DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
PEPERNYATAAN ORISINILITAS ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
ABSTRAK ... viii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR TABEL ... x
DAFTAR GAMBAR ... xi
DAFTAR LAMPIRAN ... xii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah Penelitian ... 8
1.3 Tujuan Penelitian ... 8
1.4 Kegunaan Penelitian ... 9
1.5 Sistematika Penulisan ... 10
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN 2.1 KajianPustaka ... 12
2.1.1 PerdaganganInternasional ... 12
2.1.2 Devisa ... 14
2.1.3 Teori devisa ... 18
2.1.4 Net Ekspor ... 19
2.1.5 Teori Net ekspor ... 22
2.1.6 Teori Basis ekspor ... 23
2.1.7 Kurs ... 25
2.1.8 TeoriKurs ... 28
2.1.9 Inflasi... 29
2.1.10 TeoriInflasi ... 29
2.1.11 HubunganNet ekspor denganCadanganDevisa ... 30
2.1.12 HubunganKurs Dollar denganCadanganDevisa ... 31
2.1.13 HubunganInflasidenganCadanganDevisa ... 32
2.2 HipotesisPenelitian ... 33
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 DesainPenelitian ... 34
3.2 LokasiatauRuangLingkupPenelitian ... 34
3.3 ObjekPenelitian ... 34
3.4 IdentifikasiVariabel... 35
3.5 DefinisiOperasionalVariabel... 35
3.6 Jenis Data danSumber Data ... 36
3.7 Metode Pengumpulan Data ... 36
3.8 Teknik Analisis Data... 37
3.8.1 AnalisisBidangRegresi Linear Berganda ... 37
3.8.2 TeoriAsumsiKlasik ………. 38
3.8.2.1 UjiNormalitas ……… 38
3.8.2.2 UjiAutokolorelasi ………..39
3.8.2.3 UjiMultikolinearitas ………..40
3.8.2.4 UjiHeterikedastisitas ……….40
3.8.3 Uji Signifikansi ... 42
3.8.3.1 UjiSimultan/UjiSerempak (Uji F) ……. 42
3.8.3.2 UjiParsial (Uji t) ……….44
3.8.4 VariabelBebas yang Paling BerpengaruhTerhadapCadangabDevisa Indonesia……… 48
BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN 4.1 GambaranUmum ... 49
4.1.1 GambaranUmum Daerah Penelitian ... 49
4.1.2 PerkembanganCadanganDevisaIndonesia ... 50
4.2 PembahasanHasilPenelitian ... 51
4.2.1 HasilAnalisisRegresi Linear Berganda ... 52
4.2.2 Hasil Uji Asumsi Klasik ... 52
4.2.3 HasilUjiSignifikansi ... 55
4.2.3.1 UjiSimultan/UjiSerempak (Uji F) .. ... 55
4.2.3.2 UjiParsial (Uji t) ……… 57
4.2.4 Standardized Coeffecient Beta ……….. 60
4.3 PembahasanHasilAnalisis ……… 61
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ... 65
5.2 Saran ... 66
DAFTAR RUJUKAN ... 67
LAMPIRAN-LAMPIRAN ... ... 71
DAFTAR TABEL
No. Tabel Halaman
4.1Tabelujinormalitas……… 51
4.2 Tabel Run Test ……….. 53
4.3HasilUjiMutikolinearitas... 54
4.4HasilUjiHeterokedastisitas ... 55
4.5 TableAnova……… 56
4.6Nilai Standardized Coefficients Beta ... 57
DAFTAR GAMBAR
No. Gambar Halaman
1.1 PerkembanganCadanganDevisa di Indonesia tahun 1990-2016 ... 2
1.2 PerkembanganNet ekspor di Indonesiatahun 1990-2016 ... 4
1.3 PerkembanganNilaiKursDollar tahun 1990 -2016………. 5
1.4 PerkembanganInflasi di Indonesia tahun 1990-2016 ... 6
3.1 KerangkaPemikiranPengaruh Net Ekspor, Kurs Dollar, danInflasiCadanganDevisa di Indonesia padakurunwaktutahun 1990-2016 36
3.2 Daerah PengujianPenerimaandanPenolakanHopadaUji F ... 43
3.3 PenerimaandanPenolakan H0padaUji t (Net ekspor) ... 44
3.4 PenerimaandanPenolakan H0 padaUji t (Kurs dollar) ... 46
3.5 PenerimaandanPenolakan H0 padaUji t (Inflasi) ... 47
4.1 PerkembanganCadanganDevisa di Indonesia tahun1990-2016….. 49
DAFTAR LAMPIRAN
No. Lampiran Halaman
1
Perkembangan CadanganDevisa, Net ekspor, Kurs dollardanInflasi di Indonesia tahun 1990-2016 ... 71
2 Uji t ... 72
3 Uji F ... 72
4 R Square ... 72
5 UjiNormalitas ... 73
6 Uji Multikolinearitas ... 73
7 Uji Autokorelasi ... 73
8 Uji Heteroskedastisitas ... 74
9 Tabeldistribusi t ... 74
Judul : Pengaruh Net ekspor, Kurs dollar, dan Inflasi terhadap Cadangan devisa Indonesia pada Kurun Waktu Tahun 1990-2016
Nama : Tetry A. Sitohang Nim : 1306105042
ABSTRAK
Pembangunan nasional menjadi salah satu faktor yang sangat penting untuk meningkatkan perekonomian di suatu negara. Salah satu cara untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakat adalah melalui kegiatan ekspor dan impor. Kegiatan ekspor dan impor akan mempengaruhi besar kecilnya tingkat cadangan devisa di suatu negara. Cadangan devisa digunakan untuk kegiatan transaksi luar negeri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh simultan, parsial dan yang berpengaruh dominan antara Net Ekspor, Kurs dollar dan Inflasi terhadap cadangan devisa Indonesia pada kurun waktu tahun 1990-2016. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder pada kurun waktu tahun 1990-2016. Teknik analisis data yang digunakan adalah Regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 16.00 dilengkapi dengan uji aumsi klasik dan standardized coefficient beta.
Berdasarkan hasil analisis pengujian, dapat disimpulkan bahwa (1) Secara simultan Net ekspor, Kurs dollar, dan Inflasi berpengaruh signifikan terhadap Cadangan Devisa di Indonesia kurun waktu tahun 1990-2016 dengan nilai sig sebesar 0,000. (2) Secara parsial Net ekspor berpengaruh terhadap cadangan devisa Indonesia kurun waktu tahun 1990-2016 dengan koefisien beta sebesar -2,042. (3) Secara parsial kurs dollar berpengaruh positif dan signifikan terhadap Cadangan Devisa Indonesia kurun waktu tahun 1990-2016 dengan koefisien beta sebesar 0,009. (4) Secara parsial Inflasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Cadangan Devisa Indonesia tahun 1990-2016 dengan koefisien beta sebesar -0,512. (5) Kurs dollar merupakan variabel yang berpengaruh paling dominan dengan koefisien beta sebesar 0,926.
Kata kunci: Cadangan devisa, Net ekspor, Kurs dollar, dan Inflasi
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
Pembangunan nasional adalah cara atau upaya yang dilakukan oleh negara untuk meningkatkan segala aspek kehidupan masyarakat baik dari segi sosial, politik, budaya, dan ekonomi dengan tujuan untuk meningkatkan kesehjateraan masyarakat (Sukirno, 2006:3).
Pembangunan nasional menjadi salah satu faktor yang sangat penting untuk diperhatikan karena pembangunan nasional yang terencana dengan baik dapat meningkatkan perekonomian di suatu negara (Sukirno, 2006:4). Dilihat dari bidang ekonomi, pembangunan nasional yang baik dapat mendorong peningkatan produksi barang dan jasa sehingga permintaan masyarakat dapat terpenuhi. Salah satu cara untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakat adalah melalui kegiatan ekspor dan impor. Kegiatan ekspor dan impor akan mempengaruhi besar kecilnya tingkat cadangan devisa di suatu negara. Cadangan devisa digunakan untuk kegiatan transaksi luar negeri. Devisa juga digunakan untuk pembangunan proyek-proyek dan industri seperti jalan, jembatan, bandara, pelabuhan, dll. Menurut Faisal Basri (2002:91) Devisa dapat diperoleh dari adanya kegiatan eksport Migas maupun Non-migas. Devisa juga dapat diperoleh dari peminjaman utang luar negeri. Devisa yang digunakan untuk pembangunan ini adalah devisa hasil ekspor dan pariwisata (Amir.Ms.2005:300). Aktivitas perdagangan menjadi salah satu cara unutk meningkatkan devisa suatu negara dan sistem nilai tukar yang digunakan suatu negara tersebut. Dalam kaitannya, devisa digunakan untuk membiayai kewajiban luar negeri, menjaga stabilitas moneter dan mempertahankan nilai tukar (Gandhi, 2006:1). Cadangan devisa Indonesia pada kurun waktu 1990-2016 mengalami fluktuasi yang dinilai berdasarkan US$.
Grafik 1.1 dibawah ini menunjukkan perkembangan devisa Indonesia dari tahun 1990- 2016 mengalami tren yang berfluktuasi dari tahun ke tahun ini dapat dibuktikan dengan data
devisa yakni 105.504, 100.072, 116.014 dalam 3 tahun terakhir per juta US$. Dari data dapat dilihat adanya kecenderungan devisa mengalami fluktuasi. Cadangan devisa dikatakan aman apabila cadangan devisa dapat membiayai impor sekurang-kurangnya 3 bulan, apabila devisa tidak dapat mencukupi impor dalam kurun waktu tersebut hal ini disebut titik rawan.
Perkembangan devisa yang semakin mengalami tren menurun dari tahun-tahun dapat dilihat variabel–variabel yang mempengaruhi cadangan devisa tersebut.
Grafik 1.1 Perkembangan Cadangan Devisa Indonesia kurun waktu tahun 1990-2016 (Juta US $)
Sumber:Badan Pusat Statistika (2016), www.bps.go.id(diunduh: 13 Maret 2017)
Dengan dimulainya industrialisasi di Indonesia, maka akan dibutuhkan cadangan devisa sebagai alat pembayaran dan penerimaan negara sebagai kegiatan dari ekspor maupun impor.
Disisi lain faktor yang mempengaruhi cadangan devisa adalah net ekspor. Net ekspor adalah pembelian produk dalam negeri oleh orang asing dikurangi pembelian produk luar negeri oleh warga negara (Mankiw, 2006: 11-13). Pertumbuhan net ekspor yang bagus akan menghasilkan devisa bagi suatu daerah dan selanjutnya dapat digunakan untuk membiayai pembangunan di daerah tersebut.
8.6619.68611.61112.35213.15814.67419.12521.41823.76227.05429.39428.01632.03936.29636.3232.77440.697
54.55649.16460.369 89.751
103.38105.343 92.872
105.504100.072 116.014
0 20 40 60 80 100 120 140
1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Cadangan Devisa Indonesia (Juta US $)
Ekspor merupakan sumber devisa bagi negara (Djamin, 1994:5). Bila ekspor naik akan mengakibatkan penerimaan dalam negeri meningkat. Menurut Simi Kedia dan Abon Mozomda (2003) dalam jurnalnya mengatakan bahwa such perdagangan internasional terjadi dari aktivitas impor dan ekspor sederhana yang berdampak kepada sumber, produksi, dan persaingan global terpadu. Perusahaan multinasional ini menghadapi berbagai jenis produk dan pasar modal yang berbeda, berbagai rezim hukum, risiko politik, dan ketidakpastian nilai tukar. Sedangkan menurut hasil penelitian dalam Jurnal Mega Febriyenti, Hasdi Aimon, Zul Azhar (2013) bahwa net ekspor berpengaruh positif dan signifikan terhadap cadangan devisa di Indonesia. Hal ini terlihat dari koefisiennya 0.360559 dengan nilai probabillitas 0.0079 ≤ 0.05. Artinya adalah apabila net ekspor mengalami peningkatan maka sumber pendapatan negara juga akan mengalami peningkatan sebab net ekspor yang meningkat ditandai dengan tingginya ekspor daripada impor. Ekspor yang tinggi daripada impor akan meningkatkan neraca perdagangan Indonesia. Menurut Alwell Nteegah and Godspower Ebimotimi Okpoi (2015) dalam jurnalnya mengatakan bahwa impor minyak, impor non migas, ekspor minyak, ekspor non migas dan nilai tukar mendorong cadangan devisa. Selain itu dinyatakan bahwa ekspor minyak dan non migas ditandatangani secara positif dan benar sehingga memiliki implikasi positif pada cadangan devisa sementara impor minyak dan non minyak ditandatangani secara negatif yang menyiratkan bahwa mereka memperlambat cadangan devisa di Nigeria. Peningkatan neraca perdagangan ini akan terakumulasi nantinya pada peningkatan posisi cadangan devisa. Dari hasil peneliti terdahulu dapat dilihat adanya pengaruh jumlah net ekspor terhadap cadangan devisa dalam negeri. Hal ini diakibatkan tidak lain adanya penerimaan dari luar negeri akibat dari adanya kegiatan ekspor-impor tersebut.
Grafik 1.2 PerkembanganNet Ekspor di Indonesia kurun waktu Tahun 1990-2016 (Juta US$)
Sumber:Badan Pusat Statistika (2016), www.bps.go.id(diunduh: 21 Maret 2017)
Dari perkembangan data net ekspor pada Grafik 1.2 diatas dapat dilihat bahwa adanya kecenderungan net ekspor mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Selain itu data juga menunjukkan bahwa net ekspor menunjukkan lebih banyak surplus daripada defisit sehungga berpengaruh terhadap kondisi cadangan devisa yang senantiasa meningkat. Pada tahun 2012 dan 2013 net ekspor mengalami penurunan sampai negatif, hal ini tidak lain akibat dari penurunan dan merosotnya perekonomian global yang berimbas pada perkembangan net ekspor di Indonesia.
Grafik 1.3: Perkembangan Nilai Kurs Dollar kurun waktu tahun 1990 -2016 (US$)
1.8262.1734.0814.718 2.027
-2.697-1.4-0.594 9.30611.318
17.356 13.27112.319
17.229
11.99911.854 19.731
17.471
5.384 15.141
11.88611.959
-1.67 -4.077-2.198
7.6728.783
-10 -5 0 5 10 15 20 25
1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Net Ekspor (Juta US $)
Sumber: Bank Indonesia (2016), www.bi.go.id(diunduh: 21 Maret 2017)
Grafik 1.3 diatas ini menunjukkan perkembangan kurs dollar di Indonesia mengalami fluktuasi selama 27 tahun. Fluktuasi yang terjadi pada kurs dollar diakibatkan karena kondisi perekonomian disuatu negara. Selain itu data juga menunjukkan bahwa kurs dollar cenderung menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun sehungga berpengaruh terhadap kondisi cadangan devisa yang senantiasa meningkat. Pada tahun 2007 dan 2008 terjadi peningkatan kurs dollar sebesar 6,27 persen yang diakibatkan karena terjadinya krisis moneter yang kedua setelah krisis moneter pertama pada tahun 1997-1998.
Menurut Anita Mirchandani (2013) dalam jurnalnya mengatakan kebijakan nilai tukar telah berkembang seiring berjalannya waktu yaitu dengan diberlakukanya ekonomi secara bertahap sebagai bagian dari strategi reformasi dari ekonomi makro yang lebih luas. Salah satu reformasi penting adalah dua langkah penyesuaian India Rupee ke bawah untuk menginformasikan kepercayaan investor dalam melakukan investasi dan meningkatkan daya saing domestik. Pada bulan Juli 1991 Rupee India didevaluasi dua kali untuk menstabilkan pasar valuta asing.
1901199220622110220023082383 4650
80257100 953010308
9316857389359712
91669136967910394
908487799380 10451
11878 1339213307
0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000
1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Nilai Kurs Dollar Indonesia (US$)
Grafik 1.4: Perkembangan Inflasi Indonesia kurun waktu tahun 1990-2016 (%)
Sumber: Badan Pusat Statistika (2016), www.bps.go.id(diunduh: 13 Maret 2017)
Selain kurs dollar, inflasi juga mempengaruhi besar kecilnya cadangan devisa. Grafik 1.4 dibawah ini menunjukkan perkembangan inflasi selama 27 tahun. Inflasi tertinggi terjadi pada tahun 1998, sebagai tahun terjadinya krisis moneter yang di akibatkan krisis ekonomi global, yang pada akhirnya berimbas ke negara Indonesia. Inflasi pada tahun 1998 sebesar 77,60%
sebagai titik tertinggi inflasi sejarah Indonesia.
Tahun 2006 dan 2007 angka inflasi Indonesia sudah menurun, hal ini akibat dari perbaikan perekonomian baik secara global maupun secara nasional. Tetapi ditahun 2008, goncangan ekonomi terjadi di negara-negara maju yang pada hasilnya berimbas pada perkembangan perekonomian negara berkembang seperti Indonesia dan perkembangan kenaikan angka inflasi Indonesia. Hal ini diakibatkan adanya pergerakan ekonomi Eropa dan Amerika yang mempengaruhi perekonomian negara-negara berkembang. Pada saat itu laju inflasi mengalami peningkatan sebesar 4,47%. Selain itu data juga menunjukkan bahwa inflasi
9.539.52
4.949.779.248.6 6.511.1 77.6
2
9.412.5510.03 5.166.4
17.11
6.66.5911.06 2.788.1
3.754.717.358.43 3.353.02 0
10 20 30 40 50 60 70 80 90
1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
Inflasi Indonesia (%)
mengalami fluktuasi sehingga berpengaruh terhadap kondisi cadangan devisa yang senantiasa meningkat.
1.2 Rumusan Masalah :
Berdasarkan uraian diatas, maka pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimana pengaruh Net Ekspor, Kurs dollar dan Inflasi secara simultan terhadap cadangan devisa Indonesia kurun waktu tahun 1990-2016?
2. Bagaimana pengaruh Net Ekspor, Kurs dollar dan Inflasi secara parsial terhadap cadangan devisa Indonesia kurun waktu tahun 1990-2016?
3. Variabel manakah diatara Net Ekspor, Kurs dollar, Inflasi yang berpengaruh dominan terhadap cadangan devisa Indonesia kurun waktu tahun 1990-2016?
1.3 Tujuan Penelitian:
Berdasarkan permasalahan tersebut yang telah digunakan, maka tujuan penilitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui pengaruh Net Ekspor, Kurs dollar dan Inflasi secara simultan terhadap cadangan devisa Indonesia kurun waktu tahun 1990-2016.
2. Untuk mengetahui pengaruh Net Ekspor, Kurs dollar dan Inflasi secara parsial terhadap cadangan devisa Indonesia kurun waktu tahun 1990-2016
3. Untuk mengetahui variabel manakah diatara Net Ekspor, Kurs dollar, Inflasi yang berpengaruh dominan terhadap cadangan devisa Indonesia kurun waktu tahun 1990-2016.
1.4 Kegunaan penelitian:
Berdasarkan tujuan penelitian yang telah diuraikan, maka penelitian ini diharapkan dapat memberikan kegunaan sebagai berikut:
1. Kegunaan Teoritis
Diharapkan seorang peneliti dapat menambah keberagaman wawasan, pengetahuan studi lanjutan khususnya bagi mahasiswa. Selain itu penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam menyusun tugas terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi cadangan devisa Indonesia.
2. Kegunaan Praktis
Secara praktis penelitian ini dapat memberikan informasi faktor-faktor yang mempengaruhi cadangan devisa Indonesia, sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam penelitian selanjutnya untuk dapat mengambil keputusan.
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penyajian penulisan ini terdiri dari lima bab, yaitu:
BAB I PENDAHULUAN
Pada bab ini diuraikan mengenai latar belakang masalah yang kemudian dirumuskan ke dalam beberapa pokok permasalahan, juga dibahas mengenai tujuan dan kegunaan penelitian serta sistematika penyajian penulisan.
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN
Pada bab ini diuraikan teori dan materi yang relevan yang mendukung dalam pemecahan masalah. Teori-teori yang diuraikan dalam bab ini antara lain Konsep Perdagangan Internasional, Teori-teori Perdagangan Internasional yang terdiri dari Teori Klasik (Teori Keunggulan Absolut dan Komparatif); konsep net ekspor, teori net ekspor, konsep kurs dollar, teori kurs dollar, inflasi, teori inflasi, hubungan net eksport dengan cadangan devisa, hubungan kurs dollar dengan cadangan devisa, hubungan inflasi dengan cadangan devisa. Selain itu diuraikan pula rumusan hipotesis.
BAB III METODE PENELITIAN
Pada bab ini diuraikan metode penelitian yang meliputi desain penelitian, obyek penelitian, identifikasi variabel, definisi operasional variabel, jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, serta teknik analisis data.
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linier Berganda, Uji Asumsi Klasik yang terdiri dari Uji Normalitas, Uji Multikolinearitas, Uji Autokorelasi dan Uji Heteroskedastisitas, Uji Signifikansi Koefisien Regresi yaitu Uji F dan Uji T, serta Standardized Coefficients Beta.
BAB IV PEMBAHASAN
Bab ini menguraikan mengenai gambaran umum lokasi penelitian, gambaran umum cadangan devisa, dan pembahasan uji analisis linier berganda, uji asumsi klasik, uji simultan (uji f), uji parsial (uji t), serta standardized coefficients beta.
BAB V PENUTUP
Dalam bab ini diuraikan mengenai simpulan dari hasil pembahasan dan saran yang diharapkan dapat membantu perkembangan cadangan devisa negara Indonesia.