• Tidak ada hasil yang ditemukan

Demi Kebenaran Dan Keadilan WASPADA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Demi Kebenaran Dan Keadilan WASPADA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Pemindahan Ibu

Kota Harus Ditunda

W

WASPADA

Demi Kebenaran Dan Keadilan

Harian Umum Nasional Terbit Sejak 11 Januari 1947. Pendiri: H. Mohd. Said (1905 - 1995), Hj. Ani Idrus (1918 - 1999) MINGGU, Wage 23 Januari 2022 / 19 Jumadil Akhir 1443 H No: 27259 Tahun Ke-75 Terbit 12 Halaman

ISSN: 0215-3017

Harga Eceran Medan Rp4.000,- Luar Kota Rp5.000,-

Baca Di Dalam

Kota Terubuk Si Kantan Pesona Tak Habis Sepanjang Masa

JAKARTA (Waspada): Meski undang-undang tentang pemin- dahan Ibu Kota Negara (IKN) telah disahkan DPR RI, namun penyelamatan rakyat harus dikedepankan terlebih dahulu.

Hal itu diungkapkan Eko- nom Senior Faisal Basri, dirinya menegaskan agar proyek IKN ditunda dan harus selamatkan rakyat lebih dahulu karena ren- cana pendanaan proyek ini tidak sesuai dengan keuangan negara.

“Kita dalam 5 tahun ke depan nggak ada uang untuk IKN. IKN jangan diutak atik, selesaikan dulu keadaan darurat.

Keadaan darurat kita ya Covid ini. Ini yang penting menurut saya, 5 tahun kita harus fokus pada pemulihan,” ujarnya dalam webinar Narasi Institute, Jumat (21/1).

Apalagi, dia menambahkan bahwa pemindahan IKN tidak

Rumah Minimalis Modern Unik &

Kreatif Detoksifikasi

Media Sosial Jaga Kesehatan Mental

Lanjut ke hal A2 kol. 3 tergabung dalam Sat-

gas Damai Cartenz sedang melaksana- kan pengamanan ke- datangan helikopter Polri yang akan tiba di Kiwirok membawa logistik.

Namun sekitar pukul 08.30 WIT, kata Cahyo, tiba-tiba KKB yang merupakan kelompok pimpinan Lamek Tablo me- nembak ke arah ang- gota hingga terjadi baku tembak. Saat baku tembak terjadi itulah Bharada Resi Nugroho tertembak di bagian dada kiri atas. Tim sempat meminta bantuan ke Yonif PR/431 yang kemudian bergabung

Lagi, KKB Tembak Aparat Keamanan Di Papua

Kondisi Kesehatan Mahathir Mohamad Memburuk

Lanjut ke hal A2 kol. 5 Lanjut ke hal A2 kol. 1

Koalisi Saudi Balas Serang Milisi Syiah Houthi Di Yaman, 70 Tewas

SANAA (Waspada): Koalisi yang dipimpin Arab Saudi me- lancarkan serangan udara ke wilayah milisi Syiah Houthi yang selama ini kerap menem- bakkan roket ke wilayah Arab Saudi, termasuk ke kota suci Makkah. Serangan koalisi ke wilayah Sanaa, Yaman mem- buat sedikitnya 70 orang tewas dan 130 lainnya mengalami luka.

Mengutip CNN, serangan udara itu berkaitan dengan teror kelompok Houthi di Abu D h a b i , U n i E m i r a t A r a b

beberapa waktu lalu. Setelah itu, Arab Saudi memimpin koalisi menyerang Yaman, basis utama Syiah Houthi. Serangan udara terhadap Yaman juga me- ngenai bangunan telekomu- nikasi di Hodeidah hingga mem- buat internet mati.

Koalisi yang dipimpin Arab Saudi mengakui melancarkan serangan udara ke wilayah Sa- naa dan Hobeidah pada Jumat (21/1). Koalisi menyebutkan penyerangan ke Sanaa tidak me- ngincar warga sipil, melainkan

kelompok militer Syiah Houthi.

Mengenai serangan ke Hobeidah, koalisi mengklaim tak mengincar gedung teleko- munikasi hingga membuat internet padam. Mereka me- ngaku telah menyerang sarang kejahatan terorganisir di Hobei- dah yang merupakan kota pela- buhan.

Eskalasi militer di Timur Tengah meninggi usai teror di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab

Lanjut ke hal A2 kol. 3 Lanjut ke hal A2 kol. 1

Kasus 4.283.453

Sembuh 4.122.555

Meninggal 144.206

Covid-19 Di Indonesia

Covid-19 Di Sumut

Kasus 106,171

Sembuh 103,230

Meninggal 2,896

Sumber: Worldometers; Covid19.go.id & covid19.sumutprov.go.id (20/8/2021) 21.00 WIB

Meninggal 5,605,259 Kasus

347,433,548

Sembuh 276,950,802

Covid-19 Di Dunia

Covid-19 Di Aceh

Kasus 38,436

Sembuh 36,366

Meninggal 2,067

Kapolrestabes

Medan Dicopot

Lanjut ke hal A2 kol. 1

Dua Pasien Omicron Meninggal Dunia

JAKARTA (Waspada): Kementerian Kesehatan mencatat dua kasus konfirmasi Omicron meninggal dunia. Ditengarai kedua pasien tersebut memiliki komorbid dan merupakan pelaporan fatalitas pertama di Indonesia akibat varian baru yang memiliki daya tular tinggi.

“Satu kasus merupakan transmisi lokal, meninggal di RS Sari Asih Ciputat dan satu lagi merupakan Pelaku Perjalanan Luar Negeri, meninggal di RSPI Sulianti Saroso,” ucap juru bicara Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, Sabtu (22/1).

Hingga Sabtu (22/1) tercatat 3.205 penambahan kasus baru COVID-19, 627 kasus sembuh, dan 5 kasus meninggal akibat

Varian Delta Mendominasi Kasus Covid-19

JAKARTA (Waspada): Varian Delta masih mendominasi kasus Covid-19 di beberapa daerah di Indonesia. Ditambah lagi dengan potensi Omicron, maka perlu kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan.

“Selain varian Omicron yang tentunya menjadi isu untuk kita yang saat ini, kita mulai waspada terhadap terjadinya peningkatan secara transmisi lokal,” ujar Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemen- terian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengingatkan dalam diskusi virtual PDPI, di Jakarta, Sabtu (22/1).

“Tapi kita lihat sebenarnya varian Delta masih cukup mendominasi di beberapa daerah di Indonesia,” tambahnya.

Artinya, tegas Nadia, kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan juga menjadi penting mengingat varian Delta masih merupakan varian yang cukup mendominasi di beberapa daerah di Indonesia.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Ditjen P2P Kemenkes dalam kesempatan itu juga mengatakan vaksinasi masih memberikan perlindungan substansial dari Covid-19, termasuk varian Omicron.

“Walaupun terjadi penurunan efikasi dari vaksin yang ada saat ini tapi kemudian kita melihat bahwa sistem sel T juga masih memberikan perlindungan,” jelasnya.

Lanjut ke hal A2 kol. 3 Lanjut ke hal A2 kol. 1

MEDAN (Waspada): Kom- bes Pol. Riko Sunarko dicopot dari jabatannya sebagai Kapol- restabes Medan, setelah diduga menerima uang suap bandar Narkoba. Pencopotan jabatan Kapolrestabes Medan disam- paikan Kapoldasu Irjen Pol.

Panca Putra Simanjuntak, Jumat (21/1) malam di Mapoldasu.

Selanjutnya jabatan Kapol- restabes diserahkan kepada Irwasda Poldasu Kombes Armia Fahmi sebagai pelaksana tugas.

“Saya harus sampaikan proses hukum yang berkelanjutan dan objektif, maka terhitung hari ini saya menarik Kapolrestabes Medan untuk melanjutkan pemeriksaan di Polda Sumatera Utara,” sebut Kapolda.

Kapolda menegaskan, terhi- tung hari ini menunjuk Irwasda Polda Sumut selaku pelaksana tugas Polrestabes Medan.

Komisi A DPRD Sumut Umumkan 7 Komisioner KPID Periode 2021-2024

masing-masing calon untuk dipilih.

Namun setelah melalui per- debatan panjang dan diwarnai interupsi hingga pukul 00.00, Ketua Komisi A Hendro Su- santo akhirnya membacakan nama 7 Komisioner KPID Sumut, yang disaksikan Wakil Ketua Ricky Anthony, Sekretaris Jonius Taripar Parsaoran Huta- barat, para anggota Rudi Alfahri Rangkuti, M Subandi, H San- toso, Erni Aryanti Sitorus, Meryl Saragih, Tuani Lumban Tobing, Mahyarudin Salim, Abdul MEDAN (Waspada): Komisi

A DPRD Sumut hari Sabtu (22/

1) dini hari akhirnya mengu- mumkan 7 Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Utara periode 2021-2024 di gedung dewan.

Pengumuman yang diba- cakan melalui sistem tertutup, yakni dengan menyebutkan nama untuk disetujui disam- paikan setelah sempat terjadi deadlock dan skorsing, karena sebagian anggota dewan masih belum menemukan titik temu terkait mekanisme persetujuan SIBOLGA (Waspada) : Bi-

dang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Sibolga menyam- bangi PT. Agincourt Resource yang berada di Kecamatan Batang Toru Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (21/1).

Tim yang berjumlah 7 Orang itu tiba di lokasi Tambang sekira pukul 14.00 WIB dipimpin lang- sung oleh Kepala Kantor Imi-

grasi Sibolga Dr. Saroha Manul- lang, SE.MM.

Setibanya disana, Petugas disambut baik oleh Tulus Manalu pihak Perwakilan dari PT Agin- court Resource dan mempersi- lahkan Petugas memeriksa ke- giatan TKA yang bekerja disana.

Namun sebelum melakukan Pemeriksaan Petugas Imigrasi terlebih dahulu melakukan test

swab antigen.

Setelah itu barulah Petugas Imigrasi melaksanakan peme- riksaan terhadap kegiatan Te- naga Kerja Asing (TKA) di lokasi Tambang pihak dari Sub Kon- traktor Asing yang bekerja di Tambang Emas tersebut juga tidak luput dari Pemeriksaan

Lanjut ke hal A2 kol. 1

Waspada/M Yusuf Siregar

Kepala Kantor Imigrasi Dr. Saroha Manullang SE.MM Sibolga di dampingi Bidang Intelijen dan Penindakan, sedang mensosialisasikan program Eazy Paspor di hadapan Management PT. Agincourt Resource.

Imigrasi Sibolga Periksa Kegiatan Orang Asing Di Tambang Emas

KUALA LUMPUR (Waspada): Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia, Tun Dr Mahathir Mohamad, 96, (foto) dirawat di Unit

Rawatan Koronari (CCU), Institut Jantung Negara (IJN), Kuala Lumpur, Malaysia karena kesehatannya memburuk. Perihal kondisi kesehatan Mahathir tersebut disampaikan juru bicara Mahathir, Sabtu (22/1).

Menyusul kabar kesehatan Tun Mahathir yang memburuk tersebut, para awak media tampak menunggu di pekarangan IJN sejak pukul Sabtu siang. Mereka menanti perkembangan terbaru atas kondisi Mahathir.

Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob tampak hadir di IJN melawat Tun Mahathir. Kenderaan Ismail Sabri tampak masuk ke pekarangan pusat perawatan jantung di Malasya tersebut pada petang hari.

Tun Mahathir sebelum ini dirawat ke IJN pada 7 Januari lalu dan ddiizinkan keluar rumah sakit pada 13 Januari lalu.

Diketahui Tun Mahathir dalam beberapa bulan terakhir dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya yang tidak stabil. Pada 16 Desember 2021 kemarin juga masuk rumah sakit dan dibenarkan pulang ke rumah 21 Desember 2021.

Tun Mahathir, menjabat PM dua periode pada 1981-2003 dan 2018-2020, dikenal memiliki riwayat penyakit jantung.

Lanjut ke hal A2 kol. 3 JAKARTA (Waspada): Men-

teri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo mengeluarkan surat moratorium pengusulan jabatan fungsional baru.

Dalam surat yang tan- datangani 23 Desember 2021 itu, ditujukan kepada Para Peja- bat Pembina Kepegawaian (PPK) di lingkungan instansi

pusat dan daerah.

Sebagaimana dilansir cnbc, Sabtu (22/1), surat tersebut terbit dalam rangka transfor- masi jabatan fungsional guna mendukung mekanisme kerja organisasi yang dinamis, lincah, dan profesional dalam pelaksa- naan tugas pejabat fungsional maka diperlukan penghentian sementara pengusulan jabatan

fungsional baru.

Di dalam surat tersebut di- sebutkan: “Karena Kementeri- an PANRB sedang mempersiap- kan regulasi untuk penyesuaian dan simplifikasi pembinaan dan pengelolaan jabatan fungsional sesuai dengan tuntutan dan ke- butuhan organisasi saat ini”.

Jabatan Fungsional PNS Dimoratorium

AP

Milisi syiah Houthi di Yaman

Waspada/Partono Budy

Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto (dua kiri) mengumumkan 7 Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Utara periode 2021-2024 di gedung dewan, hari Sabtu (22/1) dini hari.

Waspada/gito ap

Kapoldasu Irjen Pol. Panca Putra Simanjuntak didampingi Waka Poldasu Brigjen Pol. Dr Dadang Hartanto serta Irwasda Kombes Armia Fahmi menjelaskan pencopotan Kombes Riko sebagai Kapolrestabes Medan, Jumat (21/1) malam.

J A Y A P U R A (Waspada): Personel yang tergabung da- lam Satgas “Damai Cartenz” terlibat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bin- tang, Papua, Sabtu (22/1). Peristiwa ini menyebabkan seo- rang anggota Bri- mob Bharada Resi Nugroho tertembak.

“Memang benar seorang anggota Brimob yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz yakni Bharada Resi Nugroho tertembak saat baku tembak dengan KKB,” aku Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito.

Korban bersama rekan-rekannya yang

Antara

Bharada Resi Nugroho

(2)

WASPADA

Minggu 23 Januari 2022

Berita Utama

A2 A2

Pemindahan ....

memiliki urgency. Ia juga menyoroti mengenai rencana pemerintah yang ingin menggunakan dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk membangun infrastruktur dasar IKN. Ini dinilai tidak sesuai dengan amanat UU nomor 2 tahun 2020.

“Ini UU 2/2022 memberi keleluasan ke pemerintah untuk melebarkan defisit dan realokasi anggaran dari pos-pos lain untuk tujuan Covid. Karena kita daruratnya kan darurat Covid. Nah kalau dana PEN dialihkan ke IKN itu namanya langgar etika, moral dan UU nya juga. IKN nggak ada hubungannya dengan Covid,”

kata dia.

Selanjutnya yang dikritisi oleh Faisal adalah status pemerintahan IKN yang ditetapkan Otorita, dimana pimpinannya akan dipilih dan bertanggung jawab langsung ke Presiden. Ia menilai ini semacam proyek terselubung yang sengaja dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia menjelaskan ini tercermin dari beberapa proyek pemba- ngunan swasta telah disetujui di IKN seperti pabrik semen hingga pengadaan air bersih, bahkan jauh sebelum UU dibahas dan disahkan oleh DPR RI. Juga pengelolaan lahan yang ada di IKN dinilai sudah ditangani oleh orang penting di Indonesia.

“Nah otorita di IKN yang terbayang di kita tidak ada DPRD.

Jadi kenapa otorita ya karena pemerintah ingin melakukan pem- bangunan ini secara ugal-ugalan. UU belum ada sudah dibagi, apalagi UU sudah ada. Pabrik semen hongshi holding segera dibangun, nanti demi pembangunan IKN semen nggak boleh dari tempat lain karena ada yang deket hongshi. Jadi ni sudah dibagi-bagi rata, bagi pihak-pihak yang mendukung,” jelasnya.

Faisal bahkan menyebutkan, pembangunan IKN ini seperti membangun kerajaan. Pembangunan pertama yang dilakukan disana adalah istana negara bukan pemukiman penduduk. “Jadi banyak sekali yang aneh-aneh yang kesan saya dipaksakan ya sehingga harus ada yang namanya otoriter. Jadi dibagi, tidak ada tender, tidak ada macam-macam. Jadi ini bukan lagi Republik Indonesia tapi jadi kerajaan karena yang pertama kali dibangun adalah istana. Apa pentingnya istana untuk kepentingan fungsinya IKN itu. Jadi ini daulat raja, bukan daulat rakyat,” ungkapnya.

Pada prinsipnya ia menilai pemerintah tidak harus fokus ke pemindahan IKN. Sebab, selain Covid-19 masih banyak masalah yang perlu ditangani pemerintah seperti kemiskinan dan pengangguran yang meningkat juga masalah climate change atau perubahan iklim.

“Terus ada soal climate change, dimana-mana banjir. Artinya pembangunan ini nanti, pertama untuk selamatkan rakyat dulu, sehingga urusan IKN bisa ditunda setidaknya 5 tahun,”

pungkasnya.(cnbc)

Imigrasi ....

Petugas.

Saroha Manullang menjelaskan, Pemeriksaan Orang Asing di Tambang Emas ini bertujuan, untuk melakukan pendataan dan verifikasi data Orang Asing yang bekerja di perusahaan tersebut.

Dari hasil Pemeriksaan yang dilakukan oleh tim Intelijen dan Penindakan, tidak ditemukan pelanggaran Keimigrasian, kelengkapan Paspor dan izin tinggal juga telah diperiksa, Saroha mengapresiasi kinerja Perusahaan dalam hal pelaporan serta kelengkapan dokumen dokumen Keimigrasian setiap Pekerja Asing yang bekerja di Perusahaan tersebut.

Mudah mudahan kedepan Perusahaan lainnya yang mempekerjakan Orang Asing secara rutin melaporkan melalui Aplikasi Orang Asing (APOA) atau langsung melalui Media elektronik yang dimiliki Kantor Imigrasi Sibolga ujar Saroha.

Dalam kesempatan itu Saroha Manullang mensosialisasikan Eazy Paspor di hadapan para pimpinan dan manajemen dari PT. Agincourt Resource.

Sebagaimana diketahui Eazy Paspor merupakan program jemput bola dari Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mempermudah seluruh warga Negara Indonesia dalam pembuatan paspor baru atau melakukan penggantian paspor di luar kantor imigrasi.

Ia menjelaskan Permohon Paspor cukup dengan mengirimkan surat permohonan kepada Kantor Imigrasi setempat dan petugas imigrasi akan datang ke alamat pemohon untuk melaksanakan Eazy Paspor,” Paparnya. (mys/B)

pada Senin lalu (17/1). Serangan pesawat nirawak atau drone milik kelompok Houthi meledakkan truk tangki hingga mengakibatkan tiga orang tewas.

Beberapa jam setelahnya, kelompok Houthi di Yaman mengakui bahwa serangan drone yang mengakibatkan ledakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab adalah tindakan mereka. Mereka mengklaim telah menargetkan sejumlah objek vital untuk diserang.

Houthi lalu meminta warga sipil dan warga negara atau perwakilan negara asing untuk menghindari tempat vital di Uni Emirat Arab. Angkatan perang Arab Saudi lantas melancarkan serangan udara ke wilayah Sanaa, Yaman, lokasi yang menjadi basis kelompok Houthi. Serangan dimulai pada Selasa (18/1).

Koalisi juga mengatakan laporan media bahwa pihaknya menargetkan pusat penahanan di Saada adalah palsu. Koalisi menyebutkan milisi Houthi yang didukung Iran karena menyebarkan informasi yang salah, dengan mengatakan itu sesuai dengan pendekatan menipu yang biasa dilakukan kelompok itu.

Sementara itu, Palang Merah Internasional mengecam serangan yang dilakukan ke wilayah Yaman hingga membuat puluhan orang tewas. “ICRC sangat prihatin dengan permusuhan dalam beberapa terakhir, termasuk serangan terhadap kota- kota di Yaman, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab,” mengutip pernyataan Palang Merah Internasional seperti diberitakan CNN.

Komando Pasukan Gabungan Koalisi akan memberikan penjelasan singkat kepada Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) di Yaman dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) tentang fakta dan rinciannya, Al Ekhbariya melaporkan pada Sabtu (22/1) pagi.(cnni/Arabnews)

di pos tersebut dan membantu menangani korban. Korban kemudian dievakuasi melalui bandara Sentani dan langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis atas luka tembak yang dideritanya.

Evakuasi korban berlangsung aman setelah pihaknya mendapat bantuan dari Yonif PR/431yang tergabung dalam pengamanan perbatasan RI-Papua Nugini (PNG) dan bertugas di wilayah itu,.

Ditambahkan, kelompok Lamek memang berada di sekitar Kiwirok dan sebelumnya Senin (17/1) Bharatu Bachtiar Satgas Damai Cartenz merupakan nama baru dari sandi operasi Nemangkawi juga tertembak di sana. Kiwirok merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Pegunungan Bintang yang juga berbatasan dengan Papua Nugini.(ant)

Lagi, KKB ....

Koalisi ....

Terkait hal itu, Nadia men- jelaskan, salah satu dugaan mengapa kasus Omicron menular sangat cepat tapi cenderung tidak bergejala atau bergejala ringan dikarenakan proteksi dari vaksinasi.

Vaksinasi Covid-19 di Indo- nesia sendiri sampai 22 Januari 2022 pukul 12.00 WIB telah mencapai 123.782.386 orang yang mendapatkan dua dosis vaksin atau 59,43 persen dari target 208.265.720 orang yang ditetapkan pemerintah, menu- rut data di situs Kemenkes.(rep) Sebelumnya, nama Kombes Riko Sunarko terseret dalam

kasus suap bandar Narkoba setelah adanya pengakuan Bripka Ricardo Siahaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Medan.

Bripka Ricardo menyebutkan, aliran dana itu sampai kepada Kapolrestabes.

Bahkan pengakuannya, uang Rp75 juta digunakan sebagian untuk membeli hadiah sepeda motor kepada anggota Babinsa TNI yang berhasil menangkap puluhan kilogram ganja.

Propam Mabes Polri bahkan turun tangan menyelidiki kasus tersebut. Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dikonfirmasi, Jumat (14/1) kemarin mengatakan pihaknya tidak ingin mengomentari materi persidangan, namun memerintahkan Karo Paminal Propam Polri untuk cek pejabat-pejabat diduga terlibat.

Sementara, Kombes Riko Sunarko membantah hal itu. “Sejak kasus itu ditangani Sat Narkoba, tidak pernah dilaporkan ke saya.

Bagaimana saya mau bagi-bagi uangnya. Kasusnya saja nggak dilaporkan ke saya. Di situ kan dijelaskan saya perintahkan bagi- bagi,” kata Riko kepada wartawan, Jumat (14/1).

Riko juga membantah soal uang itu digunakan untuk membeli motor untuk seorang Babinsa TNI. Riko menegaskan motor itu dia beli dengan uang sendiri. “Kalau soal motor, saya pesan sendiri dan bayar lunas.

Harganya bukan Rp75 juta, tapi Rp10 juta lebih, itu motor bebek,” ujarnya mengatakan dalam persidangan, Bripka Ricardo menceritakan yang didengarnya dari orang lain, tidak mendengar langsung.(m10)

Kapolrestabes ....

Kondisi Mahathir ....

Mahathir dilaporkan beberapa kali menjalani operasi bypass koroner pada masa lalu. Pada 2006 dan 2007, politikus sekali- gus dokter ini terkena serangan jantung.

Ketika dirawat di IJN, Maha-

thir masih sempat mengo- mentari situasi terkini Malaysia.

Melansir Bloomberg, ia merilis artikel tentang banjir bandang Malaysia serta kaitannya dengan krisis iklim.

“Peningkatan temperatur

yang kita alami sekarang adalah bagian perubahan yang dilalui planet. Ini mungkin akan lebih buruk. Kita harus bersiap untuk perubahan ini. Kita harus me- ngantisipasi lebih banyak ben- cana,” tulis Mahathir.(um/kps) terpapar COVID-19. Kenaikan

kasus baru konfirmasi meru- pakan implikasi dari peningkat- an kasus konfirmasi Omicron di Indonesia.

Dimana sejak 15 Desember hingga saat ini secara kumulatif tercatat 1.161 kasus konfirmasi O m i c r o n d i t e m u k a n d i Indonesia

Berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam antisipasi penyebaran Omicron di Indo- nesia, mulai dari menggencar- kan 3T terutama di wilayah pulau Jawa dan Bali, peningkatan rasio tracing, menjamin ketersediaan ruang isolasi terpusat, menggen- carkan akses telemedisin, serta meningkatkan rasio tempat ti- dur untuk penanganan COVID- 19 di rumah sakit.

Yang terbaru, Kementerian Kesehatan juga telah menge- luarkan aturan baru untuk pe- nanganan konfirmasi Omicron di Indonesia, yang tertuang da- lam Surat Edaran Menteri Kese- hatan RI Nomor HK.02.01/

MENKES/18/2022 tentang Pen- cegahan dan Pengendalian Ka- sus Covid-19 Varian Omicron yang ditetapkan pada 17 Januari 2022.

“Melalui Surat Edaran ini, penanganan pasien konfirmasi Omicron sesuai dengan pena- nganan COVID-19, dimana untuk kasus sedang sampai berat dilakukan perawatan di rumah sakit, sementara tanpa gejala hingga ringan, difokuskan untuk Isolasi mandiri dan Isolasi Terpusat,” jelas dr. Nadia. (J02)

Varian ....

Dua Pasien ....

Jabatan ....

Komisi A ....

Rahim Siregar, Rusdi Lubis, Rudy Hermanto, Megawati Zebua, dan Timbul Sinaga.

Adapun ke tujuh nama tersebut Dra Hj Ayu Kesuma Ningtyas, Anggia Ramadhan, SE, MSI, Muhammad Hidayat, Drs Muhammad Sahrir M.I.

Kom, Dr Dearlina Sinaga, SE, MM, Ramses Simanullang, SE, MI dan Edwar S.Sos.

Selanjutnya di peringkat 8 hingga ke 14, sebagai cadangan, yakni Mekar Sinurat, SH, Robinson Simbolon, Valdesz Junianto Nainggolan, S Sos MSP, Ara Aura S.Sos, Eddy Irawan

S.Sos, Viona Sekar Bayu S Kom dan Toyib Prasetyo MI Kom.

Merespons terpilihnya na- ma-nama ketujuh Komisioner KPID, Ketua Komisi A Hendro Susanto menyebutkan, mereka adalah calon terbaik yang dipilih dewan sesuai mekanisme dan kesepakatan.

Terkait dengan interupsi dan keberatan dari sejumlah anggota komisi, yakni Meryl Saragih, Rudy Hermanto dan Tuani Lumbang Tobing yang menghendaki pemilihan secara terbuka, Hendro mengatakan, sedari awal sebagian besar

anggota komisi sudah menye- pakati pemilihan dilakukan tertutup.

“Tapi tadi sudah saya umumkan 7 nama yang kemu- dian disetujui, kemudian sudah ketok palu tanda sah,” katanya.

Hendro berharap ketujuh komisioner yang terpilih dapat mengemban amanah sesesuai tupoksinya, yakni salah satunya menguatkan konten lokal yang diharapkan mampu mem- bangkitkan semangat untuk membangun daerahnya ma- sing-masing.

(cpb) Moratorium pengusulan

jabatan fungsional baru dimak- sudkan untuk memberikan peluang pengembangan karir bagi PNS dalam jabatan fung- sional, sehingga pengangkatan PNS dalam jabatan fungsional tetap dapat dilakukan sesuai ke- butuhan organisasi dan keten- tuan peraturan perundangan.

Berdasarkan Peraturan Menteri PANRB 17/2021, peja-

bat administrasi yang terdampak penyederhanaan birokrasi pe- merintah diberikan kesempatan untuk beralih ke dalam jabatan fungsional melalui mekanisme penyetaraan jabatan.

Adapun pengusulan jabatan fungsional yang telah masuk dan dalam poses penetapan dapat tetap dilanjutkan dengan mem- pertimbangkan pola baru yang sedang dipersiapkan oleh Ke-

menterian PANRB guna men- dukung mekanisme kerja yang baru dengan pembinaan dan pengelolaan yang lebih agile dan dinamis sesuai dengan kebu- tuhan organisasi.

Aturan ini diteken Menteri PA N R B T j a h j o Ku m o l o, tembusan Menteri Sekretaris Negara, Menteri Dalam Negeri, Kepala Badan Kepegawaian Negara.(cnbc)

Waspada/Muhammad Riza

Harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional dan swalayan di Kabupaten Pidie belum turun sesuai anjuran pemerintah Rp 14.000/liter. Harga minyak goreng di daerah itu masih dijual Rp20.000-Rp21.000/liter, Sabtu (22/1)

Waspada/Ist

Gubernur Aceh Nova Iriansyah (tengah), selaku Ketua Dewan Kawasan Sabang didampingi Sekda Aceh, Taqwallah (dua kanan), dan Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnain (dua kiri), saat meresmikan ruas jalan Balu- Lapeng, Pulo Breuh, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar, Sabtu (22/1).

Gubernur Resmikan Jalan Balu-Lapeng Pulo Aceh

PULO ACEH (Waspada): Gubernur Aceh, Nova Iriansyah meresmikan ruas Jalan Balu- Lapeng yang terletak di Pulo Breueh, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar, Sabtu (22/1).

Jalan tersebut dibangun oleh Badan Pengusa- haan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pela- buhan Bebas Sabang (BPKS) dengan sumber dana APBN DIPA BPKS Tahun Anggaran 2021.

Ruas Jalan Balu – Lapeng memiliki panjang 3,8 kilometer dengan lebar 4 meter. Jalan yang juga dilengkapi dengan lampu penerang itu dibangun dengan anggaran Rp17.589.900.000.

Keberadaan Jalan Balu – Lapeng cukup strategis, karena merupakan satu-satunya jalur darat yang menghubungkan Gampong Lapeng dengan desa lain di kawasan itu.

Seremonial peresmian jalan berlangsung di halaman Masjid Baitul Amin, Gampong Lapeng. Ikut serta dalam kegiatan itu Sekda Aceh, Taqwallah, Juru Bicara Pemerintah Aceh, Mu- hammad MTA, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Muhammad Iswanto, serta Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Junaidi.

Selain itu, juga Kepala BPKS, Iskandar Zulkarnain beserta Wakil, Teuku Zanuarsyah, Dewan Pengawas, serta para Deputi. Selanjutnya juga hadir Sekda Aceh Besar, Kapolsek dan Koramil Pulo Aceh, serta para tokoh kecamatan dan Gampong Lapeng.

Gubernur Aceh dalam sambutannya menye- butkan, keberadaan jalan Balu – Lapeng layak disambut dengan gembira, karena akan mem- permudah akses bagi masyarakat di Pulau Breueh.

Nova berharap jalan itu akan memberikan nilai tambah bagi Pulo Aceh dan menjadi pemicu majunya aktivitas ekonomi di pulau yang termasuk ke dalam kawasan BPKS tersebut.

Lebih lanjut, Nova menyebutkan, jalan meru- pakan salah satu sarana vital dalam meningkatkan kehidupan masyarakat karena kehadirannya akan memperlancar arus komunikasi, informasi, serta transportasi antar daerah sehingga diharapkan tidak akan ada lagi kesenjangan antar wilayah.

“Infrastruktur jalan ini merupakan hal mutlak yang mesti ada di Pulo Aceh yang notabene masuk ke dalam Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang.

Maka dari itu saya berharap BPKS sebagai lembaga negara non struktural yang berikan kewenangan mengelola Kawasan Sabang, agar tidak mengalihkan fokusnya dari Pulo Aceh, karena kawasan ini memiliki banyak potensi unggulan yang bisa dikembangkan ke depan,”

kata Nova.

Selayaknya Sabang, kata Nova, Pulo Aceh juga harus maju. Salah satu langkah awal me- majukan Pulo Aceh adalah dukungan transpor- tasi harus terus ditingkatkan agar akses menuju dan keluar dari daerah ini lebih mudah.

Selain itu, BPKS juga diminta melakukan

prioritas pembangunan dan pengembangan Pulo Aceh sebagaimana yang dilakukan di Sabang, dengan memperhatikan potensi-potensi yang dimiliki kecamatan kepulauan ini.

Sementara itu, Kepala BPKS Iskandar Zulkar- nain dalam laporannya yang disampaikan di depan Gubernur menyebutkan, BPKS telah membangun ruas jalan di Pulo Aceh sejak beberapa tahun terakhir.

Pada 2021, kata Iskandar, BPKS telah meram- pungkan empat ruas jalan di Pulo Breuh dan Pulo Nasi Kecamatan Pulo Aceh. Ke empat ruas jalan itu yakni Jalan Balu – Lapeng sepanjang 3,8 kilometer, pemeliharaan Jalan Alue Raya se- panjang 300 meter, pembangunan Jalan Blang- situngkoh – Lampuyang (lanjutan) sepanjang 400 meter, serta peningkatan dan pemeliharaan Jalan Lamteng – Deudap sepanjang 400 meter.

Selain itu, lanjut Iskandar, pada tahun 2022 ini BPKS juga telah mengalokasikan anggaran ke Pulo Aceh sebesar 12 Miliar lebih yang akan diperuntuk-kan untuk sejumlah pembangunan, pemeliharaan hingga pengadaan tanah untuk pembangun jalan.

Iskandar pada kesempatan itu juga mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga semua fasilitas yang telah terbangun di kawasan itu.

Keuchik Lapeng Sampaikan Terima Kasih Merespon peresmian jalan Balu – Lapeng, Keuchik Gampong Lapeng, Muhammad, menga- takan dirinya mewakili masyarakat setempat merasa cukup gembira.

Muhammad menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Aceh dan BPKS atas pem- bangunan itu.

Muhammad menyebutkan, sebelum rampung-nya pembangunan jalan Balu – Lapeng, warga desanya lebih menggunakan laut sebagai jalur perlintasan lantaran tidak tersedianya jalan darat yang memadai.

Karena itu Muhammad menyebut cukup bergembira dengan telah terbukanya jalur perlintasan darat yang layak.

Muhammad menceritakan, anak-anak di desa itu pada umumnya hanya mengenyam pendidikan SD. Setelah itu mereka terpaksa memilih untuk tidak melanjutkan sekolah ke jenjang SMP. Hal itu lantaran di Lapeng hanya tersedia sekolah SD saja.

“SMP letaknya di desa tetangga. Jadi dulunya tidak ada akses yang memudahkan anak-anak untuk bersekolah SMP,” ujar Muhammad.

Muhammad pun bersyukur, dengan diresmi- kannya jalan itu pendidikan untuk anak-anak di desa itu akan lebih berkembang. Anak-anak usai menamatkan SD disebut akan dengan mudah melanjutkan ke jenjang SMP di desa tetangga.

“Ini juga akan sangat bermanfaat dalam membawa orang sakit untuk berobat ke puskesmas,” kata kepala desa yang memimpin 56 kepala keluarga itu. (b03)

Pengunjung Pameran Artefak Rasulullah Di Banda Aceh Membeludak

BANDA ACEH (Waspada):

Majelis Zawiyah Nurun Nabi Naqshabandi Nazimiya Aceh menggelar pameran artefak Rasulullah SAW di Banda Aceh.

Para pengunjung membeludak hingga sore hari, pada Sabtu (22/1).

Kegiatan tersebut dilaksa- nakan di Gampong Lambhuk, Banda Aceh. Sejak dari pagi hingga sore hari Jl.T Islandar Lambhuk macet akibat masyar- akat terus berdatangan demi menyaksikan pameran terse- but.

Para pengunjung terlebih dahulu harus mengambil tiket pada pintu masuk yang telah disediakan oleh panitia.

Antrean panjang, padat, panas dan penuh sesak tidak

menyurutkan semangat pengunjung untuk tetap bisa menyaksikan pameran benda bersejarah itu.

Panitia yang bertugas menjaga pintu masuk, tampak sedikit kewalahan memberikan arahan kepada pengunjung. Karena tempat itu terus- terusan diserbu pengunjung hingga menye- babkan bagian pintu rusak.

Ketua Panitia Pelaksana, Anhar Razali, menga- takan pameran ini pertama kalinya diadakan di Banda Aceh. Dia menyebut, terlihat antusias masyarakat menyaksikan pameran ini sungguh luar biasa.

“Alhamdulillah antusias masyarakat hari ini luar biasa. Tadi saja kami tidak menyangka hampir seribu, dan saat ini jalan di depan macet serta diperkirakan sampe sore nanti akan mencapai 5.000 pengunjung,” sebutnya.

Dia menyebutkan, benda bersejarah itu sampai di Banda Aceh pada Sabtu dini hari (22/

1/2022) pukul 03.00 WIB dan pukul 9.00 WIB dibawa ke tempat pameran.

Anhar membeberkan sedikitnya ada 11 artefak yang dipamerkan, di antaranya tongkat, siwak, pedang, darah bekam, biang keringat, kain kiswah ka’bah, imamah, sorban, sandal, dan rambut serta tanah makam Nabi Muhammad SAW.

Anhar menambahkan, dalam pameran

tersebut semua peninggalan artefak sudah mendapatkan sertifikat internasional, sehingga sudah terjamin keasliannya.

Anhar menuturkan, pada awal pihaknya hanya ingin melaksanakan Maulid saja. Namun saat bersamaan, pihaknya mendapat tawaran dari pihak terkait untuk menggelar pameran artefak.

“Sebenarnya sudah sejak lama kami ingin membuat kegiatan ini, mengingat membutuhkan dana yang banyak belum terlaksana. Kemudian ada yang menawarkan seperti yang kita harapkan dan langsung kita setujui dengan persiapan yang cukup singkat hanya seminggu,” jelasnya.

Di samping itu, kata Anhar, kegiatan tersebut bekerjasama dengan beberapa majelis, yaitu Majelis Inayatullah, Majelis At-Taufiq, Majelis MBA, Majelis Raisul Fata, Remaja Masjid Lambhuk, serta beberapa instansi terkait lainnya.

Adapun harapan yang diinginkan dengan kegiatan ini, kata Anhar, masyarakat lebih mengenal Rasulullah dan semakin meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah lewat peninggalan benda tersebut.

“Kita harapkan supaya masyarakat yang selama ini hanya bersholawat kepada baginda Rasulullah, jadi setidaknya dengan adanya pameran ini rasa rindu kepada Rasulullah sedikit terobati,” tutupnya. (Kia/b01)

Salah satu artefak Rasulullah yang dipamerkan

Harga Minyak Goreng Di Pidie Belum Turun

SIGLI (Waspada): Kendati beberapa waktu lalu pemerintah telah mengumumkan, dengan resmi menurunkan harga minyak goreng menjadi Rp14.000/liter.

Namun di Kabupaten Pidie harga minyak goreng masih dijual dengan harga tinggi.

Berdasarkan keterangan beberapa pedagang eceran di Keude Lampoih Saka, kepada Waspada, Sabtu (22/1) mengung- kapkan harga 1 liter minyak go- reng di pasar tradisional itu dijual Rp20.000-Rp21.000/liter, begitu- pun minyak goreng curah dijual dengan harga bervariasi dengan kisaran Rp20.000 sampai Rp22.500/Kg, sementara harga normalnya sebelum ini berkisar

Rp12.000/Kg sampai 13.000/Kg.

Sementara minyak kemasan juga dijual dengan harga yang berbeda tergantung merek dan ukuran namun harganya masih terbilang tinggi. Yakni, berkisar Rp 20.000/liter sampai Rp 21.000/

liter. Hal ini seperti terpantau di Canden Swalayan, Keunire, Pidie.

Ny Emi, Awner Canden Swa- layan, kepada Waspada mengataka pihaknya belum dapat menjual minyak goreng dengan harga seperti dianjurkan pemerintah, yaitu senilai Rp 14.000/liter karena harga modal, yang dibelinya dari agen atau sales masih tinggi.

“Kami masih menjual Rp 20.000/

liter untuk merek minyak goreng kemasan tertentu. Karena ada

juga minyak goreng dengan merek berbeda kami jual diatas itu. Ini sebenarnya kami terpaksa menjualnya dengan harga diatas rata-rata karena harga modal saat kami beli pada sales atau agen masih tinggi,” katanya.

Beberapa agen atau sales mi- nyak goreng yang namanya eng- gan ditulis Waspada, mengung- kapkan harga minyak goreng tidak akan turun mengikuti harga yang seperti apa yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 14.000/liter.

Bahkan sebut oknum agen mi- nyak goreng tersebut dalam bebe- rapa hari kedepan mereka memprediksikan stok minyak goreng akan hilang dari pasaran.

Pada bagian lain, kenaikan harga minyak goreng berdam- pak pada pelaku usaha kecil menengah (UMKM), terutama pedagang gorengan. Sebab bahan baku utama yang digunakan adalah minyak goreng. Rosmita, 32, salah seorang penjual gore- ngan di kawasan Pidie, mengaku meroketnya harga minyak goreng dari Rp 16.000/liter menjadi Rp 20.000/liter membuat dirinya harus menambah modal. Pun begitu kata Rosmita dirinya tidak mungkin menaikkan harga gorengan, karena akan membuat pelanggan kecewa. “Jadi harus saya akal-akalin bang. Gorengan- nya saya potong sedikit lebih kecil, asalkan anak-anak sekolah sang- gup membelinya. Kasihan jugakan mereka bang,” kata Rosmita.

Nur Asiah, 28, pengrajin kue Timphan mengaku sangat me- rasakan dampak kenaikan harga minyak goreng itu. Sebab sangat berpengaruh pada kemampuan pembeli dan keuntungan yang ia dapatkan. Terlebih dimasa- masa sulit seperti sekarang ini dimana pandemic Covid-19 di Kabupaten Pidie belum berakhir yang membuat ruang gerak masyarakat untuk berusaha atau mengembang usahanya sedikit ada kendala. (b06)

Mayjen TNI Maruli Mantu Luhut Jabat Pangkostrad

JAKARTA (Waspada): Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) kini dijabat oleh Mayjen TNI Maruli Simanjuntak. Sebagaimana dilansir cnni, Maruli yang juga menantu Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ini mengisi jabatan yang sebelumnya kosong sejak Jenderal TNI Dudung Abduracman yang diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD).

Dalam keterangan tertulis, Pusat Penerangan TNI, Sabtu (22/

1) menyebut mutasi Pangkostrad ini dilakukan bersama mutasi 10 perwira tinggi bintang tiga seperti Wakil KSAD, Pengkoarmad, hingga Pangkogabwilhan III. “Pangkostrad dijabat oleh Mayjen TNI Maruli Simanjuntak,” demikian isi pernyataan keterangan tertulis Puspen TNI.

Maruli sebelumnya adalah Panglima Kodam IX/Udayana. Ia dipromosikan menjadi jenderal bintang tiga atau letnan jenderal setelah nanti resmi menjabat Pengkostrad. Kekosongan jabatan yang terjadi lebih dari sembilan pekan itu sempat dipertanyakan oleh anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP dan Fraksi Demokrat.

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP Tubagus Hasanuddin juga mengatakan jabatan Pangkostrad harus segera diisi agar memiliki komando dan pengendalian yang pasti. Menurutnya, jabatan Pangkostrad tetap perlu diisi meski posisi kepala staf serta tiga panglima divisi masih lengkap. (cnni)

(3)

WASPADA

Minggu

23 Januari 2022

Budaya

Catatan Budaya

MENJADI pemimpin itu tidak gampang. Tak cukup cuma punya modal kemampuan memimpin. Pemimpin harus juga paham ilmu psikologi, punya bekal ilmu komunikasi yang baik dan harus punya kepekaan sosial.

Tanpa itu semua, jabatan sebagai pemimpin akan menjadi

“garang” dan kepemimpinan yang dijalankan cenderung menjadi otoriter.

Tak ada pemimpin – dalam jabatan apapun – yang mampu bertahan jika hanya mengandalkan kemampuan leadership.

Kemampuan memimpin bisa dibentuk dan dilatih. Tapi memahami jiwa, hati dan realitas sosial harus dipelajari. Ada terlalu banyak contoh tentang kegagalan seseorang ketika jadi pemimpin di negeri ini.

Menjadi pemimpin adalah mengayomi. Memberi contoh dan keteladanan. Pemimpin bukan semata tukang beri perintah.

Bukan cuma bisa mengarahkan jari telunjuk ke sana-kemari atau jari-jari tangannya malah untuk menjewer telinga rakyat.

Pemimpin mestinya adalah pelindung untuk orang-orang yang dipimpinnya.

Dalam suasana damai, senjata terbaik seorang pemimpin adalah cinta dan kasih sayang. Dalam perang, pemimpin yang baik adalah yang cakap memimpin pasukan di garis depan. Yang berani dan tegas dalam bertindak. Yang keras dalam menerapkan disiplin.

Jadi, adalah keliru dan sangat tidak berakhlak bila yang terjadi justru sebaliknya. Di suasana damai, seorang pemimpin harus siap berdamai dengan keadaan. Bukan malah memaksa keadaan yang harus sesuai dengan keinginannya.

Saya tak tau apa yang sesungguhnya sedang menimpa negeri ini terkait akhlak para pemimpin sekarang.

Kepemimpinan nyaris dijalankan tanpa cinta dan kasih sayang.

Rakyat yang dipimpin terus menerus dibuat pontang-panting dengan macam-macam kebijakan. Setiap saat rakyat pun harus mengelus dada karena geregetan. Berbagai persoalan muncul dalam kehidupan berbangsa seolah tak ada habisnya.

Secara substansial situasi ini lebih disebabkan oleh rusaknya akhlak kebangsaan kita. Bahwa Pancasila sebagai fundamen dasar berbangsa dan bernegara seringkali diabaikan, bahkan oleh mereka yang mengaku paling Pancasilais. Kalau mau jujur, saat ini nilai-nilai Pancasila itu bahkan sudah hilang dari perilaku keseharian kita, bahkan di kalangan elit pemimpin.

Sebagai contoh, sudah terang benderang hukum dan perundang-undangan negara melarang, bahkan nilai-nilai agama mengharamkan, tapi korupsi, kolusi, nepotisme terus juga dilakukan.

Di televisi kita bahkan tak tabu lagi menyaksikan bagaimana para elit negeri, termasuk yang mengaku anggota parlemen atau pejabat eksekutif maupun yudikatif, hidup dalam akhlak yang tak selaras dengan Pancasila. Tak hanya dalam bicara, seringkali dalam perilaku pun mereka berlomba-lomba hidup dalam kepura-puraan sehingga terkesan pri kemanusiaan dan keadilan sosial yang termaktub di dalam Pancasila berhenti hanya sebatas kata-kata.

Keadaan ini sebenarnya sudah diprediksi oleh Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam 15 abad lalu dalam sebuah hadistnya; “Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas).

(Al Hadist/ HR Al Hakim).

Sejatinya akhlak identik dengan moral, tatakrama, budi pekerti, adab, susila, etika, sopan santun. Dan kesemuanya itu terhubung dengan tingkah laku manusia. Akhlak adalah manifestasi dari responsibilitas dan kolaborasi akal, rohani (hati) dan jasmani manusia terhadap berbagai peristiwa.

Islam mengajarkan akhlak yang paling sempurna adalah akhlak Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam.

Akhlak beliau adalah Al Qur‘anul Karim. Karena itulah Muhammad Rasulullah menjadi “Uswatun Hasanah”, teladan paling baik bagi semua umat manusia sebagaimana Firman Allah SWT; “Dan sesungguhnya kamu (Muhammad) benar- benar berbudi pekerti yang agung.” (QS Al Qalam: 4).

Tapi berapa banyak orang yang mengaku beragama Islam, termasuk para pejabat di negeri ini, yang mengikuti akhlak Nabi?

Akhlak hadir bukan sekedar untuk menjadi jargon, statemen dan “lips service”. Akhlak adalah tingkah laku dan bukan hasil pengamatan. Akhlak adalah tindakan bukan tulisan. Akhlak adalah pengamalan bukan ucapan. Akhlak itu cerminan hati dan bukan hasil diskusi. Akhlak adalah amaliyah bukan ilmiyah.

Akhlak itu aplikatif bukan teoritik.

Karena itu, jika ada pemimpin, pejabat di satu daerah yang mengharapkan rakyat yang dipimpinnya berakhlak, namun dia sendiri tidak bertingkah laku sesuai dengan akhlak Islam, maka di dalam terminologi Islam orang tersebut dinyatakan sebagai munafik!

Perwujudan akhlak tidak bisa dipalsukan, dimanipulasi, dijadikan sekedar simbol. Akhlak tidak bisa dibatasi oleh ruang dan waktu. Apalagi oleh jabatan. Itulah sebabnya akhlak rakyat jelata seringkali lebih baik dari akhlak penguasa. Sungguh! (*)

Akhlak

Oleh: S. Satya Dharma

LAMA tak bersua, kami ketemu lagi di saat takziyah salah seorang rekan seniman Medan yang meninggal dunia. Sorot matanya masih seperti dulu, gembira.

Dialah Buyung Bizard, salah seorang seniman teater yang masih tetap setia. Meski usianya tak muda lagi, tapi kecintaannya pada kesenian membuatnya terlihat tetap energik. Di Medan dia tak hanya rajin menghadiri kegiatan seni, tapi juga mengunjungi teman seniman yang terkena musibah.

Dia akan duduk khidmat di antara deretan orang lain dan menyimak setiap peristiwa yang terjadi. Namun ketika seseorang menyapanya, senyum lebarnya segera terlontar menyambut sapaan itu.

Buyung Bizard memang salah seorang aktor teater kawakan Kota Medan yang dedikasi dan kesetiaannya pada teater sukar dicari duanya. Bersama Burhan Polka dan Yan Amarni, Buyung Bizard adalah salah satu warisan sukses Teater Nasional (Tena) yang masih terjaga hingga sekarang.

Bernama asli Yusrizal, Buyung Bizard lahir di Medan pada 7 Februari 1953. Lelaki berdarah Minang ini kemudian menikah dengan gadis pilihannya, Rita Hayati pada 1985. Pernikahan itu dikaruniai empat orang anak dan seorang cucu.

Bang Buyung, begitu dia suka dipanggil, bergabung dengan Tena tahun 1975 dan mulanya hanya jadi “pembisik” dalam pementasan lakon “Raja Mati”. Dia baru diberi peran sebagai pemain dalam pementasan lakon “Aduh” karya Putu Wijaya.

Sejak ikut bermain dalam lakon “Aduh” itulah Bang Buyung tak pernah absen dalam setiap pementasan Tena. Di antaranya dia pernah berperan sebagai mbah Jayeng dalam lakon “Jiwa Tanah Air” yang diadaptasi Djohan A Nasution dari naskah Monserrat. Lalu dia ikut pula berperan dalam lakon “Oglog Oglog”

yang dipentaskan Tena di Taman Budaya Padang.

Sukses di Tena membuat Buyung diajak Teater Keliling pimpinan Rudolf Puspa untuk pentas keliling 17 propinsi, termasuk ke Timtim. Tahun 1977 ia juga ikut dalam pentas keliling semenanjung Malaysia seperti Kelantan, Kuantan, Malaka, Seremban, Sabah, Serawak, dan lain-lain.

Bagi bang Buyung teater adalah guru yang membentuk seseorang menjadi diri yang sebenarnya. “Melalui proses kesadaran diri, sadar ruang, sadar bentuk. Semua proses itu ada di teater,” katanya.

Karena itulah, kata bang Buyung, teater merupakan rumah kehidupan yang memberinya rasa cinta pada kesenian. “Dan Teater Nasional mengajarkan pada saya apa itu kesenian,” katanya.

Siplah! (susdha)

Buyung Bizard:

Tetap Energik

Album

Penulis Kolom Budaya Di Zaman Transisi

“Menulis Juga Butuh Jeda:

Tentang Koran”. Tulisan ini pun mendapat beberapa tanggapan diantaranya dari Bersihar Lubis, pemimpin redaksi yang juga seniman itu. “Tak semua orang seperti Goenawan dan Rosihan hingga usia 80-an masih menulis.

Saya hampir 72 belum apa-apa.

Menulis itu kebutuhan. Ada yang kurang jika tak dilakukan.

Jeda bisa saja. Untuk kontem- plasi dan refleksi” tulisnya.

Apa yang dialami Sajak Tanwin mungkin ada benarnya.

Sama dengan apa yang dialami sebagian penulis lainnya. Ter- masuk saya sendiri. Sekali pun saya pernah bekerja di bidang jurnalistik, namun sempat absen di bidang tulis-menulis. Apalagi faktor alasan sakit belakangan ini. Menikmati hasil kerja jurnalistik dengan menulis tentu beda rasanya. Meski sama- sama produk jurnalistik, setiap menulis di Rubrik Budaya akan beda rasanya dengan menulis berita biasa. Dulu, rasanya bangga sekali jika melihat tulisan sendiri di halaman koran. Apa- lagi waktu itu saya masih meng- gunakan tulis tangan karena belum mampu beli mesin ketik.

Bisa tampil tulisan di koran sungguh luar biasa.

Masa Transisi Saya sungguh hormat pada orang-orang yang saat ini masih loyal pada dunia kepenulisan.

Apalagi menulis sebagai kebutuhan. Sungguh luar bisa bagi mereka yang masih setia dan bertahan di dunia kepenu- lisan sampai sekarang.

Dewasa ini dunia tulis- menulis sudah berubah. Hal ini tidak terlepas dari fakta bahwa Sementara nama-nama

yang baru tidak kita bicarakan, karena biarlah berproses ber- sama waktu. Selebihnya ada yang telah purna karena wafat.

Ada pula yang usianya masih produktif, tapi tenggelam dalam profesi masing-masing atau tidak ada kabar sama sekali.

Sebahagian dari mereka adalah seniman atau seniman merangkap profesi lain. Sebe- narnya ini sebuah proses ala- miah saja. Tidak pula keharusan tetap menjadi penulis. Karena menulis adalah pilihan.

Dan alam menakdirkan

‘patah tumbuh hilang berganti’.

Generasi lama hilang, bertunas generasi baru. Demikian pula di kolom Budaya Harian Was- pada. Muncul bibit-bibit baru dari dunia kepenulisan. Setelah muncul, kemudian akan sama dengan pendahulunya. Mereka akan tenggelam lagi. Seleksi alam akan membuktikan, ha- nya beberapa saja yang masih bertahan.

Jeda Panjang Pada dinding Facebook, se- kali waktu ada curhatan Sajak Tanwin alias Zaulkarnaen Siregar alias Opung Lela Jingga.

Dia menulis, betapa dulu dirinya sangat produktip menulis di Harian Waspada, khususnya halaman Budaya

yang terbit setiap hari Rabu dan kolom puisi Abrakadabra setiap hari Minggu. Sebagaimana diketahui sekarang kolom budaya tinggal hari Minggu saja tanpa kolom puisi.

Sajak Tanwin menulis, mengapa sekarang ini beliau jarang menulis lagi? Pertanyaan itu lebih kepada curhatan pada diri sendiri. Padahal, semasa rajin menulis di koran, awal tahun 90-an, akhir 90-an hingga awal 2000-an, tulisnya, awak masih bersemangat kali mem- baca koran dan berlangganan koran sambil melihat tulisan- tulisan sendiri terbit. Rasa haru, gembira terlebih-lebih rasa bangga hadir begitu melihat ada tulisan sendiri.

Setiap hari Rabu dan Minggu sudah menjadi kebiasaan setelah subuh ke luar mencari loper koran atau agen, yang pertama kali dibaca di rubrik itu adalah tulisan sendiri, Tapi kini ada yang awak rasakan perubahan itu terutama membaca koran, apalagi menulis (apakah itu esai, opini dan sesekali puisi) tak lagi tertarik. Padahal, awak tahu itulah cara-cara (menurut pan- dangan tertentu) mempublika- sikan pikiran-pikiran dan karya- karya. Mengapa demikian?

Demikian Sajak Tanwin me- nulis status panjangnya bertajuk

format media mengalami transformasi dari konvensional menjadi format digital. Pergese- ran ini suka tidak suka meme- ngaruhi penulis-penulis media konvensional.

Penulis media konvensional pada awalnya tetap mengakui dan merasakan nikmatnya membaca tulisan di koran. Ke- tika membaca bisa menyentuh kertasnya sampai lusuh. Men- cium bau tintanya. Sekarang ketika banyak koran mulai gulung tikar dan berimbas pada hilangnya rubrik budaya, mere- ka terasa kehilangan. Mereka menganggap media tempat eksprasi berkarya otomatis bubar.

Di Medan, sudah berapa koran tutup dan rubrik budaya dihilangkan demi efisiensi?

Untunglah Harian Waspada hingga saat ini masih memper- tahankan rubrik budayanya.

Sehingga penulis masih me- nemukan tempat berekspresi dan menuangkan gagasan mereka.

Berkurangnya koran dan rubrik budayanya, sebenarnya tidak benar-benar kiamat.

Matinya koran segera digantikan dengan tumbuhnya media digital. Belakangan, makin men- jamur media online termasuk media sastra dan budaya. Na- mun media-media online tersebut ternyata masih harus diuji eksistensi dan kredibili- tasnya. Beberapa media online yang telah muncul, kembali redup dan di antaranya sudah lenyap dari peredaran.

Fakta ini turut berpengaruh pada semangat sebagian pe- nulis. Spirit mereka hilang, apalagi mereka yang belum terbiasa dengan media digital.

MENYIMAK kolom budaya Harian Waspada masih ada beberapa nama penulis senior yang tersisa. Di antaranya Shafwan Hadi Umry, Sugeng Satya Darma, Hidayat Banjar, Nevatuhela, S Ratman Suras dan lain-lain.

Oleh: Nasib TS

Mereka berharap media kon-

vensional—koran—masih eksis dan terjaga kredibilitasnya.

Mereka masih nyaman menulis di koran. Namun berkurangnya media koran dan hilangnya rubrik budaya menyebabkan niatan menulis mereka mundur teratur. Inilah dinamika penulis di zaman transisi ini.

Status Panjang Akhir-akhir ini kita temukan beberapa penulis membuat tulisan panjang pada status di dinding Facebook. Beberapa di antaranya tulisan budaya. Esai, cerpen dan puisi. Sebutlah mi- salnya S Ratman Suras, Zulkar- naen Siregar dan yang lainnya.

Tulisan mereka sering menda- pat apresiasi oleh sesama teman mereka. Di zaman transisi ini sebagian orang memang me- manfaatkan saluran digital yang mereka punya seperti media sosial. Cara mereka menulis di media sosial ini dapat dibaca sebagai alternatif menyalurkan karya.

Di media sosial mereka de- ngan cepat menyampaikan tuli- sannya pada pembaca. Begitu selesai ditulis langsung dipublis.

Dibaca oleh pembacanya dan ada jejak pembacanya yang bisa dimonitor berupa like, dislike atau komentar. Belum lagi pembaca yang mengintip saja.

Artinya pembaca yang tidak meninggalkan jejak digitalnya.

Inilah cara alternatif di zaman sekarang untuk menyalurkan gagasan mereka.

Namun tidak semua demi- kian pada awalnya. Kenapa pada awalnya, karena suka tidak suka, pada akhirnya mereka para penulis akan menuju era

digital. Setidaknya mereka menganggap, menulis di media sosial kurang seru karena tanpa seleksi oleh lembaga redaktur.

Sehingga semua tulisan layak naik. Menulis di media sosial adalah peran tunggal seseorang menjadi penulis sekaligus re- daktur yang mengoreksi tulisan mereka sekaligus penerbit yang mempublisnya.

Meski demikian, menulis di media sosial pilihan saja. Karena toh mereka bisa menulis juga di media konvensial. Mereka bisa menerbitkan tulisan di me- dia sosial dalam bentuk buku.

Dan ini sudah banyak yang me- lakukan. Kalau tulisan kita ramai dibaca di media sosial kita bisa menerbitkannya versi cetak.

Menulis di media digital adalah sebuah keniscayaan.

Menulis di media konvensional sekarang adalah sebuah fakta, ada yang hilang karena tergerus z a m a n . S e m u a n y a a k a n berakhir menjadi cerita. Dulu kita menulis berminggu- minggu menunggu tulisan baru diterbitkan. Ada seleksi redaktur yang demikian cermat dan teliti.

Ada tim kerja yang kompak di belakangnya sampai meng- hadirkan naskah kita di tangan pembaca. Kalau naskah diter- bitkan kita masih harus berjuang lagi membeli koran. Setelah diterbitkan kita merasa bahagia.

Merasa menang karena me- lewati seleksi. Sementara me- nulis di media digital semua perasaan itu kemungkinan akan menjadi hilang karena kapan mau menulis di sana bisa kita terbitkan. Menulis di masa tran- sisi memang sebuah kegaman- gan. Duh!

ADA beberapa sikap yang diwariskan Damiri Mahmud untuk generasi muda, khusus- nya para sastrawan yang terus- menerus menggores pena mencipta, baik puisi maupun prosa.

Salah satu sikapnya konsis- tensi dalam berkarya, sikap tawaddu dan istiqmah dalam beragama, dan sikap mencegah beberapa hal yang bisa me- nyesatkan. Sesat dunia dan sesat akhirat.

Sikap mencegah sesat yang pertama adalah sikapnya terhadap kesufian yang menu- rut pendapatnya bukan meru- pakan bagian dari Dienul Islam.

Sikapnya yang kedua mencegah kebenaran atas tafsir puisi-puisi Amir Hamzah dalam mains- tream sastra Indonesia hingga kini yang dinyatakan oleh beberapa ahli bahasa dan sastra seperti A.H John, Teeuw, HB Jassin, STA, Abdul Hadi WM yang berpendapat bahwa sebagian puisi-puisi Amir Hamzah sebagai puisi sufi. Bahkan menyebut Amir Hamzah sebagai penganut sufi.

tan ditempuh. Untuk kemudian hasilnya berujung pada menia- dakan cinta duniawi yang berle- bihan. Maksudnya makin menge- cilkan apa-apa yang lahir (fisik).

Sebuah puisi akan terhor- mat jika darinya banyak orang dapat menikmati dan merasa- kan kebahagian dengan mem- bacanya, mendapatkan pence- rahan untuk meningkatkan

Oleh: Nevatuhella

Sikap ketiga mencegah sesat terhadap keberadaan orang Melayu di Medan dan Sumut.

Damiri menolak yang dima- sukkan ke dalam etnis atau suku Melayu sebatas para bangsa- wan Melayu.

Ia menyebut dalam sebaris puisinya, akulah Melayu, besar dalam timangan ibu. Bahkan dalam sikapnya Damiri mela- kukan perlawanan terhadap raja-raja Melayu ketika mem- berikan konsesi begitu mudah- nya kepada Belanda.

Proses menjadi sastrawan tentu tidak mudah. Bergelut dengan berbagai literatur dari berbagai disiplin ilmu, dan memperluas pergaulan. Juga tak bisa dikesampingkan men- jalani perenungan-perenungan yang dalam untuk mendapat ke- puasaan akan hakikat kehidupan.

Demi diri sendiri—apapun perjuangan yang dilakukan—

untuk menemukan madu dari kehidupan, sebagaimana yang dikatakan Victor Hugo, bahwa kehidupan itu seperti bunga, dan cinta adalah madunya. Jalan terjal dengan berbagai hamba-

imun jiwa. Imun jiwa adalah suatu keadaan jiwa—psikis—

yang tak mudah terserang atau terkontaminasi virus sosial, virus ideologi, dan virus religi yang dapat mengguncang iman kita, yang bisa mengirim kita ke neraka.

Demikianlah halnya Damiri telah membebaskan dirinya dari virus religi yang bernama

Mengenang Dua Tahun Damiri Mahmud

Penyair Pencegah Sesat

sufi, sufistik atau apapun sebutan bagi kesufian yang menurutnya bukan merupakan bagian dari Dienul Islam (Damiri Mahmud, 2017).

Penyatuan hamba (ma- nusia) dengan Allah Swt tak ada disebutkan dalam setengah apalagi satu ayat pun dalam Al- Quran. Sebagaimana yang dimaksudkan dalam kesufian, dimana pada puncak mahabbah seseorang disebutkan menyatu dengan Tuhan.

Dalam hampir ratusan ayat hanya disebutkan manusia akan bertemu atau melihat wajah Allah yang agung dengan beberapa syarat keimanan yang kuat dan dalam. Bukan menyatu dengan Tuhan, sebagaimana yang dirasakan dalam keadaan sakar atau mabuk tiga jempolan sufi, Al-Hallaj dengan ajaran Hulul, Ibnu Arabi dengan doktrin Widhatul Wujud atau Monismenya, dan Rabiah Adawiyah dengan konsep Mahabbah atau cintanya.

Allah Swt telah memberi akses kepada manusia dalam menyingkap keberadaannya lewat sembilan puluh sembilan nama indahnya. Kesemuanya terdapat dalam Al-Quranul

Karim. Pertemuan manusia dengan Tuhan atau melihat wajahnya antara lain terdapat dalam Al-Quran 30:8, 83:15, 29:5, 29:23, 18:105. Melalui pengorba- nan yang besar seperti yang dilakukan para syuhada. Syahid membela Islam sebagai jalan kebenaran, maka terbukalah hijab antara manusia sebagai makhluk dan Tuhan sebagai Sang Khalik.

Setidaknya ada tujuh puisi Damiri yang menolak sufi. Puisi- pusi yang menolak kesufian sebagai jalan menuju Tuhan.

Tujuh puisi ini dimuat di Pikiran Rakyat, November 2009. Ketika Damiri masih muda dan penuh energi.

Dua tahun sudah sang pen- cegah sesat itu telah kembali keharibaan Tuhan yang maha kuasa. Pagi hari di penghujung tahun 2019. Tepatnya tanggal 30 Desember. Sekitar tiga bulan sebelum pandemi merebak ke seluruh dunia. Buku-bukunya yang kini ada sebagai pertanda perjalanan kepenyairan yang digeluti selama puluhan tahun.

Menziarahinya adalah menge- nangnya dengan menjadikan beliau sebagai teladan dalam berkarya dan bersikap.

Waspada/ist

DAMIRI Mahmud berpose di depan rumah seniman agung P.

Ramlee di Malaysia.

SASTRA merupakan bagian dari seni. Kehadirannya dapat menimbulkan rasa nikmat, se- nang, terharu, menarik perha- tian, dan menyegarkan perasa- an penikmat.

Karya sastra diciptakan oleh pengarangnya untuk dinikmati oleh manusia. Sastra juga meru- pakan salah satu media infor- masi yang mengungkapkan berbagai realita, meski seringkali digambarkan secara fiktif.

Sastra menyuguhkan penga- laman batin yang dialami penga- rangnya kepada penikmat karya sastra (masyarakat). Sastra bukan hanya refleksi sosial melainkan merepresentasikan satu gagasan tentang dunia atau realitas sosiologis yang melam- paui waktunya.

Karya sastra yang baik ada- lah sebuah karya yang dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat pembacanya.

Karena itu, hubungan karya sastra dengan masyarakat tidak dapat dipisahkan.

Meski karya sastra meniru

seseorang. Pengalaman yang terjadi di dalam kesadaran pen- dengar atau pembaca tidaklah sama dengan pengalaman yang terjadi di dalam kesadaran sastrawan.

Kebutuhan Sastra adalah pengalaman subjektif sastrawan dalam ber- sosialisasi dengan sesamanya maupun dengan alam sekitar.

Pengalaman itu membutuhkan bahasa sebagai sarana untuk dikomunikasikan dengan manusia yang lain. Kebutuhan akan bahasa ini dapat dilihat dalam kecenderungan orang saat berkumpul, bercakap-ca- kap, bersurat-suratan, menulis buku, dan lain sebagainya.

Seperti juga kebutuhan yang lain, kebutuhan akan ba- hasa sebagai sarana komunikasi ini menimbulkan kepuasan jika terpenuhi. Karena itulah peris- tiwa sastra merupakan peristiwa komunikasi juga, walaupun merupakan jenis komunikasi yang khas.

Di dalam peristiwa sastra, pembaca atau pendengar menemukan kepuasan jika menyadari bahwa ia telah dapat memahami dan merasakan

Oleh: Vannisa Hidayasa

alam dan dunia subjektif ma- nusia, karya sastra juga berfung- si sebagai kontrol sosial yang berisi ungkapan atas proble- matika kehidupan masyarakatnya.

Dalam sastra, pengalaman subjektif itu diungkapkan melalui bahasa. Peristiwa sastra adalah peristiwa yang terdiri dari kegiatan membaca atau men- dengar melalui bahasa.

Karya sastra, baik dalam proses mencipta maupun me- ngeritisi, adalah proses berba- hasa. Tanpa ada bahasa tidaklah ada yang disebut karya sastra.

Karena bahasa adalah alat komunikasi utama bagi ma- nusia, maka pendengar atau pembaca karya sastra mempu- nyai peluang untuk mengalami kembali apa yang dialami sastrawan ketika kesadarannya bersentuhan dengan kenyataan (realita).

Sebagai alat komunikasi, bahasa merupakan piranti yang dapat menyimpan dan mene- ruskan pikiran, perasaan yang pernah terjadi pada kesadaran

pikiran-pikiran dan perasaan- perasaan sastrawan. Demikian pula sebaliknya, seorang sastra- wan akan mendapatkan kepua- san jika ia tahu bahwa pikiran- pikirannya dan perasaan- perasaan yang disampaikan melalui karyanya diterima dengan baik oleh pembaca dan pendengarnya.

Sebagai bentuk komunikasi, sastra tidak hanya memberikan kepuasan melalui nilai-nilai yang biasa dalam bentuk gagasan- gagasan dan perasaan-perasa- an, akan tetapi juga nilai-nilai estetis berupa kepuasan karena pendengar atau pembaca da- pat memahami dan mengagumi karya sastrawannya.

Pesan Moral Sastrawan menulis karya sastra, antara lain, untuk me- nyampaikan pesan kehidupan yang diidealkan atau ditampil- kan dalam cerita lewat para tokoh ciptaannya.

Dengan karya sastranya, sastrawan menawarkan pesan moral yang berhubungan de- ngan sifat-sifat luhur kemanu- siaan, memperjuangkan hak dan martabat manusia. Sifat-sifat itu pada hakikatnya universal,

Sastra Pengalaman Subjektif Manusia

artinya diyakini oleh semua manusia. Pembaca diharapkan dapat menghayati sifat-sifat ini dan kemudian menerapkannya dalam kehidupan nyata.

Untuk itu, seorang penga- rang harus memperlihatkan kemungkinan pesan-pesan moral tersebut. Harus mem- perlihatkan masalah-masalah manusia yang subtil (halus-tak kentara) dan bervariasi dalam karya-karya sastranya. Sedang- kan daya imajinatif adalah ke- mampuan pengarang untuk membayangkan, mengkhayal- kan, dan menggambarkan se- suatu atau peristiwa-peristiwa.

Seorang pengarang diang- gap memiliki daya imajinasi yang tinggi bila dia mampu mem- perlihatkan dan menggam- barkan kemungkinan-kemung- kinan kehidupan, masalah- masalah, dan pilihan-pilihan dari alternatif yang mungkin diha- dapi manusia. Daya imajinasi itu akan menentukan berhasil tidaknya suatu karya sastra.

Dalam kaitan dengan pro- ses penciptaan karya sastra, se- orang pengarang berhadapan dengan suatu kenyataan yang ada dalam masyarakat (realitas

objektif). Realitas obyektif bisa berbentuk peristiwa-peristiwa, norma-norma (tata nilai), maupun pandangan hidup.

Karya sastra menceritakan berbagai masalah kehidupan manusia dalam interaksinya dengan diri sendiri, lingkungan, dan juga Tuhan. Karya sastra berisi penghayatan sastrawan terhadap lingkungannya. Karya sastra bukan hasil kerja lamunan belaka, melainkan juga pengha- yatan sastrawan terhadap kehi- dupan yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan tang- gungjawab sebagai sebuah karya seni.

Karena itulah karya sastra memiliki peran yang penting dalam masyarakat karena karya sastra merupakan ekspresi sas- trawan berdasarkan pengama- tannya terhadap kondisi masya- rakatnya. Hanya dengan begitu karya sastra bisa menggugah perasaan orang untuk berpikir tentang kehidupan.

Maka, membaca karya sas- tra merupakan masukan bagi seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

*Penulis Adalah Mahasiswa Semester Akhir UISU

A3

A3

Referensi

Dokumen terkait

Humbang Hasundutan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 42 15071902710300 HONDA SIHOTANG Kab.. Humbang Hasundutan Guru

gan dari algor tma Lowest C -First mencari nilai heuristic ritma yang men yang terdapat p gnakan kedua Pencarian akan Algo etia Racana ndung 40132, e dapat guna alam , dan

Berdasarkan Undang-Undang RI Nomor tahun 2003, bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah dan masyarakat dan dijelaskan kembali di dalam

Masyarakat malah bingung karena pada bagian Ketentuan Hukum Nomor 3 fatwa ini yang menyatakan bahwa kiblat umat Islam Indonesia adalah menghadap ke arah barat, tidak sesuai dengan

Tujuan dilakukannya studi lapangan di ruang iklim Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta adalah untuk mengetahui pengaruh

Persentase perkecambahan benih padi beras hitam lokal yang telah diiradiasi dengan berbagai dosis dapat dilihat pada Gambar 1.. Pada Gambar 1 dapat dilihat bahwa tingginya

Varietas lokal Cantik mempunyai tinggi tanaman paling tinggi pada umur 6 mst, namun tidak berbeda nyata dengan varietas unggul Inpara- 2 dan Bestari serta 7 galur mutan

Dari hasH penelitian yang dilakukan tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut: Galur mutan MS/20/20 meskipun berbungasekitar 10 hari lebih lambat dari kontrol tetapi masaknya