1.1. Latar Belakang
Saat ini tempat hiburan semakin banyak menjamur dimana-mana, termasuk juga di Surabaya. Kebutuhan tersier ini mulai menjadi kegiatan sehari-hari yang dilakukan kalangan tertentu. Tempat hiburan tersebut antara lain; karaoke, diskotik, café, pub, bowling, billiard dan masih banyak lagi.
Salah satu kegiatan yang paling digemari masyarakat di Surabaya adalah billiard. Hal ini dapat dilihat dari semakin banyaknya jumlah tempat billiard yang muncul, seperti Homeball, Q-club, Nine Ball, Galaxy, MetroPool dan masih banyak lagi.
Dari sekian banyak tempat billiard tersebut, yang akan saya angkat adalah MetroPool Café and Billiard, yang dibuka kira-kira setahun yang lalu oleh Deddy, pemilik. Bertempat di jalan Raya Mulyosari, MetroPool menyajikan tempat bermain billiard yang nyaman dan dengan atmosfer kekeluargaan yang sangat kental. Dengan berbekal 10 meja, si pemilik mengharapkan keminimalisan dan tidak terlalu banyak merugi seperti tempat hiburan lain yang akhir-akhir ini memang semakin sepi.
MetroPool didirikan karena si pemilik tertantang untuk menjawab selera pasar yang haus terhadap perubahan tren dan suasana sehari-hari mereka. Deddy sendiri termasuk salah seorang yang cukup lama berkecimpung di dunia per-billiard-an jadi beliau mengerti betul apa atau bagaimana yang diinginkan para pemain.
MetroPool sebagai salah satu pendatang baru dalam dunia bisnis ini menginginkan adanya peningkatan jumlah pengunjung yang bermain di MetroPool dan menjadikan MetroPool sebagai tempat utama yang mereka pilih untuk melepaskan kerinduan mereka dalam bermain billiard maupun sebagai tempat hang-out bagi masyarakat pecinta billiard di Surabaya.
Oleh karena itu MetroPool memerlukan bentuk kegiatan promosi yang lebih gencar untuk menambah income yang ditujukan kepada target pasarnya, juga agar tetap exist di hati penggemar kegiatan billiard.
1.2. Rumusan Masalah
- Promosi seperti apa yang dapat membuat MetroPool lebih dikenal oleh khalayak yang sesuai dengan image dan brandingnya yang kuat ? - Strategi kreatif apakah yang harus digunakan untuk dapat menarik
perhatian dari target audience sehingga tertarik untuk bermain di MetroPool?
- Strategi media seperti apa yang kira-kira efektif untuk diterapkan dalam perancangan promosi ini?
1.3. Batasan Masalah
Bagaimana memilih media promosi yang efektif untuk dapat memperkenalkan kembali MetroPool secara maksimal kepada masyarakat di Surabaya.
1.4. Tujuan Perancangan
- Merancang promosi yang dapat membuat MetroPool lebih dikenal oleh khalayak yang sesuai dengan image dan brandingnya yang kuat.
- Strategi kreatif yang harus digunakan untuk dapat menarik perhatian dari target audience sehingga tertarik untuk bermain di MetroPool.
- Berbagai macam bentuk-bentuk promosi yang efektif untuk diterapkan dalam perancangan promosi ini.
1.5. Manfaat Perancangan 1.5.1. Manfaat bagi Penulis
- Mampu menganalisis serta mengumpulkan data-data tentang billard maupun tentang perkembangan perusahaan serta memberikan berbagai pemecahan solusi dalam bentuk konsep dan mewujukannya dalam suatu perancangan komunikasi visul.
- Menambah wawasan dalam bentuk praktek dan teori yang diterima selama perkuliahan untuk mempersiapkan diri menjadi desainer komunikasi visual.
1.5.2. Manfaat bagi Universitas Kristen Petra
- Dapat memberikan suatu sumbangan bagi nama baik untuk Universitas Kristen Petra dalam peran sertanya sebagai institusi pendidikan.
- Menjadikan suatu referensi bagi perancangan-perancangan yang dilakukan bagi mahasiswa Universitas Kristen Petra yang akan datang.
- Perancangan ini diharapkan dapat menunjukkan suatu pendekatan baru dalam suatu perancangan komunikasi visual.
1.5.3. Manfaat bagi MetroPool
- Diharapkan dapat meningkatkan awareness konsumen dalam menggunakan jasa perusahaan.
- Memberikan suatu edukasi pasar terhadap pentingnya brand di dunia bisnis saat ini.
1.6. Metode Perancangan 1.6.1. Metode Pengumpulan Data 1.6.1.1.Metode Kepustakaan
Metode yang mempelajari tentang buku-buku atau sumber-sumber yang berkaitan dengan masalah yang diangkat terutama menyangkut teori-teori perancangan desain dan promosi.
Metode kepustakaan digunakan untuk informasi yang dibutuhkan melalui berbagai sumber pustaka berupa buku, majalah, koran, jurnal dan sebagainya.
Metode kepustakaan merupakan teknik observasi tak langsung. Perpustakaan merupakan fasilitas paling penting untuk melaksanakan metode ini.
Metode kepustakaan ini akan bermanfaat bagi mahasiswa untuk mengetahui prinsip-prinsip perancangan digunakan untuk menciptakan perancangan promosi dan strategi yang tepat bagi promosi tempat billiard MetroPool ini.
Jadi dalam metode ini, pengumpulan data dilakukan melalui buku-buku pedoman mengenai promosi, media, strategi dan lain-lain sehingga pada akhirnya dapat mempromosikan tempat billiard MetroPool secara tepat.
1.6.1.2.Metode Observasi
Metode observasi digunakan untuk melakukan pengamatan secara langsung (tanpa alat) maupun tidak langsung (dengan alat) terhadap gejala-gejala subjek yang diselidiki. Ditinjau dari sifatnya, metode ini dibagi menjadi dua golongan utama, yaitu:
- Teknik observasi langsung
Yaitu teknik pengumpulan data dimana penyelidik mengadakan pengamatan secara langsung (tanpa alat) terhadap gejala-gejala subjek yang diselidiki, baik pengamatan itu dilakukan dalam situasi sebenarnya maupun dilakukan di dalam situasi buatan yang khusus diadakan.
- Teknik observasi tak langsung
Yaitu teknik pengumpulan data dimana penyelidik mengadakan pengamat terhadap gejala-gejala subjek yang diselidiki dengan perantara sebuah alat, baik alat yang sudah ada (yang semula tidak khusus dibuat untuk keperluan tersebut), maupun yang sengaja dibuat untuk keperluan yang khusus itu. Pelaksanaannya dapat berlangsung dalam situasi yang sebenarnya maupun di dalam situasi buatan.
Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung pada tempat billiard MetroPool ini, dengan cara membuat beberapa catatan
(fieldnotes). Keuntungan yang didapat dengan cara pengamatan langsung adalah terdapatnya kemungkinan untuk mencatat hal-hal, perilaku pertumbuhan dan sebagainya sewaktu kejadian tersebut berlaku atau perilaku tersebut terjadi, selain itu dapat memperoleh data dari subjek, baik yang tidak dapat berkomunikasi secara verbal atau tak mau berkomunikasi secara verbal.
Dalam hal ini, observasi dilakukan antara lain pada obyek yang diteliti, yaitu di tempat billiard MetroPool, Bola Dunia Pool, dan Break Shot. Hasil observasi menyangkut bahan serta media promosi.
Metode dokumentasi data merupakan alat pengumpulan data dengan mendokumentasikan objek yang diteliti. Dengan kata lain metode dokumentasi yang dimaksudkan sebagai peneliti historis dokumenter merupakan pengumpulan dokumen dengan menggali, memotret, meniru dan sejenisnya yang lazim digunakan dalam penelitian historis.
Pengambilan gambar atau foto pada lokasi perumahan dilakukan agar mempunyai gambaran yang jelas mengenai objek yang diteliti. (Gulo. W., 1993).
1.6.1.3.Metode Wawancara
Wawancara merupakan kuesioner lisan dimana responden mengemukakan informasinya secara lisan. Untuk mengetahui dengan jelas dan tepat kuesioner yang akan dibuat dan digunakan sebagai data pendukung promosi tempat Billiard MetroPool, perlu diketahui terlebih dahulu pokok-pokok dari kuesioner secara umum.
Ditinjau dari sifatnya, metode-metode ini dibagi menjadi dua buah golongan utama yang terdiri dari:
- Teknik komunikasi langsung
Yaitu teknik dimana penyelidik mengumpulkan data dengan jalan mengadakan komunikasi langsung dengan subjek penyelidikan, baik di dalam situasi sebenarnya maupun di dalam situasi buatan.
- Teknik komunikasi tak langsung
Yaitu teknik dimana penyelidik mengumpulkan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan subjek penyelidikan melalui perantara alat, baik alat yang sudah tersedia maupun alat yang khusus dibuat untuk keperluan itu, pelaksanaanya dapat berlangsung di dalam situasi yang sebenarnya ataupun dalam situasi buatan.
Wawancara merupakan alat pengumpulan data untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara si penanya (pewawancara) dengan si penjawab
(responden). Pewawancara adalah pengumpul informasi dan responden adalah pemberi informasi. Responden yang akan diwawancarai adalah pemilik dan tim pemasaran tempat billiard MetroPool, dimana keduanya mengetahui seluk beluk tempat tersebut. Hasil wawancara menyangkut latar belakang perusahaan, media-media yang selama ini telah dipakai untuk mempromosikan perusaahan, serta sejauh mana promosi tersebut telah dilakukan.
1.6.1.4. Alat Pengumpulan Data
Alat pengumpulan data merupakan perantara yang penting antara penyelidik dengan sumber data. Alat-alat yang digunakan dalam pelaksanaan proses pengumpulan data terdiri dari :
- 100 buah kuesioner kombinasi terbuka tertutup sebagai media pengumpulan data terhadap responden di lapangan.
- 1 buah kuesioner kombinasi terbuka tertutup sebagai media pendukung data yang digunakan untuk melakukan wawancara dengan pihak penyelenggara.
- Alat-alat tulis berupa bolpoint dan kertas yang berguna dalam pencatatan dan sebagai alat yang mendukung pelaksanaan metode observasi dan wawancara.
Kamera sebagai alat untuk mengabadikan lokasi optik dan sebagainya yang berfungsi dalam proses dokumentasi data.
1.6.1.5. Angket
Angket adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi oleh responden. Responden adalah orang yang memberikan tanggapan, menjawab pertanyaan- pertanyaan yang harus diajukan. Untuk dapat menggunakan teknik ini disyaratkan responden harus sesuai dengan target audience dari penelitian yang hendak dilakukan. (Faisal. Sanapiah., 1995). Dalam hal ini, penyebaran angket dibuat dalam bentuk daftar pertanyaan berupa pilihan.
1.6.2. Metode Analisis
Setelah data yang diperlukan telah terkumpul semua, maka untuk memperoleh suatu kesimpulan diperlukan adanya analisis terhadap data tersebut. Analisis data dapat berbentuk sebagai berikut:
1.6.2.1.Analisis Kuantitatif
Adalah analisis yang mempergunakan alat analisis bersifat kuantitatif yaitu menggunakan model-model, seperti model matematika, model statistik dan ekonometrik. Hasil analisis disajikan dalam bentuk angka-angka yang kemudian dijelaskan dan diinterpretasikan dalam suatu uraian. Pada perancangan ini data yang dapat dianalisis dengan metode kuantitatif adalah data yang diperoleh dari kuesioner yang telah dibagikan.
Metode kualitatif merupakan metode deskripsi mengenai kualitas obyek seperti karakteristik, sifat, bentuk dan makna obyek yang berhubungan dengan kasus perencanaan. Yang termasuk didalamnya berupa jumlah, bentuk, warna, karakter serta sifat-sifat obyek.
1.6.2.2.Analisis Kualitatif
Adalah analisis yang tidak menggunakan model menggunakan model matematik, model statistik dan ekonometrik atau model-model lainnya tertentu lainnya. Analisis data yang dilakukan terbatas pada teknik pengolahan datanya, seperti pada pengecekan data dan tabulasi, dalam hal ini sekedar membaca tabel-tabel, grafik-grafik atau angka-angka yang tersedia, kemudian melakukan uraian dan penafsiran. Dalam perancang ini data yang diperoleh dari hasil studi kepustakaan, wawancara serta observasi akan dianalisis secara kualitatif. (Nasution. S., 1988). Yang termasuk didalamnya berupa jumlah, bentuk, warna, karakter serta sifat- sifat obyek.
1.6.2.3.Analisis SWOT
Metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threat) adalah metode yang digunakan untuk menganalisa subjek baik dari segi kekuatan, kelemahan, kesempatan yang ada dan ancaman yang dihadapinya. Analisa ini dilakukan terhadap perusahaan yang bersangkutan, beserta kompetitor- kompetitornya. Dari analisa tersebut diharapkan dapat ditarik suatu
kesimpulan yang digunakan untuk menarik pemecahan masalah.
Selanjutnya hasil pemecahan masalah itu dijadikan dasar acuan dalam setiap pengambilan keputusan perancangan promosi dan strategi pemasaran tempat billiard MetroPool..
Metode SWOT dapat dijabarkan sebagai berikut :
- Strength : Mengkaji kekuatan dan kelebihan yang dimiliki oleh tempat billiard MetroPool dibandingkan dengan kompetitor- kompetitornya.
- Weakness : Mengkaji kelemahan yang dimiliki oleh tempat billiard
MetroPool dibandingkan dengan kompetitor-kompetitornya.
- Opportunity: Meneliti potensi yang bisa dikembangkan sehingga dapat
menonjol dan bersaing.
- Threat : Ancaman yang menjadi hambatan bagi promosi yang akan dilakukan oleh tempat billiard MetroPool.
Dalam menyusun suatu laporan ilmiah, maka diperlukan suatu pengumpulan data yang nantinya akan dianalisis hasil data-data tersebut.
Adapun data-data yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah hasil dari wawancara dan juga penelitian pustaka. Selain penelitian jenis tersebut, maka untuk menguji kebenarannya , juga dilakukan penelitian lapangan.
Sumber-sumber yang dikumpulkan pada penelitian ini adalah hasil pengisian responden dari pertanyaan-pertanyaan pada kuesioner. (Tatang.
M. Amirin., 1990).
1.7. Sistematika Perancangan 1. Pendahuluan
Berisikan tentang latar belakang masalah, mengapa sampai diambil produk tersebut. Apa saja yang menjadi masalah untuk kemudian dirumuskan serta diambil batasan-batasan yang sekiranya perlu agar dapat merancang iklan yang baik serta tepat sasaran.
1.1.Latar belakang masalah 1.2.Rumusan masalah 1.3.Batasan masalah 1.4.Tujuan perancangan 1.5.Manfaat perancangan 2. Identifikasi dan Analisis Data
Disini dijabarkan tentang cara-cara pengambilan data yang akan dipakai untuk mengolah lebih lanjut produk yang akan dipromosikan.
2.1.Metode Observasi 2.2.Metode Wawancara 2.3.Angket
2.4.Metode Analisis Data Kualitatif dan Kuantitatif 2.5.Metode Analisis Data SWOT
3. Konsep Perancangan
Melingkupi konsep media, konsep kreatif, serta budgeting-nya.
3.1. Konsep media 3.2. Konsep kreatif 3.3. Budgeting
4. Program Perancangan
Mulai membuat rancangan iklan yang nantinya diharapkan sesuai dengan yang diinginkan. Mulai dari visualisasi data visual, membuat layout atau design, evaluasi, kemudian final artwork.
4.1.Visualisasi Data Visual 4.2.Alternatif layout / desain 4.3.Evaluasi / seleksi
4.4.Final Artwork 5. Penutup
5.1. Kesimpulan 5.2. Saran
1.8. Skematika Perancangan
Latar Belakang Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Perancangan
IDENTIFIKASI
Identifikasi Data
• Data Produk
• Data Pemasaran
Analisa Data
• Tinjauan Teoritis
Kesimpulan
Konsep Perancangan
Program Perancangan
Alternatif Desain
Evaluasi/Seleksi
Final Artwork Perencanaan/Konsep Media
1. Tujuan Media 2. Strategi Media 3. Program Media 4. Biaya Media
Perencanaan Kreatif
1. Tujuan Kreatif 2. Strategi Kreatif 3. Program Kreatif 4. Biaya Kreatif