• Tidak ada hasil yang ditemukan

Study of integration of SNI ISO 9001:2015 documents with SNI ISO 37001:2016 at the Center for Crafts and Batik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Study of integration of SNI ISO 9001:2015 documents with SNI ISO 37001:2016 at the Center for Crafts and Batik"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

E.07 | 1

Kajian integrasi dokumen SNI ISO 9001 : 2015 dengan SNI ISO 37001: 2016 di Balai Besar Kerajinan dan Batik

Study of integration of SNI ISO 9001:2015 documents with SNI ISO 37001:2016 at the Center for Crafts and Batik

Euis Laela1, Isnaini1

1Balai Besar Kerajinan dan Batik, Jl. Kusumanegara No.7 Yogyakarta

Email : [email protected]

Kata kunci : SNI ISO 9001:2015, SNI ISO 37001:2016, integrasi sistem manajemen Keywords : SNI ISO 9001:2015, SNI ISO 37001:2016, management system integration

ABSTRAK

Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) adalah salah satu satuan kerja di kementerian Perindustian, berada di bawah Badan Standarisasi Kebijakan Jasa Industri dan telah tersertifikasi sistem manajemen mutu (SMM) yang mengacu pada SNI ISO 9001: 2015 pada tahun 2015 serta Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) (SNI ISO 37001:2016) pada tahun 2020. Implementasi lebih dari satu sistem manajemen secara terpisah mengakibatkan kurang efektif dan efisien system yang dijalankan, yang dapat mengakibatkan inkonsisten pada tingkatan pimpinan puncak sampai anggota yang terlibat dalam organisasi; terjadinya penggandaan kegiatan dan dokumentasi; Pemborosan biaya dan waktu pengelolaan sistem manajemen. Kajian ini bertujuan untuk menggambarkan integrasi kedua sistem tersebut. Diharapkan keduanya berintegrasi untuk implementasi sistem manajemen yang lebih efektif dan efisien. Kajian ini menggunakan metode desk study, berasal dari data sekunder yaitu standar SMM, SMAP, dokumen panduan mutu dan dokumen eksternal. Hasil kajian diperoleh bahwa klausul yang terdapat dalam dua standar tersebut memungkinkan untuk dapat diintegrasikan yaitu pada pasal 5.1.

kepemimpinan dan komitmen; pasal 5.2 kebijakan; pasal 6.2. sasaran mutu dan anti penyuapan; pasal 7.5. informasi terdokumentasi; pasal 9.2. audit internal; pasal 9.3. tinjauan manajemen dan pasal 10.2.

peningkatan berkelanjutan.

ABSTRACT

The Center for Crafts and Batik (BBKB) is a work unit in the Ministry of Industry, under the Standardization Agency for Industrial Services Policy and has been certified for a quality management system (QMS) which refers to SNI ISO 9001: 2015 in 2015 as well as an Anti-Bribery Management System (SMAP) (SNI ISO 37001:2016) in 2020. Implementation of more than one management system separately resulting in a less effective and efficient system, which can create inconsistencies from top management level to other members involved in the organization; the occurrence of activities and documentation duplication; Waste of cost and time management. This study aims to describe the integration of those two systems. It is hoped that the integration will make a more effective and efficient management system. This study uses desk study method, derived from secondary data, namely QMS standards, SMAP, quality guide documents and external documents. The results of the study shows that the clauses contained in the two standards allow it to be integrated, namely in Article 5.1. leadership and commitment; Article 5.2 of the policy; Article 6.2. quality targets and anti-bribery; Article 7.5. documented information; Article 9.2.

internal audits; Article 9.3. management review and section 10.2. continuous improvement.

(2)

Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik

Membangun Industri Kerajinan dan Batik yang Tangguh di Masa Pandemi

Yogyakarta, 6-7 Oktober 2021 eISSN 2715-7814

E.07 | 2 PENDAHULUAN

Sistem manajemen adalah sekumpulan bagian organisasi yang berinteraksi dalam menetapkan kebijakan, tujuan dan proses untuk mencapai sasaran organisasi. SMM diterapkan berdasarkan SNI ISO 9001:2015 untuk menghasilkan produk layanan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan harapan pihak terkait (Antaresti, 2017). SMAP diterapkan berdasarkan SNI ISO 37001:2016 untuk mencegah terjadinya kerugian keuangan negara dalam pelaksanaan tugas dan mencegah dampak negatif terhadap mutu produk layanan yang dihasilkan (Badan Standardisasi Nasional, 2016; Sartika & Arieyasmieta, 2021). Implementasi SMAP bertujuan untuk menangkal, menemukan dan menanggapi tindakan penyuapan yang mungkin ada dalam sebuah organisasi.

BBKB merupakan instansi yang berada di bawah Kementerian Perindustrian yang melayani industri dalam bentuk pemberian jasa layanan maupun pembinaan. Untuk mendukung tugas tersebut BBKB telah menerapkan beberapa sistem manajemen yaitu SNI ISO 9001:2015 dan SNI ISO 37001:2016. Sistem tersebut di terapkan di BBKB sebagai komitmen bersama untuk meningkatkan efektifitas pelaksanaan tugas di BBKB. Namun demikian, pendokumentasian sistem yang ada di BBKB masih di lakukan secara terpisah. Implementasi lebih dari satu sistem manajemen secara terpisah mengakibatkan kurang efektif dan efisien system yang dijalankan, yang dapat mengakibatkan inkonsisten pada tingkatan pimpinan puncak sampai anggota yang terlibat dalam organisasi; terjadinya penggandaan kegiatan dan dokumentasi;

Pemborosan biaya dan waktu pengelolaan sistem manajemen (Purnomo et al., 2017).

Sistem yang diterapkan secara masing-masing menyebabkan penggandaan kegiatan dan dokumentasi. Misalnya pada kegiatan audit internal, tinjauan manajemen, informasi terdokumentasi, ketidaksesuaian dan tindakan korektif serta peningkatan berkelanjutan.

Sehingga akan terjadi peningkatan pemborosan untuk pemeliharaan dokumentasi mengulangi kegiatan yang sama (Hafid Laksana, 2020). Proses Audit internal dan tinjauan manajemen apabila dilaksanakan secara integrasi untuk dua sistem manajamen tersebut dapat menghemat waktu dan biaya. Dimana dua proses tersebut membutuhkan sumber daya yang besar dalam pelaksanaannya apabila dilaksanakan secara terpisah untuk masing masing sistem. Berdasarkan hal diatas maka diperlukan integrasi sistem untuk dua standar tersebut di BBKB. Sistem yang terintegrasi tersebut diharapkan dapat membuat implementasi sistem manajemen yang lebih efektif dan efiesien.

International Organization for Standardization

adalah organisasi yang membuat standar internasional. Produk yang dihasilkan adalah ISO yaitu standar international yang memberikan panduan untuk mencapai tujuan. ISO 9001 yang dikeluarkan adalah standar international yang mengatur SMM (Sudrajat, 2016). Tahun 1987 adalah tahun publikasi pertama ISO 9001 dan sampai saat ini sudah beberapa kali direvisi, saat ini versi yang terbaru adalah ISO 9001: 2015.

(3)

Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik

Membangun Industri Kerajinan dan Batik yang Tangguh di Masa Pandemi

Yogyakarta, 6-7 Oktober 2021 eISSN 2715-7814

E.07 | 3 Badan Standarisasi Nasional membuat standar tersebut secara identik menjadi SNI ISO 9001:2015 (BSN, 2015).

Gambar 1. perubahan SMM ISO 9001 dari tahun 1987

Implementasi SMM berdasarkan SNI ISO 9001:2015 bertujuan untuk menghasilkan produk layanan yang bermutu sesuai dengan kebutuhan dan harapan pemangku kepentingan.

Standar SNI ISO 9001: 2015 menggunakan metode perputaran proses gabungan rencana-lakukan-periksa-tindaki-tingkatkan atau biasa dikenal dengan

plan-do-check-actione

(PDCA) serta yang tidak kalah penting adalah “pemikiran berbasis risiko” (Ridson Wartuny et al., 2018)(Rebelo et al., 2014). Dengan pendekatan tersebut organisasi terbantu dalam mendesain proses beserta interaksi yang mungkin terjadi. PDCA memungkinkan organisasi menetapkan proses yang dikendalikan oleh sumber daya yang memuaskan serta peluang untuk peningkatan dapat ditentukan supaya dapat dilaksanakan. Pemikiran berdasarkan risiko membuat organisasi dapat menetapkan factor yang mungkin menyebabkan rangkaian tindakan dan system manajemen mutunya keluar dari target yang diprogramkan, menentukan tindakan korektif untuk meminimalkan dampak negatif dan menggunakan peluang untuk peningkatan system. (BSN, 2015)

(4)

Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik

Membangun Industri Kerajinan dan Batik yang Tangguh di Masa Pandemi

Yogyakarta, 6-7 Oktober 2021 eISSN 2715-7814

E.07 | 4 Gambar 2. Representasi struktur standar SMM dalam siklus PDCA(BSN, 2015)

ISO 37001 adalah standar international yang mengatur sistem manajemen anti penyuapan termasuk dalam salah satu standar yang dipublikasikan oleh

International Organization for Standardization

. Badan Standarisasi Nasional mengadopsi standar tersebut secara identik menjadi menjadi SNI ISO 37001:2016. Sama halnya dengan SNI ISO 9001:2015 maka Standar SNI ISO 37001: 2016 menerapkan pendekatan proses yang memadukan perputaran

“rencanakan–Lakukan-Periksa–Tindaki (PDCA) serta menggunakan dasar “pemikiran berbasis risiko” (Badan Standardisasi Nasional, 2016).

(5)

Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik

Membangun Industri Kerajinan dan Batik yang Tangguh di Masa Pandemi

Yogyakarta, 6-7 Oktober 2021 eISSN 2715-7814

E.07 | 5 Gambar 3. Representasi struktur standar SMAP dalam siklus PDCA

Standar SNI ISO 37001:2016 sesuai bagi organisasi untuk meningkatkan kepedulian semua pihak terhadap permasalahan kegiatan operasional yang berpotensi terhadap penyuapan. Tujuan penerapan standar SNI ISO 37001:2016 adalah membantu BBKB untuk menangkal, menemukan, mengurus jika terjadi penyuapan dan menaati peraturan terkait penyuapan (Badan Standardisasi Nasional, 2016). Output yang dihasilkan adalah kegiatan pelayanan industri yang bersih, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

High Level Structure (HSL) Annex SL

Annex SL

adalah istilah untuk kerangka sistem manajemen generik dan cetak biru (blueprint) untuk semua standar sistem manajemen pasca terbitnya ISO 9001:2015 (K, 2021).

Semua standar ISO pasca terbitnya ISO 9001:2015 akan mengikuti

High Level Structure Annex SL.

Sebagai contohnya standar manajemen seperti ISO 37001:2016 mempunyai struktur persyaratan yang menyerupai standar ISO 9001:2015. Dengan keberadaan

Annex SL

maka struktur Standar akan seragam sehingga mudah diintegrasikan antar beberapa management system berbasis ISO. Berikut struktur tingkat tinggi

(High Level Structure) Annex SL

(Witara, 2017) :

a) Clause 1 : Scope

b) Clause 2 : Normative references

c) Clause 3 : Term and Definitions

d) Clause 4 : Context of Organization

(6)

Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik

Membangun Industri Kerajinan dan Batik yang Tangguh di Masa Pandemi

Yogyakarta, 6-7 Oktober 2021 eISSN 2715-7814

E.07 | 6

e) Clause 5 : Leadership

f) Clause 6 : Planning g) Clause 7 : Support h) Clause 8 : Operation

i) Clause 9 : Performance Evaluation j) Clause 10 : Improvement

METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini merupakan

desk study

mengacu struktur tingkat tinggi

(High Level Structure) Annex SL

. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kemungkingan penggabungan persyaratan standar SNI ISO 9001:2015 dengan SNI ISO 37001:2015. Langkah yang dilakukan adalah melakukan penelaahan terhadap kesamaan maupun perbedaan dalam persyaratan- persyaratan yang dicantumkan dalam kedua standard, kemudian melakukan penghubungan agar persyaratan-persyaratan dalam kedua standar dapat dipenuhi sekaligus.

Dalam melakukan kegiatan kajian ini dilakukan dalam tiga tahap sebagaimana terlihat pada Gambar 4.

Gambar 4. Rancangan penelitian

Tahap pertama dilakukan dengan mengartikan persyaratan yang ada dalam kedua standar. Pada tahap ini tujuan yang akan dicapai adalah untuk mengidentifikasi persyaratan yang wajib ada dan diatur oleh BBKB dalam implementasi standar SNI ISO 9001:2015 dan SNI ISO 37001:2016. Hasil dari kegiatan pada tahapan satu ini adalah kepastian dari hal- hal yang perlu dilakukan oleh Bbkb agar dapat melaksanakan persyaratan-persyaratan kedua SNI ISO tersebut.

Tahap kedua dilakukan dengan analisis operasi dan kendali proses. Tahap yang dilakukan bertujuan untuk menelaah persamaan maupun ketidaksamaan informasi untuk membantu proses – proses dalam organisasi dengan persyaratan – persyaratan yang terdapat dalam sistem manajemen yang di review. Tahap ini menghasilkan komparasi terkait struktur operasi, dokumen dan struktur organisasi diantara kedua standar (Purnomo et al., 2017).

Tahap ketiga dilakukan dengan penggabungan standar. Pada tahapan ini dimaksudkan untuk

me review

penggabungan yang dilakukan oleh Bbkb agar mencukupi persyaratan- persyaratan SNI ISO 9001:2015 dan SNI ISO 37001:2016 secara sekaligus berdasarkan analisis

Tahap 1 Interpretasi

Tahap 2 Analisis operasi dan kendali proses

Tahap 3 Integrasi

(7)

Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik

Membangun Industri Kerajinan dan Batik yang Tangguh di Masa Pandemi

Yogyakarta, 6-7 Oktober 2021 eISSN 2715-7814

E.07 | 7 operasi dan kendali proses yang dilakukan pada tahap sebelumnya. Dengan demikian, integrasi standar akan ditinjau dari tiga bagian yaitu proses, dokumen, dan organisasi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Integrasi dokumen sistem mutu dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu interpretasi; analisis operasi dan kendali proses ; integrasi. (Bakti, 2012) dan (Purnomo, 2017).

Interpretasi persyaratan sistem manajemen mutu (SNI ISO 9001:2015)

BBKB telah tersertifikasi SNI ISO 9001:2008 pada tahun 2015 dan telah melakukan migrasi ke standar SNI ISO 9001:2015 pada tahun 2018.

Gambar 5. Sertifikat SNI ISO 9001:2015

SNI ISO 9001:2015 terdiri dari 10 (sepuluh) klausul yang dibagi menjadi : klausul persyaratan umum (klausul 1-3) dan klausul pesyaratan utama (klausul 4-10).

Tabel 1. Persyaratan Sistem Manajemen Mutu (SNI ISO 9001:2015) Pasal

1 Ruang lingkup 2 Acuan normatif 3 Istilah dan defenisi 4 Konteks Organisasi

5 Kepemimpinan

6 Perencanaan

7 Dukungan

(8)

Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik

Membangun Industri Kerajinan dan Batik yang Tangguh di Masa Pandemi

Yogyakarta, 6-7 Oktober 2021 eISSN 2715-7814

E.07 | 8

8 Operasi

9 Evaluasi kinerja 10 Peningkatan

Interpretasi persyaratan sistem manajemen anti penyuapan (SNI ISO 37001:2016) Bbkb telah menerapkan Zona Integritas (ZI). ZI adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu untuk mendukung program tersebut Bbkb melaksanakan sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan pada tahun 2020. Sertifikasi SNI ISO 37001:2016 diperoleh Bbkb pada 16 nopember 2020.

Gambar 6. Sertifikat SNI ISO 9001:2015

SNI ISO 9001:2015 terdiri dari 10 (sepuluh) klausul yang dibagi menjadi : klausul persyaratan umum (klausul 1-3) dan klausul pesyaratan utama (klausul 4-10).

Tabel 2. Persyaratan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SNI ISO 37001:2016) Pasal

1 Ruang lingkup 2 Acuan normatif 3 Istilah dan defenisi 4 Konteks Organisasi

5 Kepemimpinan

6 Perencanaan

7 Ukungan

8 Operasi

(9)

Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik

Membangun Industri Kerajinan dan Batik yang Tangguh di Masa Pandemi

Yogyakarta, 6-7 Oktober 2021 eISSN 2715-7814

E.07 | 9 9 Evaluasi kinerja

10 Peningkatan

Interpretasi

High Level Structure (HSL) Annex SL

terhadap standar SNI ISO 9001: 2015 dan SNI ISO 37001: 2016

Standar / aturan baku dalam penyusunan standar iso mengacu pada

High level structure (HSL) Annex SL.

Tabel 3. Perbandingan HSL annex SL dengan Klausul SNI ISO 9001:2015 dan SNI ISO 37001:2016

High Level Structure, Annex SL

SNI ISO 9001:2015 SNI ISO 37001:2016 Klausul

1 Scope Ruang lingkup Ruang lingkup

2 Normative references Acuan normatif Acuan normatif 3 Term and Definitions Istilah dan defenisi Istilah dan defenisi 4 Context of Organization Konteks Organisasi Konteks Organisasi

5 Leadership Kepemimpinan Kepemimpinan

6 Planning Perencanaan Perencanaan

7 Support Dukungan Dukungan

8 Operation Operasi Operasi

9 Performance Evaluation Evaluasi Kinerja Evaluasi Kinerja

10 Improvement Peningkatan Peningkatan

Berdasarkan tabel 3, klausul kedua standar system manajemen sama dengan klausul pada

HSL Annex SL

sehingga mudah untuk diintegrasikan. Integrasi dokumen dapat dilakukan secara klausul per klausul. Sehingga dapat diuraikan analisis operasi dan kendali proses untuk integrasi dokumen, tertuang dalam tabel 4.

Tabel 4. GAP Analisis standar SNI ISO 9001:2015 dan SNI ISO 37001:2016.

SNI ISO 9001:2015 SNI ISO 37001:2016 Dokumen , Rekaman 5.1. Kepemimpinan dan komitmen

5.1.1. Umum

5.1.2. Fokus pada pelanggan 5.2. Kebijakan

5.2.1. Penetapan kebijakan mutu

5.1. Kepemimpinan dan komitmen 5.1.1. Dewan pengarah 5.1.2. Manajemen puncak 5.2. kebijakan anti penyuapan

• SK Organisasi BBKB (Permenperin no. 46 tahun 2006)

• SK Personil ISO 9001, SMAP dan Tim FKAP

(10)

Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik

Membangun Industri Kerajinan dan Batik yang Tangguh di Masa Pandemi

Yogyakarta, 6-7 Oktober 2021 eISSN 2715-7814

E.07 | 10 5.2.2. Komunikasi kebijakan

mutu

serta tugas dan wewenang.

6.2. Sasaran mutu dan perencanaan untuk mencapai sasaran

6.2. Sasaran anti penyuapan dan perencanaan untuk mencapai sasaran

Pedoman Mutu BBKB (Penambahan SMAP dalam Sasaran Mutu BBKB)

7.5. Informasi terdokumentasi 7.5. Informasi terdokumentasi • Kebijakan Mutu

dan anti

penyuapan

• Ruang lingkup

• Sasaran mutu

• Bisnis Proses

• Isu Internal dan Eksternal

• Analisa resiko

• Fakta Integritas (komitmen anti penyuapan)

• Pemantauan dan pengukuran sumber daya

• Mampu telusur pengukuran

• Kompetensi

• Penerimaan kebijakan anti penyuapan oleh personel (Uji kelayakan)

• Pelatihan

• Pengendalian informasi terdokumentasi (distribusi, penyimpanan dan penjagaan, pengendalian perubahan , masa simpan dan pembuangan)

• Keluaran dari

(11)

Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik

Membangun Industri Kerajinan dan Batik yang Tangguh di Masa Pandemi

Yogyakarta, 6-7 Oktober 2021 eISSN 2715-7814

E.07 | 11 seluruh proses operasi

• Pelaksanaan uji kelayakan

• Penyimpanan persyaratan produk dan jasa

• Pengendalian penyediaan produksi dan jasa.

• Identifikasi dan mampu telusur.

• Properti milik pelanggan atau penyedia

eksternal (apabila dilakukan

makloon).

• pengengendalian perubahan

• Pelepasan produk dan jasa (QC passed)

• Penyimpan informasi terdokumentasi untuk

pengendalian ketidaksesuaian

• Persetujuan dan rekaman hadiah, kemurahan hati, donasi,

pemberian dan penerimaan keuntungan serupa

• Tindakan dan hasil dari kepedulian

(12)

Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik

Membangun Industri Kerajinan dan Batik yang Tangguh di Masa Pandemi

Yogyakarta, 6-7 Oktober 2021 eISSN 2715-7814

E.07 | 12 (output Whistle Blowing Sistem)

• Hasil investigasi

• Pemantauan, pengukuran, analisis dan evaluasi

• Rekaman hasil audit internal

• Rekaman hasil tinjauan

manajemen

• Ketidaksesuaian dan tindakan korektif

9.2. Audit Internal 9.3. Tinjauan manajemen 9.3.1. Umum

9.3.2. Masukan tinjauan manajemen

9.3.3. Keluaran tinjauan manajemen

9.2. Audit Internal 9.3. Tinjauan manajemen

9.3.1. Tinjaun manajemen puncak 9.3.2 Tinjauan dewan pengarah 9.4. Tinjauan fungsi kepatuhan

• Rekaman hasil audit internal

• Rekaman hasil tinjauan

manajemen

10.2. Peningkatan berkelanjutan 10.2. Peningkatan berkelanjutan Memperoleh peluang perbaikan dari mempertimbangkan hasil :

• Pemantauan, pengukuran, analisis dan evaluasi

• Rekaman hasil TM

Integrasi kedua standar system manajemen akan menghasilkan dampak positif terhadap implementasi system di BBKB. Berikut tinjauan persamaan dan perbedaan standar sistem seperti diuraikan dalam tabel 5 dan tabel 6.

(13)

Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik

Membangun Industri Kerajinan dan Batik yang Tangguh di Masa Pandemi

Yogyakarta, 6-7 Oktober 2021 eISSN 2715-7814

E.07 | 13 Tabel 5. GAP Analisis persamaan SNI ISO 9001:2015 dengan SNI ISO 37001:2016

No. SNI ISO 9001:2015 SNI ISO 37001:2016 Positif

1 Menerapkan siklus Perencanaan – Lakukan – Pemeriksaan – Tindakan (PDCA)

Menerapkan siklus Perencanaan – Lakukan – Pemeriksaan – Tindakan (PDCA)

Akan berdampak perbaikan yang berkelanjutan 2 Memiliki struktur yang sama sesuai

High Level Standard (Annex SL)

Memiliki struktur yang sama sesuai High Level Standard (Annex SL)

Akan

memudahkan system manajemen untuk

diintegrasikan 3 Implementasi standar dapat

dilaksanakan di semua lapisan organisasi .

Implementasi standar dapat dilaksanakan di semua lapisan organisasi .

Dapat

diterapkan pada semua

organisasi 4 Berbasis pendekatan resiko Berbasis pendekatan resiko Merupakan

Tindakan pencegahan sedini mungkin dari mulai perencanaan 5 Keberhasilan implementasi

tergantung komitmen pimpinan puncak dan kepedulian seluruh personil dalam organisasi

Keberhasilan implementasi tergantung komitmen pimpinan puncak dan kepedulian seluruh personil dalam organisasi

Komitmen Top manajemen dalam implementasi sistem 6 Membutuhkan sistem / informasi yang

terdokumentasi dalam penerapannya

Membutuhkan sistem/ informasi yang terdokumentasi dalam penerapannya

Mampu Telusur

(14)

Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik

Membangun Industri Kerajinan dan Batik yang Tangguh di Masa Pandemi

Yogyakarta, 6-7 Oktober 2021 eISSN 2715-7814

E.07 | 14 Tabel 6. GAP Analisis perbedaan SNI ISO 9001:2015 dengan SNI ISO 37001:2016

No. SNI ISO 9001:2015 SNI ISO 37001:2016 Positif

1 Penilaian resiko berdasarkan sasaran mutu yang

ditetapkan dan

memperhatikan kebutuhan pihak terkait

Penilaian resiko akan penyuapan, maka ditambahkan pasal 4.5 Penilaian Resiko Penyuapan

Spesifik penambahan Penilaian Resiko Penyuapan

2 Kebijakan dan sasaran terkait mutu

Kebijakan dan sasaran terkait anti penyuapan

Spesifik penambahan Kebijakan dan sasaran terkait anti penyuapan 3 Tanpa fungsi kepatuhan Terdapat pasal 5.3.2 Fungsi Kepatuhan Anti

Penyuapan dan pasal 5.3.3. Pengambilan keputusan yang didelegasikan.

Spesifik penambahan

4 Tanpa proses

memperkerjakan

pada klausul Dukungan terdapat persyaratan Proses memperkerjakan

Spesifik penambahan

5 Pada pasal 8. Proses diatur terkait:

pasal 8.2 Uji Kelayakan;

pasal 8.3 Pengendalian Keuangan;

pasal 8.4 Pengendalian Non Keuangan;

pasal 8.5 Penerapan Pengendalian Anti Penyuapan yang dikendalikan Organisasi dan Rekan Bisnisnya;

pasal 8.6 Komitmen Anti Penyuapan;

pasal 8.7 Hadiah, Kemurahan Hati, Sumbangan dan Keuntungan Serupa;

pasal 8.8 Mengelola Ketidakcukupan Pengendalian Anti Penyuapan;

pasal 8.9 Meningkatkan Kepedulian;

pasal 8.10 Investigasi dan Penanganan Penyuapan

Spesifik penambahan

Berdasarkan data data diatas maka perancangan system manajemen mutu integrasi di BBKB menggunakan metode integrasi bagian demi bagian klausul standar (integrasi parsial).

Integrasi parsial dapat dibuat pada dokumentasi system mutu, yaitu : menggunakan satu kebijakan dan sasaran mutu; satu pedoman mutu; terdapat prosedur yang dapat digunakan

(15)

Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik

Membangun Industri Kerajinan dan Batik yang Tangguh di Masa Pandemi

Yogyakarta, 6-7 Oktober 2021 eISSN 2715-7814

E.07 | 15 secara Bersama; satu system audit internal dan satu system tinjauan manajemen. Namun pelaksanaan tugas dan tanggungjawab system manajemen dilaksanakan oleh personil terkait di masing masing bagian. Sebagai contoh beberapa proses yang disyaratkan dalam SNI ISO 9001:2015 maupun SNI ISO 37001:2016 cukup dijalankan satu kali oleh Bbkb untuk memenuhi persyaratan terhadap kedua standar. Misalnya pada kegiatan audit internal dan tinjauan manajemen. Selain itu beberapa proses yang disyaratkan dalam standar SNI ISO 37001:2016 tetapi tidak disyaratkan oleh standar SNI ISO 9001:2015 juga di implementasikan Bbkb untuk memenuhi persyaratan kedua standar tersebut.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Kesimpulan dari kajian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut: kedua standar system manajemen mengacu pada

HSL Annex SL

sehingga mudah untuk diintegrasikan; Hubungan antara Standar SNI ISO 9001:2015 dengan SNI ISO 37001:2016 yaitu : Kepemimpinan dan komitmen (kalusul 51); kebijakan (kalusul 5.2); sasaran mutu dan anti penyupan (klausul 6.2);

informasi terdokumentasi (klausul 7.5); audit internal (9.2); tinjauan manajemen (9.3);

peningkatan berkelanjutan (klausul 10.2). Metode integrasi yang digunakan adalah integrasi bagian demi bagian klausul yang terdapat dalam standar.

Saran

Berdasarkan hasil dari penelitian dapat direkomendasikan bahwa perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan metode survey menggunakan kuisioner.

KONTRIBUSI PENULIS

Kedua penulis merupakan kontributor utama.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih pada manajemen BBKB yang telah mendukung penelitian ini.

DAFTAR PUSTAKA

Antaresti. (2017). Integrasi ISO 9001:2015 dan Standar Akreditasi BAN-PT Untuk Meningkatkan Daya Saing Institusi Pendidikan Tinggi di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Dan Sekretari, 1(1), 1–10.

Badan Standardisasi Nasional. (2016). Sistem manajemen anti penyuapan – Persyaratan dengan panduan penggunaan. 1–71.

BSN. (2015). Quality management systems – Requirements Sistem manajemen mutu – Persyaratan (SNI ISO 9001:2015,IDT).

Hafid Laksana, A. (2020). Integrasi sistem manajemen mutu, keselamatan dan kesehatan kerja, dan lingkungan. UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

(16)

Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik

Membangun Industri Kerajinan dan Batik yang Tangguh di Masa Pandemi

Yogyakarta, 6-7 Oktober 2021 eISSN 2715-7814

E.07 | 16 K, S. P. (2021). ESG-Integrated Management System-Introduction. SunText Rev Econ Bus 2(1):120, 2.

Purnomo, Y., Putri, N. T., & Amrina, E. (2017). Perancangan Sistem Manajemen Mutu Terintegrasi di Baristand Industri Padang. Jurnal Optimasi Sistem Industri, 2, 80–88.

http://josi.ft.unand.ac.id/index.php/josi/article/view/103

Rebelo, M. F., Santos, G., & Silva, R. (2014). A generic model for integration of quality, environment and safety management systems. TQM Journal, 26(2), 143–159. https://doi.org/10.1108/TQM-08- 2012-0055

Ridson Wartuny, W., Lumeno, S., & Mandagi, R. J. M. (2018). Model Penerapan Sistem Manajemen Mutu Berbasis Iso 9001:2015 Pada Kontraktor Di Propinsi Papua Barat. Jurnal Sipil Statik, 6(8), 579–588.

Sartika, D., & Arieyasmieta, W. L. (2021). Anti –Bribery Management System ISO 37001:2016 and Bureaucratic Reform (Case Study At Puslatbang Kdod). Jurnal Standardisasi, 23(1), 13–22.

Sudrajat, C. (2016). Pengaruh Penerapan Sistem Manajemen Mutu Dan Implementasi Perencanaan Strategik Terhadap Produktivitas Pppptk Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. Jurnal Administrasi Pendidikan UPI, 23(1), 168–186. https://doi.org/10.17509/jap.v23i1.5583

Witara, K. (2017). Cara singkat memahami sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 dan implementasinya.

(17)

Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik

Membangun Industri Kerajinan dan Batik yang Tangguh di Masa Pandemi

Yogyakarta, 6-7 Oktober 2021 eISSN 2715-7814

E.07 | 17 LEMBAR TANYA JAWAB

Judul Makalah : Kajian Integrasi Dokumen SNI ISO 9001 : 2015 Dengan SNI ISO 37001: 2016 Di Balai Besar Kerajinan dan Batik, Euis Laela, Isnaini, Balai Besar Kerajinan dan Batik, Kementerian Perindustrian

Moderator : Istihanah Nurul Eskani, S.T., M.Ec. Dev. (BBKB) Notulen : Zuriyah, S.Sn (BBKB)

1. Penanya Pertanyaan

Jawaban : :

:

Istihanah Nurul Eskani, S.T., M.Ec. Dev. (BBKB)

Integrasi bisa diterapkan di semua perusahaan, baik perusahaan yang memproduksi barang, pada pemerintahan terkait pelayanan jasa, pada pendidikan. Bagaimana menerapkan kebijakan mutu dengan menyatukan SNI ISO 9001 : 2015 dengan SMAP ?

Implementasi SNI ISO 37001 : 2016 bisa diterapkan di semua organisasi.

Terkait kebijakan mutunya bisa dilinkkan dengan tercapainya layanan dan produk yang transparan. Transparan dalam arti untuk layanan di organisasi seperti di BBKB atau instansi pendidikan. Misalnya terkait layanan pembayaran SPP atau administrasi, apabila menerapkan SMAP transparansi harus ditekankan dengan menggabungkan kebijakan mutu dari dokumen bisa disebutkan terselenggaranya transparansi layanan yang terdapat pada organisasi. Bisa digabungkan dalam bentuk narasi atau dibuat point per point tergantung kebijakan dari organisasi masing- masing.

Gambar

Gambar 1. perubahan SMM ISO 9001 dari tahun 1987
Tabel 1. Persyaratan Sistem Manajemen Mutu (SNI ISO 9001:2015)  Pasal
Gambar 6. Sertifikat SNI ISO 9001:2015
Tabel 3. Perbandingan  HSL annex SL  dengan Klausul SNI ISO 9001:2015 dan SNI ISO  37001:2016

Referensi

Dokumen terkait

Ketelitian ukuran posisi GPS diketahui berdasarkan spesifikasi alat (jenis receiver) dan metode pengukuran yang dilakukan, yaitu secara metode absolut yang dapat

Kendala yang dihadapi penyidik anak dalam penerapan diversi di Kepolisian Daerah Sumatera Utara adalah kesepakatan damai antara para pihak dalam musyawarah sulit

menekuni keahlian khusus tersebut, latar belakang pendidikan, serta gelar profesional lain yang menunjang bidang keahlian. Alat analisis data ini disajikan dengan

Dalam rangka menerapkan SNI ISO 37001 :2016 tentang Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) agar sejalan dengan pedoman tata kelola perusahaan yang baik dan

Sebagai langkah nyata, perlu adanya kehendak politik, dalam pemeliharaan budaya dengan merancang sebuah strategi pembangunan yang berbasis budaya, yang dengan

Produksi metabolit sekunder dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan tempat tumbuh.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kandungan minyak atsiri pada daun

Meski telah memiliki peraturan tentang Hak Cipta, masyarakat Desa Bejijong sebenarnya sama sekali tidak memiliki pengetahuan dasar tentang asas maupun norma hukum Hak

Strategi komunikasi word of mouth telah digunakan oleh hotel b’fashion karena dianggap sangat efektif dan efisian, oleh karena itu word of mouth adalah