• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI.. HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN. PERNYATAAN ORISINILITAS.. KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DAFTAR ISI.. HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN. PERNYATAAN ORISINILITAS.. KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ……… i

HALAMAN PENGESAHAN ………. ii

PERNYATAAN ORISINILITAS ……….. iii

KATA PENGANTAR ……… iv

ABSTRAK ……… vii

DAFTAR ISI ……….. viii

DAFTAR TABEL ………. xi

DAFTAR GAMBAR ……… xii

DAFTAR LAMPIRAN ……… xiii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ……… 1

1.2 Rumusan Masalah Penelitian ……….... 12

1.3 Tujuan Penelitian ……… 12

1.4 Kegunaan Penelitian ……….. 13

1.5 Sistematika Penulisan ……… 14

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 Kajian Pustaka ……….. 16

2.1.1 Teori Perdagangan Internasional ……….. 16

2.1.2 Teori Utang Luar Negeri ……….. 19

2.1.3 Konsep Impor ……… 24

2.1.4 Penanaman Modal Asing ……… 27

2.1.5 Teori Harrod Domar Tentang Investasi ……….. 29

2.1.6 Teori Konsep Marginal Efficiency of Capital … 30 2.1.7 Cadangan Devisa ……… 31

2.1.8 Anggaran Pendapatan Belanja Negara ………... 33

2.1.9 Penelitian Sebelumnya ……… 35

2.1.10 Teori Utang dan Pertumbuhan Ekonomi ………. 37

2.1.11 Hubungan Antara Penanaman Modal Asing dan Utang Luar Negeri ………. 38

2.1.12 Hubungan Antara Penanaman Modal Asing dan Cadangan Devisa ……… 39

i

(2)

2.1.13 Hubungan Antara Cadangan Devisa dan Impor …. 39 2.1.14 Hubungan Antara Cadangan Devisa dan

Utang Luar Negeri ………. 40

2.1.15 Hubungan Antara APBN dan Utang Luar Negeri ……… 41

2.2 Hipotesis Penelitian ……… 42

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian ……… 43

3.2 Lokasi atau Ruang Lingkup Penelitian ………….. 43

3.3 Obyek Penelitian ……….. 43

3.4 Identifikasi Variabel ………. 44

3.5 Definisi Operasional ………. 45

3.6 Jenis Data dan Sumber Data ………. 47

3.6.1 Jenis Data Menurut Sifatnya ………. 47

3.6.2 Jenis Data Menurut Sumbernya …………. 47

3.7 Metode Pengumpulan Data ……….. 48

3.8 Teknik Analisis Data ……….. 48

3.9 Pengujian Hipotesis Penelitian ……….. 52

3.9.1 Pengujian Hipotesis Langsung ……….. 52

3.9.2 Uji Sobel ……… 54

BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 Gambaran Umum ………. 59

4.1.1 Gambaran Daerah Penelitian ………… 59

4.1.2 Perkembangan Utang Luar Negeri di Indonesia ………. 60

4.1.3 Perkembangan Impor di Indonesia ……. 62

4.1.4 Perkembangan Penanaman Modal Asing di Indonesia ………. 63

4.1.5 Perkembangan Cadangan Devisa di Indonesia ……….. 64 4.1.6 Perkembangan Pendapatan Negara

ii

(3)

di Indonesia ………. 65

4.1.7 Perkembangan Belanja Negara di Indonesia ………. 66

4.2 Pembahasan Hasil Penelitian ………. 68

4.2.1 Hasil Pengujian Analisis Jalur ………… 68

4.2.2 Nilai Kekeliruan Taksiran Standar ……. 68

4.2.3 Pemeriksaan Validitas Model …………. 69

4.2.4 Hasil Pengujian Hipotesis ………... 70

4.2.5 Pengujian Pengaruh Langsung ………… 70

4.2.6 Pengujian Pengaruh Tidak Langsung ….. 86

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ……… 94

5.2 Saran ………. 96

DAFTAR RUJUKAN ………. 98

LAMPIRAN-LAMPIRAN ………. 104

iii

(4)

DAFTAR TABEL

No. Tabel Halaman

Tabel 1.1 Jumlah Utang Luar Negeri Indonesia

Tahun 1996-2015 ……… 3 Tabel 1.2 Penanaman Modal asing Tahun 1996-2015 ………….. 7 Tabel 1.3 Cadangan Devisa Tahun 1996-2015 ………. 9 Tabel 3.2 Pengaruh Langsung, pengaruh Tidak Langsung,

dan Pengaruh Total Variabel ………. 58 Tabel 4.8 Hasil Pengaruh Langsung, Pengaruh Tidak Langsung,

dan Pengaruh Total Variabel ……… 92

iv

(5)

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Halaman

Gambar 3.1 Model Analisis Jalur ……… 49 Gambar 4.1 Perkembangan Utang Luar Negeri di Indonesia

Tahun 1996-2015 ……….……….. 61 Gambar 4.2 Perkembangan Impor di Indonesia

Tahun 1996-2015 ……….... 62 Gambar 4.3 Perkembangan Penanaman Modal Asing di Indonesia

Tahun 1996-2015 ……… 63 Gambar 4.4 Perkembangan Cadangan Devisa di Indonesia

Tahun 1996-2015 ……… 65 Gambar 4.5 Perkembangan Pendapatan Negara di Indonesia

Tahun 1996-2015 ……… 66 Gambar 4.6 Perkembangan Belanja Negara di Indonesia

Tahun 1996-2015 ……… 67 Gambar 4.7 Diagram Hasil Analisis Jalur ………... 70

v

(6)

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Halaman

Lampiran 1 Tabel Data Impor, Utang Luar Negeri, Penanaman Modal Asing, Cadangan Devisa, Pendapatan Negara, dan Belanja Negara

Di Indonesia Tahun 1995-2016 ……… 104

Lampiran 2 Tabel Data ln Impor, Utang Luar Negeri, Penanaman Modal Asing, Cadangan Devisa, Pendapatan Negara, dan Belanja Negara Di Indonesia Tahun 1995-2016 ……… 105

Lampiran 3 Hasil Ujian PersamaanStruktural I ………... 106

Lampiran 4 Hasil Ujian Persamaan Struktural II ………. 107

Lampiran 5 Tabel Nilai t ……….. 108

vi

(7)

Judul : Pengaruh Penanaman Modal Asing, Cadangan Devisa, APBN Terhadap Utang Luar Negeri Indonesia Melalui Impor Tahun 1996- 2015

Nama : Putu Kusuma Dewi Nim : 1306105064

ABSTRAK

Perdagangan internasional merupakan hubungan perdagangan antar lintas negara adanya proses tukar menukar barang atau jasa dalam kegiatan ekspor dan impor. Utang luar negeri merupakan suatu alternatif yang dilakukan suatu negara karena berbagai alasan yang bersifat rasional, dimana bantuan luar negeri yang khususnya berbentuk pinjaman dengan kewajiban untuk membayar kembali.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung antara variabel yang menjadi obyek penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder periode 1996-2015.

Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) dengan bantuan program SPSS 13. 00 dilengkapi dengan uji sobel.

Berdasarkan hasil analisis variabel penanaman modal asing tidak berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap impor, cadangan devisa berpengaruh positif signifikan terhadap impor, pendapatan negara berpengaruh positif signifikan terhadap impor, dan belanja negara berpengaruh negatif signifikan terhadap impor. variabel penanaman modal asing berpengaruh positif signifikan terhadap utang luar negeri, cadangan devisa berpengaruh positif signifikan terhadap utang luar negeri, pendapatan negara tidak berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap utang luar negeri, dan belanja negara tidak berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap utang luar negeri. Penanaman modal asing, cadangan devisa, pendapatan negara, dan belanja negara tidak berpengaruh tidak langsung terhadap utang luar negeri melalui impor di Indonesia tahun 1995-2016.

Kata Kunci :penanaman modal asing, cadangan devisa, pendapatan negara, belanja negara, impor, utang luar negeri

     

vii

(8)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang sedang fokus terhadap pembangunan ekonomi nasional dan pertumbuhan ekonominya (Adib, 2014). Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan yang terjadi dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara. Pertumbuhan ekonomi merupakan proses kenaikan output perkapita dalam jangka panjang dan merupakan ukuran keberhasilan pembangunan. Kondisi ini ditunjukkan dengan masuknya dana kedalam sistem ekonomi. Suatu negara melakukan kegiatan ekonomi yang senantiasa berhadapan dengan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk (Khairin, 2013). Salah satu cara dengan menciptakan lapangan pekerjaan yang setiap saat bertambah dan dapat meningkatkan tingkat kemakmuran masyarakat (Adi, 2015).

Seiring dengan pembangunan semakin pesat membutuhkan dukungan dari sumber dana yang besar. Sumber dana tersebut berupa sumber daya modal.

Sumber daya modal merupakan sumber daya ekonomi yang paling sering didatangkan oleh pemerintah khususnya dinegara sedang berkembang untuk mendukung pembangunan nasionalnya (Adwin, 2000). Aliran modal yang berasal dari luar negeri dapat disebut dengan utang luar negeri apabila memiliki ciri-ciri pokok, terdiri dari: (i) Aliran modal yang bukan didorong oleh tujuan untuk

viii

(9)

mencari keuntungan, dan (ii) Dana tersebut diberikan kepada negara penerima atau dipinjamkan dengan syarat yang lebih ringan daripada yang berlaku dipasaran internasional. Utang luar negeri dilihat dari kewajiban pengembaliannya dapat dibedakan menjadi bentuk pemberian (grant) dan pinjaman luar negeri (loan). Kedua bentuk ini berbeda dalam syarat pengembaliannya, tetapi memiliki keterkaitan antara bentuk pemberian dan pinjaman (Mahindun, 2007).

Pada pertengahan tahun 1997 Indonesia telah mengalami krisis moneter yang disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya besaran jumlah utang. Suatu negara sedang berkembang, utang merupakan salah satu sumber dana untuk membantu mempercepat proses pembangunan ekonomi. Hal ini terjadi karena belum cukupnya dana yang berasal dari tabungan dalam negeri, sehingga sumber pembiayaan berupa utang(Adib, 2014). Pemerintah meminjam utang baik internal maupun eksternal, utang yang dikeluarkan pemerintah untuk membiayai pinjaman dipasar internasional yang digunakan untuk membiayai investasi dalam negeri (Ajayi and Oke, 2012). Indonesia mengalami keadaan belum cukupnya dana yang berasal dari tabungan dalam negeri, pada tahun 1998 tabungan dalam negeri sebesar -2.0 triliun dan tahun 2007 mengalami peningkatan kekurangan tabungan dalam negeri sebesar -38.3 triliun (Amril, 2013). Dengan adanya krisis ekonomi tersebut kinerja perbankan Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang memburuk.

Kebijakan moneter dan fiskal yang tidak konsisten menyebabkan membesarnya defisit neraca berjalan dan terdepresiasi mata uang. Hal ini ditandai dengan terjadinya penarikan besar-besaran (rush) (Iqbal, 2013). Utang yang

ix

(10)

dimiliki Indonesia adalah utang swasta jangka pendek dan utang jangka menengah serta utang pemerintah yang menyebabkan nilai tukar rupiah tertekan. Menurut Sukirno (2002) peran utama dari bantuan luar negeri (utang luar negeri) adalah untuk mengatasi kekurangan mata uang asing dan untuk mengatasi masalah kekurangan tabungan. Kedua masalah tersebut dikatakan sebagai masalah jurang ganda (the two problems) yaitu jurang tabungan (saving gap) dan jurang mata uang asing (foreign exchange gap) (Sukirno, 2002). Pada tahun 1998 sampai 2012 kebijakan utang luar negeri yang diambil didasari oleh motif ekonomi salah satunya two gap problems dimana negara penerima bantuan khususnya negara berkembang mengalami kekurangan dalam mengakumulasikan tabungan domestik dan nilai tukar rupiah terdepresiasi (Mahindun, 2007).

Tabel 1.1 Jumlah Utang Luar Negeri Indonesia Tahun 1996-2015 Juta US$

dollar Amerika Serikat

Tahun Utang Luar Negeri Tahun Utang Luar Negeri 1996 110,171 2006 132,633 1997 136,088 2007 141,180 1998 150,886 2008 155,080 1999 148,089 2009 172,871 2000 141,693 2010 202,413 2001 133,074 2011 225,357 2002 131,343 2012 252,364 2003 135,402 2013 266,109 2004 137,024 2014 293,173 2005 134,504 2015 298,061 Sumber: Bank Indonesia, 2015

Tabel 1.1 menunjukkan bahwa awal tahun 1996 utang luar negeri sebesar 110,171 juta US$, namun pada tahun 1997 utang luarnegeri meningkat diakibatkan krisis keuangan yang meluas menjadi krisis multidimensional. Krisis ini dikarenakan jatuhnya mata uang Bath di Thailand yang memicu merosotnya

x

(11)

nilai tukar rupiah. Jumlah utang meningkat dari tahun 2007 hingga tahun 2015.

Dari tahun 2007 utang luar negeri sebesar 141,180 juta US$ utang luar negeri tahun 2015 sebesar 298,061 juta US$. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan jumlah utang luar negeri dari tahun 2007 sampai 2015 meningkat sebesar 156.881 juta US$. Meningkatnya jumlah pinjaman pada tahun 2000 yang terjadi karena adanya tindakan pemerintah untuk menstabilkan nilai rupiah terhadap mata uang asing (Iqbal, 2013). Peningkatan jumlah utang luar negeri di Indonesia pada tahun 2009 ke 2010 disebabkan kuota penyertaan modal Indonesia dalam bentuk matauang khususnya IMF (International Monetary Fund). Mata uang IMF biasa disebut SDR (Special Draing Rights). Alokasi dana yang diberikan IMF bukanlah utang atau pinjaman Indonesia, namun iuran wajib yang diberikan IMF kepada Indonesia karena Indonesia sebagai anggota IMF (Denni, 2012). Peningkatan utang luar negeri dari 2006 ke 2007 disebabkan oleh perkembangan teknologi, terbentuknya spesialisasi, dan semakin banyaknya barang yang dibutuhkan manusia, perdagangan semakin luas meliputi antarnegara. Data terakhir pada bulan Mei 2016 utang luar negeri Indonesia sebesar 314,3 juta US$. Utang luar negeri berdasarkan jangka waktu asal terdiri dari utang luar negeri jangka pendek sebesar 38,8 juta US$ dan utang luar negeri jangka panjang sebesar 275,5 juta US$, sedangkan berdasakan kelompok peminjam terdiri atas utang luar negeri publik sebesar 150,7 juta US$ dan utang luar negeri swasta sebesar 163,6 juta US$ (www.bi.ac.id.24 Oktober2016).

Negara kreditur memberikan dana kenegara debitur apabila negara bersangkutan telah memiliki ikatan yang lama dan kuat dalam hal pinjam

xi

(12)

meminjam dana. Pertimbangan pemberian dana oleh negara kreditur didasarkan pada alasan keamanan dan politik dan pemberian tersebut tidak dalam bentuk mata uang, melainkan dalam bentuk barang dan pemberian tenaga ahli tertentu.

Hubungan pinjam meminjam dana bernuansa ekonomi politik. Keterkaitan tersebut menimbulkan ketergantungan satu sama lain, namun ditinjau dari struktur dasar perekonomian negara sedang berkembang lebih rapuh terhadap fluktuasi makro ekonomi bila dibandingkan dengan negara maju. Bahkan dalam taraf tertentu ketergantungan negara berkembang terhadap negara maju terutama dalam masalah utang (Mahindun, 2007). Permasalahan akan bertambah rumit apabila negara mengalami kesulitan untuk membayar kembali utang luar negerinya.

Kondisi ini akan menyulitkan negara dalam mengakses utang luar negeri baru dan juga biaya utang luar negeri meningkat akibat naiknya resiko negara dimata negara atau lembaga kreditur (Barro,1990and Kneller,1999). Tahun 1997 sampai tahun 1998 Indonesia tidak dapat membayar utang luar negeri pada saat jatuh tempo dikarenakan krisis ekonomi dimana nilai tukar rupiah terhadap US dollar mengalami depresiasi yang sangat tajam. Kenaikkan akumulasi utang luar negeri Indonesia menyebabkan pemerintah mengambil utang luar negeri baru untuk membayar utang luar negeri jatuh tempo.

Utang luar negeri suatu negara muncul disebabkan karena salah satu aktivitas perekonomian yang tidak dapat dilepaskan dari perdagangan internasional. Menurut Salvatore (2007) perdagangan internasional adalah aktivitas aliran modal dari suatu negara baik aliran masuk maupun keluar.

Aktivitas kegiatan internasional berupa kegiatan ekspor dan impor hal tersebut

xii

(13)

memungkinkan terjadinya perpindahan faktor produksi dari negara eksportir kenegara importir yang disebabkan oleh perbedaan biaya dalam perdagangan internasional. Ekspor dan impor memiliki peran penting dalam kegiatan perekonomian suatu negara. Ekspor akan menghasilkan devisa yang akan digunakan untuk membiayai impor bahan baku dan barang modal yang dipergunakan dalam proses produksi yang akan membentuk nilai tambah (Mustika, 2015).

Laporan Bank Indonesia (2010) menyatakan bahwa kinerja ekspor semakin menurun terjadi yang diikuti oleh peningkatan jumlah imporketika krisis finansial dunia pada tahun 2009, dimana ekspor Indonesia mengalami penurunan sebesar 15% dari 138 US$ menjadi 116 US$. Pada tahun 2010 peningkatan ekspor dibarengi dengan peningkatan impor sebesar 52% atau sebesar 62,89 US$

dibandingkan tahun 2009, khususnya barang modal dan bahan baku yang berdampak pada defisit neraca perdagangan. Hal tersebut mengakibatkan aliran masuk modal asing kesektor rill secara umum terjadi melalui perubahan nilai tukar rill mata uang domestik (nilai tukar setelah memperhitungkan tingkat harga dinegara terkait).Nilai tukar rill mata uang domestik cenderung terapresiasi yang berdampak negatif terhadap kinerja ekspor dimana melemahnya daya saing ekspor dari sisi harga, namun mendorong kenaikan volume impor (Suci, 2014).

Menurut Sukirno (2002) solusi yang dianggap bisa diandalkan untuk mengatasi kendala rendahnya mobilisasi modal domestik adalah dengan mendatangkan modal dari luar negeri. Penanaman modal asing didalam negeri dapat mempengaruhi utang luar negeri di Indonesia yang umumnya dalam bentuk

xiii

(14)

hibah (grant), bantuan pembangunan (official development assistance), kredit ekspor, dan arus modal swasta. Arus modal swasta terdiri dari: (i) bantuan bilateral dan multilateral; (ii) investasi swasta langsung (PMA); (iii) portfolio invesment; (iv) pinjaman bank dan pinjaman komersial lainnya; dan (v) kredit perdagangan (ekspor atau impor) (Rustian, 2007). Suatu negara berkembang pengaruh penanaman modal asing dipandang lebih efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan sumber pembiayaan pembangunan (Niken dan Dewi, 2011).

Tabel 1.2 Penanaman Modal Asing Tahun 1996-2015Juta US$ dollar Amerika Serikat

Tahun Penanaman Modal

Asing Tahun Penanaman Modal Asing

1996 29,931 2006 13,770 1997 33,833 2007 14,007 1998 13,568 2008 14,231 1999 10,891 2009 14,351 2000 15,413 2010 16,215 2001 15,045 2011 19,475 2002 9,744 2012 24,565 2003 13,207 2013 28,618 2004 10,277 2014 28,530 2005 13,579 2015 29,276 Sumber: Bank Indonesia, 2015

Tabel 1.2 menjelaskan bahwa penanaman modal asing masih mengalami fluktuasi. Sebelum krisis moneter 1998 penanaman modal asing relatif kecil dibandingkan yang berasal dari dalam negeri (PMDN), yaitu 30 persen berasal dari (PMA) dan 70 persen berasal dari (PMDN). Hal ini disebabkan karena adanya depresiasi rupiah terhadap dollar (Vanda, 2008). Penanaman modal asing yang paling rendah terjadi pada tahun 2002 sekitar 9744,10 US$, sedangkan

xiv

(15)

penanaman modal asing tertinggi pada tahun 2015 sekitar 29275,90 US$. Pada tahun 2001 sampai 2003 transaksi modal dalam neraca pembayaran mengalami defisit yang ditandai dengan tingginya angka pengangguran dan kurs rupiah semakin melemah sehingga para investor menarik modalnya. Hal ini disebabkan oleh kendala eksternal dan internal di Indonesia yang mengakibatkan investor tidak ingin menanamkan modalnya di Indonesia.

Kendala eksternal seperti: (i) kesulitan perusahaan mendapatkan lahan lokasi; (ii) kesulitan dalam memperoleh bahan baku untuk di produksi; (iii) kesulitan dana dan pembiayaan proyek; (iv) kesulitan dalam memasarkan produk;

(v) adanya perselisihan antara pemegang saham dan perusahaan, sedangkan kendala internal seperti: (i) faktor lingkungan bisnis baik nasional, regional, maupun global; dan (ii) adanya peraturan yang tidak konsisten di Indonesia (www.denichaalviana.wordpress.com.16 Januari 2017). Kendala-kendala tersebut disebabkan oleh faktor-faktor yang menyebabkan perlambatan investasi di Indonesia, yakni (i) faktor ekonomi yang berpengaruh pada tingkat suku bunga, kebijakan perpajakan, regulasi perbankan, dan infrastruktur; dan (ii) faktor non ekonomi adalah kestabilan politik, penegakan hukum, tingkat kriminalitas dan demontrasi, komitmen perbankan dan komitmen pemerintah (Vanda, 2008).

Pertumbuhan sangat penting dari sektor penanaman modal asing khususnya investasi langsung (foreign direct investment) (Silvio, 2009). Tingkat tabungan sektor swasta terus meningkat tetapi kenyataannya peningkatan tabungan dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan investasi swasta, sehingga terjadi kesenjangan yang semakin melebar antara tabungan dan investasi. Secara teoritis

xv

(16)

kesenjangan antara tabungan dan investasi kemudian ditutup dengan bantuan luar negeri (utang luar negeri) (Mahindun, 2007).

Disisi lain faktor yang mempengaruhi utang luar negeri di Indonesia adalah pemanfaatan mekanisme cadangan devisa sangat penting dalam mendukung perekonomian. Beberapa faktor yang mempengaruhi cadangan devisa yaitu ekspor, impor, nilai tukar rupiah, dan tingkat inflasi (Agustina dan Reny, 2014). Menurut Dumairy (1997) posisi cadangan devisa suatu negara dinyatakan aman apabila mencukupi kebutuhan impor untuk jangka waktu setidak-tidaknya tiga bulan. Apabila suatu negara memiliki cadangan devisa yang tidak mencukupi kebutuhan impor dalam waktu tiga bulan, maka hal tersebut dianggap rawan. Para peneliti menekankan prinsip optimasi dalam hal rasio untuk memeriksa akumulasi cadangan devisa kedepannya, hal ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian suatu negara (Ramatullah, 2006). Acuan pengukuran cadangan devisa, yakni: (i) cadangan devisa untuk rasio impor, (ii) cadangan devisa untuk domestik uang beredar (reserves to M2), (iii) cadangan devisa untuk ratio utang jangka pendek, (iv) kemungkinan biaya (opportunity cost) (Mayuresh and J.V.

Ramana, 2013).

xvi

(17)

Tabel 3.3 Cadangan Devisa Tahun 1996-2015 Juta US$ dollar Amerika Serikat

Tahun Cadangan Devisa Tahun Cadangan Devisa

1996 19,125 2006 40.697

1997 21,418 2007 54.556

1998 23,762 2008 49.164

1999 27,054 2009 60.369

2000 29,394 2010 89.751

2001 28,016 2011 103.380

2002 32,039 2012 105.343

2003 36,296 2013 92.872

2004 36,320 2014 105.504

2005 32.774 2015 100.072

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2015

Tabel 3.3 mengenai jumlah cadangan devisa pada tahun 1996 sampai 2015, dimana cadangan devisa pada tahun 2005 sampai tahun 2007 mengalami peningkatan namun pada tahun 2008 mengalami penurunan sebesar 5.392 juta US$ faktor utama penyebab penurunan cadangan devisa pada tahun 2008 adalah terjadinya krisis perekonomian global yang menyebabkan menurunnya kinerja neraca pembayaran. Kinerja neraca pembayaran yang menurun mengakibatkan secara langsung cadangan devisa di Indonesia menurun (Agustina dan Reny, 2014). Penurunan cadangan devisa tidak berkelanjutan ketahun berikutnya melainkan mengalami peningkatan dari tahun 2009 sebesar 60.369 juta US$

sampai tahun 2012 meningkat sebesar 105.343. Pada tahun 2013 cadangan devisa mengalami penurunan dikarenakan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan pembayaran kebutuhan impor non migas. Posisi cadangan devisa tertinggi pada tahun 2015 sebesar 100.072 juta US$.

xvii

(18)

Disisi lain faktor yang mempengaruhi utang luar negeri adalah anggaran pendapatan belanja negara (APBN). Pemerintah belum mampu melepaskan diri dari ketergantungan utang luar negeri dalam membiayai pembangunan nasional.

Kebijakan mengambil utang baru untuk menutup utang lama telah membawa Indonesia masuk pada perangkap utang (debt-trap) dan berpotensi mengalami debt-crises atau krisis utang. Melalui kajian empiris dan secara konseptual dijadikan peneliti untuk mengkaji masalah utang luar negeri pemerintah Indonesia. Faktor-faktor yang mempengaruhinya kebijakan penarikan utang luar negeri pemerintah setiap tahun anggaran. Hal tersebut mencakup faktor yang bersifat langsung maupun tidak langsung (Gayun, 2011).

Krisis keuangan Asia berdampak pada ekonomi Indonesia yang menyebabkan pengeluaran pemerintah (utang) meningkat pada 1997 dan 1998, sesuai dengan penerapan prinsip anggaran berimbang dan dinamis sejak tahun anggaran 1969/1970 hingga 1999/2000. Pada tahun 2008 anggaran pendapatan belanja negara mengalami penurunan. Postur APBN disusun dengan format T- account, dimana APBN disusun dalam besaran yang sama antara jumlah pendapatan dan jumlah belanja negara. Masalah ini dipicu oleh keadaan politik di Indonesia dimana perekonomian melemah sebesar 13% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 1998 (Jon. R, 2009).

Sektor pajak merupakan sektor andalan penerimaan pemerintah yang masih belum maksimal bila dibandingkan dengan potensi wajib pajak yang bersifat perorang maupun badan usaha yang ada (Mahindun, 2007). Alasan desentralisasi yang ditetapkan adalah untuk meningkatkan akuntabilitas vertikal

xviii

(19)

dengan membawa pemerintah dekat dengan rakyat yang memungkinkan penduduk Indonesia untuk memiliki kebijakan yang berdampak langsung pada masyarakat. Pemerintah diharapkan lebih konsisten dalam meningkatkan layanan lokal seperti infrastruktur, kesehatan dan pendidikan (Philippa, 2009). Pemerintah diharapkan mampu mengalokasikan pengeluaran negara baik pengeluaran rutin maupun pengeluaran pembangun lebih produktif dan tepat sasaran dalam jangka panjang dan bermanfaat bagi masyarakat (Denni, 2012).

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana pengaruh penanaman modal asing, cadangan devisa, pendapatan negara, dan belanja negara terhadap impor di Indonesia?

2. Bagaimana pengaruh penanaman modal asing, cadangan devisa, pendapatan negara, dan belanja negara terhadap utang luar negeri di Indonesia?

3. Bagaimana pengaruh penanaman modal asing, cadangan devisa, pendapatan negara, dan belanja negara terhadap utang luar negeri melalui impor di Indonesia?

1.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah:

1. Untuk menganalisis pengaruh antara penanaman modal asing, cadangan devisa, pendapatan negara dan belanja negara terhadap impor di Indonesia.

xix

(20)

2. Untuk menganalisis pengaruh antara penanaman modal asing, cadangan devisa, pendapatan negara dan belanja negara terhadap utang luar negeri di Indonesia.

3. Untuk menganalisis pengaruh penanaman modal asing, cadangan devisa, pendapatan negara dan belanja negara terhadap utang luar negeri melalui impor di Indonesia.

1.4 Kegunaan Penelitian 1) Kegunaan Teoritis

Penelitian ini dijadikan sebagai bahan studi lanjutan dan dapat menambah referensi yang terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi utang luar negeri di Indonesia. Penelitian ini dapat menjadi acuan membuktikan teori yang didapat diperkuliahan dengan kenyataan dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk kepentingan pihak-pihak yang membutuhkan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

2) Kegunaan Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan memberikan informasi tentang beberapa faktor yang mempengaruhi utang luar negeri di Indonesia, sehingga dapat di jadikan sebagai bahan pertimbangan dalam penelitian selanjutnya dalam mengambil keputusan.

xx

(21)

1.5 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan pada skripsi ini disusun berdasarkan beberapa urutan per sub bab secara sistematis, sehingga antara bab satu dengan bab lainnya mempunyai hubungan atau keterkaitan yang erat. Adapun penyajiannya sebagai berikut:

BAB I : Pendahuluan

Pada bab ini menguraikan mengenai latar belakang masalah, kemudian dirumuskan menjadi beberapa rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, serta sistematika penulisan.

BAB II : Kajian Pustaka

Pada bab ini menguraikan mengenai kajian pustaka yang digunakan berupa teori dan konsep yang mendukung penelitian.

Dalam kajian pustaka dibahas mengenai konsep penanaman modal asing, cadangan devisa, apbn, impor, dan utang luar negeri, serta pengaruh-pengaruh antara variabel.

BAB III : Metode Penelitian

Pada bab ini menguraikan desain penelitian, lokasi penelitian, obyek penelitian, identifikasi variabel, definisi operasional

xxi

(22)

xxii

variabel, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, serta teknik analisis data.

BAB IV : Data dan Pembahasan Hasil

Pada bab ini menguraikan gambaran umum daerah atau wilayah penelitian, deskripsi data dan hasil penelitian, serta pembahasan dari hasil penelitian.

BAB V : Simpulan dan Saran

Pada bab ini membahas tentang simpulan yaitu mengenai hasil dari pembahasan dan saran-saran yang akan ditujukan sebagai masukkan.

 

Gambar

Tabel 1.1 Jumlah Utang Luar Negeri Indonesia Tahun 1996-2015 Juta US$
Tabel 1.2 Penanaman Modal Asing Tahun 1996-2015Juta US$ dollar  Amerika Serikat
Tabel 3.3 Cadangan Devisa Tahun 1996-2015 Juta US$ dollar Amerika  Serikat

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 4.1 Data Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kabupaten Lampung

Tabel 3.4 Skor dan bobot masing – masing kelas laju erosi tanah untuk menilai tingkat degradasi

1) Untuk mengetahui signifikansi pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan pada perusahaan farmasi di BEI periode 2012-2015. 2) Untuk mengetahui signifikansi

Tabel 5.15 Statistik Deskriptif Sampel Pendapatan Transfer, Belanja Kesehatan, Rasio Belanja Kesehatan terhadap Pendapatan Transfer; PDRB dan PAD Kabupaten-Kota di

Adapun batasan masalah untuk mengetahui pengaruh elit terhadap kegagalan otomi daerah tersebut adalah alasan utama pemekaran Kabupaten Nias Utara, Dinamika yang terjadi

Jenis Hewan Ternak yang hidup di daerah penelitian .... Jenis Hewan Liar yang hidup di daerah

Pemetaan Skor Keberlanjutan Dari Tipologi Rumah Berkelanjutan Pada Aspek Lingkungan dan Sosial .... Tipologi Rumah Berkelanjutan Pada Aspek Lingkungan dan

Skema cara kerja isolasi senyawa aktif kulit buah kokosan ……….. KLT ekstrak etanol, fraksi larut dan tak larut