NASKAH PUBLIKASI Faktor-Faktor Pendukung Kepuasan Kerja Guru Bersertifikat Pendidik Di SMP Negeri Sub Rayon Wonogiri Kabupaten Wonogiri.

Teks penuh

(1)

NASKAH PUBLIKASI

FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG KEPUASAN KERJA GURU

BERSERTIFIKAT PENDIDIK DI SMP NEGERI SUB RAYON WONOGIRI

KABUPATEN WONOGIRI

Disusun Oleh : RAHAYU TETRAWATI

NIM: Q 100 110 051

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

(2)
(3)

THE SUPORTING FACTORS 0F WORKING THE TEACHERS SATISFACTION WHO HAD SERTIFICETED OF THE YUNIOR STATES SCHOOL IN WONOGIRI DISTRIK

REGENCY WONOGIRI.

(4)working surrounding climate and the teachers working satisfaction of the

Ju ior States S hool i Wo ogiri Distrik 5 tea her’s oti atio , the a agerial

capability of the principal, the school resources and the working surrounding climate, altogether on the teachers working Satisfaction who had Sertificeted of the Junior States School in Wonogiri distrik The research was done in Junior States School in Wonogiri Distrik Regency Wonogiri, where as the kind of research method used is the correlation one. The data was collected using ordinal scale questionaire and the were analizedusing the singe regression and multiple regression. The research method is descriptive researchBased on the research, if found out that : (1)There is a significant suporting motivation the teachers working Satisfaction against supporting the teachers working satisfaction, with

tcoeficient value 2,115. (2)The is a significant supporting of the principals managerial capability with tcoeficient value 4,347. (3)The is significant of the school resources with tcoeficientvalue 4,347 (4)The is a significant of the working surrounding climate,with tcoeficient value 2,309. (5)The is a significant of the tea hers’ oti atio , the pri ipoal’s a agerial apa ility, s hool resource and the working surrounding ccimate.altogehter agains the

tea hers’satisfa tio li ate of the Ju ior States S hool i Wo ogiri Distrik, ith

counted F value 341,956.

Key Wards: :Motivation, contribute significantly to job satisfaction of teachers.

Pendahuluan

Me urut Sofya A if da Harso o : , ”Guru adalah pe didik

profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,

mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan

anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan

menengah, selain tugas tersebut tugas dan profesi guru dalam kerasulan dan

(4)

dalam perannya sebagai khafilah di muka bumi,membimbing kearah pencerahan

dan jalan lurus serta membangun mesa dapan manusia,menjadi manusia dewasa

hingga dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi sendiri.

Ditetapkannya Undang-Undang nomor 14 Tahun 2004 tentang guru dan

dosen merupakan dasar kebijakan untuk memperkuat eksistensi tenaga

kependidikan sebagai tenaga profesional. Sertifikat pendidik adalah bukti

pengakuan yang diberikan kepada guru dan dosen sebagai tenaga profesional,

maka guru dituntut bersikap profesional dalam melaksanakan tugasnya. Kinerja

guru untuk meningkatkan kualitas profesi yang muaranya adalah meningkatkan

kualias pendidikan. Guru merupakan kunci keberhasilan sebuah lembaga

pendidikan,guru adalah sales agent dari lembaga pendidikan. Proses sertifikasi

guru menuju profesionalisasi pelaksanaan tugas dan fungsinya harus dibarengi

dengan kenaikan kesejahteraan guru (Mulyana,2007:7). Perubahan yang

berpengaruh terhadap pendidikan dan peran guru meliputi perubahan dalam

dimensi global, perubahan tersebut lebih lanjut menuntut understanding

terhadap fungsi sekolah sebagai sarana pengembangan dan kemampuan yang

dapat memantapkan kelangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat

(Moch.Idochi Anwar,2003:46).

Kepuasan kerja (job satisfaction) adalah keadaan emosional yang

menyenagkan atau tidak menyenangkan,guru memandang pekerjaan

mereka,kepuasan kerja mencerminkan perasaan seseorang terhadap

pekerjaannya,dunia pendidikan di Indonesia banyak terjadi unjuk rasa atau

demonstrasi baik yang dilakukan guru maupun yang dilakukan siswa, hal ini

dilakukan karena beberapa faktor yang berpengaruh. Salah satu faktor adalah

adanya ketidakpuasan yang dapat diaktualisasikan dalam berbagai tindakan yang

dapat menurunkan semangat dan kegairahan kerja.

Metode Penelitian

Penelitian tentang Faktor-Faktor Pendukung Kepuasan Kerja Guru

(5)

penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel dengan variabel yang

lain, penelitian ini dilakukan untuk mendiskripsikan data-data kuantitatif. Data

kuantitatif penelitian diambil dari populasi karena dalam penelitian ini obyek

penelitiannya adalah seluruh populasi. Penelitian ini juga termasuk dalam

penelitian korelatif dimana penelitian yang dilakukan untuk mengetahui

hubungan antara variabel satu dengan variabel lain. Kesuksesan dalam

menggunakan metode kuantitatif ini menghasilkan solusi yang tepat, ekonomis

dapat diandalkan cepat dan mudah untuk digunakan dan dimengerti (Mudrajat

Kuncoro,2001:1). Menurut Sugiyono(2012:119) adalah wilayah generalisasi yang

terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karak teristik tertentu

yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.

Populasi adalah jumlah keseluruhan dari unit analisa yang ciri-cirinya akan

diduga, dengan kata lain populasi adalah keseluruhan subyek penelitian yang

dapat memberikan data.

Pendekatan metode kuantitatif yang dipersiapkan berupa variabel-variabel

lengkap dengan instrument penelitian bertujuan untuk memverifikasi hipotesis

yang telah disusun sebelum bertatap muka (Sutama,2011:44). Jadi pendekatan

ini berangkatnya dari data, data diproses dan dimanipulasi menjadi informasi

yang berharga bagi pengambilan keputusan. Penelitian dilakukan di sekolah

menengah pertama yang berstatus negeri yaitu SMP Negeri Sub Rayon Wonogiri

Kabupaten Wonogiri. Metode pengumpulan data digunakan untuk

mengumpulkan data penelitian ini adalah dengan menggunakan angket dan

dokumen yang diberikan pada guru tempat penelitian dilakukan.

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Kepuasan kerja menurut Davis dan Newstrom (2000:105) merupakan salah

satu sikap guru yang diciptakan di sekolahan agar dapat bekerja dengan moral

yang tinggi, disiplin, semangat dan menghayati profesi. Guru sudah selayaknya

tidak hanya dipandang sebagai obyek dalam pencapaian tujuan sekolah, yang

(6)

lebih dari itu guru harus dipandang serta diperlakukan sebagai subyek. Hal ini

mengingat guru pada kenyataan juga berfungsi sebagai perencana, pelaksana,

dan pengendali yang selalu berperan aktif dalam pencapaian tujuan sekolah.

Guru menjadi pelaku yang sangat menentukan berhasil tidaknya tujuan sekolah,

mempunyai pikiran, perasaan serta keinginan-keinginan yang dapat

mempengaruhi sikapnya terhadap pekerjaannya. Perolehan dari hasil uji

hipotesis perta a e buktika bah a terdapat pe garuh ya g sig ifika

antara motivasi guru terhadap kepuasan kerja guru. Hal ini ditunjukkan dengan

perolehan thitung lebih besar dibandingkan dengan t tabs; atau 2,853 > 2,042.

Kepuasan kerja dalam lingkungan pekerjaannya adalah kapuasan karja yang

dinikmati dalam pakerjaan dengan adanya pujian hasil karja, penempatan,

perlakuan, dan suasana lingkungan kerja yang baik. Guru yang dapat menikmati

kepuasan kerja dalam pekarjaan ini akan lebih mengutamakan pekerjaannya dari

pada balas jasa, walaupun balas jasa itu penting. Sedangkan kepuasan kerja di

luar lingkungan kerjanya, adalah kepuasan kerja yang dinikmati dari adanya balas

jasa yang diterima dari hasil pekarjaannya, agar ia dapat memenuhi segala

kebutuhan dan keinginannya.

Mengacu pada uraian di atas ternyata kepuasan kerja merupakan variabel

yang cukup penting, karena mempunyai pengaruh yang sifatnya mendasar baik

bagi guru sendiri maupun sekolah. Mengingat peran yang penting dari kepuasan

kerja tersebut, banyak penelitian-penelitian ilmiah telah dilakukan untuk

mempelajari kepuasan kerja. Banyak orang berpendapat bahwa gaji atau upah

merupakan faktor utama untuk timbulnya kepuasan kerja. Hal ini memang bisa

diterima, terutama dalam suatu negara yang sedang berkembang dimana uang

merupakan kebutuhan yang vital untuk bisa memenuhi kebutuhan pokok

sehari-hari. Akan tetapi kalau masyarakat sudah dapat memenuhi kebutuhan

keluarganya secara wajar maka gaji atau upah ini tidak atau bukan faktor yang

utama. Sesuai dengan tingkatan motivasi manusia yang dikemukakan oleh

(7)

Dalam rangka untuk meningkatkan keberhasilan tujuan yang ingin dicapai

sekolah, maka tidak bisa lepas dari semangat dan kegairahan kerja guru.

Seorang guru mengajarkan siswa dengan berbagai tantangan misalnya:

menghadapi siswa yang nakal, tempat yang terpencil, sarana yang kurang

memadai dan lain-lain. Dalam dunia pendidikan terutama dalam proses belajar

mengajarmotivasi adalah syarat mutlak untuk keberhasilan proses belajar

mengajar. Di sekolah sering terjadi yang dilakukan oleh siswa maupun guru, yaitu

perbuatan malas, tidak menyenangkan, suka tidak masuk dan sebagainya. Dalam

hal ini berarti guru tidak berhasil memenuhi motivasi siswa, ataukepala sekolah

tidak berhasil memenuhi motivasi guru untuk mendong agar bekerja dengan

segenap tenaga dan pikiran secara maksimal.

Motivasi adalah sumber energi abadi, jika seseorang merasa lemah, tidak

ada lagi semangat, maka dia memerlukan sumber energi tersebut (Adi sunarno,

2007:VII). Perhitungan uji hipotesis kedua membuktikan bahwa ada pengaruh

ya g sig ifika a tara ke a pua kepemimpinan kepala sekolah dengan kepuasan kerja guru, Hal ini ditunjukkan dengan perolehan nilai ttabel yaitu

harga ttabel 4,084 > 2,042.

Pemenuhan motivasi guru dalam dunia pendidikan penting peranannya, karena

bila motivasi guru terpenuhi akan menumbuhkan kepuasan guru.

Fungsi motivasi guru mempunyai peran yang penting bagi langkah-Iangkah

kepemimpinan dalam marealisir segenap tujuan, rencana dan sekolah maupun

diluar sekolah dituntut keahliannya dalam menjalankan fungsi motivating ini,

agar semua warga sekolah yang dihadapi mau menjalankan tugas masing-masing

secara ikhlas, penuh tanggung jawab sesuai tugas tugas yang telah dipercayakan

kepada mereka.

Kepala sekolah tidak bisa berbuat semaunya sendiri terhadap guru, karena guru

juga membutuhkan sesuatu yang harus dipenuhi kebutuhannya oleh karenanya

sebagai kepala sekolah harus mengerti akan kebutuhan guru. Guru pada

(8)

berbuat, istirahat, berusaha, menyelamatkan diri, memburu, menaruh minat dan

lain-lain. Jadi motivasi guru sebagai penggerak atau motor yang memberi

kekuatan guru untuk melakukan tugasnya. Frederik Herzberg (dalam Gery Dessle,

2009:98), pekerjaan yang menantang akan membangkitkan motivasi. Penggerak

(motivating) didefinisikan "keseluruhan proses pemberian motifasi bekerja

kepada bawahan sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja dengan ikhlas

demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien dan ekonomis".

Pemimpin adalah seseorang yang mempunyai keahlian memimpin dan

menjalankan kepemimpinan (Sudarwan Danim, 2009:3). Hasil uji hipotesis ketiga

e buktika bah a terdapat pe garuh ya g sig ifika a tara su ber-sumber daya sekolah terhadap kepuasan kerja guru. Hal ini ditunjukkan dengan

perolehan thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel atau 4,370 > 2,042.

Kemajuan suatu lembaga/sekolah ditentukan sebagian bagaimama kemampuan

manajerial pimpinan sekolah tersebut. Sulit untuk tercapai secara baik tujuan

lembaga bila dalam kegiatan untuk mencapainya tidak ada perencanaan, tidak

ada pengorganisasian, tidak ada yang memimpin, tidak ada yang mengevaluasi.

Jadi ketercapaian tujuan sekolah secara baik dan efektif sebagian tergantung

kemampuan manajerial kepala sekolah. Manajemen sekolah yang baik akan

mempengaruhi kepuasan guru dan pada akhirya guru akan melaksanakan

tugasnya secara baik sesuai harapan sekolah. Guru merupakan ujung tombak

kemajuan sekolah karena guru bersentuhan langsung pada siswa.

Fungsi pemimpin sebagai berikut:1) perencanaan : untuk menentukan apa

sarana-sarana dan arah aksi dikerjakan. 2) pengorganisasian : untuk membagi

pekerjaan diantara group dan membentuk serta mengenali hubungan-hubungan

yang perlu. 3) menggerakkan para anggota group sanggup untuk melaksanakan

tugas yang telah ditentukan dengan bersemangat. 4) mengontrol aktivitas untuk

mencocokkan kegiatan sesuai rencana

Kepala Sekolah memerlukan orang-orang yang mampu memimpin sekolah dan

(9)

harus mampu menentukan cara kerja (cara guru mengajar), membagi tugas

sesuai dengan keahliannya baik guru maupun karyawan, menentukan tugas

masing-masing, serta menentukan sistem dan besarnya imbalan.

Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih

yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, dan terikat secara formal

dalam suatu ikatan hirarkhi dimana selalu terdapat hubungan antara seorang

atau sekelompok orang yang disebut pimpinan dan seorang atau sekelompok

orang yang disebut bawahan. Sekelompok yang terdiri dua orang atau lebih

bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu nampak sudah ada kesepakatan

diantara para ahli (Made Pidarta, 2004:1). Perhitungan uji hipotesis kedua

e buktika bah a ada pe garuh ya g sig ifika a tara ikli li gku ga kerja

dengan kepuasan kerja guru, Hal ini ditunjukkan dengan perolehan nilai

thitung lebih besar dibandingkan dengan ttabel atau 2,309 > 2,042.

Guru akan merasakan kepuasan kerja bila mempunyai kepala sekolah yang

baik seperti yang disebutkan di atas, karena kepala sekolah sebagai pucuk

pimpinan tertinggi di sekolah. Guru akan tidak merasakan kepuasan kerja bila

kepala sekolah berbuat tidak adil dalam memperlakukan bawahannya, tidak

bijaksana, tidak berani mawas diri,kurang tanggung jawab, tidak mementingkan

kerjasama dengan orang yang dipimpinnya.

Pengawasan sebagai proses pengamatan pelaksanaan seluruh kegiatan

organisasi untuk menjamin agar semua pekerjaan yang sedang berjalan sesuai

dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Fungsi manajemen

pengawasan adalah pengukuran dan koreksi terhadap segenap aktivitas anggota

sekolah guna meyakinkan bahwa semua rancangan-rancangan yang dibuat

benar-benar dilaksanakan. Ini merupakan fungsi penting dalam kepemimpinan

kepala sekolah. Dengan pengawasan akan bisa diamati kegiatan-kegiatan sekolah

apakah sudah dilaksanakan sesuai dengan rencana, petunjuk dan prinsip-prinsip

(10)

kelemahan-kelemahan atau kekurangan yang dialami dan membetulkannya serta mencegah

agar tidak terulang lagi.

Pengertian sumber daya manusia adalah manusia yang bekerja di

lingkungan suatu organisasi, sumber Daya Manusia adalah suatu seni untuk

mnecapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain untuk

melaksanakan pekerjaan yang diperlukan, dengan kata lain tidak melakukan

pekerjaan–pekerjaan itu sendiri. Sumber daya lembaga pendidikan antara lain : manusia, saranadan prasarana, biaya teknologi, serta informasi. Sumber daya

manusia (kepala sekolah, guru, karyawan, siswa) yang baik akan mempengaruhi

kepuasan kerja guru. Sumber daya sarana dan prasarana yang memenuh isyarat

kualitas dan kuantitas serta sesuai kebutuhannya akan mempengaruhi kepuasan

kerja guru. Penggajian yang sesuai dan adil,penggunaan dana yang terarah,

transparan akan menimbulkan kepuasankerja guru. Penggunaan teknologi yang

tepat akan membawa kemudahan dan kepuasan kerja guru.

Maju atau mundurnya suatu organisasi tergantung kemampuan sumber

daya manusia. Oleh karenanya kualitas dan kemampuan sumber daya manusia

harus ditingkatkan ,dikelola dengan baik supaya tercipta semangat dan

kegairahan kerja dengan meningkatkan kepuasan kerja guru,dengan cara

meningkatkan kepuasan kerja dalam rangka menciptakan semangat dan

kegairahan kerja adalah gaji yang cukup, memperhatikan kebutuhan rohani,

sekali-kali menciptakan suasana santai, harga diri, tempatkan karyawan pada

posisi yang tepat, kesempatan untuk maju, aman dimasa depan, loyalitas, diajak

berunding, pemberian intensif yang terarah dan fasilitas yang menyenangkan.

Sumber utama dari kepuasan adalah perasaan mampu menyelesaikan suatu

tugas, pengakuan, serta mendapatkan kesempatan untuk maju. Oleh karenanya

kepala sekolah mengupayakan agar guru dapat menyelesaikan tugasnya dengan

baik, mengakui guru berprestasi dan mempromosikan pada jabatan yang lebih

tinggi. Sarana dan prasarana sekolah berfungsi untuk mencapai tujuan sekolah

(11)

akan mem Keberhasilan atau kegagalan dalam mencapai tujuan dapat menjadi

bagian dari sistim penilaian kinerja termasuk pemberian gaji maupun imbalan

lainnya (Richard L.Daft,2010:225).

pengaruhi hasil kerja dan kepuasan kerja guru sarana dan prasarana, manusia,

biaya, teknologi dan informasi mempengaruhi produktivitas dan kepuasan kerja

guru.

Iklim organisasi sebagai aset atribut organisasi dan subsistimnya yang dapat

dirasakan oleh anggota organisasi yang disebabkan oleh cara-cara organisasi

terhadap anggota lingkungannya.

Davis dan Newstron (2001:25), memandang iklim organasasi sebagai kepribadian

sebuah organisasi yang membedakan dengan organisasi lainnya. Kepuasan kerja

sebagai kombinasi aspek psikologis, fisiologis, dan kondisi lingkungan yang

menyebabkan seseorang dengan menyatakan puas atas pekerjaan atau dengan

kata lain sebagai suatu sikap yang dihasilkan dari keseimbangan dan

penjumlahan atas berbagal faktor berupa pengalaman yang disukai maupun yang

tidak disukai dalam hubungannya dengan pekerjaan yang dilakukan.

Mengingat kerja guru tidak sendiri tetapi di sekolah maka tidak bisa lepas dari

terpengaruh lingkungannya (kepala sekolah, sesama karyawan, siswa, kelas,

masyarakat dan laln-lain). Bagaimana moral kerja warga sekolah yang

berhubungan dengan guru dalam melaksanakan tugas di sekolah. Dalam hasil uji

hipotesis keli a e buktika bah a terdapat pe garuh ya g sig ifika a tara

motivasi guru, kemampuan kepemimpinan kepala sekolah, sumber-sumber daya

sekolah dan iklim lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap

kepuasan kerja guru. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan uji F statistik dimana

fhitunglebih besar dibandingkan dengan ftabel atau 123,624 > 2,73.

Kepala sekolah harus dapat menciptakan situasi yang bersih karena dengan

sekolah yang bersih akan membuat senang dan kerasan,situasa sekolah yang

aman akan membuat guru terjaga jiwanya, tidak bising merupakan syarat agar

(12)

sekolah baik akan membuat suasana semangat kerja yang baik, pertukaran udara

baik akan membuat suasana tidak panas dan menyehatkan, taman yang indah

dan lain-lain yang menyangkut kondisi lingkungan kerja guru. Kondisi lingkungan

yang baik akan mempengaruhi kepuasan kerja guru yang juga akan

menguntungkan sekolah itu sendiri yaitu akan membuat guru tidak bosan dan

meningkatkan semangat dan kegairahan kerja guru. Guru dalam melaksanakan

tugasnya tidak sendirian makaakan terjadi hubungan dengan manusia maupun

lingkungan kerja. Hubungan antara sesama teman sekerja, bawahan ataupun

atasan dapat mempengaruhi kepuasan kerja.

Untuk memudahkan pemahaman kerangka pemikiran teoris di atas secara

sederhana dapat ditunjukkan dengan gambar di bawah ini:

Gambar 1 Kerangka Pemikiran Penelitian Teoritis.

Berdasarkan landasan teori dan kerangka berfikir penelitian telah dijelaskan

di atas, maka hipotesis yang dalam penelitian ini adalah:

Ada kontribusi tentang motivasi guru berpengaruh terhadap kepuasan kerja

guru, ada kontribusi tentang seberapa kemampuan kepemimpinan kepala

sekolah berpengaruh terhadap kepuasan kerja guru,ada kontribusi

sumber-sumber daya sekolah berpengaruh terhadap kepuasan kerja guru, ada kontribusi

iklim lingkungan kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja, ada kontribusi

motivasi guru, kemampuan kepemimpinan kepala sekolah, sumber-sumber daya

sekolah dan iklim lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh terhadap

kepuasam kerja guru.

X1

X4

X3

X2

(13)

Kesimpulan

Terdapat pe garuh ya g sig ifika a tara oti asi guru terhadap kepuasan

kerja guru. Terdapat pe garuh ya g sig ifika a tara ke a pua

kepemimpinan kepala sekolah terhadap kepuasan kerja guru Terdapat pengaruh

ya g sig ifika a tara su ber-sumber daya sekolah terhadap kepuasan kerja

guru. Terdapat pe garuh ya g sig ifika a tara iklim lingkunngan kerja terhadap

kepuasa kerja guru.Terdapat pe garuh ya g sig ifika a tara oti asi guru,

kemampuan kepemimpinan kepala sekolah, sumber-sumber daya sekolah, dan

iklim lingkungan kerja secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja guru.

adalah bahwa pengaruh yang diberikan oleh kombinasi variabel motivasi guru,

kemampuan kepemimpinan kepala sekolah, sumber-sumber daya sekolah dan

iklim lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja.

DAFTAR PUSTAKA

Sofyan Anif dan Harsono,2010,Pengembangan Profesionalisme Guru.

Surakarta:FKIP UMS.

Adi Soenarno.2007.Motivation games untuk peletihan

manajemen.Jakart:Penerbit Andi.

Adi Soenarno, 2005, Leadership games peletihan manajemen.Jakarta: Penerbit Andi.

Davis dan Newstrom, 2000, Kepuasan Kerja,

Staf.uny.ac.id/Sites/default/files/penelitian/Sukanti.Dra.MPd.repository.un

ib.id/317,diakses: tanggal 12 November 2012, hari Senin pukul 09.00.

Idochi Anwar,2003,Administrasi Pendidikan Dan Manajemen Biaya

Pendidikan.Bandung:Alfabeta(IKAPI).

Mulyasa,2005,Menjadi Guru Profesional.Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. Mulyasa, 2007, Sertifikasi Guru.Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

(14)

Made Pidarta, 2004, Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta. Moch, Idochi, 2003, Administrasi Pendidikan dan Manajemen Biaya Pendidikan.

Bandung: Alvabeta.

Richard L, Daft, 2010, Era Baru Manajemen. Jakarta: Salemba Empat.

Robert, Kreitner dan Angelo Kinichi, 2005, Perilaku Organisasi. Penerbit Salemba Empat.

Sutama, 2011, Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, kualitatif, PTK.

Surakarta: Fairus Media.

Sugiyono, 2012, Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods), Bandung: CV

Alfabeta.

Figur

Gambar 1 Kerangka Pemikiran Penelitian Teoritis.

Gambar 1

Kerangka Pemikiran Penelitian Teoritis. p.12

Referensi

Memperbarui...