• Tidak ada hasil yang ditemukan

Vol. 3, No. 3, September 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Vol. 3, No. 3, September 2021"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Pengabdian pada Masyarakat September 2021 pISSN 2685-0303

81

Pelatihan Pengembangan Kreativitas Guru dalam Mengajar di Era Covid 19 bagi Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI)

Kecamatan Klari Kabupaten Karawang Jawa Barat

Unifah Rosyidi1, Nurhattati2, Amril Muhammad3, Izhar Farizi4, Raudhah Hilman Rahman5, Ahmad Jauhari Hamid Ripki6, Fadhillah7

1,2,3,4,5

Universitas Negeri Jakarta, 6STKIP Kesuma Negara, 7Universitas Serambi Mekkah

Email: [email protected] ABSTRAK

Kreativitas guru dalam mengajar di era pandemic menjadi suatu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Loss learning dalam pembelajaran bisa terjadi salah satunya Ketika guru tidak mempunyai kemampuan dan kreativitas dalam mengatasi segala keterbatasan yang mungkin muncul, salah satunya pembelajaran jarak jauh yang ditetapkan akibat adanya pandemic covid 19. Oleh karena itu peningkatan kreativitas guru dalam mengajar di era pandemic penting untuk dilakukan peningkatan, salah satunya melalui pelatihan yang diberikan.

Guru MI Swasta di Kecamatan Klari Kabupaten Karawang masih sangat terbatas kesempatannya untuk mengikuti berbagai pelatihan, oleh sebab itu prioritas pelatihan akan diberikan kepada guru MI Swasta, meskipun demikian pelatihan yang dilakukan melalui webinar mendapatkan antusiame peserta yang luar biasa, dibuktikan dengan hadirnya peserta pelatihan sebanyak 263 peserta dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan MI Swasta Kecamatan Klari kabupaten Karawang, dengan tingkat penmahaman materi setelah diberikan pelatihan sejumlah 76,2%, hal ini menunjukkan bahwa materi pelatihan dapat dipahami hampir sebagian besar peserta, dan pelru dilakukan tindak lanjut evaluasi bagaimana dampak dari pelatihan dalam meningkatkan kreativitas guru MI di era pandemic dalam mengajar melalui sebuah implementasi kegiatan.

Kata Kunci: Kreativitas Guru, Mengajar di era pandemic, Madrasah Ibtidaiyah

ABSTRACT

Teacher creativity in teaching in the pandemic era is very important to note. Loss learning in learning can occur, one of which is when teachers do not have the ability and creativity in overcoming all limitations that may arise, one of which is distance learning which is determined due to the covid 19 pandemic.

Therefore, increasing teacher creativity in teaching in the pandemic era is important to do improvement, one of which is through the training provided.

Private MI teachers in Klari Subdistrict, Karawang Regency, have very limited opportunities to participate in various trainings, therefore training priority will be given to Private MI teachers, however, the training conducted through webinars received extraordinary enthusiasm from participants, as evidenced by the

(2)

82

presence of 263 trainees. participants from private MI educators and education staff, Klari sub-district, Karawang district, with a level of understanding of the material after being given training of 76.2%, this shows that the training material can be understood by almost most of the participants, and a follow-up evaluation of how the impact of the training needs to be carried out in increasing the creativity of MI teachers in the pandemic era in teaching through an implementation of activities.

Keywords: Teacher Creativity, Teaching in the pandemic era, Madrasah Ibtidaiyah

PENDAHULUAN

Kreativitas guru dalam proses belajar mengajar mempunyai peranan penting dalam peningkatan mutu hasil belajar peserta didiknya. Kreativitas guru dalam suatu pembelajaran sangat berpengaruh terhadap perkembangan peserta didik, karena semakin guru kreatif dalam menyampaikan materi maka semakin mudah peserta didik memahami pelajaran dan menjadikan peserta didik lebih kreatif pula dalam belajar (Wijaya & Rusyan, 1991).

Hal ini sesuai dengan teori yang digunakan dalam penelitian ini dari Asmani (2009) yang mengungkapkan bahwa kreativitas menjadi unsur penting bagi seorang guru dalam proses pembelajaran, jika guru kreatif maka peserta didik kemungkinan akan menjadi kreatif. Perilaku guru yang kreatif menghasilkan pembelajaran yang efektif. Selanjutnya penelitian yang dilakukan Nisa (2020) semakin baik kreativitas guru maka semakin baik pula prestasi belajar peserta didik. Guru yang selalu memantau dan mendampingi kegiatan belajar peserta didik di sekolah, akan berpengaruh terhadap semangat, minat serta prestasi belajarnya di sekolah. Sesuai dengan penelitian Supartini (2016) hasil penelitian diketahui bahwa terdapat pengaruh yang signifikan kreativitas guru terhadap prestasi belajar siswa, hal ini menunjukkan semakin tinggi kreativitas guru, maka akan semakin baik pula prestasi belajar siswa.

Hasil tersebut cukup relevan mengingat seorang guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan siswa untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal.

Minat, bakat, kemampuan, dan potensi-potensi yang dimiliki oleh siswa tidak akan berkembang secara optimal tanpa bantuan guru.

Setiap individu memiliki potensi kreatif yang dapat pelajari dan diterapkan.

Potensi yang dimiliki oleh seseorang perlu mendapat dukungan dari dalam maupun dari luar seperti fakor motivasi dan faktor lingkungan. faktor yang sangat penting dalam bekerja dalam sebuah lingkungan adalah adanya penghargaan dan mengedepankan karya yang kreatif. Hal-hal tersebut akan mendukung terciptanya kreativitas. Organisasi harus dapat memberikan kebebasan kepada setiap individu untuk menumbuhkan ide termasuk memberikan penilaian yang adil dan konstruktif.

Individu harus memiliki kebebasan untuk memutuskan apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian terdahulu menyebutkan bahwa faktor lingkungan dapat mempengaruhi proses kreatif dan hasil kreatif (Garces et al., 2016)., selain dari faktor instriksi yang bersumber dari individu itu sendiri. Salah satu faktor lingkungan, yaitu dukungan dari organisasi berupa pelatihan pengembangan diri guru, khususnya guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Swasta

(3)

Jurnal Pengabdian pada Masyarakat September 2021 pISSN 2685-0303

83 di Kecamatan Klari masih kurang dukungan dalam bentuk pelatihan sehingga berdampak pada masih rendahnya tingkat kreativitas guru swasta dibandingkan dengan guru MI Negeri dalam proses pembelajaran, apalagi saat ini terjadi perubahan pola pembelajaran karena adanya pandemic covid 19, supaya tidak terjadi loss learning atau kehilangan pembelajaran maka kreativitas guru menjadi faktor utama yang sangat dibutuhkan saat ini, khususnya guru-guru yang belum pernah atau masih minim mendapatkan pelatihan dan pendampingan selama ini. Berdasarkan permasalahan di atas, maka dibutuhkan suatu solusi untuk dapat memecahkan permasalahan di atas melalui pelatihan peningkatan kreativitas guru dalam proses pembelajaran di era pandemic. Diharapkan terjadi peningkatan kreativitas dan inovasi guru swasta dalam pembelajaran.

METODE

Kegiatan pelatihan dilakukan melalui zoom meeting selama dua hari di Bulan Agustus 2021, yang diikuti oleh 263 peserta terdiri dari guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan dari seluruh MI Swasta dan Negeri di Kecamatan Klari Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Kegiatan webinar dilaksanakan dalam bentuk pemaparan materi, diskusi , tanya jawab, dan pengisian instrumen untuk mengukur ketercapaian materi kepada peserta, selanjutnya, dalam pelaksanaannya dikordinasikan dengan Kandepag Kab. Karawang dan dibantu oleh Tim panitia lokal yang berasal dari Yayasan Al-Istiqlal Karawang. Sebelum kegiatan webinar dilakukan sosialisasi kegiatan dengan menyebar brosur/e-flyer terkait agenda kegiatan, lihat gambar 1.

Gambar 1. Penyebaran Brosur dan E flyer kegiatan pelatihan

Adapun tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kreativitas mengajar guru dalam menghadapi era pandemic.

(4)

84

HASIL

Berdasarkan data yang diperoleh peserta yang telah mendaftar sejumlah 280 peserta, dan peserta yang hadir mengikuti kegiatan sebanyak 263 peserta terdiri dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Klari Kabupaten Jawa Barat.

Adapun materi disampaikan selama dua hari, dimana hari pertama dilakukan pembukaan dan pengarahan oleh Kankemenag Kabupaten Karawang, dilanjutkan dengan Pemaparan materi 1 (diskusi hasil penelitian kreativitas guru), dilanjutkan dengan tanya jawab dan selanjutnya disampaikan materi ke 2 tentang menmbangun kreativitas guru dan pengembangannya dan penutup pada hari pertama, selanjutnya pada hari kedua disampaikan materi tentang penetapan kreativitas dalam pembelajaran di sertai dengan contoh-contoh praktik baik. Selanjutnya materi terakhir tentang penerapan kreativitas guru dalam berkolaborasi dengan orang tua siswa dan teman sejawat. Pada waktu siang, dilakukan istirahat sejenak dan dilanjutkan dengan materi Latihan merancang membangun kreativitas dalam mengajar di MI dan diakhiri dengan kegiatan review (Membangun Kreativitas Guru dan pengembagannya) dan penutupan.

Sarana dan alat yang digunakan pada pelatihan ini berupa media zoom meeting. Untuk tempat Narasumber berada di kediamanya masing-masing dan tetap dipandu oleh panitia yang berada di Yayasan Mahad Al Istiqlal Karawang sebagai pengatur acara atau yang mengoperasikannya. Dalam proses pelatihan disampaikan beberapa materi seputar pengembangan kreativitas guru MI yang diperbanyak dalam bentuk handout untuk dibagikan kepada seluruh peserta pelatihan.

PEMBAHASAN

Kegiatan pelatihan peningkatan kreativitas guru dilakukan secara zoommeeting dengan melibatkan berbagai narasumber dari kalangan dosen dan mahasiswa, diantaranya dari Universitas Negeri Jakarta, STKIP Kesuma Negara, Univeristas Serambi Mekkah dan juga birokrat Kemenang Jawa Barat yang bekerjasama dengan Mahad Al Istiqlal Karawang sebagai pelaksana teknis di lapangan. Pelatihan tersebut dihadiri oleh 263 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat. Dalam proses pelatihan disampaikan beberapa materi seputar pengembangan kreativitas guru yang diperbanyak dalam bentuk handout untuk dibagikan kepada seluruh peserta pelatihan.

Gambar 2. Tahapan Pelaksanaan pelatihan

(5)

Jurnal Pengabdian pada Masyarakat September 2021 pISSN 2685-0303

85 Upaya peningkatan kreativitas guru MI Swasta melalui pelatihan mendapatkan respon yang sangat positif oleh peserta, dimana salah satu peserta menyatakan bahwa guru MI Swasta sangat membutuhkan pelatihan untuk pengembangan diri, apalagi di era pandemic ini sulit bagi guru melakukan proses pembelajaran dengan segala keterbatasan yang dimiliki, dan mereka berharap setelah pelatihan ini akan ada pendampingan kepada guru sehingga mutu guru dapat meningkat dan kreativitas, inovasi dalam pembelajaran dapat segera terwujud.

Melalui pelatihan yang diberikan diharapkan peserta dapat mengembangkan ide, prosedur, dan produk baru yang bermanfaat. Hal tersebut sejalan dengan Parjanen (2012) yang mengatakan bahwa Kreativitas dalam organisasi merupakan proses menghasilkan ide, prosedur, dan produk baru yang bermanfaat dilakukan oleh individu yang bekerja bersama dalam kesatuan sistem. Selain itu, kreativitas merupakan cara berpikir mengenai ide baru yang berguna dan memiliki potensi untuk dapat berkontribusi terhadap individu dan kelompok maupun orgnisasi (George &

Jones, 2012). Ide kreatif dapat muncul ketika seseorang mengetahui respon yang baru dan dilakukan dengan pembelajaran yang berkelanjutan. Pembelajaran tersebut merupakan kunci utama dari kreativitas untuk menghasilkan inovasi. Selanjutnya, kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk menghasilkan ide baru yang berbeda dengan ide sebelumnya dan mempunyai nilai untuk dapat memecahkan masalah (Robbins & Judge, 2017). Kreativitas merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk menghasilkan ide baru dan memahami perspektif ide yang ada.

Kreativitas juga dapat berperan untuk mengidentifikasi, mengatasi, dan memecahkan permasalahan yang ada sehingga dapat dijadikan sebagai pengambilan keputusan (Griffin & Moorhead, 2014).

Dalam lingkugan yang dinamis, dan kondisi yang tidak pasti, kreativitas sangat dibutuhkan untuk mengatasi ketidakpastian. Hal ini dapat dikatakan bahwa kreativitas merupakan suatu pendekatan yang unik mengenai cara pandang atau berpikir yang beda dalam menghasilkan ide baru dan memecahkan permasalahan yang ada (John R.

Schermerhorn et al., 2010; Luthans, 2011). Orang yang kreatif akan mampu berpikir secara abstrak, imajinasi, mensintesis, mengenali pola, dan berempati. Selain itu orang yang kreatif mampu menjadi pembuat keputusan secara intuitif yang baik, mengetahui bagaimana memanfaatkan ide-ide bagus, dan mampu memecahkan permasalahan dengan cara pandang yang berbeda dan rasional. Konsep lainnya menyatakan bahwa kreativitas dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk dapat memvisualisasikan, menghasilkan, dan mengimplementasikan ide terhadap konsep yang baru maupun asosiasi antara ide lama dengan ide baru sehingga menghasilkan nilai yang bermanfaat (Hellriegel et al., 2011).

Kreativitas juga mengacu pada kemampuan seseorang untuk menggabungkan ide-ide dengan cara yang unik atau mengasosiasikan di antara ide-ide yang ada sehingga menjadi ide terbaru (Robbins & Coulter, 2012). Proses menghasilkan ide dengan pendekatan baru maupun asosiasi dengan hasil akhirnya adalah menjadi sebuah produk yang bermanfaat yang diartikan sebagai inovasi. Hal tersebut sesuai dengan konsep kreativitas yang diartikan sebagai suatu langkah untuk menghasilkan inovasi (Gibson et al., 2009).

Ide yang dihasilkan dari proses kreativitas harus memenuhi tiga unsur yaitu:

Pertama, ide yang kreatif harus mewakili sesuatu yang berbeda, baru, atau inovatif.

(6)

86

Kedua, ide yang kreatif memiliki berkualitas atau mempunyai nilai. Ketiga, ide yang kreatif harus sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Ketiga unsur tersebut dapat menjadi ‘kreatif’ yang baik dan relevan (Kaufman & Sterberg, 2010). Selain itu, ada tiga aspek yang dapat dikatakan sebagai sebuah kreativitas yakni: Pertama, melakukan

‘kombinasi’ terhadap ide baru dengan ide yang sudah ada. Kedua melakukan

‘eksplorasi’ terhadap ide baru dengan konsep terstruktur. Ketiga, melakukan

‘transformasional’ yang mengarah pada perubahan (Sefertzi, 2000). Selain itu, konsep dasar dari kreativitas adalah kebaruan, tetapi kebaruan bukan menjadi salah satu bagian dari karakteristik kreativitas, melainkan harus sesuai dengan konteks, dan dapat menjawab permasalahan yang ada. Meskipun menghasilkan sesuatu yang baru dalam proses kreativitas, tetapi tidak menjawab sesuai dengan permasalahan, maka hal tersebut tidak dapat dikatagorikan sebagai kreativitas (Zhanetta Gerlovina, 2011).

Selain proses kreativitas muncul dari individu masing-masing, organisasi juga berperan dapat memunculkan kreativitas. Adapun organisasi yang harus dilakukan untuk membangun kreativitas anggotanya dengan empat aspek yaitu: keputusan mengandung resiko, memberikan kesempatan, memberikan dorongan, dan melakukan sharing dengan pimpinan (Gibson et al., 2009). Pertama, organisasi dapat mengambil sebuah kebijakan atau keputusan yang mempunyai resiko. Hal tersebut dilakukan untuk menumbuhkan atau menarik perhatian anggota organisasi dan selalu berpikir kreatif apabila terjadi masalah pada organisasi. Hanya dengan berpikir kreatif, resiko yang dihadapi dapat teratasi. Kedua, dengan memberikan kesempatan kepada anggota organisasi untuk berpikir dan melakukan sesuatu. Organisasi senantiasa memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada anggotanya untuk dapat menyelesaikan permasalahan sendiri. Tetapi organisasi harus tetap melakukan pengawasan dan menetapkan waktu dalam penyelesaian masalah.

Ketiga, organisasi harus mendorong para anggotanya untuk tetap berpikir kritis dan kreatif untuk dapat mencapai tujuan organsiasi. Langkah yang nyata untuk mendorong hal tersebut adalah dengan memberikan program yang konstruktif dan memberikan penghargaan terhadap anggota organisasi yang menghasilkan ide kreatif.

Keempat, organisasi senantiasa memberikan bimbingan terhadap para anggotanya mengenai kreativitas. Tanpa bimbingan dari pimpinan proses pembentukan kreatif yang dilakukan oleh anggota akan dirasakan kurang maksimal dalam mencapai tujuan organisasi.

KESIMPULAN

Pelatihan pengembangan kreativitas guru dalam mengajar di era pandemic, khususnya bagi guru MI Swasta merupay asalah satu upaya yang dilakukan untuk membantu guru swasta khususnya yang masih rendah tingkat kreativitasnya dalam mengajar karena selama ini kurangnya pelatihan yang mereka dapatkan untuk melakukan pengembangan diri dalam meningkatkan mutu guru. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa kepuasan peserta terhadap penyampaian materi yang diberikan sejumlah 76,2%, hal ini menunjukkan bahwa materi pelatihan dapat dipahami hampir sebagian besar peserta, dan pelru dilakukan tindak lanjut evaluasi bagaimana dampak dari pelatihan dalam meningkatkan kreativitas guru MI di era pandemic dalam mengajar.

(7)

Jurnal Pengabdian pada Masyarakat September 2021 pISSN 2685-0303

87 DAFTAR PUSTAKA

Anderson, N., Potocnik, K., & Zhou, J. (2012). Innovation and Creativity in Organizations: A State-of-the Science Review, Prospective Commentary, and Guiding Framework.

Garces, S., Pocinho, M., Jesus, S. N. de, & Viseu, J. (2016). The impact of the creative environment on the creative person, process, and product. Avaliagao Psicologica, 15(2), 169–176.

George, J. M., & Jones, G. R. (2012). Understanding and Managing Organizational Behavior (Sixth Edit). Prentice Hall.

Gibson, J. L., Ivancevich, J. M., James H. Donnelly, J., & Konopaske, R. (2009).

Organizations, Behavior, Structure, processes (Fourteenth). McGraw-Hill/Irwin.

Griffin, R. w., & Moorhead, G. (2014). Organizational Behavior Managing People and Organizations (11th Editi). Cengage Learning.

Hellriegel, D., Slocum, J., & Jr, J. W. S. (2011). Organizational Behavior. Cengage Learning.

John R. Schermerhorn, J., Hunt, J. G., Osborn, R. N., & Uhl-Bien, M. (2010).

Organizational Behavior (11th Editi). John Wiley & Sons, Inc.

Kaufman, J. C., & Sterberg, R. J. (2010). The Cambridge Handbook of Creativity.

Luthans, F. (2011). Organizational Behavior: An Evidence-Based Approach (Twelfth Ed). McGraw-Hill/Irwin.

Parjanen, S. (2012). Experiencing Creativity in the Organization: From Individual Creativity to Collective Creativity. Interdisciplinary Journal of Information, Knowledge, and Management, 7.

Robbins, S. P., & Coulter, M. (2012). Management (Eleventh E). Pearson Education.

Robbins, S. P., & Judge, T. A. (2017). Organizational Behavior (Seventeent). Pearson Education.

Sefertzi, E. (2000). dissemination of innovation and knowledge management techniques. In Creativity Research Journal (pp. 1–20).

Zhanetta Gerlovina. (2011). Unraveling The Mystery Behind Creativity.

Rofiatun Nisa’, Sukiyanto, & Latifatul Mujtahidah. (2019). PENGARUH KREATIVITAS GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK

MATA PELAJARAN MATEMATIKA . CENDEKIA, 11(2).

https://doi.org/10.37850/cendekia.v11i2.104

Gambar

Gambar 1. Penyebaran Brosur dan E flyer kegiatan pelatihan
Gambar 2. Tahapan Pelaksanaan pelatihan

Referensi

Dokumen terkait

Bersama ini kami sampaikan bahwa pada hari Minggu, 15 Juni 2014 dalam Kebaktian Umum Pk.10.00 WIB akan diadakan perkenalan bagi Saudara- Saudara yang baru menjadi

Kehidupan manusia terus berkembang dengan cepat. Revolusi Industri 4.0 telah terjadi dimana hal tersebutditandai dengan perkembangan di bidang IT, termasuk Internet,

Penelitian dengan menggunakan metode ini, akan diselidiki prestasi belajar matematika pada siswa di SMP Negeri di kecamatan Klari Kabupaten Karawang Jawa Barat, dengan siswa

Pada tabel distribusi kualitas hidup berdasarkan 5 dimensi EQ-5D terdapat dimensi yang paling banyak memiliki masalah yaitu pada dimensi rasa nyeri / tidak nyaman, sejalan

Adapun tujuan penulisan Tugas Akhir dengan judul “STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN JALUR KERETA API ANTARA YOGYAKARTA – BOROBUDUR” adalah untuk melengkapi syarat untuk

Bentuk jeratan kain rajut ini terlihat jeratan kanan pada kain rajut polos pada permukaan kain rajut polos bagian belakang, kain rajut polos banyak diproduksi untuk pakaian

Sindrom nefrotik merupakan kumpulan gejala yang disebabkan oleh kelainan glomerular dengan gejala edema, proteinuria masif (lebih dari 50 mg/kgBB/24 jam) (Donna

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Jenis fenomena lingkungan di Kecamatan Ponjong sebagai sumber belajar Geografi SMA kelas XI; (2) Kendala dalam pemanfaatan