1
MINAT STUDI LANJUT PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SENI UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
OLEH SISWA SMA NEGERI 1 KABILA KABUPATEN BONE BOLANGO
SITI RAHMATIA MACHIEU 1, ULIN NAINI2, HASMAH3 Jurusan Seni Rupa dan Desain Universitas Negeri Gorontalo
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango untuk melanjutkan studi pada Program Studi Pendidikan Seni Universitas Negeri Gorontalo. Data dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada siswa kelas XII. Analisis data menggunakan analisis deskriptif yang kemudian nilai dari analisis tersebut dikategorikan sesuai dengan ketentuan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa siswa memiliki minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi pada jurusan seni dalam kategori yang cukup berminat, dimana rincian mengenai minat tersebut yakni (1) Minat Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango Melanjutkan Studi terletak pada kategori yang “cukup baik” dengan skor sebesar 67,97%
(terletak pada rentang 52,01%-68,00%) sehingga siswa cenderung memiliki minat yang rendah untuk melanjutkan studi pada jurusan seni di Universitas Negeri Gorontalo, hal tersebut dapat diidentifikasi dari ketertarikan siswa atas jurusan seni yang minim, keterlibatan siswa serta perhatian siswa pada jurusan seni yang belum optimal. (2) Faktor yang mempengaruhi minat siswa Melanjutkan Studi terletak pada kategori yang “cukup baik” dengan skor sebesar 62,42% (terletak pada rentang 52,01%-68,00%) sehingga dengan hal ini maka faktor internal maupun eksternal belum sepenuhnya mampu memberikan efek atau dampak bagi minat siswa pada jurusan seni.
(3) Upaya peningkatan minat siswa dalam melanjutkan studi terletak pada kategori yang “cukup baik” dengan skor sebesar 66,63% (terletak pada rentang 52,01%-68,00%) yang menunjukan bahwa upaya yang dilakukan selama ini dapat menumbuhkan minat siswa atas jurusan seni belumlah optimal. Terutama mengenai sosialisasi perguruan tinggi yang belum secara spesifik menginformasikan kelebihan dari masing-masing jurusan khususnya jurusan seni.
Kata Kunci: Minat Siswa, Melanjutkan Studi, Jurusan Seni
1 Siti Rahmatia Machieu. Mahasiswa Jurusan Seni Rupa dan Desain, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo
2 Ulin Naini, S.Pd,M,Sn, Dosen Jurusan Seni Rupa dan Desain, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo
3 Hasmah, S.Pd,M.Sn, Dosen Jurusan Seni Rupa dan Desain, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Gorontalo
2 PENDAHULUAN
Mata pelajaran Seni Budaya diajarkan pada seluruh sekolah di Gorontalo, termasuk juga di SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango. SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri yang berlokasi di Kabupaten Bone Bolango Propinsi Gorontalo dengan alamat Jalan Sawah Besar Kelurahan Oluhuta Kecamatan Kabila. Sebagaimana dikutip dari beberapa situs pendidikan diketahui bahwa SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango merupakan satu-satunya sekolah di Kabupaten Bone Bolango yang pernah menjadi sekolah persiapan untuk meraih Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Kemudian menjadi sekolah model dalam hal pendidikan berbasis keunggulan lokal (PBKL) serta menjadi sekolah rujukan bagi Kurikulum 2013 di tingkat SMA se Kabupaten Bone Bolango yang dibuktikan dengan SK Nomor 2451/D4.2/KU/2016. Status ini menunjukan bahwa pembejalaran di sekolah dilakukan dengan efektif agar lulusan yang dihasilkan mampu
untuk bersaing dalam cita-citanya yang ingin dicapai.
SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango merupakan sekolah yang banyak diminati oleh siswa di Kabupaten Bone Bolango.
Berdasarkan kurikulum, silabus dan rancangan perangkat pembelajaran (RPP) bahwa pelajaran seni budaya meliputi Seni Tari, Seni Musik, Seni Rupa dan Teater yang dapat dijabarkan yakni pada kelas X semester ganjil siswa mendapatkan materi tentang Seni Rupa dan semester genap Seni Musik, kelas XI semester ganjil siswa mendapatkan materi pelajaran tentang Seni Rupa dan semester genap Seni Tari dan Teater. Serta pada kelas XII semester ganjil mendapatkan materi pelajaran Seni Rupa dan Seni Musik dan semester genap materi pembelajaran Seni Tari dan Teater.
Pengamatan pada kurikulum, silabus dan rancangan perangkat pembelajaran (RPP) tersebut menunjukan arti pentingnya minat siswa dalam pelajaran Seni Budaya.
Sehingga urgennya mengetahui sejauh mana tingkat minat siswa atas suatu mata pelajaran sehingga dapat
3 menjadi sebuah hobi, bakat dan membawa prestasi bagi siswa.
Pentingnya informasi minat belajar ini tentunya akan membawa manfaat secara praktis terutama bagi sekolah dan Stakeholder serta bagi pihak Universitas Negeri Gorontalo sebagai perguruan tinggi yang membuka program studi seni.
Identifikasi minat siswa juga dapat dilihat dari kecenderungan siswa untuk meneruskan minat dan bakatnya pada jenjang yang lebih tinggi terutama pada perguruan tinggi. Dimana, dengan melihat kurikulum pembelajaran Seni Budaya di SMA Negeri 1 Kabila, materi Seni Rupa di implementasikan setiap tahun ajaran baru pada semester ganjil. Siswa SMA Negeri 1 Kabila dalam pembelajaran Seni Budaya banyak dibekali pengetahuan tentang materi Seni Rupa, beberapa siswa mengikuti lomba di bidang Seni Rupa. Namun, pada kenyataanya setelah siswa tamat dari sekolah ini tidak ada yang melanjutkan pendidikan di bidang Seni Rupa.
Berdasarkan beberapa uraian permasalahan di atas, maka peneliti
tertarik untuk melakukan penelitian tentang minat belajar siswa yang dirumuskan dalam judul penelitian yakni Minat Studi Lanjut Pada Program Studi Pendidikan Seni Universitas Negeri Gorontalo Oleh Siswa SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango.
KAJIAN TEORI
Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Minat Belajar Menurut Josef Ilmoe dalam Al Fuqran (2012: 16), minat terhadap studi lanjut dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu:
a. Faktor Internal, meliputi Keinginan memperdalam ilmu pengetahuan, keinginan mencapai status sosial yang baik, keinginan mengejar karir dan adanya kemauan belajar lebih lanjut
b. Faktor eksternal, meliputi adanya pengaruh lingkungan, tersedia sarana dan kesempatan belajar, dukungan ekonomi keluarga dan keberhasilan studi
Konsep Minat Belajar
Menurut Slameto (2013: 180) bahwa Minat adalah suatu rasa lebih
4 suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. Semakin kuat atau dekat dengan hubungan tersebut, semakin besar minat. Setiap individu peserta didik memiliki berbagai jenis minat dan potensi. Secara konseptual, (Suharti dalam Sri, 2012:
16-17) mengkategorikan minat peserta didik menjadi tiga dimensi besar yakni Minat personal, Minat situasional dan Minat psikologikal Indikator Minat Minat Belajar
Menurut Slameto dalam Darmawan (2015:12) beberapa indikator minat belajar yaitu (1) Perasaan Senang, (2) Keterlibatan Siswa, (3) Ketertarikan dan (4) Perhatian Siswa
Upaya Peningkatan Minat Minat Belajar
Jika dikaitkan dengan minat melanjutkan studi maka upaya yang perlu dilakukan dalam meningkatkan minat siswa yakni dengan pengenalan beasiswa pada siswa. hal tersebut sebagaimana dikatakan oleh Saputra (2016: 6) yakni untuk
melanjutkan ke perguruan tinggi para siswa membutuhkan dukungan serta motivasi dari seorang guru bimbingan konseling sebagai media perantara antara pihak yang memberikan berbagai beasiswa dalam proses pemberian beasiswa bagi siswa yang kurang mampu atau berprestasi tetapi kekurangan biaya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi sehingga minat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bisa tercapai dan bisa mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal. Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan dari Defriyanto dan Neti Purnamasari (2016: 283) bahwa guru bimbingan konseling dan kepala sekolah memiliki peranan penting dalam peningkatan minat siswa.
Selain itu, minat siswa dapat dioptimalkan dengan sosialisasi perguruan tinggi sebagaimana pernyataan dari Karyati (2016: 248) bahwa bisa bekerjasama dengan pihak-pihak sekolah untuk melakukan sosialisasi kepada siswa secara langsung. Sosialisasi yang dimaksud yakni mengenalkan citra
5 dari perguruan tinggi serta persepsi biaya pendidikan bagi siswa.
METODOLOGI PENELITIAN Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango sebanyak 291 orang siswa.
Dengan alasan efektifnya hasil penelitian terutama untuk keabsahan dalam generalisasi minat siswa kelas XII maka seluruh jumlah siswa tersebut dijadikan sebagai sampel.
Sugiyono (2014: 207) Analisis data merupakan kegiatan setelah dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif.
1. Menentukan frekuensi capaian responden untuk setiap butir angket dengan rumus sebagai berikut :
P =𝐹
𝑛𝑥 100% (Sudjana, 2002 : 47)
2. Menghitung presentase dalam bentuk skor digunakan dalam rumus sebagai berikut :
Pr =𝑆𝐴
𝑆𝐼 𝑥 100% (Arikunto, 2006 : 122)
3. Tabel Kualifikasi Kriteria
Tabel 1: Tabel Kualifikasi Kriteria Jawaban Responden
No Rentang Skor
%
Kriteria 1 20,01% –
36,00%
Tidak Baik 2 36,01% –
52,00%
Kurang Baik 3 52,01% –
68,00%
Cukup Baik 4 68,01% –
84,00%
Baik 5 84,01% –
100,00%
Sangat baik
(Sugiyono, 2014: 86)
HASIL PENELITIAN
Pengujian Kualitas Instrumen a. Pengujian Validitas Isi
Pengujian kualitas instrumen atau validitas isi dilakukan pada 3 orang Dosen yang memiliki keahlian dalam bidang kesenian. Seluruh pernyataan dan pertanyaan memiliki tingkat hasil yang baik dari validator.
Sehingga dengan demikian keseluruhan instrumen dapat digunakan.
b. Pengujian Validitas Konstruk dan Reliabilitas
Seluruh pernyataan yang digunakan untuk mengukur validitas dari variabel, semuanya dikatakan memenuhi uji validitas dan digunakan untuk pengumpulan data penelitian. Sementara itu, nilai koefisien reliabilitas (Cronbach's Alpha) seluruh indikator lebih besar dari nilai patokan yang telah ditentukan yaitu 0.6. Hal ini
6 menunjukan bahwa instrumen dalam penelitian ini dapat dipercaya dan dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya.
Hasil Analisis Demografi Responden
a. Gambaran Umum Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Siswa dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 92 orang atau 34,20%. Untuk jenis kelamin perempuan yakni sebanyak 177 orang atau sebesar 65,80%.
b. Gambaran Umum Responden Berdasarkan Prestasi
Siswa yang memiliki prestasi dalam bidang kesenian sebanyak 30 orang atau sebesar 11,15%.
Kemudian untuk prestasi dalam bidang non kesenian sebanyak 14 orang atau sebesar 5,20% serta untuk siswa yang tdiak memiliki prestasi sebanyak 225 orang siswa atau sebesar 83,65%.
c. Gambaran Umum Responden Berdasarkan Pekerjaan orang tua
Berdasarkan pekerjaan orang tua, didominasi oleh siswa dengan orang tua yang bekerja sebagai
wiraswasta termasuk di dalamnya kontraktor sebanyak 89 orang atau sebesar 33,09%. Kemudian yang paling kecil yakni yang bekerja sebagai teknisi sebanyak 1 orang atau sebesar 0,37%.
d. Gambaran Umum Responden Berdasarkan Pendidikan orang tua
Berdasarkan pendidikan orang tua siswa didominasi oleh orang tua yang pendidikannya SMA/sederajat yakni sebanyak 117 orang atau sebesar 43,50%. Sementara yang paling kecil yakni orang tua dengan tingkat pendidikan diploma sebanyak 2 orang atau sebesar 0,74%.
Hasil Analisis Deskriptif
a. Minat Siswa Melanjutkan Studi
Minat ini diukur dari 4 indikator yang hasilnya dapat dijabarkan sebagai berikut ini:
1) Sub Indikator Perasaan Senang
Hasil indikator perasaan senang berdasarkan persepsi dari Siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango pada tabel 2 berikut ini:
7 Tabel 2: Rangkuman Sub
Indikator Perasaan Senang
No Tabel Pernyataan
Responden SA SI Persentase Kategori
4.11 Item 1 1.112 1.345 82,68% Baik
4.12 Item 2 1.034 1.345 76,88% Baik
4.13 Item 3 929 1.345 69,07% Baik
4.14 Item 4 914 1.345 67,96% Cukup
Baik Jumlah
74,14% Baik Rata-Rata
Sumber: Data diolah, 2017
Tabel 2 menunjukan rata-rata skor sebesar 74,14%. Hal ini menunjukan bahwa siswa memiliki perasaan yang senang dalam mengikuti mata pelajaran Seni Budaya yang dapat direpresentasikan sebagai bentuk keinginan siswa untuk melanjutkan studi pada jurusan Seni di Univesitas negeri Gorontalo akan mudah direalisasikan.
2) Sub Indikator Keterlibatan Siswa
Hasil indikator keterlibatan siswa berdasarkan persepsi dari Siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango pada tabel 3 berikut:
Tabel 3: Rangkuman Sub Indikator Keterlibatan siswa
No Tabel Pernyataan
Responden SA SI Persentase Kategori
4.16 Item 5 813 1.345 60,45% Cukup Baik
4.17 Item 6 968 1.345 71,97% Baik
4.18 Item 7 929 1.345 69,07% Baik
4.19 Item 8 911 1.345 67,73% Cukup Baik
4.20 Item 9 819 1.345 60,89% Cukup Baik
Jumlah
66,02% Cukup Baik Rata-Rata
Sumber: Data diolah, 2017
Tabel 3 menunjukan rata-rata skor sebesar 66,02%. Hal ini menunjukan bahwa minat siswa untuk melanjutkan studi tidak begitu tinggi, hal ini karena keterlibatan siswa dalam kegiatan kesenian dan aktif dalam berbagai organisasi kesenian baik di luar sekolah atau pun organisasi kesenian lainnya bukan semata-mata didasari perasaan suka namun ada hal penting yang menjadi pertimbangan yakni bakat siswa dalam melakoni kesenian yang diminati.
3) Sub Indikator Ketertarikan Siswa
Hasil indikator ketertarikan siswa berdasarkan persepsi dari siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango pada tabel 4 berikut ini:
Tabel 4: Rangkuman Sub Indikator Ketertarikan Siswa
No Tabel Pernyataan
Responden SA SI Persentase Kategori
4.22 Item 10 863 1.345 64,16% Cukup Baik
4.23 Item 11 857 1.345 63,72% Cukup Baik
4.24 Item 12 851 1.345 63,27% Cukup Baik
Jumlah
63,72% Cukup Baik Rata-Rata
Sumber: Data diolah, 2017
Tabel 4 menunjukan rata-rata skor sebesar 63,72%. Hal ini menunjukan bahwa sebagain besar siswa kelas XII SMA Negeri 1
8 Kabila Kabupaten Bone Bolango belum begitu tertarik menjadi bagian dari jursuan seni di Universitas Negeri Gorontalo yang dibuktikan dari kurangnya minat menambah pengetahuan, pencarian informasi serta ketertarikan berorganisasi di bidang kesenian.
4) Sub Indikator Perhatian Siswa Hasil indikator perhatian siswa berdasarkan persepsi dari siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango pada tabel 5 berikut ini:
Tabel 5: rangkuman sub indikator perhatian siswa
No Tabel Pernyataan
Responden sSA SI Persentase Kategori
4.26 Item 13 1.006 1.345 74,80% Baik
4.27 Item 14 907 1.345 67,43% Cukup Baik
4.28 Item 15 799 1.345 59,41% Cukup Baik
Jumlah
67,21% Cukup Baik Rata-Rata
Sumber: Data diolah, 2017
Tabel 5 menunjukan rata-rata skor sebesar 67,21%. Hal ini menunjukan bahwa sebagian besar siswa kurang memperhatikan berbagai hal mengenai jurusan seni, sehingga dengan hal ini maka dapat dikatakan bahwa siswa masih belum begitu besar minatnya pada jurusan seni di Universitas Negeri Gorontalo.
Dalam hal ini maka peran serta guru yang merupakan alumni Universitas
Negeri Gorontalo, kemudian mahasiswa serta sivitas akademika untuk mengenalkan pada siswa mengenai jurusan seni serta berbagai kelebihan dari jurusan tersebut baik pada aspek keunggulan lulusan serta kemudahan mendapatkan peluang.
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat melanjutkan studi
Faktor-faktor tersebut terdiri dari 2 kelompok faktor yang dapat dijabarkan sebagai berikut ini:
1) Sub indikator faktor internal Hasil indikator faktor internal berdasarkan persepsi dari siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango pada tabel 6 berikut ini:
Tabel 6: Rangkuman sub indikator faktor internal
No Tabel Pernyataan
Responden SA SI Persentase Kategori
4.30 Item 16 988 1.345 73,46% Baik
4.31 Item 17 891 1.345 66,25% Cukup Baik
4.32 Item 18 880 1.345 65,43% Cukup Baik
4.33 Item 19 692 1.345 51,45% Kurang Baik
4.34 Item 20 772 1.345 57,40% Cukup Baik
Jumlah
62,80% Cukup Baik Rata-Rata
Sumber: Data diolah, 2017
Tabel 6 menunjukan rata-rata skor sebesar 62,80%. Hal ini menunjukan bahwa faktor internal merupakan faktor pendorong siswa untuk melanjutkan pada jurusan seni
9 di Universitas Negeri Gorontalo, namun faktor internal ini belum begitu optimal dikarenakan berbagai pertimbangan belum mampu dipahami oleh siswa sehingga perlu adanya peran dari lingkungan baik warga sekolah dan lainnya dalam memberikan informasi awal agar siswa mulai berpikir jurusan apa yang yang diminati sesuai dengan bakat dan kemampuannya.
2) Sub indikator faktor eksternal Hasil indikator faktor eksternal berdasarkan persepsi dari siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kabila kabupaten Bone Bolango pada tabel 7 berikut ini:
Tabel 7: Rangkuman sub indikator faktor eksternal
No Tabel Pernyataan
Responden SA SI Persentase Kategori
4.36 Item 21 940 1.345 69,89% Cukup Baik
4.37 Item 22 837 1.345 62,23% Cukup Baik
4.38 Item 23 808 1.345 60,07% Cukup Baik
4.39 Item 24 772 1.345 57,40% Cukup Baik
4.40 Item 25 816 1.345 60,67% Cukup Baik
Jumlah
62,05% Cukup Baik Rata-Rata
Sumber: Data diolah, 2017
Tabel 7 menunjukan rata-rata skor sebesar 62,05%. Hal ini menunjukan bahwa dorongan dari luar atau eksternal belum begitu optimal dalam meningkatkan minat siswa untuk melanjutkan studi pada
perguruan tinggi dengan memilih jurusan seni.
c. Upaya peningkatan minat siswa
Upaya peningkatan minat siswa diukur dari 3 indikator yang hasilnya dapat dijabarkan sebagai berikut ini:
1) Sub indikator beasiswa pendidikan
Hasil indikator beasiswa pendidikan berdasarkan persepsi dari Siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango pada tabel 8 berikut ini:
Tabel 8: Rangkuman sub indikator beasiswa pendidikan
No Tabel Pernyataan
Responden SA SI Persentase Kategori
4.42 Item 26 993 1.345 73,83% Baik
4.43 Item 27 1.027 1.345 76,36% Baik
4.44 Item 28 913 1.345 67,88% Cukup
Baik Jumlah
72,69% Baik Rata-rata
Sumber: Data diolah, 2017
Tabel 8 menunjukan rata-rata skor sebesar 72,69%. Hal ini menunjukan bahwa peningkatan minat siswa atas jurusan seni dapat ditingkat melalui cara pemberian informasi sedetail mungkin kepada siswa mengenai beasiswa sehingga dengan kemudahan biaya pendidikan tersebut pada siswa akan cenderung
10 tertarik pada jurusan seni di Universitas Negeri Gorontalo.
2) Sub indikator peran guru dan kepala sekolah
Hasil indikator peran guru dan kepala sekolah berdasarkan persepsi dari Siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango pada tabel 9:
Tabel 9: Rangkuman sub indikator peran guru dan kepala
sekolah
No Tabel Pernyataan
Responden SA SI Persentase Kategori
4.46 Item 29 896 1.345 66,62% Cukup Baik
4.47 Item 30 849 1.345 63,12% Cukup Baik
Jumlah
64,87% Cukup Baik Rata-Rata
Sumber: Data diolah, 2017
Tabel 9 menunjukan rata-rata skor sebesar 64,87%. Hal ini menunjukan bahwa belum maksimalnya peran dari guru dan kepala sekolah, dalam hal ini guru seni budaya harus memberikan gambaran mengenai jurusan seni agar siswa menjadi tertarik sementara itu bagi guru bimbingan konsaling harus aktif dalam memberikan bimbingan karir bagi siswa serta bagi kepala sekolah belum begitu intensif dalam mengenalkan siswa mengenai bagaimana hal-hal penting dalam melanjutkan studi ke perguruan
tinggi (Universitas Negeri Gorontalo).
3) Sub indikator sosialisasi perguruan tinggi
Hasil indikator sosialisasi perguruan tinggi berdasarkan persepsi dari Siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango pada tabel 10 berikut:
Tabel 10: Rangkuman Sub Indikator sosialisasi perguruan
tinggi
No Tabel Pernyataan
Responden SA SI Persentase Kategori
4.49 Item 31 866 1.345 64,39% Cukup Baik
4.50 Item 32 856 1.345 63,64% Cukup Baik
4.51 Item 33 835 1.345 62,08% Cukup Baik
4.52 Item 34 878 1.345 65,28% Cukup Baik
4.53 Item 35 849 1.345 63,12% Cukup Baik
Jumlah
63,70% Cukup Baik Rata-Rata
Sumber: Data diolah, 2017
Tabel 10 menunjukan rata- rata skor sebesar 63,70%. Hal ini menunjukan bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh perguruan tinggi belum begitu optimal karena belum adanya informasi secara jelas bagaimana progres dari tiap jurusan secara detail, seharusnya hal ini ditindaklajuti oleh masing-masing jurusan sehingga siswa akan mengetahui berbagai hal mengenai jurusan seni sehingga siswa akan tumbuh minat menjadi bagian dari jurusan tersebut. Upaya yang paling
11 krusial perlu mendapatkan perhatian yakni mengenai berbagai informasi lulusan sebagai alternatif menjadi wirausaha dalam bidang kesenian
PEMBAHASAN
1. Minat Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango melanjutkan studi
Skor untuk indikator minat yakni sebesar 67,97% yang berada pada kategori “cukup berminat”.
Sehingga dengan demikain dapat dikatakan bahwa siswa memiliki minat yang rendah untuk melanjutkan studi pada jurusan seni di Universitas Negeri Gorontalo. Hal tersebut menjadi representase bahwa sebagain besar siswa kurang berminat dengan jurusan seni dikarenakan siswa tersebut sadar bahwa jurusan seni merupakan jurusan yang membutuhkan keahlian atau bakat yang sesuai dan dimiliki oleh siswa tersebut.
Sehingga dengan demikian minat siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kabila belum begitu optimal untuk melanjutkan studi pada jurusan seni, sehingga hal ini perlu mendapat
perhatian dari berbagai pihak yang berkepentingan. Jawaban siswa mengenai rendahnya minat ini karena siswa masih belum begitu paham dan tidak begitu mengenal berbagai hal yang disebut dengan kelebihan jurusan dari jurusan seni serta keenggan juga muncul karena bakat siswa yang bukan pada bidang kesenian.
Mengenai hasil ini maka sejalan dengan pernyataan dari Slameto (2013: 180) bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh.
Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu diluar diri. Semakin kuat atau dekat dengan hubungan tersebut, semakin besar minat. Sehingga minat pada dasarnya lebih condong karena adanya keinginan sendiri dari siswa yang belum begitu tertarik dengan jurusan seni di Universitas Negeri Gorontalo.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango
12 Skor indikator mengenai faktor yang mempengaruhi minat yakni terletak pada kriteria yang cukup baik yang menunjukan bahwa berbagai faktor yang ada tidak begitu besar dampaknya bagi minat siswa.
Dalam realita kehidupan sekarang ini,siswa yang memiliki orang tua yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik, belum menjadi jaminan bahwa anaknya memiliki minat untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, walaupun masih banyak juga minat siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dari keluarga yang memiliki latar belakang pendidikan yang baik pula.
Mereka cenderung melihat kondisi disekitarnya bahwa tanpa kuliahpun akan menjadi orang sukses
Sehingga dengan demikian hasil penelitian ini mendukung pernyataan dari Williams, K. C.
(2013) bahwa “The fact is that human beings in general and students in particular are complex creatures with complex needs and desires”. Minat dalam melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dipengaruhi oleh beberapa faktor pendukung. Sehingga dengan
demikain dalam meningkatkan minat siswa dalam melanjutkan studi ke perguruan tinggi dalam hal jurusan seni di Universitas Negeri Gorontalo perlu adanya optimalisasi dari faktor pendukung dan penekanan pada faktor penghambat minat siswa tersebut.
Hal tersebut juga sejalan dengan pernyataan dari Dalyono dalam Hamer dkk (2015: 3) bahwa ada banyak faktor yang mempengaruhi minat siswa melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang biasanya digolongkan kedalam dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang bersumber dari dalam diri individu, dimana pengaruhnya sangat besar terhadap sikap seseorang. Adapun faktor internal adalah bakat dan
kemampuan, kecerdasan
(intellegensi), minat, motivasi dan sikap. Sedangkan yang kedua adalah faktor eksternal yaitu merupakan faktor yang bersumber dari luar diri individu yang juga diduga memberikan pengaruh terhadap minat seseorang untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih
13 tinggi. Adapun faktor eksternal adalah keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan sekitar.
3. Upaya Peningkatan Minat Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango
Upaya peningkatan minat masih belum begitu optimal karena masih pada kategori cukup baik. Hal tersebut sebagaimana hasil per sub indikator ditemukan bahwa skor sub indikator beasiswa pendidikan terletak pada kriteria yang “Baik”
dengan rata-rata sebesar 72,69%. Hal ini menunjukan bahwa peningkatan minat siswa atas jurusan seni dapat ditingkat melalui cara pemberian informasi sedetail mungkin kepada siswa mengenai beasiswa sehingga dengan kemudahan biaya pendidikan tersebut pada siswa akan cenderung tertarik pada jurusan seni di Universitas Negeri Gorontalo.
Banyaknya siswa yang tidak bisa melanjutkan ke perguruan tinggi karena berbagai alasan seperti kurangnya biaya dan kurang tahunya informasi tentang perguruan tinggi yang diinginkan serta berbagai macam alasan lainnya, bearti dengan
demikian kurangnya upaya guru dan dukungan dari pihak sekolah dalam proses meningkatkan minat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi serta kurangnya informasi yang diberikan oleh perguruan tinggi dalam bentuk sosialisasi yang lebih detail terutama informasi beasiswa pada perguruan tinggi tersebut. Sehingga dengan upaya dari warga sekolah dan upaya dari perguruan tinggi merupakan aspek yang sangat penting.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, peneliti dapat menarik simpulan bahwa siswa memiliki minat melanjutkan studi ke perguruan tinggi pada jurusan seni dalam kategori yang cukup berminat. Adapun penjabarannya yakni:
1. Hasil pengujian mengenai Minat Siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango Melanjutkan Studi terletak pada kategori yang “cukup berminat”
dengan skor sebesar 67,97%.
14 2. Hasil analisis mengenai faktor
yang mempengaruhi minat siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango Melanjutkan Studi terletak pada kategori yang “cukup baik”
dengan skor sebesar 62,42%.
3. Hasil analisis pada upaya peningkatan minat siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Kabila Kabupaten Bone Bolango Melanjutkan Studi terletak pada kategori yang “cukup baik”
dengan skor sebesar 66,63%.
SARAN
Berdasarkan kesimpulan di atas, sehubungan dengan hasil penelitian ini penulis mengajukan beberapa saran yakni
1. Sebaiknya siswa berupaya untuk mengembangkan bakatnya dengan memasuki jurusan pada perguruan tinggi, misalnya bagi siswa yang berprestasi dan memiliki bakat dalam bidang seni sebaiknya mengupayakan untuk masuk jurusan seni karena pada dasarnya keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan dari prestasi namun bakat yang
dijalani secara terrus-menerus dan diasah maka akan berdampak baik bagi siswa bahkan bagi masa depannya dalam mencapai status sosial yang baik.
2. Perlunya optimalisasi peran warga sekolah dalam menumbuhkan minat siswa pada jurusan seni terutama peran dari guru konselor dalam memberikan bimbingan karir sehingga sedini mungkin siswa dapat merancang masa depannya. Kemudian peran guru seni budaya dan kepala sekolah memberikan motivasi dan informasi mengenai berbagai kemudahan meraih cita-cita dengan masuk atau melanjutkan studi khususnya pada jurusan seni.
3. Perlunya optimalisasi bagi perguruan tinggi dalam memberikan sosialisasi yang dintunjukan dengan tindak lajut oleh pihak Fakultas atau jurusan kepada siswa-siswa yang selama ini banyak menjadi bagi pada jurusan seni tersebut. Perlunya peran fakultas dan jurusan karena selama ini perguruan tinggi hanya memberikan informasi
15 secara umum dan pengenalan tata cara masuk perguruan tinggi.
DAFTAR PUSTAKA
Al Furqon, Hanif Syaifudien. 2012.
Minat Siswa SMK
Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi pada Siswa Kelas XII Jurusan Tknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 2 Surakarta Tahun Ajaran 2011/2012. Skripsi.
Universitas Sebelas Maret Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta
Darmawan, Ricky 2015 Pengaruh Minat Belajar Dan Perhatian Orang Tua Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas Tinggi SD Negeri 01 Wonolopo Tahun Ajaran 2014/2015.
Skripsi thesis, Universitas Muhammaiyah Surakarta Defriyanto dan Neti Purnamasari.
2016. Pelaksanaan Layanan Bimbingan Konseling Karir Dalam Meningkatkan Minat Siswa Dalam Melanjutkan Studi Kelas Xii Di Sma Yadika Natar. Jurnal Bimbingan dan Konseling 03 (2) (2016) 271-285
Hamer, Wellfa Rina ; R. Gunawan Sudarmanto dan Teddy Rusman. 2015. Minat Siswa Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi Siswa Sma
Negeri 1 Talang Padang Tanggamus. Jurnal PIPS FKIP Unila
Karyati Sukirno. 2016. Pengaruh Citra Merek Dan Persepsi Biaya Pendidikan Terhadap Minat Melanjutkan Studi.
Jurnal Prosiding Seminar Nasional Universitas Negeri Yogyakarta
Slameto. 2013. Belajar Dan Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi.
Jakarta: Rineka Cipta
Sri , Wartini 2012 Peningkatan Minat Belajar Seni Tari Melalui Hypnoteaching Di SD Negeri 1 Prambanan Klaten. Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta
Sudjana, Nana. 2009. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar.
Bandung: Sinar Baru Algensindo
Sugiyono 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta
Universitas Negeri Gorontalo.
2013/2014. Panduan Penulisan Karya Tulis Ilmiah.Gorontalo
Williams, K.C. 2013. Five key ingredients for improving student motivation. Research in Heigher Educational Journal University at Albany, State University of New York. 104- 122.