• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspirasi, Jurnal S1 Ilmu Politik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Aspirasi, Jurnal S1 Ilmu Politik"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

Strategi Politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dalam Memenangkan Pemilihan Umum Legislatif DPRD 2019 di Kota Pontianak

Oleh : NURBAINI E1052151054

Dr. Nurfitri Nugrahaningsih, S.IP, M, Si. Drs Sy.Usmulyadi, M.Si

*Email : [email protected]

1. Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Pontianak

2. Dosen Program Studi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik Universitas Tanjungpura Pontianak

ABSTRAK

Pemilu Legislatif pasca Reformasi selalu di ikuti oleh partai politik. Partai Demokrasi Indonesaia Perjuangan (PDIP) mengikuti Pemilu Legislatif DPRD 2019 dan menjadi pemenang dan mendapatkan suara terbanyak dan menduduki 6 kursi di DPRD Kota Pontianak pada Pemilu Legislatif 2019 Di kota Pontianak.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam memenangkan Pemilu, di tinjau dari teori Strategi Segmentating, Strategi Targeting, Strategi Positioning. Penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif dengan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa Dokumentasi dan wawancara kepada Responden. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Strategi politik yang di gunakan partai Demokrasi Indonesia Perjuangan( PDIP) bisa di tinjau dengan teori menurut Strategi Politik terdiri dari tahapan segmentating, Targeting, dan positioning.

Firmanzah dalam (2008:200) Strategi Segmentating Strategi Targeting, Strategi Positioning, penyampaian Politik kepada masyarakat dan pendekatan dengan masyarakat. Segmentating, menanamkan SDM yang baik pada diri partai, saling menjaga solidaritas sesama tim kampanye, selalau komunikasi dengan masyarakat, pendekatan dengan masyarakat, menyalurkan aspirasi masyarakat.

Targeting, Mendapatkan suara sebanyak-banyak nya, Organisasi di dalam masyarakat, Tokoh masyarakat. Positioning, pendekatan dengan masyarakat dengan mengerti dan membantu kebutuhan masyarakat, mengerti berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat, menyalurkan aspirasi masyarakat ke pada pemerintah, terkait pesan-pesan kampanye yang di komunikasikan kepada masyarakat adalah yang berkaitan dengan permasalahan program di masyarakat, jadi hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat, sehingga mereka mengerti dan memahami kemudian tinggal masyarakat menentukan sikap terahadap pesan politik yang di sampaikan.

Kata Kunci: Strategi, Politik, Pemilu, Segmentating, Targeting, dan Positioning.

(2)

NURBAINI, NIM E1052151054

Program Studi Ilmu Politik FISIP UNTAN

2 Political Strategy of the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDIP) in

Winning the 2019 DPRD Legislative Elections in Pontianak City ABSTRACT

Post-Reform Legislative elections are always followed by political parties.

Indonesian Democratic Party of Struggle (PDIP) received the 2019 DPRD Legislative Election and won and won the most votes and won 6 seats in the Pontianak City DPRD in the 2019 Legislative Election in Pontianak City. Struggle (PDIP) in winning the election, in terms of the theory of Strategy Segmentation, Strategy Targeting, Strategic Position Determination. This study uses descriptive research with qualitative methods with data collection techniques such as documentation and interviews for respondents. The results of this study indicate that the Political Strategy that uses the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDIP) can be reviewed with a theory that is in line with the Political Strategy which consists of the stages of segmentation, targeting, and positioning.

Firmanzah in (2008: 200) Segmentating Strategy Targeting Strategy, Positioning Strategy, Political delivery to the community and visiting with the community.

Segmentation, instill good human resources in yourself, support each other's solidarity with the campaign team, always communicate with the community, search with the community, channel people's aspirations. Targeting, Get as many votes as possible, Organizations in the community, Community leaders.

Positioning, helping with the community by understanding and helping the community's needs, understanding various questions carried out in the community, channeling people's aspirations to the government, related to the campaign messages communicated to the community are those related to aid programs in the community, so things that are relating to the community, so that they understand and solve then only need to determine the community against the political message delivered.

Keywords: Strategy, Politics, Election, Segmentation, Targeting, and Positioning.

(3)

A.PENDAHULUAN

Dengan diadakan nya sistem Demokrasi di indonesia, rakyat bisa menentukan pilihanya masing- masing dan bisa menyalurkan aspirasi mereka melalui pemilihan Umum (Pemilu). Pemilihan Umum merupakan Persyaratan minimum Negara Demokrasi, suatu sistem Demokrasi dapat di katakan sudah berjalan ketika terpenuhi beberapa karakteristik seperti Pemilihan umum yang fair dan periodik,pertanggung jawaban negara di depan rakyat, dan adanya jaminan kebebasan berekspresi dan berorganisasi Beetham, 1994:72 (dalam Rina,2017:1).

Pemilihan umum di singkat (Pemilu) adalah adalah memilih seseorang untuk mengisi jabatan politik tertentu. Jabatan tersebut beraneka ragam, mulai di jabatan presiden/eksekutif, wakil rakyat/Legislatif di berbagai tingkatan sampai kepala desa.

Strategi berawal dari suatu perencanaan yang tidak dapat terjadidengan sendirinya. Hampir semua elemen partai politik perlu dilibatkan dalam penyusunan

perencanaan strategi partai politik yang bersangkutan. Hal ini dapat dilakukan dengan identifikasi misi dan visi partai.

PARTAI DEMOKRASI

INDONESIA PERJUANGAN

(PDIP) sebagai partai yang mendapatkan suara tetinggi pada pemilu legislatif 2019 tidak dalam sekala Nasional maupun di tingkat lokal dengan perolehan suara terbanyak pada Pemilu legislatif DPRD 2019 di kota pontianak.

Penulis juga menampilkan data perolehan suara pada pemilu 2014 dan 2019 sebagai pembanding pendapatan suara yang di peroleh Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP). perolehan suara pada pemilihan umum sebelumnya tahun 2014 Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) mendapatkan suara sebanyak 592.2376 (23,47%) dengan jumlah pemilih tetap sebanyak 3.531.732 . Partai Nasdem 173.085 suara (6,86 ) PKB 120.311 suara (4,47%), PKS 112.542 suara (4,46%), Golkar 300.027 suara (11,89%), Gerindra 226.660 (8,98%), Demokrat 297,558 suara (11,79), PAN 216,920 (8,60%) PPP 156,715 (6,21%), Hanura

(4)

NURBAINI, NIM E1052151054

Program Studi Ilmu Politik FISIP UNTAN

4 156,487 (6,20%), PBB 40,480

(1,60%), PKPI 130,233 (5,16%) Mengalami peningkatan pada pemilu legislatif 2019 dengan perolehan

suara PDIP sebanyak

643.471(23,19% ) suara, dengan jumlah pemilih tetap sebanyak 3,544,582. Partai PKB 179,803 suara (6,48%), Gerindra 263,565 suara (10,36%) Golkar 303,423 suara (10,93%), Nasdem 235,596 suara (8,49%), Garuda 12,374 suara (0,4%), Berkarya 4,325 suara (0,1%), PKS 155,626 suara (5,61%) PPP 123,553 suara (4,45%) PSI 108,559 suara (3,91%), PAN 151,518 suara (5,46%), Hanura 140,570 suara (5,1%), Demokrat 270,646 suara (9,74%) PBB 12,293 suara (0,4%), PKPI 66,049 suara (2,38%).

meskipun jika di lihat dari presentase lebih tinggi 2014 itu karna pemilu legislatif 2019 jumlah partai yang mengikuti Pemilu lebih banyak di bandingkan dengan Pemilu legislatif 2014.

Termasuk di kota Pontianak Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) juga memenangkan suara terbanyak dari partai-partai lainya yang

bersaing pada pemilu. Pada Pemilu Legislatif DPRD di Kota Pontianak tahun 2014 PDIP mendapatkan suara sebanyak 34.872 (11,6%) dan pada pemilu legislatif DPRD 2019 kota Pontianak PDIP mendapatkan suara 46.299 (13,56%) suara Lebih tinggi dari 2014. Dengan di Ikuti 16 partai yang bersaing, mengikuti pemilu Legislatif DPRD 2019 di kota Pontianak di antaranya. Adalah Partai, PKB, GERINDRA ,GOLKAR, NASDEM, GARUDA, PKS, BERKARYA, PERINDRO, PPP, PSI, PAN, HANURA, DEMOKRAT, PBB, PKPI diantara 16 partai yang mengukuti Pemilu Legilatif DPRD 2019 di Kota Pontianak PDIP mendapatkan suara tertinggi di bandingkan dengan partai lainya, dengan perolehan suara, PDIP, 46.299 (13,56 %), suara sedangkan. PKB 26.952, suara Gerindra 40.595, suara Golkar 23.729 suara, Nasdem 32,165 suara.

Garuda 2.094 suara, PKS 33,833 suara, Berkarya 3,526 suara, Prindro 8.030 suara, PPP 23, 378 suara.

Kemenangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

(5)

tentunya mempunyai strategi yang di lakukan untuk memenangkan pemilihan, Tabel di atas menujukan bahwa Partai Demokrasi Indonesia perjuangan (PDIP) mampu merebut hati masyarkat kota pontianak dengan perolehan suara 46.299,(13,56%) dan menduduki kursi sebanyak 6 kursi di DPRD kota pontianak periode 2019 -2024.

Strategi yang di lakukan oleh partai Demokrasi indonesia perjuangan (PDIP) dalam upaya memenangkan pemilu legislatif DPRD 2019 di Kota Pontianak lakukan baik secara kelembagaan, yaitu strategi Partai dalam memenangkan pemilu maupun startegi yang di lakukan secara personal oleh para calon legislatif, merupakan bagian yang sangat penting dalam memenangkan pemilu. Terkait dengan hal ini maka peneliti ingin mengetahui lebih jauh strategi yang di lakukanpartai Demokrasi Indonesia perjuangan (PDIP).

B.TINJAUAN PUSTAKA 1.Konsep Strategi

Kata strategi berasal dari bahasa yunani “ stratos” yang artinya dan kata “agein” yang berarti memimpin,

dengan demikian strategi di maksudkan memimpin tentara, pada tingkat atas, jadi strategi adalah konsep militer yang bisa di artikan sebagai seni perang para jendral, ( the art ofgeneral), atau suatu rancangan yang terbaik untuk memenangkan peperangan dalam strategi ada prisip yang harus di camkan yaitu, tidak ada suatu yang berarti sesuatu segalanya kecuali mengetahui apa yang di kerjakan oleh musuh, sebelum mereka mengerjakan (dalam Cangara, 2016:252).

Strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yag berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, di sertai penyusunan suatu cara atau bagaimana upaya agar tujuan tersebut dapat di capai, strategi juga dapat di artikan tindakan yang bersifat Incremental ( senantiasa meningkat ) dan terus menerus serta di lakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang di harapkan oleh rakyat di masa depan. Strategi berarti pendekatan dalam mengelola kegiatan, dengan mengintegrasikan komponen urutan kegiatan,

(6)

NURBAINI, NIM E1052151054

Program Studi Ilmu Politik FISIP UNTAN

6 bagaimana mengorganisasikan

kegiatan, peralatan bahan serta waktu yang di gunakan dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah di tentukan secara efektif dan efisien. Dengan demikian, strategi hampir selalu di mulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan di mulai dari apa yang terjadi.

2.Strategi Politik.

Menurut Jact Trout dalam Sidarta (2008:10) mendefinisikan strategi sebagai beberapa cara untuk membuat kita menjadi tampak unik dibandingkan yang lain atau pesaing, serta memanfaatkan keunikan itu agar diingat pelanggan dan calon- calon pelanggan, lalu (mereka) memiliki kerelaan untuk menggunakan produk (barang atau jasa) yang kita produksi. Petuah tersebut dikenal dalam kompetisi bisnis. Namun demikian tidak tak salah bila merujuknya ke persaingan politik. Apalagi menyadari bahwa kompetisi dalam dunia bisnis tak ubahnya “irisan” atau sebagian dari strategi dalam dunia politik.

Menurut Noviantika dalam (2006:43). Strategi dalam pengertian

sempit maupun luas terdiri dari tiga unsur, yaitu tujuan (ends), sarana (means), dan cara (ways). Dengan demikian strategi adalah cara yang digunakan dengan menggunakan sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Menurut Norsal dalam (2004:23).

Pada dasarnya strategi politik adalah strategi kampanye politik untuk membentuk serangkaian makna politis yang terbentuk dalam pikiran para pemilih menjadi orientasi perilaku yang akan mengarahkan pemilih untuk memilih partai politik atau konstestan tertentu. Makna inilah yang menjadi output penting strategi politik yang menentukan pihak, pihak mana yang akan dicoblos para pemilih.

Strategi Politik juga dapat di artikan sebagai langkah-langkah yang di susun suatu partai politik di mana partai politik mempunyai visi misi dan nilai-nilai yang sesuai dengan aspirasi rakyat. Strategi Politik terdiri dari tahapan segmentating, targeting, dan positioning. Firmanzah dalam (2008:200) mengemukakan bahwa

(7)

segmentating atau pemetaan sangat penting dilakukan oleh partai politik mengingat partai politik diharapkan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat dan menjawab berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat.

1.Segmentating

Segmentating adalah membagi pasar menjadi Segmen -Segmen konsumen yang sama jenisnya, Segmentating dapat dilakukan sebelum atau sesudah produk politik dibuat. Ini merupakan salah satu upaya untuk mengenali karakteristik tiap kelompok pasar, meskipun nantinya tidak seluruh kelompok pasar yang diidentifikasi tersebut dijadikan sebagai kelompok yang disasar (targeting). Tahap-tahap yang harus dilakukan dalam segmentating pemasaran politik adalah:

a. Mengidentifikasi dasar-dasar atau kategorisasi yang akan digunakan sebagai dasar segmentating atau pemetaan pemilih.

b. Menyusun profil berdasarkan hasil segmentating pemilih. Dalam menyusunan Profil ini menyangkut adanya tiga hal, yaitu: profil tentang

pendukung partai politik (konstituen, simpatisan, dan vote getter), profil tentang massa mengambang yang mungkin diraih suaranya termasuk pemilih pemula, dan profil tentang pendukung partai lain.

Segmentasi ini perlu dilakukan guna untuk mempermudah jalannya partai politik dalam menganalisis perilaku masyarakat. Hal tersebut dilakukan mengingat masyarakat terdiri dari berbagai kelompok yang memiliki latar belakang dan karakteristik berbeda. Segmentasi juga diperlukan untuk menyusun program kerja partai. Salah satu contohnya dengan cara berkomunikasi dan membangun interaksi dengan masyarakat. Partai politik akan kesulitan dalam penyusunan pesan politik, program kerja, kampanye politik, sosialisasi, dan produk politik tanpa adanya segmentasi.

2. Targeting

Setelah segmentating dilaksanakan dan menghasilkan profil pemilih, tahap selanjutnya adalah melaksanakan targeting. Ada beberapa langkah dalam targeting:

Pertama, membuat acuan

(8)

NURBAINI, NIM E1052151054

Program Studi Ilmu Politik FISIP UNTAN

8 pengukuran masing-masing segmen

politik. Kedua, memilih target dari dari segmen yang ada. Dikarenakan keterbatasan sumber daya partai, Tidak semua segmen pemilih dijadikan target pemasaran politik.

Pertimbangan memilih segmen mana yang akan dijadikan target ditentukan oleh dua hal yaitu:

Pertama efek langsung dari segmen politiknya yaitu perolehan suara dalam pemilu. Kedua, efek pengganda (multiplier effect) dengan ikutnya segmen tersebut dalam memperbesar perolehan suara.

Dalam istilah politik dikenal juga konsep vote getter yang menunjuk pada individu berpengaruh atau kelompok berpengaruh yang bisa mempengaruhi perilaku memilih individu atau anggota kelompoknya.

3. Positioning

Tahapan selanjutnya adalah melaksanakan positioning untuk setiap target pemilih. Antara segmentasi dengan positioning adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain.

Segmentasi sangat dibutuhkan untuk dapat mengidentifikasi karakteristik

yang muncul di setiap kelompok masyarakat. Sementara positioning adalah upaya untuk menempatkan image dan produk politik yang sesuai dengan masing-masing kelompok masyarakat.

Positioning menyangkut produk politik yang ditawarkan, pesan politik yang akan disampaikan, program kerja, dan image yang ingin dimunculkan akan membantu penciptaan identitas politik bagi partai maupun anggota partai. Kesan negatif atau positif terhadap partai dan anggotanya akan sangat tergantung pada seberapa bagus positioning yang dilakukan.

Positioning dalam ilmu Manajemen Pemasaran didefinisikan sebagai semua aktivitas atau kegiatan yang dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada konsumen agar mereka bisa membedakan produk yang dihasilkan oleh produsen tertentu dengan produk yang dihasilkan oleh produsen lain. Ketika konsep ini dibawa ke dalam ilmu pemasaran partai politik, maka partai politik harus mampu menempatkan produk politik mereka (policy,

(9)

person, party, presentation) dan image politik dalam benak masyarakat.

Menurut Hafid Cangara dalam (2009 :276) pemasaran partai politik harus di gerakan oleh 4 elemen utama yaitu :

1.Product: dalam hal ini adalah partai politik sebagai produksi yang mempromosikan barang kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.

2. Place: tempat yang strategis dapat menemukan berbagai hal untuk pemilihan dan penentuan. Tempat (place) adalah cara hadir atau distribusi sebuah institusi politik dan

kemampuannya dalam

berkomunikasi dengan para pemilih atau calon pemilih

3.Price: harga untuk partai berkampanye, semakin tinggi harga yang di keluarkan maka semakin baik kualitas barangnya.

4.Promotion: promosi disini sama dengan pemasaran. Pemasaran juga dapat disebut kampanye. Kampanye adalah sebuah promosi yang dilakukan partai politik agar dapat dikenal dengan masyarakat dan memenangkan pemilu.

3.Fungsi Pemilihan Umum (Pemilu).

Menurut C.S.T Kansil dan Christine S.T Kansil fungsi dari pemilu sebagai alat demokrasi yang dipakai untuk:

1.Mempertahankan dan

mengembangkan sendi-sendi Demokrasi

2.Adanya suatu masyarakat yang adil dan makmur menurut Pancasila (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia)

3. Menjamin suksesnya perjuangan orde baru, yakni tetap tegaknya Pancasila dan dipertahankannya UUD 1945.

Asas-Asas Pemilihan Umum (Pemilu)Dalam pelaksanaan pemilu terdapat asas-asas yang digunakan antara lain:

1.Langsung

Langsung artinya masyarakat sebagai pemilih mempunyai hak untuk memilih dengang langsung dalam pemilihan umum yang sesuai dengan kehendak diri sendiri tanpa ada penghubung.

2.Umum

Umum artinya pemilihan umum berlaku untuk semua warga negara

(10)

NURBAINI, NIM E1052151054

Program Studi Ilmu Politik FISIP UNTAN

10 yang sudah memenuhi syarat, tanpa

membeda-bedakan agama, suku, ras, jenis kelamin, golongan, pekerjaan, kedaerahan, dan status sosial lainnya.

3.Bebas

Bebas artinya semua warna negara yang sudah memenuhi syarat sebagai pemilih pada pemilu, bebas untuk menentukan siapa saja yang akan dicoblos untuk menjadi pembawa aspirasinya tanpa ada tekanan dan paksaan oleh siapa pun.

4.Rahasia

Rahasia artinya didalam menentukan pilihan, seorang pemilih dijamin kerahasiaan pilihannya.

Pemilih memberikan suaranya pada surat suara dengan tidak bisa diketahui oleh orang lain kepada siapa pun suaranya diberikan.

5.Jujur

Jujus artinya semua pihak yang berhubungan dengan pemilu wajib berlaku dan bersikap jujur sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.

6.Adil

Adil artinya didalam melaksanakan pemilihan umum, masing-masing pemilih dan peserta

pemilu memperoleh perlakuan yang sama, dan juga bebas dari kecurangan pihak mana pun.

4.Kerangka Pikir

Strategi Politik PDIP Dalam memenangkan Pemilihan Umum Legislatif DPRD 2019 di Kota Pontianak

Rumusan masalah:

Mendiskrpsikan dan menganalisis strategi yang digunakan PDIP dalam memenangkan pemilu legislatif DPRD tahun 2019. di kota Pontianak

Teori : Strategi Politik terdiri dari tahapan segmentating, Targeting, dan positioning.

Firmanzah dalam (2008:200) 1. Segmentating

2. Targeting 3. positioning

Hasil yang di harapkan :

Dapat menegtahui strategi apa saja yang di lakukan partai PDIP untuk memenagkan pemilihan umum legislatif 2019 di kota pontianak.

(11)

C.METODE PENELITIAN

Adapun jenis penelitian yang di guanakan dalam penelitian ini yang di sesuiakan dengan masalah dan tujuan penelitian. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang di gunakan adalah kualitatif dalam bentuk diskriptif di mana dalam penelitian ini yaitu berusaha mendapatkan informasi yang selengkap- lengkapnya mengenai starategi PDIP dalam pemenangan pemilu legislatif DPRD 2019 di Kota Pontianak.

Menurut Sugiono dalam (2013:

11 ) Penelitian Deskripstif untuk memberikan gambar secara rinci mengenai salah satu keadaan, gejala atau objek tertentu pada saat penelitian di lakukan berdasarjan fakta yang tampak sebagai mana mestinya. Penelitian diskriptif ialah menggambarkan fenomena- fenomena yang terjadi di lapangan seperti apa adanya, selanjutnya di tarik kesimpulan guna mendapatkan suatu teori dan lebih me mentingkan proses dari pada hasil. Hal ini berarti penelitian diskriptif hanya

menggambarkan atau

mendeskripsikan suatu Fenomena-

fenomena yang berkenaan dengan masalah yang peneliti teliti, yakni tentang Srategi Pemenangan PDIP dalam pemili 2019 di Kota Pontianak.

Berdasarkan pendapat di atas menunjukan bahwa peneliti jenis diskriptif ini pada prinsipnya di tekan pada hal-hal yang menggambarkan keadaan yang relavan dengan permasalahan yang relavan dengan permasalahan yang di teliti dan di dukung dengan fakta-fakta yang di temukan di lapangan. Terlebih dari pada itu, penelitian deskriptif adalah cara menggambarkan atau melukiskan gejala berdasarkan data dan fakta secara aktual pada saat penelitian berlangsung di lapangan sebagaimana adanya, sesuai dengan tujuan penelitian.Langkah-Langkah Penelitian Berdasarkan Masalah yang di angkat dalam penelitian ini, langkah-langkah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.Penelitian Kepustakaan

Yaitu mempelajari beberapa literatur serta bahan bacaan lainya yang mempunyai relevansinya dengan permasalahan yang di bahas dalam penelitian ini. Penelitian ini

(12)

NURBAINI, NIM E1052151054

Program Studi Ilmu Politik FISIP UNTAN

12 bertujuan untuk mendapatkan teori

atau pendapat dari para ahli dengan menyebut sumbernya melalui studi tersebut untuk memperluas wawasan terhadap permasalahan yang di teliti sekaligus untuk landasan teori untuk mempelajari analisis.

2.Penelitian Lapangan

Yaitu dalam melakukan pengumpulan data baik berupa data primer ( data yang di ambil dengan informan dengan alat pengimpulan data) maupun data skunder ( data yang sudah tersedia) maka penulis langsung terjun ke lapangan mealalui pedoman wawancara.

3.Subyek Penelitian

Menurut Sugiono (2012:52) subyek penelitian adalah orang orang yang di jadikan sumber untuk memperoleh data dan informasi.

Penentuan ini berdasarkan teknik purposive yaitu berdasarkan pada pilihan penelitian tentang aspek apa dan siapa yang di jadikan fokus pada saat situasi tertentu dan saat ini terus menerus sepanjang penelitian, dan bersifat purposive yaitu tergantung pada fokus suatu saat.

Dalam Penelitian adalah sumber informan untuk mendapatkan data- data mengenai data masalah yang di teliti. Dalam penelitian ini, peneliti menetukan subyek penelitian adalah, anggota DPRD kota pontianak dari partai PDIP, Secretaris DPC PDIP Kota Pontianak, Ketua KPU kota Pontianak.

3.Objek Penelitian

Objek penelitian adalah terkait dengan Strategi yang di gunakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam memanangkan pemilu 2019 di Kota Pontianak Kalimantan Barat.

4.Teknik Pengumpulan Data Menurut Sugiyono (2009:62) teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.

Tanpa mengtahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang di terapkan.

5.Wawancara

Menurut Zuldafrial (2012:45) Wawancara merupakan suatu tenik

(13)

pengumpulan data dengan mengadakan komunikasi dengan sumber data. Komunikasi itu di lakukan dengan dialog atau tanya jawab secara lisan baik apabila data yang di kumpulkan langsung di peroleh dari individu yang menjadi subyek penelitian. Wawancara bersifat tidak langsung apabila wawancara di lakukan dengan seorang untuk memperoleh keterangan tentang orang lain yang menjadi subyek penelitian.

6.Dokumentasi

Menurut sugiono (2009:82) studi

dokumentasi merupakan

kelengkapan dari pengguna metode Observasi dan wawancara dalam penelitian Kualitatif. Analisis dokumen di lakukan untuk mengumpul kan data yang bersumber dari arsip dan dokumen yang ada hubunganya dengan penelitian tersebut.

7.Alat Pengumpulan Data

Menurut Sugiyono (2009 : 61) dalam penelitian Kualitatif instrumen utamanya adalah peneliti sendiri, namun selanjutanya setelah fokus penelitian menjadi jelas, maka kemungkinan akan di kembangkan

instrumen penelitian sederhana, yang di harapkan dapat melengkapi data dan membandingkan dengan data yang telah di temukan melalui Obsevasi dan wawancara. Dalam penelitian ini yang menjadi Instrumen dalam pengumpulan data adala peneliti sendiri dengan di bantu instrumen lain yaitu: Instrumen dalam wawancara (interview guide ) berupa daftar pertanyaan yang tujuanya adalah agar pertanyaan tidak keluar dari fokus penelitian, dan alat dokumentasi berupa kamera 8.Teknik Analisis Data

Menurut sugiono (2009:87) dalam penelitian kualitatif, data di peroleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam- macam (Trianggulasi), dan di lakukan secara terus menerus sampai datanya jenuh. Teknik analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah teknik-teknik penelitian deskriptif. Kemudian tahap analisis data dapat di lakukan dengan Redaksi data, adalah data yang di peroleh di lapangan di tulis dalam bentuk uraian kemudian di pilih hal- hal yang pokok yang mengarah pada

(14)

NURBAINI, NIM E1052151054

Program Studi Ilmu Politik FISIP UNTAN

14 fokus penelitian dengan Penyajian

data: yaitu penyajian data dalam bentuk uraian singkat, bagan hubungan antar kategori dan sejenisnya sehingga memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan selanjutnya, berdasarkan apa yang telah di pahami (Sugiyono,2012:95).

D.PEMBAHASAN

Dalam Tulisan ini penulis memilih judul skripsi Strategi Pemenangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuanagn (PDIP ) sebagai partai yang mendapatkan suara tetinggi pada pemilu legislatif 2019 tidak dalam sekala nasional maupun di tingkat lokal dengan perolehan suara terbanyak pada Pemilu legislatif DPRD 2019 di kota pontianak. Sehingga penulis ingin mendiskripsikan Strategi yang Digunakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

dengan menggunakan Pendekatan yaitu, Strategi Segmentating, Strategi Targeting, Strategi Positioning (Firmanzah dalam (2008:200) Strategi Pemenangan PDIP pada pemilu 2019 di Kota Pontianak di

mulai dengan melakukan strategi di antaranya yaitu.

1.Segmentating

PDIP dalam melakukan strategi Segmentating dalam Memenangkan Pemilu yang pertama memilih calon Legislatif yang baik SDM nya, jika SDM nya baik, caleg itu akan mudah di percaya oleh masyarakat, sehingga melakukan pendekatan dengan masyarakat mudah, dan menyikapi isu partai yang menjelek-jelekan partai menjadi motivasi untuk terus berusaha membuktikan bahwa isu partai yang jelek itu tidak benar dan mendapatkan suara sebanyak- banyaknya.

Juga dalam melakukan komunikasi dengan masyarakat, Komunikasi dalam kampanye sangat penting, karena dalam kampanye setiap anggota partai harus terjun langsung ke lapangan berhadapan dengan masyarakat yang banyak, komunikasi yang baik dengan masyarakat, Datangi langsung masyarakat sehingga msyarakat merasa di hargai dan mau

(15)

menyumbangkan suaranya pada Pemilu.

2.Targeting

Yang kedua ialah strategi yang di gunakan oleh PDIP ialah Targeting sebelum partai dan calon legislatif turun ke lapangan untuk berkampanye partai terlebih dahulu menentukan target untuk menetapkan strategi kampanye yaitu tokoh masyarakat, organisasi di masyarakat, datang dari rumah ke rumah, juga kepiawaian para kandidat dalam pendekatan dengan masyarakat, jika sudah dekat dengan masyarakat juga lebih muda mendapatkan simpati masyarakat agar mau memilih Calon anggota Legislatif dari Partai PDIP karena dengan pendekatan langsung dengan masyarakat selain mereka merasa lebih di hormati juga masyarakat lebih mudah menyampaikan aspirasinya ke pada calon Legislatif, dan calon legislatif dan juga partai juga mudah dalam berkampanye dengan masyarakat sehingga bisa mendapatkan suara sebanyak banyak nya dan memenagkan Pemilu.

Targeting PDIP menggunakan efek kelompok tertentu dalam

mempengaruhi opoini publik, meskipun jumlahnye tidak banyak namun pengaruh mereka dalam membentuk opini cukup besar oleh karena itu lah kelompok ini perlu di dekati oleh partai dan calon Legislatif, dalam upaya pemenenangan, partai dan calon Legislatif juga menyusun startegi melakukan kunjungan dan berdialog simpul denga masyarakat mereka adalah tokoh-tokoh masyarakat yang yang mempunyai pengaruh baik dalam kelompok masyarakat tertentu dan maupun di luar kelompok masyarakatnya.

3.Positioning

Yang ketiga adalah strategi yang di gunakan PDIP Setelah Tergeting di lakukan adalah membuat Postioning dalam setiap segmen pasar, positioning adalah usaha dalam menanamkan kesan di benak para pemilih, PDIP membangun image Positif di kalangan masyarakat Tim kampanye dari PDIP pendekatan dengan masyarakat dengan mengerti dan membantu kebutuhan yang di perlukan masyarakat sehingga dengan strategi pendekatan dengan masyarakat dan

(16)

NURBAINI, NIM E1052151054

Program Studi Ilmu Politik FISIP UNTAN

16 membantu masyarakat, dengan

begitu bisa lebih muda mengambil simpati dan hati masyarakat seperti yang di lakukan dari tim PDIP pada saat kampanye.

E.KESIMPULAN

Penyelenggaraan pemilu Legislatif DPRD 2019 merupakan momentum penting bagi masyarakat dalam menentukan siapa calon pemimpin yang akan menjadi wakil mereka dalam lima tahun kedepan, partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) salah satu partai yang mengikuti Pemilu Legislatif DPRD 2019 di Kota Pontianak, PDIP harus menyiapkan strategi kampanye politik yang akan di pakai dan di ginakan demi mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Strategi kampanye politik yang di kembangkan oleh PDIP yaitu melaksanakan strategi kampanye politik berupa, segmentating, Targreting, positioning. Dalam menerapkan strategi kampanye politik sebagai berikut.

1.Segmentating

Penetapan Strategi kampanye politik yang di gunakan PDIP pada

pemilu Legislatif DPRD Kota Pontianak berjalan dengan baik dan terbukti berhasil di laksanakan, dan berhasil memenangkan Pemilu Legislatif DPRD Kota Pontianak 2019 yqng lalu kemenangan ini bukan tanpa alasan melaikan mereka sudah menyiapkan strategi yang baik dan tepat sasaran.

2.Targeting

Target sasaran yang di tuju untuk menerapkan strategi kampanye politik PDIP pada Pemilu Legislatif DPRD Kota Pontianak 2019 ini di laksanakan targetnya adalah tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat, seperti Posyandu, lansia, juga pendekatan dengan masyarakat dari semua kalangan itu barulah mereka menargetkan sasaranya kepada masyarakat, dengan harapan, masyarakat tersebut dapat membantu jalan nya tim kampanye untuk bisa lebih dekat dengan masyarakat di sana. Strategi dalam menentapkan target sasaran yaitu, memanfaat kan tokoh tokoh masyarakat juga terbukti sangat efektif sebap mereka juga berpengaruh dalam elektabilitas calon Legislatif untuk mempengaruhi

(17)

pemilih, karena secara langsung tokoh masyarakat akan menjadi panutan bagi masyarakat sekitarnya, kemana tokoh akan melabuhkan hak pilihnya potensi besar akan di ikuti oleh masyarakat sekitarnya sebap semua aktifitas komunikasi kampanye di arah kan kepada mereka, masyarakat yang menentukan berhasil atau tidak nya suatu kampanye, sebap sebagaimana pun besar biaya, waktu dan tenaga yang di keluarkan untuk mempengaruhi mereka, namun jika mereka tidak mau memberi suara kepada calon yang di perkenalkan kampanye akan sia-sia.

3.Positioning

Terkait pesan pesan kampanye yang di komunikasikan kepada masyarakat adalah yang berkaitan dengan aspirasi masyarakat, membangunkan jalanya, membantu masyarakat yang sedang kesulitan, membantu dalam keagamaan, jadi hal-hal yang di sampaikan kepada masyarakat, sehingga mereka mengerti dan memahami kemudian tinggal masyarakat tersebut menentukan sikap terhadap pesan yang di sampaikan.

Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis mengajukan saran-saran sebagai berikut:

1.Segmentating

Sebagai Calon Legislatif DPRD memegang peranan penting dalam masyarakat dan sebagai calon Legislatif harus terampil berkomunikasi dengan masyarakat, kaya dengan ide-ide pemilikiran penuh dengan daya kreatifitas, dan tidak hanya kreatifitas dan komunikasi di masyarakat tetapi juga harus sesuai dengan yang di harapkan oleh masyarakat, dan tidak hanya pas kampanye saja tetapi di luar kampanye harus melakukan hal yang sama.

2.Targeting

Target sasaran yang di tuju untuk menerapkan strategi kampanye politik PDIP ini di laksanakan targetnya adalah tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat, seperti Posyandu, lansia, juga pendekatan dengan masyarakat dari semua kalangan itu barulah mereka menargetkan sasaranya kepada masyarakat, dengan harapan, masyarakat tersebut dapat membantu jalan nya tim kampanye untuk bisa

(18)

NURBAINI, NIM E1052151054

Program Studi Ilmu Politik FISIP UNTAN

18 lebih dekat dengan masyarakat di

sana. Dan tidak hanya Organisasi di masyarakat dan tokoh masyarakat, juga para pemilih pemula juga harus di dekati karena pemilih pemula juga berpangeruh dalam mendapatkan suara pada pemilu.

3.Positioning

Terkait pesan-pesan kampanye yang di komunikasikan kepada masyarakat adalah yang berkaitan dengan aspirasi masyarakat, membangunkan jalanya, membantu masyarakat yang sedang kesulitan, membantu dalam keagamaan, dan tidak hanya pada saat kampanye membantu masyarakat, juga pada saat sudah tepilih menjadi anggota legislatif, juga harus tetap membantu masyarakat, menyampaikan aspirasi masyarakat sehingga image anggota Legislatif di kenal baik di mata masyarakat. sehingga ketika nanti mencalonkan lagi sebagai anggota legislatif lebih mudah mendapatkan simapati masyarakat.

F. REFERENSI

Adman Nursal, Political Marketing:

Strategi Memenangkan Pemilu,

Jakarta: 2 Gramedia Pustaka Utama, 2004).

Cangara Hafied,Komunikasi Politik, jakarta:PT RAJAGRAFINDO PERSADA, 2011.

Firmanzah, Marketing Politik, Antara Pemahaman dan Realitas, (jakarta:Yayasan Obor Indonesia, 2012).

Firmanzah.2008. Mengelola Partai Politik.( Komunikasi Positioning Ideologoi Politik di Era Demokeasi).

Jakarta Yayasan Obor Indonesia Fahmu, Khairul.2012. Pemilihan Umum dan Kedaulatan Rakyat.

Jakarta :PT Raja Grafindo Persada.

Heryanto, Gun Gun, komunikasi politik di Era Industri Citra. Jakarta:

PT. Lasswel visitama, 2010.

Huntington, Samuel P dan Nelson, Jhon. 2001 Partisipasi politik di Negara Berkembang. Jakarta: Rineka Cipta.

Miriam Budiardjo, Dasar-dasar Ilmu Politik, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama,2008)

(19)

Mufti, Muslim. 2012. Teori Teori politik, Bandung pustaka setia.

Moleong, lexi Z. 2000 Metode Penelitan Kualitatif. Bandung. Rosda Karya

Nasution, Noviantika. Bobolnya Kandang Banteng: Sebuah Otokritik.

Jakarta: Penerbit Suara Bebas. 2006 Prithatmoko,Joko J. 2003, Pemilu dan Konsilidasi Demokrasi.

Semarang: LP21 Press.

Sugiono.2012. Memahami Penelelitian Kualitatatif, Bandung Alfabeta.

Sugiono.2011. Memahami Penelelitian Kualitatatif, Bandung Alfabeta.

Sidarta GM. Strategi Pemenangan dalam Pemilihan Langsung.

Ciputat:Kalam Pustaka. 2008.

Surbakti Ramlan.2010. Memahami Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Widia Saran Indonesia.

Zildafrial.2012. Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Media Perkasa.

Skripsi.

Nosa Vantriani, strategi politik dalam pemenangan pemilihan kepala desa rodaya kecamatan ledo kebupaten bengkayang tahun 2015.

Febrian Aji Wicaksono pada tahun 2016 tentang STRATEGI POLITIK

PARTAI NASDEM DALAM

PEROLEHAN SUARA PADA PEMILU LEGISLATIF 2014.

Sumber website

https://diy.kpu.go.id/web/2016/12/19 /pengertian-fungsi-dan-sistem- pemilihan-umum /

https://news.detik.com/berita/257877 5/ini hasil-resmi-pemilu-legislatif- 2014).

http://pemilu2014la.org/?page_id=18 4, di akses pada tanggal 14 Oktober 2015, pukul 10.20

https://www.seputarpengetahuan.co.i d/2017/09/pengertian-pemilu-tujuan- fungsi-asas-bentuk-sistem.html

(20)

NURBAINI, NIM E1052151054

Program Studi Ilmu Politik FISIP UNTAN

20

Referensi

Dokumen terkait

Daun senggani pada penelitian ini dikeringkan dengan menggunakan metode kering angin yang mana metode ini memiliki keuntungan karena murah dan dapat menghindari rusaknya

Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis data serta dengan mempertimbangkan kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia dan sekitarnya, maka diprakirakan sifat dan curah hujan

Berdasarkan hasil analisis data serta mempertimbangkan kondisi dinamika atmosfer di wilayah Indonesia dan sekitarnya, maka hasil prakiraan sifat dan curah hujan

Proses Rekrutmen Politik Calon Legislatif Lokal Di Medan Pada Pemilu 2019 ( Studi Kasus: Partai Keadilan Sejahtera). Model Rekrutmen Politik Calon Anggota

Strategi komunikasi dalam politik merupakan salah satu kunci keberhasilan sebuah Partai Politik (Parpol) atau Calon Anggota Legislatif (Caleg) dalam memenangkan Pemilu.

Selain itu, ditemukan lima aspek kehidupan paling penting bagi sebagian besar penduduk dewasa di Jakarta dalam kaitannya dengan kualitas hidup, yaitu aspek keluarga, aspek

Dapat dipilih kembali menjadi KORMADES (Koordinator Mahasiswa Desa) bilamana dikehendaki oleh Anggota.c. Bersifat sementara dan bertugas mengambil logistik KKN di LPPM UNUD pada

Penelitian ini dilakukan dari pembuatan tepung kulit pisang, melakukan uji mutu fisik tepung serta kandungan kadar pati dalam tepung kulit pisang candi yang