manusia Pelabuhan, Manajemen Keuangan Pelabuhan, Sistem Informasi Manajemen Pelabuhan, Manajemen Mutu dan Risiko Pelabuhan, Pengelolaan Lingkungan Hidup di Pelabuhan serta Terminologi Kepelabuhanan dan Pelayaran; sesunguhnya merupakan gambaran kondisi saat ini, harapan dan cita-cita kita sebagai insan pelabuhan dalam mengembangkan arah perusahaan menjadi lebih baik.
Selanjutnya, kami atas nama Direksi PT Pelabuhan Indonesia I, II, III dan IV (Persero) menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Sdr. Dr. A. Edy Hidayat N, SE, MM (Direktur Personalia dan Umum PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero)) selaku Ketua Tim Penyusun Buku Referensi Kepelabuhanan Edisi II beserta dengan segenap anggota tim-nya atas torehan karya gemilang, yang tentunya kami yakin dan percaya penuh bahwa apa yang telah terukir dalam buku ini tidak akan terlaksana apabila tidak dilandasi semangat kebersamaan, kesungguhan, keuletan dan kerja keras serta semangat maju bersama dari para anggota Tim Penyusun.
Diharapkan, dengan diterbitkannya Buku Referensi Kepelabuhanan Edisi II ini dapat dijadikan bahan diskusi dan pembelajaran untuk lebih meningkatkan pemahaman dan kelancaran dalam implementasinya menuju pelabuhan yang lebih baik.
Akhirnya semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan serta rahmat kepada kita semua untuk selalu mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan kepada kita semua. Amin.
Jakarta, Maret 2009
DIREKSI
PT PELABUHAN INDONESIA I (PERSERO) DIREKTUR UTAMA,
DIREKSI
PT PELABUHAN INDONESIA III (PERSERO) DIREKTUR UTAMA,
DIREKSI
PT PELABUHAN INDONESIA II (PERSERO) DIREKTUR UTAMA,
DIREKSI
PT PELABUHAN INDONESIA IV (PERSERO) DIREKTUR UTAMA,
KATA PENGANTAR
Dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa serta memanjatkan puji syukur kepada-Nya, alhamdulillah Tim Penyusun Revisi Buku Referensi Kepelabuhanan yang dibentuk oleh Direksi PT Pelabuhan Indonesia I, II, III dan IV (Persero) telah menyelesaikan tugasnya untuk merevisi Buku Referensi Kepelabuhanan ini yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi perkembangan dunia kepelabuhanan dewasa ini yang semakin komplek.
Edisi II Buku Referensi Kepelabuhanan disusun oleh insan-insan pelabuhan yaitu para pegawai PT Pelabuhan Indonesia I, II, III dan IV (Persero). Edisi sebelumnya diterbitkan pada tahun 2000.
Pada Edisi I terdapat 11 (sebelas) seri, sedangkan pada Edisi II ini bertambah 2 (dua) seri sehingga jumlahnya menjadi 13 (tiga belas) seri dengan penyesuaian isi, materi dan judul buku.
Buku Referensi Kepelabuhanan ini merupakan buku ilmiah populer tentang kepelabuhanan di Indonesia yang bertujuan untuk memberikan gambaran umum tentang ruang lingkup pengelolaan pelabuhan di Indonesia yang menguraikan tentang apa itu manajemen kepelabuhanan, pelayaran dan perkapalan, perencanaan, perancangan dan pembangunan pelabuhan, bangunan fasilitas dan peralatan pelabuhan, pengoperasian pelabuhan, alat bantu navigasi kepelabuhanan, manajemen SDM pelabuhan, manajemen keuangan pelabuhan, sistem informasi manajemen pelabuhan, manajemen mutu dan risiko pelabuhan, pengelolaan lingkungan hidup di pelabuhan serta terminologi kepelabuhanan dan pelayaran.
Tim Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa buku referensi ini terlalu sederhana dan jauh dari sempurna untuk disebut sebagai pegangan sebuah referensi atau knowledge management bagi para insan pelabuhan ataupun masyarakat umum yang ingin mempelajari pengetahuan kepelabuhanan, namun demikian ini adalah salah satu upaya untuk mengisi kekurangan buku- buku yang mengupas tentang kepelabuhanan di Indonesia.
Buku Referensi Kepelabuhanan Edisi II ini terdiri dari 13 (tiga belas) seri yaitu :
SERI JUDUL BUKU PENyUSUN
Seri 1 Manajemen Kepelabuhanan Pelindo III
Seri 2 Pelayaran dan Perkapalan Pelindo IV
Seri 3 Perencanaan, Perancangan dan Pembangunan Pelabuhan Pelindo I
Seri 4 Bangunan Fasilitas Pelabuhan Pelindo II
Seri 5 Peralatan Pelabuhan Pelindo IV
Seri 6 Pengoperasian Pelabuhan Pelindo I
Seri 7 Alat Bantu Navigasi Kepelabuhanan Pelindo IV
Seri 8 Manajemen Sumber Daya Manusia Pelabuhan Pelindo II
Seri 9 Manajemen Keuangan Pelabuhan Pelindo III
Seri 10 Sistem Informasi Manajemen Pelabuhan Pelindo II Seri 11 Manajemen Mutu dan Risiko Pelabuhan Pelindo III Seri 12 Pengelolaan Lingkungan Hidup di Pelabuhan Pelindo I Seri 13 Terminologi Kepelabuhanan dan Pelayaran Pelindo III
Disadari pula bahwa buku referensi kepelabuhanan ini masih banyak kelemahan dan kekurangan maka Tim Penyusun mengharapkan saran, masukan dan nasehat dari semua pihak agar bisa diperbaiki pada edisi yang akan datang sehingga menjadi lebih sempurna.
Tim Penyusun mengucapkan terima kasih kepada Direksi PT Pelabuhan Indonesia I, II, III dan IV (Persero) yang telah mempercayakan kepada tim untuk merevisi buku referensi kepelabuhanan ini serta kepada semua pihak yang terlibat di dalam penyiapan, editing dan penyelesaian buku referensi ini.
Semoga sumbangsih yang berharga tersebut dicatat sebagai amal kebaikan di sisi Allah Yang Maha Kuasa dan mendapatkan keberkahan dari-NYA.
Jakarta, Maret 2009 Tim Penyusun
Dr. A. Edy Hidayat N, SE, MM.
Ketua
TIM PENyUSUN
PENGARAH
PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Drs. Harry Sutanto
Drs. I Wayan Bajera PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)
Capt. A. Syaifuddin Capt. Soepadi SW Ir. Satoto Prayasutiksno, MBA.
Drs. Abdulhaq Munawar, Ak.
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Ir. Suprihat, Dipl.HE, MBA.
Drs. Robert H. Sianipar, MM.
Drs. Faris Assagaf Drs. Wahyu Suparyono, MM, Ak.
PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Ir. Djarwo Surjanto, Dpl.HE.
Ir. Alfred Natsir Drs. Mulyono, MBA, Ak.
Ir. Max K. Lumempouw, MPM.
KETUA
Dr. A. Edy Hidayat N,SE,MM. - PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) WAKIL KETUA 1
dr. Wahyu Setiakusumah, MARS. - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) WAKIL KETUA 2
dr. J.D. Dunda, SKM. - PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) WAKIL KETUA 3
Ir. P. Pudji Hartoyo, MM. - PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) SEKRETARIS
Chiefy Adi K., S.Psi. - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)
TIM TEKNIS
PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Ir. Iman AS, M.Sc. (Koordinator)
Drs. M. Hamid Wijaya, MM.
Tri Gunadi, SE, MM.
Arief Hutomo, SE, DESS.
Ir. Indra Wijaya, MM.
Basuki Soleh, SE, M.Si.
Ferrial Dunan Sidabutar, ST, MT.
PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) Drs. Sudarsono (Koordinator)
Yeyen M. Bunyamin, S. Kom.
Drs. Nurjadin Surur, MM.
Ir. Ari Basuki Hanung Hamboro, Psi, M.Sc.
Drs. R. Riawan Heru Satrio, ST.
Ir. Dani Rusli, M.Sc.
Drs. Heru Widodo
PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Amik Suradji (Koordinator)
Henri Handoko, SH, DESS.
Capt. Fadjar Santoso, M.Sc.
Drs. M. Chairoel Anwar, MM.
Drs. Suryawan, MM.
Ir. Tunggal Tripinto A, DESS.
Drs. Hardjono, M. Sc.
Dothy, ST, M.Sc.
PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Ir. Prasetyadi, DESS. (Koordinator)
Ir. Alif Abadi, MM.
Heru Bakti Fireno, SE, MM.
Ir. Edy D.M. Nursewan, DESS.
Dwi Rahmat Toto S, SE.
Sunarto Jusuf Yunus Rijal Jauhar Rio Y.S. Baan, SE, MM.
DAfTAR ISI
Halaman
SAMBUTAN DIREKSI iii
TIM PENyUSUN vii
DAfTAR ISI ix
TERMINOLOGI KEPELABUHANAN DAN PELAyARAN 1
A 1
B 2
C 4
D 7
E 9
F 9
G 11
H 12
I 13
J 14
K 14
L 15
M 16
N 18
O 18
P 19
Q 21
R 21
S 22
T 25
U 27
V 27
W 27
Y 28
DAfTAR PUSTAKA 29
TERMINOLOGI
KEPELABUHANAN DAN PELAyARAN
A
Abandonment Penyerahan barang pertanggungan kepada penanggung untuk mendapat penggantian kerugian penuh
Accomodation Ladder Anak-anak tangga yang digantungkan di sisi kapal guna keperluan naik/turun ke atau dari kapal
Afloat Terapung
Advance Freight Uang tambang yang diminta dimuka
Ad Valorem Uang tambang yang dihitung berdasarkan persentase tertentu atas harga barang
Additional Freight Biaya tambahan (Surcharge) yang dikenakan pada barang yang mempunyai volume dan berat melebihi normal, yang memerlukan peralatan dan penanganan khusus dalam membongkar/memuat
After Peak Bulkhead Sekat kedap air yang berada di buritan kapal
Aground Kandas, bertumpu pada dasar laut
Agency Fee Fee atau biaya yang dikeluarkan oleh pemilik kapal atau operator kapal kepada agen pelabuhan untuk penggunaan jasa kepelabuhanan meliputi dermaga, jasa pemanduan, jasa penundaan, TKBM, bea cukai dan memungut jasa angkutan laut.
Air draught Kedalaman maksimum air
Always afloat Kapal tetap terapung selama jangka waktu kontrak penyewaan kapal, baik di laut maupun pelabuhan
Anchorage Area Areal untuk berlabuh kapal dalam menunggu proses penyelesaian perizinan/pelayanan di Pelabuhan
Anchorage dues Biaya yang dikenakan oleh otorita pelabuhan untuk kapal yang berada pada anchorage area
Apron Ruang/Pelataran yang berada di areal dermaga atau gudang yang dimanfaatkan untuk bongkar /muat barang
Assembly Area Suatu tempat dimana barang-barang menunggu pengapalan (distribusi lokal) biasanya terletak pada Pelabuhan ICD,CFS dan lain-lain.
Artificial Harbour Daerah perairan untuk berlindung dan operasional kapal yang dibuat secara buatan
Arrival Rate Jumlah kapal yang datang dibagi dengan jumlah hari dalam periode tertentu
B
Ballast Bahan pemberat yang diletakkan di bagian bawah kapal untuk menjaga stabilitas
Bank clearence Bukti penyelesaian urusan dengan pihak bank
Back Freight Uang tambang untuk muatan berlebih (overcarried Cargo) yang tidak dapat dibongkar di tempat tujuan, tetapi terpaksa dibawa kapal untuk dibongkar di tempat lain
Base Rate Tarif yang berlaku antara pelabuhan utama (base port) yang disinggahi secara langsung
Bale Space Ruangan di dalam palka yang disediakan untuk muatan umum (general Cargo)
Basin Areal perairan untuk olah gerak kapal
Bareboat/Demise Charter Penyewaan kapal kosong untuk jangka waktu tertentu
Beam Lebar maksimum suatu kapal
Berth Tambatan suatu tempat dimana kapal melakukan bongkar/
muat barang
Berth Allocation Pengalokasian daerah tambatan pada suatu Pelabuhan tertentu untuk kegiatan pelayaran tertentu
Berth Troughput Jumlah bongkar/muat komoditas melalui suatu dermaga dibagi panjang dermaga dalam satuan meter dan ton/m3 untuk masa periode tertentu
Berthing List suatu daftar yang berisikan rencana penambatan kapal- kapal.
Berthing Plan Gambar atau denah yang memperlihatkan lokasi penyandaran kapal-kapal.
Berthing Time Waktu keseluruhan yang terpakai selama kapal bertambat Bill Of loading (BL) Surat muatan barang ke kapal
Bonded Warehouse Gudang berikat, adalah gudang di bawah pengawasan pabean diperuntukkan buat barang-barang yang kena cukai, misalnya tembakau atau spiritus, yang bisa merupakan barang impor dan bisa diambil oleh importir sejumlah tertentu yang telah dibayarkan cukainya dan sesuai dengan keperluan importir
Bollard Suatu struktur yang digunakan untuk media penambat kapal, biasanya ada di dermaga atau dolphin. Suatu bangunan apung yang biasanya digunakan sebagai rambu atau alat tambatan di perairan
Bouy Suatu bangunan apung yang biasanya digunakan sebagai rambu atau alat tambatan di perairan
Break Bulk Rate Tarif yang diberlakukan untuk LCL petikemas
Break Water Suatu bangunan perairan yang dibangun untuk melindungi wiayah Pelabuhan dari gangguan gelombang/ombak Broken Space Ruang yang terdapat di antara muatan yang tidak terpakai Broken Stowage Banyaknya ruangan yang terbuang atau tidak terpakai.
Bulk Carrier Pengangkut muatan curah, kapal besar dengan hanya satu dek yang mengankut muatan yang tidak dibungkus atau curah (bulk)
Bulk Cargo Muatan curah
Bulk Cargo Terminal Pangkalan pada pelabuhan untuk bongkar/muat muatan curah
Bulkhead Line Bagian terjauh dari dermaga yang berbatasan dengan perairan lepas
Bulky Surcharge Biaya tambahan uang tambang untuk barang yang melebihi 9 m3 (over dimension/out of gauge), secara bertingkat
C
Cabotage Pengunaan armada nasional untuk angkutan dalam negeri Cargo Dues Biaya yang dikenakan oleh penguasa Pelabuhan sebagai
beban atas kargo yang melewati suatu dermaga, biasanya dihitung berdasarkan atas tonase atau menggunakan ukuran suatu tertentu, misalnya setiap unit kendaraan dsb.
Cargo Handling Eqiupment Peralatan yang tersedia di Pelabuhan atau di Stasiun pengiriman untuk menangani kargo seperti Cranes, Pallet Trucks, Pallet, Fork Lift Trucks, Strader Carrier dsb.
Cargo Marine Insurance Asuransi yang ditutup oleh pemilik barang atas kemungkinan kerugian yang disebabkan oleh kerusakan atau kehilangan barang selama dalam pelayaran
Cargo Liability Insurance Asuransi yang ditutup oleh pengangkut atas kemungkinan kerugian yang disebabkan oleh adanya tuntutan dari pemilik barang karena terjadi kerusakan atau kehilangan barang Cargo Manifest Daftar barang yang dikapalkan
Cargo Plan Denah yang menggambarkan ruangan di dalam sebuah kapal yang ditempati oleh kargo
Cargo Superintendent Orang yang bertugas pada saat ada pergerakan yang meliputi bongkar/muat sebuah kapal
Cargo Consignment Pengiriman suatu unit muatan
Cargo Separated Pemisahan muatan tertentu dengan muatan yang lain Container Freight Station (CFS) Gudang tempat penumpukan barang yang akan dimasukkan/
dikeluarkan dari dan ke petikemas
Channel Lines Batas-batas alur pelayaran yang dikeruk atau dijaga kedalamannya
Chartering Menyewa kapal dalam arti Charter baik untuk suatu perjalanan tertentu atau dalam periode waktu tertentu (charterer)
Charter Party Perjanjian sewa menyewa kapal yang dituangkan dalam satu surat perjanjian
Cost, Insurance, Freight (CIF) Kondisi dimana penjual bertanggung jawab mengatur dan membayar biaya angkutan laut dan asuransi sampai di pelabuhan tujuan
Cope Line Bagian garis sisi depan tambatan dari dermaga
Closed Dock System Suatu sistem dok di dalam suatu pelabuhan yang menjaga tinggi muka air tetap konstan dan untuk masuk ke dalamnya sebuah kapal mesti melewati gerbang
Class Rate Tarif yang dikenakan pada barang yang mempunyai sifat dan jenis yang sama dan dikelompokkan dalam satu kelas Charterer Pays Dues (CPD) Pen-charter membayar semua biaya pelabuhan yang
dikenakan terhadap kapal
Commodity Rate Tarif yang dikenakan untuk setiap jenis atau komoditas barang mempunyai tarif tersendiri
Cold Store Menyimpan barang dan menjadikannya dalam kondisi segar
Colli Satuan jumlah muatan
Comamanding Hatch Palka yang diperkirakan paling lama selesai atau paling banyak muatannya baik bongkar maupun muat
Combined Transport Operation Suatu prakiraan dari pelayanan transportasi yang meliputi kombinasi berbagai mode transportasi atas sejumlah barang sehingga dapat dilakukan pengantaran dari pintu ke pintu, atau door to door service
Container Kemasan berbentuk peti yang umumnya terbuat dari besi dengan standard ukuran tertentu yang digunakan untuk memindahkan dari satu moda transport ke moda transport lainnya.
Container Berth Suatu dermaga atau tambatan di pelabuhan petikemas.
Biasanya dermaga ini dikhususkan untuk melayani petikemas
Commodity Box Rate Tarif yang diberlakukan untuk FCL petikemas yang dihitung berdasarkan komoditi/class rate per box
Container Stowages Area Tempat dimana kita menyimpan/menaruh petikemas.
Biasanya untuk petikemas kosong
Conveyors Systems/Belt Suatu perlengkapan yang memungkinkan barang-barang kemasan dan barang curah, dapat dimuat atau diturunkan melalui ban berjalan yang dilakukan secara mekanis Combination Carrier Jenis kapal yang dapat mengangkut general Cargo dan
muatan curah
Consignee Pemilik barang
Conventional Liner Vessel Kapal barang biasa, jenis kapal yang biasanya membawa muatan umum (general Cargo) atau barang dalam partai yang tidak begitu besar
Cost & Freight (CF) Kondisi dimana penjual bertanggung jawab mengatur dan membayar biaya angkutan laut sampai di pelabuhan tujuan Custom Port Pelabuhan yang berada di bawah pengawasan Bea Cukai Company Security Officer (CSO) Orang yang di dalam perusahaan bertanggung jawab untuk
mengembangkan dan menerapkan rencana keamanan kapal dari perusahaan perkapalan
Continuous Synopsis Record (CSR) Laporan identitas dari kapal dengan memuat data penting, seperti negara asal, tanggal mulai dioperasikan, registrasi, nama perusahaan yang mengoperasikan dan segala keterangan sebagai bukti dari keaslian kapal, termasuk sertifikat-sertifikat yang ada serta badan yang memberikan sertifikat ISPS Code
D
Dead Weight Tonase Kapasitas angkut dari kapal
Dead Freight Uang ganti rugi atau uang tambang yang dapat diminta oleh pemilik kapal kepada charterer kapalnya apabila charterer tidak dapat mengangkut seluruh muatan atau sudah memesan ruangan muatan tetapi tidak jadi menggunakannya
Deep Water Harbour Pelabuhan yang menyediakan fasilitas untuk perairan yang cukup dalam yang dapat menerima kapal dengan sarat kapal sampai dengan 20 meter
Demurrage Sejumlah uang yang dibayarkan oleh pemilik kapal atas penggunaan ruangan di Pelabuhan atau gudang pada batas waktu tertentu, biasanya selama menunggu klarifikasi dari Bea Cukai. Biaya ini juga diterapkan bila terjadi kelambatan bongkar/muat barang dari dan ke kapal, petikemas, truk atau trailer bila melebihi batas waktu yang telah disepakati Destination Port Pelabuhan tertentu sebagai tujuan suatu kapal atau barang
kiriman
Despatch Uang insentif yang diberikan pemilik kapal kepada penyewa karena melakukan bongkar muat kurang dari waktu yang ditetapkan dalam kontrak (charter party)
Despatch ½ Demurrage (D ½ D) Premi Despatch adalah setengah dari demurrage Despatch Discharge Only (DDO) Despatch hanya dikenakan pada waktu pembongkaran Despatch Loading Only (DLO) Despatch hanya dikenakan pada waktu pemuatan
Despatch payable at both ends Dispatch dibayarkan di pelabuhan muat dan pelabuhan on all time saved (DBEAT) bongkar untuk waktu-waktu yang dihemat
Despatch payable at both ends Dispatch dibayarkan untuk penghematan waktu labuh di on lay time saved (DBELTS) pelabuhan muat maupun pelabuhan bongkar
Direct Delivery Suatu proses pembongkaran barang langsung dari kapal ke moda transport darat setelah melewati pemeriksaan Bea Cukai
Discharge Kegiatan membongkar barang dari atas kapal
Dunnage Material yang digunakan untuk memisahkan/melindungi antara muatan atau dengan benda lain
Displacement Jumlah berat air yang dipindahkan oleh kapal, atau berat underwater volume dari kapal yang sama beratnya dengan kapal, dinyatakan dengan satuan long ton (1 long ton = 35 cft. berat air laut)
Distribution Arrangemens Tranportasi barang-barang dari atau ke Pelabuhan melalui jalan raya, jalan kereta api ataupun melalui sungai
Dock Bangunan Maritim untuk bertambat kapal, guna bongkar/
muat barang dan penumpang
Dolphin Kumpulan dari tonggak-tonggak dari besi, kayu atau beton agar kapal dapat bersandar untuk melakukan kegiatan bongkar/muat ke tongkang (lighter), biasanya terdiri dari konstruksi dua tonggak yang menahan kapal di bagian muka dan belakang
Draft Sarat atau Kedalaman yang diukur dari dasar lunas kapal sampai dengan muka air
Dock Labor Tenaga buruh untuk bongkar/muat di Pelabuhan
Door to door Suatu pengiriman barang dari satu pintu ke pintu yang lain Dredging Pekerjaan pengerukan, yaitu mengambil material lumpur
dan sejenisnya dari dasar atau di alur sungai dan di kolam Pelabuhan
Dry Cargo Jenis barang yang tidak memerlukan perlindungan terhadap temperature tertentu dan yang tidak mengandung unsur air
Dry Dock Dok yang di dalamnya dapat digunakan untuk mereparasi atau membangun kapal,dan air di dalamnya dapat dipompakan keluar sesuai kebutuhan
Dry Port Suatu kawasan di pedalaman yang dapat melaksanakan fungsi suatu pelabuhan laut, khususnya untuk angkutan petikemas
Dead Weight Cargo Carrying Berat muatan yang diangkut (DWCC)
E
Embarcation Ladder Tangga tali yang dipergunakan naik ke dalam sekoci penyelamat atau rakit penyelamat
Ensign Bendera dari negara dimana kapal tersebut di daftar Estimated Time of Arrival (ETA) Perkiraan tanggal dan waktu tiba kapal di pelabuhan Estimated Time of Departure Perkiraan tanggal dan waktu keberangkatan kapal dari
(ETD) pelabuhan
Estimated Time of Sailing (ETS) Perkiraan tanggal dan waktu kapal berlayar
Export Shed Gudang tertutup di Pelabuhan tempat penyimpanan barang selama menunggu pengiriman (ekspor)
f
Fairway Perairan terbuka yang dapat dilayari
FCL/FCL Pelayaran bertanggung jawab sejak dari container yard (CY) di pelabuhan muat sampai dengan container yard di pelabuhan bongkar
Fleet Kumpulan kapal-kapal, baik kapal perang maupun kapal niaga
Free of Despatch (FD) Bebas dari pembayaran premi dispatch yang harus dibayar Free In and Out (FIO) Pen-charter membayar biaya bongkar muat
Free In, Out and Stowed (FIOS) Biaya pemuatan/pembongkaran dan pemadatan muatan ditanggung oleh pemilik muatan/pencharter
Free In, Out and Trimmed (FIOT) Pencharter membayar biaya muat, meratakan dan membongkar barang yang dimuat saja. Biaya lainnya ditanggung oleh pemilik kapal seperti biaya pelabuhan dan pemeliharaan kapal
Fork Lift Truck (FLT) Suatu peralatan untuk penanganan kargo yang didisain khusus untuk menangani barang-barang yang dikemas dengan cara pallet untuk suatu gerakan horisontal atau vertikal dan untuk memindahkan barang
Free On Bord (FOB) Kondisi dimana penjual bertanggungjawab atas seluruh biaya pengiriman, resiko sampai barang dimuat diatas kapal
Forklift Peralatan atau kendaraan pengangkut yang digunakan untuk mengangkat dan menurunkan barang
Freeboard Jarak antara permukaan air dengan geladak ukuran yang dinamakan geladak lambung timbul (freeboard deck) Freeboard Deck Geladak terusan paling atas yang dilengkapi dengan penutup
permanen dan kedap air
Freight Uang tambang, uang yang diminta oleh perusahaan pelayaran untuk kompensasi biaya atas jasa mengangkut barang
Freight All Kinds (FAK) Uang tambang, yang tarif atau besarnya sama, yang dikenakan untuk setiap petikemas yang diangkut, biasanya untuk jarak yang dekat
Freight Collect Uang tambang yang dibayar bilamana muatan akan diserahkan, disebut juga payable at distination, freight forward, atau destination freight
Freight Forwarder Perusahaan yang menyediakan jasa pengurusan barang- barang di Bea Cukai, pelayaran dan angkutannya
Freight Manifest Daftar barang yang dikapalkan dalam suatu kapal tertentu Free of Particular Average (FPA) Pertanggung-jawaban sebagian saja dari risiko
Freedom Vessel Kapal general Cargo untuk pengangkutan serba guna Free Port Pelabuhan dimana kegiatan impor tidak dikenakan bea
masuk
Free Trade Zone Suatu area yang disiapkan dimana perdagangan didasarkan pada penukaran barang secara Internasional dan bebas tarif kepabeanan, hanya digunakan sebagai sumber pemasukan tetapi tidak dijadikan hambatan bagi pertumbuhan perdagangan
Full Container Load (FCL) Petikemas isi yang dikuasai satu pemilik
Full Container Vessel Kapal petikemas, jenis kapal yang dibuat khusus untuk mengangkut petikemas (container) atau dapat dinamakan juga cellular vessel
Fuel Oil Tank Farm Suatu area penampungan minyak di dalam tank-tank penyimpanan terletak di dekat Jetty/dermaga yang dihubungkan dengan pipa-pipa
G
Gang Jumlah tenaga kerja bongkar muat yang digunakan untuk bekerja di kapal maupun di tempat penumpukan ( gudang/
lapangan )
Gang shift Jumlah 1 (satu) gang tenaga kerja bongkar muat dalam 1 (satu) gilir kerja
Gang hour Jumlah gang tenaga kerja bongkar muat yang bekerja dalam periode jam tertentu
General Cargo/Breakbulk Vessel Jenis kapal angkut serba guna
Graving Dock Sebuah dok tempat dimana kapal-kapal dibangun atau direparasi, air harus dapat dipompakan keluar dari tempat ini sesuai kebutuhan
Green Channel Gerbang di Pelabuhan untuk melewatkan penumpang yang tidak membawa barang-barang seharusnya dideklarasikan kepada petugas kepabeanan
Gross Registered Tonnage (GRT) Berat kotor kapal tercatat
Grain Space Ruangan dalam palka yang disediakan untuk muatan curah (bulk)
Gross Tonnage Seluruh kapasitas volume dalam ruang muat kapal
H
Hazardous Cargo Barang berbahaya atau sering disebut dangerous goods
Hatch Ruang untuk muatan kapal
Hatch Beam Balok yang diangkat untuk menyangga tutup palka
Harbour Master Seorang pejabat yang menangani aspek-aspek operasional dan navigasi dari suatu Pelabuhan
Hatch Square Mulut palka atau ambang palka
Haulage Lihat Trucking
Heavy Lift Surcharge Tambahan freight heavy-lift surcharge untuk barang yang mempunyai berat di atas 5 (lima) ton secara bertingkat High Speed Diesel (HSD) Solar, jenis minyak yang digunakan untuk mesin-mesin
putaran tinggi
High Water Ordinary Spring Tide Ketinggian permukaan air pada musim panas (HWOST)
Hogging Lengkung gunung, terlalu banyak menaruh muatan di ujung- ujung kapal maka bentuk kapal akan melengkung ke atas
Hook Cycle Banyaknya angkatan yang dilakukan oleh derek dalam jangka waktu tertentu
Hook Capacity Kapasitas daya angkat dari derek dalam periode tertentu Hook output Hasil angkatan keseluruhan yang dihasilkan
Hour meter Penunjukan waktu pemakaian mesin pada kendaraan, alat angkut/angkat
House Flag Bendera pengenal dari perusahaan pemilik kapal yang dikibarkan pada tiang utama
Hold Ruangan-ruangan di bawah geladak kapal yang disediakan untuk muatan
Hull Tubuh kapal lengkap dengan permesinannya
Hull Insurance Asuransi kapal
I
International Association of Asosiasi Pelabuhan Internasional Ports and Harbour (IAPH)
Idle Time Waktu yang terbuang (tidak berproduksi) International Chambre of Kamar Dagang dan Industri Internasional Comerce (ICC)
Inland Container Depot (ICD) Depo petikemas
Immigration Suatu pemeriksaan terhadap pasport atau dokumen terkait seperti visa atau sertifikat kesehatan, biasanya terdapat di pintu-pintu perbatasan, untuk meyakinkan bahwa semua dokumen tersebut memenuhi syarat sehingga orang yang bersangkutan bisa meneruskan perjalanan
International Maritime Organisasi Kemaritiman Internasional Organization (IMO)
Inport Shed Gudang penumpukan barang impor sementara sebelum didistribusikan
Incoterms 1988O Peraturan Internasional untuk menafsirkan istilah-istilah yang sering digunakan dalam kontrak-kontrak perdagangan internasional. Peraturan ini dikeluarkan oleh ICC dan meliputi FOB, CIF dan sebagainya
Inwards Clearence Pemeriksaan kapal oleh pabean pada saat kedatangan di Pelabuhan agar pembongkaran muatan bisa segera dilaksanakan
International Standard Organisasi Standard Mutu Internasional Organization (ISO)
International Ship and Port Kode internasional untuk pengamanan kapal dan fasilitas Facility Security Code (ISPS Code) pelabuhan yang terdiri dari persyaratan wajib dan petunjuk
pelaksanaan (rekomendasi)
Institute (of insurance) Warranty Daerah yang tidak didukung asuransi Limits (IWL) sehingga penyewa harus membayar ekstra
J
Jacob’s Ladder Tangga yang terbuat dari tali dengan anak tangga yang terbuat dari kayu atau logam yang dipergunakan sebagai jalan darurat dari geladak kapal ke permukaan air
Jetty Struktur tambatan yang menjorok ke arah perairan, biasanya untuk tambatan kapal curah cair
K
Konosemen Daftar muatan atau bill of loading
Keel Bagian bawah dari lunas kapal
Keel Clearence Ambang batas kedalaman lunas bawah kapal terhadap dasar perairan
L
Laydays Kelonggaran atau tenggang waktu yang diberikan kepada kapal untuk memulai pemuatan dan pembongkaran, dimana pencharter dapat melakukan bongkar/muat tanpa membayar biaya ekstra
Laytime Waktu labuh
LCL/LCL Pelayaran bertanggung jawab sejak barang diterima dari shipper di container freight station (CFS) di pelabuhan muat sampai dengan barang diserahkan ke consignee dari CFS di pelabuhan bongkar
Less Than Full Container Petikemas isi yang dikuasai lebih dari satu pemilik.
Load (LCL)
Lighterage Bongkar/muat melalui alat angkut sejenis tongkang/perahu Length Between Perpendiculars Panjang kapal diukur dari linggi-linggi paling depan dan (LBP) bagian paling belakang dari buritan pada garis maksimum
sarat musim panas
Length Over All (LOA) Panjang kapal secara keseluruhan yang diukur dari bagian paling ujung dari linggi-linggi sampai bagian paling belakang dari buritan
Lift On/Off (LoLo) Kegiatan mengangkat/menurunkan petikemas dari lapangan penumpukan ke atas chasis atau sebaliknya
Lighter Carrier Kapal pengangkut tongkang, variasi dari kapal pengangkut petikemas, dimana sebagai pengganti petikemas, kapal jenis ini mengangkut tongkang bermuatan
Light Displacement Berat kapal dalam keadaan kosong
Liner Kapal yang memiliki tujuan, rute dan jadwal yang tetap Loading Berth Suatu tempat atau daerah di Pelabuhan dimana kita
menaikkan barang ke kapal
Loading List Daftar muatan yang akan dimuat keatas kapal
Loading Plan Perencanaan muatan
Long Distance Jarak pengangkutan barang yang terlalu jauh (sampai ke gudang/lapangan penumpukan), biasanya lebih dari 130 meter.
Long Term Storage Penumpukan atau penimbunan barang untuk jangka waktu lama
Loose Cargo Muatan yang terpisah-pisah
Lower Hold Palka paling bawah
Loading Vesel Kapal yang mengangkut barang yang dimuat
Log Book Buku harian kapal
Loaded Displacement Berat kapal beserta muatannya pada sarat kapal (draft) maksimum yang diperkenankan oleh peraturan
Load Line Garis batas maksimum kapal dapat dimuat
Longlength Surcharge Tambahan freight long length surcharge untuk barang yang panjangnya melebihi 8 meter, secara bertingkat
Lump sum Freight Uang tambang yang dihitung berdasarkan atas unit atau sejumlah unit tertentu
Low Water Ordinary Spring Tide Permukaan air terendah pada musim panas biasa (LWOST)
M
Manifest Daftar barang yang dimuat kapal
Master Cable Berita/kawat yang dikirim Nakhoda kapal berisikan perkiraan kedatangan kapal di pelabuhan
Marshalling Area Suatu daerah dimana kita merakit barang-barang atau mobil untuk menunggu pengapalan atau pendistribusian melalui jalur darat
Marpol Marine Pollution Prevention Convention 1973/1978, yang membahas aspek perlindungan lingkungan perairan, khusus untuk pencegahan pencemaran yang asalnya dari kapal, alat apung dan usaha penanggulangannya
Marine Diesel Fuel (MDF) Bahan bakar untuk mesin putaran rendah dan menengah Marine Fuel Oil (MFO) Residual Fuel Oil, bahan bakar motor diesel dengan putaran
rendah
Mix Comodity Box Rate Tarif yang diberlakukan untuk petikemas yang berisi beberapa jenis barang
Minimum Freight (M/F) Uang tambang minimum yang harus dibayar per B/L oleh pemilik barang dan jumlahnya bukan berdasarkan ton/m3 barang
Mooring Buoys Pelampung pengikat, pelampung dimana kapal ditambatkan untuk melakukan suatu kegiatan
Mooring Dolphin Dolphin yang digunakan untuk menambat kapal dan tidak untuk dibenturkan ke kapal
More or Less at Owners Option Kesepakatan mengenai Cargo dead-weight, pemilik kapal (MOLOO) mendapat kelonggaran lebih atau kurang, karena
yakin situasi dari bunker/stores yang ada
Multi Port Itineraries Jadwal pelayaran sebuah kapal yang melalui sejumlah Pelabuhan dengan mengangkut barang, misalnya dari jenis minyak
Multi Purpose Berth Dermaga yang mampu menangani berbagai jenis barang dalam berbagai bentuk misalnya pallet, kontainer, barang curah, mobil, termasuk kapal dengan berbagai spesifikasi
N
Natural Harbour Daerah perairan yang terlindungi secara alami, yang dapat digunakan untuk kegiatan bongkar/muat kapal
Net Regitered Tonnage (NRT) Berat bersih kapal tercatat
Not always afloat but safely Tidak selalu terapung namun badan kapal duduk dengan aground (Naabsa) aman di dasar (misalnya di lumpur)
Notice of Readiness (NOR) Pemberitahuan secara tertulis oleh nahkoda kepada penyewa bahwa kapal siap untuk dimuat atau dibongkar
O
Occasional Surcharge Biaya tambahan yang dikenakan untuk kondisi dan kejadian tertentu yang menyebabkan meningkatnya biaya operasional
Oil/Bulk/Ore (OBO) Pengangkut barang curah multi purpose
Oil/Bulk Terminal Dermaga atau terminal di Pelabuhan yang dilengkapi dengan peralatan untuk menangani transhipment barang atau minyak
Oil Terminal Dermaga atau terminal di pelabuhan yang dilengkapi dengan peralatan untuk menangani transhipment minyak
Opening Date Tanggal atau hari tercatat dimana barang bisa diterima untuk dikapalkan secara liner pada suatu pelayaran tertentu Open Dock System Suatu sistem dok di sebuah Pelabuhan yang dipengaruhi
oleh variasi pasang surut
Operating Port Pelabuhan yang menyediakan dan menyiapkan prasarana, sarana dan peralatan mekanik serta melaksanakan seluruh kegiatan usaha pelayanan jasa kapal dan barang
Outward Clearence Pemeriksaan kepabeanan dari suatu kapal sebelum kapal yang bersangkutan keluar dari Pelabuhan
Out Turn Report Laporan yang menggambarkan secara detail barang-barang yang diturunkan dari petikemas
Overbrengen Angsuran, pekerjaan pemindahan dari tempat penumpukan ke tempat penumpukan lainnya yang meliputi lift on di tempat asal, trucking dari tempat asal ke tempat baru dan lift off di tempat baru
Overside Discharge Pembongkaran barang langsung antar kapal ke kapal yang lebih kecil melalui samping kapal dengan menggunakan derek kapal
P
Particular Average Suatu pertanggungjawaban yang melekat pada polis asuransi maritime yang berkaitan dengan kerusakan tertentu, kehilangan sebagian (tidak dengan sengaja) atau secara langsung diakibatkan oleh risiko-risiko yang termasuk dalam cakupan kerugian yang dinyatakan dalam kontrak pembelian asuransi
Panamax Class Kapal dengan ukuran terbesar yang dapat melewati terusan Panama, ukuran kapal lebih kurang 60.000 DWT dan lebar kapal tidak melebihi 32 meter
Passenger Ship Kapal penumpang
Passenger Terminal Terminal yang dilengkapi dengan fasilitas untuk melayani penumpang seperti imigrasi, pabean, ruang tunggu, kantin dan sebagainya
Pallet Platform dari kayu atau rangkaian dari plat baja dengan ukuran 1000mm X 1200mm dimaksudkan untuk pengepakan barang-barang agar mudah untuk pengapalannya atau gerakannya ke darat
Pier Dermaga yang menjorok ke arah perairan atau tegak lurus ke arah pantai
Plimsoll Mark Markah Kambangan, tanda batas daya muat kapal dan garis batas summer draft di laut, yang terdapat di kiri/kanan kapal
Port Dues Sejumlah biaya yang dikenakan pada kapal yang masuk ke apelabuhan, perhitungan berdasarkan pada GRT kapal Port Facility Security Plan (PFSP) Rencana yang dikembangkan agar tindakan dan pelaksanaan
telah dibuat sedemikian rupa untuk melindungi fasilitas di pelabuhan termasuk kapal, manusia, barang, pengangkutan dan pengerjaan barang di pelabuhan agar terhindar dari kejadian yang mengganggu atau merusak
Port Facility Security Petugas yang bertanggung jawab terhadap pengembangan, Officer (PFSO) pelaksanaan, perbaikan dan pemeliharaan fasilitas
keamanan pelabuhan serta hubungan dengan petugas keamanan perusahaan (CSO) dan petugas keamanan kapal (SSO)
Protection and Indemnity Club Asuransi bersama para pemilik/operator kapal untuk (P & I Club) menutup risiko yang tidak dapat diasuransikan pada
perusahaan asuransi
Port of Refuge Pelabuhan dimana kapal dapat labuh jangkar dengan aman pada cuaca laut yang jelek, misalnya pada saat badai Port Traffic Operation Sistem operasi yang mengatur lalu lintas keluar masuk kapal
di pelabuhan, untuk beberapa Pelabuhan bisa juga berarti pengaturan distribusi barang-barang di darat dari dan ke Pelabuhan dengan menggunakan truk atau kereta api Pre-Slinging Perakitan kotak-kotak kargo di dermaga sebelum dimuat ke
kapal
Q
Quay Dermaga tempat dimana kapal melakukan bongkar/muat barang
R
Ramp Suatu fasilitas yang menghubungkan dermaga dan kapal untuk memudahkan kendaraan bisa keluar/masuk ke kapal (ferry) secara horisontal (roll on/roll off)
Ratio Date Tanggal dimana sebuah kapal sudah harus berada di suatu tempat
Red Channel Pintu gerbang yang harus dilalui oleh setiap penumpang beserta barang bawaannya yang harus dideklarasikan pada pabean
Realocation Realokasi, pekerjaan pengaturan/penempatan kembali petikemas yang masuk di terminal petikemas sesuai perencanaan
Restricted Areas Daerah-daerah terbatas/terlarang, mencegah masuknya orang-orang yang tidak berwenang guna melindungi fasilitas pelabuhan dan kapal
Resources Allocation Alokasi sumber-sumber tenaga dan peralatan yang diperlukan dalam kegiatan operasional
Roll On/Roll Off Terminal Terminal laut untuk kapal yang membutuhkan gerakan horisontal saat kendaraan keluar/masuk dari dan ke kapal, termasuk untuk barang yang melalui suatu fasilitas yang disebut dengan ramp
Roll-on, Roll-off (Ro-Ro) Jenis kapal yang didesain untuk muat bongkar barang ke kapal di atas kendaraan
S
Sagging Lengkung lembah, terlalu banyak menaruh muatan di tengah maka bagian kapal akan melengkung ke bawah Salvage Award Uang jasa pertolongan, pembayaran yang dilakukan terhadap
pihak yang menolong sebuah kapal yang mengalami musibah
Semi Container/Pallet Vessel Jenis kapal yang dapat mengangkut muatan secara breakbulk, pre-slung, atau unit-unit pre-pallet, dapat juga mengangkut petikemas dalam palka yang terbuka dan di atas dek Ship Arrival Time Waktu kedatangan sebuah kapal di dermaga dan Pelabuhan
tertentu
Single Buoy Mooring Pelampung pengikat dimana kapal tanker dapat muat/
bongkar muatannya melalui pipa di pelampung tersebut yang menghubungkan ke daratan atau sumber pasokan Single Screw Baling-baling kapal tinggal 1 (satu) buah
Shore Equipment Peralatan di dermaga
Short Term Storage Penumpukan/penyimpanan barang untuk jangka waktu pendek
Shipper Pengirim barang
Ship Departure Time Waktu keberangkatan sebuah kapal di dermaga tertentu dan Pelabuhan tertentu
Ship’s Derrick Derek-derek kapal, alat untuk mengangkat /menurunkan barang dari dan ke kapal
Shipping Lines Perusahaan yang mengoperasikan kapal
Sailing List Daftar Pelayaran yang dimiliki oleh pemilik kapal dari Pelabuhan tertentu
Sailing Schedule Jadwal pelayaran yang berisi tentang informasi Pelabuhan yang disinggahi, tanggal/jam kedatangan dan keberangkatan, nama kapal dan beberapa informasi yang relevan
Ship Security Assesment (SSA) Analisis dari pengamanan dan ancaman terhadap kapal oleh perusahaan
Ship Security Plan (SSP) Dokumen dari kapal berdasarkan SSA yang menerangkan peralatan, tindakan serta prosedur yang dilaksanakan untuk memelihara keamanan dalam kapal
Ship Security Officer (SSO) Perwira/petugas kapal yang bertanggung jawab bahwa SSP dilaksanakan tiap waktu, baik sedang Ship Security berlayar maupun berada di pelabuhan
Security level 1 Tingkatan keamanan minimum yang harus dilakukan sepanjang waktu
Security level 2 Tingkatan keamanan dimana diperlukan tambahan tindakan pengamaan untuk suatu jeda waktu tertentu sebagai akibat dari peningkatan ancaman keamanan
Security level 3 Tingkatan keamanan dimana tindakan keamanan tambahan akan diberlakukan untuk masa waktu tertentu dimana kemunkinan ancaman keamanan besar akan terjadi meskipun masih belum diketahui dengan pasti untuk menentukan tujuan sasaran yang mana
Slave Trailer Trailer dengan sisi-sisi rendah yang digunakan untuk memindahkan petikemas dalam area Pelabuhan, atau untuk menempatkan barang-barang pada dek mobil dari sebuah kapal ke dermaga atau sebaliknya
SOLAS Safety of Life at Sea Convention 1974/1978, yang membahas aspek keselamatan kapal, termasuk konstruksi, navigasi dan komunikasi
Spotting Pekerjaan identifikasi sebuah kargo di dalam lantai kapal atau di dermaga yang dilakukan oleh operator krain, sebelum dilakukan pemindahan barang baik dari kapal ke dermaga atau sebaliknya
Stacking Area Tempat penumpukan petikemas, dalam hal ini bisa berarti di Pelabuhan atau di lapangan (Container Freight Station) Stacking Factor Faktor yang dipakai untuk mencapai penumpukan tertentu
yang diijinkan
Steack Height Tinggi penumpukan barang
Stevedores Orang yang ditugasi untuk melaksanakan Transhpment barang-barang di Pelabuhan
Stevedoring Pekerjaan membongkar petikemas dari dek/palka ke atas chasis, atau memuat dari dermaga/chasis ke atas dek/ke dalam palka kapal dengan menggunakan crane kapal/darat Stevedoring Gear Peralatan mekanis bongkar muat
Shifting Pekerjaan pemindahan petikemas dari satu tempat ke tempat lain dalam petak kapal (bay) yang sama, atau ke petak kapal yang lain dalam kapal yang sama atau dari satu petak kapal ke dermaga dan kemudian menempatkan kembali ke kapal semula
Stacking Pekerjaan penyusunan petikemas di terminal petikemas Stuffing Pekerjaan memuat barang dari dalam gudang penumpukan
(CFS) atau dari truck sampai disusun dalam petikemas Stripping Pekerjaan membongkar barang dari petikemas sampai
disusun di dalam gudang penumpukan (CFS) atau ke atas truck
Storage Area Sebuah tempat yang diperuntukkan sebagai tempat menyimpan barang-barang
Stowage Factor Faktor yang digunakan untuk menentukan berapa kubikasi ruangan yang terpakai untuk muatan 1 ton
Stowage Plan Rencana/posisi muatan didalam suatu palka Supervisi Cargo Handling Pengawas bongkar muat
Straddle Carriers Peralatan penanganan barang yang digunakan untuk memindahkan pipa, kayu atau petikemas yang pusat gerak mekanisnya terletak di sisi laut (kapal)
Stripped Pekerjaan pembongkaran petikemas dari suatu barang Stuffing Kebalikan dari Stripped, adalah pemuatan barang ke dalam
petikemas
STCW Standard of Training Certification and Watchkeeping of Seafarers Convention 1978, yang berisi persyaratan minimum pendidikan atau pelatihan yang harus dipenuhi oleh anak buah kapal (ABK) untuk bekerja sebagai pelaut Statement of Fact Mencatat semua kejadian, sejak kapal tiba sampai dengan
kapal berangkat
Summer Draft Sarat kapal pada musim panas menurut peraturan lambung timbul (freeboard)
Salt Water Arrival Draft (SWAD) Sarat air laut pada saat kedatangan kapal di tempat tujuan Safe Working Load (SWL) Beban kerja yang aman ( batas kemampuan daya angkat
yang diijinkan)
T
Tanker Kategori kapal dengan sebuah geladak yang terdapat tangki- tangki yang tersusun secara integral maupun terpisah yang digunakan untuk mengangkut curah cair
Tallying Pekerjaan pemeriksaan barang dalam perjalanan sebelum dimuat ke kapal atau turun dari kapal (pekerjaan menghitung barang /muatan setiap pergerakan/pindah)
Twenty Equivalent Units (TEU) Sebuah satuan ekivalen dari petikemas, dimana 1 TEU adalah 1 petikemas dengan ukuran dua puluh kaki
Time Charter (T/C) Kapal yang dapat disewa dengan batas waktu tertentu Time Sheet Memuat perhitungan waktu dan akan terlihat waktu yang
diijinkan dan yang terpakai, kelebihan atau penghematan waktu
Tier Susunan penumpukan muatan
Tool Port Badan Usaha Pelabuhan (BUP) menyediakan, menyiapkan dan mengusahakan prasarana dan sarana kepelabuhanan, pelaksanaan kegiatan pelayanan jasa terhadap kapal dan barang dilaksanakan oleh Badan Hukum Indonesia (BHI) selaku operator
Tractors Alat penggerak yang digunakan terutama untuk menggerakkan trailers di lokasi Pelabuhan atau di lapangan penumpukan petikemas
Trailer Alat tak bermotor yang bisa memindahkannbarang atau petikemas di areal Pelabuhan
Tramper Kapal dengan tujuan, rute dan jadwal tidak tetap
Transit Shed Gudang tertutup di Pelabuhan yang terletak di dekat dermaga untuk menyimpan barang yang akan didistribusikan ke darat atau yang sedang mengalami penundaan pengapalan Trucking/Haulage Pekerjaan mengangkut petikemas dengan menggunakan
trailer/chasis dalam daerah kerja pelabuhan dari lambung kapal ke lapangan penumpukan petikemas atau sebaliknya, atau dari lapangan penumpukan ke depan pintu gudang penumpukan barang (CFS) atau sebaliknya
Tug Boat Kapal tunda, yang berfungsi untuk menarik atau mendorong kapal atau segala sesuatu yang mengapung, fungsi lainnya untuk menolong kapal dalam bahaya, memadamkan kebakaran di laut, memerangi polusi/ pencemaran, dan sebagainya
Tug Master Sebuah traktor di areal Pelabuhan yang menarik trailer bermuatan kargo/petikemas atau Slave Trailer, biasanya beroperasi di areal Pelabuhan atau di areal penumpukan petikemas
Turning Basin Perairan di dalam Pelabuhan atau pelataran dari alur pelayaran dimana kapal diperkenankan untuk berputar
Tween Deck Palka tengah-tengah
Tween Screw Kapal tidak berbaling-baling tunggal
U
Ultra Large Crude Carrier (ULCC) Kapal angkut minyak kapasitas besar, berbobot mati antara 350.000 ton sampai dengan 550.000 ton
Under Keel Clearence Jarak atau batas kedalaman di bawah lunas kapal terhadap dasar perairan
V
Valuation Scale Digunakan untuk menghitung uang tambang yang didasarkan atas harga barang per ton/m3
Value of Service Principle Prinsip penetapan tarip angkutan berdasarkan tinggi rendahnya manfaat jasa angkutan untuk komoditi tertentu Vagetable Oil Tank Farm Suatu daerah untuk menampung minyak nabati di dalam
tanki-tanki penyimpanan, biasanya terletak di dekat dermaga dan dihubungkan oleh suatu jaringan pipa
Veem Usaha penyelenggaraan muatan sebelum dan sesudah pengapalan
Very Large Crude Carrier (VLCC) Kapal angkut minyak kapasitas besar, berbobot mati antara 100.000 ton sampai dengan 350.000 ton
W
Warehouse Gudang penampungan barang yang dapat tediri dari satu tingkat atau beberapa tingkat
Wet Bulk Cargo Barang-barang yang dikirimkan dalam bentuk curah atau dalam bentuk cair seperti, minyak, anggur, gas dan semacamnya
Wharf Ladder Tangga atau jembatan yang dipergunakan sebagai lintasan penghubung antar geladak kapal atau dermaga dengan geladak kapal
Working Days minus (-) Weather Hari kerja yang dihitung dari kondisi normal dikurangi Permitting (WD-WP) waktu labuh. Merupakan persyaratan dalam satu charter
perjalanan (Voyage)
Weather Working Days (WWD) Hari kerja normal yang lazimnya diterapkan di suatu pelabuhan dikaitkan dengan cuaca
Wing Hatch Bagian palka sebelah dalam (sudut)
Work scheadule Jadwal kerja
y
Yard Throughput Jumlah bongkar/muat komoditas atau petikemas melalui suatu lapangan (yard) untuk masa periode tertentu
DAfTAR PUSTAKA
Agershau, Hands; Lundgren, Helge, and Sorensen Torben (1983), Planing and Design of Port and Marine Terminals, John Willy and Sons Inc., New York, London.
Branch, Alan E (1986), Element of Port Operation and Management, Chapman and Hall, London, New York.
Bruun Per (1989), Port Engineering, Gulf Publishing Company.
Capt. R.P. Suyono M. Mar., Lektor Kepala, Edisi Keempat, (Juli 2007), Shipping, Pengangkutan Intermodal Ekspor Impor Melalui Laut, Jakarta : Penerbit PPM.
Egel, Jeffrey (1993), Kamus Istilah Teknik Perkapalan, Jakarta : Penerbit Arikha Media Cipta.
Heggemres Nills and Fross Bjorn (1980), Port and Port Users, Norwegia Shipping Institution.
Lewis, edward V and O’Brien, Robert (1982), Kapal, Jakarta : Penerbit Tira Pustaka.
PRC (1983), Port Engineering Seminar, Tabloid.
Quinn, Alonzo (1972), Design & Construcktion of Port & Marine Structure, Mac Graw Hill, New York.
Saubier, Alan E (1972), Element of Port operation and Management, Mac Graw Hill, New York.