• Tidak ada hasil yang ditemukan

Komponen Standar Pelayanan yang terkait dengan proses penyampaian pelayanan (service delivery) meliputi :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Komponen Standar Pelayanan yang terkait dengan proses penyampaian pelayanan (service delivery) meliputi :"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

No. Dokumen

: SP-PPR-07

Revisi

: 0

Tgl. Efektif

: 18 Januari 2021

:

A.

No

1

Jual Beli (Subsidi)

1.

Mengisi Surat Permohonan Pengurangan/Keberatan BPHTB

2.

Foto copy KTP atau identitas lainnya dari Wajib Pajak (1 lembar)

3.

Foto copy Kartu Keluarga (KK) (1 lembar)

4.

Foto copy SPPT (1 lembar)

5.

Pelunasan/Print Out PBB

6.

Kuitansi transaksi

7.

Foto copy sertifikat (1 lembar)

8.

Surat Kuasa (bermaterai) dan FC KTP penerima kuasa (apabila dikuasakan) (1 lembar)

9.

Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak (bermaterai)

10. Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K) dan Brosur

11. Foto Lokasi

Hibah

1.

Mengisi Surat Permohonan Pengurangan/Keberatan BPHTB

2.

Foto copy KTP atau identitas lainnya dari Wajib Pajak (1 lembar)

3.

Foto copy Kartu Keluarga (KK) (1 lembar)

4.

Foto copy SPPT (1 lembar)

5.

Pelunasan/Print Out PBB

6.

Foto copy sertifikat (1 lembar)

7.

Surat Kuasa (bermaterai) dan FC KTP penerima kuasa (apabila dikuasakan) (1 lembar)

8.

Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak (bermaterai)

9.

Surat Pernyataan Hibah

10. Foto Lokasi

Waris

1.

Mengisi Surat Permohonan Pengurangan/Keberatan BPHTB

2.

Foto copy KTP atau identitas lainnya dari Wajib Pajak (1 lembar)

3.

Foto copy Kartu Keluarga (KK) (1 lembar)

4.

Foto copy SPPT (1 lembar)

5.

Pelunasan/Print Out PBB

6.

Silsilah Keluarga dan Surat Pernyataan Ahli Waris

7.

Fotocopy Akta Kelahiran

8.

Foto copy sertifikat (1 lembar)

9.

Surat Kuasa (bermaterai) dan FC KTP penerima kuasa (apabila dikuasakan) (1 lembar)

10. Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak (bermaterai)

11. Foto Lokasi

Komponen Standar Pelayanan yang terkait dengan proses penyampaian pelayanan (service delivery) meliputi :

STANDAR PELAYANAN

PENGURANGAN BPHTB (BEA

PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN

BANGUNAN)

Unit Kerja

Bidang Pendataan dan Pelayanan & Bidang Penagihan dan Evaluasi

Komponen

Uraian

(2)

No. Dokumen

: SP-PPR-07

Revisi

: 0

Tgl. Efektif

: 18 Januari 2021

:

STANDAR PELAYANAN

PENGURANGAN BPHTB (BEA

PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN

BANGUNAN)

Unit Kerja

Bidang Pendataan dan Pelayanan & Bidang Penagihan dan Evaluasi

3

2 (dua) hari kerja

4

5

Surat Keputusan (SK) Pengurangan BPHTB

1.

Kotak Saran

2.

Surat Pengaduan : Jln. Ngurah Rai No. 2 Singaraja

3.

Website : www bpkpdbulelengkab.go.id

4.

Email : [email protected]

5.

Telp. (Layanan Call Center): 081 361 0000 46

Singaraja, 18 Januari 2021

KEPALA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN

DAN PENDAPATAN DAERAH KAB. BULELENG,

Drs. Gede Sugiartha Widiada, M.Si

NIP. 19670302 198901 1 001

Biaya/Tarif

Gratis

Produk Pelayanan

6

Pengelolaan

Pengaduan, Saran

dan Masukan

2

Sistem, Mekanisme

dan Prosedur

Jangka Waktu

Pelayanan

Wajib Pajak Datang ke Loket Pelayanan membawa dokumen sesuai syarat layanan (Wajib Pajak) Memverifikasi berkas sesuai syarat layanan, mencatat dalam Buku Register dilanjutkan dengan mencetak Tanda Terima Pelayanan (Petugas Pelayanan) Penelitian berkas permohonan dan menuangkannya dalam

berita acara hasil penelitian, membuat dan

mencetak SK Pengurangan BPHTB , verifikasi Surat Keputusan Pengurangan (Kasubid. Verifikasi, Keberatan dan Pemeriksaan Pajak) Memeriksa SK Pengurangan BPHTB kemudian memberikan paraf (Kabid. Penagihan

dan Evaluasi) Menandatangani SK Pengurangan BPHTB (Kepala BPKPD Kab. Buleleng) Menyerahkan SK Pengurangan BPHTB

kepada wajib pajak

(3)

No. Dokumen

: SP-PPR-07

Revisi

: 0

Tgl. Efektif

: 18 Januari 2021

:

STANDAR PELAYANAN

PENGURANGAN BPHTB (BEA

PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN

BANGUNAN)

Unit Kerja

Bidang Pendataan dan Pelayanan & Bidang Penagihan dan Evaluasi

B.

No

1.

2.

3.

4.

5.

1.

ATK

2.

Formulir

3.

Ceklist

4.

Komputer

5.

Printer Scanner

6.

Ruang Kerja

7.

Meja Kursi

8.

Jaringan Internet

9.

Aplikasi SMARTGOV

10. Telepon

1.

Memahami mekanisme pengelolaan aplikasi SMARTGOV

2.

Memahami persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku

3.

Mampu menggunakan aplikasi SMARTGOV

4.

Memiliki sikap teliti, ramah, sopan

1.

Kepala Bidang Penagihan dan Evaluasi

2.

Kepala Sub Bidang Pelayanan

3.

Kepala Sub Bidang Verifikasi, Keberatan dan Pemeriksaan Pajak

4.

Operating Consul

5

3 Orang

6

7

8

6 Bulan sekali

Data yang direkam dapat dipertanggungjawabkan dan wajib pajak yang datang akan dilayani dengan

cepat, ramah, dan akurat

Jaminan Keamanan

dan Keselamatan

Pelayanan

SK Pengurangan BPHTB yang diterbitkan dijamin keabsahannya dan dapat dipertanggungjawabkan

Evaluasi Kinerja

Pelaksana

Singaraja,18 Januari 2021

Jaminan Pelayanan

3

Kompetensi

Pelaksana

4

Pengawasan

Internal

Jumlah Pelaksana

2

Sarana, Prasarana,

dan/atau Fasilitas

Komponen Standar Pelayanan yang terkait dengan proses pengelolaan pelayanan di internal organisasi meliputi :

Komponen

Uraian

1

Dasar Hukum

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi

Daerah

Peraturan Bupati Buleleng Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Peraturan Bupati Buleleng

Nomor 81 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan

Perkotaan

Peraturan Daerah Kabupaten Buleleng Nomor 14 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan

Daerah Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan

Peraturan Daerah Kabupaten Buleleng Nomor 1 tahun 2011 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah

dan Bangunan (BPHTB)

Peraturan Bupati Buleleng Nomor 83 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pengelolaan Bea Perolehan

Hak atas Tanah dan Bangunan

(4)

No. Dokumen

: SP-PPR-07

Revisi

: 0

Tgl. Efektif

: 18 Januari 2021

:

STANDAR PELAYANAN

PENGURANGAN BPHTB (BEA

PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN

BANGUNAN)

Unit Kerja

Bidang Pendataan dan Pelayanan & Bidang Penagihan dan Evaluasi

Drs. Gede Sugiartha Widiada, M.Si

NIP. 19670302 198901 1 001

KEPALA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN

DAN PENDAPATAN DAERAH KAB. BULELENG,

(5)

NOMOR SOP

SOP-PPR-09

TANGGAL PEMBUATAN

TANGGAL REVISI

-

Revisi

: 0

TANGGAL EFEKTIF

DISAHKAN OLEH

1.

1. Memahami Tugas dan Fungsi unit kerjanya.

2. Memahami penatausahaan dokumen PBB

2.

3. Mampu mengoperasikan aplikasi Smartgov

4. Mampu mengoperasikan Microsoft Office (Word dan Excel)

5. Mampu melakukan penilaian dan verifikasi objek PBB

6. Memiliki sikap teliti, ramah dan berintegritas tinggi

3.

1. Server/Komputer/Printer/Scanner

2. Jaringan internet

3. Aplikasi Smartgov

4. ATK

1. Blanko Permohonan Pengurangan BPHTB

: FM-PPR-10-01

2. Blanko Pertanggungjawaban Mutlak

: FM-PPR-01-05

3. Blanko Pernyataan Kepemilikan Tanah

: FM-PPR-01-06

4. Blanko Permohonan Pengurangan/Keberatan PBB

: FM-PPR-06-01

5. Blanko Surat Pernyataan Penghasilan

: FM-PPR-06-02

15 Januari 2021

PERINGATAN :

PENCATATAN DAN PENDATAAN :

Ni Nyoman Sukadani, S.Sos.

KETERKAITAN :

PERALATAN/PERLENGKAPAN :

BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN DAERAH

KABUPATEN BULELENG

Pengurangan BPHTB

DASAR HUKUM :

KUALIFIKASI PELAKSANA :

08 Februari 2021

Kepala Bidang Pendataan dan Pelayanan,

NIP. 19720423 199403 2 002

Apabila Pengurangan BPHTB tidak dilaksanakan dengan benar, maka penetapan

objek dan subjek pajaknya menjadi tidak akurat

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak

Daerah dan Retribusi Daerah

Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pajak Bumi dan Bangunan

Perdesaan dan Perkotaan, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah

Kabupaten Buleleng Nomor 14 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan

Daerah Nomor 5 Tahun 2013 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan

Perkotaan

Peraturan Bupati Buleleng Nomor 81 Tahun 2018 tentang Tata Cara

Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan sebagaimana

telah diubah dengan Peraturan Bupati Buleleng Nomor 15 Tahun 2019 tentang

Perubahan Peraturan Bupati Buleleng Nomor 81 Tahun 2018 tentang Tata Cara

Pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan

NAMA SOP

BIDANG PENDATAAN DAN PELAYANAN

(6)

SOP Pengurangan BPHTB Wajib Pajak Petugas Pelayanan BPHTPB Kasubid. Verifikasi, Keberatan dan Pemeriksaan Pajak Kabid. Penagihan dan Evaluasi Kepala BPKPD Kab. Buleleng Waktu Output

1 5 Menit 1. Formulir permohonan

pengurangan BPHTB 2. Berkas persyaratan

2 5 Menit 1. Formulir permohonan

pengurangan BPHTB 2. Berkas persyaratan 3. Tanda Terima Pelayanan

Tanda Terima Pelayanan diberikan ke WP

3 1. Formulir permohonan

pengurangan BPHTB 2. Berkas persyaratan. 3.Berita Acara Hasil Penelitian. 4. Surat Keputusan Pengurangan BPHTB

Penambahan waktu 2 Hari Kerja Apabila dilakukan Penelitian ke Lapangan

4 1. Surat Keputusan

Pengurangan BPHTB yang sudah diparaf

5 1 HK 1. Surat Keputusan

Pengurangan BPHTB yang sudah di tandatangani

Pelaksana Mutu Baku

Kelengkapan

Mengajukan permohonan Pengurangan BPHTB secara tertulis dengan mengisi formulir, melengkapi dokumen sesuai syarat layanan dan menyerahkannya kepada Petugas Pelayanan BPHTB

1. Formulir permohonan BPHTB

2. Berkas persyaratan

1 HK Memverifikasi permohonan wajib pajak, dalam

hal berkas permohonan belum lengkap, menghimbau WP untuk melengkapinya. Apabila ada berkas permohonan sudah dinyatakan lengkap, dilanjutkan dengan mencatat dalam Buku Register dilanjutkan dengan mencetak Tanda Terima Pelayanan dan permohonan pengurangan tersebut diberikan kepada Kasubid Verifikasi, Keberatan dan Pemeriksaan Pajak. 1. Formulir permohonan pengurangan BPHTB 2. Berkas persyaratan 1. Surat Keputusan Pengurangan BPHTB

Menandatangani SK Pengurangan BPHTB yang telah diparaf oleh Kabid. Penagihan dan Evaluasi, kemudian menyerahkannya kepada Kasubid. Verifikasi, Keberatan dan Pemeriksaan Pajak

1. Surat Keputusan Pengurangan BPHTB yang sudah diparaf Memeriksa SK Pengurangan BPHTB kemudian

memberikan paraf dan menyerahkannya kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah untuk ditandatangani Melakukan Penelitian berdasarkan atas berkas permohonan yang diterima dan menuangkannya dalam berita acara hasil penelitian, untuk selanjutnya membuat SK Pengurangan BPHTB dan Mencetak Surat Keputusan Pengurangan , melakukan verifikasi atas Surat Keputusan Pengurangan dan Keberatan, kemudian menyerahkannya kepada Kepala Bidang Penagihan dan Evaluasi.

Berkas yang sudah diteliti dan diparaf

No. Kegiatan Ket.

Tidak

(7)

Wajib Pajak Petugas Pelayanan BPHTPB Kasubid. Verifikasi, Keberatan dan Pemeriksaan Pajak Kabid. Penagihan dan Evaluasi Kepala BPKPD Kab. Buleleng Waktu Output

Pelaksana Mutu Baku

Kelengkapan

No. Kegiatan Ket.

6 5 Menit 1. Surat Keputusan

Pengurangan BPHTB yang sudah di tandatangani. 2. Berkas persyaratan

8 5 Menit 1. Surat Keputusan

Pengurangan BPHTB yang sudah di tandatangani

9 5 Menit 1. Surat Keputusan

Pengurangan BPHTB yang sudah di tandatangani Menyerahkan SK Pengurangan BPHTB yang

telah ditandatangani oleh Kepala BPKPD kepada wajib pajak pemohon

1. Surat Keputusan Pengurangan BPHTB yang sudah di tandatangani 1. Surat Keputusan Pengurangan BPHTB yang sudah di tandatangani Menyerahkan SK Pengurangan BPHTB yang

telah ditandatangani oleh Kepala BPKPD beserta kelengkapan Permohonan Pengurangan BPHTB kepada Petugas Pelayanan BPHTB

Mengambil SK Pengurangan BPHTB di loket pelayanan dengan menunjukkan Tanda Terima Pelayanan

1. Surat Keputusan Pengurangan BPHTB yang sudah di tandatangani

(8)

:

:

:

:

:

:

PENANGANAN PENGADUAN

1.

1. Mampu mengoperasikan komputer minimal Ms.Office

2. Mampu berkomunikasi dengan baik

2.

3.

KETERKAITAN

1. Komputer

2. Printer

3. ATK

4. Mesin Fotocopy

PERINGATAN

1 Form Pengaduan

: FM-PPR-15-01

NAMA SOP

DASAR HUKUM

KUALIFIKASI PELAKSANA

Jika Penanganan Pengaduan tidak dijalankan dengan baik maka Pelaksanaan

Penanganan Pengaduan tidak akan terlaksana dengan baik.

Undang - Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang

Pelayanan Pubklik

Peraturan menteri pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Nomor 14 Tahun 2017 tentag pedoman penyusunan Survei Kepuasan

Masyarakat

Peraturan menteri pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

Nomor 35 Tahun 2012 tentang Prosedur Administrasi Pemerintahab ( SOP AP

)

PENCATATAN DAN PENDATAAN

PERALATAN/PERLENGKAPAN

TGL. EFEKTIF

18 Januari 2021

DISAHKAN OLEH

BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN DAERAH

KABUPATEN BULELENG

BIDANG PENDATAAN DAN PELAYANAN

Kepala Bidang Pendataan dan Pelayanan

Ni Nyoman Sukadani, S.Sos.

NIP. 19720423 199403 2 002

NOMOR SOP

SOP-PPR-15

TGL. PEMBUATAN

15 Desember 2020

(9)

SOP PENANGANAN PENGADUAN

Pemohon

Petugas

Penanganan

Pengaduan

Kepala Bidang

Terkait

Kasubbid

Terkait

Kelengkapan

Waktu

Output

1

Memberikan pengaduan melalui lisan /

tulisan/ telepon/ SMS /e-lapor/ lainnya

Form Pengaduan

30 Menit

Pengaduan

2

Mencatat dalam buku pengaduan dan

merespon pengaduan dengan menjawab

langsung (bila bisa diinfokan secara

langsung) atau mengkonfirmasikannya

ke bidang terkait

- Pengaduan

- Buku Pengaduan

10 Menit

Pengaduan

yang telah

dicatat

3

Menerima informasi terkait dengan

aduan, mempelajari dan menelaah

pengaduan terhadap pihak terkait dan

mendisposisikannya ke Kasubbid terkait

Pengaduan

Kondisional*

Pengaduan

Disposisi

*)Sesuai dengan jenis aduan

4

Menindaklanjuti pengaduan dengan

melakukan koordinasi untuk

mendapatkan solusi pengaduan

Pengaduan

Disposisi

20 Menit

Laporan

Koordinasi

5

Menyampaikan hasil kesimpulan

penanganan pengaduan kepada

pelapor.

Kesimpulan hasil

penanganan

pengaduan

1 Jam

Solusi

6

Menerima informasi/ jawaban hasil

aduan

Kesimpulan hasil

penanganan

pengaduan

1 Jam

Solusi

No.

Kegiatan

Pelaksana

Mutu Baku

(10)

PERHATIAN : BACALAH DAHULU PETUNJUK PENGISIAN A. 1. Nama Wajib Pajak :

2. NPWP :

3. Alamat Wajib Pajak : 4. Kelurahan / Desa : 5. RT / RW : 6. Kecamatan : 7. Kabupaten : 8. Kode Pos : B. 1. NOP PBB :

2. Letak Tanah dan atau Bangunan : 3. Kelurahan / Desa : 4. RT / RW : 5. Kecamatan : 6. Kabupaten / Kota : Perhitungan NJOP PBB : 7. 9. 11. 8. 10. 12. NJOP PBB : 13. 14. Harga Transaksi / Nilai Pasar : Rp. 15. Jenis Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan :

16. Nomor Sertifikat :

C. Perhitungan BPHTB (Hanya diisi Berdasarkan perhitungan Wajib Pajak)

1. Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) memperhatikan nilai pada B.13 dan B.14 1. Rp. 2. Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) 2. Rp. 3. Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP) angka 1 - angka 2 3. Rp. 4. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang Terutang 5% x angka 3 4. Rp. 5. Pengenaan 75% / 75% / hibah / waris *) pengenaan x angka 4 5. Rp. 6. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang harus dibayar 6. Rp. D. Jumlah Setoran berdasarkan :

a. Perhitungan Wajib Pajak

b. STPDB / SKPDBKB / SKPDBKBT *) Nomor : ... Tgl. : ... c. Pengurangan dihitung sendiri menjadi :

d. ...

JUMLAH YANG DISETOR ( Dengan Angka) Dengan Huruf :

Rp. :

Berdasarkan Perhitungan C.4 & pilihan di D

... Tgl. ...

*) Coret yang tidak perlu

Lembar 1

Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kab. Buleleng

Telah divalidasi :

Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng Diterima oleh :

Bendahara Penerimaan

SURAT SETORAN PAJAK DAERAH

BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN

(SSPD-BPHTB)

Mengetahui : PPAT / Notaris / BPN

BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BULELENG PEMERINTAH DAERAH

KABUPATEN BULELENG

BERFUNGSI SEBAGAI SURAT PEMBERITAHUAN OBJEK PAJAK

PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (SPOP PBB)

Uraian

Luas NJOP PBB / m2

Luas x NJOP PBB / m2

Untuk Wajib Pajak Sebagai Bukti Pembayaran

Wajib Pajak / Penyetor

Diisi luas dan atau bangunan yang haknya

Diisi berdasarkan SPPT PBB tahun terjadinya Perolehan hak / Tanah ( Bumi )

Bangunan

(11)

- Formulir ini terdiri dari 6 (enam) rangkap. Lembar Pertama untuk Wajib Pajak (WP) Sebagai Bukti Pembayaran. Lembar Kedua untuk PPAT.

Lembar Ketiga untuk Kepala Kantor Bidang Pertanahan Kabupaten Buleleng. Lembar Keempat untuk Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng disampaikan oleh WP. Lembar Kelima untuk Bendahara Penerima ditujukan untuk verifikator dan

Lembar Keenam untuk Bendahara Penerima sebagai Arsip. - Isilah SSPD ini dengan huruf cetak kapital atau diketik.

- Gunakan satu SSPD untuk setiap setoran dan setiap jenis perolehan hak atas suatu tanah dan atau bangunan.

- Formulir ini dapat juga digunakan untuk pembayaran atas pembetulan atau pengungkapan ketidakbenaran perhitungan WP.

CARA PENGISIAN

- Huruf A, diisi dengan data WP : angka 1 s/d 8 cukup jelas

- Huruf B, diisi dengan data dan jenis perolehan hak atas tanah dan atau bangunan

angka 1 Diisi dengan Nomor Objek Pajak (NOP) yang tercantum dalam SPPT PBB atas tanah dan atau bangunan yang bersangkutan angka 2 s/d 6 Diisi dengan luas tanah dan bangunan yang diperoleh

angka 7 s/d 13 Merupakan Tabel untuk perhitungan NJOP PBB atas tanah dan bangunan yang haknya diperoleh Pada kolom 9 dan 10 agar disebut Tahun SPPT PBB saat terjadinya perolehan

Dalam hal NJOP PBB belum ditetapkan/belum ada SPPT PBB angka 9 & 10 diisi berdasarkan Surat Keterangan NJOP PBB yang di terbitkan oleh Kepala Kantor KPP Pratama setempat

angka 14 Diisi dengan harga transaksi yang terjadi/harga transaksi yang tercantum dalam risalah lelang/nilai pasar objek tersebut angka 15 Diisi dengan kode jenis perolehan hak atas tanah dan bangunan sebagai berikut :

Jual Beli 01 Pelaksanaan putusan hakim yang 09

Tukar Menukar 02 mempunyai kekuatan hukum tetap

Hibah 03 Penggabungan Usaha 10

Hibah Wasiat 04 Pelebaran Usaha 11

Waris 05 Pemekaran Usaha 12

Pemasukan dlm Perseroan/ 06 Hadiah 13

Badan Hukum lainnya Perolehan hak rumah sederhana 14

Pemisahan Hak yang 07 Pemberian hak baru 15

mengakibatkan peralihan Pemberian hak baru sebagai 16 Penunjukan pembeli dlm Lelang 08 kelanjutan pelepasan hak

Pemberian hak baru diluar 17 pelepasan hak

- Huruf C. Diisi dengan perhitungan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) oleh wajib pajak dalam hal SSPD BPHTB digunakan untuk setoran berdasarkan STPD BPHTB/SKPDKBT sebagaimana huruf D.b atau berdasarkan huruf D.d maka huruf C tidak perlu diisi

angka 1 Nilai Perolehan Wajib Pajak (NPOP) diisi dengan mempertimbangkan NJOP PBB dan harga transaksi/nilai pasar objek pajak Dalam hal NPOP tersebut tidak diketahui atau lebih rendah dari NJOP PBB gunakan NJOP PBB sebagai dasar perhitungan angka 2 Diisi sesuai dengan besarnya NPOPTKP

angka 3 Cukup jelas

angka 4 Diisi dengan mengalihkan NPOPKP (angka 3) dengan tarif sebesar 5%

angka 5 Diisi "hanya" dalam hal WP memperoleh hak atas tanah karena pemberian hak pengelolaan atau dalam hal WP memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan karena Kegiatan Sosial, hibah, waris dengan perhitungan sebagai berikut :

a. 75% x BPHTB yang terutang (angka 4)

apabila WP adalah : orang pribadi menerima hibah yang diterima orang pribadi yang masih dalam hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat keatas atau derajat kebawah

b. 75% x BPHTB yang terutang (angka 4)

apabila WP adalah : orang pribadi penerima waris/hibah wasiat yang diterima orang pribadi yang masih dalam keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat keatas atau satu derajat kebawah dengan pembeli waris/hibah wasiat termasuk suami/istri/pemberi wasiat/hibah wasiat

- Huruf D. Diisi dengan memberi tanda "x" pada kotak yang sesuai dengan setoran pajak : huruf a, jika setoran akan dilakukan sebagaimana huruf C

huruf b, jika setoran dilakukan tidak menggunakan perhitungan huruf C, tetapi menggunakan STPD, SKPDKB, SKPDKBT huruf c, jika WP memenuhi syarat tertentu untuk mendapatkan pengurangan dari jumlah yang seharusnya ada dihuruf C

Diisi dengan persentase sesuai dengan ketentuan yang berlaku

huruf d, jika terdapat dasar/ketentuan lain selain huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d seperti setoran berdasarkan SK Pembetulan/Keberatan/Putusan Banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus di bayar bertambah berbeda dengan yang tertera di huruf c

Bagian Jumlah Pajak Yang Disetorkan diisi memperhatikan Huruf C-4 dan pilihan pada huruf D - Jika D-a dipilih maka jumlah setoran menggunakan C-4

- Jika D-b dipilih maka jumlah setoran sejumlah nilai yang dinyatakan di D-b

- Jika D-c dipilih maka jumlah setoran menggunakan C-4 dikalikan dengan persentase yang dinyatakan di D-c - Jika D-a dipilih maka jumlah setoran sejumlah nilai yang dinyatakan di D-d

Jumlah setoran tersebut diisi dengan angka (dalam kotak) dan huruf pada bagian yang diarsir

Catatan :

Dalam hal BPHTB yang seharusnya terutang nihil (nol), maka WP tetap mengisi SSPD BPHTB dengan memberikan keterangan NIHIL pada bagian jumlah setoran

(12)

PERHATIAN : BACALAH DAHULU PETUNJUK PENGISIAN A. 1. Nama Wajib Pajak :

2. NPWP :

3. Alamat Wajib Pajak : 4. Kelurahan / Desa : 5. RT / RW : 6. Kecamatan : 7. Kabupaten : 8. Kode Pos : B. 1. NOP PBB :

2. Letak Tanah dan atau Bangunan : 3. Kelurahan / Desa : 4. RT / RW : 5. Kecamatan : 6. Kabupaten / Kota : Perhitungan NJOP PBB : 7. 9. 11. 8. 10. 12. NJOP PBB : 13. 14. Harga Transaksi / Nilai Pasar : Rp. 15. Jenis Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan :

16. Nomor Sertifikat :

C. Perhitungan BPHTB (Hanya diisi Berdasarkan perhitungan Wajib Pajak)

1. Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) memperhatikan nilai pada B.13 dan B.14 1. Rp. 2. Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) 2. Rp. 3. Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP) angka 1 - angka 2 3. Rp. 4. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang Terutang 5% x angka 3 4. Rp. 5. Pengenaan 75% / 75% / hibah / waris *) pengenaan x angka 4 5. Rp. 6. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang harus dibayar 6. Rp. D. Jumlah Setoran berdasarkan :

a. Perhitungan Wajib Pajak

b. STPDB / SKPDBKB / SKPDBKBT *) Nomor : ...Tgl. : ... c. Pengurangan dihitung sendiri menjadi :

d. ...

JUMLAH YANG DISETOR ( Dengan Angka) Dengan Huruf :

Rp. :

Berdasarkan Perhitungan C.4 & pilihan di D

... Tgl. ...

*) Coret yang tidak perlu

Wajib Pajak / Penyetor PPAT / Notaris / BPN Bendahara Penerimaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng Badan Pengelolaan Keuangan dan

Pendapatan Daerah Kab. Buleleng

Mengetahui : Diterima oleh : Telah divalidasi :

Tanah ( Bumi ) Bangunan

Uraian

Luas NJOP PBB / m2

Luas x NJOP PBB / m2 Diisi luas dan atau

bangunan yang haknya

Diisi berdasarkan SPPT PBB tahun terjadinya Perolehan hak /

PEMERINTAH DAERAH

BERFUNGSI SEBAGAI SURAT PEMBERITAHUAN OBJEK PAJAK

KABUPATEN BULELENG

PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (SPOP PBB)

BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BULELENG

SURAT SETORAN PAJAK DAERAH

Lembar 2

BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN

(SSPD-BPHTB)

Untuk PPAT / NOTARIS Sebagai Arsip

(13)

PERHATIAN : BACALAH DAHULU PETUNJUK PENGISIAN A. 1. Nama Wajib Pajak :

2. NPWP :

3. Alamat Wajib Pajak : 4. Kelurahan / Desa : 5. RT / RW : 6. Kecamatan : 7. Kabupaten : 8. Kode Pos : B. 1. NOP PBB :

2. Letak Tanah dan atau Bangunan : 3. Kelurahan / Desa : 4. RT / RW : 5. Kecamatan : 6. Kabupaten / Kota : Perhitungan NJOP PBB : 7. 9. 11. 8. 10. 12. NJOP PBB : 13. 14. Harga Transaksi / Nilai Pasar : Rp. 15. Jenis Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan :

16. Nomor Sertifikat :

C. Perhitungan BPHTB (Hanya diisi Berdasarkan perhitungan Wajib Pajak)

1. Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) memperhatikan nilai pada B.13 dan B.14 1. Rp. 2. Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) 2. Rp. 3. Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP) angka 1 - angka 2 3. Rp. 4. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang Terutang 5% x angka 3 4. Rp. 5. Pengenaan 75% / 75% / hibah / waris *) pengenaan x angka 4 5. Rp. 6. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang harus dibayar 6. Rp. D. Jumlah Setoran berdasarkan :

a. Perhitungan Wajib Pajak

b. STPDB / SKPDBKB / SKPDBKBT *) Nomor : ...Tgl. : ... c. Pengurangan dihitung sendiri menjadi :

d. ...

JUMLAH YANG DISETOR ( Dengan Angka) Dengan Huruf :

Rp. :

Berdasarkan Perhitungan C.4 & pilihan di D

... Tgl. ...

*) Coret yang tidak perlu

Wajib Pajak / Penyetor PPAT / Notaris / BPN Bendahara Penerimaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng Badan Pengelolaan Keuangan dan

Pendapatan Daerah Kab. Buleleng

Mengetahui : Diterima oleh : Telah divalidasi :

Tanah ( Bumi ) Bangunan

Uraian

Luas NJOP PBB / m2

Luas x NJOP PBB / m2 Diisi luas dan atau

bangunan yang haknya

Diisi berdasarkan SPPT PBB tahun terjadinya Perolehan hak /

PEMERINTAH DAERAH

BERFUNGSI SEBAGAI SURAT PEMBERITAHUAN OBJEK PAJAK

KABUPATEN BULELENG

PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (SPOP PBB)

BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BULELENG

SURAT SETORAN PAJAK DAERAH

Lembar 3

BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN

(SSPD-BPHTB)

Untuk Kepala Kantor Bidang Pertanahan

(14)

PERHATIAN : BACALAH DAHULU PETUNJUK PENGISIAN A. 1. Nama Wajib Pajak :

2. NPWP :

3. Alamat Wajib Pajak : 4. Kelurahan / Desa : 5. RT / RW : 6. Kecamatan : 7. Kabupaten : 8. Kode Pos : B. 1. NOP PBB :

2. Letak Tanah dan atau Bangunan : 3. Kelurahan / Desa : 4. RT / RW : 5. Kecamatan : 6. Kabupaten / Kota : Perhitungan NJOP PBB : 7. 9. 11. 8. 10. 12. NJOP PBB : 13. 14. Harga Transaksi / Nilai Pasar : Rp. 15. Jenis Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan :

16. Nomor Sertifikat :

C. Perhitungan BPHTB (Hanya diisi Berdasarkan perhitungan Wajib Pajak)

1. Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) memperhatikan nilai pada B.13 dan B.14 1. Rp. 2. Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) 2. Rp. 3. Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP) angka 1 - angka 2 3. Rp. 4. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang Terutang 5% x angka 3 4. Rp. 5. Pengenaan 75% / 75% / hibah / waris *) pengenaan x angka 4 5. Rp. 6. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang harus dibayar 6. Rp. D. Jumlah Setoran berdasarkan :

a. Perhitungan Wajib Pajak

b. STPDB / SKPDBKB / SKPDBKBT *) Nomor : ...Tgl. : ... c. Pengurangan dihitung sendiri menjadi :

d. ...

JUMLAH YANG DISETOR ( Dengan Angka) Dengan Huruf :

Rp. :

Berdasarkan Perhitungan C.4 & pilihan di D

... Tgl. ...

*) Coret yang tidak perlu

Wajib Pajak / Penyetor PPAT / Notaris / BPN Bendahara Penerimaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng Badan Pengelolaan Keuangan dan

Pendapatan Daerah Kab. Buleleng

Mengetahui : Diterima oleh : Telah divalidasi :

Tanah ( Bumi ) Bangunan

Uraian

Luas NJOP PBB / m2

Luas x NJOP PBB / m2 Diisi luas dan atau

bangunan yang haknya

Diisi berdasarkan SPPT PBB tahun terjadinya Perolehan hak /

PEMERINTAH DAERAH

BERFUNGSI SEBAGAI SURAT PEMBERITAHUAN OBJEK PAJAK

KABUPATEN BULELENG

PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (SPOP PBB)

BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BULELENG

SURAT SETORAN PAJAK DAERAH

Lembar 4

BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN

(SSPD-BPHTB)

Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah

(15)

PERHATIAN : BACALAH DAHULU PETUNJUK PENGISIAN A. 1. Nama Wajib Pajak :

2. NPWP :

3. Alamat Wajib Pajak : 4. Kelurahan / Desa : 5. RT / RW : 6. Kecamatan : 7. Kabupaten : 8. Kode Pos : B. 1. NOP PBB :

2. Letak Tanah dan atau Bangunan : 3. Kelurahan / Desa : 4. RT / RW : 5. Kecamatan : 6. Kabupaten / Kota : Perhitungan NJOP PBB : 7. 9. 11. 8. 10. 12. NJOP PBB : 13. 14. Harga Transaksi / Nilai Pasar : Rp. 15. Jenis Perolehan hak atas tanah dan atau bangunan :

16. Nomor Sertifikat :

C. Perhitungan BPHTB (Hanya diisi Berdasarkan perhitungan Wajib Pajak)

1. Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) memperhatikan nilai pada B.13 dan B.14 1. Rp. 2. Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP) 2. Rp. 3. Nilai Perolehan Objek Pajak Kena Pajak (NPOPKP) angka 1 - angka 2 3. Rp. 4. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang Terutang 5% x angka 3 4. Rp. 5. Pengenaan 75% / 75% / hibah / waris *) pengenaan x angka 4 5. Rp. 6. Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan yang harus dibayar 6. Rp. D. Jumlah Setoran berdasarkan :

a. Perhitungan Wajib Pajak

b. STPDB / SKPDBKB / SKPDBKBT *) Nomor : ...Tgl. : ... c. Pengurangan dihitung sendiri menjadi :

d. ...

JUMLAH YANG DISETOR ( Dengan Angka) Dengan Huruf :

Rp. :

Berdasarkan Perhitungan C.4 & pilihan di D

... Tgl. ...

*) Coret yang tidak perlu

Wajib Pajak / Penyetor PPAT / Notaris / BPN Bendahara Penerimaan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Buleleng Badan Pengelolaan Keuangan dan

Pendapatan Daerah Kab. Buleleng

Mengetahui : Diterima oleh : Telah divalidasi :

Tanah ( Bumi ) Bangunan

Uraian

Luas NJOP PBB / m2

Luas x NJOP PBB / m2 Diisi luas dan atau

bangunan yang haknya

Diisi berdasarkan SPPT PBB tahun terjadinya Perolehan hak /

PEMERINTAH DAERAH

BERFUNGSI SEBAGAI SURAT PEMBERITAHUAN OBJEK PAJAK

KABUPATEN BULELENG

PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (SPOP PBB)

BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN BULELENG

Untuk Bendahara Peneriman ditujukan ke verifikasi

SURAT SETORAN PAJAK DAERAH

Lembar 5

BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN

(SSPD-BPHTB)

(16)

Pada hari ini ………...…….., tanggal ………..., bulan ………, tahun …………...……,

saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama

:

Alamat

:

Jenis Pelayanan

:

Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya :

1.

2.

Yang membuat pernyataan,

SURAT PERNYATAAN TANGGUNGJAWAB MUTLAK

Dengan penuh rasa tanggungjawab bahwa data yang saya sampaikan ini adalah

benar.

Apabila dikemudian hari ditemukan adanya ketidakbenaran atas data yang saya

sampaikan, saya siap bertanggungjawab baik secara administrasi maupun hukum,

dan tidak melibatkan Instansi Pemerintah Kabupaten Buleleng sesuai ketentuan

peraturan yang berlaku.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya tanpa ada unsur paksaan

dan tekanan dari pihak manapun juga dan karenanya surat pernyataan ini akan saya

patuhi dengan segala penuh tanggungjawab.

Materai

10000

(17)

Singaraja,………

Lampiran

: 1 (satu) Set

Kepada :

Hal

:

Yth. Bupati Buleleng

Cq. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan

dan Pendapatan Daerah Kab.Buleleng

di

-Singaraja

Yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama Wajib Pajak

: ...

NIK

: ...

Alamat

: ...

Nomor Telp / HP

: ...

Nama Pemegang Hak Sebelumnya

: ...

NOP

: ...

Alamat

: ...

Kelurahan/Desa

: ...

Kecamatan

: ...

Jenis Perolehan

: ...

Alasan untuk mengajukan permohonan pengurangan adalah :

1.

………..

2.

………..

3.

………..

Bersama ini dilampirkan kelengkapan administrasi :

1.

Fotocopy KTP

2.

Fotocopy SPPT

3.

Pelunasan/Print Out PBB

4.

Silsilah Keluarga dan Surat Pernyataan Ahli Waris (untuk Waris)

5.

Fotocopy Akta Kelahiran

6.

Fotocopy Kartu Keluarga ( KK )

7.

Fotocopy Sertifikat

8.

Surat Pernyataan Hibah (untuk Hibah)

9.

Surat Kuasa (bermaterai) dan fotocopy KTP penerima kuasa apabila dikuasakan

10.

Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak

11.

Foto Lokasi

12.

Fotocopy Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit (SP3K) dan Brosur (untuk Rumah Subsidi)

13.

Dokumen pendukung lainnya

Demikian permohonan ini disampaikan, untuk dapat dipertimbangkan.

(…...………..………)

*) Coret yang tidak perlu

Permohonan Pengurangan BPHTB

Mengajukan permohonan pengurangan BPHTB sebesar ………% (……… persen) dari BPHTB

yang terutang, atas Objek Pajak :

Wajib Pajak / Kuasa *)

Referensi

Dokumen terkait

9.Surat Setoran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melakukan pembayaran atau penyetoran pajak yang

Salah satu diantaranya adalah Bea Perolehan hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dalam pemenuhan kewajiban BPHTB berdasarkan sistem self assessment yaitu wajib pajak

a) Dalam penulisan ini penulis menyarankan, bahwa perlu mempercepat terbitnya Peraturan Walikota (PERWALI) mengenai pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

Berikut akan disajikan wajib pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang ada di Kota Medan yang dapat dilihat pada tabel berikut :.. Berdasarkan

a) Dalam penulisan ini penulis menyarankan, bahwa perlu mempercepat terbitnya Peraturan Walikota (PERWALI) mengenai pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Girik, Letter C, atau surat bukti status hak atas tanah lainnya yang diakui negara dilengkapi dengan surat ukur yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan

Surat Pemberitahuan Pajak Daerah Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan, yang selanjutnya disebut SPTPD- BPHTB adalah surat yang digunakan Wajib Pajak untuk

Surat Pemberitahuan Pajak Daerah Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan, yang selanjutnya disebut SPTPD-BPHTB adalah surat yang digunakan Wajib Pajak untuk