• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKENARIO PEMBELAJARAN A. PERTEMUAN PERTAMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKENARIO PEMBELAJARAN A. PERTEMUAN PERTAMA"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

SKENARIO PEMBELAJARAN

A. PERTEMUAN PERTAMA

Pertemuan pertama dilakukan melalui kegiatan membentuk kolase dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan visual-spasial anak didik.

Sebelum kegiatan dilakukan inti dilakukan, guru terlebih dahulu mempersilahkan anak masuk ke dalam kelas dengan tertib dan memberi salam.

Sebelum kegiatan pembelajaran dilakukan guru menuntun anak didik untuk membaca doa sebelum belajar. Kemudian guru mengabsen anak didik. Apersepsi dilakukan dengan tujuan untuk membantu anak didik mengingat kembali kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan kemarin.

Pada kegiatan inti dilakukan kegiatan pembelajaran membentuk kolase dengan tujuan meningkatkan kemampuan visual-spasial anak. Pada pertemuan pertama ini kegiatan membentuk kolase dilakukan dengan tema membentuk ruang dengan kegiatan anak membuat pola atau gambar suasana dipantai dengan teknik kolase. Langkah yang ditempuh guru yaitu guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan yaitu kegiatan kolase gambar suasana dipantai. Lalu guru membagi anak kedalam 2 kelompok dan masing-masing mempunyai tugas yang berbeda dalam membuat kolase. Lalu guru menyediakan kertas untuk membuat pola, bahan-bahan pelengkap seperti kertas berwarna, lem, lalu Guru memberi contoh membuat kolase, Guru membuat pola dengan ballpoin atau spidol yang harus dikembangkan anak dalam menempatkan atau menempel dengan robekan kertas, lalu Anak-anak bekerja dalam mengembangkan idenya yang dibangun secara imajinatif sesuai denga ruang yang disediakan guru, Dalam bekerja Anak-anak

(2)

saling berbagi pikiran dalam mencipta atau menempel model kolase, dan terakhir Guru memberi penguatan terhadap kemampuan anak baik presentasi maupun hasil karyanya.

Kegiatan istirahat, guru membimbingan dan mengingatkan anak untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, kemudian berdo’a sebelum dan sesudah makan bersama-bersama, dan setelah itu anak boleh bermain sesuai dengan keinginan anak tanpa ada paksaan dari guru.

Kegiatan penutup, guru mereview hasil kagiatan anak dan memberikan informasi kegiatan/ permainan esok hari, sambil memberikan penguatan nilai-nilai yang telah diajarkan. Terakhir guru mengajak anak-anak bernyanyi, berdoa dan pulang bersalaman dengan guru.

B. PERTEMUAN KEDUA

Pertemuan pertama dilakukan melalui kegiatan membentuk kolase dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan visual-spasial anak didik.

Sebelum kegiatan dilakukan inti dilakukan, guru terlebih dahulu mempersilahkan anak masuk ke dalam kelas dengan tertib dan memberi salam.

Sebelum kegiatan pembelajaran dilakukan guru menuntun anak didik untuk membaca doa sebelum belajar. Kemudian guru mengabsen anak didik. Apersepsi dilakukan dengan tujuan untuk membantu anak didik mengingat kembali kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan kemarin.

Pada kegaitan inti dilakukan kegiatan pembelajaran membentuk kolase dengan tujuan meningkatkan kemampuan visual-spasial anak. Pada pertemuan kedua ini kegiatan membentuk kolase dilakukan dengan tema membentuk pola

(3)

dengan gambar payung tempat berteduh dipinggir pantai dengan kegiatan anak membuat kolase. Langkah yang ditempuh guru yaitu guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan yaitu kegiatan kolase gambar pengunungan. Lalu guru membagi anak kedalam 2 kelompok dan masing-masing mempunyai tugas yang berbeda dalam membuat kolase. Lalu guru menyediakan kertas untuk membuat pola, bahan-bahan pelengkap seperti kertas berwarna, lem, lalu Guru memberi contoh membuat kolase, Guru membuat pola dengan ballpoin atau spidol yang harus dikembangkan anak dalam menempatkan atau menempel dengan robekan kertas, lalu Anak-anak bekerja dalam mengembangkan idenya yang dibangun secara imajinatif sesuai denga ruang yang disediakan guru, Dalam bekerja Anak- anak saling berbagi pikiran dalam mencipta atau menempel model kolase, dan terakhir Guru memberi penguatan terhadap kemampuan anak baik presentasi maupun hasil karyanya.

Kegiatan istirahat, guru membimbing dan mengingatkan anak untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, kemudian berdo’a sebelum dan sesudah makan bersama-bersama, dan setelah itu anak boleh bermain sesuai dengan keinginan anak tanpa ada paksaan dari guru.

Kegiatan penutup, guru mereview hasil kagiatan anak dan memberikan informasi kegiatan/ permainan esok hari, sambil memberikan penguatan nilai-nilai yang telah diajarkan. Terakhir guru mengajak anak-anak bernyanyi, berdoa dan pulang bersalaman dengan guru.

(4)

C. PERTEMUAN KETIGA

Kegiatan ketiga dilakukan melalui kegiatan membentuk kolase dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan visual-spasial anak didik.

Sebelum kegiatan dilakukan inti dilakukan, guru terlebih dahulu mempersilahkan anak masuk ke dalam kelas dengan tertib dan memberi salam.

Sebelum kegiatan pembelajaran dilakukan guru menuntun anak didik untuk membaca doa sebelum belajar. Kemudian guru mengabsen anak didik. Apersepsi dilakukan dengan tujuan untuk membantu anak didik mengingat kembali kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan kemarin.

Pada kegaitan inti dilakukan kegiatan pembelajaran membentuk kolase dengan tujuan meningkatkan kemampuan visual-spasial anak. Pada pertemuan pertama ini kegiatan membentuk kolase dilakukan dengan tema membentuk ruang dengan kegiatan anak membuat kolase gambar pelampung yang digunakan anak untuk berenang di pantai. Langkah yang ditempuh guru yaitu guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan yaitu kegiatan kolase gambar pekarangan sekolah.

Lalu guru membagi anak kedalam 2 kelompok dan masing-masing mempunyai tugas yang berbeda dalam membuat kolase dengan menggunakan biji-bijian. Lalu guru menyediakan kertas untuk membuat pola, bahan-bahan pelengkap seperti kertas berwarna, lem, dan biji-bijian lalu guru memberi contoh membuat kolase, guru membuat pola dengan ballpoin atau spidol yang harus dikembangkan anak dalam menempatkan atau menempel dengan robekan kertas, lalu Anak-anak bekerja dalam mengembangkan idenya yang dibangun secara imajinatif sesuai denga ruang yang disediakan guru, Dalam bekerja Anak-anak saling berbagi

(5)

pikiran dalam mencipta atau menempel model kolase, dan terakhir Guru memberi penguatan terhadap kemampuan anak baik presentasi maupun hasil karyanya.

Kegiatan istirahat, guru membimbingan dan mengingatkan anak untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, kemudian berdo’a sebelum dan sesudah makan bersama-bersama, dan setelah itu anak boleh bermain sesuai dengan keinginan anak tanpa ada paksaan dari guru.

Kegiatan penutup, guru mereview hasil kagiatan anak dan memberikan informasi kegiatan/ permainan esok hari, sambil memberikan penguatan nilai-nilai yang telah diajarkan. Terakhir guru mengajak anak-anak bernyanyi, berdoa dan pulang bersalaman dengan guru

D. PERTEMUAN KEEMPAT

Pertemuan ke empat dilakukan melalui kegiatan membentuk kolase dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan visual-spasial anak didik.

Sebelum kegiatan dilakukan inti dilakukan, guru terlebih dahulu mempersilahkan anak masuk ke dalam kelas dengan tertib dan memberi salam.

Sebelum kegiatan pembelajaran dilakukan guru menuntun anak didik untuk membaca doa sebelum belajar. Kemudian guru mengabsen anak didik. Apersepsi dilakukan dengan tujuan untuk membantu anak didik mengingat kembali kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan kemarin.

Pada kegaitan inti dilakukan kegiatan pembelajaran membentuk kolase dengan tujuan meningkatkan kemampuan visual-spasial anak. Pada pertemuan pertama ini kegiatan membentuk kolase dilakukan dengan tema membentuk ruang dengan kegiatan anak membuat kolase pola atau gambar perahu yang ada

(6)

dipantai. Langkah yang ditempuh guru yaitu guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan yaitu kegiatan kolase membuat maket sekolah. Lalu guru membagi anak kedalam 2 kelompok dan masing-masing mempunyai tugas yang berbeda dalam membuat kolase. Lalu guru menyediakan kertas untuk membuat pola, bahan-bahan pelengkap seperti kertas berwarna, lem, lalu Guru memberi contoh membuat kolase, Guru membuat pola maket sekolah lalu anak diminta untuk yang harus dikembangkan anak dalam menempatkan atau menempel dengan robekan kertas, lalu Anak-anak bekerja dalam mengembangkan idenya yang dibangun secara imajinatif sesuai denga ruang yang disediakan guru, Dalam bekerja Anak-anak saling berbagi pikiran dalam mencipta atau menempel model kolase, dan terakhir Guru memberi penguatan terhadap kemampuan anak baik presentasi maupun hasil karyanya.

Kegiatan istirahat, guru membimbingan dan mengingatkan anak untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, kemudian berdo’a sebelum dan sesudah makan bersama-bersama, dan setelah itu anak boleh bermain sesuai dengan keinginan anak tanpa ada paksaan dari guru.

Kegiatan penutup, guru mereview hasil kagiatan anak dan memberikan informasi kegiatan/ permainan esok hari, sambil memberikan penguatan nilai-nilai yang telah diajarkan. Terakhir guru mengajak anak-anak bernyanyi, berdoa dan pulang bersalaman dengan guru.

Sinjai, Februari 2015

SITTI HASMI

Referensi

Dokumen terkait

Hasil Penelitian menunjukkan bahwa untuk pemesanan jumlah tetap (sitem Q), jumlah pemesanan 3 kali rata-rata penggunaan bijih plastik ditambah safety stock merupakan rencana

Seperti yang dijelaskan pada penelitian Winata (2015) yaitu Salah satu manfaat metode ekstraksi ultrasonik adalah untuk mempercepat proses ekstraksi dikarenakan

Setelah mengetahui adanya kemelencengan tersebut maka penulis menyampaikan hasil penelitian ini kepada ketua kenadziran Masjid Agung Banten dan merekomendasikan agar

Berdasarkan wawancara dengan 5 pengelola konveksi yang ada di Desa Padurenan diketahui bahwa belum ada yang menyajikan laporan posisi keuangan. Meskipun ada yang

Berdasarkan persyaratan ini, sistem dapat didefinisikan sebagai seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan lainnya untuk suatu tujuan

ibadah adalah penyampaian Firman Allah yang disebut dengan kotbah. Kotbah yang benar dan baik serta memiliki pengurapan Roh Kudus serta diterima dengan hati yang

Pemberian nama Abdul Asis diharapkan agar menjadi hamba Allah yang gagah dan nama tersebut pemberian dari seorang ustad yang memang diminta untuk memberikan

Sedangkan tujuan anda atau live chat dengan ini kecamatan is blank, kini sentral cargo bisa ditentukan dengan baik lokal mapun internasional bebas kirim akan lihat tarif pt