• Tidak ada hasil yang ditemukan

STIE DEWANTARA BOGOR. Matakuliah : Manajemen SDM. Syaiful Anwar, S.Sos, MM Pendidikan dan Pengembangan SDM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "STIE DEWANTARA BOGOR. Matakuliah : Manajemen SDM. Syaiful Anwar, S.Sos, MM Pendidikan dan Pengembangan SDM"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

Matakuliah : Manajemen SDM

Syaiful Anwar, S.Sos, MM Pendidikan dan Pengembangan SDM

STIE DEWANTARA

BOGOR

(2)

Pengertian Pendidikan dan Pengembangan

Pendidikan dan pengembangan adalah usaha yang terencana dari organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan pegawai.

Pendidikan lebih ditekankan pada peningkatan kemampuan untuk

melakukan pekerjaan yang spesifik pada saat ini.

Pengembangan lebih ditekankan pada peningkatan pengetahuan untuk

melakukan pekerjaan di masa yang akan datang.

(3)

Pendidikan adalah proses peningkatan kemampuan spesifik karyawan untuk membantu mencapai tujuan organisasi

Pengembangan adalah usaha-usaha untuk meningkatkan kemampuan karyawan untuk menghadapi berbagai penugasan di masa yang akan

datang

PENGEMBANGAN VS PENDIDIKAN

(4)

No Pembeda Pendidikan Pengembangan

1 Fokus Aspek kemampuan

spesifik yg relatif sempit

Aspek kapasitas dalam setiap penugasan

2 Jangka waktu Pendek panjang

3 Tujuan dapat menunaikan pekerjaan saat ini

Dapat menangani berbagai penugasan dimasa yad

4 Hasilnya Langsung dan cepat Tidak langsung

5

Pengukuran efektivitas

Penilaian kinerja, analisis biaya, tes kelulusan, sertifikasi

SDM yang siap di tugaskan, promosi

Keunggulan kompetitif

PERBANDINGAN PENDIDIKAN DAN

PENGEMBANGAN

(5)

5

Dalam manajemen tradisional, pengembangan sumberdaya manusia tidak dipandang

sebagai aktifitas yang mendorong perusahaan dalam

menciptakan nilai dan

kesuksesan dalam mencapai keunggulan kompetitif.

Saat ini pandangan tersebut telah berubah.

Perusahaan yang melakukan

pelatihan dan Pengembangan SDM mampu memberikan

pelaporan keuangan yang lebih baik dibanding perusahaan yang tidak melakukan program

tersebut.

Paradigma Kebutuhan

Pengembangan SDM

(6)

ndari\pengembangan SDM 6

Forces of Shift Paradigm :

1.Customer Service 2.Employee

retention and growth

3.Doing more with less

4.Quality and productivity

(7)

7

WHAT IS THE TRAINING ?

Usaha terencana yang

dilakukan oleh perusahaan untuk memfasilitasi

pembelajaran yang berhubungan dengan kompetensi karyawan

Kompetensi:

Pengetahuan, Ketrampilan, atau perilaku yang penting untuk mencapai kinerja yang baik

(8)

8

Training and development

Performance

Focus

(9)

9

Training Design Process

Conducting Needs Assessment Organization Analysis Person Analysis

Task Analysis

Developing an Evaluation Plan Identify Learning Outcome Choose evaluation Design Plan Cost-Benefit Analysis

Selecting Training Methods Traditional

E-Learning

Ensuring Employees’

Readiness for Training Attitude and Motivation Basic Skill

Creating a Learning Environment

Learning Objective Meaningful Material Practice

Feedback

Community of Learning Modeling

Program Aminstration Ensuring Transfer of

Training

Self Management Peer and Manager

Support

Monitoring and Evaluating the Program

Conduct Evaluation Make Changes to Improve the Program

(10)

10

FORCES INFLUENCING WORKING AND LEARNING:

Globalization

Need for leadership

Increased value placed on knowledge

Attracting and retaining talent Customer service and quality emphasis

Changing demographics and diversuty of the work force New Technology

High-Performance models of work systems

Ecomomic Changes

(11)

11

Pelatihan:

1. Membantu karyawan

mengembangkan ketrampilan yang diperlukan dalam

pelaksanaan pekerjaan.

2. Memberikan kesempatan karyawan untuk belajar dan membangun lingkungan kerja positif yang mendukung

strategi bisnis dan menarik, mempertahankan karyawan yang memiliki talenta

(12)

ndari-2008 12

Menentukan jumlah pelatihan yang akan diselenggarakan untuk ketrampilan

pekerjaan saat ini dan masa mendatang Menentukan pelatihan spesifik untuk masing-masing pekerjaan tertentu, yang didasarkan pada kebutuhan tim, unit, atau devisi

Menentukan apakah pelatihan diselenggarakan bagi karyawan tertentu, atau seluruh karyawan

Apakah pelatihan direncanakan secara sistematis, dilakukan hanya saat muncul masalah, atau spontan sebagai reaksi tindakan pesaing

Pentingnya menempatkan program training seperti program MSDM yang lain

Peran Strategi bisnis dalam desain pelatihan:

(13)

MENILAI

KEBUTUHAN PELATIHAN

(14)

MENILAI

KEBUTUHAN PELATIHAN:

Proses

menentukan pelatihan yang

tepat bagi organisasi

Analisis

Organisasional Analisis

individual

Analisis Tugas

(15)

Analisis

Organisasional:

Menentukan pelatihan yang tepat, yang memperhatikan strategi bisnis, sumberdaya yang dimiliki, dan didukung oleh

manajer dan perusahaan

Analisis Individual:

1. Penentuan apakah kinerja yang belum optimal

disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, ketrampilan, kemampuan, atau karena motivasi atau masalah disain kerja

2. Identifikasi siapa yang harus mengikuti pelatihan

3. Menentukan kesiapan

karyawan dalam pelatihan

Analisis Tugas:

Indentifikasi pentingnya tugas, pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku

yang diperlukan dalam pelatihan

(16)

Mengapa Needs Assesment Penting?

1. Pelatihan seringkali bukan solusi tepat bagi masalah performance (ketika solusi yang dilakukan seharusnya pada motivasi karyawan, disain pekerjaan, peningkatan komunikasi untuk ekspektasi

perfomance).

2. Seringnya kesalahan dalam menentukan isi, sasaran, dan metoda 3. Pelatihan diberikan pada orang yang belum memiliki ketrampilan

dasar, ketrampilan prasarat, atau keyakinan diri dalam belajar 4. Pelatihan tidak memberikan pembelajaran yang diinginkan,

perubahan perilaku, atau hasil finansial yang diharapkan organisasi 5. Dana yang telah dikeluarkan untuk pelatihan tidak tepat karena

tidak berhubungan dengan strategi bisnis

(17)

Peraturan

Kurangnya ketrampilan dasar

Poor performance Teknologi baru

Standar kinerja yang lebih tinggi

Pekerjaan baru

Gambar

Needs assessment

Analisis Organisasional

Analisis Individual

Analisis Tugas

Alasan: What is the context?

Who is training?

Pelatihan seperti

apa?

Apa yang dibutuhkan peserta?

Siapa yang dilatih?

Tipe pelatihan?

Frekuensi pelatihan?

Mengirim atau menyelenggarakan sendiri?

Pelatihan atau program lain?

Bagaimana mengevaluasi?

Outcome?

(18)

Siapa yang menentukan

Kebutuhan Pelatihan ?

Manajer Pelatih

Karyawan

(19)

Proses Penilaian Kebutuhan Pelatihan

Analisis

Organisasional

Arah strategi

Dukungan manajer, peers, karyawan

Sumberdaya yang dimiliki

Apakah organisasi akan menyisihkan dana dan

waktu untuk pelatihan

Analisis Individual:

Karakteristik individu

• Input

• Output

• Konsekuensi

• Fedback

Analisis Individual:

Karakteristik individu

• Input

• Output

• Konsekuensi

• Fedback

(20)

Analisis

Organisasional

Tujuan: menganalisis pelatihan yang akan

diselenggarakan mendukung strategi

perusahaan

Apakah isi pelatihan mempengaruhi hubungan karyawan dengan pelanggan?

Apakah pemasok, pelanggan, partner perlu mengetahui program pelatihan

Bagaimana keterkaiatan program dengan strategi bisnis?

Apa yang diperlukan dari manajer dan peers agar pelatihan efektif?

Kondisi kerja seperti apa yang

mendukung pasca pelatihan? (peluang mengembangkan ketrampilan baru) Perlu ahli untukmengidentifikasi

kebutuhan program berdasar kebutuhan strategis organisasi?

Apakah karyawan menganggap pelatihan sebagai kesempatan, reward atau

hukuman ?

(21)

Kualitas Angkatan Kerja

Persaingan Global

Perubahan yang cepat dan terus menerus

Masalah Alih teknologi

Perubahan Demografi

FAKTOR PENYEBAB PERLUNYA

PELATIHAN

(22)

Manfaat Pelatihan

1. Pegawai yang baru direkrut belum memahami secara benar bagaimana melakukan pekerjaan.

2. Perubahan-perubahan dalam lingkungan kerja dan tenaga kerja.

3. Meningkatkan daya saing perusahaan dan memperbaiki produktivitas.

4. Menyesuaikan dengan peraturan-peraturan yang ada. Misalnya, standar pelaksanaan pekerjaan yang dikeluarkan oleh asosiasi industri dan pemerintah, untuk menjamin kualitas produksi atau keselamatan dan kesehatan kerja.

(23)

3. Analisis karyawan 1. Analisis

Persyaratan Kerja

2. Analisis Organisasi

Menentukan kebutuhan Pelatihan

Goldstein dan Bukton ( 1982)

(24)

Langkah-langkah Pelaksanaan Pelatihan

1. Menganalisis kebutuhan pelatihan organisasi, yang sering disebut need analysis atau need assessment.

2. Menentukan sasaran dan materi program pelatihan.

3. Menentukan metode pelatihan dan prinsip- prinsip belajar yang digunakan.

4. Mengevaluasi program.

(25)

Gambar 1. Langkah-langkah

Pelaksanaan Pelatihan/ Pengembangan

(26)

Analisis Kebutuhan

Analisis kebutuhan adalah penentuan kebutuhan pelatihan dan pengembangan yang akan

dilakukan. Kegiatan ini sangat rumit dan sulit, karena perlu mendiagnosis kompetensi

organisasi saat ini dan kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan perubahan lingkungan dan masa yang akan datang.

Analisis kebutuhan dilakukan melalui langkah- langkah :

a. Analisis kebutuhan organisasi.

b. Analisis kebutuhan tugas.

c. Analisis kebutuhan pegawai.

(27)

a. Analisis Kebutuhan Organisasi

Analisis kebutuhan organisasi yaitu

mengidentifikasi strategi organisasi, lingkungan organisasi pada saat ini dan masa yang akan datang untuk mencapai tujuan.

Tantangan lingkungan menghendaki kompetensi pegawai, ditandai dengan :

a. Lingkungan persaingan yang semakin ketat sebagai akibat globalisasi.

b. Kecendeungan peningkatan outsourcing.

c. Perubahan-perubahan teknologi.

d. Keanekaragaman pegawai.

(28)

a. Analisis Kebutuhan Organisasi

Kompetensi dan perilaku sumber daya manusia agar dapat bersaing, harus memiliki :

1. Inisiatif, mampu bekerja sama.

2. Kemampuan bekerja dalam kelompok.

3. Kemampuan evaluasi kinerja.

4. Kemampuan berkomunikasi dan mendengarkan.

5. Kemampuan menganalisis masalah.

6. Kemampuan mengambil keputusan.

7. Kemampuan mendapatkan dan memahami informasi.

8. Kemampuan untuk melakukan rencana.

9. Kemampuan multikultural

(29)

b. Analisis Kebutuhan Tugas

Analisis tugas yaitu menganalisis tugas-tugas yang harus dilakukan dalam setiap jabatan, yang dapat dipelajari dari perilaku peran

tersebut, dan informasi analisis jabatan yaitu uraian tugas, persyaratan tugas dan standar unjuk kerja yang terhimpun dalam informasi sumber daya manusia organisasi.

(30)

c. Analisis Kebutuhan Pegawai

Analisis kebutuhan pegawai adalah

menganalisis mengenai apakah ada pegawai yang kurang dalam kesiapan tugas-tugas

atau kurangnya kemampuan, keterampilan dan pengetahuan yang dapat diketahui dari penilaian kinerja, observasi ke lapangan, kuesioner.

(31)

Penentuan Tujuan Pelatihan

Tujuan pelatihan harus dirumuskan secara spesifik, apakah perubahan perilaku atau perubahan pengetahuan yang ingin dicapai setelah pelatihan dilakukan.

Berdasarkan tujuan tersebut maka ditentukan materi untuk pelatihan untuk mencapai

tujuan.

(32)

Pemilihan Metode Pelatihan

1. On the job training, yaitu dilakukan pada waktu jam kerja berlangsung, baik secara formal maupun informal.

2. Off the job training, yaitu pelatihan dan pengembangan yang dilakukan secara khusus di luar pekerjaan.

(33)

Faktor Efektivitas Pelatihan

1. Participation atau partisipasi merupakan

keterlibatan seorang peserta dalam kegiatan secara aktif dan secara langsung.

2. Repetition adalah melakukan atau mengatakan secara berulang-ulang dalam usaha menanamkan ide dalam ingatan seseorang.

3. Relevance, pelatihan mempunyai arti atau manfaat yang sangat penting pada seseorang.

4. Transference artinya adanya kesesuaian antara pelatihan dengan pekerjaan yang dilakukan sehari- hari oleh pegawai.

5. Feedback merupakan pemberian informasi atas perkembangan kemajuan yang telah dicapai oleh peserta pelatihan, mana yang perlu diperbaiki atau dipertahankan.

(34)

1. Metode-metode Pelatihan On The Job Training

a. Job instruction training atau latihan instruksi jabatan adalah pelatihan untuk manajer

atau supervisor yang bertindak sebagai

pelatih untuk menginstruksikan bagaimana melakukan pekerjaan tertentu dalam proses kerja.

b. Coaching adalah bentuk pelatihan dan

pengembangan yang dilakukan di tempat kerja oleh atasan dengan membimbing petugas melakukan pekerjaan secara informal dan tidak terencana.

(35)

1. Metode-metode Pelatihan On The Job Training

c. Job rotation adalah program yang

direncanakan secara formal dengan cara menugaskan pegawai pada beberapa

pekerjaan yang berbeda dan dalam bagian yang berbeda dengan organisasi untuk

menambah pengetahuan mengenai pekerjaan.

d. Apprenticeship adalah pelatihan yang mengkombinasikan antara pelajaran di kelas dengan praktek lapangan.

(36)

2. Metode-metode Pelatihan Off The Job Training

1. Lecture.

2. Video presentation.

3. Vestibule training/simulation.

4. Role playing.

5. Case study.

6. Self study.

7. Program learning.

8. Laboratory training.

9. Action learning.

(37)

Proses pelatihan yang kreatif

Setiap organisasi atau perusahaan pada saat melaksanakan pelatihan akan dihadapkan pada pertanyaan – pertanyaan sebagai berikut :

1. Pelatihan apa yang dibutuhkan?

2. Siapa yang harus dilatih?

3. Dimana tempat pelatihan

? 4. Bagaiman cara

pemberian pelatihan?

5. Bagaimana cara mengetahui

efektivitas pelatihan?

(38)

Salah satu Kata kunci kesuksesan :

kreativitas

38

(39)

Hubungkan 9 titik dengan 4 garis lurus tanpa putus

39

(40)

Tambahkan 2 titik imajiner

40

(41)

Tambahkan 2 titik imajiner

41

(42)

Tambahkan 2 titik imajiner

42

(43)

Tambahkan 2 titik imajiner

Bidang kreatifitas

43

(44)
(45)

1. Jumlah peserta 2. Efisiensi

3. Jadwal

4. Suasana kondusif 5. Reaksi peserta

6. Pembelajaran

7. Perubahan perilaku 8. Perubahan kenerja

Evaluasi keberhasilan pelatihan

Ada beberapa kriteria yang dapat dijadikan penilaian keberhasilan suatu pelatihan :

(46)

Evaluasi Pelatihan dan Pengembangan

Evaluasi pelatihan dilihat dari efek pelatihan dikaikan dengan :

1. Reaksi peserta terhadap isi dan proses pelatihan.

2. Pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman latihan.

3. Perubahan perilaku.

4. Perbaikan pada organisasi.

(47)

Tanggung jawab pelatihan dan pengembangan

Tanggung jawab Pelatihan

dan

Pengembangan Manajemen Puncak

(dukungan dan anggaran)

Manajemen SDM (dukungan staf dan

pedoman)

Atasan Langsung (dorongan, dan men-

ciptakan iklim) Karyawan

(minat dan motivasi)

(48)

Pendekatan Pengembangan

Metode di Tempat Kerja

Komite Penugasan Pembinaan (coaching)

Rotasi Pekerjaan Posisi “Sebagai

Asisten Dari”

Metode di luar Tempat Kerja

Pendidikan Gelar Dan Non-gelar Pelatihan Hub.

Antar-Manusia

Bermain Peran Studi Kasus

Simulasi

Cuti Panjang Pelatihan Luar

Ruangan

(49)

1. Meningkatkan kepuasaan karyawan.

2. Pengurangan pemborosan.

3. Mengurangi ketidakhadiran pegawai.

4. Memperbaiki metode dan sistem kerja.

5. Meningkatkan tingkat penghasilan.

6. Mengurangi biaya-biaya lembur.

7. Mengurangi biaya pemeliharaan mesin-mesin.

8. Mengurangi keluhan pegawai.

9. Mengurangi kecelakaan kerja.

10. Memperbaiki komunikasi.

11. Meningkatkan pengetahuan pegawai.

12. Memperbaiki moral pegawai.

13. Menimbulkan kerja sama yang baik.

Manfaat pengembangan sumber daya manusia

Jhon H. Proctor dan william M. Thorton

(50)

Gambar

Gambar 1. Langkah-langkah

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa hal yang menjadi dasar dalam menilai keberadaan hukum internasional dalam sistem perundang- undangan Indonesia sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor

Dengan memeragakan kembali informasi yang disampaikan paparan iklan, siswa dapat menunjukkan (P3) isi iklan elektronik dan keunggulan produk/jasa yang diiklankan dengan

Penerapan PSAK baru tersebut berpengaruh terhadap rasio profitabilitas karena rasio keuangan tersebut merupakan indikator bukti objektif kerugian nilai pada investasi ekuitas

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi Aceh yang memiliki genotype BE pada lokus BM1824, AE pada lokus SPS115, dan BG pada lokus ILSTS028 memiliki bobot badan yang

Jepang adalah sebuah bangsa dimana geografinya terletak didaerah subtropis bagian Utara belahan Bumi, oleh karena itu mengenalempat musim yaitu musim panas (natsu) dan musim

Pada saat ini yang menjadi salah satu permasalahan dunia Internasional adalah peritiwa konflik yang sedang terjadi di Suriah yang telah terjadi sejak tahun

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul ”Studi Kadar N-total Jaringan Daun Tanaman Kopi Robusta (Coffea canephora) Pada Dua Jenis Tanaman

Pengawalan dan Pendampingan untuk UPSUS Padi, Jagung dan Kedelai berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 03/Permentan/OT.140/02/2015 tentang Pedoman Upaya Khusus