• Tidak ada hasil yang ditemukan

SURVEI KEPATUHAN RPJMN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SURVEI KEPATUHAN RPJMN"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

SURVEI KEPATUHAN

RPJMN 2015-2019

(2)

01| Kendala Utama Kualitas Pelayanan Publik :

Rendahnya Kepatuhan Implementasi Standar Pelayanan Publik

1. Rendahnya Kepatuhan/Implementasi Standar Pelayanan Mengakibatkan Berbagai Jenis

Maladministrasi Berikutnya Yang Didominasi Oleh Perilaku Aparatur Atau Secara Sistematis Terjadi Di Instansi Pelayanan Publik, Misalnya: Ketidakjelasan Prosedur, Ketidakpastian Jangka Waktu Layanan, Pungli, Korupsi, Ketidakpastian Layanan Perijinan Investasi, Kesewenang-wenangan >> Secara Makro Mengakibatkan Rendahnya Kualitas Pelayanan Publik.

2. Mengakibatkan Ekonomi Biaya Tinggi, Hambatan Pertumbuhan Investasi.

3. Pencapaian Target RPJPN, RPJMN, RKP Yang Terkait Sektor Pelayanan Publik Barang, Jasa Dan Administrasi Bakal Terhambat.

4. Kepercayaan Publik Terhadap Aparatur Dan Pemerintah Menurun Yang Berpotensi Mengarah Pada Apatisme Publik.

Maladministrasi TINGGI Kepatuhan RENDAH

Kualitas Pelayanan Publik RENDAH HIPOTESA:

Inefisiensi Birokrasi Korupsi

KUALITAS PELAYANAN YANG RENDAH

Rendahnya Kepatuhan

Standar Pelayanan Publik

(3)

02| Maksud dan Tujuan

Tahapan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

Penyusunan SPP

Mulai diteliti tahun 2016

Tahapan yang diobservasi oleh Ombudsman RI

Efektivitas dan Kualitas

1

2

3

4 Penetapan 5

SPP

Implementasi SPP

Kepuasan Masyarakat

Maksud

 Mencegah terjadinya tindakan maladministrasi pada Unit Layanan Publik Pemerintah Pusat & Daerah dengan upaya pemenuhan komponen standar pelayanan

sebagaimana diatur dalam UU 25/2009 tentang Pelayanan Publik;

 Mengetahui efektivitas dan uji kualitas penyelenggara pelayanan publik;dan

Tujuan

“Penilaian kepatuhan dimaksudkan untuk mendorong

pemenuhan terhadap standar pelayanan publik dalam

rangka mempercepat peningkatan kualitas pelayanan

publik”.

(4)

04| Metode Penilaian Kepatuhan tentang Standar Pelayanan Publik

Pendekatan Penelitian

Kuantitatif

01

Periode

pengambilan data dilakukan secara serentak

03

 Observasi dilakukan secara mendadak

 Mengamati Ketampakan Fisik ( Tangibles )

 Bukti Foto

Teknik Pengambilan Sampel

Cluster Sampling

Mekanisme Pengambilan data

02

(5)

No Variabel

Penilaian Komponen Indikator Bobot*

1

Standar Pelayanan

Persyaratan 6

Sistem mekanisme dan prosedur 6

Produk Pelayanan 6

Jangka Waktu Penyelesaian 12

Biaya/ Tarif 12

2

Maklumat Layanan Ketersediaan Maklumat Pelayanan 12

3

Sistem Informasi Pelayanan Publik

Ketersediaan Informasi Pelayanan Publik Elektronik atau Nonelektronik (booklet, pamflet, website, monitor televisi, dll)

12

4

Sarana danPrasarana Fasilitas

Ketersediaan ruang tunggu 3

Ketersediaan toilet untuk pengguna layanan 2

Ketersediaan loket/meja pelayanan 3

5

Pelayanan Khusus

Ketersediaan Sarana khusus bagi pengguna layanan berkebutuhan khusus (ram, rambatan, kursi roda, jalur pemandu, toilet khusus, ruang menyusui, dll)

2

Ketersediaan Pelayanan khusus bagi pengguna layanan

berkebutuhan khusus 2

6

Pengelolaan Pengaduan

Ketersediaan Sarana Pengaduan

(SMS/Telpon/Fax/Email, dll) 5

Ketersediaan informasi prosedur dan tatacara

penyampaian pengaduan 3

Ketersediaan Pejabat /Petugas Pengelola Pengaduan 5

No Variabel Penilaian Komponen Indikator Bobot

7 Penilaian Kinerja Ketersediaan Sarana Pengukuran Kepuasan

Pelanggan 3

8 Visi, Misi dan Motto Pelayanan

Ketersediaan Visi dan Misi Pelayanan 2

Ketersediaan Motto Pelayanan 2.5

9 Atribut Ketersediaan Petugas Penyelenggaran

menggunakan ID Card 2.5

10

**Pelayanan Terpadu (Jawaban Pilihan harus satu yang dipilih)

a) Pelayanan Terpadu Tingkat Kementerian

Lembaga 10

b) Pelayanan Terpadu Tingkat Direktorat

Jenderal/Deputi 7

c) Pelayanan terpadu Tingkat

Direktorat/Direktur/Eselon III 5

d) Bukan Pelayanan Terpadu

0

NILAI TINGKAT

KEPATUHAN ZONA*** Entitas

0 – 55 RENDAH MERAH

Kementerian &

Lembaga

56 – 88 SEDANG KUNING

89 – 110 TINGGI HIJAU

Keterangan

*) Bobot didapatkan melalui survei

pendahuluan kepada 100 pengguna layanan

**) Variabel yang khusus digunakan pada entitas Kementerian/ Lembaga

***) Berbasis pada kurva normal

0 – 50 RENDAH MERAH

Pemerintah Daerah

51 – 80 SEDANG KUNING

81 – 100 TINGGI HIJAU

05| Variabel dan Indikator

(6)

STANDAR

PELAYANAN

(7)

Produk Layanan

(8)

Persyaratan Layanan

(9)

Sistem, Mekanisme, dan Prosedur

(SOP Layanan)

(10)

Jangka Waktu Pelayanan

(11)

Biaya/Tarif

(12)

Maklumat Pelayanan

(13)

Sistem Informasi Pelayanan Publik

(14)

Sarana/Prasarana Pelayanan

Ruang Tunggu Loket/Meja Layanan Toilet

(15)

Pelayanan Khusus Bagi Pengguna Layanan Berkebutuhan Khusus

Sarana Khusus Pelayanan Khusus

(16)

Pengelolaan Pengaduan

Kewajiban atas pemenuhan unsur ini secara tegas tertuang dalam UU 25/2009 dan Perpres 76/2013 tentang Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik.

Indikator pemenuhan fungsi pengelolaan pengaduan:

1. Kotak saran dan pengaduan.

2. Pejabat pengelola pengaduan.

3. Loket pengaduan/ruangan pengaduan.

4. Informasi media pengaduan (SMS/telepon/faksimile/email/dll) 5. Informasi prosedur pengaduan.

6. Informasi pengelolaan pengaduan yang dipajang di ruang pengelola pengaduan dan atau di ruang pelayanan.

Pasal 36 UU 25/2009

(17)

Pengelolaan Pengaduan

Prosedur Pengaduan (Terdapat Jangka

Waktu) Sarana Pengaduan dan Petugas

(18)

Penilaian Kinerja

ketersediaan Sarana Pengukuran Kepuasan Pelanggan

Manual Elektronik

(19)

Visi, Misi Dan Motto Layanan

(20)

Seragam, Atribut dan ID Card

Seragam, Nama, Atribut ID Card

(21)

Bagan Progress dan Trend Hasil Survei Kepatuhan Standar Pelayanan Publik pada Pemerintah Daerah di Nusa Tenggara Barat 2013 – 2019

NILAI TINGKAT KEPATUHAN ZONA***

0 – 50 RENDAH MERAH

51 – 80 SEDANG KUNING

81 – 100 TINGGI HIJAU

No Prov/Kab/Kota Hasil Penilaian (Zonasi)

Keterangan

2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019

1 Provinsi NTB 33,03 71,21 71,53 73,96 97,58 Disurvei terakhir tahun 2017

2 Kota Mataram 46,60 79,86 70,23 60,25 96,14 Disurvei terakhir tahun 2017

3 Kab. Lombok Barat 44,68 98,30 Disurvei terakhir tahun 2019

4 Kab. Lombok Utara 12,95 23,59 48,76 93,87 Disurvei terakhir tahun 2019

5 Kab. Lombok Tengah 48,60 63,49 96,52 Disurvei terakhir tahun 2019

6 Kab. Lombok Timur 31,45 58,22 90,78 Disurvei terakhir tahun 2019

7 Kab. Sumbawa 41,66 87,68 Disurvei terakhir tahun 2016

8 Kab. Sumbawa Barat 57,69 81,94 Disurvei terakhir tahun 2019

9 Kab. Dompu 60,41 60,49 Disurvei terakhir tahun 2019

10 Kab. Bima 56,97 63,67 Disurvei terakhir tahun 2019

11 Kota Bima 33,86 89,43 Disurvei terakhir tahun 2016

(22)

PENILAIAN KEPATUHAN

TAHUN 2021

(23)

Maksud dan Tujuan

Maksud:

Untuk mendorong Kepatuhan terhadap Standar Pelayanan Publik dalam rangka mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik

Tujuan :

Perbaikan peningkatan kualitas pelayanan publik serta pencegahan maladministrasi melalui

implementasi komponen standar pelayanan pada tiap

unit pelayanan publik

(24)

Tahapan Pelaksanaan

Permintaan produk layanan K/L/D,

Pendampingan K/L/D oleh setiap Perwakilan

Persiapan

Pengumpulan produk layanan

Pelaksanaan

Finalisasi Data

Pengolahan Data

Laporan Hasil Kepatuhan K/L, Laporan Hasil Kepatuhan Pemda, Pemberian predikat kepatuhan

Penyusunan Laporan

(25)

Penentuan Lokasi dan Batasan Penilaian Untuk Pemerintah Daerah

Administrasi

Jasa

Penyediaan jasa Kesehatan oleh Puskesmas yang berada di tingkat Kota dan Kabupaten

Kesehatan

Target Tahun 2021 : 548 Pemerintah Daerah 39 Kementerian/Lembaga

Perizinan Ekonomi

Pendidikan Administrasi Kependudukan

Kesehatan Perizinan Non Ekonomi

Penilaian Kepatuhan dilakukan dengan melihat

ketampakan fisik, secara mandiri dan serentak

(26)

Variabel dan Indikator Penilaian Produk Administrasi dan Jasa

Pembobotan atas indikator penilaian ditentukan berdasarkan media elektronik dan non elektronik, dimana bobot media elektronik lebih besar daripada non elektronik (ketampakan fisik).

Batasan penilaian secara elektronik yaitu produk layanan yang terpampang pada website resmi penyelenggara layanan terkait.

Bobot Indikator Variabel

No Variabel Penilaian Indikator

1 Standar Pelayanan

Merupakan komponen setiap Produk Layanan yang berisi Persyaratan, Biaya, Jangka waktu penyelesaian, dan Prosedur.

2 Maklumat Layanan

Berupa pernyataan tertulis dari

penyelenggara layanan terkait kesediaan melayani dan menerima sanksi apabila melanggar.

3 Pengelolaan Pengaduan

Mencermati ketersediaan sarana

pengaduan,pelaksana pengelola pengaduan, dan informasi tata cara pengaduan.

4 Sarana dan Prasarana Fasilitas

Merupakan sarana dasar dalam pelayanan seperti meja layanan, ruang tunggu dan toilet.

5 Pelayanan Khusus

Ketersediaan sarana dan pelayanan khusus yang berfungsi mengakomodasi kebutuhan Ibu hamil, lansia, dan pengguna layanan yang berkebutuhan khusus pada saat mengakses layanan.

6 Penilaian Kinerja Berisikan instrument pengumpul data terkait kepuasaan pengguna layanan

No Variabel Penilaian Indikator

7 Visi, Misi dan Motto Pelayanan

Merupakan penjabaran dari rencana strategis penyelenggara layanan yang termanifestasikan hingga unit layanan

8 Atribut Tanda pengenal setiap pelaksana layanan agar terhindar dari calo.

9 Pelayanan Terpadu Berisi Informasi Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau Pelayanan pada Dinas

10 Rekognisi Pengakuan dari lembaga lain dapat berupa

sertifikat atau hal lainnya

(27)

Indikator Penilaian

ASPEK

Penilaian Kepatuhan dilakukan dengan melihat ketampakan fisik, secara mandiri, serentak, serta adanya kontrol kualitas terhadap hasil penilaian

Persyaratan (syarat secara teknis dan administratif)

Sistem, Mekanisme dan Prosedur (proses pelayanan)

Produk Pelayanan (informasi daftar produk layanan)

Maklumat Pelayanan (pernyataan kesanggupan dan kewajiban penyelenggara layanan sesuai PermenPAN-RB No. 15 Tahun 2014)

Ketersediaan Sarana Khusus bagi Pengguna Layanan Berkebutuhan Khusus (kursi roda, ruang laktasi, dsb)

Ketersediaan Pelayanan Khusus bagi Pengguna Layanan Berkebutuhan Khusus (antrian khusus, loket khusus, dsb)

Jangka Waktu Penyelesaian (tenggat waktu pemberian layanan)

Biaya/tarif (beban kepada masyarakat atas pemberian layanan)

Ketersediaan Informasi Prosedur Penyampaian Pengaduan

Ketersediaan Pejabat/Petugas Pengelola Pengaduan

Ketersediaan Sarana Pengukuran Kepuasan Pelanggan

Ketersediaan Visi dan Misi

Ketersediaan Petugas Penyelenggara Menggunakan ID Card

(28)

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Pengumpulan Data:

Kunjungan Langsung

Enumerator mengambil foto atas ketersediaan variable

Tidak Melakukan Kunjungan Langsung (Wilayah Sulit Dikunjungi) Unit pelayanan publik mengirimkan foto dan video (durasi maksimal 5 menit) dari ketersediaan setiap dan dikirimkan ke kantor Perwakilan melalui link yang diberikan oleh enumerator untuk di upload ke dalam aplikasi Aspek

Wawancara dan observasi tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Metode Pengumpulan Data

(29)

Sampel Penilaian

Kategori A (≤ 50 produk layanan) Kategori B (> 50 produk layanan).

Setiap kategori diambil 20 (dua puluh) produk layanan, jika yang tersedia kurang dari 20 (dua puluh), maka diambil seluruhnya.

Kementerian/Lembaga Dari puskesmas di tiap Kota dan

Kabupaten diambil 3 (tiga) produk layanan.

Pemerintah Daerah

Kepolisian Resort (5 produk layanan), Kantor Wilayah BPN Provinsi dan Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota (2 produk layanan).

Kementerian/Lembaga Dalam setiap substansi terdapat

10 Produk layanan administrasi yang akan dinilai.

Pemerintah Daerah

Penentuan Sampel Produk Layanan

Pemerintah Daerah dan Kementerian/Lembaga oleh Keasistenan Utama Manajemen

Pencegahan Maladministrasi

Sampel Penilaian

Administrasi

Jasa K/L Non Vertikal

K/L Vertikal

(30)

Kategori Penilaian Kepatuhan

NILAI TINGKAT KEPATUHAN ZONA

0 – 50,99 KEPATUHAN RENDAH MERAH

51,00 – 80,99 KEPATUHAN SEDANG KUNING

81,00 – 100 KEPATUHAN TINGGI HIJAU

Penilaian kepatuhan adalah hasil nilai rata-rata dari seluruh jumlah nilai per-produk layanan yang ada di setiap Kementerian,

Lembaga, dan Pemerintah Daerah

(31)

Laporan Hasil Kepatuhan terhadap Komponen Standar Pelayanan adalah laporan resmi kelembagaan Ombudsman Republik Indonesia yang berisi mengenai hasil Penilaian Ombudsman Republik Indonesia terhadap Standar Pelayanan dan menyampaikan saran perbaikan terhadap kebijakan dan/atau implementasi pelayanan publik kepada Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten.

Laporan Hasil Kepatuhan

Pemerintah Daerah

(32)

.

Dalam pelaksanaan penilaian kepatuhan oleh Ombudsman RI, Instansi yang dinilai dilarang memberikan barang, hadiah, atau janji dalam bentuk apapun termasuk pemberian makanan/minuman/konsumsi kepada insan ombudsman padahal diketahui atau patut diduga barang, hadiah, atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajiban.

Dok. Antara Foto Aktivitas MPP

(33)

REVIEW SEMENTARA WEBSITE

Catatan :

1. Tidak Ditemukan Website DPMPTSP

2. Tidak Ditemukan Website Dinas Kesehatan

(34)

Catatan :

1. Produk Layanan/Standar Pelayanan Belum Lengkap

2. Pengelolaan Pengaduan Belum Terdapat Informasi Mekanisme Prosedur, Jangka Waktu Respon Pengaduan, dan SK pejabat/Petugas Pengelola Pengaduan

3. Belum Memiliki Motto Pelayanan

(35)

Catatan :

1. Produk Layanan Belum Jelas/Abstrak (Penerbitan Biodata), Alur Mekanisme Prosedur/SOP Tidak Jelas

2. Pengelolaan Pengaduan Terdapat Jangka Waktu Pelayanan/Respon, Tidak Terdapat Petugas/Pejabat Pengelola Pengaduan dan SK nya

3. Belum Memiliki Visi Misi, Motto, Dan Maklumat Pelayanan

(36)

Referensi

Dokumen terkait

Tingkat kematangan DS10 Mengelola permasalahan 3.18 22 Kepastian akan minimnya dampak bisnis dalam kejadian gangguan layanan atau perubahan TI PO6 Mengkomunikasika

davek od dohodka pravnih oseb davčni inšpekcijski nadzor Davčna uprava Republike Slovenije Evropska unija evro Evropska skupnost Evropska gospodarska skupnost Generalni davčni

Hasil penelitian deskriptif menunjukkan bahwa bentuk tata letak laboratorium fisika SMAN 12 Makassar terdiri dari tiga aspek yaitu letak laboratorium, ventilasi cahaya

Jika subjek tidak menjawab pertanyaan primer atau subjek memberikan informasi yang tidak berkaitan dengan pertanyaan pewawancara, maka, daripada membuat pertanyaan sekunder akan

Hasil analisis penerapan OADM menggunakan FBG dalam sistem serat optik menunjukkan pada spasi kanal 100 GHz terjadi penurunan panjang grating 1,6048 mm sampai

Dengan menggunakan (3), durasi emergency hydrocarbon release dapat diperkirakan. Nilai dari variabel perhitungan setiap skenario dapat dilihat pada Tabel 2. Nilai