No. Dokumen
: SP-PPR-07
Revisi
: 0
Tgl. Efektif
: 18 Januari 2021
:
A.
No
1
Jual Beli (Subsidi)
1.
Mengisi Surat Permohonan Pengurangan/Keberatan BPHTB
2.
Foto copy KTP atau identitas lainnya dari Wajib Pajak (1 lembar)
3.
Foto copy Kartu Keluarga (KK) (1 lembar)
4.
Foto copy SPPT (1 lembar)
5.
Pelunasan/Print Out PBB
6.
Kuitansi transaksi
7.
Foto copy sertifikat (1 lembar)
8.
Surat Kuasa (bermaterai) dan FC KTP penerima kuasa (apabila dikuasakan) (1 lembar)
9.
Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak (bermaterai)
10. Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K) dan Brosur
11. Foto Lokasi
Hibah
1.
Mengisi Surat Permohonan Pengurangan/Keberatan BPHTB
2.
Foto copy KTP atau identitas lainnya dari Wajib Pajak (1 lembar)
3.
Foto copy Kartu Keluarga (KK) (1 lembar)
4.
Foto copy SPPT (1 lembar)
5.
Pelunasan/Print Out PBB
6.
Foto copy sertifikat (1 lembar)
7.
Surat Kuasa (bermaterai) dan FC KTP penerima kuasa (apabila dikuasakan) (1 lembar)
8.
Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak (bermaterai)
9.
Surat Pernyataan Hibah
10. Foto Lokasi
Waris
1.
Mengisi Surat Permohonan Pengurangan/Keberatan BPHTB
2.
Foto copy KTP atau identitas lainnya dari Wajib Pajak (1 lembar)
3.
Foto copy Kartu Keluarga (KK) (1 lembar)
4.
Foto copy SPPT (1 lembar)
5.
Pelunasan/Print Out PBB
6.
Silsilah Keluarga dan Surat Pernyataan Ahli Waris
7.
Fotocopy Akta Kelahiran
8.
Foto copy sertifikat (1 lembar)
9.
Surat Kuasa (bermaterai) dan FC KTP penerima kuasa (apabila dikuasakan) (1 lembar)
10. Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak (bermaterai)
11. Foto Lokasi
Komponen Standar Pelayanan yang terkait dengan proses penyampaian pelayanan (service delivery) meliputi :
STANDAR PELAYANAN
PENGURANGAN BPHTB (BEA
PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN
BANGUNAN)
Unit Kerja
Bidang Pendataan dan Pelayanan & Bidang Penagihan dan Evaluasi
Komponen
Uraian
No. Dokumen
: SP-PPR-07
Revisi
: 0
Tgl. Efektif
: 18 Januari 2021
:
STANDAR PELAYANAN
PENGURANGAN BPHTB (BEA
PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN
BANGUNAN)
Unit Kerja
Bidang Pendataan dan Pelayanan & Bidang Penagihan dan Evaluasi
3
2 (dua) hari kerja
4
5
Surat Keputusan (SK) Pengurangan BPHTB
1.
Kotak Saran
2.
Surat Pengaduan : Jln. Ngurah Rai No. 2 Singaraja
3.
Website : www bpkpdbulelengkab.go.id
4.
Email : [email protected]
5.
Telp. (Layanan Call Center): 081 361 0000 46
Singaraja, 18 Januari 2021
KEPALA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN
DAN PENDAPATAN DAERAH KAB. BULELENG,
Drs. Gede Sugiartha Widiada, M.Si
NIP. 19670302 198901 1 001
Biaya/Tarif
Gratis
Produk Pelayanan
6
Pengelolaan
Pengaduan, Saran
dan Masukan
2
Sistem, Mekanisme
dan Prosedur
Jangka Waktu
Pelayanan
Wajib Pajak Datang ke Loket Pelayanan membawa dokumen sesuai syarat layanan (Wajib Pajak) Memverifikasi berkas sesuai syarat layanan, mencatat dalam Buku Register dilanjutkan dengan mencetak Tanda Terima Pelayanan (Petugas Pelayanan) Penelitian berkas permohonan dan menuangkannya dalamberita acara hasil penelitian, membuat dan
mencetak SK Pengurangan BPHTB , verifikasi Surat Keputusan Pengurangan (Kasubid. Verifikasi, Keberatan dan Pemeriksaan Pajak) Memeriksa SK Pengurangan BPHTB kemudian memberikan paraf (Kabid. Penagihan
dan Evaluasi) Menandatangani SK Pengurangan BPHTB (Kepala BPKPD Kab. Buleleng) Menyerahkan SK Pengurangan BPHTB
kepada wajib pajak
No. Dokumen
: SP-PPR-07
Revisi
: 0
Tgl. Efektif
: 18 Januari 2021
:
STANDAR PELAYANAN
PENGURANGAN BPHTB (BEA
PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN
BANGUNAN)
Unit Kerja
Bidang Pendataan dan Pelayanan & Bidang Penagihan dan Evaluasi
B.
No
1.
2.
3.
4.
5.
1.
ATK
2.
Formulir
3.
Ceklist
4.
Komputer
5.
Printer Scanner
6.
Ruang Kerja
7.
Meja Kursi
8.
Jaringan Internet
9.
Aplikasi SMARTGOV
10. Telepon
1.
Memahami mekanisme pengelolaan aplikasi SMARTGOV
2.
Memahami persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku
3.
Mampu menggunakan aplikasi SMARTGOV
4.
Memiliki sikap teliti, ramah, sopan
1.
Kepala Bidang Penagihan dan Evaluasi
2.
Kepala Sub Bidang Pelayanan
3.
Kepala Sub Bidang Verifikasi, Keberatan dan Pemeriksaan Pajak
4.
Operating Consul
5
3 Orang
6
7
8
6 Bulan sekali
Data yang direkam dapat dipertanggungjawabkan dan wajib pajak yang datang akan dilayani dengan
cepat, ramah, dan akurat
Jaminan Keamanan
dan Keselamatan
Pelayanan
SK Pengurangan BPHTB yang diterbitkan dijamin keabsahannya dan dapat dipertanggungjawabkan
Evaluasi Kinerja
Pelaksana
Singaraja,18 Januari 2021
Jaminan Pelayanan
3
Kompetensi
Pelaksana
4
Pengawasan
Internal
Jumlah Pelaksana
2
Sarana, Prasarana,
dan/atau Fasilitas
Komponen Standar Pelayanan yang terkait dengan proses pengelolaan pelayanan di internal organisasi meliputi :
Komponen
Uraian
1
Dasar Hukum
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi
Daerah
Peraturan Bupati Buleleng Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Peraturan Bupati Buleleng
Nomor 81 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan
Perkotaan
Peraturan Daerah Kabupaten Buleleng Nomor 14 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan
Daerah Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan
Peraturan Daerah Kabupaten Buleleng Nomor 1 tahun 2011 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah
dan Bangunan (BPHTB)
Peraturan Bupati Buleleng Nomor 83 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pengelolaan Bea Perolehan
Hak atas Tanah dan Bangunan
No. Dokumen
: SP-PPR-07
Revisi
: 0
Tgl. Efektif
: 18 Januari 2021
:
STANDAR PELAYANAN
PENGURANGAN BPHTB (BEA
PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN
BANGUNAN)
Unit Kerja
Bidang Pendataan dan Pelayanan & Bidang Penagihan dan Evaluasi
Drs. Gede Sugiartha Widiada, M.Si
NIP. 19670302 198901 1 001
KEPALA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN
DAN PENDAPATAN DAERAH KAB. BULELENG,
NOMOR SOP
SOP-PPR-09
TANGGAL PEMBUATAN
TANGGAL REVISI
-
Revisi
: 0
TANGGAL EFEKTIF
DISAHKAN OLEH
1.
1. Memahami Tugas dan Fungsi unit kerjanya.
2. Memahami penatausahaan dokumen PBB
2.
3. Mampu mengoperasikan aplikasi Smartgov
4. Mampu mengoperasikan Microsoft Office (Word dan Excel)
5. Mampu melakukan penilaian dan verifikasi objek PBB
6. Memiliki sikap teliti, ramah dan berintegritas tinggi
3.
1. Server/Komputer/Printer/Scanner
2. Jaringan internet
3. Aplikasi Smartgov
4. ATK
1. Blanko Permohonan Pengurangan BPHTB
: FM-PPR-10-01
2. Blanko Pertanggungjawaban Mutlak
: FM-PPR-01-05
3. Blanko Pernyataan Kepemilikan Tanah
: FM-PPR-01-06
4. Blanko Permohonan Pengurangan/Keberatan PBB
: FM-PPR-06-01
5. Blanko Surat Pernyataan Penghasilan
: FM-PPR-06-02
15 Januari 2021
PERINGATAN :
PENCATATAN DAN PENDATAAN :
Ni Nyoman Sukadani, S.Sos.
KETERKAITAN :
PERALATAN/PERLENGKAPAN :
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN DAERAH
KABUPATEN BULELENG
Pengurangan BPHTB
DASAR HUKUM :
KUALIFIKASI PELAKSANA :
08 Februari 2021
Kepala Bidang Pendataan dan Pelayanan,
NIP. 19720423 199403 2 002
Apabila Pengurangan BPHTB tidak dilaksanakan dengan benar, maka penetapan
objek dan subjek pajaknya menjadi tidak akurat
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak
Daerah dan Retribusi Daerah
Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pajak Bumi dan Bangunan
Perdesaan dan Perkotaan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah
Kabupaten Buleleng Nomor 14 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan
Daerah Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan
Perkotaan
Peraturan Bupati Buleleng Nomor 81 Tahun 2018 tentang Tata Cara
Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan sebagaimana
telah diubah dengan Peraturan Bupati Buleleng Nomor 15 Tahun 2019 tentang
Perubahan Peraturan Bupati Buleleng Nomor 81 Tahun 2018 tentang Tata Cara
Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan
NAMA SOP
BIDANG PENDATAAN DAN PELAYANAN
SOP Pengurangan BPHTB Wajib Pajak Petugas Pelayanan BPHTPB Kasubid. Verifikasi, Keberatan dan Pemeriksaan Pajak Kabid. Penagihan dan Evaluasi Kepala BPKPD Kab. Buleleng Waktu Output
1 5 Menit 1. Formulir permohonan
pengurangan BPHTB 2. Berkas persyaratan
2 5 Menit 1. Formulir permohonan
pengurangan BPHTB 2. Berkas persyaratan 3. Tanda Terima Pelayanan
Tanda Terima Pelayanan diberikan ke WP
3 1. Formulir permohonan
pengurangan BPHTB 2. Berkas persyaratan. 3.Berita Acara Hasil Penelitian. 4. Surat Keputusan Pengurangan BPHTB
Penambahan waktu 2 Hari Kerja Apabila dilakukan Penelitian ke Lapangan
4 1. Surat Keputusan
Pengurangan BPHTB yang sudah diparaf
5 1 HK 1. Surat Keputusan
Pengurangan BPHTB yang sudah di tandatangani
Pelaksana Mutu Baku
Kelengkapan
Mengajukan permohonan Pengurangan BPHTB secara tertulis dengan mengisi formulir, melengkapi dokumen sesuai syarat layanan dan menyerahkannya kepada Petugas Pelayanan BPHTB
1. Formulir permohonan BPHTB
2. Berkas persyaratan
1 HK Memverifikasi permohonan wajib pajak, dalam
hal berkas permohonan belum lengkap, menghimbau WP untuk melengkapinya. Apabila ada berkas permohonan sudah dinyatakan lengkap, dilanjutkan dengan mencatat dalam Buku Register dilanjutkan dengan mencetak Tanda Terima Pelayanan dan permohonan pengurangan tersebut diberikan kepada Kasubid Verifikasi, Keberatan dan Pemeriksaan Pajak. 1. Formulir permohonan pengurangan BPHTB 2. Berkas persyaratan 1. Surat Keputusan Pengurangan BPHTB
Menandatangani SK Pengurangan BPHTB yang telah diparaf oleh Kabid. Penagihan dan Evaluasi, kemudian menyerahkannya kepada Kasubid. Verifikasi, Keberatan dan Pemeriksaan Pajak
1. Surat Keputusan Pengurangan BPHTB yang sudah diparaf Memeriksa SK Pengurangan BPHTB kemudian
memberikan paraf dan menyerahkannya kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah untuk ditandatangani Melakukan Penelitian berdasarkan atas berkas permohonan yang diterima dan menuangkannya dalam berita acara hasil penelitian, untuk selanjutnya membuat SK Pengurangan BPHTB dan Mencetak Surat Keputusan Pengurangan , melakukan verifikasi atas Surat Keputusan Pengurangan dan Keberatan, kemudian menyerahkannya kepada Kepala Bidang Penagihan dan Evaluasi.
Berkas yang sudah diteliti dan diparaf
No. Kegiatan Ket.
Tidak
Wajib Pajak Petugas Pelayanan BPHTPB Kasubid. Verifikasi, Keberatan dan Pemeriksaan Pajak Kabid. Penagihan dan Evaluasi Kepala BPKPD Kab. Buleleng Waktu Output
Pelaksana Mutu Baku
Kelengkapan
No. Kegiatan Ket.
6 5 Menit 1. Surat Keputusan
Pengurangan BPHTB yang sudah di tandatangani. 2. Berkas persyaratan
8 5 Menit 1. Surat Keputusan
Pengurangan BPHTB yang sudah di tandatangani
9 5 Menit 1. Surat Keputusan
Pengurangan BPHTB yang sudah di tandatangani Menyerahkan SK Pengurangan BPHTB yang
telah ditandatangani oleh Kepala BPKPD kepada wajib pajak pemohon
1. Surat Keputusan Pengurangan BPHTB yang sudah di tandatangani 1. Surat Keputusan Pengurangan BPHTB yang sudah di tandatangani Menyerahkan SK Pengurangan BPHTB yang
telah ditandatangani oleh Kepala BPKPD beserta kelengkapan Permohonan Pengurangan BPHTB kepada Petugas Pelayanan BPHTB
Mengambil SK Pengurangan BPHTB di loket pelayanan dengan menunjukkan Tanda Terima Pelayanan
1. Surat Keputusan Pengurangan BPHTB yang sudah di tandatangani
:
:
:
:
:
:
PENANGANAN PENGADUAN
1.
1. Mampu mengoperasikan komputer minimal Ms.Office
2. Mampu berkomunikasi dengan baik
2.
3.
KETERKAITAN
1. Komputer
2. Printer
3. ATK
4. Mesin Fotocopy
PERINGATAN
1 Form Pengaduan
: FM-PPR-15-01
NAMA SOP
DASAR HUKUM
KUALIFIKASI PELAKSANA
Jika Penanganan Pengaduan tidak dijalankan dengan baik maka Pelaksanaan
Penanganan Pengaduan tidak akan terlaksana dengan baik.
Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang
Pelayanan Pubklik
Peraturan menteri pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 14 Tahun 2017 tentag pedoman penyusunan Survei Kepuasan
Masyarakat
Peraturan menteri pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 35 Tahun 2012 tentang Prosedur Administrasi Pemerintahab ( SOP AP
)
PENCATATAN DAN PENDATAAN
PERALATAN/PERLENGKAPAN
TGL. EFEKTIF
18 Januari 2021
DISAHKAN OLEH
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN DAERAH
KABUPATEN BULELENG
BIDANG PENDATAAN DAN PELAYANAN
Kepala Bidang Pendataan dan Pelayanan
Ni Nyoman Sukadani, S.Sos.
NIP. 19720423 199403 2 002
NOMOR SOP
SOP-PPR-15
TGL. PEMBUATAN
15 Desember 2020
SOP PENANGANAN PENGADUAN
Pemohon
Petugas
Penanganan
Pengaduan
Kepala Bidang
Terkait
Kasubbid
Terkait
Kelengkapan
Waktu
Output
1
Memberikan pengaduan melalui lisan /
tulisan/ telepon/ SMS /e-lapor/ lainnya
Form Pengaduan
30 Menit
Pengaduan
2
Mencatat dalam buku pengaduan dan
merespon pengaduan dengan menjawab
langsung (bila bisa diinfokan secara
langsung) atau mengkonfirmasikannya
ke bidang terkait
- Pengaduan
- Buku Pengaduan
10 Menit
Pengaduan
yang telah
dicatat
3
Menerima informasi terkait dengan
aduan, mempelajari dan menelaah
pengaduan terhadap pihak terkait dan
mendisposisikannya ke Kasubbid terkait
Pengaduan
Kondisional*
Pengaduan
Disposisi
*)Sesuai dengan jenis aduan
4
Menindaklanjuti pengaduan dengan
melakukan koordinasi untuk
mendapatkan solusi pengaduan
Pengaduan
Disposisi
20 Menit
Laporan
Koordinasi
5
Menyampaikan hasil kesimpulan
penanganan pengaduan kepada
pelapor.
Kesimpulan hasil
penanganan
pengaduan
1 Jam
Solusi
6
Menerima informasi/ jawaban hasil
aduan
Kesimpulan hasil
penanganan
pengaduan
1 Jam
Solusi
No.
Kegiatan
Pelaksana
Mutu Baku
PERHATIAN : BACALAH DAHULU PETUNJUK PENGISIAN A. 1. Nama Wajib Pajak :
2. NPWP :
3. Alamat Wajib Pajak : 4. Kelurahan / Desa : 5. RT / RW : 6. Kecamatan : 7. Kabupaten : 8. Kode Pos : B. 1. NOP PBB :
2. Letak Tanah dan atau Bangunan : 3. Kelurahan / Desa : 4. RT / RW : 5. Kecamatan : 6. Kabupaten / Kota : Perhitungan NJOP PBB : 7. 9. 11. 8. 10. 12. NJOP PBB : 13. 14. Harga Transaksi / Nilai Pasar : Rp. 15. Jenis Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan :
16. Nomor Sertifikat :
C. Perhitungan BPHTB (Hanya diisi Berdasarkan perhitungan Wajib Pajak)
1. Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) memperhatikan nilai pada B.13 dan B.14 1. Rp. 2. Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) 2. Rp. 3. Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP) angka 1 - angka 2 3. Rp. 4. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang Terutang 5% x angka 3 4. Rp. 5. Pengenaan 75% / 75% / hibah / waris *) pengenaan x angka 4 5. Rp. 6. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang harus dibayar 6. Rp. D. Jumlah Setoran berdasarkan :
a. Perhitungan Wajib Pajak
b. STPDB / SKPDBKB / SKPDBKBT *) Nomor : ... Tgl. : ... c. Pengurangan dihitung sendiri menjadi :
d. ...
JUMLAH YANG DISETOR ( Dengan Angka) Dengan Huruf :
Rp. :
Berdasarkan Perhitungan C.4 & pilihan di D
... Tgl. ...
*) Coret yang tidak perlu
Lembar 1
Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kab. Buleleng
Telah divalidasi :
Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng Diterima oleh :
Bendahara Penerimaan
SURAT SETORAN PAJAK DAERAH
BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN
(SSPD-BPHTB)
Mengetahui : PPAT / Notaris / BPN
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BULELENG PEMERINTAH DAERAH
KABUPATEN BULELENG
BERFUNGSI SEBAGAI SURAT PEMBERITAHUAN OBJEK PAJAK
PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (SPOP PBB)
Uraian
Luas NJOP PBB / m2
Luas x NJOP PBB / m2
Untuk Wajib Pajak Sebagai Bukti Pembayaran
Wajib Pajak / Penyetor
Diisi luas dan atau bangunan yang haknya
Diisi berdasarkan SPPT PBB tahun terjadinya Perolehan hak / Tanah ( Bumi )
Bangunan
- Formulir ini terdiri dari 6 (enam) rangkap. Lembar Pertama untuk Wajib Pajak (WP) Sebagai Bukti Pembayaran. Lembar Kedua untuk PPAT.
Lembar Ketiga untuk Kepala Kantor Bidang Pertanahan Kabupaten Buleleng. Lembar Keempat untuk Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng disampaikan oleh WP. Lembar Kelima untuk Bendahara Penerima ditujukan untuk verifikator dan
Lembar Keenam untuk Bendahara Penerima sebagai Arsip. - Isilah SSPD ini dengan huruf cetak kapital atau diketik.
- Gunakan satu SSPD untuk setiap setoran dan setiap jenis perolehan hak atas suatu tanah dan atau bangunan.
- Formulir ini dapat juga digunakan untuk pembayaran atas pembetulan atau pengungkapan ketidakbenaran perhitungan WP.
CARA PENGISIAN
- Huruf A, diisi dengan data WP : angka 1 s/d 8 cukup jelas
- Huruf B, diisi dengan data dan jenis perolehan hak atas tanah dan atau bangunan
angka 1 Diisi dengan Nomor Objek Pajak (NOP) yang tercantum dalam SPPT PBB atas tanah dan atau bangunan yang bersangkutan angka 2 s/d 6 Diisi dengan luas tanah dan bangunan yang diperoleh
angka 7 s/d 13 Merupakan Tabel untuk perhitungan NJOP PBB atas tanah dan bangunan yang haknya diperoleh Pada kolom 9 dan 10 agar disebut Tahun SPPT PBB saat terjadinya perolehan
Dalam hal NJOP PBB belum ditetapkan/belum ada SPPT PBB angka 9 & 10 diisi berdasarkan Surat Keterangan NJOP PBB yang di terbitkan oleh Kepala Kantor KPP Pratama setempat
angka 14 Diisi dengan harga transaksi yang terjadi/harga transaksi yang tercantum dalam risalah lelang/nilai pasar objek tersebut angka 15 Diisi dengan kode jenis perolehan hak atas tanah dan bangunan sebagai berikut :
Jual Beli 01 Pelaksanaan putusan hakim yang 09
Tukar Menukar 02 mempunyai kekuatan hukum tetap
Hibah 03 Penggabungan Usaha 10
Hibah Wasiat 04 Pelebaran Usaha 11
Waris 05 Pemekaran Usaha 12
Pemasukan dlm Perseroan/ 06 Hadiah 13
Badan Hukum lainnya Perolehan hak rumah sederhana 14
Pemisahan Hak yang 07 Pemberian hak baru 15
mengakibatkan peralihan Pemberian hak baru sebagai 16 Penunjukan pembeli dlm Lelang 08 kelanjutan pelepasan hak
Pemberian hak baru diluar 17 pelepasan hak
- Huruf C. Diisi dengan perhitungan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) oleh wajib pajak dalam hal SSPD BPHTB digunakan untuk setoran berdasarkan STPD BPHTB/SKPDKBT sebagaimana huruf D.b atau berdasarkan huruf D.d maka huruf C tidak perlu diisi
angka 1 Nilai Perolehan Wajib Pajak (NPOP) diisi dengan mempertimbangkan NJOP PBB dan harga transaksi/nilai pasar objek pajak Dalam hal NPOP tersebut tidak diketahui atau lebih rendah dari NJOP PBB gunakan NJOP PBB sebagai dasar perhitungan angka 2 Diisi sesuai dengan besarnya NPOPTKP
angka 3 Cukup jelas
angka 4 Diisi dengan mengalihkan NPOPKP (angka 3) dengan tarif sebesar 5%
angka 5 Diisi "hanya" dalam hal WP memperoleh hak atas tanah karena pemberian hak pengelolaan atau dalam hal WP memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan karena Kegiatan Sosial, hibah, waris dengan perhitungan sebagai berikut :
a. 75% x BPHTB yang terutang (angka 4)
apabila WP adalah : orang pribadi menerima hibah yang diterima orang pribadi yang masih dalam hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat keatas atau derajat kebawah
b. 75% x BPHTB yang terutang (angka 4)
apabila WP adalah : orang pribadi penerima waris/hibah wasiat yang diterima orang pribadi yang masih dalam keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat keatas atau satu derajat kebawah dengan pembeli waris/hibah wasiat termasuk suami/istri/pemberi wasiat/hibah wasiat
- Huruf D. Diisi dengan memberi tanda "x" pada kotak yang sesuai dengan setoran pajak : huruf a, jika setoran akan dilakukan sebagaimana huruf C
huruf b, jika setoran dilakukan tidak menggunakan perhitungan huruf C, tetapi menggunakan STPD, SKPDKB, SKPDKBT huruf c, jika WP memenuhi syarat tertentu untuk mendapatkan pengurangan dari jumlah yang seharusnya ada dihuruf C
Diisi dengan persentase sesuai dengan ketentuan yang berlaku
huruf d, jika terdapat dasar/ketentuan lain selain huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d seperti setoran berdasarkan SK Pembetulan/Keberatan/Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus di bayar bertambah berbeda dengan yang tertera di huruf c
Bagian Jumlah Pajak Yang Disetorkan diisi memperhatikan Huruf C-4 dan pilihan pada huruf D - Jika D-a dipilih maka jumlah setoran menggunakan C-4
- Jika D-b dipilih maka jumlah setoran sejumlah nilai yang dinyatakan di D-b
- Jika D-c dipilih maka jumlah setoran menggunakan C-4 dikalikan dengan persentase yang dinyatakan di D-c - Jika D-a dipilih maka jumlah setoran sejumlah nilai yang dinyatakan di D-d
Jumlah setoran tersebut diisi dengan angka (dalam kotak) dan huruf pada bagian yang diarsir
Catatan :
Dalam hal BPHTB yang seharusnya terutang nihil (nol), maka WP tetap mengisi SSPD BPHTB dengan memberikan keterangan NIHIL pada bagian jumlah setoranPERHATIAN : BACALAH DAHULU PETUNJUK PENGISIAN A. 1. Nama Wajib Pajak :
2. NPWP :
3. Alamat Wajib Pajak : 4. Kelurahan / Desa : 5. RT / RW : 6. Kecamatan : 7. Kabupaten : 8. Kode Pos : B. 1. NOP PBB :
2. Letak Tanah dan atau Bangunan : 3. Kelurahan / Desa : 4. RT / RW : 5. Kecamatan : 6. Kabupaten / Kota : Perhitungan NJOP PBB : 7. 9. 11. 8. 10. 12. NJOP PBB : 13. 14. Harga Transaksi / Nilai Pasar : Rp. 15. Jenis Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan :
16. Nomor Sertifikat :
C. Perhitungan BPHTB (Hanya diisi Berdasarkan perhitungan Wajib Pajak)
1. Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) memperhatikan nilai pada B.13 dan B.14 1. Rp. 2. Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) 2. Rp. 3. Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP) angka 1 - angka 2 3. Rp. 4. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang Terutang 5% x angka 3 4. Rp. 5. Pengenaan 75% / 75% / hibah / waris *) pengenaan x angka 4 5. Rp. 6. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang harus dibayar 6. Rp. D. Jumlah Setoran berdasarkan :
a. Perhitungan Wajib Pajak
b. STPDB / SKPDBKB / SKPDBKBT *) Nomor : ...Tgl. : ... c. Pengurangan dihitung sendiri menjadi :
d. ...
JUMLAH YANG DISETOR ( Dengan Angka) Dengan Huruf :
Rp. :
Berdasarkan Perhitungan C.4 & pilihan di D
... Tgl. ...
*) Coret yang tidak perlu
Wajib Pajak / Penyetor PPAT / Notaris / BPN Bendahara Penerimaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng Badan Pengelolaan Keuangan dan
Pendapatan Daerah Kab. Buleleng
Mengetahui : Diterima oleh : Telah divalidasi :
Tanah ( Bumi ) Bangunan
Uraian
Luas NJOP PBB / m2
Luas x NJOP PBB / m2 Diisi luas dan atau
bangunan yang haknya
Diisi berdasarkan SPPT PBB tahun terjadinya Perolehan hak /
PEMERINTAH DAERAH
BERFUNGSI SEBAGAI SURAT PEMBERITAHUAN OBJEK PAJAK
KABUPATEN BULELENG
PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (SPOP PBB)
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BULELENG
SURAT SETORAN PAJAK DAERAH
Lembar 2
BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN
(SSPD-BPHTB)
Untuk PPAT / NOTARIS Sebagai Arsip
PERHATIAN : BACALAH DAHULU PETUNJUK PENGISIAN A. 1. Nama Wajib Pajak :
2. NPWP :
3. Alamat Wajib Pajak : 4. Kelurahan / Desa : 5. RT / RW : 6. Kecamatan : 7. Kabupaten : 8. Kode Pos : B. 1. NOP PBB :
2. Letak Tanah dan atau Bangunan : 3. Kelurahan / Desa : 4. RT / RW : 5. Kecamatan : 6. Kabupaten / Kota : Perhitungan NJOP PBB : 7. 9. 11. 8. 10. 12. NJOP PBB : 13. 14. Harga Transaksi / Nilai Pasar : Rp. 15. Jenis Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan :
16. Nomor Sertifikat :
C. Perhitungan BPHTB (Hanya diisi Berdasarkan perhitungan Wajib Pajak)
1. Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) memperhatikan nilai pada B.13 dan B.14 1. Rp. 2. Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) 2. Rp. 3. Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP) angka 1 - angka 2 3. Rp. 4. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang Terutang 5% x angka 3 4. Rp. 5. Pengenaan 75% / 75% / hibah / waris *) pengenaan x angka 4 5. Rp. 6. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang harus dibayar 6. Rp. D. Jumlah Setoran berdasarkan :
a. Perhitungan Wajib Pajak
b. STPDB / SKPDBKB / SKPDBKBT *) Nomor : ...Tgl. : ... c. Pengurangan dihitung sendiri menjadi :
d. ...
JUMLAH YANG DISETOR ( Dengan Angka) Dengan Huruf :
Rp. :
Berdasarkan Perhitungan C.4 & pilihan di D
... Tgl. ...
*) Coret yang tidak perlu
Wajib Pajak / Penyetor PPAT / Notaris / BPN Bendahara Penerimaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng Badan Pengelolaan Keuangan dan
Pendapatan Daerah Kab. Buleleng
Mengetahui : Diterima oleh : Telah divalidasi :
Tanah ( Bumi ) Bangunan
Uraian
Luas NJOP PBB / m2
Luas x NJOP PBB / m2 Diisi luas dan atau
bangunan yang haknya
Diisi berdasarkan SPPT PBB tahun terjadinya Perolehan hak /
PEMERINTAH DAERAH
BERFUNGSI SEBAGAI SURAT PEMBERITAHUAN OBJEK PAJAK
KABUPATEN BULELENG
PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (SPOP PBB)
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BULELENG
SURAT SETORAN PAJAK DAERAH
Lembar 3
BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN
(SSPD-BPHTB)
Untuk Kepala Kantor Bidang Pertanahan
PERHATIAN : BACALAH DAHULU PETUNJUK PENGISIAN A. 1. Nama Wajib Pajak :
2. NPWP :
3. Alamat Wajib Pajak : 4. Kelurahan / Desa : 5. RT / RW : 6. Kecamatan : 7. Kabupaten : 8. Kode Pos : B. 1. NOP PBB :
2. Letak Tanah dan atau Bangunan : 3. Kelurahan / Desa : 4. RT / RW : 5. Kecamatan : 6. Kabupaten / Kota : Perhitungan NJOP PBB : 7. 9. 11. 8. 10. 12. NJOP PBB : 13. 14. Harga Transaksi / Nilai Pasar : Rp. 15. Jenis Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan :
16. Nomor Sertifikat :
C. Perhitungan BPHTB (Hanya diisi Berdasarkan perhitungan Wajib Pajak)
1. Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) memperhatikan nilai pada B.13 dan B.14 1. Rp. 2. Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) 2. Rp. 3. Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP) angka 1 - angka 2 3. Rp. 4. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang Terutang 5% x angka 3 4. Rp. 5. Pengenaan 75% / 75% / hibah / waris *) pengenaan x angka 4 5. Rp. 6. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang harus dibayar 6. Rp. D. Jumlah Setoran berdasarkan :
a. Perhitungan Wajib Pajak
b. STPDB / SKPDBKB / SKPDBKBT *) Nomor : ...Tgl. : ... c. Pengurangan dihitung sendiri menjadi :
d. ...
JUMLAH YANG DISETOR ( Dengan Angka) Dengan Huruf :
Rp. :
Berdasarkan Perhitungan C.4 & pilihan di D
... Tgl. ...
*) Coret yang tidak perlu
Wajib Pajak / Penyetor PPAT / Notaris / BPN Bendahara Penerimaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng Badan Pengelolaan Keuangan dan
Pendapatan Daerah Kab. Buleleng
Mengetahui : Diterima oleh : Telah divalidasi :
Tanah ( Bumi ) Bangunan
Uraian
Luas NJOP PBB / m2
Luas x NJOP PBB / m2 Diisi luas dan atau
bangunan yang haknya
Diisi berdasarkan SPPT PBB tahun terjadinya Perolehan hak /
PEMERINTAH DAERAH
BERFUNGSI SEBAGAI SURAT PEMBERITAHUAN OBJEK PAJAK
KABUPATEN BULELENG
PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (SPOP PBB)
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BULELENG
SURAT SETORAN PAJAK DAERAH
Lembar 4
BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN
(SSPD-BPHTB)
Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah
PERHATIAN : BACALAH DAHULU PETUNJUK PENGISIAN A. 1. Nama Wajib Pajak :
2. NPWP :
3. Alamat Wajib Pajak : 4. Kelurahan / Desa : 5. RT / RW : 6. Kecamatan : 7. Kabupaten : 8. Kode Pos : B. 1. NOP PBB :
2. Letak Tanah dan atau Bangunan : 3. Kelurahan / Desa : 4. RT / RW : 5. Kecamatan : 6. Kabupaten / Kota : Perhitungan NJOP PBB : 7. 9. 11. 8. 10. 12. NJOP PBB : 13. 14. Harga Transaksi / Nilai Pasar : Rp. 15. Jenis Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan :
16. Nomor Sertifikat :
C. Perhitungan BPHTB (Hanya diisi Berdasarkan perhitungan Wajib Pajak)
1. Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) memperhatikan nilai pada B.13 dan B.14 1. Rp. 2. Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) 2. Rp. 3. Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP) angka 1 - angka 2 3. Rp. 4. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang Terutang 5% x angka 3 4. Rp. 5. Pengenaan 75% / 75% / hibah / waris *) pengenaan x angka 4 5. Rp. 6. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang harus dibayar 6. Rp. D. Jumlah Setoran berdasarkan :
a. Perhitungan Wajib Pajak
b. STPDB / SKPDBKB / SKPDBKBT *) Nomor : ...Tgl. : ... c. Pengurangan dihitung sendiri menjadi :
d. ...
JUMLAH YANG DISETOR ( Dengan Angka) Dengan Huruf :
Rp. :
Berdasarkan Perhitungan C.4 & pilihan di D
... Tgl. ...
*) Coret yang tidak perlu
Wajib Pajak / Penyetor PPAT / Notaris / BPN Bendahara Penerimaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng Badan Pengelolaan Keuangan dan
Pendapatan Daerah Kab. Buleleng
Mengetahui : Diterima oleh : Telah divalidasi :
Tanah ( Bumi ) Bangunan
Uraian
Luas NJOP PBB / m2
Luas x NJOP PBB / m2 Diisi luas dan atau
bangunan yang haknya
Diisi berdasarkan SPPT PBB tahun terjadinya Perolehan hak /
PEMERINTAH DAERAH
BERFUNGSI SEBAGAI SURAT PEMBERITAHUAN OBJEK PAJAK
KABUPATEN BULELENG
PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (SPOP PBB)
BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BULELENG
Untuk Bendahara Peneriman ditujukan ke verifikasi
SURAT SETORAN PAJAK DAERAH
Lembar 5
BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN
(SSPD-BPHTB)
Pada hari ini ………...…….., tanggal ………..., bulan ………, tahun …………...……,
saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama
:
Alamat
:
Jenis Pelayanan
:
Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya :
1.
2.
Yang membuat pernyataan,
SURAT PERNYATAAN TANGGUNGJAWAB MUTLAK
Dengan penuh rasa tanggungjawab bahwa data yang saya sampaikan ini adalah
benar.
Apabila dikemudian hari ditemukan adanya ketidakbenaran atas data yang saya
sampaikan, saya siap bertanggungjawab baik secara administrasi maupun hukum,
dan tidak melibatkan Instansi Pemerintah Kabupaten Buleleng sesuai ketentuan
peraturan yang berlaku.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya tanpa ada unsur paksaan
dan tekanan dari pihak manapun juga dan karenanya surat pernyataan ini akan saya
patuhi dengan segala penuh tanggungjawab.
Materai
10000
Singaraja,………
Lampiran
: 1 (satu) Set
Kepada :
Hal
:
Yth. Bupati Buleleng
Cq. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan
dan Pendapatan Daerah Kab.Buleleng
di
-Singaraja
Yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama Wajib Pajak
: ...
NIK
: ...
Alamat
: ...
Nomor Telp / HP
: ...
Nama Pemegang Hak Sebelumnya
: ...
NOP
: ...
Alamat
: ...
Kelurahan/Desa
: ...
Kecamatan
: ...
Jenis Perolehan
: ...
Alasan untuk mengajukan permohonan pengurangan adalah :
1.
………..
2.
………..
3.
………..
Bersama ini dilampirkan kelengkapan administrasi :
1.
Fotocopy KTP
2.
Fotocopy SPPT
3.
Pelunasan/Print Out PBB
4.
Silsilah Keluarga dan Surat Pernyataan Ahli Waris (untuk Waris)
5.
Fotocopy Akta Kelahiran
6.
Fotocopy Kartu Keluarga ( KK )
7.
Fotocopy Sertifikat
8.
Surat Pernyataan Hibah (untuk Hibah)
9.
Surat Kuasa (bermaterai) dan fotocopy KTP penerima kuasa apabila dikuasakan
10.
Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak
11.
Foto Lokasi
12.
Fotocopy Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K) dan Brosur (untuk Rumah Subsidi)
13.
Dokumen pendukung lainnya
Demikian permohonan ini disampaikan, untuk dapat dipertimbangkan.
(…...………..………)
*) Coret yang tidak perlu