DAFTAR ISI
NOTA KESEPAKATAN ...
DAFTAR ISI ... i
DAFTAR TABEL ... iii
DAFTAR GAMBAR ... v
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang Penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) ... 1
1.2. Tujuan Penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) ... 2
1.3. Landasan Hukum ... 3
1.4. Gambaran Umum Kondisi Daerah ... 4
1.4.1. Aspek Geografi dan Demografi ... 4
1.4.2. Aspek Kesejahteraan Masyarakat ... 7
1.4.3. Aspek Daya Saing ... 12
BAB II KERANGKA EKONOMI DAERAH ... 21
2.1. Perkembangan Indikator Ekonomi Makro Kota Madiun ... 21
2.1.1. Pertumbuhan Ekonomi ... 21
2.1.2. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ... 22
2.1.3. Inflasi ... 25
2.1.4. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ... 27
2.1.5. Kemiskinan ... 28
2.1.6. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ... 29
2.2. Rencana Target Ekonomi Makro Kota Madiun Tahun 2016 ... 29
BAB III ASUMSI-ASUMSI DASAR DALAM PENYUSUNAN RANCANGAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (RAPBD) ... 52
3.1. Asumsi Dasar yang digunakan dalam APBN ... 52
3.2. Pertumbuhan PDRB ... 54
3.3. Laju Inflasi ... 55
3.4. Lain-lain Asumsi ... 56
3.4.1. Pengalihan Pajak Pusat ke Daerah ... 56
3.4.2. Dana Perimbangan ... 57
3.4.3. Kenaikan Gaji Pegawai Negeri Sipil ... 59
3.4.4. Jaminan Kesehatan Masyarakat Semesta (JAMKESMASTA) ... 59
3.4.5. Kegiatan Penataan Bangunan Lingkungan ... 59
3.4.6. Kegiatan Mengendalikan Banjir pada Daerah Tangkapan Air dan dan Badan-Badan Sungai ... 59
3.4.7. Kegiatan Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-Gorong di
Ko Kota Madiun ... 59
3.4.8. Kegiatan Peningkatan Jalan ... 60
BAB IV KEBIJAKAN PENDAPATAN, BELANJA DAN PEMBIAYAAN DAERAH ... 61
4.1. Pendapatan Daerah ... 62
4.1.1. Kebijakan Perencanaan Pendapatan Daerah 2019 ... 62
4.1.2. Target Pendapatan Daerah ... 62
4.1.3. Upaya-upaya Pemerintah Daerah dalam Mencapai Target Pendapatan Daerah ... 71
4.2. Belanja Daerah ... 71
4.2.1. Kebijakan Terkait dengan Perencanaan Belanja Daerah ... 71
4.2.2. Kebijakan Pembangunan Daerah, Strategi dan Prioritas Pembangunan Daerah ... 79
4.2.3. Kebijakan Belanja Berdasarkan Urusan dan SKPD ... 80
4.3. Pembiayaan Daerah ... 86
4.3.1. Kebijakan Penerimaan dan Pengeluaran Pembiayaan ... 86
4.4. Aset ... 92
4.4.1. Inventarisasi Aset ... 93
BAB V PENUTUP ... 106
DAFTAR TABEL
Tabel I.1 Jumlah Penduduk Kota Madiun per Kecamatan Tahun 2013 s/d
2017 ... 6 Tabel I.2 Jumlah Penduduk Kota Madiun Menurut Tingkat Pendidikan
Tahun 2012 s/d 2016 ... 6 Tabel I.3 Jumlah Penduduk Kota Madiun Menurut Jenis Pekerjaan Tahun
2013 s/d 2017 ... 7 Tabel I.4 Pertumbuhan PDRB Kota Madiun Tahun 2013 s/d 2017 (Rp.
Milyar) ... 7 Tabel I.5 Total Pra KS, KS-I, KS-II, KS-III dan KS-III Plus Kota Madiun
Tahun 2013 s/d 2017 ... 8 Tabel I.6 Laju Pertumbuhan Riil PDRB Menurut Lapangan Usaha (%)
Tahun 2012 s/d 2016 ... 13 Tabel I.7 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2013 s/d 2017 (Milyar
Rupiah) ... 13 Tabel I.8 PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2013 s/d 2017 (Milyar
Rupiah) ... 14 Tabel I.9 Peranan PDRB menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga
Konstan Tahun 2013 s/d 2017 (%) ... 15 Tabel I.10 PDRB Per Kapita Menurut Lapangan Usaha (Juta Rp) Tahun 2013
s/d 2017 ... 16 Tabel I.11 Perkembangan IPM Kota Madiun Tahun 2013 s/d 2017 ... 19
Tabel II.1 Prospek dan Prediksi Perekonomian Kota Madiun Tahun 2018 ... 22 Tabel II.2 Pertumbuhan PDRB Kota Madiun Tahun 2013 sampai Tahun
2017 ... 23 Tabel II.3 Peranan Ekonomi sektoral PDRB ADHB Tahun 2013 s/d 2017 (%)
... 23 Tabel II.4 Peranan Ekonomi sektoral PDRB ADHB Tahun 2013 s/d 2017 (%)
... 24 Tabel II.5 Perkembangan IPM Kota Madiun Tahun 2013 s/d 2017 ... 29 Tabel II.6 Laju pertumbuhan PDRB Menurut Lapangan Usaha Tahun dasar
2010 Tahun 2013-2017 (%) ... 41 Tabel II.7 Laju pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran Tahun dasar 2010
Tahun 2013-2017 (%) ... 41 Tabel II.8 Struktur PDRB Jawa Timur Menurut Lapangan Usaha Tahun
2013-2017 (%) ... 42 Tabel II.9 Proyeksi Perekonomian Kota Madiun Tahun 2017 – 2019 ... 43
Tabel II.10 Evaluasi Hasil Pelaksanaan Perencanaan Daerah Sampai Dengan
Tahun 2017 Kota Madiun dan Target Tahun 2018 ... 45
Tabel III.1 Proyeksi Asumsi Makro Nasional 2016-2019 ... 64
Tabel IV.1 Peta Potensi Pajak Daerah ... 75
Tabel IV.2 Peta Potensi Retribusi Daerah ... 75
Tabel IV.3 Peta Potensi Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan ... 75
Tabel IV.4 Peta Potensi Lain-lain PAD yang Sah ... 76
Tabel IV.5 Realisasi dan Proyeksi/Target Pendapatan Kota Madiun Tahun 2014 s.d Tahun 2019 ... 80
Tabel IV.6 Realisasi dan Proyeksi/Target Belanja Kota Madiun Tahun 2014 s.d Tahun 2019 ... 88
Tabel IV.7 Hubungan Visi/Misi dan Tujuan/Sasaran Pembangunan Kota Madiun ... 89
Tabel IV.8 Arah Kebijakan Belanja Tiap Urusan Pemerintahan Kota Madiun Tahun 2019 ... 90
Tabel IV.9 Realisasi dan Proyeksi/Target Pembiayaan Daerah Kota Madiun Tahun 2014 s.d Tahun 2019 ... 101
Tabel IV.10 Perincian Aset Tetap Per 31 Desember 2017 ... 103
Tabel IV.11 Perincian Aset Tetap Tanah Per 31 Desember 2017 ... 104
Tabel IV.12 Perincian Aset Tetap Peralatan dan Mesin Per 31 Desember 2017 ... 105
Tabel IV.13 Perincian Aset Tetap Gedung dan Bangunan Per 31 Desember 2017 ... 106
Tabel IV.14 Perincian Aset Tetap Jalan, Irigasi dan Jaringan Per 31 Desember 2017 ... 108
Tabel IV.15 Perincian Aset Tetap Lainnya Per 31 Desember 2017 ... 109
Tabel IV.16 Perincian Konstruksi dalam Pengerjaan Per 31 Desember 2017 ... 110
Tabel IV.17 Aset Lainnya Per 31 Desember 2017 ... 112
Tabel IV.18 Bangun Guna Serah Per 31 Desember 2017 ... 112
Tabel IV.19 Aset Tidak Berwujud Per 31 Desember 2017 ... 112
Tabel IV.20 Aset Lain-lain Per 31 Desember 2017 ... 114
DAFTAR GAMBAR
Gambar I.1 Peta Administratif Kota Madiun ... 5
Gambar I.2 Jumlah PMKS dan Persentase PMKS Kota Madiun Tahun 2014- 2017 ... 9
Gambar I.3 Jumlah Penanganan PMKS dan Persentase dan Persentase Penanganan PMKS Kota Madiun Tahun 2014 -2017 ... 9
Gambar I.4 Tingkat Kemiskinan Kota Madiun Tahun 2013 -2017 ... 10
Gambar I.5 Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Madiun Tahun 2012 s/d 2017 ... 12
Gambar I.6 Tingkat Inflasi Kota Madiun Tahun 2013 s/d 2017 (%) ... 17
Gambar I.7 Kondisi Jalan di Kota Madiun Tahun 2013 s/d 2017 ... 17
Gambar I.8 Perkembangan Jumlah Investasi Kota Madiun Tahun 2013 - 2017 (Milyar Rupiah) ... 18
Gambar I.9 Tren Tingkat Pengangguran Terbuka Kota Madiun Tahun 2013 - 2017 ... 19
Gambar II.1 Pertumbuhan Ekonomi Kota Madiun ... 21
Gambar II.2 Perkembangan Inflasi PDRB Kota Madiun Tahun 2013 - 2017 ... 26
Gambar II.3 Perkembangan Tingkat Pengangguran Terbuka Tahun 2013 - 2017 ... 27
Gambar II.4 Tingkat Kemiskinan dan Perkembangan Jumlah Penduduk Miskin Kota Madiun Tahun 2013 - 2017 ... 28
Gambar II.5 Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur dan Nasional Tahun 2013 - 2017 ... 39
Gambar III.1 Pertumbuhan Ekonomi Kota Madiun, Jawa Timur dan Nasional Tahun 2013 - 2017 ... 65
Gambar III.2 Perkembangan Inflasi PDRB Kota Madiun Tahun 2012 - 2017 ... 66
Gambar IV.1 Komponen Pendapatan Daerah Tahun 2014-2018 dan Target Tahun 2019 ... 73
Gambar IV.2 Persentase Pertumbuhan Pendapatan Daerah Tahun 2014-2018 dan Target Tahun 2019 ... 73
Gambar IV.3 Komponen Pendapatan Asli Daerah Tahun 2014-2018 dan Target Tahun 2019 ... 74
Gambar IV.4 Persentase Pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah Tahun 2014- 2018 dan Target Tahun 2019 ... 76
Gambar IV.5 Persentase Komponen Dana Perimbangan Tahun 2014-2018 dan Proyeksi Tahun 2019 ... 77
Gambar IV.6 Persentase Pertumbuhan Dana Perimbangan Tahun 2014-2018
dan Target Tahun 2019 ... 77 Gambar IV.7 Komponen Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah Tahun 2014-
2018 dan Target Tahun 2019 ... 78 Gambar IV.8 Persentase Pertumbuhan Lain-lain Pendapatan Daerah yang
Sah Tahun 2014-2018 dan Target Tahun 2019 ... 79 Gambar IV.9 Komponen Belanja Daerah Tahun 2014-2018 dan Target Tahun
2019 ... 84 Gambar IV.10 Proporsi Belanja Daerah Tahun 2014-2018 dan Target Tahun
2019 ... 84 Gambar IV.11 Persentase Pertumbuhan Belanja Daerah Tahun 2014-2018 dan
Target Tahun 2019 ... 85 Gambar IV.12 Persentase Pertumbuhan Belanja Tidak Langsung Tahun 2014-
2018 dan Target Tahun 2019 ... 85 Gambar IV.13 Persentase Pertumbuhan Belanja Langsung Tahun 2014-2018
dan Target Tahun 2019 ... 86 Gambar IV.14 Komponen Pembiayaan Daerah Tahun 2014-2018 dan Target
Tahun 2019 ... 97 Gambar IV.15 Persentase Pertumbuhan Pembiayaan Daerah Tahun 2014-2018
dan Target Tahun 2019 ... 98 Gambar IV.16 Persentase Pertumbuhan Penerimaan Pembiayaan Daerah
Tahun 2014-2018 dan Proyeksi Tahun 2019 ... 99 Gambar IV.17 Persentase Pertumbuhan Pengeluaran Pembiayaan Daerah
Tahun 2014-2018 dan Proyeksi Tahun 2019 ... 99
050 / 09 / 401.040 / 2018 TANGGAL : 3 AGUSTUS 2018
BABI
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) Kebijakan Umum APBD (KU-APBD) merupakan salah satu dokumen yang disusun dalam tahapan perencanaan pembangunan daerah sebagai dasar penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2018. Dalam konteks penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maka tahapan awal yang dilakukan adalah menyusun dokumen Kebijakan Umum APBD dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA dan PPAS). Dalam Pasal 34 Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah bahwa penyusunan Kebijakan Umum APBD yang selanjutnya disingkat KUA disusun berdasarkan RKPD dimana merupakan dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan, belanja dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 (satu) tahun.
Disamping itu penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA) berdasarkan pada Undang-undang No 25 Tahun 2004 Tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah dimana perencanaan pembangunan daerah merupakan satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional dengan tujuan untuk menjamin adanya keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan serta pengendalian dan pengawasan.
Tujuan pengelolaan rencana keuangan daerah salah satunya adalah menciptakan outcome dalam pengelolaan keuangan publik, berupa teralokasinya sumber pembiayaan publik pada urusan, program dan kegiatan yang strategis (strategic allocation), terciptanya efisiensi pengelolaan keuangan daerah (technical efficiency) dan terciptanya disiplin anggaran (fiscal discipline).
Kebijakan Umum APBD (KUA) tahun Anggaran 2019 mencakup hal-hal yang sifatnya kebijakan Umum dan tidak menjelaskan hal-hal yang bersifat teknis. Kebijakan tersebut antara lain sebagai berikut:
(a) Gambaran kondisi ekonomi makro termasuk perkembangan indikator ekonomi makro daerah;
(b) Asumsi dasar penyusunan RAPBD Tahun Anggaran bersangkutan termasuk laju inflasi pertumbuhan PDRB dan asumsi lainnya terkait dengan kondisi ekonomi daerah;
(c) Kebijakan pendapatan daerah yang menggambarkan prakiraan rencana sumber dan besaran pendapatan daerah;
(d) Kebijakan belanja daerah yang mencerminkan program utama dan langkah kebijakan dalam upaya peningkatan pembangunan daerah yang merupakan refleksi sinkronisasi kebijakan pusat dan kondisi riil di daerah;
(e) Kebijakan pembiayaan yang menggambarkan sisi defisit dan surplus daerah sebagai antisipasi terhadap kondisi pembiayaan daerah dalam rangka menyikapi tuntutan pembangunan daerah.
Selanjutnya, Kebijakan Umum APBD (KUA) Tahun 2019 merupakan pedoman penyusunan PPAS, yang berisi program prioritas dan plafon atau pagu anggaran yang diberikan kepada SKPD untuk setiap program dan kegiatan sebagai acuan dalam penyusunan RKA-SKPD. Kebijakan umum APBD ditetapkan secara bersama-sama oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Daerah. Kedudukan KUA cukup strategis, sebab merupakan dokumen penghubung antara perencanaan (RKPD) dengan penganggaran (APBD).
1.2. Tujuan Penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA)
Tujuan disusunnya Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA-APBD) Tahun 2019 adalah sebagai arahan kebijakan umum di bidang pendapatan, belanja, dan pembiayaan serta pedoman dalam penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) dalam rangka penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Madiun Tahun Anggaran 2019.
Oleh karena itu Kebijakan Umum APBD (KUA) APBD Kota Madiun tahun 2019 harus mampu mengintegrasikan RKPD 2019 kedalam proses penganggaran tahun 2019. Adapun pengintegrasian RKPD kedalam proses penganggaran tahunan daerah dilakukan melalui penyusunan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) maupun Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS).
1.3. Landasan Hukum
Landasan hukum penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Kota Madiun Tahun 2019 memperhatikan hirarki regulasi sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional;
3. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah;
4. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005 – 2025;
5. Undang-undang Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Penetapan peraturan pemerintah pengganti undang undang no. 2 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah menjadi undang-undang.;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah;
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011;
10. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daeah Tentang RPJPD dan RPJMD, Seta Tata Cara Perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD;
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 38 tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2019;
12. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 03 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2014-2019;
13. Peraturan Daerah Kota Madiun Nomor 17 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kota Madiun Nomor 04 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Madiun Tahun 2014 -2019;
14. Peraturan Daerah Kota Madiun Nomor 3 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah;
15. Peraturan Daerah Kota Madiun Nomor 29 Tahun 2017 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2018;
16. Peraturan Walikota Madiun Nomor 14 Tahun 2018 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Madiun Tahun 2019.
1.4. Gambaran Umum Kondisi Daerah
Gambaran umum kondisi daerah memberikan gambaran sejauh mana keberhasilan pembangunan di Kota Madiun dan mengidentifikasi faktor-faktor atau berbagai aspek yang nantinya perlu ditingkatkan untuk optimalisasi pencapaian keberhasilan pembangunan. Adapun Indikator capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan yang utama meliputi aspek geografi dan demografi, aspek kesejahteraan masyarakat, dan aspek pelayanan umum, lebih lanjut analisis dari masing-masing aspek dimaksud sebagaimana uraian beriku.
1.4.1. Aspek Geografi dan Demografi
Secara geografis, Kota Madiun terletak pada koordinat 1110 BT – 1120 BT dan 70 LS – 80 LS, berada pada daratan dengan ketinggian 63 hingga 67 meter dari permukaan laut. Daratan dengan ketinggian 63 meter dari permukaan air laut terletak di tengah, sedangkan daratan dengan ketinggian 67 meter dari permukaan air laut terletak di sebelah selatan. Rentang temperatur udara antara 200C hingga 350C. Rata-rata curah hujan tinggi terjadi pada bulan-bulan awal tahun dan akhir tahun, sedangkan rata-rata curah hujan rendah terjadi pada pertengahan
tahun. Kota Madiun berada di tengah-tengah Kabupaten Madiun, sehingga wilayahnya berbatasan langsung dengan beberapa kecamatan di Kabupaten Madiun dan Magetan, diantaranya:
1. perbatasan sebelah utara : Kecamatan Madiun Kabupaten Madiun, 2. perbatasan sebelah selatan : Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, 3. perbatasan sebelah timur : Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun,
dan
4. perbatasan sebelah barat : Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun dan Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan.
Sumber: madiunkota.go.id
Gambar I. 1.
Peta Administratif Kota Madiun
Kota Madiun mempunyai luas wilayah sebesar 33,23 km2 yang terbagi dalam 3 (tiga) kecamatan, yaitu meliputi Kecamatan Manguharjo dengan luas 10,04 km2, Kecamatan Taman dengan luas 12,46 km2 dan Kecamatan Kartoharjo dengan luas 10,73 km2. Masing- masing kecamatan di Kota Madiun terdiri dari 9 (sembilan) kelurahan, sehingga terdapat 27 Kelurahan.
Dari aspek demografi, berdasarkan hasil registrasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Madiun, jumlah penduduk Kota Madiun sampai dengan akhir tahun 2017 sebanyak 209.809 jiwa,
TAHUN 2010 - 2030
tersebar di tiga kecamatan diantaranya Kecamatan Kartoharjo 57.985 jiwa, Kecamatan Manguharjo 62.879 jiwa, dan Kecamatan Taman 88.945 jiwa. Rincian jumlah penduduk Kota Madiun per kecamatan dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1. 1.
Jumlah Penduduk Kota Madiun per Kecamatan Tahun 2013 s/d 2017
No. Kecamatan Tahun/Jiwa
2013 2014 2015 2016 2017
1 Kartoharjo 57.090 58.125 57.777 58.147 57.985 2 Manguharjo 62.086 63.007 62.276 62.877 62.879
3 Taman 88.205 89.867 88.195 89.013 88.945
Total 207.381 210.999 208.248 210.037 209.809 Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Madiun, Tahun 2018
Sementara itu, menurut tingkat pendidikan sampai dengan akhir tahun 2017 menunjukkan bahwa penduduk terbesar Kota Madiun merupakan tamat SLTA, yaitu sebesar 71.494 jiwa. Tabel berikut juga memperlihatkan bahwa jumlah penduduk Kota Madiun yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi dari SLTA lebih sedikit, diantaranya tamat D-I/II 452 jiwa; D-III 5.566 jiwa; S-1 19.065 jiwa; S-2 1.268 jiwa, dan S-3 24 jiwa. Secara lengkap, jumlah penduduk Kota Madiun menurut tingkat pendidikan tahun 2013 s/d 2017 dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel I. 2.
Jumlah Penduduk Kota Madiun Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2013 s/d 2017
Uraian Tahun
2013 2014 2015 2016 2017
Penduduk Berdasarkan Pendidikan :
a. Belum Sekolah;
b. Tidak Tamat SD;
c. Tamat SD;
d. Tamat SLTP;
e. Tamat SLTA;
f. Tamat D-I/II;
g. Tamat D-III;
h. Tamat S-1;
i. Tamat S-2;
j. Tamat S-3.
30.586 16.883 33.704 29.932 70.414 449 5.544 18.740 1.112 17
31.218 18.383 33.767 30.247 71.142 448 5.624 18.985 1.169 16
30.989 18.575 32.950 30.155 69.799 440 5.507 18.608 1.205 20
31.740 18.695 32.318 30.342 70.756 439 5.557 18.929 1.238 23
32.430 18.755 30.919 29.836 71.494 452 5.566 19.065 1.268 24 Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Madiun, Tahun 2018
Sedangkan jumlah penduduk Kota Madiun sampai dengan akhir tahun 2017 menurut jenis pekerjaan dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel I. 3.
Jumlah Penduduk Kota Madiun Menurut Jenis Pekerjaan Tahun 2013 s/d 2017
Uraian
Tahun
2013 2014 2015 2016 2017
Penduduk Berdasarkan Jenis Pekerjaan :
a.Belum/Tidak 39.525 39.214 38.404 35.539 38.358
b.PRT 34.560 35.064 34.603 35.328 34.773
c.Pelajar/Mahasiswa 40.077 43.158 43.581 45.352 44.032
d.Pensiunan 6.655 6.509 6.374 6.399 6.270
e.PNS 7.708 7.623 7.379 7.396 7.204
f.TNI 1.938 1.952 1.850 1.942 1.830
g.POLRI 1.062 1.060 1.048 1.057 1.039
h.Jasa 7.723 5.058 8.608 9.105 8.951
i.Karyawan 41.871 42.745 42.126 43.735 43.557
j.Buruh 5.054 5.115 5.082 4.690 4.578
k.Wiraswasta 20.039 18.687 18.727 19.060 18.826
l.Lain-lain 562 4.814 466 434 391
Sumber : Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Madiun, Tahun 2018
1.4.2. Aspek Kesejahteraan Masyarakat
a. Fokus Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi
Pembangunan ekonomi Kota Madiun terus mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Hal ini ditandai dengan meningkatnya total PDRB setiap tahunnya baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. Perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Madiun pada Tahun 2013 s/d 2017 dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel I. 4.
Pertumbuhan PDRB Kota Madiun Tahun 2013 s/d 2017 (Rp. Milyar)
Tahun PDRB Pertumbuhan
Harga (%)
Berlaku Harga Konstan
2013 8.390,4 7.470,7 7,68
2014 9.214,2 7.965,5 6,62
2015 10.192.1 8.455.4 6,15
2016 11.185,1 8.954,7 5,90
2017**) 12.140,2 9.486,1 6,03
Sumber : BPS Kota Madiun, Tahun 2018
**) angka sangat sementara
b. Fokus Kesejahteraan Sosial
Kesejahteraan masyarakat diukur dengan persentase tahapan keluarga sejahtera. Indikator ini menggambarkan tingkat kesejahteraan suatu keluarga berdasarkan pemenuhan kebutuhan
keluarga. Semakin tinggi tingkat kesejahteraan suatu keluarga semakin tinggi pula tingkat kebutuhan keluarga yang dapat dipenuhi.
Tingkat pemenuhan kebutuhan keluarga dibagi ke dalam 5 kategori tahapan yaitu: Pra-sejahtera, KS-I, KS-II, KS-III dan KS-III Plus.
Tabel I. 5.
Total Pra KS, KS-I, KS-II, KS-III, dan KS III Plus Kota Madiun Tahun 2013 – 2017
Sumber : Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun Tahun 2017
Prosentase Pra KS dan KS-1 ada perubahan tahun 2016 jumlahnya 7.908 keluarga, sedangkan tahun 2017 jumlahnya 5.518 keluarga penurunan 2.390 keluarga atau 7,87% hal ini menunjukkan perubahan yang positif berarti semakin meningkat kesejahteraannya.
Prosentase Keluarga Sejahtera II , III dan III Plus mengalami kenaikan 4,91% (2.209 KK) yaitu tahun 2016 jumlahnya 44.996 menjadi 47.205 pada tahun 2017, yang artinya perbaikan ekonomi atau kesejahteraan keluarga mengalami kenaikan yang siknifikann.
Kondisi kesejahteraan keluarga di Kota Madiun sampai dengan akhir Tahun 2017 menunjukkan perkembangan yang sangat baik dari tahun-tahun sebelumnya. Keluarga di Kota Madiun secara umum termasuk kategori Keluarga Sejahtera II dan III serta III Plus sebanyak 47.205 keluarga atau 89,53% dari jumlah KK 52.723, mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya 85,05% dari jumlah KK 52.904.
Selain indikator Pra-sejahtera, KS-I, KS-II, KS-III dan KS-III Plus, indikator kesejahteraan sosial juga dapat dilihat dengan persentase jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Indikator ini membandingkan jumlah masyarakat penyandang masalah kesejahteraan sosial dengan jumlah penduduk Kota Madiun. Indikator ini juga menunjukan komitmen pemerintah Kota Madiun dalam upaya mengentaskan komunitas masyarakat
Kategori Tahun
2013 2014 2015 2016 2017
Pra KS 374 497 332 198 190
KS-I 7.896 7.402 7.643 7.710 5.328 KS-II 13.519 17.168 17.759 20.121 24.502 KS-III 25.724 24.372 23.815 21.692 18.162 KS-III Plus 4.560 2.991 3.096 3.183 4.541
penyandang masalah kesejahteraan sosial melalui program-program kegiatan rehabilitasi sosial, perlindungan dan jaminan sosial serta pemberdayaan sosial.
Sumber : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Madiun, Tahun 2018
Gambar I .2.
Jumlah PMKS dan Persentase PMKS Kota Madiun Tahun 2014 – 2017
Gambar I.3.
Jumlah Penanganan PMKS dan Persentase Penanganan PMKS Kota Madiun Tahun 2014 – 2017
Jumlah PMKS mengalmi peningkatan dari tahun sebelumnya, hal ini terjadi karena adanya Peraturan Menteri Sosial Nomor 08 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendataan dan Pengelolaan Data Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial diketahui bahwa terjadi penambhan
7,445 7,962
9,133
10,723
3.53% 3.82% 4.35%
5.11%
0.00%
1.00%
2.00%
3.00%
4.00%
5.00%
6.00%
- 2,000 4,000 6,000 8,000 10,000 12,000
2014 2015 2016 2017
jumlah PMKS
Persentase PMKS
7,207 7,739 8,585
10,910
96.80% 97.20%
94.00%
101.74%
90.00%
92.00%
94.00%
96.00%
98.00%
100.00%
102.00%
104.00%
- 2,000 4,000 6,000 8,000 10,000 12,000
2014 2015 2016 2017
jumlah Penanganan
Persentase penanganan
PMKS, yang mana jumlah jenis PMKS yang sebelumnya hanya sebanyak 22 jenis, bertambah menjadi 26 jenis PMKS.
Sesuai dengan instruksi pada Peraturan Menteri Sosial tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan pendataan dan pengelompokan kembali jens-jenis PMKS, untuk diupdate data jumlah PMKS secara keseluruhan. Sehingga pada tabel di atas terlihat ada kenaikan jumlah PMKS.
Pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2017 jumlah PMKS yang terdata mengalami penambahan sebanyak 3.278 orang atau sebesar 5,11% dari jumlah penduduk, akan tetapi jumlah PMKS yang meningkat tersebut diikuti dengan meningkatnya jumlah yang tertangani secara signifikan, dengan capaian 101,74% dengan intervensi program dan kegiatan rehabilitasi sosial, perlindungan dan jaminan sosial serta pemberdayaan sosial.
Berkaitan dengan Tingkat Kemiskinan Kota Madiun mengalami tren yang fluktuatif karena tahun 2013 sampai dengan 2016 terus mengalami penurunan, pada tahun 2017 mengalami kenaikan lagi.
Hal ini menunjukkan program-program pembangunan yang berkaitan dengan penanggulan kemiskinan sudah berjalan walaupun belum maksimal yang tentu memerlukan penyempurnaan lagi.
Sumber : BPS Kota Madiun, Tahun 2018 Gambar I.4
Tingkat Kemiskinan Kota Madiun Tahun 2013 sampai dengan 2017 8700
8480
8600
7912
8701
5.00
4.86 4.89
4.56
4.94
4.30 4.40 4.50 4.60 4.70 4.80 4.90 5.00 5.10
7400 7600 7800 8000 8200 8400 8600 8800
2013 2014 2015 2016 2017
Jumlah Pendudk Miskin
Tingkat Kemiskin an (%)
c. Fokus Seni Budaya dan Olahraga
Indikator-indikator pengukur kemajuan seni, budaya dan olahraga diantaranya adalah keikutsertaan dan prestasi dalam event regional dan nasional, jumlah event/ kegiatan budaya, jumlah pembinaan generasi muda, dan jumlah prestasi olahraga. Keikutsertaan dan prestasi dalam event Regional dan Nasional tahun 2017 meningkat dibandingkan tahun 2016, yaitu 8 prestasi di bidang olahraga sedangkan pada tahun 2016 prestasinya 7. Beberapa keikutsertaan dalam event regional maupun nasional diantaranya : Festival Pedalangan, Festival Karya Tari, Lomba Bina Kreatifitas SDLB dalam rangka HAN dan Pekan Seni Pelajar (Ada 8 jenis lomba Tingkat SD/MI, 6 jenis lomba tingkat SMP).
Di sisi lain, dalam mewujudkan sasaran meningkatnya jumlah kegiatan budaya sebagai pendorong kegiatan pariwisata, Pemerintah Kota Madiun telah melaksanakan event seni budaya dalam tahun 2017 sebanyak 14 event. Hal ini sedikit lebih banyak dengan tahun sebelumnya yang hanya 11 event, diantaranya: Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kota Madiun, Grebeg maulud Nabi Muhammad SAW, Geguritan Pitutur Budi Pekerti bagi guru SD dan SMP, Pembinaan Seniman, Pentas Seni Secara Periodik, Lomba Keroncong dan campursari Tingkat Kota, Pentas Dalang Kecil, dan Pagelaran Wayang Kulit. Indikator ini menunjukkan jumlah even seni dan budaya yang diselenggarakan oleh pemerintah secara tahunan.
Semakin banyak even wisata, seni dan budaya mengindikasikan semakin meningkatnya kehidupan seni budaya dan pariwisata di Kota Madiun, sekaligus menunjukkan kemampuan penyediaan kesempatan berkreatifitas di urusan seni budaya.
Sementara itu, pembinaan generasi muda di Kota Madiun pada tahun anggaran 2017 telah dilaksanakan dalam 2 (dua) kegiatan.
Perkembangan prestasi olahraga pelajar pada tahun 2017 di tingkat Nasional dan Provinsi Jawa Timur ada 8, sedangkan prestasi
olahraga pelajar untuk tingkat Nasional dan Provinsi Jawa Timur tahun 2016 Kota Madiun memperoleh sejumlah 7 medali yang diantaranya berupa medali emas, perak dan perunggu.
1.4.3. Aspek Daya Saing Daerah
Daya saing daerah adalah kemampuan perekonomian daerah dalam mencapai pertumbuhan tingkat kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan dengan tetap terbuka pada persaingan dengan provinsi lainnya yang berdekatan, domestik atau internasional. Aspek daya saing daerah terdiri dari kemampuan ekonomi daerah, fasilitas wilayah atau infrastruktur, iklim berinvestasi dan sumber daya manusia. Indikator aspek daya saing daerah adalah sebagai berikut.
a. Fokus Kemampuan Ekonomi Daerah
Kemampuan ekonomi daerah dapat dilihat dari beberapa indikator ekonomi daerah, seperti laju pertumbuhan ekonomi dan PDRB (baik ADHB maupun ADHK).
Sumber : BPS Kota Madiun, Tahun 2018
*) Angka Sementara
Gambar I. 5.
Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Madiun Tahun 2012 s/d 2017 (%)
Untuk laju pertumbuhan riil PDRB menurut lapangan usaha pada tahun 2013 s/d 2017 Kota Madiun adalah sebagai berikut.
6.83
7.58
6.62
6.15 5.90 5.93
2.012 2.013 2.014 2.015 2.016 2017*)
Kota Madiun
Tabel I. 6.
Laju Pertumbuhan Riil PDRB Menurut Lapangan Usaha (%) Tahun 2013 s/d 2017
Sumber : BPS Kota Madiun, Tahun 2018 **) Angka Sangat Sementara
PDRB atas dasar harga berlaku pada tahun 2013 s/d 2017 Kota Madiun adalah sebagai berikut :
Tabel I. 7.
PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Tahun 2013 s/d 2017 (Milyar Rupiah)
No Uraian TAHUN
2013 2014 2015 2016 2017**
1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
86,5 92,2 98,0 100,9 102,0
2 Pertambangan dan Penggalian
2,2 2,3 2,5 2,7 2,7
3 Industri Pengolahan 1.369,7 1.490,9 1.636,8 1.991,4 2.023,8
4 Pengadaan Listrik dan Gas 6,0 6,4 7,0 9,8 9,8
5 Pengadaan Air dan 19,8 21,1 22,6 26,7 26,7
No Uraian TAHUN
2013 2014 2015 2016 2017**
1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
0,7 0,98 1,58 -1,78 -0,74
2 Pertambangan dan Penggalian
3,69 1,69 1,98 2,31 2,31
3 Industri Pengolahan 7,57 7,78 6,49 8,00 8,44
4 Pengadaan Listrik dan Gas 4,13 3,15 3,28 4,91 4,91
5 Pengadaan Air dan
Pengolahan Sampah, Limbah
& Daur Ulang
4,68 2,15 2,58 6,84 6,84
6 Konstruksi 7,69 4,98 5,48 5,57 5,57
7 Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Persewaan Mobil dan Motor
7,91 5,46 4,48 5,83 5,83
8 Transportasi dan Pergudangan
7,18 8,45 6,78 8,18 5,18
9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
7,77 7,28 7,28 7,47 7,47
10 Informasi dan Komuniasi 9,45 8,13 8,13 6,77 6,77
11 Jasa Keuangan dan Asuransi 11,61 7,81 7,52 3,88 3,88
12 Real Estate 7,28 6,76 6,76 4,22 4,22
13 Jasa Perusahaan 7,48 8,41 8,41 6,34 6,34
14 Administrasi Pemerintahaan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
1,00 0,78 3,88 2,46 2,46
15 Jasa Pendidikan 6,08 7,71 6,30 4,50 4,50
16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
6,50 7,87 9,35 5,93 5,93
17 Jasa Lainnya 4,25 5,35 4,28 4,14 4,50
PDRB 7,68 6,62 6,15 5,90 5,93
No Uraian TAHUN
2013 2014 2015 2016 2017**
Pengolahan Sampah, Limbah
& Daur Ulang
6 Konstruksi 568,7 612,5 664,1 767,9 767,9
7 Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Persewaan Mobil dan Motor
2.095,3 2.296,0 2.530,0 3.051,5 3.051,5
8 Transportasi dan Pergudangan
242,2 280,8 321,2 407,7 407,7
9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
379,6 415,4 464,8 574,3 575,2
10 Informasi dan Komuniasi 1.165,2 1.264,9 1.394,0 1.660,0 1.660,0 11 Jasa Keuangan dan Asuransi 827,9 942,4 1.056,6 1.259,7 1.284,8
12 Real Estate 217,1 237,3 274,0 318,8 321,8
13 Jasa Perusahaan 56,2 61,8 69,3 82,4 82,5
14 Administrasi Pemerintahaan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
298,0 306,2 329,4 366,7 366,8
15 Jasa Pendidikan 643,8 725,3 803,0 923,4 936,5
16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
101,1 114,2 131,1 155,9 155,9
17 Jasa Lainnya 311,5 344,4 387,3 439,7 440,7
PDRB 8.390,4 9.214,2 10.191,6 11.185,1 12.140,2 Sumber : BPS Kota Madiun, Tahun 2018
**) Angka Sangat Sementara
PDRB atas dasar harga konstan pada tahun 2013 s/d 2017 Kota Madiun adalah sebagai berikut :
Tabel I. 8.
PDRB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2013 s/d 2017 (Milyar Rupiah)
No Uraian TAHUN
2013 2014 2015 2016 2017**
1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
73,5 74,2 75,4 75,0 75,8
2 Pertambangan dan Penggalian
2,0 2,0 2,0 2,1 2,1
3 Industri Pengolahan 1.262,6 1.360,4 1.448,6 1.677,5 1.684,5
4 Pengadaan Listrik dan Gas 6,0 6,1 6,7 7,6 7,6
5 Pengadaan Air dan Pengolahan Sampah, Limbah & Daur Ulang
17,5 17,9 18,4 20,4 20,4
6 Konstruksi 495,3 520,0 548,5 604,7 604,7
7 Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Persewaan Mobil dan Motor
1.797,1 1.895,3 1.979,8 2.202,2 2.202,2
8 Transportasi dan Pergudangan
209,6 227,4 242,8 281,3 281,3
9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
354,3 380,1 407,8 470,2 470,3
10 Informasi dan Komuniasi 1.139,6 1.232,3 1.332,6 1.517,2 1.517,3 11 Jasa Keuangan dan Asuransi 673,6 726,2 780,7 868,7 868,7
No Uraian TAHUN
2013 2014 2015 2016 2017**
12 Real Estate 191,0 203,9 217,7 239,6 239,7
13 Jasa Perusahaan 523,0 56,7 61,5 69,2 69,2
14 Administrasi Pemerintahaan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
268,8 270,9 281,4 297 297,1
15 Jasa Pendidikan 544,6 586,6 623,5 685,1 685,1
16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
91,4 98,6 107,8 120,8 120,9
17 Jasa Lainnya 291,5 307,0 320,2 346,8 348,0
PDRB 7.470,7 7.965,5 8.455,4 8.954,7 9.486,1 Sumber : BPS Kota Madiun, Tahun 2018
**) Angka Sangat Sementara
Sedangkan atas dasar harga konstan peranan PDRB Menurut Lapangan Usaha adalah sebagai berikut.
Tabel I. 9.
Peranan PDRB Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2013 s/d 2017 (%)
No Uraian TAHUN
2013 2014 2015 2016 2017**
1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
1,03 1,00 0,96 0,83 0,84
2 Pertambangan dan Penggalian 0,03 0,03 0,02 0,02 0,02
3 Industri Pengolahan 16,32 16,18 16,06 16,40 16,57
4 Pengadaan Listrik dan Gas 0,08 0,09 0,08 0,08 0,08
5 Pengadaan Air dan Pengolahan Sampah, Limbah & Daur Ulang
0,24 0,23 0,22 0,22 0,22
6 Konstruksi 6,63 6,53 6,49 6,33 6,29
7 Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Persewaan Mobil dan Sepeda Motor
24,97 24,92 24,82 25,14 24,98
8 Transportasi dan Pergudangan 2,89 3,05 3,15 3,36 3,34
9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
4,52 4,51 4,56 4,73 4,71
10 Informasi dan Komuniasi 13,89 13,73 13,68 13,67 13,59
11 Jasa Keuangan dan Asuransi 9,87 10,23 10,37 10,38 10,52
12 Real Estate 2,59 2,57 2,69 2,63 2,63
13 Jasa Perusahaan 0,67 0,67 0,68 0,68 0,67
14 Administrasi Pemerintahaan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
3,55 3,32 3,23 3,02 3,00
15 Jasa Pendidikan 7,67 7,87 7,88 7,61 7,67
16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
1,20 1,24 1,29 1,28 1,28
17 Jasa Lainnya 3,71 3,73 3,79 3,62 3,61
PDRB 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Sumber : BPS Kota Madiun, Tahun 2018 **) Angka Sangat Sementara
PDRB perkapita menurut lapangan usaha sebagai berikut :
Tabel 1. 10.
PDRB Per Kapita Menurut Lapangan Usaha (Juta Rp.) Tahun 2013 s/d 2017
No Uraian TAHUN
2013 2014 2015 2016 2017*
1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan
0,50 0,53 0.56 0,58
2 Pertambangan dan Penggalian 0,01 0,01 0,01 0,01
3 Industri Pengolahan 7,76 8,44 9,35 10,29
4 Pengadaan Listrik dan Gas 0,03 0,03 0.04 0,05
5 Pengadaan Air dan Pengolahan Sampah, Limbah & Daur Ulang
0,11 0,12 0,13 0,14
6 Konstruksi 3,27 3,51 3.79 4,09
7 Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Persewaan Mobil dan Sepeda Motor
12,03 13,17 14,46 18,90
8 Transportasi dan Pergudangan 0,00 0,00 1,84 2,05
9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
1,39 1,61 2,66 2,98
10 Informasi dan Komuniasi 2,18 2,38 7,97 8,68
11 Jasa Keuangan dan Asuransi 6,69 7,25 6,04 6,71
12 Real Estate 4,75 5,40 1,57 1,70
13 Jasa Perusahaan 1,25 1,36 0,40 0,43
14 Administrasi Pemerintahaan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib
0,32 0,35 1,88 1,99
15 Jasa Pendidikan 1,71 1,76 4,59 4,91
16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
3,70 4,16 0,75 0,81
17 Jasa Lainnya 0,58 0,65 2,21 2,36
PDRB 48,19 52,84 58,24 63,69
Sumber : BPS Kota Madiun, Tahun 2018 *) data belum tersedia (triwulan 4)
Di Kota Madiun lapangan usaha yang dominan diantaranya Perdagangan Besar dan Eceran yang menduduki tingkat pertama sebesar 18,90 poin dalam PDRB per Kapita menurut Lapangan Usaha seperti terlihat pada tabel diatas.
Di Kota Madiun tingkat inflasi cenderung stabil. Lebih detail, inflasi di Kota Madiun dapat dilihat dalam gambar berikut.
Sumber : BPS Kota Madiun, Tahun 2018 *) Angka Sementara
Tahun 2012 – 2013 : Tahun Dasar SBH 2007 = 100 Tahun 2014 – 2017 : Tahun Dasar SBH 2012 = 100
Gambar 1. 6.
Tingkat Inflasi Kota Madiun Tahun 2013 s/d 2017 (%)
b. Fokus Fasilitas Wilayah/Infrastruktur
Perkembangan fasilitas wilayah/infrastruktur daerah salah satunya dapat dilihat dari ketersediaan jalan dan kondisi jalan.
Jalan yang ada di Kota Madiun terdiri dari jalan negara dan jalan kota.
Sumber : Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Madiun, Tahun 2018
Gambar I. 7.
Kondisi Jalan yang Ada di Kota Madiun 3.51
7.52 7.4
2.75 2.25
4.78
2012 2013 2014 2015 2016 2017*)
Inflasi
2013 2014 2015 2016 2017
353.975 358.552 373.667 389.657 404.997
49.876 47.962 43.872 25.852 38.434
3.830 1.6 0 1.6 0 6.151.15 4.5441.365
407.681 408.114 419.139 421.659
449.34
Kondisi Baik (Km)
Kondisi Sedang (Km)
Kondisi Rusak Ringan (Km)
Kondisi Rusak Berat (Km)
Total Panjang Jalan (Km)
c. Fokus Iklim Berinvestasi
Dalam rangka mewujudkan pembangunan ekonomi yang berdaya saing, berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat, maka penyelenggaraan urusan Penanaman Modal di Kota Madiun diarahkan untuk meningkatkan potensi ekonomi lokal yang mendukung potensi perdagangan dan perindustrian dalam rangka menunjang sasaran meningkatnya kontribusi sektor keuangan terhadap PDRB di Kota Madiun. Penyelenggaraan kegiatan urusan penanaman modal (investasi) di Kota madiun saat ini masih berada dalam Dinas Penanaman Modal, PTSP dan KUMK.
Besarnya investasi pada tahun 2017 mengalami kenaikan yang sangat siknifikan dibanding dengan tahun 2016, ini terjadi pada tahun 2017 adanya investasi baru yang cukup besar yatitu dari PT.
Surya Mustika Pratama yang bergerak di bidang perdangan rokok dan PT. Singular Point Asia yang bergerak di bidang perdagangan es krom (Aice).
Sumber : Bagian Administrasi Perekonomian dan Kesra Kota Madiun, Tahun 2018 Gambar I. 8.
Perkembangan Jumlah Investasi Kota Madiun Tahun 2013 – 2017
d. Fokus Sumber Daya Manusia
Kualitas sumber daya manusia dapat dilihat dari capaian tingkat pengangguran Terbuka (TPT) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
2013 2014 2015 2016 2017
61.91
496.14
1,537.88
347.35
1,388.51
Realisasi Investasi (M)
Sumber : BPS Kota Madiun, Tahun 2018
*) Angka Sementara
Gambar 1. 9.
Tren Tingkat pengangguran Terbuka Kota Madiun Tahun 2013 – 2017
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Kemajuan tersebut terlihat dari peningkatan semua komponen penyusun IPM yaitu Angka Harapan Hidup, Tingkat Pendidikan dan Kemampuan Daya Beli. Kemajuan pembangunan manusia di Kota Madiun tersebut mengindikasikan capaian pembangunan yang telah dilaksanakan sudah cukup baik, perlu dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang.
Tabel I. 11.
Perkembangan IPM Kota Madiun Tahun 2013 s/d 2017
Indeks Tahun
2013 Tahun
2014 Tahun
2015 Tahun
2016 Tahun 2017*
IPM 78,41 78,81 79,48 80,01 80,87
Indeks Kesehatan 0,81 0,81 0,81 0,81
Angka Harapan Hidup 72,38 72,41 72,41 72,44 72,49
Indeks Pendidikan 0,73 0,74 0,76 0,76
Angka Harapan Lama
Sekolah 13,33 13,64 14,06 14,19 14,61
Angka Rata-rata Lama
Sekolah 10,86 10,90 11,08 11,09 11,30
Indeks PPP 0,82 0,82 0,82 0,83
Daya Beli (000 Rp) 14604 14.643 14.723 15,300 15.507
Sumber : BPS Kota Madiun, Tahun 2018 *) Angka Sementara
TPT
2013 2014 2015 2016 2017
6.66 6.93
5.1 5.12
4.26
TPT
TPT
IPM Kota Madiun pada tahun 2016 mencapai 80,01 atau naik sebesar 0,86 poin dibanding tahun 2017 yang mencapai 80,87.
Secara umum dapat dikatakan bahwa angka IPM yang naik menandakan pembangunan manusia di Kota Madiun mengalami kemajuan menuju ke arah yang lebih baik.
- 21 -
BAB II
KERANGKA EKONOMI DAERAH
2.1. Perkembangan Indikator Ekonomi Makro Kota Madiun Perkembangan kondisi ekonomi makro Kota Madiun menunjukkan kinerja ekonomi daerah dalam pembangunan dan mengindikasikan sejauh mana tingkat kesejahteraan masyarakat daerah Kota Madiun tersebut telah terwujud. Beberapa variabel ekonomi makro terpenting yang menjadi indikator pencapaian pembangunan perekonomian Kota Madiun adalah pertumbuhan ekonomi, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), laju inflasi, pengangguran, dan kemiskinan.
2.1.1. Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi suatu daerah atau negara merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam perekonomian daerah atau negara.
Pertumbuhan ekonomi daerah pada umumnya dipandang sebagai kenaikan kapasitas produksi suatu daerah dari tahun ke tahun yang dapat diindikasikan oleh kenaikan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) riil dari tahun ke tahun. Pengukuran laju pertumbuhan ekonomi adalah dengan menggunakan Produk Domestik Regional Bruto atas dasar harga konstan (PDRB ADHK), jadi untuk Kota Madiun dengan menghitung pertumbuhan PDRB riil Kota Madiun.
Sumber : BPS Kota Madiun, Tahun 2018
*) Angka Sementara
Gambar II.1:
Pertumbuhan Ekonomi Kota Madiun
2.012 2.013 2.014 2.015 2.016 2017*)
Kota Madiun 6.83 7.58 6.62 6.15 5.90 5.93
Jawa Timur 6.64 6.08 5.86 5.44 5.55 5.45
Nasional 6.03 5.58 5.02 4.61 5.02 5.01
6.83 7.58
6.62
6.15 5.90 5.93
6.64 6.08 5.86
5.44 5.55 5.45 6.03
5.58
5.02 4.61 5.02 5.01
Pertumbuhan Ekonomi
- 22 - Pertumbuhan ekonomi Kota Madiun periode 2012-2017
menunjukkan terjadi fluktuatif. Namun Pada 2015, pertumbuhan ekonomi Kota Madiun sedikit mengalami penurunan yakni hanya sebesar 6.15 persen, akan tetapi masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur dan Nasional. Namun pada tahun 2016 pertumbuhan ekonomi kota madiun mengalami penurunan lagi sebesar 5,90. Penurunan ini dikarenakan adanya dampak dari perekonomian global, Nasional dan juga regional jawa timur yang juga mengalami penurunan. Sedangkan pada Tahun 2017 mengalami kenaikan lagi sebesar 5,93. Laju pertumbuhan ekonomi Kota Madiun yang masih relatif tinggi ini menggambarkan bahwa regulasi dan kebijakan ekonomi yang dikeluarkan Pemerintah Daerah, secara riil mampu menciptakan iklim yang kondusif bagi perkembangan ekonomi daerah, dan juga mencerminkan bahwa kinerja pembangunan ekonomi daerah yang baik. Dari kondisi tersebut, prospek perekonomian Kota Madiun pada Tahun 2018 dapat dilihat dalam indikator ekonomi sebagai berikut.
Tabel II.1.
Prospek dan Prediksi Perekonomian Kota Madiun Tahun 2018
Indikator Realisasi Proyeksi
2014 2015 2016 2017*) 2018**)
Pertumbuhan Ekonomi
(%) 6,62 6,15 5,90 5,93 6,08
PDRB ADHB (milyar
rupiah) 9.214,2 10.191,66 11.077,47 12.216,60 12.964,26
PDRB ADHK (juta
rupiah) 7.965,5 8.447,42 8.916,29 9.494,98 9.876,21
PDRB per Kapita (juta
rupiah) 52,84 58,24 63,69 69,37 73,62
TPT (%) 6,93 5,10 5,12 4,26 3,96
IPM 78,64 79,15 80,01 80,87 81,28
Inflasi 3,0 4,20 3,62 3,01 4±1
Sumber : Bappeda Kota Madiun, Tahun 2018
*) Angka Sementara
**) Target Proyeksi
2.1.2. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Capaian kinerja perekonomian suatu daerah salah satunya dapat dilihat dari perkembangan PDRB nya, baik PDRB atas dasar harga konstan maupun PDRB atas dasar harga berlaku. Pembangunan ekonomi Kota Madiun terus mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Hal ini ditandai dengan meningkatnya total PDRB setiap tahunnya baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan.