• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN COVID-19 DENGAN PARIWISATA DI KOTA BANDA ACEH (SWOT Analysis)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "HUBUNGAN COVID-19 DENGAN PARIWISATA DI KOTA BANDA ACEH (SWOT Analysis)"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN COVID-19 DENGAN PARIWISATA DI KOTA BANDA ACEH (SWOT Analysis)

Febyolla Presilawati

(Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh)

ABSTRAK

Covid-19 diketahui merupakan salah satu jenis virus yang sangat mematikan hal ini berdampak terhadap kesehatan masyarakat, perekonomian, sosial, dan juga pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Hubungan Covid-19 dengan Pariwisata di Banda Aceh. Berdasarkan analisis SWOT, upaya pencegahan penyebaran virus Corona lebih terkendali di tangani oleh Pemerintah dengan adanya penutupan tempat pariwisata atau tempat keramaian lainnya. Dengan di tutupnya tempat wisata dan tempat keramaian, masyarakat dituntut untuk tetap dirumah saja. Penutupan tempat pariwisata atau tempat-tempat ramai adalah hal yang sangat bisa dipahami karena Negara kita sedang dilanda wabah. Akan tetapi, jika ini berlangsung lama, akan merugikan pedagang/pengusaha-pengusaha yang berada disekitaran tempat pariwisata.

Kata Kunci : Covid-19, SWOT Analisis.

PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

Virus Corona adalah sekumpulan

virus dari subfamili

Orthocoronavirinae dalam keluarga Coronaviridae dan ordo Nidovirales.

Diketahui manusia yang terinfeksi Covid-19 menyebabkan infeksi pernapasan mulai dari flu biasa

hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrme (SARS) (WHO, 2019). Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona. Namun, beberapa orang yang terinfeksi tetapi

(2)

tidak menunjukkan gejala apapun dan tak merasa tidak tidak enak badan.

Pandemi virus corona 2019-2020 atau dikenal sebagai pandemi COVID-19 adalah peristiwa menyebarnya penyakit corona virus 2019 (coronavirus disease 2019, disingkat COVID-19) di seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh corona virus jenis baru yang diberi nama SARS-CoV-2. Wabah COVID- 19 pertama kali dideteksi di kota Wuhan, provinsi Hubei, Tiongkok pada bulan Desember 2019, dan ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020. Hingga 22 Maret, lebih dari 308.000 kasus COVID-19 telah dilaporkan di lebih dari 180 negara dan teritori, mengakibatkan lebih dari 13.000 kematian dan 95.000 kesembuhan.

Dampak dari virus corona yang muncul sejak akhir tahun 2019 lalu tidak hanya pada kesehatan saja.

Perekonomian berbagai negara pun turut terkena imbasnya industri pariwisata adalah salah satunya. Hal ini menyebabkan orang semakin takut untuk bepergian. Penerbangan jadi sepi dan negara diisolasi sangat berdampak pada perekonomian dan khususnya pada pariwisata.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan Banda Aceh disaat maraknya wabah mematikan ini, untuk melihat upaya pemerintah dalam pencegahan virus Corona terhadap pariwisata di Banda Aceh, untuk melihat dampak dari banyaknya penutupan tempat wisata yang ada di Banda Aceh.

PEMBAHASAN

Virus corona ditemukan pada tahun 1960-an. Virus yang paling awal ditemukan adalah virus bronchitis infeksius pada ayam dan dua virus dari rongga hidung manusia dengan flu biasa yang

kemudia di beri nama human coronavirus 229E dan human coronavirus OC43. Sejak saat itu, anggota corona virus yang lain diidentifikasi, termasuk SARS-CoV pada 2003, HCoV NL63 pada 2004,

(3)

HKUI pada 2005, MERS-CoV (sebelumnya dikenal sebagai 2012- nCoV) pada 2012, SARS-CoV-2 (sebelumnya dikenal sebagai 2019- nCoV) pada 2019; sebagian besar dari virus-virus ini terkait dengan infeksi saluran pernapasan yang serius.

Menurut WHO, virus Corona menyebar ke orang melalui tetesan kecil dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang batuk atau menghembuskan nafas. Tetesan ini kemudian jatuh ke benda yang disentuh oleh orang lain. Orang tersebut kemudia menyentuh mata, hidung, atau mulut. Untuk menentukan apakah pasien terinfeksi virus Corona, dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien bepergian atau tinggal di daerah yang memiliki kasus infeksi virus Corona sebelum gejala muncul, guna memastikan diagnosis COVID-19, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan berikut:

- Uji sampel darah,

- Tes usap tenggorokkan untuk meneliti sampel dahak (tes PCR),

- Rontgen dada untuk mendeteksi infiltrate atau cairan di paru-paru.

1. Pengobatan Virus COVID-19

Infeksi virus Corona atau COVID-19 belum bisa diobati, tetapi ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dokter untuk meredakan gejalanya dan mencegah penyebaran virus, yaitu:

- Merujuk penderita COVID- 19 untuk menjalani perawatan dan karantina di rumah sakit yang ditunjuk, - Memberikan obat pereda

demam dan nyeri yang aman dan sesuai dengan kondisi penderita,

- Menganjurkan penderita COVID-19 untuk istirahat yang cukup,

- Menganjurkan penderita COVID-19 untuk banyak minum air putih guna menjaga kadar cairan pada tubuh.

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan beberapa komplikasi serius, yaitu :

- Pneumonia,

(4)

- Infeksi sekunder pada organ lain,

- Gagal ginjal,

- Acute cardiac injury,

- Acute respiratory distress syndrome,

- Kematian.

Sampai saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus Corona (COVID-19).

Oleh sebab itu, cara pencegahan yang terbaik adalah dengan menghindari faktor-faktor yang bisa menyebabkan kita dari terinfeksinya virus ini, yaitu dengan :

- Hindari bepergian ke tempat- tempat umum yang ramai pengunjung (Social Distancing),

- Gunakan masker saat beraktivitas di tempat umum atau di keramaian.

- Rutin mencuci tangan dengan air dan sabun atau dengan hand sanitizer yang mengandung alcohol minimal 60% setelah beraktivitas diluar rumah atau di tempat umum,

- Hindari kontak langsung dengan hewan, terutama hewan liar,

- Jangan menyentuh mata, hidung dan mulut sebelum mencuci tangan,

- Masak daging sampai benar- benar matang sebelum di konsumsi.

- Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah,

- Hindari berdekatan dengan orang yang sedang sakit demam, batuk atau pilek, - Jaga kebersihan benda yang

sering disentuh dan jaga

pula kebersihan

lingkungan.

Untuk orang yang diduga terkena COVID-19 atau termasuk kategori ODP (orang dalam pemantauan), ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar virus Corona tidak menular ke orang lain, yaitu :

- Jangan keluar rumah, kecuali untuk mendapatkan pengobatan,

(5)

- Periksakan diri ke dokter hanya bila anda mengalami gejala gangguan pernapasan yang disertai demam atau memenuhi kriteria ODP

(Pasien dalam

pengawasan),

- Usahakan untuk tinggal terpisah dari orang lain sementara waktu. Bila tidak memungkinkan, gunakan kamar tidur dan kamar mandi yang berbeda dengan yang digunakan orang lain, - Larang dan cegah orang lain

untuk mengunjungi atau menjenguk sampai kondisi dinyatakan benar-benar sembuh,

- Sebisa mungin jangan melakukan pertemuan dengan orang yang sedang sakit,

- Hindari berbagi penggunaan alat makan dan minum, alat mandi, serta perlengkapan tidur dengan orang lain, - Pakai masker dan sarung

tangan bila sedang berada di tempat umum atau sedang bersama orang lain,

- Gunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung bila batuk atau bersin, lalu segera buang tisu ke tempat sampah.

2. Corona Virus pada Manusia Koronavirus diyakini menyebabkan 15-30% dari semua pilek pada orang dewasa dan anak- anak. Koronavirus menyebabkan pilek dengan gejala utama seperti demam dan sakit tenggorokkan akibat pembengkakan adenoid, terutama pada musim dingin dan awal musim semi. Koronavirus dapat menyebabkan pneumonia, baik pneumonia virus langsung atau pneumonia bacterial sekunder dan dapat menyebabkan bronchitis, baik bronchitis virus langsung atau bronchitis bacterial sekunder.

Koronavirus manusia yang ditemukan pada tahun 2003, SARS- CoV, yang menyebabkan sindrom pernafasan akut berat (SARS), memiliki patogenesis yang unik karena menyebabkan infeksi saluran pernapasan bagian atas dan bawah.

Belum ada vaksin atau obat antivirus

(6)

untuk mencegah atau mengobati infeksi koronavirus manusia.

Tujuh galur koronavirus manusia yang saat ini diketahui:

1. Human coronavirus 229E (HCoV-229E),

2. Human coronavirus OC43 (HCoV-OC43),

3. Coronavirus sindrom

pernapasan akut

berat (SARS-CoV),

4. Human coronavirus NL63 (HCoV-NL63, New Haven coronavirus),

5. Human coronavirus HKU1, 6. Koronavirus terkait sindrom

pernafasan Timur

Tengah (MERS-CoV), yang sebelumnya dikenal sebagai novel coronavirus 2012 dan HCoV-EMC,

7. Koronavirus sindrom pernapasan akut berat 2 (SARS-CoV-2), sebelumnya dikenal sebagai 2019- nCoV atau "novel coronavirus 2019”.

Coronavirus HCoV-229E, - NL63, -OC43, dan -HKU1 terus beredar dalam populasi manusia dan menyebabkan infeksi pernapasan pada orang dewasa dan anak-anak di seluruh dunia. Beberapa wabah coronavirus dengan mortalitas yang relatif tinggi adalah sebagai berikut:

Wabah Jenis virus Kematian

Wabah SARS 2003 SARS-CoV 774

Wabah MERS 2012 MERS-CoV Lebih dari 400

Wabah MERS 2015 di Korea Selatan MERS-CoV 36

Wabah MERS 2018 MERS-CoV 41[22]

Pandemi koronavirus 2019–2020 SARS-CoV-2 Paling tidak 19.700++

A. Respon Pemerintah

Sebagai antisipasi atas merebaknya koronavirus yang bisa

menjalar ke Indonesia, Pemerintah Indonesia melakukan berbagai cara untuk mencegah virus tersebut ke

(7)

Indonesia. Salah satunya adalah dengan membentuk 132 rumah sakit rujukan yang langsung berada di bawah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) (sebelumnya hanya 100 rumah sakit). Beberapa rumah sakit di berbagai daerah juga menjadi rujukan, seperti RSPI Sulianti Saroso, RSUD Tarakan, dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto.

Kegiatan lockdown menjadi kebijakan Gubernur DKI Jakarta berdasarkan nomor 5 tahun 2020 tentang Peniadaan Sementara Kegiatan Peribadatan dan Keagamaan Di Rumah Ibadah Dalam Rangka Mencegah Penyebaran Wabah corona virus disease (COVID-19). Dalam seruan ini pemerintah menyampaikan peniadaan kegiatan peribadahan dan kegiatan keagamaan lainnya yang mengumpulkan orang banyak yang dilaksanakan di Masjid, Gereja, Pura, Wihara, Klenteng dan tempat ibadah lainnya termasuk diantaranya ibadah shalat jumat, kebaktian, ibadah dan misa minggu, majelis taklim, perayaan hari besar dan lain-lainnya.

Selanjutnya disiapkan dan disebarkan panduan bagi penyelenggara ibadah untuk melaksanakan ibadah di rumah sebagai pengganti kegiatan yang ditiadakan. Seruan ini berlaku selama 14 hari sejak ditetapkan dan bisa diperpanjang bila diperlukan. Selain itu diberikan kesadaran untuk peningkatan kewaspadaan dan disiplin guna mencegah resiko COVID-19 dengan menjaga jarak aman dalam berinteraksi. Seruan ini juga didasarkan pada fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 14 tahun 2020 tentang penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi terjadi wabah COVID-19.

Kebijakan merupakan praktik sosial dan sesuatu yang dihasilkan pemerintah yang dirumuskan berdasarkan dari segala kejadian yang terjadi di masyarakat. Kejadian tersebut ini tumbuh dalam praktik kehidupan kemasyarakatan, dan bukan merupakan peristiwa yang berdiri sendiri, terisolasi, dan asing bagi masyarakat (Thoha, 2012).

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengumumkan penghentian sementara kebijakan bebas visa bagi

(8)

warga Tiongkok, menghentikan sementara penerbitan visa-on- arrival untuk Daratan Tiongkok, dan melarang pengunjung yang berada di Tiongkok selama 14 hari untuk memasuki atau transit di Indonesia.

Selain itu, penerbangan dari dan ke Daratan Tiongkok ditunda per 5 Februari.

B. Penyebaran

Angka reproduksi dasar untuk penularan virus dari manusia ke manusia diperkirakan antara 2 dan 4.

Jumlah tersebut menggambarkan berapa banyak makhluk hidup yang baru terinfeksi yang kemungkinan menularkan virus dalam populasi manusia. Virus korona baru telah dilaporkan mampu mengirimkan rantai hingga empat orang sejauh ini.

Pada 22 Januari 2020, para ilmuwan dari Universitas Peking, Universitas Kedokteran Tradisional Tiongkok Guangxi, Universitas Ningbo dan Sekolah Tinggi Teknik Biologi Wuhan menerbitkan sebuah artikel setelah melihat “manusia, kelelawar, ayam, landak, trenggiling dan dua spesies ular”, yang menyimpulkan bahwa "2019-nCoV tampaknya merupakan virus

rekombinan antara koronavirus kelelawar dan koronavirus yang asalnya tidak diketahui"... dan ..."

ular adalah reservoir hewan satwa liar yang paling mungkin untuk virus 2019-nCoV" yang kemudian menyebar ke manusia. Beberapa ilmuwan lain berpendapat bahwa 2019-nCoV dikembangkan sebagai hasil dari "virus gabungan antara kelelawar dan ular.

Artikel pracetak yang dipublikasikan pada tanggal 23 Januari 2020 di jurnal bioRxiv yang ditulis oleh peneliti dari Institut Virologi Wuhan, Rumah Sakit Jinyintan Wuhan, Universitas Akademi Sains Tiongkok dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyatakan bahwa virus korona ini kemungkinan berasal dari kelelawar, karena analisis mereka menunjukkan bahwa 2019-nCoV 96% identik di tingkat genom secara keseluruhan dengan koronavirus kelelawar. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa virus 2019- nCoV masuk ke tubuh manusia melalui Reseptor ACE 2, sama seperti virus SARS.

(9)

C. Dampak COVID-19 Pada Pariwisata Di Banda Aceh Melemahnnya industri pariwisata akibat virus Corona juga terjadi di Indonesia. Beberapa destinasi wisata seperti Aceh, Bali, Yogyakarta, dan Lombok mengalami penurunan pengunjung yang cukup drastis. Aceh adalah salah satu destinasi yang terkena dampaknya. Wisatawan lokal ataupun mancanegara adalah sumber pemasukan bagi kota yang terkenal dengan julukan Serambi Mekkah ini.

Aceh terkenal memiliki keindahan alam yang dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung, salah satunya dimana Aceh memiliki pantai-pantai yang sangat indah. Aceh juga terkenal dengan wisata religi dimana Aceh memiliki Masjid kebanggaan yakni Masjid Raya Baiturrahman. Beragam budaya dan ras terdapat juga di Aceh, saling menghargai walaupun berbeda , wisata keagamaan yang sangat kental menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia. warga sekitar sangat mengandalkan pantai sebagai sumber mata pencaharian. Tidak

sedikit cafetaria atau restoran yang terdapat dijalan menuju pantai ataupun yang berada dipinggir pantai.

Disaat wabah seperti sekarang ini, virus Corona menyita perhatian dunia yang membuat seluruh Negara terancam lockdown. Dampak dari virus corona tidak dapat dihindari baik dari segi ekonomi, sosial, pendidikan maupun pariwisata. Di Banda Aceh sendiri sudah terdapat imbauan dari pemerintah untuk berupaya dan lebih berhati-hati akan menyebarnya virus ini. Walikota Banda Aceh menegaskan untuk para masyarakat agar tetap dirumah dan menghindari tempat keramaian untuk beberapa waktu guna mencegah tersebar luasnya virus corona yang mematikan ini. Upaya untuk mencegah penyebaran virus

termasuk pembatasan

perjalanan, karantina,

pemberlakuan jam malam, penundaan dan pembatalan acara, serta penutupan fasilitas.

Penutupan pusat keramaian menjadi salah satu langkah pencegahan yang efektif memutus penyebaran virus itu. Warga pun

(10)

diimbau menahan diri agar tak keluar rumah terlebih dulu. Sebagai bagian upaya meminimalisir penyebaran wabah virus Corona atau Convid 19, Banda Aceh, untuk sementara waktu Pemko Banda Aceh melalui Dinas Pariwisata juga akan menutup sejumlah tempat aktivitas keramaian, tempat hiburan, dan objek/destinasi wisata.

Industri pariwisata adalah industri yang melibatkan manusia sebagai komoditas utamanya. Maka dari itu, maskapai penerbangan, hotel, restoran, dan agen perjalanan yang mengandalkan pemasukan mereka dari turis mengalami krisis akibat penyebaran virus corona.

Asosiasi Industri Penerbangan Internasional (IATA) bahkan sudah mengumumkan bahwa kerugian industri penerbangan akibat virus corona bisa menginjak angka U$113 miliar.

Jika terus dibiarkan, negara bisa mengalami kerugian akibat industri pariwisata yang terus anjlok.

Pariwisata internasional yang terus bertumbuh adalah salah satu industri yang paling signifikan menaikkan kondisi ekonomi dunia sejak tahun

1950-an. Jumlah wisatawan yang melakukan perjalanan internasional yaitu 1 milyar jiwa pada tahun 2010 dan 1,4 milyar pada tahun 2018.

Menurut WHO, angka ini diperkirakan akan terus bertambah.

Akan tetapi, semenjak virus corona menyentuh skala global, angka ini menurun.

Melihat keadaan ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama berupaya menggerakan wisata domestik dalam rangka menutup kerugian yang ditimbulkan oleh wisatawan mancanegara.

Pemerintah Indonesia sudah menyiapkan insentif berupa diskon tiket pesawat mulai dari 30 sampai 40 persen untuk 10 tempat wisata di dalam negeri.

Dari mulai Maret hingga Mei 2020, diskon tersebut berlaku untuk Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pinang, dan Tanjung Pandan. Di samping pemerintah, maskapai juga bisa memberlakukan potongan harga untuk mayoritas destinasi wisata domestik. Meskipun begitu, pemerintah negara yang terkena

(11)

dampak dari virus corona harus berupaya untuk memulihkan industri pariwisata setelah wabah ini berangsur menurun. Dengan

demikian, wisatawan bisa bepergian lagi dan kondisi ekonomi bisa kembali stabil.

PENUTUP

Kesimpulan

Hal yang dapat diambil intisari dalam tulisan ini adalah bagaimana pentingnya menjaga kesehatan dan bersikap tenang dalam kondisi apapun. Kepanikan hanya akan menimbulkan ketakutan dalam pemikiran, sedangkan hal tersebut belum tentu terjadi. Kepanikan bukan hanya berdampak kepada diri sendiri, tetapi juga kepanikan terhadap orang lain. Salah satu upaya

yang bisa dilakukan untuk menghindari kepanikan adalah dengan cukup patuh dengan kebijakan yang sudah disampaikan oleh pemerintah berdasarkan Seruan Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2020 tentang Peniadaan Sementara Kegiatan Peribadatan dan Keagamaan Di Rumah Ibadah Dalam

Rangka Mencegah Penyebaran Wabah corona virus disease (COVID-19).

Hasil penelitian Yunus & Rezki (2020) menyatakan bahwa kegiatan lockdown dalam suatu wilayah yang terdampak wabah virus corona perlu dilakukan sebagai upaya meminimalisir penyebaran wabah virus tersebut. Walau pun tentunya menimbulkan dampak negatif yang beresiko pada tatanan perekonomian negara. Dalam pelaksanaan lockdown ini perlu adanya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat guna mewujudkan kesejahteraan sosial dan kesehatan masyarakat tanpa membatasi agama, kalangan, dan profesi.

Upaya pencegahan penyebaran virus Corona lebih terkendali di tangani oleh Pemerintah dengan adanya penutupan tempat pariwisata atau tempat keramaian lainnya.

Banyak masyarakat yang belum memahami bahaya virus ini, hal ini

(12)

dapat dilihat dari banyaknya masyarakat yang berkeliaran diluar rumah tanpa memakai masker dan mengunjungi tempat-tempat keramaian. Dengan di tutupnya tempat wisata dan tempat keramaian, masyarakat dituntut untuk tetap dirumah saja. Sekarang juga di sosial media seperti instagram, twitter penuh dengan hastag (#dirumahaja).

Dengan dirumah menjadi tempat yang paling aman, dan menciptakan waktu yang berkualitas bersama keluarga, kita juga bisa beraktifitas

positif seperti membersihkan rumah dan sekitar rumah, menjaga kesehatan dengan berolahraga (workout) dirumah agar daya tahan tubuh tetap terjaga. Menurut saya dengan adanya penutupan tempat pariwisata atau penutupan tempat- tempat ramai adalah hal yang sangat bisa dipahami karena Negara kita sedang dilanda wabah. Akan tetapi, jika ini berlangsung lama, akan merugikan pedagang/pengusaha- pengusaha yang berada disekitaran

tempat pariwisata.

DAFTAR PUSTAKA

Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020.

Website : www.alodokter.com,

https://www.alodokter.com/virus- corona [Diakses, 20 Maret, 2020].

www.bobox.co.id,https://www.bobo box.co.id/blog/dampak-virus-corona- pada-pariwisata/ [Diakses, 6 Mei 2020].

www.indonesiabaik.id,link : http://indonesiabaik.id/infografis/pari wisata-indonesia-di-\tengah-virus- corona [Diakses, 6 Mei 2020].

www.money.kompas.com,

https://money.kompas.com/read2020 /02/20/140500926/dampak-virus- corona-pembiayaan-ke-sektor- pariwisata-bisa-terganggu?page=all [Diakses, 7 Mei 2020].

(13)

www.suara.com,

https://www.suara.com/lifestyle/202 0/04/30/113500/bangkitkan- sektor- pariwisata-di-tengah-pandemi-

bagaimana-caranya [Diakses, 6 Mei 2020).

www.travel.tribunnews.com,

https://travel.tribunnews.com/2020/0 4/17/ada-pandemicovid-19-banda- aceh-batalkan-semua-agenda-wisata- di-tahun-2020 [Diakses,18 April 2020]

www.voaindonesia.com,

https://www.voaindonesia.com/a/kiat -pariwisata-bertahan-di-tengah- pandemi/5412782.html [Diakses, 20 Maret 2020].

www.who.int,https://www.who.int/in donesia/news/novel-coronavirus/qa- for-public [Diakses, 20 Maret 2020].

Seruan Gubernur DKI Jakarta berdasarkan Nomor 5 Tahun 2020 tentang Peniadaan Sementara Kegiatan Peribadatan dan Keagamaan Di Rumah Ibadah Dalam Rangka Mencegah Penyebaran Wabah Corona Virus Disease (COVID-19).

Ibadah Dalam Rangka Mencegah Penyebaran Wabah corona virus disease (COVID-19).

www.covid19.go.id,

https://covid19.go.id/peta-sebaran [Diakses, 26 Mei 2020].

www.dinkes.acehprov.go.id,

https://dinkes.acehprov.go.id/search/

banda+aceh [Diakses, 27 Juni 2020].

Thoha, M. (2012). Dimensi-dimensi Prima Ilmu Administrasi Negara. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Yunus, N. R., & Rezki, A. (2020).

Kebijakan Pemberlakuan Lock Down Sebagai Antisipasi Penyebaran Corona Virus Covid- 19. Salam: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i, 7(3), 227-238.

Referensi

Dokumen terkait

2015.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Transformasi Tari Saman kajian dalam konteks pariwisata di Kota Banda Aceh yang mengalami berbagai perubahan

Di Banda Aceh. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat produk yang paling diminati nasabah bank syariah di Banda Aceh dan faktor-faktor yang

Bank Aceh Syariah Cabang Banda Aceh penulis telah melihat proses mekanisme pemberian bank garansi seperti membantu karyawan menerima permohonan berkas untuk

Virus corona atau yang dikenal juga dengan covid-19 mulai muncul di Wuhan pada bulan November 2019. Virus tersebut tergolong sebagai virus yang mematikan, melihat bagaimana

Pemilihan strategi analisis SWOT yang dap- at dikembangan objek wisata Kota Banda Aceh yaitu dengan mempertahankan dan meningkat- kan kualitas objek wisata kemudian melakukan

Sehingga dibutuhkan pemahaman yang intensif mengenai virus corona sehingga dilakukan penyuluhan untuk memberikan edukasi kepada mereka tentang pencegahan COVID-19 agar mereka juga bisa

Binapora Kota Banda Aceh memiliki manajemen pengelolaan yang dibawahi oleh Dispora Kota Banda Aceh, Binapora memberikan wadah atlet untuk berlatih demi meningkatkan kualitas dan

Kebutuhan Oksigen oleh Penduduk Kota Banda Aceh Rumus bunga berganda, dapat digunakan untuk memprediksi jumlah penduduk Kota Banda Aceh pada tahun yang akan datang yaitu sesuai