ingin mengembangkan sebuah usaha baru karena dengan begitu kita dapat menentukan tingkat kesulitan suatu bisnis untuk tumbuh dan berkembang melalui peluang dan hambatan yang terjadi pada lingkungan makro.
Menurut Hermawan Kertajaya (2000:155) yang disebut Opportunity and threat sebenarnya adalah kesempatan (peluang) dan ancaman apapun yang akan mempengaruhi naik turunnya bisnis yang berasal dari customer atau bisa berarti naik turunnya jumlah customer atau bisa berarti penggunaannya yang lebih sering.
4.1 Analisa Peluang Pasar
Kotler (2000) mendefinisikan peluang pemasaran sebagai suatu daerah kebutuhan pembeli yang harus dilayani oleh perusahaan karena dapat menghasilkan keuntungan bagi perusahaan tersebut.
Perusahaan perlu untuk mengidentifikasi dan menganalisis peluang sebelum masuk dalam industri personal care khususnya di bidang skin care baik di industri itu sendiri tetapi juga pasar, konsumen, pesaing dan persaingan, dan lingkungan makro agar dapat memenangkan pasar.
4.1.1 Dimensi Industri
Biaya peralihan antara satu pemasok dengan pemasok lainnya rendah karena bahan bakunya bisa didapatkan dari pemasok lainnya. Pemasok bahan baku hand body lotion mudah untuk ditemukan. Hal ini berarti bahwa kekuatan tawar menawar pemasok dalam industri ini cukup rendah.
Dalam industri personal care, khususnya hand body lotion, diferensiasi yang ada selama ini belum terlalu jelas, kebanyakan hampir semuanya seragam baik dari sisi aroma, kandungan bahan-bahan maupun kemasan.
Dalam industri personal care, khususnya skin care kategori produk hand body lotion termasuk normal capacity dimana demand sama dengan supply.
4.1.2 Dimensi Pasar
Pasar produk skin care termasuk didalamnya kategori hand body lotion memiliki peluang pasar yang cukup besar untuk bertumbuh, yakni sekitar 25 % (sumber : Koran Jawa Pos 11 November 2006). Hal ini disebabkan karena orang orang sekarang sudah semakin peduli dengan kesehatan dan perawatan kulitnya.
Masyarakat mulai menyadari bahwa kesehatan kulit dapat menunjang penampilan dan dapat menambah rasa percaya diri mereka.
4.1.3 Dimensi Konsumen
Konsumen produk hand body lotion ini memiliki potensi yang cukup besar. Dalam perilaku belanja konsumen dipengaruhi oleh kebutuhan dalam diri konsumen. Di kalangan wanita remaja dan dewasa, kesehatan dan perawatan kulit saat ini semakin menjadi perhatian utama, hal ini dikarenakan kulit merupakan bagian terluar dari tubuh manusia yang dapat memancarkan kecantikan tubuh manusia sementara itu polusi udara, iklim Indonesia yang tropis serta penggunaan AC dipercaya dapat merusak keindahan dan kesehatan tubuh manusia. Oleh karena itulah maka konsumen wanita remaja dan dewasa saat ini ingin memiliki kulit yang sehat dan terawat juga dipercaya dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam bersosialisasi dengan masyarakat. Jumlah konumen wanita remaja dan dewasa di Surabaya berjumlah 602.396., merupakan suatu jumlah populasi yang cukup besar untuk dimasuki.
4.1.4 Dimensi Pesaing dan Persaingan
Persaingan dalam pasar hand body lotion memang sudah cukup kompetitif. Akan tetapi selama ini, produk-produk lotion yang ada di pasaran tidak banyak yang melakukan pengembangan produk. Dalam segi konten (isi) sebagian besar juga tidak banyak perubahan, begitu juga dengan diferensiasi context (kemasan), banyak pemain di kategori lotion yang memilih memakai kemasan botol plastik ataupun tube.
Dalam rantai nilai, kategori produk hand body lotion menggunakan
4.1.5 Dimensi Lingkungan Makro
Peluang dalam factor ekonomi , adanya keputusan mengenai penurunan BI Rate menjadi 12,5 % atau turun 25 basis poin dari 12,75 % tanggal 6 Juli 2006 (www.bi.go.id) sehingga dapat memulihkan daya beli masyarakat. Selain itu penurunan tersebut juga membuktikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia lebih baik daripada sebelumnya sehingga membawa citra positif bagi investasi.
Dalam kaitannya dengan iklim Indonesia yang tropis dan juga polusi udara yang semakin tinggi dapat berpengaruh terhadap kesehatan kulit, misalnya kulit menjadi kering dan kusam, padahal dalam lingkungan social di perkotaan, penampilan, termasuk didalamnya kesehatan dan keindahan kulit menjadi factor terpenting dalam menjalin relasi.
4.2 Analisa Hambatan
Hambatan atau ancaman menurut Kotler (2000) dapat didefinisikan sebagai tantangan akibat kecenderungan atau perkembangan yang kurang menguntungkan, yang akan mengurangi penjualan dan laba jika tidak dilakukan tindakan pemasaran defensif.
Perusahaan juga perlu untuk menganalisa hambatan-hambatan baik dari industri yang akan dimasuki juga pasar, konsumen, pesaing dan persaingan, dan lingkungan makro agar tidak dialami perusahaan jika ingin memasuki pasar tersebut.
4.2.1 Dimensi Industri
Kebutuhan modal utama meliputi tanah, mesin, bahan baku serta kegiatan penelitian dan pengembangan suatu produk. Kebutuhan modal dalam industri personal care, khususnya skin care cukup besar. Hal ini dikarenakan biaya produksi yang meliputi kebutuhan akan bahan baku dari pemasok serta membutuhkan teknologi yang cukup tinggi.
Akses ke saluran distribusi juga merupakam hambatan masuk dalam suatu industri. Saluran distribusi untuk produk-produk personal care sebagain besar melalui modern channel seperti supermarket dan hypermarket. Modern channel
dalam saluran distribusi ini cukup sulit.
Dalam industri personal care pemerintah menerapkan peraturan-peraturan mengenai keputusan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) tentang kosmetik yang berisi mengenai daftar bahan yang diijinkan digunakan dalam kosmetik dengan pembatasan dan persyaratan penggunaan dan kadar maksimum yang diperbolehkan dalam produk akhir serta keputusan Dinas Kesehatan untuk mendapatkan izin Depkes mengenai nomor Depkes. Selain itu pendirian suatu industri harus melalui prosedur perizinan yang berlaku.
Dalam industri personal Care, khususnya skin care perusahaan-perusahaan utama yang bersaing dalam kategori Hand body lotion adalah PT Unilever Indonesia Tbk, PT Vivapharm, Beiersdorp, Grup Tempo. Perusahaan-perusahaan ini memiliki kapasitas produksi yang besar.
4.2.2 Dimensi Pasar
Dalam siklus hidup produk, pasar hand body lotion termasuk dalam tahap maturity (kedewasaan) karena pada tahap ini sudah banyak produk-produk sejenis yang ada di pasar sehingga untuk masuk ke pasar, produk baru tersebut harus benar-benar memiliki diferensiasi.
4.2.3 Dimensi Konsumen
Konsumen jelas lebih mengenal produk yang lebih dahulu ada di pasaran, selain itu konsumen biasanya akan membandingkan produk pendatang dengan produk yang menjadi market leader di pasar, konsumen cenderung setia atau loyal kepada satu merek lotion tertentu apabila mereka sudah cocok dengan merek tersebut, tetapi apabila tidak menemukan kecocokan dari merek lotion tertentu mereka masih mempunyai peluang untuk berpindah dari satu merek ke merek lainnya. Faktor hambatan lain adalah masyarakat modern mempunyai kecenderungan untuk mencari produk pengganti dari lotion yaitu seperti lulur mandi untuk menjaga kelembaban dan kehalusan kulit.
industri personal care di Indonesia. Seperti diketahui di pasar Indonesia sudah banyak sekali bermunculan merek-merek body lotion baik merek dalam negeri maupun luar negeri. Harga yang ditawarkan pesaing sangat kompetitif sehingga membuat konsumen harus benar-benar selektif dalam memilih produk. Dalam kategori produk hand body lotion dalam segmen konsumen yang sama terdapat pesaing utama langsung yaitu Vaseline, Nivea, Dove, dan Body Shop.
4.2.5 Dimensi Lingkungan Makro
Hambatan dalam lingkungan makro adalah adanya keputusan pemerintah mengeluarkan kebijakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) tanggal 1 Oktober 2005 yang mengakibatkan harga barang-barang secara keseluruhan juga ikut naik.
Hambatan dalam faktor hukum adalah mengenai perijinan usaha dan peraturan-peraturan dari Badan Pangawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Dinas Kesehatan yang cukup rumit, berbelit-belit dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Hal itu membuat pendirian usaha di Indonesia menjadi tersendat-sendat.