PROSES PEMBUATAN BOW THRUSTER PADA KAPAL RORO DENGAN GT 1500-1800
Abdul Rahman Agung Ramadhan
Abstrak
Bow Thruster adalah mesin bantu pada kapal yang berguna sebagai mesin tambahan pada kapal untuk membantu olah gerak kapal. Bow thruster sangat berguna bagi kapal pada saat melakukan olahn gerak pada saat kapal mau sandar dan keluar dari Pelabuhan. Pada pembutan bow thruster harus diperhatikan mulai dari pemelihan material sampai pemilihan electro motor untuk pengerak propeller pada bow thruster.dari penelitian di dapat bahan yang digunakan adalah baja tahan karat (SS304), material yang di gunakan dibentuk untuk membuat propeller hoausing dan propeller thunner dengan ukuran diameter 1200mm, tinggi 1800mm dan tebal 20mm, propeller yang digunakan pad bow thruster berukuran diameter 1001mm, dengan ukuran shaft propeller diameter 115mm dan Panjang 910mm, pada pembutan dudukan electro motor dapat menerima beban tekan sebesar 8,86 N/𝑚2 dan besar tegangan beban sekitar 5,05 N/𝑚2, bow thruster menggunakan electro motor dengan 3 fasa dengan daya 160kW, tegangan 660Volt, Arus 166 Ampere, putaran 220Hp serta nilai efisiensi daya sebesar 94,84%. Pada tahap pengecatan dilakukan dengan 3 tahap pengecatan, dan pemberian zinc anode pada lambung kapal di sekitar bow thruster.
Kata Kunci : Bow Thruster, baja tahan karat (SS304), electro motor, pengecatan.
PROCESS OF MAKING A BOW THRUSTER ON THE RORO VESSEL WITH GT 1500-1800
Abstract
Bow Thruster is an auxiliary engine on ships that is useful as an additional engine on the ship to help with the movement of the ship. Bow thruster is very useful for ships when carrying out motion when the ship is about to dock and leave the port. In the making of the bow thruster, attention must be made from material selection to the selection of an electro motor to drive the propeller on the bow thruster. From the research, the materials used are stainless steel (SS304), the material used is formed to make propeller housing and propeller tunner with sizes diameter 1200mm, 1800mm high and 20mm thick, the propeller used for the bow thruster is 1001mm in diameter, with a shaft propeller size of 115mm in diameter and 910mm in length, the electro motor holder can accept a compressive load of 8.86 N/𝑚2and a large voltage load of about 5.05 N/𝑚2, the bow thruster uses a 3-phase electro motor with a power of 160kW, a voltage of 660Volt, a electric current of 166 Ampere, 220Hp rotation and a power efficiency value of 94.84%. In the painting stage, it is carried out with 3 stages of painting, and giving zinc anode to the hull around the bow thruster.
Keywords: Bow Thruster, stainless steel (SS304), electro motor, painting
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan Negara kepulauan.
Banyaknya pulau yang ada membutuhkan alat transportasi yang mampu menghubungkan pulau-pulau tersebut.
Salah satu alat transportasi yang sangat dibutuhkan adalah kapal laut. kelebihan dari kapal laut dibandingkan alat transportasi yang lain, adalah mampu menjangkau pulau-pulau terpencil dan dengan daya muatnya yang besar, sehingga kapal laut menjadi salah satu transportasi pilihan masyarakat. Untuk mendukung lintasan pelayaran dibutuhkan mesin-mesin yang membantu kinerja mesin induk dari kapal laut, salah satunya adalah bow thruster yang merupakan sebuah mesin
bantu untuk olah gerak kapal berupa baling- baling yang ditempatkan melintang di lambung haluan kapal, hal ini berguna untuk membantu haluan kapal untuk berbelok ke arah kanan atau kiri sesuai dengan operator pada saat olah gerak. Pada penelitian ini membahas tentang proses pembuatan bow thruster untuk kapal roro KMP. Munic XI dengan GT 16181 yang beroperasi pada lintasan lembar (Lombok) - padangbai (Bali), pemasangan bow thruster bertujuan untuk meningkatkan olah gerak kapal pada saat akan sandar. Tujuan penelitian bow thrushter ini untuk mengetahui material yang digunakan dalam pembuatan, mengetahui proses pembuatan dan mengetahui fungsi pada bow thruster.
METODE PENELITIAN
Gambar 1. Diagram Alur Penelitian
Dalam pembuatan bow Thruster untuk kapal ada beberapa tahap, yaitu mulai dari perencanaan sampai pemasangan.
1. Proses pembuatan Bow thruster mulai dari pemilihan jenis material, Pembuatan bagian-bagian bow thruster, penentuan jenis motor dan pengecatan.
2. Proses pemasangan bow thruster ke kapal dilakukan dengan mengukur berat motor pengerak yang akan digunakan, dan posisi motor pengerak.
3. Jika dalam pengecekan tidak di temukan masalah seperti adanya
getaran yang berlebih pada saat bow thruster dinyalakan dan di cek tidak terdapat kebocoran pada tempat bow thruster.
HASIL DAN PEMBAHASAN Pengolahan Data
Pada Proses Pembuatan Bow thruster dimulai dengan pemilihan Jenis material.
Jenis material yang di pilih ada baja tahan karat (SS 304) dikarenakan material ini tahan terhadap karat dan jenis material ini mudah di temukan.
Gambar 2. Baja Tahan Karat SS 304 Pembuatan Propeller Housing
Propeller Housing adalah tempat untuk meletakan propeller bow thruster. Pada pembuatan Propeller housing
menggunakan material plat baja tahan karat (SS304) yang dibentuk menjadi seperti tabung dengan diameter 1,200mm dengan Panjang 1,800mm.
Gambar 3. Propeller Housing
Pembuatan Propeller Tunner
Propeller tunner adalah tempat untuk meletakan coupling pada bow thurster.
Pada pembuatan Propeller tunner menggunakan material yang sama pada
propeller housing yaitu plat baja tahan karat (SS304) yang dibentuk menjadi seperti tabung dengan diameter 1,200mm, panjang 1,800mm dan tebal plat 20mm.
Gambar 4. Propeller tunner Pembuatan Propeller Bow Thruster
Propeller yang digunakan dalam pembuatan bow thruster yaitu propeller dengan bahan material baja tahan karat.
Material ini digunakan karen memiliki tingkat ketahanan anti korosi yang baik, dan bisa bertahan dengan tekanan yang besar.
Pada propeller digunakan diameter keseluruhan 1,001mm dengan diameter as
propeller 115mm dan Panjang tiap sudunya 443mm. proses pembuatan propeller yaitu dengan proses pencetekanan dengan pasir dengan cara pencairan logam baja tahan karat, lalu dituangkan kedalam cetakan pasari yang sudah di siapkan, setelah itu dilakukan proses balancing propeller lalu sebelum di lakukan proses terakhir yaitu pemolesan kepada propeller.
Gambar 5. Propeller
Tabel 1. Standar input power dan speed bow thruster berdasarkan diameter propeller
Propeller Dia.
Max.(mm)
Input Power Max.(kw)
Input Speed (RPM)
Frequency (Hz)
Propeller Type
800
180 1450 50 FP
190 1750 60
900
250 1450 50 FP
300 1750 60
1000
280 1450 50 FP/CP
290 1750 60
1100
315 1450 50 FP/CP
340/335 1750 60
1300
400 1450 50 FP/CP
440 1750 60
Pembuatan Shaft Propeller
Pada Pembuatan Shaft Propeller menggunakan bahan material baja tahan karat (SS304), pembuatan shaft dilakukan dengan cara membubut material yang telah
diukur pajang dari propeller sampai ke gear dan mengukur diameter shaft pada propeller. Untuk shaft yang dibuat dengan ukuran diameter 115mm dan Panjang 910mm.
Gambar 6. Shaft Propeller
Proses Pembuatan Dudukan Electro Motor
Pembutaan dudukan electro motor dilakukan dengan cara mengetahui berat dari electro motor yang akan digunakan dan
posisi peletakannya. Material yang digunakan plat baja tahan karat yang dibentuk melingkar dengan dengan diameter 660mm, tinggi 380mm dan diberikan rongga dengan jarak 20mm.
Gamabr 7. Dudukan Electro motor Pengukuran beban untuk dudukan motor
dilakukan agar tidak terjadi kerusakan pada saat electro motor di pasang.
Tegangan tekan yang dapat di terima oleh dudukan elctro motor
𝜎𝑘 =𝐹
𝐴 A = 𝜋
4 x 𝐷2 = 3,14
4 x 6002
A = 0,79 x 360.000 = 284.400mm A = 284,4 m
F= berat Electro motor = 257 kg = 2.520,4 N
𝜎𝑘 =𝐹
𝐴 = 𝐹2.520,4
284,4 = 8,86 N/𝑚2 besar tegangan yang di terima
∆ϕ =𝑞𝑜 𝐼 I = (1 − 1
[1+ (𝑍𝑟)2]3/2
)
I = (1 − 1
[1+ (330380)2]3/2
) I = (1 − 1
[1+ (0,87)2]3/2) I = (1 − 1
[1+ 0.76]3/2) I = (1 − 1
[1,76]3/2) I = (1 − 1
2,33) I = (1 − 0,43) I = 0,57
∆ϕ =𝑞𝑜 𝐼
∆ϕ =8,86 x 0,57
∆ϕ = 5,05 N/𝑚2 Electro Motor
Pada prinsipnya, spesifikasi rancang bangun motor induksi untuk kecepatan konstan dan variabel masing-masing berbeda satu sama lain. Motor yang dirancang untuk suplai tegangan (V) dan frekuensi (f) konstan, pada beberapa titik
waktu, dipasok dari variabel V dan f untuk kecepatan variabel. Electro motor yang digunakan merk Alliace dengan type A-
Y3e-315L1-4B3, dengan spesifikasi teknis electro motor seperti table 1.
Gambar 8. Electro motor Tabel 2. Spesifikasi Electro motor Paremeter Nilai Satuan
Daya (P) 160 kW
Kecepatan 1480 Rpm
Tegangan 360/660 Volt
Arus 166 Ampere
Frekuensi 50 Hz
Putaran 220 Hp
Jumlah Fasa 3 Faktor daya 0,89 Dari spesifikasi electro motor bisa
diketahui nilai efisiensi daya motornya
ᶯ
= 𝑃𝑃𝑜𝑢𝑡𝑖𝑛X 100
Pin = √3 . v . I. cos φ
Pin = 1,73 x 660 x 166 x 0,89 = 168.690 watt = 168,69 kW
ᶯ
= 𝑃𝑃𝑜𝑢𝑡𝑖𝑛
X 100%
ᶯ
= 168,69160 X 100% = 94,84 %Proses Pemasangan Bow thruster
Pada proses pemasangan sebelum di pasang dikapal maka diadakan proses perakitan bow thruster mulai dari pemasangan propeller housing dan gear housing dengan propeller thunner, lalu di gabungkan dengan Propeller, kemudian bagian propeller thunner yang sdh di gabung dengan propeller housing diturunkan kebagian Haluan kapal untuk di pasang, lalu beirukutnya pemasangan bagian Gear box dan koupling, setelah itu pengabungan dengan electro motor.
Gambar 9. Pemasangan Bow thruster
Gambar 10. Proses Pemasangan Bow thruster
Pengecatan Bow Thruster
Setelah semua bagian bow thruster terpasang dan berfungsi, selanjutnya dilakukan proses pengecatan dengan cat anti fouling dan pemasangan zinc anode pada bow thruster. Hal ini di lakukan karena cat melapisi bagian bawah kapal untuk mencegah organisme atau tumbuhan
laut seperti alga dan moluska yang menempel pada lambung kapal yang dapat memperlambat laju kapal dan meningkatkan konsumsi bahan bakar, serta zinc anode berfungsi untuk melindungi lambung kapal dari proses korosi atau pengaratan.
Tabel 3. Detail Pengecatan[5].
Gambar 11. Proses pengecatan Bow thruster Pada pengecat anti fouling ada tiga tahap
yaitu tahap 1 pengecatan menggunakan cat international Intertuf 262 Red KHA 303/A, tahap 2 pengecatan dengan cat international Intergard 263 Light Grey FAJ 034/A, dan tahap terakhir menggunakan cat international Interspeed 6200 Red BQA624.
SIMPULAN DAN SARAN
Pada proses pembuatan bow thruster pada kapal terbagi dari beberapa tahap proses
mulai dari proses pemilihan jenis material yaitu menggunakan baja tahan karat (SS304), membutan propeller housing dan propeller thunner dengan ukuran diameter 1200mm, tinggi 1800mm dan tebal 20mm, lalu dilakukan pembutan propeller dengan ukuran diameter 1001mm. sedangkan untuk dudukan electro motor dibuat dengan memperhitungkan beban tekan yang diterima sekitar 8,86 N/𝑚2 dan besar tegangan beban sekitar 5,05 N/𝑚2, bow thruster menggunakan electro motor
dengan daya 160kW serta nilai efisiensi daya sebesar 94,84%. Pada tahap pengecatan dilakukan dengan 3 tahap pengecatan, dan pemberian zinc anode pada lambung kapal di sekitar bow thruster.
Pada penelitian berikutnya diharapkan agar penelitian ini dapat dikembangkan dengan dapat menghitung untuk kecepatan putar bow thruster, serta dapat mengetahui kecepatan manuver yang dihasilkan pada kapal setelah menggunakan bow thruster.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Harsanto. 1997. “Electro Motor”.
Politeknik Ilmu Pelayaran. Makassar.
[2] Cuk Supriyadi Ali Nandar, 2017.
“Rancang Bangun Motor Listrik Submersible pada Aplikasi Bow
Thruster Kapal”. JNTETI, Vol. 6, No. 4.
[3] Nouwen A. 2000.”Teknik mesin bow thruster” Jilid I.Makassar.
[4] Basuki Rahmad.
2015.”Perancangan Bwo thruster untuk Tunnel Panjang dan hasil simulaisi Manuver dalam bentuk Peta Seakeeping” ME14 1501.
Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.
[5] Lee Yen Khiew. 2020. “Dry Dock Coating Report KMP.Munic XI”.
DKB Cirebon. Cirebon. Indonesia.
[6] Dimas Ricky Setiawan. 2019.
Analisa Pengoperasian Bow Thruster Pada Saat Manuover di MV.Nusantara Sejati. Politeknik Ilmu Pelayaran, Semarang.